.
Warning : Rate T, contain incest, yandere chara, siscon/brocon, twisted, AU
Genre : School life/psychology/Tragedy
No Pair Inserted (slight hint)
Disclaimer Masashi Kishimoto
Story fan by DarkGrin
.
.
POSESIF : You Belong To Me
Chapter 2
.
.
Enjoy it
.
Konoha High School
"Naruto!" seorang gadis berambut merah muda datang menghampiri Naruto pada jam istirahat. Mata pemuda itu langsung bercahaya saat melihat siapa yang mendatanginya.
"Hey, Sakura!" balas Naruto sedikit salah tingkah saat melihat gadis yang dipanggilnya dengan nama Sakura itu tersenyum manis kepadanya.
"Kau benar-benar cari mati. Sudahlah kami tak mau tahu urusanmu. Ayo kita pergi Kiba!" Shikamaru hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Naruto yang sulit sekali dinasehati. Akhirnya dia segera menarik Kiba untuk pergi ke bawah menuju kantin.
"Eh... Ada apa dengan mereka? Apa kedatanganku menganggu?" Sakura terheran-heran melihat reaksi kedua teman Naruto yang sepertinya sengaja menghindar darinya.
"Ah, tidak kok. Sudah jangan dipikirkan!" Naruto menepis dugaan Sakura, "ngomong-ngomong ada apa Sakura? Tumben sekali kau datang menemuiku?" tanya Naruto dengan perasaan girang, karena ini pertama kalinya Sakura mendatanginya duluan.
"Naruto... aku minta maaf ya!" kata gadis itu tiba-tiba dan langsung membungkuk di depan Naruto.
"E-eeh? Ka-kau kenapa Sakura? Kenapa minta maaf?" Naruto kelabakan menghadapi Sakura yang tiba-tiba meminta maaf kepadanya.
"Aku sudah tahu... Kakakku memarahimu dan memintamu untuk menjauhiku, kan?" ternyata kabar pertengkaran Naruto dan Sasori pagi tadi benar-benar cepat tersebar dan kini hampir seisi sekolahan mengetahui kabar itu.
"Ah, masalah itu ya... " Naruto bingung harus berkata apa.
"Kumohon, maafkan dia... Kakakku hanya sedikit mencemaskanku, makanya dia sangat menjagaku... " dengan lirih Sakura berusaha menjelaskan sikap Sasori pada Naruto dan meminta agar pemuda itu bisa memaklumi sikap Sasori.
"Sebenarnya dia kakak yang baik... Hanya saja dia... " Sakura terdiam sejenak. Mata gadis itu tampak memerah seperti menahan tangis yang hampir pecah.
"Sakura sudahlah, tidak apa-apa. Aku mengerti maksudmu dan semua omongan Sasori tidak kumasukkan ke dalam hati!" tidak tega melihat Sakura yang berusaha tetap tegar di depannya, Naruto langsung menyemangatinya dan memastikan kalau semuanya baik-baik saja.
"Kalau begitu... Apakah kita tetap bisa berteman, Naruto?" mata emerald gadis itu berkaca-kaca penuh harap.
"Kau ini bicara apa sih? Tentu saja kita akan tetap berteman! Apapun yang terjadi kita akan terus berteman!" sahut Naruto tanpa ragu.
"Terima kasih. Aku senang sekali!" Sakura tersenyum lebar saat mendengar jawaban Naruto. Padahal sebelumnya dia sempat khawatir Naruto akan menjauhinya.
'Sakura... Kau sangat baik. Kau bahkan masih sempat-sempatnya membela kakakmu yang maniak itu. Aku berjanji akan membebaskanmu darinya!' sumpah Naruto dari dalam hati.
...
Sementara itu pada tempat yang berbeda, pada bagian lorong kelas lain yang bersebrangan dari gedung utama sekolah, terlihat Sasori sedang mengejar seorang gadis berambut indigo. Gadis berambut indigo itu lari dengan tergesa dan tampak ketakutan begitu tahu Sasori sedang mengejarnya.
"Hinata berhenti!" Sasori meneriaki gadis violet yang bernama Hinata itu dengan setengah berlari.
"Pergi dariku Sasori! Kumohon jangan ganggu aku!" balas gadis tersebut dengan ketakutan dan terus berlari menjauhi Sasori.
"Hinata aku ingin bicara denganmu. Berhenti sebentar!" apapun yang dikatakan oleh Sasori, gadis itu tetap saja tidak mau dengar. Tentu reputasi Sasori sebagai 'devil prince' di sekolah sudah dia ketahui dan bagaimana mengerikannya pemuda itu dibalik wajah manis dan polosnya.
Disaat keduanya tengah saling kejar-mengejar, Kiba dan Shikamaru secara tak sengaja melihat kejadian tersebut. Kontan keduanya menjadi panik. Mereka khawatir kalau Sasori akan mencelakai Hinata. Tanpa berpikir panjang lagi keduanya secara kompak langsung menyusul Hinata.
"Hinata aku berjanji tidak akan menyakitimu kalau kau mau menuruti kata-kataku. Sekarang berhentilah!" Sasori semakin mempercepat langkahnya untuk mengejar Hinata yang sedang berlari tak tentu arah mau ke mana saking paniknya.
Gadis itu sama sekali tidak mempedulikan kata-kata Sasori. Dia hanya berpikir kalau sampai Sasori berhasil menangkapnya maka semuanya akan berakhir. Dia tahu sekali apa yang menyebabkan Sasori sampai mendatanginya dan ngotot mengejarnya seperti ini. Pemuda itu pasti datang ingin membungkamnya karena dia sudah mengetahui kalau Hinata melihat kejadian itu. Kejadian mengerikan yang menimpa Sasuke yang sampai sekarang membuat pemuda itu terbaring koma di rumah sakit.
Flashback
Hinata masih ingat sangat jelas. Hari itu hujan turun sangat lebat. Hari sudah mulai gelap sementara dia masih harus terjebak di sekolah karena dia lupa tak membawa payung dan orang rumah tak ada satupun yang bisa dia hubungi untuk datang menjemputnya. Akhirnya untuk menghilangkan rasa bosan gadis itu berjalan-jalan mengelilingi sekolah.
Saat tengah berjalan itulah dari sebrang gedung Hinata melihat Sasuke seperti sedang bertengkar dengan seseorang. Penasaran gadis itu terus mengamatinya. Tanpa terduga Sasuke terjatuh dari atas tangga. Tak sampai di sana tapi orang yang bertengkar dengan Sasuke menyeret pemuda itu dan kembali mendorongnya jatuh. Hinata memekik keras, disaat itulah sosok tersebut menoleh seperti dapat merasakan kehadiran Hinata yang berjarak cukup jauh darinya. Sekelebat Hinata dapat melihat sosok itu mirip dengan Sasori. Gadis yang ketakutan itu segera merunduk dari jendela berusaha menyembunyikan dirinya.
Setelah beberapa saat Hinata memberanikan dirinya untuk mengintip dan keadaan hening. Sosok yang mirip Sasori sudah tidak ada di tempat. Jantung Hinata berdegup keras tak karuan. Dia khawatir kalau sosok itu datang menghampirinya. Tanpa pikir panjang lagi Hinata segera berlari menuju kelas untuk mengambil tas. Setelah itu dia segera pergi meninggalkan kelas dan meninggalkan gedung sekolah. Dia tak peduli pakaiannya harus basah karena menerobos derasnya hujan saat itu.
Keesokannya Hinata mendengar kabar tak enak kalau Sasuke masuk rumah sakit karena mengalami kecelakaan.
End flashback
Memikirkan kejadian itu saja sudah membuat tubuh Hinata bergidik ngeri. Hinata merasa bodoh, harusnya setelah kejadian itu dia pindah sekolah saja agar tak berurusan dengan Sasori. Harusnya dia sadar kalau Sasori sudah menyadari kehadirannya saat itu dan pasti dia tak akan melepaskan dirinya. Sekarang dia yakin sekali pemuda itu akan melakukan hal yang sama terhadap dirinya. Hal-hal buruk tertumpuk di dalam pikirannya dan terlintas kata 'mati' yang membuatnya harus menggigit bibir dan hampir menangis. Hinata terus berlari sampai pada akhirnya dia tak bisa melihat jalan dengan jelas.
Brukh!
Tubuh lemas Hinata menabrak seseorang yang ada di depannya.
"Hi-Hinata!" terdengar suara seseorang yang bisa dikenalnya.
"Hinata kau tidak apa-apa?" satu lagi suara yang dia kenal menanyakan keadaannya dengan nada khawatir. Hinata perlahan-lahan melihat kedua orang yang ada di depannya.
"Ki-Kiba! Shi-Shikamaru!" Hinata merasa lega begitu melihat Kiba dan Shikamaru ada di hadapannya. Terselip rasa aman di hatinya begitu melihat kehadiran dua orang temannya.
"Hey kau. Apa yang kau lakukan pada Hinata?" tanya Kiba dengan dingin pada Sasori yang berdiri tak jauh di belakang Hinata.
"Cih... " Sasori tampak kesal saat melihat Kiba dan Shikamaru. "Urusan kita belum selesai Hinata. Aku akan mendatangimu lagi nanti," ucapnya datar. Kemudian dia berbalik pergi meninggalkan Hinata.
"Hinata kau tidak apa-apa? Apa dia menyakitimu?" tanya Kiba untuk memastikan kalau temannya itu baik-baik saja.
"A-aku... Aku takut sekali... " tubuh Hinata bergetar hebat. Tampak jelas sekali kalau gadis itu benar-benar ketakutan karena Sasori tadi.
"Sudahlah, Hinata. Lebih baik setelah ini kau kami antar pulang," ucap Shikamaru memberi usul setelah melihat keadaan Hinata yang kurang baik.
"Terima kasih. Ma-maaf jadi merepotkan," balas Hinata sambil sedikit membungkukkan tubuhnya.
TBC
