Because I am Bored, I Try to Writing
Chapter 2: Don't go to the Beach Alone, Girls!
.
Warning: Okikagu. … Anggaplah hari-hari Gintama yang berbahagia dengan umur mereka yang telah berubah(?) 20y.o!Sogo Okita, 20y.o!Nobume Imai, 18y.o!Soyo Tokugawa, 16y.o!Kagura. Censored dirty joke. Quick-typing. Quick-pace. OOC! Typo(s)? Cliché-plot. CHEESY! Quick typing as usual. Lack of description?
Disclaimer: Sorachi-sensei owns Gintama. Shaun own the plot. Lala-chan own the prompt (her request afterall)
Keterangan: Prompt-nya liburan. Didedikasikan untuk Lala-chan ssu~! Saya masih memercayai bahwa Soyo-hime lebih tua daripada Kagura (coba deh nonton episode awal munculnya Soyo-hime.) Ingat ED yang di pantai itu? Terinspirasi dari sana.
.
"Okita. Kau kuberi libur ke vila pantai xxx." Sogo Okita, 20 tahun, sudah 6 tahun bekerja di Shinsengumi. Mendadak mendapatkan liburan oleh kepala kepolisian Edo.
Mata merahnya menatap datar pria tua di depannya, "Aku baru saja mendapatkan hari liburku seminggu yang lalu. Kenapa aku mendapatkan libur lagi?"
"Kau tidak mau menerima kebaikanku?" Matsudaira mengacungkan pistol andalannya ke kening kapten divisi satu Shinsengumi itu. Sogo hanya menghela napas, ia tahu pasti ada suatu hal yang disembunyikan oleh Matsudaira.
"Hanya aku sendiri yang mendapatkan liburan ini?" tanya Sogo.
"Ya, tapi …" Benar bukan, ada sesuatunya, "Ada orang yang akan menemanimu."
Hm …
Dibandingkan 'menemanimu' kata-kata 'ditemani olehmu' jauh lebih tepat.
"Selamat siang, Okita-san! Terima kasih sudah mau menemani kami di sini!" sapa orang yang akan 'menemani' Sogo. Orang tersebut dapat dikenali sebagai adik perempuan Shigeshige Tokugawa. Dengan baju daster berwarna hijau pastel, rambutnya diikat, dan kepalanya ditutupi oleh topi lebar berwarna putih. Baiklah, ia sudah pernah menjadi penjaga pribadi Soyo-hime untuk beberapa saat, seharusnya ini akan menjadi tugas yang mudah.
Jika tidak ada teman-temannya yang notabene adalah dua perempuan yang paling menyusahkan bagi Sogo.
Sogo menatap gadis itu, yang membiarkan rambut jingganya terurai tidak dicepol seperti biasanya, topi lebar berwarna merah muda melindunginya wajahnya dari sinar matahari, ia mengenakan kardigan krem yang melapisi daster merah mudanya. Mata pemuda itu melihat wajah Kagura yang sedang memasang ekspresi tidak suka, "… Geh. Soyo-chan, kenapa ada dia di sini?! Bukannya seharusnya ini waktu khusus perempuan?! Dia seharusnya tidak ada di sini!" tidak lupa dengan jari telunjuk yang menunjuk-nunjuk orang yang dimaksudkan agar tidak menyebabkan salah paham.
"Hmm … Matsudaira-san bersikeras agar aku pergi dengan keamanan yang terjamin. Akhirnya ia meminta Okita-san untuk menemani kita," jelas gadis bersurai hitam legam itu.
"Tapi, kita bersama dengan Nobume!" protes Kagura, ia merasa bahwa Nobume Imai, wakil komandan Mimawarigumi, cukup meyakinkan untuk menjaga keamanan tuan putri tersebut.
"Percuma kau mengeluh seperti itu, China," pandangan matanya berpindah ke gadis bermata merah darah itu, "Mungkin dia memang sudah tidak pantas untuk menjaga kalian."
"Hm, kita bisa membuktikannya sekarang, Hitokiri-san," gumamnya datar sambil memegang pedangnya. Pedangnya ia sembunyikan dengan baik di kardigan hitamnya yang panjang. Shogo hanya menyeringai sambil memegang erat gagang pedangnya. Sebelum terjadi pertumpahan darah, adik Shogun itu menghentikan mereka dan langsung mengajak mereka membereskan semua barang di vila pribadi Shogun.
Tentunya di saat 'liburan' ini, Okita sama sekali tidak mengenakan seragam Shinsengumi-nya. Ia mengenakan kaos oblong berwarna hitam dengan kemeja biru tua yang tidak dikancing dan celana selutut berwarna krem. Ketiga saudara sadis itu masih mengenakan pakaian yang sama. Lalu, dengan gesit mereka mencari tempat yang pas untuk dijadikan tempat beristirahat.
Memasangkan payung, menggelar tikar, meletakan boks minuman dingin dan makanan kecil yang banyak. Ada sekotak donat juga di sana. Soyo sangat bersemangat dan langsung memasang krim pelindung matahari, dibantu oleh Nobume juga. Sedang Kagura menjaga tempat dikarenakan ia tidak bisa berlama-lama di bawah sinar matahari. Padahal main di pantai itu seru …
"Kagura-chan! Aku sedih kau tidak bisa menemaniku bermain dan berenang di pantai … Tenang saja! Aku akan mencarikanmu banyak kerang yang cantik," seru gadis yang juga merupakan pencinta sukonbu itu, "Nanti malam kita akan bermain bersama ya? Kita akan main kembang api dan membakar yakiniku!"
Yah, setidaknya dia akan bersenang-senang di sini.
Mata birunya hanya dapat menatap dari kejauhan, Soyo, Nobume, dan Sogo yang tengah bermain di pesisir pantai. Ia rasa sekarang ia tahu alasannya anggota paling muda di Shinsengumi itu ditugaskan untuk menjaga Soyo. Sudah berapa kali ia melihat kedua temannya, Soyo dan Nobume, didatangi laki-laki lain. Tapi, saat pemuda berambut coklat pasir itu datang, pemuda-pemuda itu pergi.
"Memangnya mereka mau apa dengan Soyo dan Nobume?" pikir Kagura.
Ah … Hawanya sejuk, namun, panas cahaya mataharinya menyengat. Ia dengan bosannya, membangun sebuah istana pasir di depannya. Ia bosan …
"Hei, kau. Apa kau sedang sendirian?" Kagura mendongak ke atas dan menemukan dua pemuda yang tidak ia kenal mengajaknya berbicara, "Bagaimana jika kau bermain bersama kami?" tanya salah satu pemuda itu.
Kagura tetaplah Kagura, mengira bermain yang dimaksud adalah bermain. Benar-benar arti sesungguhnya dari kata bermain.
"Eh? Selama tidak lama-lama di bawah sinar matahari, aku bisa bermain dengan kalian," jawabnya polos.
Dua pemuda itu saling menatap satu sama lain lalu tertawa, "Itu akan lebih mempercepat, kita tidak akan bermain di bawah sinar matahari kok," mata birunya berbinar, dalam hatinya merutuki kenapa Sogo membohonginya tentang kegiatan yang bisa dilakukan di pantai tanpa terkena sinar matahari.
Sebelum ia akan berdiri meninggalkan tempatnya, sebuah tangan muncul dan merangkul Kagura dengan kasual, "China, kaumau pergi meninggalkan sahabatmu sendiri dan membuatnya panik?" gadis Yato itu menatap pemilik tangan tersebut, "Jika kau ingin menggoda perempuan, kusarankan jangan menggodanya. Dia hanyalah monster di bawah kulit manusia."
Tatapannya berubah menjadi tatapan yang menusuk tajam, kesal sekali mendengar ucapannya. Mata merahnya juga membalas tatapan mata biru tersebut.
"Apa dia kekasihmu?"
Urat marah imajiner muncul di pelipis yang ditanyai, "Sadis seperti ini tidak pantas jadi kekasihku, ya!"
Yang di sampingnya hanya mengeluarkan, "Hmm …" kemudian dilanjutkan dengan, "Lebih tepatnya kau yang tidak pantas jadi kekasihku. Laki-laki di luar mana yang mau menjadikan seorang perempuan dengan kekuatan monster, makannya banyak, bicaranya tidak jelas, dan yang paling utamanya adalah tidak ada sisi perempuannya sama sekali?" ia memberikan senyuman yang manis.
Dengan cepat, tangan yang merangkulnya ditarik dan dilemparkan secara tidak sengaja ke arah pemuda yang mencoba mengajaknya bermain. Kedua pemuda itu saling berhadapan, mana bisa seorang perempuan dengan mudahnya membanting orang?! Dengan ketakutan kedua orang itu segera angkat kaki dari tempat itu.
"Ck, China … Kau benar-benar …"
"Kauuuuu … Aku nyaris mati bosan dan tadi mungkin adalah kesempatanku agar tidak bosan. GAAAH!" ia berteriak frustasi, ia segera memukul pemuda yang ada di depannya sekarang.
"Hei, itu menyakitkan," Sogo menggenggam kedua pergelangan tangan Kagura, lalu, mendekatkan bibirnya ke telinga gadis itu, "Dengar. Kalau kauikut mereka, kau akan menemukan hal yang biasa ada di Yoshiwara," ia berbisik agar tidak ada orang lain yang mendengarnya.
Hening.
"EH?!" Kagura mengetahui tentang hal-hal di Yoshiwara tersebut, tapi … Ajakan bermain dapat menjurus ke hal itu … Wajahnya yang putih pucat segera memerah.
Sogo melepaskan tangan itu dan menahan tawanya saat melihat Kagura terdiam, "Sepertinya itu alasan To-chan menugaskanku menjaga tuan putri," ia menghela nafas lagi, matanya melirik ke arah Soyo dan Nobume yang tengah menyipratkan air laut, dengan tertawa. Kagura mengikuti pandangan Sogo dan ikut tersenyum.
"Setelah kita makan malam. Kau harus ikut aku," ucap pemuda itu sebelum kembali bertugas menjaga Soyo.
.
o.o.o.o.o.o
.
"Kagura-chan! Kau mau yang mana?" tanya Soyo sambil memilah-milah yakiniku yang ingin ia panggang, "Nobume-san! Kau tidak bisa memakan donat dengan yakiniku!" Soyo melihat pengawal pribadinya tengah menyiapkan donat untuk ditusukan di tusukan yakiniku.
"Aku ingin yang ini saja, hehe!" dengan bersenandung kecil, gadis itu memanggang yakiniku yang ia pilih. Entah berapa jumlahnya, 10 tusuk? 20 tusuk?
Sogo makan dengan tenang tanpa memerdulikan obrolan ketiga gadis itu, memang canggung menjadi satu-satunya laki-laki di situ.
"Ada saos menempel di wajahmu," ujar Nobume dengan datar sambil membersihkan pipi gadis yang paling muda di antara mereka. Mereka bertiga tertawa bersama, benar-benar mengabaikan pemuda itu. Kagura dengan semangat menceritakan tentang makanan di sekitar situ, dari kakigori, sosis bakar, sampai yakisoba, dan mengajak kedua temannya untuk makan di sana besok. Mereka membahas rencana kegiatan mereka selengkap-lengkapnya, apa saja yang akan dilakukannya. Setelah memanggang yakiniku hingga habis tak lupa untuk memakannya, mereka membereskan peralatan makan dan pemanggangnya.
"Ayo keluarkan kembang apinya, Soyo-chan!"
"Tenang, Kagura-chan. Kita masih punya banyak waktu, bukan?"
Tahu-tahu gadis Mimawarigumi itu sudah membawa sekardus yang berisi kembang api. Sogo tetap memerhatikan mereka bertiga, meski tidak berniat masuk ke dalam obrolan mereka. Mereka berempat menyalakan kembang api kecil, melihat bunga-bunga api berwarna jingga seperti surai gadis itu …
…
Kalian tahu pikiran siapa itu.
Mata merahnya tidak lagi menatap kembang api yang tengah dipegangnya, ia malah menatap kembang tapi milik orang lain, lebih spesifik milik Kagura.
Nobume memergokinya jelas, "Kau daritadi hanya diam Hitokiri-san. Apa *piiiip*mu butuh bantuan? (1)"
"Hm?" Sogo menyeringai, "Bukannya kau yang daritadi terlalu hiperaktif? Apa kau sedang dalam masa *piiiip*mu?"
"Mari kita selesaikan pertarungan waktu itu, *piiiiip* siapa yang akan di*piiiip* duluan."
"Bukankah sudah jelas aku yang akan *piiiiip* *piiiiip*mu? Lagipula di pertarungan itu aku yang menang."
Kagura menatap mereka berdua dengan pandangan mata malas, ia sudah terbiasa mendengar humor dewasa seperti itu di Yorozuya, "… Soyo-chan, ayo kita nyalakan kembang api yang besar! Kembang apiku sudah mati …"
Seperti yang diduga, adik kaisar Edo itu membawa kembang api yang benar-benar indah. Tidak seperti yang biasa muncul di festival-festival musim panas pada umumnya. Ini kembang api khusus acara kekaisaran. Ada yang berbentuk bunga teratai, kelinci, donat, sukonbu?
Kembang api yang aneh.
Lalu, setelah semua itu selesai, Sogo teringat akan perkataannya sendiri tadi siang. Ia segera meminta izin kepada Soyo untuk pergi bersama Kagura.
"Kami akan pergi keluar sebentar, hime-sama,"
"Ya, jangan lama-lama ya," pesan Soyo sambil tersenyum riang. Sepertinya dia tahu apa yang terjadi. Nobume menatapnya dengan menyelidik. Ia tidak ingin Kagura diapa-apakan oleh pemuda itu, karena Kagura merupakan salah satu yang membuatnya untuk tetap hidup.
Sogo mengabaikan pandangan mata merah darah itu dan memalingkan wajahnya ke gadis Yorozuya yang tengah mengulum sukonbu kesukaannya, "Kau, ikut aku," Kagura mencibir. Memangnya malam seperti ini ada yang mengasyikan?
Kagura berjalan mengekori pemuda sadis itu, menapaki pasir-pasir pantai yang lembut, desiran angin pantai, suara gemuruh ombak laut, benar-benar menenangkan hati, "Ke sini, China," suara itu menyadarkannya dari lamunan. Lalu, Kagura mendongak dan melihat Sogo sudah berada di atas batuan karang, ia melangkahkan kakinya dan mendapatkan peringatan yang cukup terlambat, "Hati-hati licin-!" untungnya dengan sigap, Sogo merangkul pinggangnya.
"Te-terima kasih … Kupikir kau akan membiarkanku jatuh lalu menertawakanku," lirih gadis bersurai jingga itu.
"… Sudah kubilang, seorang sadis juga dapat mempertimbangkan perhatiannya. Lihat ke depanmu, China," ucap pemuda itu.
Kagura menemukan pemandangan laut malam yang sangat indah … Kebetulan waktu itu sedang bulan purnama, cahayanya terpantul di permukaan laut, menyebabkan sekitarnya jadi terlihat gemerlap. Suara gelombang laut memecahkan kesunyian di tengah mereka, "Wah …!" decak kagum keluar dari mulut Kagura. Ini salah satu hal yang tidak akan dia temukan saat siang hari bukan …? Sogo hanya meliriknya sekilas dan tersenyum singkat.
Kemudian angin malam kembali berhembus, dinginnya menusuk kulit dan membuat gadis Yorozuya itu tanpa sadar menggigil, meski ini musim panas tapi angin pantai benar-benar dingin … Mata birunya mendadak menangkap gerak gerik aneh dari pemuda yang duduk di sampingnya, "SA-SADIS?! Kenapa kaubuka baju!?" wajah Kagura yang pucat segera memerah, untunglah itu malam, sehingga tidak begitu terlihat.
"Pakai," nadanya memerintah, kaos yang sedang ia kenakan malah dilempar ke wajah Kagura. Ia manyun, tetapi, tetap memakainya.
Besar …
Sepertinya gadis Yato itu lupa bahwa orang yang ia panggil Sadis itu juga laki-laki yang jauh lebih besar darinya. Ia melirik ke samping, menemukan kedua mata merah kecoklatan itu menatap lurus ke arah bulan. Menelusuri dari atas ke bawah …
"Sebenarnya ia tidak buruk dan tubuhnya bagus … GAHH! Kagura apa yang kaupikirkan?!" ujarnya dalam hati.
Kagura sering melihat Shinpachi atau Gintoki bertelanjang dada, tetapi … Saat melihat Sogo, ada suatu hal yang membuatnya merasa aneh … Mendadak suhu badannya naik, tubuhnya kaku, matanya seperti ditarik untuk melihat ke samping, dadanya bergemuruh.
Mungkin … Ia sakit?
"Bagaimana? Pantai saat malam hari juga indah, bukan?" sebuah senyuman menghiasi wajah pemuda yang lebih tua 4 tahun darinya. Kagura tersenyum dan menggangguk singkat.
Sepertinya ia harus bertanya pada Soyo-chan penyakit apa ini …
.
o.o.o.o.o.o
.
1. Biasanya … Kalau kalian baca yang *piip* mukanya serius, bukan? Ngaku kalian! Ya begitu. /dibuang
2. Untuk kata-kata yang disensor, sepertinya kalau Okita ketemu Nobume jadinya begitu. Atau hanya headcanon, yah sudahlah.
A/N: Hm, … Habis baca tentang OkiKagu atau OkiNobu dan mendapatkan hal yang lumayan nyelekit(?) "Sogo selalu tersenyum saat berbicara dengan Nobume. Kapan dia pernah melakukan itu kepada Kagura?" dan uh. Tidak tidak tidak, ini bukan maksudnya mau pindah kapal apalagi ngebom kapal orang(?), hanya sedih saja, huhu. /OTP bikin baper/
…
Akhir kata,
Terima kasih bagi yang sudah membaca cerita ini. Semoga prompt yang diberikan … hasilnya sesuai. Kalau tidak puas nanti dibuatin lagi sampai puas :"DDD /plok. Jangan ragu untuk memberi kritik dan saran ya!
Have a nice day!
Shaun.
