Romantic

By: 0312_luLuEXOticS

Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Luhan, Do Kyungsoo, Sehun, Kim Joonmyeon and others

Pair: ChanBaek

Genre: Romance(?)

Rate: T

Lenght: Oneshot

Disclaimer: Semua cast di sini, Liyya cuma pinjem namanya aja. Cerita ASLI milik Liyya. Kalau ada kesamaan dengan cerita lain, itu murni hanya sebuah kebetulan.

A/N:

Annyeooooooong ^_^

Setelah sekian lama, akhirnya Liyya bisa memenuhi janji Liyya untuk bikin Spin Off 'The One' :D Maaf karena lama ya :) Ada yang nunggu? #gakadaaaaa :'( #pundung di pjokan -_-

Oke capcuuussssss XD ChanBaek for you ALL :D

.

SPECIAL FOR MY BESTFRIEND, INDAH. THANKS ALOT FOR THAT CUTE STICKER ^_^

.

HAPPY READING^^

.

.

~O.O~

Chanyeol bergerak gelisah di atas tempat duduknya. Kata demi kata yang terus keluar dari bibir dosennya satu pun tidak ada yang hinggap di dalam otaknya. Pikirannya tidak ada di sana. Tidak di dalam kelas itu, melainkan di dalam salah satu kelas yang terletak di gedung Fakultas Kesenian.

'Shit!' Chanyeol mengumpat dalam hatinya.

Kelas dibubarkan. Dan tanpa mengulur waktu lebih lama lagi, Chanyeol segera melangkahkan kaki panjangnya keluar dari sana.

"Chanyeol?" sapa seseorang.

Chanyeol segera menghentikan langkahnya dan menghampiri namja yang tadi memanggilnya. "Eoh, Luhan Hyung? Dimana Baekkie?" tanyanya. Kendati dia sudah bisa menebak apa yang akan diucapkan Luhan sebagai jawaban, tapi dia tidak bisa menahan dirinya untuk bertanya.

Luhan terlihat menghela nafasnya pelan dan menepuk bahu Chanyeol pelan. "Apa kalian bertengkar?" tanya Luhan. "Baekhyun sama sekali tidak bersuara selama pelajaran dan segera keluar saat Heo Seonsaeng-nim mengakhiri kelas kami," lanjutnya simpati.

'Aiiisshhh!' Chanyeol kembali mengumpat dalam hatinya. Tangannya terangkat untuk mengusap wajahnya frustasi.

"Kau tidak perlu khawatir. Bukankah Baekkie memang sering merajuk? Jadi jangan terlalu dipikirkan. Nanti juga dia akan menghubungimu jika hatinya sudah lega. Biar Hyung yang berbicara dengannya."

Chanyeol mengangguk pasrah dan menatap Luhan penuh rasa terima kasih. Luhan memang selalu berhasil menenangkan hati Baekhyun jika mereka sedang bertengkar. Jadi tidak ada salahnya dicoba, kan? Meskipun dia pesimis kalau itu akan berhasil kali ini.

Luhan tersenyum manis. "Jja! Kalau begitu, Hyung pulang dulu, ne! Sebentar lagi kelas Sehun selesai, dan aku tidak ingin membuatnya menunggu. Annyeong!" Luhan melambaikan tangannya dan segera berjalan meninggalkan Chanyeol. Matanya terlihat sangat berbinar-binar saat menyebut nama Sehun tadi. Dan Chanyeol, teringat kembali akan kejadian beberapa saat lalu.

Dia dalam masalah besar. Chanyeol tahu itu. Padahal, beberapa saat yang lalu dia masih bisa tersenyum sambil menatap pujaan hatinya. Padahal, beberapa saat yang lalu, semua masih baik-baik saja. Oh~ Seandainya saja dia bisa menahan emosinya dan menutup mulutnya sedikit lebih lama tadi. Tapi bagaimana bisa? Siapapun pasti akan melakukan hal yang sama jika menjadi dirinya.

Bahkan sekarang perasaannya masih sedikit kesal jika mengingat kejadian tadi. Tch! Ini bahkan tidak sepenuhnya kesalahan dia. Tapi mengapa Baekhyun bersikap seolah-olah dia yang paling tersakiti?

Hhhh. Seandainya saja Baekhyun tidak berulang-ulang mengatakan hal yang sama terus-menerus.

Kesal.

Itulah yang ia rasakan.

"Kau tahu, Yeol? Sehun itu benar-benar namja paing romatis yang pernah aku kenal. Tentu saja dia sedikit bodoh dan beberapa kali membuat Lulu Hyung menangis. Tapi Sehun selalu bisa membayar air mata Lulu Hyung dengan sesuatu yang WOW!"

Yups.

Sehun!

Itu lah yang menjadi akar permasalahan mereka. Namja yang membuat kesabaran Chanyeol lenyap seketika. Pasalahnya, bukan sekali dua kali Baekhyun membawa-bawa nama Sehun dalam pembicaraan mereka. Dan setiap kali nama Sehun muncul, pasti diiringi dengan berbagai macam pujian dari kekasihnya. Dan itu benar-benar membuat Chanyeol jengah.

I mean! Bagaimana bisa kekasihmu memuji dan mengelu-elukan namja lain saat dia sedang bersamamu? Tidakkah Baekhyun memikirkan perasaannya? Bahkan Baekhyun juga acap kali membanding-bandingkan dirinya dengan Sehun.

"Sehun itu benar-benar romantis! Aku jadi iri dengan Lulu Hyung. Dia benar-benar beruntung bisa menjadi pacar Sehun. Mengapa kau tidak bisa seperti Sehun? Kau bahkan tidak pernah membelikan bunga untukku!" ucap Baekhyun cemberut. Dan jika saja suasana hatinya tidak seperti ini, Chanyeol pasti akan langsung menabrak bibir tipis yang seolah tengah menggodanya itu.

Chanyeol memilih diam di tempatnya dan mengaduk-aduk jus apel di depannya tanpa ada niat untuk meminumnya. Hatinya sedang panas. Bahkan jus dingin itu tidak bisa mendinginkannya.

"Sehun bahkan benar-benar membuat persiapan besar-besaran untuk menembak Lulu Hyung. Pantas saja Lulu Hyung tidak bisa berhenti tersenyum setelahnya. Kau ingat? Kau bahkan tidak mempersiapkan apapun saat memintaku untuk menjadi kekasihmu."

Chanyeol mengernyitkan keningnya mengingat moment itu. Dia tahu kalau itu memang bukan moment romantis. Dia ingat sekali. Saat itu Chanyeol menawarkan diri untuk mengantarkan Baekhyun pulang ke rumahnya. Dan dia langsung menembak Baekhyun saat mereka tiba di depan pagar. Dan Baekhyun menganggukkan kepalanya setuju.

Hanya begitu. Sama sekali tidak ada sisi romantis di sana. Tapi beginilah dia. Apa perlu membanding-bandingkan mereka?

"Ah~ Seandainya saja aku mempunyai namjachingu yang begitu romantis seperti Sehun!"

Oke! Itu adalah akhir dari kesabarannya. Dan sebelum dia sempat mencegahnya, bibirnya sudah mengeluarkan kata-kata yang dia tahu pasti akan disesalinya.

"Kalau begitu, mengapa kau tidak memutuskanku dan menjalin hubungan dengan Sehun? Sepertinya kau benar-benar menykainya!" ucapnya dingin. Berharap Baekhyun akan menyadari kecemburuan yang sedang dialaminya dan berhenti membahas Sehun.

Tapi dia melupakan satu hal. This is Baekhyun that we are talking about.

"Ya! Apa kau gila? Sehun itu pacarnya Lulu Hyung! Mana mungkin aku berpacaran dengannya!" jawab Baekhyun santai.

"Tch!" Chanyeol mendengus kesal. "Geurae! Kalau begitu, kau kan bisa mencari seseorang yang ROMATIS seperti dia!" Lagi-lagi Chanyeol tidak bisa menutup mulutnya.

"Yaa! Apa maksudmu, eoh? Aku kan hanya membicarakan Sehun dan semua keromantisannya! Bukannya mau mencari pacar baru!" ujar Baekhyun tak mau kalah.

"Well! Kalau begitu, aku minta maaf karena kau harus memiliki namjachingu yang tidak ROMANTIS sepertiku!"

"Yaaa! Mengapa tiba-tiba kau bersikap seperti ini? Kau marah?" emosi Baekhyun mulai tersulut. Chanyeol bisa melihatnya. Tapi dia seolah tidak perduli dan kembali menyerang Baekhyun.

"Aniyo! Mengapa aku harus marah? Bagaimana aku bisa marah? Yang ada malah kau yang akan marah padaku sebelum aku sempat marah!" jawab Chanyeol.

"M-MWO? K-kau... Jadi selama ini itu yang kau pikirkan tentangku?" ucap Baekhyun tak percaya. Ia akui kalau selama ini dia memang sering merajuk pada Chanyeol. Tapi Chanyeol tidak pernah mempermasalahkannya dan bahkan mengatakan kalau dia terlihat cute saat sedang merajuk seperti itu.

Chanyeol menghela nafasnya dan bangun dari duduknya. "Sudahlah! Aku rasa aku sudah kenyang. Nanti aku akan menjemputmu seperti biasa." Namja jangkung itu menatap kekasihnya sekilas sebelum kemudian membalikkan badannya dan beranjak pergi.

"Chanyeollie, berhenti!" tukas Baekhyun. Namun Chanyeol masih berjalan. "Park Chanyeol! Aku bilang berhenti atau kau akan menyesal!" ucapnya lagi, sedikit lebih keras mengingat jarak mereka yang sudah cukup jauh. Namun lagi-lagi Chanyeol terus berjalan seolah tidak mendengarnya.

"Yaaakk! Park Chanyeol!" teriak Baekhyun lagi. "Aku membencimuuuuu!"

Chanyeol bergidik ngeri mendengar teriakan terakhir Baekhyun. Dia sadar kalau apa yang dilakukannya akan membawa masalah besar nantinya. Meninggalkan Baekhyun di kantin dalam keadaan seperti itu?

Benar-benar masalah besar.

~O.O~

Brakk

Baekhyun membanting pintu kamarnya dengan sedikit kasar sambil menggerutu kesal. "Dasar tiang listrik menyebalkan! Dia pikir dia siapa bisa meninggalkanku begitu saja! Mengapa juga tiba-tiba dia marah seperti itu? Aku bahkan tidak melakukan apa-apa."

Baekhyun membuang tasnya ke sembarang arah dan berjalan menuju kasurnya. "Lebih baik aku tidur," ucapnya seraya membaringkan tubuhnya dengan nyaman di sana. Menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.

1 menit

Baekhyun memejamkan matanya

5 menit

Baekhyun bergerak-gerak gelisah di bawah selimut dan berulang kali mengubah posisi tidurnya

7 menit

Srett

Baekhyun menyerah. Menyibakkan selimut tebalnya dan bangun dari tidurnya. Tangan kanannya terulur untuk mengambil ponsel di atas nakasnya. Jantungnya berdetak kencang saat tangannya menekan tombol nyala. Keningnya berkerut mengantisipasi apa yang akan ditemukannya begitu ponsel menyala. Namun kerutan itu segera berubah menjadi sebuah kekecewaan.

Biasanya ponsel itu akan terus berbunyi tanpa henti setiap kali ada pertengkaran kecil di antara mereka. Chanyeol akan menghujaninya dengan 1001 SMS dan pesan suara yang berisi permintaan maaf dan mereka akan baikan setelah itu. Tapi sekarang?

Tidak ada pesan masuk. Tidak ada voice mail. Tidak ada panggilan tak terjawab.

'Apa Chanyeol benar-benar marah padanya?' Baekhyun mendesah kecewa.

"Aiiisshh! Molla!" Baekhyun meletakkan ponselnya di atas nakas dengan sedikit kasar dan kembali merebahkan tubuhnya. "I hate you, Park Chanyeol!" gumamnya kemudian kembali menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal di tangannya.

Namun beberapa saat kemudian, selimut itu kembali tersibak dan menampakkan wajah manisnya. "Tapi aku merindukannya," ucapnya pelan menatap sendu pada ponsel yang masih tergeletak manis di atas nakas.

~O.O~

Empat hari.

Sudah empat hari Chanyeol menghabiskan hari-harinya dalam keterpurukan. Bagaimana tidak? Empat hari ini dirinya sama sekali tidak bertemu dengan Baekhyun. Mungkin karena tubuhnya yang *ehem*kecil*ehem* sehingga kekasihnya itu bisa terselip di antara lautan mahasiswa di kampus. Yang jelas dia benar-benar tidak bisa menemukan namja itu di mana pun.

Saat istirahat siang, Baekhyun tidak pernah lagi ikut makan bersama mereka. Luhan juga ikut menghilang -mungkin Baekhyun yang menariknya karena jelas sekali kalau dia tidak ingin sendirian- dan meski pun Sehun terlihat santai saja di sampingnya, namun Chanyeol tahu kalau namja itu juga tersiksa.

'Biar saja!' pikir Chanyeol. 'Toh akar permasalahannya kan memang karena Sehun.' Sisi egoisnya berkata demikian. Namun sisi kewarasannya segera menepis asumsi itu. Walau bagaimana pun, Sehun jelas tidak bersalah. Dan Chanyeol sedikit merasa bersalah karena membuat Sehun harus kehilangan Luhannya. Sehun sendiri sempat bertanya ada masalah apa antara dirinya dan Baekhyun, tapi Chanyeol terlalu gengsi untuk menceritakannya.

'Bisa-bisa magnae berwajah datar ini merasa di atas awan karena tau kalau Baekhyun sering memujinya!'

Aiiiisssh! Apa yang harus dilakukannya?

Chanyeol sudah memikirkannya selama 3 hari ini. Well, pada hari pertama dia masih berkeras kalau dia sama sekali tidak bersalah. Tapi setelah dipikirkan lagi, Baekhyun juga tidak sepenuhnya salah. Dia yang terlalu berlebihan menanggapi cerita Baekhyun dan meragukannya, padahal dia yang paling tahu bagaimana perasaan kekasihnya itu.

Memang dia yang tidak peka dan tidak romantis. Dan mungkin Baekhyun sedikit menyindirnya dengan semua cerita itu. Mungkin Baekhyun ingin memberitahukannya untuk bersikap sedikit romantis padanya.

Tapi bagaimana caranya? Romantis? That's so not Chanyeol's style. Dan seharusnya Baekhyun bisa memaklumi itu. But then, melakukan sesuatu untuk menyenangkan hati kekasihnya bukanlah sesuatu yang sia-sia, kan?

"Kirim sebuah pesan di acara radio favoritnya dan kirimkan sebuah lagu romantis untuknya!" komentar Suho saat Chanyeol menceritakan masalahnya.

"Mengapa harus lewat radio?" tanya Chanyeol bingung.

"Entahlah. Tapi dari yang aku dengar, yeoja menyukai hal-hal seperti itu," jawab Suho sambil mengedikkan bahunya.

Ooowwwhhhh. Chanyeol menganggukkan kepalannya paham. Namun Kyungsoo segera menyahut tak terima. "Yaaak! Tapi Baekkie Hyung bukan YEOJA! Dia itu NAMJA!" protesnya.

"But he acts like one!" ucap Suho cuek. "Lagipula, bukankah kau bilang kalau kau menyukainya? Saat aku mengirimkan sebuah lagu untukmu lewat radio waktu itu?!"

Kyungsoo tersipu mendengarnya. "Hmmmm, menurutku itu memang terasa sedikit manis," ujarnya sembari mengusap tengkuknya salah tingkah.

Dan Chanyeol melakukan usul Suho malam itu juga. Chanyeol tahu semua tentang Baekhyun, bahkan acara radio yang selalu di dengarnya setiap malam menjelang tidur di kamarnya. Dan tanpa ragu, dia segera mengirim pesan ke acara tersebut dan meminta sang DJ memutarkan sebuah lagu untuknya.

Tentu saja pesan itu dibacakan oleh sang DJ. Dan tentu saja lagu yang dimintanya juga diputarkan. Namun saat keesokan harinya Baekhyun masih tidak berubah juga, Chanyeol tahu kalau ada yang salah di sini. Dia melupakan kebiasaan Baekhyun yang lainnya.

Baekhyun akan selalu merangkak ke kamar Luhan setiap kali mereka bertengkar dan memilih-memaksa- untuk tidur di sana. Dia tidak suka diam sendirian jika sedang sedih. Dan itu berarti tidak ada siaran radio, karena yang dilakukannya adalah mengajak Luhan untuk berbicara sampai dia tertidur.

"Mengapa kau tidak mengirimkan seekor kucing saja untuknya?" Kali ini Kyungsoo yang memberikan usul padanya setelah kegagalan tidak elit kemarin. "Kau bisa meletakkan kucing itu di sebuah kardus, memakaikan sebuah kalung di lehernya dengan inisial nama kalian bersama dengan sebuah note berisi pesan cinta di dalam kardusnya. Menurutku itu cukup manis!" tuturnya menggebu-gebu.

Chanyeol tersenyum lebar. Sepertinya ide ini jauh lebih baik dari yang kemarin, pikirnya. Paling tidak, kali ini apa yang ingin diungkapkannya akan benar-benar tersampaikan pada Baekhyun. Lagi pula, apa yang lebih imut dari seekor kucing manis, kan? Baekhyun pasti akan menyukainya. Dan mudah-mudahan, semua akan baik-baik saja setelah ini.

Oh~ Andai saja Chanyeol tahu. That cat was disaster!

Mengapa Chanyeol tidak tahu sebelumnya? Bagaimana dia bisa tidak mengetahui informasi ini? Informasi penting mengenai kekasihnya sendiri! Dan Chanyeol mulai semakin yakin akan kebodohannya.

Kardus berisi kucing dan kalung spesial itu tentu saja sampai ke rumah trio uke. Sampai ke tangan Baekhyun pastinya. Baekhyun terlihat senang saat mendapatkan kiriman itu -menurut Kyungsoo- dan dengan tidak sabar ingin melihat isinya. Namun senyum itu langsung lenyap seketika saat tutup kardus dibuka.

"Mianhae, Hyung!" ucap Kyungsoo keesokan harinya. "Aku lupa kalau Baekhyun Hyung alergi dengan bulu kucing. Kau tahu? Dia langsung melempar kardus berisi kucing tak bersalah itu saat melihat kucing di dalamnya. Untung saja aku cepat bergerak dan berhasil menyelamatkan kucing itu," jelasnya merasa bersalah. "Dan Baekhyun Hyung bersin-bersin seharian setelahnya!" imbuh namja bermata bulat itu.

"Kalau kau tahu Baekhyun alergi dengan bulu kucing, mengapa kau mengusulkan hewan itu?" tanya Suho.

Kyungsoo terlihat menggigit bibir bawahnya seiring dengan rona merah yang menjalari pipi kenyalnya. "Itu... Karena saat itu aku membayangkan diriku sendiri, hehehehe."

Chanyeol memutar bola matanya malas mendengar jawaban Kyungsoo. 'Kill me now!' pikirnya. Sudah satu minggu, dan dia benar-benar sudah sangat merindukan kekasihnya itu. Aiiiisshh. Berbicara dengan dua makhluk di depannya ini sama sekali tidak membantu. Aigoooo. Apa yang harus ia lakukan?

"Ah, Chanyeol-ah! Aku—"

"Tak apa, Hyung! Aku tidak akan menggunakan ide-ide konyol kalian lagi," potong Chanyeol cepat dan -sangat- sopan.

"Mwoyaaaa! Siapa yang ingin memberimu ide, eoh? Aku cuma mau bilang. Mengapa kau tidak bertanya pada Sehun saja? Bukankah yang menjadi obsesi Baekhyun itu sikap romantis Sehun? Jadi tidak ada salahnya kan?"

Chanyeol membelalakkan matanya tak percaya dan jelas tak setuju. Namun sebelum dia sempat mengucapkan apapun, Kyungsoo sudah terlebih dulu angkat suara. "By the way, dia sedang menuju kemari. Wajahnya terlihat sedikit kusut. Mungkin karena Baekkie Hyung lagi-lagi menarik Luhan Hyung darinya, kekekeke." Kyungsoo terkekeh geli.

"Nah, bicarakanlah dengannya, Chanyeol-ah! Dengan begitu, kau bisa baikan dengan Baekhyun dan Sehun bisa mendapatkan kembali Luhan Hyungnya."

Chanyeol menatap Sehun yang berjalan ke arah mereka dengan sebuah nampan di tangannya. Kyungsoo benar, wajah datar itu benar-benar terlihat suram. Haruskah Chanyeol meminta bantuan Sehun?

'Aniya, aniya!' Chanyeol menggelengkan kepalanya. Jika dia meminta bantuan Sehun, itu sama saja dia menjadi Sehun kan? Dia ingin membuat Baekhyun terkesan dengan usahanya sendiri. Yeah, walaupun perlu sedikit bantuan dari orang lain, tapi kalau harus dari Sehun?

BIG NO!

"Sudahlah. Aku akan memikirkannya sendiri saja!" tukasnya kemudian dan segera beranjak meninggalkan SuDo dan Sehun yang baru saja duduk di sampingnya.

"Ada apa dengannya?" tanya Sehun bingung.

Suho dan Kyungsoo hanya terkekeh geli dan mengedikkan bahu mereka sebagai jawaban.

~O.O~

"Kau tahu kalau kau tidak akan bisa bersikap seperti ini terus pada Chanyeol, kan?" tegur Luhan sembari menyerahkan segelas jus untuk Baekhyun. Mereka -lebih tepatnya Luhan - tengah menemani Baekhyun menonton di ruang TV.

Baekhyun menerima jus di tangan Luhan dengan senang hati. "Habisnya, aku kesal, Hyung! Chanyeol meninggalkanku begitu saja. Dan sampai sekarang, dia bahkan tidak berusaha untuk meminta maaf padaku!" ujarnya keras kepala.

"Tapi kau juga bersalah, Baekhyun-ah! Dan mungkin Chanyeol juga tengah menunggumu meminta maaf padanya."

"Memangnya aku salah apa? Aku kan hanya bercerita saja." sanggahnya cemberut.

Luhan tersenyum tipis dan mengambil posisi duduk di samping Baekhyun. "Baekkie sayang," ujarnya. "Memuji-muji namja lain secara berlebihan di depan kekasihmu itu jelas salah. Terang saja Chanyeol cemburu dan tiba-tiba emosi begitu."

"Lalu Hyung. Apa kau cemburu karena aku memuji pacarmu dengan berlebihan?" tanya Baekhyun.

"Tentu saja tidak. Kau kan adikku, dan aku tahu kau terlalu cinta pada Chanyeol untuk memiliki maksud lain terhadap Sehun," jawab Luhan.

"Nah itu dia masalahnya!" Seketika Baekhyun mengalihkan pandangannya dari televisi di depannya. "Mengapa tiang jelek itu tidak bisa berfikir seperti itu? Dia seolah mempertanyakan perasaanku, Hyung! Dan itu membuatku kesal!" tukasnya. "Dia bahkan menyuruhku mencari kekasih lain," gumamnya kemudian.

"Tapi secara tidak langsung, kau membandingkan keduanya.!" Luhan menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal. 'Baekhyun dan sifat keras kepalanya!' pikirnya.

"Sekarang Hyung tanya padamu. Jika kau yang berada di posisi Chanyeol waktu itu, apa yang akan kau lakukan? Jika Chanyeol memuji-muji orang lain di depanmu, apa kau akan tersenyum dan mendengarkannya begitu saja? Kau tidak akan cemburu?" tanyanya.

Baekhyun terdiam sesaat. "Tentu saja aku akan marah dan cemburu kalau dia membicarakan orang lain. Tapi Sehun kan bukan orang lain, Hyung! He is a bestfriend! Dia sudah seperti dongsaeng untukku. Aku juga tidak akan cemburu kalau dia berbicara tentangmu, atau Kyungsoo!" jawab Baekhyun, masih keukeuh dengan pendiriannya.

Hhhh. Luhan kehabisan kata-kata. Tapi dia masih tidak menyerah. Jangan panggil dia Luhan kalau dia tidak bisa menjinakkan seorang Byun Baekhyun.

"Begini saja. Mengapa kau tidak mengambil sisi baiknya, hmmm? Kalau Chanyeol cemburu, berarti dia sangat mencintaimu, kan?" Baekhyun menganggukkan kepalanya, dan Luhan tersenyum tipis. 'Sedikit lagi,' pikirnya.

"Sebenarnya yang Chanyeol rasakan bukan hanya sebuah perasaan cemburu, Baekhyun-ah! Saat kau memuji Sehun seperti itu, secara tidak langsung kau melukai harga diri Chanyeol sebagai kekasihmu. Kau bahkan sempat membandingkan keduanya, kan? Apa Hyung salah?"

Baekhyun menggigit bibir bawahnya dan menggelengkan kepalanya. "Tapi kan bukan berarti dia bisa meninggalkanku begitu saja dan tidak berusaha meminta maaf padaku, Hyung!" ucapnya, masih sedikit keras kepala.

"Well, Chanyeol salah dalam hal itu. Tapi kau juga tidak bisa menyangkal kesalahanmu, Baekkie," ujar Luhan.

Hhhh. Baekhyun menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa dan menatap Luhan. "Lalu aku harus bagaimana, Hyung? Masa' iya harus aku yang meminta maaf?"

Luhan memberikan tatapan 'kau tahu apa yang harus kau lakukan' pada Baekhyun. Membuat namja manis itu semakin cemberut. "Shireoo! Aku tidak mau!" tukasnya.

Tentu saja dia mengakui kalau dirinya juga bersalah. Tapi apa yang Chanyeol lakukan hari itu benar-benar keterlaluan. Seharusnya dia berkata baik-baik dan Baekhyun pasti akan langsung berhenti membicarakan Sehun.

Tapi Chanyeol berkata dingin padanya. Chanyeol membentaknya. Chanyeol menyuruhnya mencari kekasih lain. Dan yang lebih parah, Chanyeol meninggalkannya begitu saja meskipun dia sudah berteriak memintanya untuk berhenti. Chanyeol tidak memperdulikannya. Membiarkan Baekhyun sendirian di kantin dengan tatapan penuh tanya seluruh penghuni kantin yang tertuju padanya. Dan sampai sekarang, namja tiang listrik itu sama sekali tidak berusaha untuk menemuinya. Lagi pula, bukan berarti Baekhyun tidak akan memaafkannya, kan? Chanyeol hanya perlu meminta maaf padanya. Satu kata maaf, dan dia pasti akan langsung memaafkan namja itu.

Huft!

~O.O~

To: Sehunnie

Hunnieeee! Bogoshippeo :'( Maaf karena akhir-akhir ini aku tidak bisa menemanimu.

Sehun tersenyum tipis dan mengetikkan beberapa kata sebagai balasan pesan singkat Luhan. Hhhh. Lagi-lagi dia tidak bisa mengajak Luhan keluar.

Konflik antara Baekhyun dan Chanyeol benar-benar merugikan dirinya. Bagaimana tidak? Karena konflik -yang entah apa- itu, jatah waktu berharganya bersama Luhan jadi semakin terkikis. Baekhyun benar-benar tidak mau melepaskan Luhan dari sisinya. Dan Baekhyun juga tidak menerima kehadirannya di tengah-tengah mereka.

Hhhhhh. Benar-benar membuatnya frustasi. 'Sebenarnya apa sih konflik yang terjadi di antara keduanya? Mengapa harus dia yang tak berdosa ini yang terkena imbasnya?' pekik Sehun dalam hati. Apapun itu, dia tidak bisa membiarkan hal ini terus berlarut-larut. Bisa-bisa dia terkena penyakit akut karena merindukan Luhan. Sehun sudah memutuskan, besok dia akan menemui Chanyeol dan menanyakan semuanya. Kalau perlu, dia akan membantu Chanyeol memecahkan masalah ini.

Ting tong~

Whooopppsss~ Pucuk dicinta Chanyeol pun tiba.

"Sehun-ah! Tolong aku!"

Namja dengan tinggi di atas rata-rata itu tengah berdiri di depan pintu apartemennya. Dan belum sempat Sehun berkata apa-apa, Chanyeol sudah lebih dahulu melewati tubuhnya dan masuk ke dalam.

Sehun menutup pintu apartemennya dan berjalan ke dapur, mengambilkan minuman untuk Chanyeol yang terlihat begitu menyedihkan di matanya.

"Ada apa, Hyung? Apa ini tentang Baekhyun Hyung? Karena kalau iya, maka kau tidak perlu meminta dua kali padaku," ujarnya sembari mengulurkan sebotol soda pada Chanyeol.

Chanyeol menerima minuman di tangan Sehun dengan senang hati dan menatap Sehun lama. Beberapa hari ini, dia sudah berusaha memikirkan beberapa ide romantis untuk Baekhyun. Tapi bagaimanapun dia mencobanya, dia tetap tidak menemukan satu ide pun. Bahkan setelah membaca buku '1001 aksi romantis' yang diberikan teman sekelasnya, rasanya tidak ada yang benar-benar pas dengan keinginan Baekhyun.

Karena itu, di sini lah dia. Meninggalkan semua harga diri di dalam kamarnya dan berjalan ke rumah Sehun untuk meminta bantuan namja itu. Tidak ada cara lain. Mungkin Sehun bisa membantunya. Lagipula, seperti yang Suho katakan, bukankah Baekhyun sangat terobsesi dengan sikap romantis Sehun pada Luhan?

"M-MWO?"

Respon pertama yang didengarnya dari Sehun setelah Chanyeol menceritakan semuanya.

"Aiissshh! Hyung! Jadi kau membuat Baekhyun Hyung mengisolasi Luhan hanya karena masalah ini?" teriak Sehun frustasi.

"Yaaak! Oh Sehun! Aku kemari bukan untuk meminta ceramahmu, tapi bantuanmu! Aku juga sudah tidak sabar ingin kembali bermesraan dengan Baekkie-ku!" oceh Chanyeol tak terima.

"Aiiissshhh!" Sehun mengusap wajahnya. "Lalu sekarang, apa rencanamu, Hyung?" tanyanya.

Chanyeol mendelik sebal. "Kalau aku punya rencana, jelas aku tidak akan datang ke sini!" ucapnya sarkastik. "Apa kau tidak bisa memikirkan sesuatu untukku?" tanyanya kemudian.

Sehun terlihat berfikir sejenak sebelum kembali menatap Chanyeol. "Hyung!" panggilnya. "Apa kau masih ingat lagu yang kau kirim untuk Baekhyun Hyung di radio waktu itu?"

Chanyeol mengangguk. "Tentu saja!"

"Lalu, apa kau masih menyimpan kalung yang seharusnya diterima oleh Baekhyun Hyung melalui kucing pembawa petaka itu?"

Chanyeol menatap Sehun tajam sebelum mengangguk. "Yaaa! Kau hanya perlu menyebutkan kata 'kalung' dan aku pasti akan langsung tahu!" ucapnya sebal. Sehun sama sekali tidak menggubris ucapan Chanyeol dan tersenyum penuh kemenangan.

"Ya! Apa kau sudah memikirkan sesuatu?" tanya Chanyeol saat melihat senyum penuh arti yang ditunjukkan Sehun. Matanya langsung melebar sempurna saat namja di depannya itu menganggukkan kepalanya.

"Whoaaaaa! Kau benar-benar ddaebak, Oh Sehun! Aku bahkan belum setengah jam berada di sini dan kau sudah berhasil memikirkan sesuatu!" ucapnya kagum. Tahu begini, seharusnya dari awal dia kemari. Dengan begitu masalah ini tidak akan berlarut-larut.

"Kalau begitu, apa yang harus aku lakukan sekarang? Haruskah aku membelikan bunga untuknya? Atau sebuah cincin?" tanya Chanyeol semangat.

Sehun menggelengkan kepalanya santai. "Aniyo!" jawabnya. "Yang kita butuhkan sekarang hanya sebuah gitar, sebuah handycam, dan..."

"Dan?"

Sehun menyipitkan matanya. "Sebuah permintaan maaf!" ucapnya ringan.

"Eh? Sebuah permintaan maaf?" tanya Chanyeol bingung.

Sehun menatap Chanyeol tak percaya akan pertanyaannya barusan. "Hyung! Kau bercanda, kan? Apa tidak pernah terfikirkan olehmu? Kalau apa yang paling diharapkan oleh Baekhyun Hyung setelah pertengkaran kalian adalah sebuah permintaan maaf?"

Chanyeol mengedip-kedipkan matanya seperti orang bodoh, dan Sehun menggelengkan kepalanya tak percaya.

'Mengapa hal itu sama sekali tidak melintas dipikirannya?'

~O.O~

Chanyeol menatap penampilannya di cermin. 'Sempurna!' pikirnya. Senyum pepsodent itu tidak pernah lepas dari wajahnya. Bagaimana tidak? Akhirnya, hari ini semua akan membaik. Dia akan kembali berlovey-dovey ria bersama Baekhyun. Tentu saja jika semuanya berjalan lancar. Tapi kali ini, pasti akan berjalan lancar. After all, itu adalah ide dari seorang Oh Sehun. What can go wrong, right?

Sesuai dengan instruksi Sehun, dia sudah melakukan semuanya. Semalaman dia membuat sebuah video untuk Baekhyun. Tinggal mengirimkannya pada Baekhyun dan semua akan kembali seperti sedia kala. Baekhyun pasti akan mengelu-elukan betapa romantisnya dirinya setelah ini.

Kekekekkekekekekeke

Pukul 19.00

Menatap pantulan dirinya sekali lagi, Chanyeol bergegas mengambil tasnya dan berjalan meninggalkan apartemennya. Mengetikkan sesuatu di layar ponselnya sebelum memasukkannya ke dalam tas.

To: Deer Hyung; Albino; Appa; Eomma

Semuanya sudah siap. Aku akan berangkat ke TKP sekarang

:D

'My Baekkieeee! Tunggu aku, sayaaaaang!'

~O.O~

"Hyuuuuuung! Apakah kau benar-benar harus menginap di apartemen Sehun?" rengek Baekhyun. "Malam ini, Kyungsoo harus pergi bersama dengan Suho Hyung. Tidak bisa kah kau tinggal di sini?" pintanya lagi.

Luhan menatap dongsaengnya itu dengan tatapan -pura-pura- bersalah. "Mianhae, Baekkie-ah! Kau tahu kan? Sehun sedang tidak enak badan. Dan aku tidak mungkin membiarkannya sendirian di apartemen," ujar Luhan.

Baekhyun mem-pout-kan bibirnya. "Arrasseo!" ucap Baekhyun pada akhirnya. Tapi kau janji ya, Hyung. Besok, pagi-pagi sekali kau harus pulang!"

"Ndeeeee!" jawab Luhan kemudian mengusap sayang kepala Baekhyun. "Kalau kau bosan, kau bisa menelponku. Jangan jauh-jauh dari ponselmu, arrasseo!"

Baekhyun menatap Luhan bingung, namun hanya menganggukkan kepalanya. "Eumm, hati-hati di jalan Hyung!" ucapnya.

Luhan mengangguk pelan. "Pintu pagar, biar aku yang menguncinya. Jadi kau tidak perlu mengantarku sampai ke depan. Istirahatlah! Kau membutuhkan itu."

Luhan berjalan dengan senyum di wajahnya setelah Baekhyun menutup pintu rumah mereka. Mempercepat laju langkahnya saat melihat Sehun yang tengah berdiri di dekat pagar depan. "Sehun-ah!" ucapnya girang dan langsung memeluk kekasihnya itu. Hhhhh. Rasanya sudah begitu lama sejak terakhir dia memeluk Sehun.

"Aku merindukanmu," cicitnya. Sehun terkekeh pelan dan mencium pipi Luhan. "Aku juga, XiaoLu!" balasnya kemudian menggenggam tangan Luhan dan mulai berjalan menuju apartemennya.

"Semua akan baik-baik saja kan setelah ini?" tanya Luhan.

"Tentu saja. Chanyeol Hyung bilang, dia sedang dalam perjalanan kemari. Dan besok saat kita pulang ke rumahmu, kau akan menemukan duo Happy Virus di sana," jawab Sehun mantap.

"Kau benar," gumam Luhan seraya tersenyum manis.

~O.O~

Keesokan harinya...

Luhan terbangun dari tidurnya saat merasakan sebuah benda lunak nan basah mendarat di atas bibirnya. Matanya terbuka perlahan dan langsung disambut oleh kedua mata tajam Sehun yang tengah menatapnya lembut.

"Sehun-aaaah!" rengeknya malu.

"Aku harap aku bisa bangun denganmu di sampingku setiap hari, Lu!" ucap Sehun sambil mengelus sayang pipi kanan Luhan.

Luhan tersenyum malu dan menyamankan posisi tubuhnya dalam pelukan Sehun. Matanya yang terasa begitu berat hampir terpejam jika saja ia tidak ingat sesuatu. Sontak namja bersurai pink itu langsung terduduk dan meminta Sehun mengambilkan ponselnya di atas nakas. Membuka kuncil layar dan memeriksa kotak masuk sebelum kemudian menatap Sehun penuh tanya.

"Apa Baekhyun atau Chanyeol tidak menghubungimu?" tanyanya.

Sehun balik menatap Luhan bingung. "Aniyo!" jawabnya. "Kenapa?"

Luhan segera turun dari atas kasur, mengambil baju di almari Sehun dan berlari ke kamar mandi. Mengabaikan Sehun yang kebingungan di atas ranjang. Beberapa saat kemudian, Luhan keluar dengan pakaian lengkapnya.

"Ada yang tidak beres," ucap Luhan. "Baekhyun juga tidak menghubungiku sama sekali. Itu berarti ada yang tidak beres, Sehun-ah!" jelas Luhan.

Sehun bergerak menghampiri Luhan yang tengah memakai jaketnya. "Mungkin saja mereka terlalu senang setelah berbaikan dan lupa pada yang lain?" ujarnya.

"Aniyo," sanggah Luhan. "Aku tahu Baekhyun. Hal pertama yang akan dilakukannya adalah menghubungiku jika memang mereka sudah berbaikan. Mungkin dia akan melupakan yang lain, tapi jelas dia tidak akan melupakanku!"

"Lalu bagaimana? Apa kita ke rumahmu sekarang?" tanya Sehun yang dijawab dengan sebuah anggukan oleh Luhan. Sehun ikut mengangguk dan segera mengambil jaketnya sebelum menyusul Luhan yang sudah terlebih dahulu keluar dari kamarnya.

Saat mereka sudah berada di dekat rumah Luhan, mereka sama sekali tidak menyangka akan bertemu dengan Kyungsoo dan Suho yang baru saja turun dari mobil di depan rumahnya.

"Hyung!" panggil Kyungsoo. Luhan mempercepat langkahnya dan segera menghampiri dongsaengnya itu. "Mengapa kau sudah di sini sepagi ini?" tanya Luhan.

"Perasaanku tidak enak. Makanya aku meminta Suho Hyung untuk mengantarku pulang." jawab Kyungsoo.

"Aku juga," sahut Luhan. "Rasanya seperti—"

"Ya ya ya! Bukankah itu Chanyeol?!" Kalimat yang terlontar dari bibir Suho sontak memotong apa yang akan dikatakan oleh Luhan dan membuat HunhanSoo menoleh ke arah yang ditunjukkan Suho. Mata ketiganya terbelalak sempurna menyaksikan apa yang terpampang di depan mereka.

Something was deffinitely wrong

Di sana. Di atas bangku kecil yang ada di teras rumah mereka. Meringkuk di atasnya. Tidak lain dan tidak bukan adalah...

Park Chanyeol.

HunHan dan SuDo langsung berlari ke arah Chanyeol dan memeriksa keadaan namja itu. badannya sedikit panas. Mungkin demam karena harus tidur di sini semalaman.

Ting tong~

Ting tong~

Ting tong~ ting tong~ ting tong~

Luhan menekan bel rumahnya berkali-kali dengan tidak sabar.

Cklekk

"Yaaaa! Luhan Hyung! Mengapa kau tidak sabaran, eoh?" tanya Baekhyun yang baru saja membuka pintu sambil mengucek-ngucek matanya yang masih terasa begitu lelah. "Apa perutmu mulas? Apa di apartemen Sehun tidak ada toiletnya? Apa— Whoaaaaa! Kenapa dia tidur di sana? Kenapa kalian tidak membangunkannya dan malah mencoba untuk mengangkatnya?"

Mata Baekhyun melebar sempurna melihat pemandangan di depannya. Sehun dan Suho yang terlihat kewalahan mencoba mengangkat tubuh bongsor Chanyeol dari atas bangku dan tanpa banyak bicara langsung berjalan melewati Baekhyun dan membawa tubuh jangkung itu ke kamar.

"Yaaak! Byun Baekhyun! Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa dia berada di luar? Mengapa kau tidak membiarkan dia masuk?" tanya Luhan bertubi-tubi. Tangannya sibuk mencari baskom dan handuk kecil untuk mengompres Chanyeol. Kyungsoo sudah langsung bergegas ke dapur untuk membuatkan bubur hangat.

"M-Mwo? Mengapa kau bertanya padaku, Hyung? Mana aku tahu kalau dia ada di sana!" jawab Baekhyun. Mengambil baskom berisi air dan handuk kecil dari tangan Luhan dan berjalan ke kamarnya.

"Mengapa kau tidak tahu?" tanya Luhan. "Bukankah— Oh~ Jangan bilang kau tidak melihat ponselmu!"

Baekhyun duduk di samping Chanyeol dan menatap Luhan bingung. "Ponselku? Hmmm, sepertinya ada di atas meja belajar. Wae?"

"Byun Baekhyun! Sebenarnya apa saja yang kau lakukan semalam?" tanya Luhan frustasi.

"Semalam?" Baekhyun meletakkan handuk kecil basah di atas dahi Chanyeol dan menatap ke empat temannya. Matanya mulai menerawang mengingat-ingat kejadian semalam.

BEBERAPA JAM YANG LALU

"Pintu pagar, biar aku yang menguncinya. Jadi kau tidak perlu mengantarku sampai ke depan. Istirahatlah! Kau membutuhkan itu."

Baekhyun mengangguk patuh dan menutup pintu depan. Duduk di atas sofa ruang tamu dan menatap rumahnya dengan pandangan bosan. 'Apa yang harus aku lakukan?' pikirnya.

Dari luar, mulai terdengar suara rintik air hujan yang mengguyur kota Seoul. Tidak deras, hanya gerimis-gerimis kecil. Namun diiringi hawa dingin yang cukup menusuk tulang dan menggoda mata untuk menutup.

Baekhyun bangun dari sofa dan beranjak ke kamarnya. Menghidupkan radio mini di atas nakas dan menaikkan volume radio menjadi maksimal. Menikmati acara radio kesayangannya dan lagu-lagu yang diputar di sana sembari rebahan di atas kasur dan memejamkan matanya. Melewatkan sebuah flash lampu yang berkedip di layar ponselnya. Sebuah pesan masuk dengan bunyi ringtone yang tenggelam oleh suara radio.

Pukul 21.30

Acara radio kesayangannya telah usai dan rasa kantuk itu mulai menghampirinya. Terbesit keinginan untuk mengirim pesan singkat untuk Luhan namun matanya terlalu berat untuk dibuka dan tubuhnya terlalu enggan untuk beranjak. Dan tanpa berfikir lagi, Baekhyun meraih radio mini di atas nakas dan mematikannya, masih dengan mata terpejam, kemudian menarik selimut tebalnya hingga sebatas lutut. Suara rintik hujan yang bertabrakan dengan jendela kamarnya mengantar Baekhyun menuju mimpi indahnya.

"Aiiissshhh! Aku benar-benar tidak tahu harus berkata apa sekarang," ucap Luhan pasrah. "Just, check your phone, okay!" ucapnya kemudian. SuDo berdiri di sampingnya dengan tampang prihatin. Dan Sehun menatap Baekhyun yang sedang merawat Chanyeol datar. 'Pasangan ini benar-benar!' pekiknya dalam hati.

Baekhyun menggaruk kepalanya dan menatap Chanyeol yang masih tertidur setelah keempat temannya keluar dari kamar. Tangan lentiknya terulur untuk menyentuh permukaan wajah kekasihnya itu.

'Panas,' pikirnya. Terbesit rasa bersalah dalam hatinya melihat keadaan Chanyeol yang seperti ini. Memangnya, apa sebenarnya yang ingin di lakukan Chanyeol di teras rumahnya?

Oh!

Tiba-tiba dia ingat perkataan Luhan untuk mengecek ponselnya. Baekhyun berjalan menuju meja belajarnya untuk mengambil ponsel dan kembali duduk di samping Chanyeol. Sebuah pesan video langsung menyambutnya saat lockscreen layarnya terbuka. Tanpa mengulur waktu lagi, Baekhyun langsung mendownload video itu.

'Ehem!'

Sebuah deheman terdengar begitu Baekhyun memutar video tersebut. Bersama dengan Chanyeol yang duduk manis di atas kasur di kamarnya, di depan kamera, memakai sweater pemberian Baekhyun saat Natal tahun lalu. Tersenyum gugup sambil memegang erat gitarnya.

'Boleh aku memulainya sekarang?' tanya Chanyeol pada seseorang di belakang kamera. Kemudian mengangguk setelah -sepertinya- mendapatkan persetujuan dari seseorang tersebut.

Jreng~ jreng~

Chanyeol mulai memetik gitarnya. Menciptakan sebuah nada yang mengalun manis dari sana. Membuat Baekhyun tersenyum saat melihatnya. Dia mungkin tidak pernah mengatakannya, tapi Baekhyun paling suka melihat Chanyeol yang sedang memainkan gitarnya. Karena pada saat-saat seperti itu, Chanyeol akan terlihat berkali-kali lebih tampan dan keren di matanya.

Harujongil nareul gwaenhi miwohaetgetji
Ajikdo neon nareul molla babo

Il nyeone ttak han beonppunin neoui saengil
Ijeul riga itgesseo

Nae mam geudongan pyohyeon motaeseo mianhae
Ssukseureowonnabwa saranghandan mal
Du nuneul gamajullae

Chanyeol mulai menyanyikan lirik lagu sesuai dengan petikan gitarnya. Dan Baekhyun harus menahan tawanya saat mendengar potongan lirik yang dilantunkan oleh kekasihnya itu. 'Really, Chanyeol?!' batinnya tak habis pikir. Namun tidak bisa dipungkiri, hatinya benar-benar berbunga-bunga saat ini.

Setelah performance-nya selesai, Chanyeol meminta seseorang di belakang kamera untuk mengambil gambarnya sedikit lebih dekat, dan kembali berdehem pelan sambil menatap lurus ke arah kamera. Seolah sedang menatapnya dari sana.

'Bekhyun-ah! Nae Baekkie!' panggil Chanyeol dari dalam kamera. Dan Baekhyun tidak bisa menahan diri untuk tidak menjawabnya sambil terkekeh pelan.

'Kau marah padaku?' tanya Chanyeol. 'Mianhae, Baekkie-ya! Aku tahu aku salah. Aku berkata dingin padamu. Aku membentakmu. Aku menyuruhmu mencari kekasih baru. Aku meninggalkanmu sendirian di sana. Dan aku telah menyakiti hatimu! Jeongmal jeongmal mianhae. Kau mau memaafkanku, kan?'

Baekhyun tersenyum, menganggukkan kepalanya pelan.

'Bogoshipeo! Kau tahu? Beberapa hari ini rasanya aku seperti hidup di neraka karena kau tidak ada di dekatku. Karena aku tidak bisa memelukmu. Karena aku bahkan tidak bisa memanggil namamu, Baek. Aku sangat sangat sangat merindukanmu, Baekie-ya! Kau juga merindukanku, kan?'

Baekhyun kembali mengangguk pelan. "Eum, nado!" gumam Baekhyun.

'Aku tahu aku jahat karena telah mengatakan semua itu padamu dan meninggalkanmu begitu saja. Tapi kau juga harus tahu, aku sangat sangat sangat mencintaimu. Dan itu membuatku sedih setiap kali kau memuji namja lain di depanku, well kecuali Luhan Hyung, karena aku hanya ingin kau memujiku. Hanya aku saja. Itu terdengar egois, aku tahu. Tapi itu karena aku begitu mencintaimu. Dan aku ingin kau hanya melihatku.'

'Kau memaafkanku, kan? Jika kau memang merindukanku dan memaafkanku, tutup video ini dan berlarilah ke luar. Bukakan pintu itu untukku dan aku akan menunggumu di sana. Saranghae, Byun Baekhyun. I love you!'

Klik

Video itu berakhir. Namun senyuman manis itu masih terpasang di wajah Baekhyun. Namja manis itu bahkan harus menggigit bibir bawahnya untuk menahan biirnya agar tidak tersenyum konyol karena video yang dikirimkan Chanyeol untuknya. Dia baru saja akan memutar ulang video itu saat sebuah suara yang begitu familiar menyapa indera pendengarannya.

"Melihatmu tersenyum seperti itu, bolehkah aku menyimpulkan bahwa kau menyukainya?"

Baekhyun menoleh ke asal suara, dan tidak berapa lama kemudian tubuh mungilnya sudah berada di dalam dekapan hangat yang begitu dirindukannya itu. "Kau menyukainya?" Baekhyun mengangguk. "Kau memaafkanku?" Baekhyun kembali mengangguk.

Tidak ada kata yang terucap lagi setelah itu. Chanyeol menghembuskan nafas lega. Dan Baekhyun menyamankan tubuhnya di dalam pelukan kekasihnya itu.

"Chanyeol-ah!" panggilnya setelah beberapa saat. "Kau tahu kalau ini bukan hari ulang tahunku, kan?" Chanyeol menganggukkan kepalanya. "Lalu, mengapa kau menyanyikan lagu itu? Bukankah itu lagu ucapan selamat ulang tahun?"

Sret

Chanyeol langsung melepaskan pelukannya dan menatap Baekhyun tak percaya. "Yaaa! Apakah itu penting? Bukankah usahaku lebih penting? Dan lagi, jangan melihat ucapan selamat ulang tahunnya. Tapi lihat judulnya. Dengarkan kata-kata yang penting saja," protesnya. "Thank You for being Born. Itu berarti aku sangat bersyukur karena kau telah dilahirkan dan akhirnya bertemu denganku. Ma-maksudku, aku merasa bahagia karena kau dilahirkan. Karena kau mencintaiku. Dan aku—"

Chu~

Perkataan Chanyeol terpotong begitu saja. "Aku tahu!" ucap Baekhyun setelah melepas ciumannya. "Dan kau benar-benar tidak romantis, Park Chanyeol! Tch!" Baekhyun menyentil dahi Chanyeol pelan.

"Yaaaa! A—"

Chu~

Lagi-lagi kalimat itu terhenti begitu saja oleh bibir Baekhyun. "Tapi aku menyukainya! Aku menyukai Chanyeol yang tidak romantis ini!" ujarnya. "Ah tidak. Tapi aku mencintainya. This silly unromantic Park Chanyeol! Aku mencintai Chanyeol yang seperti ini. Saaaaaangat mencintainya!"

Chanyeol tersenyum lebar. Sangat lebar hingga senyuman itu hampir mencapai telinganya. Dan tanpa perlu aba-aba lagi, Chanyeol segera meraup bibir ranum Baekhyun yang sangat dirindukannya itu. Melumat dan menyesap manisnya berkali-kali sampai Baekhyun kehabisan nafas. Kemudian mencium puncak kepala Baekhyun dengan sayang dan memeluknya erat.

"Chanyeol-ah!"

"Hmmm?"

"Mengapa kau tidak membunyikan belnya?" tanya Baekhyun.

"You are supossed to watch that video, remember! Mana aku tahu kalau kau tidak memeriksa ponselmu dan tidak melihatnya. Jadi aku hanya duduk di teras, menunggumu membuka pintu untukku. Dan tahu-tahu aku terbangun di sini dan melihat malaikatku yang tengah tersenyum sangat manis!"

"Mianhae," ujar Baekhyun pelan.

Chanyeol kembali melepas pelukannya. Menatap kekasihnya itu dan menggelengkan kepalanya tak setuju. "That's a WRONG word!" ucapnya.

Tch! Baekhyun memutar bola matanya malas, namun senyum di wajahnya mengatakan hal yang sebaliknya. "Kalau begitu... Silly Boyfriend?" godanya. "Yaaaaa! Me—"

"Aku mencintaimu, Park Chanyeol!" potong Baekhyun. Chanyeol kembali tersenyum lebar dan mengecup singkat bibir Baekhyun. "Dan aku juga mencintaimu, Byun Baekhyun!" ucapnya.

Tidak apa jika usaha 'romantis'nya tidak berjalan lancar. Tidak apa jika dia tidak bisa romantis seperti Sehun. Asalkan Baekhyun mencintainya, maka yang lain menjadi tidak begitu penting banginya.

Romantic?

Pppffttt! Who cares?

~O.O~

END

A/N:

Annyeoooong ^_^

Akhirnya side story kedua kelar juga :D Maaf kalau lama :)

This is ChanBaek story, tapi dengan Hunhan moment yang nyempil di sana. Hohohohohoho. Maaf kalau gak sesuai harapan yaaaa. Kalau gak suka :'( Maaf juga kalau ceritanya gak nge-feel :'(

Liyya ucapin BIG THANKS to eonnie, saeng, n chingu sekalian yang sudah berkenan mampir, ngelirik, membaca apalagi yang berkenan nge-review, nge-fav, n nge-follow ff gaje nya Liyya. Jeongmal2, neomu2 gomawo, #deepbow

Balasan Review:

opikyung0113: Nooo, jangan dibawa pulang atuh SuDo nya deeek :D Makasih udah bilang kece yaaa XD

Makasih udah ngereview^^

Indaaaaaahh: Haaaaaaiii, Liyya kan gak tau kalau Indah mau baca yang SuDO juga hehehehehe. Kartu kreditnya Suho emang sesuatu lah yaaa _

Makasih udah ngereview^^

tomatochery: Makasih udah dibilang bagus yaaa :D #ikutanmerahpipinya

Makasih udah ngereview^^

ArraHyeri2: Kyaaaa, Liyya seneng deh kalau kamu suka :D
Makasih udah ngereview^^

ghina Baekkie: Enggak dooonk, kan dulu janjinya satu kopel satu story hehehehehe.

Makasih udah ngereview^^

LuXiaoLu: Riiiin, maaf Side story selanjutnya baru update sekarang :'(

Makasih udah ngereview^^

fans hunhan: Makasih udah dibilang bagus deek :D Hunhan kan udah di The One, sekarang cerita kopelnya dulu dooonk ;)

Makasih udah ngereview^^

0221cm: sret sret sret #bersihinlumut XD Luhan kan sama Sehun nantinya, kok malah suruh jadian sama Keris hehehehe

Makasih udah ngereview^^

Guest: Kan itu masuk kategory kencan ringan(?) hehehehe, namanya aja Side Story, yang penting mereka jadian toh ;)

Makasih udah ngereview^^

Guest: Kamu SuDo Shipper? Liyya suka aja sih sama SuDo, hohohoho :v Makasih udah bilang baguuus

Makasih udah ngereview^^

nstunggadewi: Cheonma deeeeek ^_^ Maaf munculnya lama yaa :D Ini udah lanjut, maaf juga kalau lama lagi hehehehehe

Makasih udah ngereview^^

maia. Vierr: lah? Side Story ya g ada sequelnya dooonk, mianhae :(

Makasih udah ngereview^^

purnama716: Annyeooooong,, Ini side story 2 nya keluaaar, maaf lama #bow

Makasih udah ngereview^^

4yesbyunbaekhee12: Pas bikin ngunyah gula sih, makanya sweet hehehehe

Makasih udah ngereview^^

BTW, kalo ada yang berinat untuk Review, Liyya ucapkan banyaaaaaakkkkk terima kasih :D

See U next story