Chapter 2: smile and proposed .
8 tahun kemudian, di kota Aldebaran.
"Roselia..? Roselia, kamu ada didalam..? Eh!"
"BRAK!". Vicenzi langsung terjatuh kelantai saat membuka pintu kamar penginapan karena terkena jebakan Roselia.
Roselia langsung lompat sambil menginjak lemari pakaian yang menimpa Vicenzi dan kabur keluar dari penginapan.
"Ketua Voglie, apa yang terjadi!" Seorang laki- laki blacksmith langsung berlari kearahnya dan mengangkat lemari yang menimpa dia.
"Aduh~ /sob, si Roselia kabur ! Aku harus mengejarnya! /swt2." Kata Vicenzi langsung berdiri dan mengejar Roselia, disusul oleh laki- laki blacksmith itu.
Roselia terus berlari sambil membawa pedangnya Broad Sword+3, tanpa memperdulikan orang-orang yang ditabraknya saat berlari sampai di gerbang Aldebaran bagian bawah.
"Hosh, hosh… Sekarang, aku harus keluar dari sini untuk berlatih tanpa diganggu oleh mereka."
"Roselia! Tunggu!" Teriak Vicenzi sambil berlari dari kejauhan.
"Gawat! Vicenzi sudah mau muncul!".
Roselia langsung berlari kearah portal pintu keluar, tetapi langsung dihalang oleh seorang assassin cross girl.
"Hayoo! Mau ngapain kamu nona knight Roselia Noir!"
"/omg, maaf salah pintu!" Kata Roselia langsung berlari tetapi langsung ditarik kerahnya oleh assassin cross girl itu.
"Mau kabur lagi ya! Dasar gadis merepotkan!/an"
"BUK!"
"Aduh! /sob" Kata Roselia sambil memegang kepalanya yang kesakitan karena dijitak, dan langsung diangkat oleh assassin cross girl itu seperti sedang mengangkut barang ke pinggang.
"Rasakan ini! Sharon jelek!"
"Duak!"
"Sakit tahu! Dasar bocah! Seenaknya kamu menendangku! /an"
"Siapa yang bocah! Aku ini sudah berumur 16 tahun tahu! Turunkan aku, dasar nenek-nenek! /an"
"Nenek-nenek! Mentang-mentang rambutku ini putih dengan seentengnya kamu bilang aku nenek-nenek! Aku ini masih berumur 23 tahun tahu! Kubunuh kau! *makin /an*".
"BAK! BUK! DESH! DUAK!"
"Uuuwwwaaaa~" Roselia langsung babak belur dan pingsan.
"Sharon! Mana Roselia! /omg." Vicenzi langsung kaget saat melihat Roselia babak belur.
"MAAF! Ketua Voglie, tapi BOCAH ini harus di bikin pingsan terlebih dahulu!" Kata Sharon marah-marah sambil menghisap rokok menunjuk kearah Roselia yang sudah pingsan ditanah.
"Tapi..Usahakan kamu jangan seperti itu lagi Sharon~ /sigh. Sini biar aku yang menggendongnya ke penginapan.
Vicenzi langsung menggendong Roselia dan pergi ke penginapan meninggalkan Sharon dan laki-laki blacksmith yang mengikutinya tersebut.
"Cih! Kenapa sih dia ada di guild kita! Dia itu kan cupu, susah diatur, suka kabur, suka menghina, HIDUP lagi! /an" Kata Sharon emosian sambil menghisap rokoknya dalam-dalam.
"Sudahlah, Sharon /swt. Mungkin Roselia masih shock karena kematian orang tuanya 8 tahun yang lalu."
"Tapi dia itu sudah keterlaluan, Aki! Meskipun dia itu masih shock, dia tidak harus bersikap seperti itu! Dia itu tidak berterima kasih lagi, saat kita semua menerima dia di guild! Malahan dia sering menghina kita dan anggota yang lain!"
Blacksmith yang bernama aki itu hanya tersenyum kecil dan mengacak rambut Sharon yang panjang diikat berwarna putih itu.
"Setidaknya, kamu memikirkan perasaan dia juga Sharon. Kita dan anggota yang lain beruntung masih mempunyai orang tua, sedangkan ketua dan Roselia tidak. Jadi sedikit bersimpatilah." Kata Aki dengan senyum, tetapi Sharon hanya cemberut dan menginjak kakinya.
Di penginapan,
"Ukh..~ aku…Masih hidup... Vicenzi?" Kata Roselia dan dia langsung dijitak oleh Vicenzi.
"Aduh! Sakit~ /sob"
"Hukuman karena telah kabur tau! Kenapa kamu kabur tadi!" Kata Vicenzi marah, dan Roselia memukul mukanya.
"Gak usah marah-marah kenapa! Lagi pula aku bosan di kamar terus, makanya aku kabur saja untuk ngehunt!"
"Tapi kan kamu bisa minta aku menemani kamu ngehunt!"
"Aku ini bukan anak kecil lagi tau! Jadi kamu tidak usah menemaniku! Untuk apa kamu menemaniku hah!/an." Kata Roselia marah-marah sampai kepalanya keluar asap.
"Karena aku harus menepati kata-kataku untuk melindungimu." Jawab Vicenzi dengan mata serius dan membuat Roselia terdiam.
"Kupikir kamu bercanda…/sigh"
"Aku tidak bercanda tahu! Sebagai laki-laki aku harus menepati kata-kataku!"
"Tapi, aku anggap itu bercanda. /heh" Kata Roselia dengan senyum dan membuat Vecenzi sedikit kaget.
"Kamu..!"
"Apa?"
"Kamu tersenyum!"
"Terus kenapa?"
"Ini pertama kalinya aku melihatmu tersenyum tau!" Kata Vicenzi agak emosi, dan Roselia hanya terdiam dengan muka datar.
"Kalau begitu, aku tidak akan tersenyum lagi." Kata Roselia tegas.
"Eh! Kenapa! Tersenyum aja kali! Lagi pula kamu itu lebih manis saat senyum!" Protes Vecenzi.
"Kalau kamu ingin aku tersenyum kembali, kamu harus mengusirku dari guildmu ini." Kata Roselia dengan mata dingin.
"/omg aku tidak mau mengusirmu tau!"
"Kalau begitu aku tidak akan tersenyum sampai kamu mengusirku."
Vecenzi terdiam selama beberapa saat dan dia langsung memasangkan cincin ke jari manis Roselia sebelah kanan.
"Ngapain kamu, masang cincin!" Kata Roselia terkejut dan dia langsung dipeluk oleh Vecenzi.
"Menikahlah denganku, Roselia." Kata Vecenzi dengan muka merah, dan Roselia juga memerah mukanya.
"Kamu ini shotacon ya! Kamu sudah berumur 25 tahun kok sukanya ama cewek lebih muda sih!" Kata Roselia agak panik.
"Terserah aku dong! Yang pasti aku bukan shotacon! Dan aku tidak peduli kamu mau atau tidak, yang penting kamu sudah jadi tunanganku sekarang!/gg" Kata Vecezin dengan ketawa kecil, membuat Roselia terkejut.
"Tapi aku.."
"Aku tidak dengar apa-apa!" Kata Vecezin sambil menutup kupingnya sambil geleng-geleng kepala.
"Oi, dengar du.."
"Tidak dengar apa-apa!"
"Vecezin, dengar ak.."
"TIDAK DENGAR APA-APA!/heh" Teriak Vecezin masih menutup kupingnya dan gelen-geleng kepala sambil tertawa.
"DENGERIN AKU DULU, VECEZIN VOGLIE!/an" Teriak Roselia, dan langsung saja Vecezin mencium bibirnya selama 3 detik.
"Nah, sekarang aku mau pergi. Bye-bye Roselia saying./lv" Kata Vecezin setelah menciumnya dan langsung keluar dari kamar dengan cepat.
"Tadi, dia….UUUWWAAAAAA!"
1 kota Aldebaran terdengar suara teriakan Roselia sedangkan Vecezin hanya senyum-senyum sendiri tidak mempedulikan teriakan tersebut.
Maaf ya~ kalau kurang bagus…tapi ini saya sudah berusaha membuat sambil memeras otak. *plak*
Ya pokoknya enjoy aja~ mind to RnR?
