Note : Arigatou buat in my bla-bla mind, Vipris, dan BlacknightSkyeye Yue-hime untuk ripiuw, paporit, dan polownya ^^

Disclaimer : Naruto milik Uchiha Sasuke seperti biasa #ditendang.

Genre : Humor gagal dan romance bikin otak meledak layaknya bom atom Hiroshima (dan Nagasaki) #dibakar.

Rate : K+ = T.

Warning : MISSTYPOK GAJE ABAL AU OOC! SERANGAN UPIL, INGUS, DARAH, DAN SEBAGAINYA! Jika anda tidak mau muntaber, ikuti langkah berikut: KELUAR DARI JENDELA INI SEKARANG JUGA KALO NGGAK LO GUE TENDANG! MAU FLAME? SILAKAN! Tapi jangan salahin gue kalo nanti lo keriputan kayak Itachui yak #diamaterasi, eh #diamaterasu.

.

.

.

KUTIPAN CHAPTER SEBELUMNYA:

"Oi, oi...Sakura juga nge-like?" tanya Sasuke. Kiba mengangguk innocent, merasa gak tau kalo aura membunuh depan matanya udah berkibar #bletakk, eh berkobar layaknya bendera merah putih #ditonjok SBY.

.

.

.

Di lain tempat...

Naruto makin lama makin marah makin pasrah makin galau makin sedih maki- #dijitak. Dia sangaaat ingin menyolok mata sang Uchiha Sasuke dengan korek kuping bekasnya yang udah dibuang ke tong sampah #ditendang. Pingin gitu, sadar kalo si Sasuke somplak itu nyakitin hati dia #eaaaaakkk.

Sasu-teme sadar gak sih...kalo dia nyakitin gue...dasar anak ayam kampungan... gumam Naruto dalam hati. Naruto pasrah bin patah hati bin sakit hati bin galau bin sedih bin- ah udahlah nanti dijitak lagi -_-

Naruto pun pergi ke Ichiraku Ramen. Sasuke cuma satu orang yang dia percaya, dia sayang, dia kasihi, mutusin dia lewat SMS? Di luar negri sih legal, kalo di Indonesia (?) itu ilegal. Dia pun memesan satu mangkuk ramen dan memakannya pelan...sepelan Gary hewannya Spongebob keberatan ngebawain Chouji.

Paman Teuchi dengan sok bijaknya, bertanya, "Naruto, kenapa lesu banget? Galau?" tanyanya. Naruto pun cuma bisa mengangguk pelan. Paman Teuchi juga bertanya (nanya mulu author bosen #dimasak), "Tumben mau makan menma-nya. Pasti lagi galau, 'kan?" begitu. "NGGAK! GUE BOSEN LU NANYA MULU! DASAR LU KOKI KEPO! NIH BAYARANNYA! GUE PERGI DARI SINI!" Paman Teuchi pun hanya cengok dan menerima uangnya. Sungguh derita anak muda~ begitulah bunyi suara hatinya -_-

KENAPA SEMUA ORANG DISINI (gak semuanya tuh) PADA NANYA GUE?! UDAH TAU GALAU DITANYAIN! BOSEN GUE DITANYAIIIIN! teriak Naruto dalam hati. Kyuubi sejak kemaren, cuma bisa diem dengerin keluhan jinchuriki-nya itu. Padahal udah pusing tujuh minggu (?) dengerin keluhannya.

.

.

.

Di lain tempat (lagi) ...

"Kyaaaaa! Sasuke-kun pacaran sama aku dong!"

"Kyaaaaaaa! Sama aku ajaaaaa!"

Lorong Konoha Gakuen penuh teriakan dan seruan (apa bedanya?) cewek jones #dibakar# Konoha Gakuen, setelah mendengar Sasuke single. Nggak. Single jadi-jadian. Mereka mulai heboh, setelah kabar itu dimuat di fesbuk oleh Kiba, ditambah foto buktinya, yaitu screenshots SMS putus Sasuke dan Naruto. Sasuke pasang tampang cool dan stoic di depan cewek dan gak nanggep permintaan mereka, padahal udah mewek-mewek. Di dalam hatinya, dia pasrah memikirkan Naruto #eaaaakakakakaaaakk.

Sesampainya di kelas, dia berterimakasih kepada bel yang menghentikan semua kegaduhan itu. Dia sedikit, sekecil upil, terkejut melihat Naruto berpindah bangku bersama Gaara. Cemburu. Itulah yang dirasakan Sasuke. Apa ini adalah akhir dari SasuNaru? Nggak. Author mesti nahan chidori sama rasengan dulu baru meresmikannya.

.

.

.

Saat istirahat, Sasuke berusaha memberitahu yang sebenarnya pada Naruto. Eits, dihindar. Pulang sekolah, dihindar. Ditelepon 15 kali? Gak diangkat. Di SMS? Toh, di hapus. Di email? Di hapus. Di mention? Dibiarin. Bahkan itu pun mention terang-terangan dan bukan DM. Di chat fesbuk tengah malem? Bah, Narutonya udah tidur, Sas.

Sasuke siap barter apa saja demi Narutonya kembali #eaaakkk. Bahkan disuruh jadi badut dan banci dia mau #dichidori. Namun, usahanya sia-sia. Dia melihat status Naruto yang terakhir sebelum dia tidur (ternyata masih bangun), berbunyi:

NaruSingle OrangeRamen

Mulai hari ini gua single. Rasanya gue mau back to normal, nyukain Sakura dan jadi idolanya Hinata lagi. Selamat tinggal dunia yaoi, BL. Selamat tinggal darkblue. Semoga aja lu jadi playboy. Nite~

Playboy? PLAYBOY?! Sasuke tidak mau jadi playboy. Jadi ikonnya sepen ikon. Padahal dia fansnya Vanilla. Dia juga kaget sampe nyungsep melihat Naruto berstatuskan single. Meninggalkannya, meninggalkan dunia yaoi. Dia menyukai Sakura lagi? Diidolakan Hinata lagi? Dua wanita absurd itu? Back to normal? Oh, Kami-sama, kembalikanlah dia kepadaku~ Uchiha Sasuke sangaaaaat pasrah bin cemas. Uke favoritnya itu meninggalkannya. Inikah akhirnya?

.

.

.

TUBERKULOSIS

Maaf, kayaknya chapter 2 lebih pendek ya? Ini saya buat di rumah, pas liburan, menjelang tengah malem sambil main Ascension di Rinmaru (terlalu rinci). Jadi, ripiuwnya pliss ^^