Aaaaaaaa...nanabi-chan kembali, ohayo^^~para reders dan para senpai nanabi-chan kembali dengan membawa fic geje ini,silahkan di nikmati*plak*(emang makanan dinikmati )


NANABI-CHAN

DISCLAIMER ® MASSASHI KISSHIMOTO

WARNING ® ALUR BERANTAKAN,OOC,AU,GEJE,EYD GAK JELAS DLL

SUMMARY®Perebutan rumah dan harta warisan dalam sebuah keluarga sangat sering kita saksikan di berbagai acara infotaiment maupun di berita sore,namun bagaimana dengan perebutan sebuah rumah antara manusia dan hantu?,dua mahluk yang berbeda dunia ini bertemu dan berperang dengan cara masing-masing bagaimanakah ceritanya penasaran ?kalau ia silahkan baca cekidot...!

DON'T LIKE DON'T READ


"Fyuh...Akhirnya selesai juga membersihkannya,capek sekali..".Naruto yang sudah selesai membereskan rumah sederhana yang di belinya dengan hasil kerja kerasnya sendiri, menatap bangga rumah yang sudah di bersihkannya itu

.

KRUYUK...KRUYUK..KRUYUK

"Ah...aku lapar sekali setelah membersihkan rumah ini,aku ingin makan ramen~."

Naruto lalu bergegas keluar rumah untuk mencari kedai ramen yang buka karna dia sudah sangat lapar, dari tadi pagi dia belum makan karna sibuk membersihkan rumah barunya itu.

"Aaahhhh..itu dia."tanpa basa-basi lagi dia langsung berlari begitu melihat kedai ramen yang terdapat di pinggir jalan itu.

"Selamat sore,ada yang bisa saya bantu ?."ujar seorang perempuan berambut coklat panjang dan memakai celemek putih begitu naruto memasuki kedai ramen yang lumayan sepi itu,mungkin karna ini sudah sore pikir naruto

"Ah...saya ingin memesan ramen jumbo a-"

"panggil saja ayame.."

"he..he..he baiklah, saya ingin memesan ramen jumbo ayame-nee,karna saya sudah lapar oh..ya panggil saja saya naruto."

"baiklah naruto-kun tunggu sebentar,ayah ada pelanggan yang memesan ramen jumbo satu,"seru ayame kepada ayahnya yang bernama teruchi

"baiklah akan segera siap"ujar teruchi dari dapur.

"Pesanan datang!."paman teruchi langsung menghidangkan ramen jumbo di hadapan naruto yang sedang mengelap air liurnya begitu melihat ramen yang menggiurkan di hadapannya itu.

"sepertinya aku belum pernah melihat kau,apakah kau orang baru di sini ?"paman teruchi bertanya sambil memasang pose berfikirnya,-tangannya di letakan di dagunya seperti di film detektif k*n*n itu loh...-

"Iya saya orang baru di sini,perkenalkan nama saya naruto paman salam kenal."

"kalau begitu panggil saja saya teruchi salam kenal naruto,apakah kau tinggal di apartemen sebelah jalan shinobi itu?"paman teruchi menunjuk sebuah bangunan megah berlantai tiga di dekat kedainya itu.

"Ah...bukan,aku tinggal di rumah yang berada di bukit itu." naruto menunjuk ke arah bukit tempat rumah yang baru di belinya kemarin.

"APA...!"

"APA...!"

Naruto tersentak kaget bahkan kuah ramen yang berada di mangkuknya sedikit tumpah dan mengenai bajunya karna mendengar teriakan ayah dan anak yang sangat kompak ini.

"kau tidak apa-apa ?"

"Apakah ada yang terluka ?"

"Segera tinggalkan tempat itu!"

"Iya,kemasi barang-barangmu sekarang!"paman teruchi dan ayame terus saja menanyakan dan menyuruh naruto untuk meninggalkan rumahnya itu.

"Sebaiknya kau cepat berkemas"

"iya,dan jangan pernah ke rumah itu lagi"ayame berbicara dengan wajah yang serius dan menatap naruto seakan-akan ingin memakannya hidup-hidup.

"Wow..Wow..Wow...tenanglah sedikit,sebenarnya ada apa?,kenapa paman dan ayame-nee menyuruhku meninggalkan rumah yang baru saja saya beli, yang bahkan saya belum sempat tidur di sana ?"

Ayame lalu menatap ke arah ayahnya dan di sambut ayahnya dengan gelengan kepala,namun ayame men death-glare ayahnya seakan mengatakan 'turuti-apa-kataku-atau-kau-mati' yang langsung di balas anggukan lemah oleh ayahnya seakan akan mengatakan 'baiklah-daripada-aku-mati' lalu ayame berbalik ke arah naruto.

'GLUP'

naruto menelan ludah saat ayame berbalik ke arahnya dan memasang muka horornya, lalu dia mendekatkan kepalanya ke arah naruto dan mulai berbicara

"Rumah itu ber-"

"ber. ?"naruto bingung karna ayame tidak melanjutka kata-katanya

"berhantu."

BRUK..

Naruto terjatuh dengan posisi yang tidak elit yaitu kepala di bawah sedangkan kaki di atas yang bersangga di atas kursi.

"ku pikir apa ternyata hanya hantu.."

hilang sudah ekspresi penasaran naruto,karna ia kira rumah itu adalah rumah para teroris atau penjahat yang bisa saja datang ke rumahnya untuk membunuhnya karna sudah membeli rumahnya itu.

"Sudahlah,berapa semuanya paman?"

lalu naruto menyerahkan uang 10.000 yen dan meninggalkan kedai ramen tersebut

"Ambil saja kembaliannya paman!"teriak naruto begitu keluar dari kedai ramen paman teruchi.

"Dasar anak itu,kalau terjadi apa-apa bagai mana ?"paman teruchi berkata sambil memasang wajah prihatinnya.

"Semoga tak terjadi apa-apa"ayame berkata dan di balas anggukan oleh ayahnya

"Hah..ada-ada saja,Hantu?aku tak percaya di dunia ini ada hantu,hahahaha sungguh menggelikan ah...sebaiknya aku cepat-cepat pulang dan mandi."

naruto lalu mempercepat langkahnya untuk cepat-cepat sampai di rumah dan mandi.

"Ah...segarnya."Naruto keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang menutupi bagian privasinya saja

"khe...hantu ?mana tidak ada,hantu hanya untuk orang yang lemah,lihatlah otot ini apakah ini terlihat lemah ?"Naruto bernasis ria di depan cermin dan menunjukan otot tangannya yang menyembul keluar.

'iya kau kuat,hihihihi'

"iya dong seorang marinir kan harus kua- eeehhhh..."naruto kaget karna mendengar suara berbisik di telinganya yang otomatis membuat bulukudu naruto berdiri *reders :alah bilang aja merinding*

"si-apa i-tu?"naruto memandang sekelilingnya dengan takut-takut.

"Ah..mungkin hanya halusinasiku saja."naruto lalu kembali menghadap ke arah cermin dan-

"AAAAAAA... "Naruto berteriak kaget lalu berlari keluar kamar menuju ke arah ruang tv setelah melihat tulisan yang berwarna merah seperti darah yang ada di cermin yaitu

'PERGI DARI RUMAH INI ATAU KAU MATI' yang langsung saja membuat naruto kabur.

"Hah...hah...hah...apa itu tadi ? Tak mungkin kan kalau itu perbuatan hantu ?"naruto mengatur nafasnya yang sedang memburu karna habis berlari.

SREKK...SREKK...SREKK

Naruto mendengar suara yang membuat bulukudunya berdiri, lalu naruto menengokkan kepalanya ke arah bunyi itu berasal, dan yang terjadi adalah-

"Aaaaaaaa..."

Naruto yang berteriak takut karna melihat pisau yang sedang mengasah sendiri tanpa ada orang yang mengasahnya,lalu pisau itu berbalik ke arahnya dan melayang ke arah narut.

"Tidakkk..."

DUGGG...

BRUKKKK...

Naruto sukses terjatuh karna menabrak dingding yang berada di depannya karna dia tidak mengetahui kalau di situ ada dingding dan menyebapkan plipisnya berdarah, belum selesai sampai di situ tiba-tiba pisau itu melayang ke arah naruto yang baru bangun dengan refleks naruto menutup mata lalu-

CTING...

Naruto berfikir 'mengapa tidak sakit' lalu dia membuka matanya dan melihat ke samping tempat pisau itu tertancap di dingding yang hanya berjarak 1 cm dari kepalanya.

"Fyuhhh...untung tidak kena" Naruto menghela nafas lega tetapi tiba-tiba pisau itu bergerak ke arah dingding dan meniliskan sesuatu yang anehnya. Bisa berwarna merah seperti darah.

PERGI DARI RUMAH INI! SEKARANG!

Naruto lalu berlari ke luar rumah,tanpa sadar ia hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya karna dia belum sempat berpakaian.

"Kyaaaa...apa-apaan itu"

"Jangan di liat nak!"

"Astaga...kami-sama"

Naruto terus saja berlari tanpa memikirkan teriak-teriakan aneh yang ia dengar dari seorang ibu-ibu yang langsung menutup mata anaknya,dan gerombolan gadis yang tepar dengan hidungnya yang mengeluarkan darah,yang ia fikirkan hanya meminta tolong kepada orang yang bersedia membantunya, lalu ia teringat 'ah..iya polisi,polisi kan akan selalu membantu masyarakat'pikir naruto,lalu naruto mempercepat larinya untuk mencapai kantor polisi.

BRAK...

Naruto mendobrak pintu kantor polisi dan langsung berteriak geje

"Pak polisi tolong di rumah saya ada pisau yang mau membunuh saya,lalu dia melayang ke arah saya lalu menancap di tembok dan dia menuliskan PERGI DARI RUMAH INI,SEKARANG! Dan juga di cermin kamar saya "Naruto bercerita tanpa jeda dan ia bercerita dengan menggerak-gerakan tangan seperti terbang saat ia menceritakan pisau yang terbang dan lihatlah reaksi orang yang ada di sana.

1 Detik...

15 Detik...

30Detik...

1 Meni-...

CROT...

Orang yang berada di situ langsung tepar dan mengeluarkan darah dari hidung mereka.

"Kenapa in-"

"B-Baka pisangmu terlihat..."ujar seorang petugas yang sudah bangun dari teparnya .

"Pisang...?"Naruto berkata dengan tampang belo'onnya lalu mengerenyit setelah merasa dingin di bawah badannya .

"Bodoh 'itu'mu terbuka"tunjuk petugas lain ke arah bawah naruto lalu naruto mengikuti arah jari itu dan

5 Detik...

10 Detik...

30 Detik

1 Menit...

"Aaaaaaaaaaaa..."

Terdengarlah teriakan membahana dari kantor polisi itu.

»»»»»»»»»GHOST HOUSE««««««««

"Mana ? Mana pisau terbang yang kau katakan itu tuan ? Mungkin hanya halusinasimu saja tuan"

"Tidak, aku tidak bohong!,coba lihat tembok ini pasti ada darahnya ka- loh...mana ?"Naruto bingung tadi di tembok ini terdapat tulisan yang berwarna merah tapi sekarang dia sudah pulang tidak ada lagi tulisan itu,

"Sebaiknya anda istirahat saja tuan dan baju itu untuk anda saja tuan" lalu petugas itu pergi meninggalkan naruto yang kebingungan karna masih penasaran kemanakah tulisan-tulisan itu pergi.

"Di mana tilisan-tulisan itu ya ?Ujar naruto bingung lalu dia meraba-raba tembok itu dan menelitinya dengan serius.

"Ah...kenapa aku jadi seperti orang idiot ya ? Sebaiknya aku tidur untuk dapat bekerja besok,aku tak mau mengambil libur terlalu lama,baiklah waktunya tidur"naruto lalu menuju tempat tidurnya dan merebahkan dirinya,melupakan sejenak pristiwa-pristiwa aneh yang di alaminya tadi pagi,tetapi mungkin besok akan lebih mengerikkan dari sebelumnya

TBC

HAI MINNA^^~,Nana-chan kembali dengan membawakan chapter 2 ini *nyodorin kertas buruk rupa*maaf kalo fanfic ini tidak memuaskan dan humornya tidak kerasa,trimakasi untuk ripiu dari para senpai *walaupun hanya dua T.T*sangat membantu untuk mendongkrak semangat nana-chan untuk lebih giat menulis di fanfic ini akhir kata

RIPIU MINNA^^~