First LOVE

LeoniaOtaku

Kuroko no Basuke milik Tadatoshi Fujimaki. Author hanya memiliki OC dan Fanfiction.


- Chapter 2 -


Tok Tok...

"Miyuki, sudah pagi! Bangun!" ucap Sora sambil mengetuk pintu kamar Miyuki. Mendengar tak ada respon, Sora sudah menghela nafas dan mulai mengeluarkan kunci cadangan. Tapi, belum selang berapa detik, ia dapat mendengar suara kunci pintu yang diputar dari dalam. Segera ia tertegun.

"Miyuki sudah bangun? Ga mungkin..." ucap Sora dalam hati.

Pintu pun terbuka menampakan Miyuki yang sudah berseragam seirin dengan jaketnya. Tersenyum ke arah kakaknya yang sudah berdiri mematung di depannya.

"Ah, ohayo," sapa Miyuki.

". . . . . Ohayo," balas Sora setelah berdiam cukup lama.

"Kau kenapa?"

"Ah, tidak. Hanya... Langka sekali kau sudah bangun jam segini. Biasanya kau bangun siang,"

"Oh... Um... Sudah sma masa aku harus siang terus? Aku akan mulai rajin bangun pagi kok," ucap Miyuki sambil tersenyum. Sora hanya melihatnya tanpa respon membuat Miyuki bingung.

"Kenapa?" tanya Miyuki.

"Tak apa-apa, ayo sarapan," ucap Sora sambil mengelus kepala Miyuki dan berjalan ke ruang makan duluan. Miyuki hanya mengembungkan pipi setelah kepalanya dielus.

"Jangan perlakukan aku seperti anak kecil!" ucap Miyuki mulai berjalan di belakang Sora. Sora hanya tertawa pelan. Walau begitu, ia masih melirik Miyuki sedikit dengan tatapan curiga.

"Entah kenapa... Dia aneh hari ini,"


"Ohayo Kuroko~" sapa Miyuki begitu masuk kelas mendapati Kuroko sudah duduk di kursi nya dengan orang berambut merah yang duduk di depannya.

"Ohayo, Akiyama-san," balas Kuroko.

"Ohayo, e-to, Kagami-kun," sapa Miyuki pada cowok berambut merah, Kagami Taiga.

"Ha?" ucap Kagami bingung.

"Aku bilang, ohayo," jelas Miyuki.

"Nande?"

"Ha? Memangnya tidak boleh?" tanya Miyuki bingung. Sebelum pertanyaannya terjawab, terdengar bel yang menunjukan waktunya pelajaran. Miyuki hanya mengangkat bahunya dan menghela nafas sambil duduk di kursinya.

KAGAMI P.O.V

"Apa-apaan dia? Kenapa dia sok akrab denganku? Kalau tidak salah namanya Akiyama Miyuki, cewek yang mau menjadi salah satu pemain basket cowok. Hah? Omong kosong. Semua omong kosong yang kudengar.

Flashback : Setelah pertemuan basket.

Setelah pulang, Kagami berhenti sebentar di lapangan basket pinggir jalan hanya untuk melempar beberapa bola. Hasilnya bola berwarna orange di tangannya pun terlempar masuk ke ring.

"Aku memang kuat. Aku tidak butuh bantuan yang lain," ucap Kagami dalam hati.

Lalu ketika Kagami akan melempar lagi, kefokusannya terganggu pada orang yang berdiri di bawah ring. Cowok dengan surai baby blue, yang satu kelas dengannya dan satu klub basket dengannya.

"Sejak kapan kau ada disitu?" tanya Kagami sedikit terkejut dengan kehadiran sosok tersebut.

"Doumo," jawab Kuroko sambil mengambil bola.

"Apa yang kau lakukan?" tanya kagami.

"Dan apa yang kau lakukan sendirian?" tanya balik Kuroko pada Kagami sambil melempar, mengembalikan bola basket kagami dan kagami menangkapnya.

"Tidak ada, aku tidak sedang melakukan apa-apa,"

"Benarkah?"

. . . . .

"Aku berada di Amerika sampai kelas 2 smp, dan dipindahkan kesini. Dimana semuanya memiliki level yang rendah. Aku tidak melihat basket demi kesenanganku. Aku ingin bermain dengan serius yang membuatku tetap maju," ucap Kagami dengan pandangan tidak lepas dari Kuroko.

"Aku sudah dengar soalmu, aku dengar soal seberapa kuatnya Kiseki no Sedai, dari taun kita. Kamu berada dalam tim itu kan? Aku punya pemikiran sebesar apa kehebatan mereka, orang yang bisa berhasil dari yang lain," kagami meng-oper bolanya pada Kuroko dan ditangkap. Ia melanjutkan, "Tapi, sesuatu terasa tidak sama denganmu. Yang lemah dapat merasakan yang lemah, tapi kau... Tidak terasa apa-apa. Bahkan kekuatamu pun tak ada rasanya. Perlihatkanlah padaku, seberapa hebat Kiseki no Sedai itu," Kagami mengakhiri dengan menantang Kuroko.

"Kebetulan, aku juga berharap bermain dengamu," ucap Kuroko sambil melepas jas seragamnya. "One on one,"

.

Duk.. Duk.. Swush...

Duk.. Duk duk duk...

Duk.. Swush...

"Dia...Dia..." pikir Kagami sambil meng-gagalkan shoot, drive Kuroko.

"Dia amat lemah sampai aku ingin mati... Walaupun mereka tidak diberikan kekuatan fisik, pasti ada atlete yang sudah meningkatkan satu halnya. Tapi dia... kurang lebih dalam shoot, dribble, seperti pemula!" Pikir Kagami tidak percaya sambil memperhatikan Kuroko yang tengah berlari mengambil bola. "dia tidak ada yang bagus sama sekali,"

"Jangan bercanda. Apa kau tidak berfikir!? Seberapa percaya dirimu dengan berani menantangku dengan kekuatanmu itu!?" ucap Kagami meluapkan emosinya.

"Tidak mungkin. Tentu saja kau lebih kuat dariku, aku tau sebelum kita mulai," ucap Kuroko dengan emotionless.

"Kau mengajak berkelahi, hah? Apa yang kau pikirkan!?" ucap Kagami sambil menarik kerah Kuroko.

"Aku hanya ingin melihat seberapa bagus dirimu bagiku,"

"Apa?" ucap Kagami bingung dan melepaskan Kuroko. "Tak dapat dipercaya. Pasti ada yang salah denganku juga. Dia hanya amat lemah sampai tidak dapat dirasakan. Ini idiot,"

"Um..."

"Cukup. Aku tidak tertarik dengan yang lemah," ucap Kagami sambil berjalan ke arah tas dan jas nya. "Kuberitahu satu hal. Berhentilah dari basket. Seberapa banyak kau berusaha menutupinya dengan kata-kata baik, talenta rendah tetap ada. Kau tidak ada kemampuan dalam basket," ucap Kagami dan mulai membalikan badan.

"Aku tidak menerimanya,"

"Ha?"

"Yang pertama, aku suka basket. Dan aku tidak setuju dengan pendapatmu. Aku tidak peduli kuat atau lemah,"

"Apa yang mau kau katakan?"

"Aku bukan kamu. Aku adalah bayangan,"

Kagami dan Kuroko hanya diam. Mereka tidak menyada ada orang yang melihat kejadian itu dan tersenyum penuh arti.

Now : Kelas [Kagami P.O.V]

"Apa maksudnya?"


Normal P.O.V

Sekarang, di gym Seirin high, dimana para pemain basket tengah menyiapkan diri untuk berlatih tanding. Para junior melawan senior.

"Tak kusangka kita akan mencoba melawan senior," ucap salah satu junior.

"Ya, dan kudengar mereka sampai ke final pada kelas 1,"

"Serius!?"

"Huh, musuh seperti apa, asal ia kuat itu sudah cukup, ayo!" ucap Kagami mulai berjalan tanpa takut.

"Baiklah, mari kita lihat apa yang dapat dilakukan mereka ini," ucap Riko dalam hatinya sambil tersenyum memperhatikan anggota basket.

"Ano..."

"hm?"

"Kapan aku main?"

Miyuki bertanya pada Riko dengan sweat drop nya. Riko yang menyadarinya juga bersweat drop dan tertawa garing.

"Ah-aha-hahaha.. E-to... Miyuki-chan kau membantuku dalam mendata dulu ya. Bagian mu untuk bermain nanti,"

"Eh? Ah, baiklah,"

Riko menghela nafas sambil memejamkan matanya. "Aku lupa kalau dia ingin menjadi pemain,"

Prit!

Bola melambung keatas, dan segera Kagami dan kakak kelas bernama Mitobe meloncat untuk mendapatkan bola dan dimenangkan oleh Kagami. Segera anak kelas satu mengambil bola itu dan melemparkannya pada Kagami dimana Kaami langsung melakukan dunk dan mendapat skor.

"Waa... dunk nya hebat..." ucap anak kleas satu yang melihat kagami dengan tidak percaya.

"Sugoi..."

"Mereka hebat dari yang kuperkirakan. Kekuatan penghancur, permainan," pikir Riko bergitu tertegun melihat Kagami.

"Hmm~~ Begitu ya?" ucap Miyuki dengan pelan sambil mencatat beberapa tulisan di notes yang tadi diberikan Riko untuknya.

Dan pertandingan berlanjut dimana kagami terus menghasilkan skornya dengan dunk. Senior dan junior yang mulai kelelahan hanya tetap menatap Kagami tidak percaya. Walau begitu, Kagami tidaklah senang. Tapi kesal dengan salah satu anggotanya, kelas satu yang daritadi bolanya terus terambil. Kuroko.

"Kalau begini kita juga harus mulai serius ya?" ucap Hyuuga pada senior yang lain yang menjawab dengan anggukan.

Lalu di quater berikutnya, senior mulai mengetatkan pertahanan mereka. Tiga orang berjaga untuk kagami dan hal ini membuat Kagami tidak dapat bergerak bebas. Begitu Kagami tidak memegang bola, ia akan terus dijaga dua orang. Hal ini menyebabkan Kagami tidak dapat mencetak skor dan perbedaan angka semakin jauh.

"Mereka kuat..."

"Sudah pasti kita tidak akan menang..."

"Aku sudah cukup..."

Eluh anak junior yang mulai kelelahan. Mendengar itu, segera Kagami menarik baju salah anak.

"CUKUP!? Apa yang kau bicarakan!?" bentak Kagami.

Duk..

"Tolong tenanglah," ucap Kuroko sambil meng-takle lutut Kagami.

"Teme..." ucap Kagami dengan nada rendah menahan emosinya. Melihat itu, anggota lain langsung panik.

"Mereka bertengkar," ucap kakak senior bernama Kogane. "Hm? Kenapa Izuki?"

"Ah, tidak.. hanya... apa dia ada selama pertandingan?" tanya Izuki menunjuk Kuroko.

"Kuroko? Saa..." jawab Kogane.

"Bahkan aku lupa dan aku itu wasit," ucap Riko pelan. Segera ia menangkap sesuatu "Eh? Sudah berapa lama ia disana?"

PRIIIIITTT

"EEHHH?" teriak Riko terkejut mendengar suara peluit disebelahnya yang amat keras. Segera semua perhatian menuju pada peniup peluit, Miyuki.

"Mi-Miyuki-chan. Kenapa?" tanya Riko. Bukannya menjawab, Miyuki hanya berjalan ke court menuju kelas satu dengan rambut botak.

"Hei, kamu," tunjuk Miyuki pada orang itu.

"Eh? Aku?" tanya orang botak itu menunjuk dirinya.

"Yup, cepat tukar denganku, aku mau main," ucap Miyuki sambil tersenyum lebar.

. . . . . . .

"HAAAA?"

"Apa maksudmu Miyuki-chan!?" tanya Riko amat kaget mendengarnya.

"Habiz, aku juga harus dilalui percobaan kan? Dan aku tidak sabar menunggu. Tolong ya coach, ga apa-apa kan?" tanya Miyuki.

"Eh... um, baiklah.. tak apa-apakan?" tanya Riko pada anak kelas satu itu.

"Baik,"

"Arigatou~~" ucap Miyuki dengan mata berbinar-binar.

"Tch, tak kusangka aku harus bermain dengan cewek," ucap Kagami.

"Apa itu pujian? Arigatou~," ucap Miyuki.

"ITU BUKAN PUJIAN!"

"Benarkah?"

"Aiyama-san," panggil Kuroko sebelum Kagami dapat memulai pertengkaran baru dari Kuroko menuju Miyuki.

"Ah, Kuroko. Ada apa?"

"Yoroshiku,"

". . . Yoroshiku! Aku pikir kamu mau ngomong apa. Ahahaha," tawa Miyuki tidak menyadari Kagami yang dari tadi berusaha menarik kepalanya jika tidak ditahan oleh dua anak kelas 1.

"Ehem! Baiklah ayo kita mulai permainannya lagi!" ucap Riko.

"Hai!"

Semua pun berjalan kembali ke posisi mereka.

"Ano.. bisakah kau memberi aku pass?" minta Kuroko pada salah satu anak kelas 1 yang tengah memegang bola.

"Haaa?"

"Lakukan saja. Percayalah pada Kuroko," ucap Miyuki sambil menepuk pundak anak tersbut.

Pertandingan dimulai. Anak kelas 1 itu yang memegang bola masih berfikir untuk meng-pass nya pada Kuroko atau tidak.

"Walau aku memberimu bola apa yang bisa kau lakukan? Aku tidak tau. Dan kenapa Akiyama menyuruhku untuk tetap memberi pass?" tanpa pikir panjang lagi bola segera diberikan pada kuroko. Dan...

Swush...

"Eh?" ucap anak kelas satu dibawah ring karena tiba-tiba sudah mendapat bola melambung padanya. Segera ia memasukan bola tersebut.

"Heh, sudah dimulai ya?" ucap Miyuki dengan senyuman penuh arti.

"Eh? Masuk? EEHH!? Bagaimana bisa?" ucap Hyuuga dan anak senior lain tidak percaya.

Riko melihat itu hanya tertegun. Segera ia memfokuskan semua hal pada Kuroko dimana anak kelas satu mulai memberi pass kepadanya dan hilang terlempar ke tangan yang lain. Murid kelas satu pun terus memasukan bola dan mempersempit jarak skor.

"Dia menggunakan keberadaannya yang tipis untuk memberi pass? Dan dia tidak menyentuh bola dalam waktu lama! Apa dia sudah menipiskan keberadaannya lagi?! Misdirection,"

Bola terus terlempar oleh pass kuroko ke arah yang berbeda. Para senior belum mengetahui hal tersebut. Sampai pass Kuroko menuju kepada Miyuki.

"Yosh, saatnya!" ucap Miyuki senang dan segera berlari menuju ring.

"Jangan lengah walau dia cewek!" ucap Hyuuga dan segera membuat pertahanan.

Miyuki tersenyum tipis. Segera ia menarik badannya dengan cepat membuat Hyuuga lengah dan segera mendrive secepatnya melewati Hyuuga dengan mudah.

"Apa!? Fake!?"

Segera Izuki, Kogane juga menjaga, tapi Miyuki melewati mereka dengan mudah.

"Ce-cepat! Dia terlalu cepat!" ucap Izuki.

Miyuki berhadapan dengan Mitobe. Segera melakukan fake lagi dimana Mitobe terkecoh dan segera melakukan lompatan.

Dussshhhhh. Step.
Duk... Duk... Duk...

"Yatta! Aku memasukannya lho!" teriak Miyuki senang dan berlari pada anggotanya. Semua yang disana tertegun. Melihat cara Miyuki memasukan bola.

"Du-DUNK!? CEWEK ITU MELAKUKAN DUNK!?" teriak semuanya.

Riko segera berdiri dari posisi duduknya, menjatuhkan bukunya.

"Ayo kita lanjutkan!" teriak Miyuki menarik kembali semua dari kekagetan mereka.

Segera mereka melanjutkannya. Masih belum pulih akan pass Kuroko dan ditambah kemampuan Miyuki, senior sedikit lengah. Hal ini digunakan Kuroko, Kagami, dan Miyuki untuk mencetak skor sampai selisih sor mereka hanya satu point.

"Satu Point lagi! Ayo semua semangat!" ucap Miyuki.

"Miyuki-chan. Kau... Tak kusangka ini kekuatanmu. Permainan basketmu, bukan basket perempuan dalam hal normalnya. Kau bermain dengan cara lelaki. Walau bergitu, kau juga bisa memprediksi gerakan lawan setiap kamu akan menerobos. Tapi aku masih tidak yakin. Tapi.. Kekuatannya..." pikir Riko masih tidak mempercayai semua yang ia lihat.

Bola ada di tangan Kuroko. Berada dekat ring. Semua bersorak untuk Kuroko memasukan bola itu. Para senior mulai bergerak tapi tidak sempat. Kuroko melempar tapi meleset. Segera Kagami menolong dengan melakuakn dunk.

"Itulah mengapa aku membenci lemah! Lakukan dengan benar idiot!" teriak Kagami memasukan bola.


"Fuh... Tak kusangka anak kelas satu ini amat mengerikan," ucap Kogane sambil duduk di lantai.

Sekarang di gym hanya tertinggal senior, para junior sudah pulang duluan. Kini mereka hanya duduk sambil menunggu Riko yang masih memeriksa datanya.

"Bagaimana menurutmu?" tanya hyuuga.

"Menakjuban dan mengerikan. Mereka itu," ucap Riko sambil menutup bukunya. "Terutama mereka bertiga,"


Miyuki berjalan pulang sendiri menuju kompleks perumahan nya. Dengar mendengarkan lagu melalui MP3 nya, dan memainkan hpnya sambil berjalan, dengan tatapan kosong. Hal itu bunyar ketika ia menemukan orang menepuk pundaknya. Segera ia memalingkan wajahnya dengan cepat.

"Hey," ucap orang di belakang Miyuki.

"Nii-san!" ucap Miyuki terkejut pada orang yang menepuk bahunya.

"Kau kaget?" tanya Sora.

"Tentu saja!"

"Hm, ternyata benar..."

"Eh? Apanya yang benar?"

"Kau.. Menyembunyikan sesuatu,"

"!?"

Hening. Miyuki tidak berkata apa-apa mendengar kakaknya mengatakan hal tersebut.

"Aku tidak menyembunyikan apa-apa,"

"Kau menyembunyikannya,"

"Aku tidak menyembunyikan apa-apa,"

"Kau menyembunyikannya,"

"Tidak!"

"Iya,"

"Tidak!"

"Iya,"

"Aku bilang tidak!"

"Aku bilang iya,"

Miyuki menghela nafas. Ia memang tidak dapat menyembunyikan apa-apa dari kakaknya.

"Kau betemu dengannya?"

". . . ."

"Kau ditelpon?"

". . . . ."

"Kau menerima e-mail darinya?"

". . . . ."

"Sigh ayo pulang. Kau lapar kan?" Sora menepuk kepala Miyuki dan mulai berjalan.

Miyuki berdiam memegang kepala lalu tersenyum dan mulai mengikuti kakaknya. Sora adalah tipe orang yang tidak suka memaksa orang. Ia akan membiarkan orang itu yang mengatakannya. Itulah Sora, kakak Miyuki dimana Miyuki amat menyayanginya. Sebagai keluarga satu-satunya.

"Kau benar-benar menyebunyikan sesuatu ya?" tanya Sora masih bersikeras.

"Ha? Tidak!"

"Kau aneh, biasanya kau marah jika kepalamu kusentuh,"

". . . . Baik aku marah!"

"Eh? Tunggu! Ahahahaha,"


Author Note [ A/N ]

Konichiwa minna-san~~ Disini LeoniaOtaku~!

Miyuki : Disini juga ada aku lho~~

Author : Penutup akan dibawakan dari kami berdua! *Tebar bunga + high ive dengan Miyuki*

Miyuki : Daripada itu bagaimana jika kita bahas review nya dari ch. 1 dulu?

Author : Ah benar! Ayo~! *Buka review*

.

Miyuki : Dari Niechan Seicchi , sepertinya sudah ada yang kepo dengan e-mail yang kudapat.

Author : jangan fokus ke reviewnya itu oi. *jitak kepala Miyuki* kamu itu tukang spoiler. Daripada itu, terimakasih karena sudah menyukai fic ini. Saya amat senang begitu mendengar pendapat anda~ (9o.o)9

Miyuki : Daripada itu... kenapa ini nyempil fandom lain ya?

Author : *jitak Miyuki* jangan rasis woy. Soal fandom lain mohon ditunggu ya, masih proses~~

.

Author : Selanjutnya dari, Aoi Yukari , ini ceritanya pada belom sabaran buat tau siapa pangirim e-mail atau gimana ya?

Miyuki : Salahnya bikin fic yang buat orang penasaran.

Author : *jitak Miyuki* Berisik.

Miyuki : Woi! Aku ga salah apa-apa udah dijitak 3 kali tanpai bersalah. Mau mu apa sih!? *ngejar Author keliling fandom*

.

Miyuki : Lalu dari LeafandFlower, *sweat drop* pada penasaran ya?

Author : Wow, keren. Daripada itu, ini sudah update~ Mohon anda suka dan masih menangkap penasaran anda~

Miyuki : Author ga jelas.

Author : *jitak Miyuki*

.

Author : Baiklah itulah balasan dari review review anda sekalian~

Miyuki : Semoga kalian menyukai ch.2 kali ini~

Author : Dikarenakan waktu yang sudah mulai menipis...

Miyuki : kamu mau mati?

Author : Bukan menipis mau mati. *jitak Miyuki* menipis waktu bikinnya. Harus siap-siap buat sekolah besok nih.

Miyuki : wah, Author rajin. *tepuk tangan*

Author : *cuek sama Miyuki* Okay, sekian dari A/N, maaf jika di fic ch.2 ini ada yang tidak berkenan, ada kesalahan, dan lain-lain kami minta maaf.

Miyuki : Kami?

Author : *lempar Miyuki dengan buku kamus bahasa jepang* Don't forget to RnR~!

Miyuki + Author : See you next time~~

.

- LeoniaOtaku + fic First LOVE