oOo

Main Cast : Luhan, Sehun.

Rate : M

Gendre : Hurt, Drama, Romance.

Length : Chapter

PS : FF ini adalah GS untuk para UKE dan seperti sebelumnya, main cast lain akan muncul dengan bertambahnya Chapter. FF ini hasil inspirasiku sendiri. Jadi aku mohon dukungan reviewnya^^ menerima saran ataupun keritikan tapi menolak bash! Happy reading^^

.

.

.

Luhan berjalan pelan menyusuri jalanan Seoul yang padat penduduk. Banyak kendaraan yang melintas di jalan besar dan juga pepohonan yang berdiri tegak di setiap sisi trotoar, langit malam terlihat indah dengan bintang bertaburan sebagai hiasan. Café café ataupun restoran terilahat masih ramai walaupun jam sudah menunjukan pukul Sembilan Malam. Luhan mengelus pelan perutnya saat merasakan perutnya kembali berbunyi. Berharap dengan ini perutnya tidak lagi merintih meminta asupan nasi.

Langkah kecil Luhan terhenti di depan rumah sakit yang seolah sudah menjadi rumah ke duanya. Menatap sendu dengan fikiran yang mulai berkecamuk dalam benaknya. Dia sudah bekerja lima hari menjadi asisten Sehun dan belum juga menemukan cara untuk bisa menambah biyaya operasi Chris, dan juga biyaya inap Chris beberapa hari kebelakang. Fikiran Luhan terasa buntu seakan tidak ada cara untuk bisa mengurangi beban hidupnya.

.

.

"Luhan kau datang ?" Minseok menyapa Luhan dengan gembira saat melihat Luhan memasuki ruangan inap Chris. Kondisi Chris sudah terlihat sedikit baik. Setidaknya Chris tidak menggigil seperti malam itu.

Luhan membalas sapaan Minseok dengan senyum kecil dan segera mengambil tempat untuk duduk di sisi ranjang Chris. Tangan Luhan dengan lembut mengusap kening Chris yang sudah tertidur pulas.

"Hari ini kondisnya sangat baik Lu.. dan doctor Suho bilang Chris bisa pulang besok"

Luhan menoleh pada Minseok yang berdiri di belakangnya.

"Ya.. Aku tahu tentang itu, terimakasih Min kau sudah menjaga Chris selama aku bekerja" Luhan tersenyum tulus. Luhan sungguh beruntung bisa mengenal orang orang sebaik Baekhyun. Minseok dan Kyungsoo.

"Tidak masalah Lu.. itu sudah kewajibanku lagi pula aku sangat menyukai anakmu" Minseok tersenyum lebar. Menunjukan pada Luhan bahwa tidak ada beban yang harus ia pikul saat merawat Chris.

"Aku harus membayar biyaya perawatan Chris.. Bisa tolong kau tunggi Chris sebentar ?"

Minseok mengangguk. Luhan tersenyum kecil dan keluar dari ruangan inap Chris.

Tatapan cerah Minseok perlahan meredup dengan menghilangnya bayangan Luhan dari hadapannya. Minseok jelas bisa melihat gurat kelelahan Luhan di wajah Luhan. Luhan wanita yang sangat kuat dan itu memunculkan keterkaguman sendiri bagi Minseok.

.

.

"Terimakasih.." Luhan menerima bukti pembayaran dari pihak Rumah Sakit. Luhan terpaksa menggunakan uang pemberian Baekhyun untuk melunasi biyaya Chris selama di rawat.

Lima juta won. Uang untuk biyaya operasi Chris berkurang Lima Juta Won. Luhan memejamkan matanya dan menangkup dua tangannya. Berdoa pada tuhan, agar dia bisa mengganti uang yang sudah ia gunakan secepatnya.

.

.

Di pagi hari, saat matahari baru saja beranjak dari peraduannya. Baekhyun justru sudah siap dengan Boys Stylenya. Sebuah topi hitam terpasang pas berpadu dengan rambut tergerai panjangnya, kaos pendek yang sedikit memperlihatkan perut sexynya di padu dengan jaket kulit hitamnya. Baekhyun mengenakan celana jeans ketat dan sepatu ankle boots berwarna senada yang membuatnya semakin terlihat mempesona. Baekhyun adalah manager artis yang pesonanya bisa di sama ratakan dengan jajaran artis ternama korea.

Ketukan sepatu boots Baekhyun terdengar menyisiri rumah mewah yang ia masuki. Rumah bernuansa maskulin khas seorang pria dewasa dengan warna Hitam Putih yang mendominasi. Mata Baekhyun menangkap sosok Sehun yang tengah duduk santai di ruang makan. Dengan cepat, Baekhyun menghampiri Sehun dan melempar kasar sebuah Koran di meja makan Sehun.

Sehun melirik jengah pada sikap managernya yang lebih pantas di sebut seperti ibu tiri.

"Kau lihat itu! Astaga. Kapan kau berhenti membuat masalah ?" Baekhyun memijat pelipisnya dengan pelan dan mengambil tempat untuk duduk di hadapan Sehun.

"Dari pada kau memarahiku.. Lebih baik kau mencari tahu, siapa yang sudah membocorkan pertengkaran dua wanita bodoh itu pada media" Sehun bersikap santai. Menganggap berita ini bukanlah tanggung jawabnya.

"Dua wanita yang kau sebut bodoh itu bertengkar karnamu Sehun! Kau tahu, aku muak jika selalu harus mengurusi artikel artikel tentangmu"

"Kau bisa berhenti menjadi managerku kalau begitu.."

"Andai itu bisa aku lakukan mungkin aku yang sudah lebih dulu mendepakmu!" Baekhyun menatap Sehun kesal. sungguh! Dosa apa dirinya sampai harus menangani selebrity seperti Sehun.

Sehun menyesap susu putih yang sudah tersaji di atas meja dengan tenang. Tidak menghiraukan Baekhyun yang menatapnya dengan tajam.

"Lagi pula, ini bukan salahku Baek.. Mereka bertengkar tanpa aku suruh"

"Mereka tidak akan menjadi buas jika kau tidak memancingnya Sehun" Baekhyun sangat tahu bagaimana kelakukan Sehun pada selebrity wanita. Dan tanpa melihatpun, Baekhyun sudah bisa mengetahui, apa yang dia lakukan bersama Irene sehingga memancing kecemburuan Soohyun.

"Ok.. Untuk hal aku tidak bisa, aku sangat suka memancing wanita" Tawa kecil Sehun terdengar, membuat Baekhyun semakin merasakan pening pada kepalanya. Andai Baekhyun bisa memutus kontrak kerjanya dengan Agency. Pasti Baekhyun akan melakukannya hari ini juga.

"Lagi pula, bukankah ini bagus untuk mempromosikan film kita ?"

Baekhyun mendengus. Sedikit setuju dengan ucapan Sehun.

"Dan ini bukan yang pertama. Masyarakat tahu tentang julukan dan pesonaku, mereka tidak akan menyudutkanku dalam kejadian bodoh seperti ini"

Baekhyun menunduk lesu. Memang orang orang di luar sana tidak pernah menyudutkan Sehun jika ada dua selebrity wanita bertengkar untuk memperebutkannya. Justru orang orang akan dengan lantang, menghujat selebrity wanita yang seolah pasang badan untuk memiliki Sehun. Menurut Baekhyun, mereka semua bodoh karna menyukai orang seperti Oh Sehun. Andai Baekhyun di beri pertanyaan tentang 'Apa keinginan terpendam mu' mungkin Baekhyun akan menjawab 'Ingin menjadi haters OH SEHUN'.

"Tapi kau tidak tahu bagaimana lelahnya aku untuk terus berbicara pada media. Menjelaskan apa yang sudah terjadi tentang artikel artikel sialanmu itu Sehun!" Baekhyun mencoba mengungkapkan keluhannya pada Sehun. Berharap, Sehun akan mengerti dan sedikit menjaga sikap namun yang Baekhyun dapatkan hanyalah gedikan acuh.

"Itu sudah tanggung jawabmu Baek.."

"YAK!" Baekhyun reflek berdiri. Bersiap untuk memukulkan tas bermerknya pada kepala Sehun. Sehun benar benar orang yang tidak bisa mengerti kesulitan orang lain.

"Maaf.. aku terlambat" Luhan datang. Dan menatap bingung pada Baekhyun yang tengah mengangkat tinggi tinggi tas tangannya.

"Kau selalu pulang cepat tapi selalu datang terlambat. Harusnya kau datang sebelum aku bangun dan menyiapkan semua kebutuhanku!"

Luhan membungkuk saat mendengar teguran Sehun.

"Maaf.."

Baekhyun menghela nafasnya. Keinginannya untuk menjadi HATERS OH SEHUN semakin besar saat harus melihat sikap buruk Sehun kepada Luhan.

"Dia bukan pembantumu Oh Sehun.."

"Tapi dia asistenku Byun Baekhyun.. Harusnya dia menginap di sini untuk mengurus semua kebutuhanku. Kau tahu, Aku bahkan membuat ini sendiri" Sehun mengangkat gelas tinggi berisi susu yang ia minum. Menunjukan pada Baekhyun dan Luhan tentang apa yang sudah dia lakukan.

Sehun memang biasa tinggal bersama asistennya atau Baekhyun jika dia tidak sempat untuk pulang ke apartement. Karna Sehun tidak memiliki pembantu yang berada Dua Puluh Empat jam di rumahnya. Satu pembantu hanya akan datang satu minggu satu kali untuk membersihkan rumahnya.

"Itu hanya satu gelas susu Sehun! Balitapun bisa membuatnya"

"Aku lapar. Cepat buatkan aku sarapan" Tanpa meperdulikan ejekan Baekhyun. Sehun segera memberi perintah yang langsung Luhan turuti.

Baekhyun mendelik. Memang Sehun biasa memperlakukan kasar asistennya tapi melihat sendiri kalau yang menjadi korban adalah sahabatnya membuat Baekhyun ingin melempar Sehun keluar dari jendela.

Ponsel Baekhyun bergetar dan Baekhyun baru teringat sesuatu.

"Aku harus pergi.. Kau hari ini ada jadwal pemotretan majalah, kau bisa berangkat bersama Luhan nanti. Ingat! Jam sepuluh pagi jangan terlambat" Baekhyun menekankan setiap kata di bagian akhir.

"Boleh aku tahu temmanya apa ?"

"Majalah ini untuk terbitan musim panas"

"Wow.. Aku suka musim panas" Sehun tersenyum penuh minat. Membuat Baekhyun ingin mencolok mata Sehun yang berbinar penuh gairah. Sehun sangatlah menyukai payudara dan vagina. Dan musim panas tentulah tidak lepas dengan wanita yang mengenakan pakaian terbuka.

Baekhyun menghela nafasnya dan segera pergi dari hadapan Sehun. Baekhyun tidak yakin akan mampu menahan untuk tidak memukul kepala Sehun menggunakan sepatunya jika terus berada di ruangan yang sama dengan Sehun.

.

.

Luhan berjalan dengan hat hati menuju ruang makan Sehun dan meletakan makanan yang sudah ia buat di hadapan Sehun.

Sehun menatap lekat masakan buatan Luhan. Seperti tumis yang berisikan sayuran juga potongan daging.

"Kau yakin kalau aku masih bisa hidup setelah memakan masakan sampahmu ?" Sehun mendelik pada Luhan yang lagi lagi membungkuk padanya.

"Maaf.. A Aku tidak tahu harus memasak apa, tapi aku sudah mencicipinya kau tidak perlu hawatir"

Sehun kembali menatap tanpa minta pada masakan Luhan. Dengan pelan, Sehun menyendok masakan Luhan dan memasukkannya ke dalam mulut. Sehun menyeringit beberpa detik dan mengeluarkan semua isi mulutnya di lantai.

"Masakanmu benar benar terasa seperti sampah Luhan!" Sehun manatap tajam pada Luhan dan menumpahkan semua masakan Luhan buat di lantai.

Luhan terdiam saat melihat makanan yang sudah ia masak berceceran di lantai. Apa Sehun suka membuang makanan ? Padahal di dunia ini banyak yang merasa kelaparan. Tapi Sehun justru menyianyiakan berkah yang sudah tuhan berikan.

"Bersihkan itu.." Sehun menaruh kasar sendoknya dan berjalan melewati Luhan dengan senyum sinis. Sebenarnya masakan Luhan tidaklah buruk, tapi Sehun selalu menyukai kepuasan yang ia dapatkan setelah menyulitkan orang lain. Itu adalah hobby Sehun selain menjamah vagina wanita.

Luhan menatap sendu pada makanan yang tercecer menjijikkan di lantai. Luhan terdiam beberapa detik dengan terus menatap masakannya. Harusnya Luhan menuruti apa yang Sehun perintahkan, namun Luhan justru memasukan makanan itu kembali ke dalam wadah.

"Aku masih bisa menghangatkannya" Satu tetesan airmata mengalir dari pelupuk mata Luhan. Menyadari kalau dirinya terlihat sangat menyedihkan.

Luhan menghapus airmatanya dan kembali berjalan menuju dapur untuk menghangatkan masakannya. Dari kemarin Luhan belum memasukan satu butir nasipun ke dalam perutnya. Dan Luhan berharap, semoga makanan yang Sehun buang bisa mengganjal perutnya, setidaknya sampai besok.

.

.

"Kita pergi berdua ?" Luhan bertanya ragu kepada Sehun. Kini mereka berdua berada di sisi mobil Sehun, bersiap berangkat menuju lokasi pemotretan.

"Apa masih harus bertanya ?" Sehun mendengus kesal.

"Kau yang menyetir"

Luhan menoleh terkejut.

"A.. Aku tidak bisa menyetir Sehun" Luhan berucap pelan. Walaupun diriya pernah memiliki mobil tapi Luhan belum sempat mempelajarinya sebelum kejadian itu merusak hidupnya.

"Wanita dewasa sepertimu tidak bisa mengemudi mobil ? Astaga! Aku tidak tahu, Baekhyun menemukanmu di pelanet mana" Sehun berucapk kesal membuat Luhan lagi lagi membungkuk karna merasa tidak bisa menjadi asisten yang baik.

"Maaf.. Maafkan aku"

Sehun tidak menghiraukan permintaan maaf Luhan dan segera memasuki mobilnya.

"Cepat masuk atau kau aku tinggal!"

Luhan terkejut dan segera membuka pintu mobil Sehun.

"Kau fikir aku supirmu!"

"Ya ?" Luhan menatap heran pada Sehun melalui kaca yang berada di dalam mobil Sehun.

"Duduk di sampingku! Bukan duduk di kursi belakang" Sehun mendengus kesal. Tingkah Luhan benar benar menjengkelkan.

Luhan mengangguk dan segera berpindah di kursi samping Sehun. Tanpa menunggu lama, Sehun melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.

Di perjalanan suasana terasa hening dan canggung untuk Luhan. Hari ini adalah pertama kalianya ia memasuki rumah Sehun. Memasak untuk Sehun, walaupun berakhir ia makan sendiri dan duduk berdua di dalam mobil yang sama dengan Sehun. Luhan tidak berani bergerak, bahkan untuk bernafaspun Luhan merasa takut. Entahlah, di matanya Sehun terlihat sangat mengerikan. Luhan tidak pernah berfikir sifat Sehun seperti ini. Karna jika di lihat dari layar TV, Sehun adalah selebrity pria yang banyak di segani karna ketampanan, kebaikkan dan keramahannya. Sehingga siapapun tidak akan percaya kalau Sehun adalah sosok mengerikan jika di belakang layar.

Sehun menghentikan mobilnya di sisi jalan dan kelaur meninggalkan Luhan tanpa ucapan. Luhan hampir ingin melepas sabuk pengaman untuk menyususl Sehun, namun urung Luhan lakukan saat mata beningnya melihat Sehun di depan sana tengah membantu seorang kakek tua untuk menyebrang.

Luhan terdiam. Sedikit tereyuh ketika melihat Sehun dengan sabarnya menuntun kakek tua untuk berjalan. Luhan tidak tahu, Sehun melakukan hal itu hanya untuk image selebritynya atau benar benar tulus karna ingin membantu. Apapun alasannya, yang terpenting kakek tua itu bisa menyebrang dengan selamat.

Sehun memasuki mobil tanpa kata kata dan kembali melajukan mobilnya. Luhan menunduk dan diam diam senyum tipis Luhan terukir indah di bibirnya.

.

.

Sehun tengah duduk dengan maminkan ponselnya. Para make up artisnya dengan telaten merias wajah Sehun yang sebenarnya sudah sangat tampan. Di sebelahnya duduk sesosok wania lain yang terus melirik pada Sehun secara diam diam. Dia 'Sulli' yang akan menjadi partner pemotretan Sehun.

"Baekhyun! Baekhyun!"

Baekhyun yang tengah duduk bersama Luhan menoleh bersamaan saat mendengar suara seseorang berteriak memasuki ruang make up.

"Krystal kecelakaan!" Seorang pria berusia di atas 40 tahun berbicara dengan raut gelisah pada Baekhyun yang menatapnya bingung.

"Lalu ?"

"Tidak ada waktu untuk mencari model lain. Tolong, apa bisa kau mengganti posisi Krystal ? Tidak mungkin jika hanya Sehun dan Sulli"

Baekhyun mendelik. Walaupun dirinya pernah menjadi model, tapi itu dulu sebelum menjadi kekasih PARK CHANYEOL. Dan Baehyun belum ingin mati sekarang.

"Aku menolak" Baekhyun berucap tegas. Chanyeol bisa membunuhnya jika melihat tubuhnya terpampang di majalah.

"Aku mohon.. kalau kau tidak bisa tolong hubungi artis di agencymu"

"Luna sedang shooting di china"

"Bagaimana dengan Yoona ?"

Baekhyun mendengus. Semua artis yang berada di agencynya adalah artis ternama yang tidak bisa di panggil secara mendadak.

"Kau fikir mereka artis jalanan" Ingin rasanya Baekhyun memelintir kepala Tuan Rui.

"SIAL! Semuanya berantakan" Tuan Rui menjambak rambutnya frustasi. Semua konsep, baju sudah di siapkan untuk tiga orang dan tidak mungkin di batalkan apa lagi hanya menggunakan dua orang.

"Dia kasihan Baek.."

Baekhyun menoleh pada Luhan yang bergumam kecil dan sebuah ide malaikat hinggap di benak Baekhyun.

"Bagaimana dengan dia ?" Baekhyun berdiri dan menunjuk Luhan pada Tuan Rui. Tuan Rui memperhatikan tubuh Luhan yang terlihat sedikit kurus namun masih sangat sexy. Wajah Luhan cantik hanya tinggal di beri sedikit riasan maka akan mejadi dewi musim panas. Senyum Tuan Rui terlihat.

"Tidak buruk. Ayo siapkan semuanya!" Tuan Rui berlalu dengan memberi isyarat pada para staff untuk kembali melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.

Luhan terdiam. Sedikit merasa bingung dengan pembahasan Baekhyun bersama Tuan Rui.

"Luhan ayo bersiap" Baekhyun menarik tangan Luhan dengan antusias.

"Bersiap apa Baek ?"

"Menjadi model bersama Sehun"

Luhan mendelik. Sedangkan Sehun menoleh saat mendengar namanya di sebut.

"Kau gila ?"

Baekhyun mendengus dan kembali duduk di samping Luhan.

"Luhan ini adalah kesempatanmu untuk mendapatkan uang.. Bayaran yang akan kau terima Sepuluh Juta Won"

"Se sepuluh juta won ?" Luhan bertanya dengan tidak percaya. Sepuluh juta won bisa mengganti uang Baekhyun dan menambah uang operasai untuk Chris.

"Tapi Baek. Kau tahu aku tidak bisa" Luhan menatap ragu pada Baekhyun. Sejak lahir ia tidak pernah berfikir untuk mempelajari pose para model.

"Tidak masalah. Akan ada yang mengarahkanmu Luhan"

"Tapi Baek.."

"Demi Chris" Baekhyun memotong kalimat Luhan. Chris adalah kelemahan Luhan.

Luhan terdiam beberapa detik dan setelahnya Luhan mengangguk dengan masih sedikit keraguan terselip di wajahnya. Baekhyun tersenyum lebar dan segera membawa Luhan untuk bisa cepat di poles.

-Chris- Sehun bergumama dalam hati. Merasa penasaran pada sosok Chris yang bisa membuat keputusan Luhan berubah dengan begitu cepat.

.

.

Sehun dan Sulli lebih dulu melakukan sesi pemotretan di tepi kolam renang. Sehun mengenakan kemeja pendek bercorak bunga dengan celana pendek bewarna putih yang terlihat pas di pasangkan dengan kemeja Sehun yang mempunyai perpaduan warna cerah. Sementara Sulli hanya mengenakan hot pants dan bra bercorak bunga senada dengan kemeja Sehun. Sulli dan Sehun saling menunjukan pose terbaik mereka. Beberapa pose di haruskan intim, saling berpelukan dan merangkul pada tubuh masing masing. Dalam hati Sulli merasa senang karna dia bisa menyesap aroma memabukkan tubuh Sehun.

"Sehun pangku Sulli sekarang" Sang pengarah gaya memerintah. Dengan gembira Sulli duduk di atas pangkuan Sehun yang sudah duduk di kursi putih yang sudah di sedikan.

"Kau sangat sexy" Sehun berbisik pelan di telinga Sulli. Membuat Sulli mati matian menahan dirinya untuk tidak berteriak.

.

.

Pintu ruang make up terbuka dan menampilkan sosok cantik Luhan bersama Baekhyun yang terus terseyum lebar menatap penuh kagum pada Luhan. Ini adalah pertama kalinya ia kembali melihat Luhan dengan riasan make up sejak mereka pindah ke korea beberapa tahun lalu dan Baekhyun hampir di buat menganga karna Luhan terlihat sangat sangat cantik. Lebih cantik dari saat mereka berada di china.

Tubuh Luhan masih di balut dengan handuk karna Luhan merasa malu untuk berjalan dengan apa yang tengah ia kenakan. Rambut panjang tergerai Luhan sedikit di buat menjadi ikal dan mengembang. Bibir pink Luhan kini terlihat berkilau menggairahkan karna polesan lipsglos yang terpoles rapih di sana. Satu garis eyeliner tergambar rapih di atas bulu mata lentik Luhan. Membuat mata Luhan terlihat lebih indah. Dan polesan make up lainnya semakin menyempurnakan kecantikan Luhan.

Retina hitam Sehun dengan cermat memperhatikan Luhan yang sudah berdiri di depannya, Luhan masih menunduk tapi Sehun cukup bisa melihat kecantikan Luhan di matanya. Sekarang giliran pengambilan gambar untuknya bersama Luhan dan Luhan adalah satu satunya wanita yang membuat hati Sehun berdetak saat melihat wajahnya. Sehun tidak berkedip. Mata mereka saling menatap tanpa sepatah katapun yang terucap. Semua suara seolah tidak terdengar di telinga Sehun dan di mata Sehun sekarang hanyalah ada dirinya bersama Luhan. Tiba tiba Sehun merasakan ketertarikan pada Luhan semakin membesar.

Luhan meremas tangannya. Dia sudah cukup merasa gugup dan semakin gugup saat Sehun terus memandanginya dengan intens. Luhan merasa ingin berbalik dan pulang untuk memeluk anaknya.

"Luhan buka handukmu!" Luhan menoleh terkejut pada Sang pengarah gaya.

Membuka handuk ?!.

Baekhyun mendekat dan dengan cepat menarik handuk yang Luhan kenakan. Kini tubuh mulus Luhan terpampang sepenuhnya di hadapan kru dan juga, Sehun. Luhan menunduk, merasa malu saat orang orang memperhatikan dirinya. Walaupun ini hanya untuk kebutuhan pemotretan tapi entah kenapa Luhan merasa dia seperti menjadi wanita murahan sekarang.

Sehun hanya terdiam dengan masih menjadikan Luhan sebagai objek tatapannya. Beberapa staff pria tanpa sadar menelan liur mereka saat melihat Tubuh Luhan yang hanya di tutupi bra bergambar bunga Lili dan bawahan celana yang di buat menyerupai rok hanya sepanjang lima senti dari pangkal pahanya. Tubuh Luhan terlihat sangat putih mulus dan tanpa cacat. Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tubuh Sulli, tapi tubuh Sulli sudah biasa menjadi sampul majalah. Berbeda dengan Luhan, Luhan bagaikan sesosok yang baru untuk mereka.

Sehunpun kini sudah berganti kemeja dengan corak bunga lili yang serupa dengan yang Luhan kenakan. Sehun tersenyum kecil. Tahu betul kalau Luhan tengah gugup dan rasa malu. Dengan pelan, Sehun memegang pinggang Luhan. Luhan reflek mendongak dan mendapati wajah Sehun di atasnya.

"Cukup lakukan dengan baik agar pemotretan ini cepat selesai jika kau merasa malu" Sehun berbisik pelan. Luhan tidak menjawab dan hanya terdiam menatap mata Sehun. Mata Sehun terlihat teduh dan tanpa sadar mampu menenangkan semua ketegangan yang Luhan rasakan.

"Rengkuh Luhan, Sehun"

Sehun menurut dan merengkuh pinggang Luhan tanpa canggung, membuat tubuh Luhan sepenuhnya merapat padanya. Sehun bisa merasakan payudara Luhan yang menempel di dadanya. Hidung Sehun dengan cepat bisa mencium wangi dari tubuh Luhan. Wangi bunga mawar.

"Luhan menghadap ke depani"

Luhan menoleh pada arah camera sesuai perintah sang pengarah gaya membuat wajah Sehun kini berhadapan dengan telinga Luhan. Luhan bisa merasakan hembusan nafas Sehun yang sedikit menerpa ceruk lehernya.

"Terseyum Luhan"

Dengan kaku Luhan menarik belah bibirnya. Menimbulkan decak sebal Sang pengarah gaya.

"Bukan tersenyum seperti robot! Tersenyumlah yang alami, natural"

"Ingatlah sesuatu yang bisa membuatmu senang" Sehun berbisik di telinga Luhan. Berniat untuk membantu Luhan.

Satu bayangan wajah ceria Chris melintas di benak Luhan setelah mendengar bisikan Sehun sehingga mampu membuat Senyum indah Luhan mengembang dan dengan cepat sang fotografer mengabadikannya.

Sehun yang tidak mendapat arahan apapun. Sedikit memberi kecupan di telinga Luhan. Tubuh Luhan menegang namun Luhan tetap berusaha untuk bertahan dengan posenya.

"Sehun berengsek! Sehun keparat" Baekhyun mengumpat dengan suara kecil. Mata sipitnya jelas bisa melihat apa yang Sehun lakukan karna Baekhyun berdiri di sisi samping.

"Bagus.. Sekarang lingkarkan tanganmu pada leher Sehun dan saling menatap"

Luhan dengan ragu memegang pundak Sehun. Tatapan Sehun dan Luhan sudah saling beradu, tapi entah kenapa ini terasa begitu alami untuk mereka.

"Bukan pundak Luhan.." Bisikan Sehun kembali terdengar di telinga Luhan dan entah apa yang terjadi. Luhan merasakan jantungnya berdetak dan pipinya yang tiba tiba menghangat. Dengan sedikit berjinjit karna perbedaan tinggi mereka. Luhan merengkuh leher Sehun. Sehun tersenyum dan mengeratkan pelukannya pada pinggang Luhan.

Camera mulai memotret mereka berdua dari berbagai sudut untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Sehun dan Luhan saling menatap seperti apa yang di arahkan, yang mereka tidak tahu adalah. Keduanya secara diam diam saling mengaggumi satu sama laIn.

"Bagus! Kalian benar benar bagus" Sang pengarah gaya bertepuk tangan. Merasa puas dengan pose Sehun dan Luhan yang terlihat sangat natural.

"Kau dengar itu ? Dia memujimu" Masih dengan posisi yang sama. Seolah tidak ada yang ingin melepas rengkuhan satu sama lain. Sehun berucap tepat di depan bibir Luhan.

Sehun ingin mengecup bibir Luhan. Namun dengan cepat Luhan melepaskan rengkuhannya di leher Sehun. Sehun terkekeh pelan. Baru kali ini ada wanita yang menolak untuk di ciumnya.

"Sehun. Buka kemejamu dan masuklah kekolam renang."

Sehun mengangguk dan tanpa ragu membuka kemejanya di hadapan semua orang atau lebih tepatnya di hadapan Luhan. Luhan memalingkan wajahnya dengan cepat. Dia tidak terbiasa melihat tubuh seorang pria.

"Luhan duduk di tepi kolam renang dan Sehun berdiri di dalam kolam saling berhadapan"

Dengan baik. Sehun dan Luhan melakukannya sesuai arahan. Sehun tersenyum menatap Luhan yang juga tersenyum. Membiarkan camera kembali memotret mereka berdua. Tangan Sehun yang berada di dalam air sedikit mengelus betis Luhan yang terendam di dalam air. Kini senyuman Sehun berubah menjadi senyum penuh godaan pada Luhan.

"Break! Ganti baju ke dua" Tuan Rui. Sabagai pemimpin memerintahkan karna semua gambar di sesi pertama sudah di ambil dengan cukup baik.

Luhan segera berdiri di sisi kolam dan Baekhyun dengan cepat memakaikan handuk untuk menutupi tubuh Luhan. Baekhyun dan Luhan berjalan beriringan, meninggalkan Sehun yang masih berada di dalam kolam.

"Baek! Aku akan meminta agency untuk memotong gajihmu!" Sehun berteriak. Merasa di acuhkan managernya, padahal mereka berdua adalah orang yang seharusnya mengurus kebutuhannya.

"Berikan aku handuk!" Sehun berteriak pada staff lain karna Baekhyun sama sekali tidak menghiraukan dirinya. Apa Baekhyun tidak tahu kalau Sehun hampir membeku sekarang.

.

.

Pemotretan Sesi kedua. Dengan dua wanita mengenakan dress bercorak bunga sepanjang lutut. Dan high heels yang terpasang pas pada kaki Luhan dan Sulli. Sehun mengenakan kemeja hitam dan celana hitam. Menampilkan sosok kumbang yang di gandrungi para bunga.

Semua pemotretan berjalan dengan baik dan kini sampai pada sesi terakhir.

Sehun mengenakan baju formal. Kemeja putih yang di padu dengan jas silver dan di pasangkan dengan celana panjang berwarna putih, sepatu hitam mengkilat menyempurnakan penampilan Sehun. Sulli dan Luhan masing masing mengenakan gaun panjang yang terlihat gelamor. Gaun ungu Sulli memiliki taburan permata dan gaun merah Luhan memiliki taburan batu diamond kecil di bagian atasnya. Sulli terlihat anggun dengan rambut lurus yang tergerai dan Luhan terlihat menawan dengan tatanan Rambut di cepol rapih, menonjolkan bagian tulang leher Luhan yang polos tanpa hiasan apapun.

Sehun berdiri di tengah dengan Luhan yang menyender pada bahunya dan Sulli yang memeluk lengan Sehun dengan mesra. Sehun menunjukan expresi coolnya sebagai pria maskulin sementara Luhan menunjukan expresi sexynya dan Sulli dengan expresi menggodanya, perpaduan yang sangat sempurna untuk sang fotografer. Sehun terlihat bagai pangeran yang di kelilingi dua bidadari.

"Good job!" Tuan Rui berteriak puas. Semua kru menghela nafas lega dan saling membungkuk sebagai rasa terimakasih karna sudah saling membantu. Pemotretan hari ini selesai dengan sempurna.

"Luhan.. Kau sangat hebat" Baekhyun menghampiri Luhan dan memeluk Luhan dengan erat. Baekhyun benar benar di buat bangga pada Luhan. Seandaikan Luhan ingin melanjutkan untuk terjun ke dalam bidang ini, Baekhyun akan dengan senang membantu dan mendukung Luhan.

"Apa aku harus membuka fasnclub untukmu Lu ?" Baekhyun tersenyum menggoda, membuat kekehan kecil Luhan terdengar.

"Jangan berfikiran terlalu jauh Baek.."

"Ok" Baekhyun tersenyum. Dia tahu Luhan tidak pernah tertarik pada dunia hiburan. Itu bukan cita cita yang ingin Luhan capai.

Sehun lagi lagi memutar bola matanya. Setiap kali sesi pomotretan berakhir Baekhyun selalu menghampiri Luhan. Bukan dirinya! Astaga. Jadi apa mulai sekarang Baekhyun menjadi manager Luhan ? Manager asistennya sendiri ? Sungguh ini gila.

"Sehun. Bisa kita bicara sebentar"

Sehun menoleh pada Sulli. Dan tersenyum dengan ramah. Sebuah topeng yang selalu berhasil Sehun kenakan.

"Tentu" Sehun dan Sullipun berjalan bersama.

.

.

Luhan berjalan dengan susah payah menuju ruang make up. Gaun yang ia kenakan cukup panjang, membuatnya harus mengangkat sedikit agar bisa berjalan. Baekhyun tengah kerepotan mencari Sehun yang menghilang bersama Sulli –Itu yang Baekhyun dengar dari para staff-. Sehingga tidak sempat untuk menemaninya.

Luhan memutar knop pintu. Dan terdiam di tempat tanpa bisa kembali melangkah saat matanya melihat Sehun tengah berciuman bersama Sulli.

Sehun melumat bibir Sulli dengan penuh gairah. Bahkan Sehun sudah meremas payudara Sulli membuat desahan Sulli lolos dari belah bibirnya. Luhan menunduk saat harus kembali di suguhkan dengan pemandanganya yang sama. Tidak mungkin dia menggunakan ruangan ini untuk barganti pakaian maka Luhanpun memilih untuk pergi dan berpindah keruang ganti.

Pintu ruang make up tertutup dengan pelan. Dan mata Sehunpun terbuka, sebuah senyum kecil terukir di sela ciumannya bersama Sulli.

.

.

Luhan memasuki ruang ganti dan menghela nafas lega saat di sini tidak ada siapapun. Menaruh paper bag yang berisi bajunya dan meletakannya di lantai. Luhan terdiam. Bayangan Sehun yang tengah berciuman bersama Irene dan Sulli memasuki benaknya. Menimbulkan segala pemikiran perasaan yang entah kenapa terasa mengganggu. Sehun bukanlah siapa siapa untuknya, jadi untuk apa merasa terganggu ?.

Luhan mengambil bajunya bersiap untuk mengganti pakaian. Mencoba untuk mengalihkan pemikirannya. Namun sebuah usapan Luhan rasakan di punggungnya, Luhan menegang dengan hati berdebar. Bukan karna belaian yang ia rasakan tapi karna rasa takut yang tiba tiba merasuk padanya. Belaian ini terasa seperti belaian.

Luhan membalikkan badannya dengan cepat dan mendapati Sehun di depannya.

"Apa yang kau lakukan di sini ?" Luhan menatap ngeri pada Sehun. Bukankah harusnya Luhan merasa lega karna kini yang berhadapan dengannya adalah orang yang ia kenal ?. Tapi untuk sebuah 'Alasan' Luhan merasa semakin ketakutan.

Sehun tertawan pelan. Wajah Luhan benar benar terlihat penuh kewaspadaan.

"Membantumu, tentu saja. Kau akan berganti pakaian bukan ?" Sehun perlahan mendekat, membuat Luhan sontak memundurkan langkahnya.

"Jangan macam macam Sehun!" Luhan mencoba menggertak tapi Sehun hanya tersenyum kecil.

"Ayolah Luhan.. Jangan berpura pura" Sehun mengelus pipi Luhan yang langsung mendapat tampikan kasar dari Luhan.

"Jangan sentuh aku!"

Sehun kembali tertawa yang sangat terdengar menyeramkan di telinga Luhan.

"Kau menolakku ? Seorang gelandangan sepertimu menolak Oh Sehun ?" Sehun menatap tajam pada Luhan. Selama ia hidup, tidak ada wanita yang menolak dirinya. Dan di tolak gelandangan seperti Luhan membuat Sehun merasa emosi. Harga diri dan kebanggannya seolah di buat runtuh saat ini juga.

"Jangan berharap kau bisa lepas Luhan!" Sehun mendorong Luhan membuat Luhan terjatuh pada tumpukan baju di belakangnya. Dengan cepat Sehun menindihi tubuh Luhan dan mencium paksa bibir merah Luhan.

Luhan merontak dan menggerakkan kepalanya pada segala arah untuk melepaskan ciuman Sehun di bibirnya. Hal seperti ini membuatnya teringat dengan sesuatu.

(Tolong..) Suara itu kembali terdengar di telinga Luhan.

Airmata Luhan menetas. Bibirnya terbungkam sepenuhnya oleh lumatan Sehun. Membuat suara apapun yang keluar dari bibir Luhan hanya menjadi bisikan semata.

Tangan Sehun memegang sisi kepala Luhan agar kepala Luhan tidak bisa bergerak dan membiarkan Luhan memukul tubuhnya dengan berutal. Toh pukulan Luhan sama sekali tidak terasa untuknya.

(Tolong aku..)

-Tolong aku, Baek..- Luhan berucap lirih di dalam hati dan memanggil nama Baekhyun. Berharap Baekhyun akan datang dan menolongnya.

.

.

.

.

.

To be continue..

Kita bertemu di Chap dua^^ bener bener aku bilang Alhamdulillah, liat banyak yang review di chap satu. 44 review 44 orang. Aku tunggu loh review kalian semua untuk chap ini. Kalo ada yang ngilang, aku samperin kalian ke rumah masing masing LOL. Ok banyak pertanyaan kalian yang harus aku jawab^^ jadi di baca ya jangan di lewatin hohoho.

Pertama, soal Chris. Anak Luhan. Banyak yang Tanya "Kenapa aku makenya nama Chris bukan Ziyu". Soalnya RAHASIA ^^v jadi maaf ya buat yang minta di ganti jadi Ziyu aku ga bisa.. balik ke apa yang aku tulis di chap Satu. (dari segi apapun pas sama yang aku perluin). Semoga ini ga ngurangin minat kalian ma FF ini /Bow/.

Kedua, soal masa lalunya Luhan bakal ada flashback ga ?. Tentu ada dong masa ga ada, jadi terus baca terus review :*

Ketiga, soal penyakit anaknya Luhan. Leukemia limfotik itu ga beda jauh sama kangker darah lainnya Cuma bagian tubuh yang di serang aja yang beda. Leukemia limfotik itu masih sama karna sumsung tulang belakang yang memproduksi sel sel darah putih yang abnormal, tidak berfungsi dengan baik dan secara berlebihan. Jumblah yang berlebih mengakibatkan penumpukan di sumsum tulang sehingga sel sel darah yang sehat jadi berkurang. Dan penyembuhannya adalah dengan mengganti sum sum tulang belakang yang rusak, bisa pake donor diri sendiri atau dari orang lain. Tapi biasanya bakal di saranin buat radioterapi atau kemoterapi lebih dulu kalo dua itu ga berhasil baru ambil langkah ini. Cuma sekedar itu doang yang aku tahu kalo missal ada yang lebih tahu dan aku ada yang salah, tolong maafin ^^.

Keempat. Ada yang Tanya apa FF ini terinspirasi dari drama shehrazat ? (Ini bener ga nulisnya). Engga ^^ Ide FF ini muncul dari tetapanya aku di kamar Sehun beberapa minggu lalu dan kebetulan aku ga pernah nonton drama turki itu cuma tahu kalo anaknya shehrazat juga sakit begitu(?). kalo misal ada yang mirip mirip lagi itu cuma sebatas kebetulan^^

Kelima. Waaaaaahhhh banyak ya yang manggil aku eonni. Aku berasa tuir, tapi ga papa aku seneng^^ kalian yang lebih muda dariku adalah adikku kalian yang lebih tuir lagi dari aku, kakaku dan yang seumuran temenku^^. Di sini pada punya Twitter ga ?. follow TWku dong ( Ekykiki93) kebetulan baru di pake lagi beberapa minggu lalu. Mention aja nanti aku follback, jadi kita bisa ChitChat^^

Keenam. Thanks to :

Xoxo | tinywild | Lucky8894 | Fathiaramadanti | Arifahohse | rikha-chan | Lisasa Luhan | Oh Grace | niasw3ty | mandwa | fenystephani | noVi | Oh CheoCheo | Izu hn | choikim1310 | Xxian | ParkNada | Byun ye na | mr albino | Guest | hunnieluludeer | JYHYunho | tiehanhun9094 | laabaikands | SenNunna | elisyesihombing07 | MissPark92 | Novey | DEERHUN794 | xieluharn | Selenia Oh | Misslah | keiLu | kiney | Seravin509 | Juan Oh | Noona Lu | Ludeer | dear deer lulu | LisnaOhLu120 | anisaberliana94 | cc | ruixi1 | dearmykrishan | - The secret past chap 1.

Thanks juga buat yang udah follow, favorit^^ yang belum sempat review, aku tunggu reviewnya dan buat yang udah review, review lagi yaaaaaaaaaaaaaaaa /Bagin permen satu satu/

Ok see you di next Chap.. Jump! Jump! Jump! Jump! We are HHS ^o^