Fairy Tail © Hiro Mashima

A Fairy Tail Fanfiction

Three Heart for One Love

By Yusa-kun

Warning : AU, Typo(s), OOC.

.

.

.

.

.

Lucy pun tiba didepan apartemennya dan tiba-tiba ada tangan yang meraih bahunya. Lucy menoleh dan terlihat sosok yang ia kenal.

"Sting!"

Terlihat pemuda tampan yang memiliki rambut spike pirang dan mata biru. Pemuda itulah yang sedang ditunggu-tunggu oleh Lucy. Sting, Sting Eucliffe.

Sting tersenyum "Hisashiburi, Lucy"

Lucy langsung berhambur kepelukan Sting. Sting pun membalas memeluk Lucy.

"Katanya kau akan mengabariku, kenapa malah mengagetkanku seperti ini. Ugh" ucap Lucy dalam pelukan Sting

Sting hanya tertawa "Haha maaf maaf"

Lucy melepaskan pelukannya dan memegang tangan Sting.

"Ayo masuk" ajak Lucy

XXX

Sting dan Lucy duduk disofa, mereka mengobrol tentang banyak hal. Mereka tertawa bersama.

"Jadi? Kau akan bersekolah dimana?" Tanya Lucy

"Hmm RA-HA-SI-A" jawab Sting

Lucy memajukan bibirnya dan mulai menggerutu. Sting hanya tertawa. Sting melirik ke jam tangannya, sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.

"Lucy, aku harus pamit" ucap Sting

Lucy menoleh ke jam dindingnya dan tersenyum.

"Wah tidak sadar sudah jam segini. Baiklah" jawab Lucy

Sting dan Lucy bangkit berdiri dan berjalan ke pintu depan.

"Aku akan sering bermain kesini" ucap Sting

Lucy mengangguk dan tersenyum.

"Hati-hati" ucap Lucy sambil melambaikan tangannya. Sting pun ikut melambaikan tangannya. Lucy menutup pintu saat motor merah yang dikendarai oleh Sting sudah tidak terlihat.

XXX

"Ohayou gozaimasu, minna.." Sapa Mira-sensei

"Ohayooouu~" jawab para siswa dikelas termasuk Lucy.

"Baiklah anak-anak.. Hari ini kita kedatangan murid baru dikelas kita" ucap Mira-sensei sebagai wali kelas Lucy.

Lucy hanya menaikkan alis.

'Anak baru?' Batin Lucy

Pintu kelas terbuka dan menampakkan sosok pemuda dengan rambut spike berwarna pirang. Lebih terang dari milik Lucy.

Lucy membelalakkan matanya

"Hajimemashite, watashi namae wa Sting. Sting Eucliffe. Yoroshiku" ungkap Sting sambil merundukkan badannya dengan sopan.

Lucy menutup mulutnya. Ia benar-benar kaget melihat Sting. Sting ternyata satu sekolah dengannya.

"Yah apa kalian ada pertanyaan?" Ucap Mira-sensei

"Apa kau sudah punya pacar?"

"Apa kau keturunan bule?"

Ada beberapa pertanyaan yang pribadi, dan Sting menanggapinya hanya dengan tersenyum. Semua siswi dikelas melihat Sting dengan terpesona. Bagaimana tidak terpesona melihat pemuda yang setampan dan sekeren itu?

"Baiklah, Sting. Kau akan du-"

Tiba-tiba pintu kelas terbuka dan menampakkan Natsu, Natsu menutup pintu kembali dan menoleh.

"Maaf sensei aku telat la-" ucapannya terhenti saat ia melihat Sting. Natsu menatapnya dengan pandangan yang tidak percaya. Natsu membelalakkan matanya. Sting pun begitu, ia melihat Natsu dengan pandangan yang tidak biasa.

Lucy yang menyadari hal itu hanya memandang mereka bingung.

'Kenapa mereka saling menatap begitu' pikir Lucy

XXX

Sting akhirnya duduk disebelah Gray. Mereka berdua saling berkenalan dan mengikuti pelajaran. Sting terkadang melirik kearah Natsu dan Lucy. Sedangkan Natsu, ia tidak memperhatikan pelajaran sama sekali. Ia hanya memandang jauh keluar jendela. Satu tangannya menopang wajahnya. Pandangan Natsu terlihat sendu.

Sting menatap Natsu dan melirik kearah Lucy.

'Kenapa dia disini?' Batin Sting

XXX

Lucy membereskan bukunya kedalam tasnya. Levy, Lisanna, Juvia dan Erza menghampirinya.

"Lu-chan" panggil Levy. Lucy menoleh dan tersenyum.

"Ayo kita kekantin" ajak Erza

"Ayo aku sudah lapaaar" timpal Lisanna

Mereka tertawa, Lucy pun mengangguk. "Baiklah ayo" sahut Lucy

Lucy pun bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan bersama. Tiba-tiba..

"Lucy" panggil Sting

Lucy menoleh, semua siswa yang masih dikelas menoleh. Mereka bertanya-tanya, kenapa Sting bisa kenal Lucy?

"Kau mau kemana?" Tanya Sting

"Kekantin, mau ikut?" Jawab Lucy

Sting menggeleng. "Tidak, baiklah" ucap Sting sambil melambaikan tangannya.

Lucy tersenyum dan melambaikan tangannya.

"Ne ne Lu-chan? Kau kenal anak baru itu?" Tanya Levy. Lucy mengangguk.

"Apa dia saudaramu?" Tanya Erza. Lucy menggeleng pelan.

"Dia itu teman kecilku" jawab Lucy

"Aaah? Benarkah?" Tanya Lisanna

Lucy mengangguk kembali.

"Dia tampan loh" ucap Levy

"Tidak ah biasa saja" timpal Erza

"Iya masih lebih tampan Gray-samaa~" timpal Juvia

"Iya iya, bagimu hanya Jellal yang tampan, Erza. Dan kau Juvia, terserah dirimu~" ledek Lisanna

Mereka akhirnya tertawa.

"Apa kau yakin dia hanya teman kecilmu? Apa kalian tidak pacaran?" Tanya Lisanna sambil mencolek-colek pipi Lucy.

"Ah-ah tidak, apa sih kau Lisanna. Tidak haha" ucap Lucy dengan gugup

"Yakiiiin?" Desak Levy

"Ah urusaaaiiii" seru Lucy sambil berlari meninggalkan teman-temannya

Erza, Lisanna, Levy dan Juvia hanya tertawa.

XXX

Kelas sudah terlihat kosong, hanya tinggal Natsu dan Sting. Natsu bangkit berdiri dan berjalan untuk keluar dari kelas. Natsu melewati tempat duduk Sting.

"Aku ingin bicara denganmu" ucap Sting

Natsu menghentikan langkahnya sejenak

"Jangan disini" sahut Natsu

Natsu melangkahkan kaki lagi dan disusul oleh Sting.

XXX

"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Natsu kepada Sting yang berdiri dihadapannya. Mereka berdua sekarang sedang diatap sekolah.

"Kenapa kau ada disini?" Tanya Sting

"Karena aku tinggal disini" jawab Natsu dengan singkat

"Bukankah kau tinggal di Crocus?" Tanya Sting

"Aku bersekolah SMA disini, jadi aku tinggal disini" jawab Natsu

"Bersama keluargamu?" Tanya Sting lagi

"Tidak" jawab Natsu

"Jadi kau mengikuti Lucy sampai disini?" Tanya Sting dengan sinis.

"Aku tidak tahu kalau dia juga tinggal disini" jawab Natsu apa adanya.

"Hah, aku tidak mengira kalau kita semua akan bertemu disini" ucap Sting dengan nada sinis.

Natsu tidak mengatakan apapun.

"Apa Lucy tahu dirimu?" Tanya Sting

Natsu tertawa meremehkan. "Jadi itu yang ingin kau tanyakan?" Tanya Natsu

"Jawab saja" ucap Sting

"Tidak. Dia tidak mengenaliku sebagaimana ia mengenalimu. Dia hanya mengenalku sebagai teman sekelasnya yang sudah dari kelas satu SMA" ungkap Natsu

"Kenapa kau tidak jujur padanya?" Tanya Sting

"Itu yang kau mau, bukan?" Jawab Natsu

"Jangan pernah dekati dia" ucap Sting sambil memandang Natsu penuh amarah. Natsu pun memandang balik Sting.

"Jadi peringatan itu akan berlaku lagi? Hmm?" Tanya Natsu dengan nada sinis

"Kenapa? Kau keberatan?" Tanya Sting

Natsu menggeleng. "Kalau aku tahu, kau menyakiti dia, aku tidak akan menahannya lagi, Sting" ungkap Natsu

"Jadi? Kau tetap menjadi seorang ksatria, Lucy seorang putri dan aku seorang monster? Apa kau masih mau bermain itu? Hmm?" Tanya Sting lagi sambil memandang Natsu meremehkan.

"Padahal kau sendiri yang menyebabkan Lucy seperti ini, apa kau tidak merasa bersalah? Apa kau tidak merasa malu?" Tambah Sting

Natsu mengepalkan tangannya, ia berusaha menahan emosinya.

"Kalaupun memang aku yang menyebabkan hal itu terjadi, aku sudah menerima akibatnya, Sting. Jadi biarkan aku, jangan ganggu kehidupanku" Natsu pun keluar dari atap sekolah dan berjalan menuju kelasnya, meninggalkan Sting.

"Sial!" Teriak Natsu sambil memukul tembok dekat tangga.

Sebenarnya apa yang terjadi diantara mereka?

XXX

Natsu sedang berada distudio bandnya. Ia bertemu dengan teman-temannya. Ada Gray, Gajeel, Matsumoto, Tamazaki, dan Ishida.

"Ayo kita latihan" ajak Natsu

Natsu dan Gray memegang masing-masing stand mic. Irama dimulai, Gajeel memulai dengan gitar listriknya. Dan diikuti lainnya.

Gray dan Natsu bernyanyi.

Sebenarnya Gray bukan anggota tetap dari band Natsu. Natsu adalah vokalis, Gajeel adalah basist, Tamazaki adalah drummer, Matsumoto adalah guitarist, Fujioka adalah keyboardist.

XXX

"Kau habis ini bekerja di kafe ya?" Tanya Sting kepada Lucy yang sekarang duduk disebelahnya sedang memakan ice cone nya.

Lucy mengangguk.

"Aku antar ya" tawar Sting

"Apa tidak merepotkan?" Tanya Lucy

"Tidak. Lagipula biar aku tahu kau bekerja dikafe mana hehe" jawab Sting

Lucy telah selesai memakan ice cone-nya.

"Baiklah kalau begitu, ayo" ajak Lucy sambil menarik tangan Sting. Sting hanya tertawa. Sting dan Lucy sudah berada didepan motor milik Sting. Sting memakai helmnya dan Lucy naik ke motor Sting. Mereka pun berangkat ke kafe tempat kerja Lucy.

Tidak cukup lama untuk ke kafe tempat kerja Lucy, mereka berdua sudah sampai.

"Disini tempatku bekerja" ucap Lucy

"Hmm baiklah, kau pulang jam berapa? Aku akan menjemputmu" terang Sting

"Hmm aku pulang jam tujuh malam" jawab Lucy

"Baiklah, tunggu aku disini jam tujuh malam. Oke?" Tanya Sting

"Oke. Aku masuk ya. Jaa nee" pamit Lucy

Lucy bekerja dengan semangat dan sangat ceria hari ini. Teman-temannya pun menyadarinya dan mulai meledeknya.

Didalam sela istirahat mereka, mereka bertiga yaitu, Lisanna, Levy, dan juga Lucy berbincang-bincang.

"Aaah lihat, Lu-chan sangat ceria hari ini, apa karena anak baru itu yaaa~" ledek Levy. Sudah terlihat semburat merah tipis dikedua pipi Lucy.

"Iya ya, sepertinya karena Sting~" timpal Lisanna

"Mooou, sudah jangan menggodaku seperti itu, aku malu tahu" ucap Lucy sambil menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya. Teman-temannya hanya tertawa.

"Nanti kita mampir ke toko baju dulu yuk, aku ingin membeli baju" ajak Levy

"Ayo, aku akan temani. Kau ikut kan?" Sahut Lisanna

"Hmm gomenne, aku akan dijemput oleh Sting. Jadi sepertinya tidak akan ikut" jawab Lucy

"Tuh kan~" ledek Levy kembali

"Ooooh manisnyaaa, habis pulang kerja langsung pergi berkencan~" timpal Lisanna

Lucy menjitak kepala Lisanna dan juga Levy.

"Ah ittai yoo" keluh Levy dan Lisanna bersamaan. Lucy tertawa.

"Lagian, kalian bisanya hanya meledekku saja. Rasakan itu hihi" ucap Lucy sambil tertawa.

XXX

Natsu masih melihat lagu yang dibuatnya. Terlihatlah kumpulan not-not dan beberapa lirik dikertas itu.

"Aku harus beri judul apa ya" gumam Natsu

Tiba-tiba ide bagus muncul dikepalanya. Dengan segera ia menuliskan sesuatu dikolom judul.

The love song.

"Hoy" sapa Gray yang sekarang ada dibelakang Natsu. Natsu menoleh kebelakang dan menyengir.

"Ada apa ice-princess?"

"Hey kenapa kau mengejekku, flame-head?"

"Sudahlah, aku sedang tidak mood bertengkar denganmu" terang Natsu sambil memandangi lagi lirik lagunya.

"Apa itu?" Tanya Gray

"Ini? Lagu yang aku buat" Natsu menyodorkan kertas yang ia pegang. Gray pun menerimanya dan membacanya.

"Ini lagu yang bagus. Aku yang nyanyikan ya?" Tanya Gray. Natsu langsung merebut kertasnya.

"Enak saja!" Seru Natsu sambil membuka laci lemari dan menyimpan kertasnya.

"Dasar pelit!" Gerutu Gray

XXX

Tidak terasa sudah pukul tujuh malam, Sting bersiap untuk menjemput Lucy di kafe tempatnya bekerja. Ia mengendarai motornya dengan gagah.

Lucy sudah berganti pakaian, ia juga sudah berdiri didepan kafe. Levy dan Lisanna sudah pamit pulang lebih dahulu. Karena mereka ingin 'shopping'. Lucy mengotak-atik ponselnya. Tanpa sadar ia dipanggil oleh seseorang.

"Hoy" panggil orang itu. Lucy pun menoleh. Ia mendapati seseorang memakai jaket hitam, syal putih kotak-kotak, dan dilengkapi helm yang menutupi seluruh wajahnya dan ia mengendarai motor sport berwarna hitam. Ia mengenalinya. Syal itu.

"Natsu?" Panggil Lucy

Natsu melepas helmnya dan menatap Lucy.

"Kenapa kau diam disitu? Kau tidak pulang?" Tanya Natsu

Lucy mendengarnya terperangah.

'Natsu perhatian padaku? Apa ini hanya perasaanku saja?' Batin Lucy

"Aku sedang menunggu seseorang menjemputku" jawab Lucy

Natsu memandang Lucy penuh tanya. Dan ia tahu jawabannya saat Sting datang dengan motor merahnya. Lucy langsung berjalan menghampiri Sting. Sting membuka helmnya dan tersenyum.

"Sudah lama ya?" Tanya Sting. Lucy menggeleng. Sting menoleh ke Natsu dan menatapnya sinis. Lalu Lucy memandang Natsu.

"Natsu, kita pulang duluan ya. Sampai ketemu disekolah" pamit Lucy yang sekarang sudah naik kemotor Sting dan sudah meninggalkan Natsu.

Natsu hanya memandang kepergian keduanya. Setelah itu ia memakai helmnya kembali dan mengendarai motornya untuk pulang kerumahnya. Lebih tepatnya keapartemennya.

Ia tinggal di Magnolia ini hanya sendiri tanpa orang tua. Kedua orang tuanya tinggal di Crocus. Ia tinggal di Magnolia sekarang bukan karena Lucy. Ia pun pada awalnya tidak tahu kalau Lucy pun tinggal di kota itu.

XXX

Natsu yang sudah sampai diapartemennya, segera masuk kedalam kamarnya. Ia membaringkan tubuhnya dengan posisi terlentang di kasurnya. Kamarnya penuh dengan poster band-band rock. Walaupun seperti itu, kamarnya cukup rapi untuk seorang pemuda seperti dirinya. Rahasianya adalah ia menyewa seseorang untuk membersihkan apartemennya setiap harinya. Dikamar Natsu, terdapat rak buku yang tertata rapi, ada meja belajar beserta dengan laptop. Natsu bangkit duduk dan berdiri. Ia berjalan kearah rak bukunya yang menyimpan segala macam buku. Natsu mencari sebuah buku. Setelah dapat, Natsu menarik buku tersebut. Dan terlihat, ternyata itu bukanlah sebuah buku, melainkan sebuah album foto.

Natsu membawanya dan duduk di pinggir tempat tidurnya. Ia mengusap covernya dan membukanya lembar per lembar. Ia tersenyum menatap foto-foto itu. Setelah lembar terakhir, ia memandang foto itu dan melepaskan foto itu dari lembar album tersebut.

"Lucy..." Gumam Natsu

Terlihat difoto itu tiga anak kecil sekitar umur delapan tahun sedang tersenyum. Terlihat gadis kecil berambut pirang dengan memegang boneka berada ditengah-tengah kedua anak laki-laki yang tak kalah ceria seperti gadis kecil itu. Anak laki-laki itu adalah Natsu. Dan yang lainnya adalah anak kecil dengan rambut spike pirang.

Anak laki-laki yang lain itu adalah Sting.

.

.

.

.

.

.

To be Continued


Chapter 2 update yeayy! bagaimana menurut kalian para readers? please reviewnya ya~

untuk Hinagiku Zeelmart, zuryuteki, dan tema oktaviani sukatma wiraatmadja terimakasih kalian sudah mereview fic ini. mungkin pertanyaan kalian sudah terjawab seiring jalannya cerita dan aku berharap kalian suka dengan fic ini begitu juga para readers yang belum review fic ini XD