Can't Live Without You
Jaehyun x Taeyong
Taeyong harus menghindar dari Jaehyun. Setidaknya untuk sementara sampai perasaan cintanya berkurang, dengan begitu ia bisa menganggap Jaehyum sebagai sahabat atau adik seperti dulu lagi.
Keesokan paginya seperti biasa Jaehyun ke rumah Taeyong untuk berangkat sekolah bersama. Tapi nyonya Lee mengatakan bahwa Taeyong sudah berangkat pagi-pagi sekali.
"Taeyong hyung sudah berangkat? Kenapa pagi-pagi sekali, bi?" tanya Jaehyun kepada nyonya Lee yang biasa ia panggil dengan sebutan bibi.
"Taeyong bilang dia ada tugas yang belum dia selesaikan dan harus dikumpulkan hari ini" nyonya Lee memberi penjelasan.
"Oh begitu, ya sudah kalau begitu aku berangkat dulu ya, bi" Jaehyun berpamitan kepada nyonya Lee dan segera berangkat sekolah.
Sepanjang perjalanan ke sekolah, Jaehyun mencoba menghubungi Taeyong, tapi Taeyong tak menjawab telfonnya. "Mungkin Taeyong hyung masih mengerjakan tugasnya" pikir Jaehyun. Jaehyun pun mengirim pesan untuk Taeyong.
To : Taeyong hyung
Hyung, kenapa kau tidak memberi tau aku kalau kau harus berangkat pagi-pagi sekali. Harusnya kau memberi tau ku, jadi aku kan bisa bangun lebih pagi.
Jaehyun menunggu pesan balasan dari Taeyong tapi Taeyong tak kunjung membalas pesannya. "Masih mengerjakan tugas rupanya" pikir Jaehyun lagi. Dan sesampainya di sekolah Jaehyun langsung menuju kelas Taeyong tapi tak mendapati Taeyong di kelasnya.
"Johnny hyung, kau lihat hyungku tidak?" tanya Jaehyun pada Johnny, teman sekelas Taeyong. Johnny pun tau siapa 'hyungku' yang dimaksud Jaehyun tanpa Jaehyun menyebutkan namanya.
"Tadi sih aku melihatnya di perpustakan" jawab Johnny.
'Oh, jadi benar Taeyong hyung sedang mengerjakan tugas' pikir Jaehyun. Dan sebenarnya Jaehyun ingin langsung ke perpustakaan tapi karena perpustakaan berlawanan arah dengan kelasnya dan sebentar lagi bel masuk berbunyi jadi Jaehyun mengurungkan niatnya. 'Nanti saja pas istirahat makan siang'' Jaehyun berkata dalam hati, dan ia pun berjalan menuju kelasnya.
Saat bel istirahat berbunyi, Jaehyun langsung bergegas ke kelas Taeyong dan lagi-lagi Taeyong tak berada di dalam kelasnya. Teman sekelas Taeyong mengatakan kalau Taeyong sedang ke kantin, Jaehyun pun segera ke kantin namun tak menemukan sosok yang dicarinya.
"Kemana sih dia?!" ucap Jaehyun pelan sambil mengeluarkan handphonenya hendak menghubungi Taeyong tapi handphone Taeyong tidak aktif. Membuat Jaehyun kesal. Jaehyun pun kembali ke kelas dan melewati makan siangnya.
Jaehyun langsung keluar kelas setelah guru menutup jam pelajaran terakhir. Bel pulang sudah berbunyi lima menit yang lalu. Setengah berlari menuju kelas Taeyong namun Taeyong sudah lebih dulu pulang. 'Kenapa hyung tak menungguku'.
Sesampainya di rumah Jaehyun langsung menuju kamar, menaruh tasnya sembarang dan membuka jendela kamarnya melihat kearah jendela kamar Taeyong yang berada di seberangnya. Tertutup rapat. Tidak biasanya Taeyong menutup jendela siang-siang begini. Jaehyun pun teringat ucapan nyonya Lee saat ia hendak ke rumah Taeyong pulang sekolah tadi.
Maaf Jae, Taeyong sedang sibuk mengerjakan tugas. Dia bilang dia tidak bisa diganggu sama sekali. Lain kali saja mainnya ya.
Jaehyun mengambil handphonenya, mengirim pesan pada Taeyong.
To : Taeyong hyung
Hyung, kau sibuk sekali ya sampai tak sempat membalas pesanku. :( Oh iya besok pagi kita berangkat bersama, ya jangan tinggalkan aku lagi.
Jaehyun bangun pagi-pagi sekali. Bersiap-siap dan segera ke rumah Taeyong setelah meminum susunya sampai habis. Tapi ia kecewa saat nyonya Lee mengatakan Taeyong baru saja berangkat. Jaehyun tak percaya, ia sudah bangun lebih pagi tapi Taeyong sudah meninggalkannya.
Seharian di sekolah Jaehyun tak dapat menemui Taeyong. Taeyong sangat sibuk, sangat sibuk hingga sulit untuk ditemui namun Jaehyun mencoba untuk mengerti. Ia kini tau siswa kelas tiga sedang persiapan untuk ujian kelulusan. Wali kelas mereka memberi banyak sekali soal-soal latihan. Untuk itu Jaehyun pasrah jika ia tak dapat menemui Taeyong.
Hari ini ia harus latihan basket meskipun ia sedang tidak bersemangat. Teman-temannya tidak mentolerir siapapun yang bolos latihan, meski ia ketua timnya. Jaehyun sedang berjalan pelan menuju hall basket saat handphonenya berbunyi, sebuah pesan masuk. Ia sangat bersemangat membuka pesan ketika melihat nama pengirimnya.
From : Taeyong hyung
Jaehyunnie, maaf aku baru membalas pesanmu. Saat ini aku sedang sibuk. Banyak sekali tugas yang harus aku kerjakan. Aku harap kau mengerti.
Jaehyun langsung membalas pesan Taeyong
To : Taeyong hyung
Aku mengerti kau sangat sibuk hyung, aku juga tak akan main ke rumahmu untuk saat ini, agar aku tak mengganggumu mengerjakan tugas-tugasmu. Tapi tak bisakah kita berangkat sekolah atau pulang sekolah bersama, hyung?
Taeyong tak membalas pesannya lagi.
Sudah tiga hari ini Jaehyun tak bertemu Taeyong. Jaehyun berusaha bangun lebih pagi sekali agar ia dapat berangkat sekolah bersama Taeyong namun tak berhasil. Taeyong selalu berangkat lebih dulu. Saat pulang sekolah pun Jaehyun selalu bergegas keluar kelas sesaat setelah bel pulang berbunyi, lagi-lagi ia kalah cepat karena Taeyong sudah pulang lebih dulu. Jaehyun sedikit frustasi dan sempat berfikir kalau Taeyong sedang menghindar darinya. Tapi kenapa? Apa salahnya? Dan kenapa Taeyong tak menjawab telfonnya? Kenapa Taeyong tak pernah membalas pesannya? Jaehyun mengacak-acak rambutnya kesal saat ia berfikir kapan ia membuat Taeyong marah. Seingatnya ia tak pernah melakukan hal-hal yang membuat Taeyong marah padanya.. Arrrg. Lagi-lagi Jaehyun mengacak-acak rambutnya.
Seminggu sudah Taeyong menghindar. Ya, Jaehyun yakin sekali Taeyong menghindar darinya. Jika Taeyong sibuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas, kenapa Taeyong tak mau berangkat dan pulang sekolah bersamanya? Ini tak bisa dibiarkan. Jaehyun harus menemui Taeyong, bagaimanapun caranya. Meski ia harus bolos sekolah hari ini, dan karena ia selalu tak berhasil bertemu Taeyong karena Taeyong selalu pulang lebih cepat darinya maka ia memutuskan menunggu Taeyong di halte bis saat jam pulang sekolah.
Jaehyun melirik jam tangannya entah untuk yang keberapa kali. Selalu melihat kearah bis yang lewat. Dan saat sebuah bis berhenti di depannya ia langsung berdiri. Matanya melihat kesetiap orang yang turun. Hanya sedikit sehingga tak lama matanya melihat sosok yang ditunggunya.
"Hyung"
"Jae..hyun..."
TBC
Heyy,,, gimana ceritanya? Ga pada sedihkan? ^^ Kalo pada nanya happy ending atau ngga,, rahasia.. Hehehe \ / Pokoknya siapin tissue aja.. Hihihi
Thx yang udah review yaa.. See you next chapter.. \^^/
