Ugh maafkan saya chapter pertamanya ancur banget.. Semoga chapter yang ini lebih baik
Maap yah klo ceritanya aneh, lebay, gaje, OOC ….
Oke mari kita mulai…
APH © Himaruya-sama
Di rumah Indonesia, hari sudah malam. Indonesia terlihat sedang duduk di sofanya sambil melanjutkan aktifitasnya (main PS) yang sempat terganggu karena kedatangan HRE. Sementara itu HRE sedang sibuk bersosialisasi dengan sahabat-sahabat Indonesia yaitu Kunty si Kuntilanak dan sahabatnya yang botak yaitu tuyul. HRE merasa jengkel dengan teman-teman Indonesia karena diajak ngomong ga pernah nyambung. HRE memutuskan untuk mengecek e-mail yang dikirimkan pada TTM ( Tim Termehek-Mehek). Dia melihat ke layar laptopnya Indonesia dan ternyata WOW! belom ada yang bales e-mailnya… kasihan…ckckckck… *dilempar batu bata*
HRE merasa khawatir kalau ternyata e-mailnya ditolak karena kurang maksud akal. (A/N : pada dasarnya emang e-mailnya ga maksud akal ! HAHAHAHA.. Siapa juga orang yang percaya kalo ada orang ditinggalin pacar 5 abad lebih… *digiles*) Wajah HRE tampa mades—bukan, sedih.. Kunty berkata pada HRE " Eh bro! kenapa sedih ? ayo dong kita play play lagi kita play domikado yok!" tapi sayangnya ucapan Kunty dikacangin sama HRE. " Ayo dong bro, jarang-jarang nih aku ketemu hantu bule nation pula!" Kata Kunty sambil pasang muka yang sepertinya memelas.
HRE merasa eneg melihat tampang Kunty yang memelas padahal malah ga jelas, akhirnya ia berkata pada Kunty "Mbak e, saya tuh lagi tunggu balesan e-mail dari Tim Termehek-mehek, serius nih! Sampai sekarang belum ada balasanya."
Kunty tertawa " Hii hiii hii hii hii hii… Dimana-mana kamu refresh dulu biar bisa kelihatan udah ada balasannya belom! Coba pencet F5"
HRE berkata pada Kunty " Eh gile kamu pinter juga! Ga salah deh namamu Kunty si Kuntilanak paling informatif dan komunikatif!" Kunty hanya cekikikan. HRE mencoba me-refresh dan ternyata WOW! Internet Indonesia lemot! Ahem, HRE bete nungguin loading, tapi ia harus sabar, ia tidak boleh menjadi seperti author yang akan langsung mengeluarkan kata-kata mutiara jika internet lemot. AKHIRNYA! Muncul tulisan di layar laptop Indonesia yang tergolong butut itu, isinya " HALAMAN WEB TIDAK TERSEDIA SILAHKAN REFRESH KUUGLE CHROME ANDA – WITH LOVE, KUNTY"
HRE panik, lalu ia langsung memanggil Kunty "Kun Kun.. Lihat deh! Ini Apaan? Kok gak muncul daftar e-mailnya? Yang muncul malah kata-kata tak senonoh!"
"Pale lo gak senonoh itu Cuma salam dariku! Lihat tuh! Modem aja belom dipasang," kata Kunty kesal.
HRE membalas " bilang dari tadi dong!" HRE berusaha mengambil modem milik Indonesia yang ditaruh di atas lemari sayangnya ia gagal, ia berkata " saya merasa sulit untuk mengakui hal ini…. Tetapi sepertinya saya terlalu mini untuk mengambil modemnya..Kunty, tolong saya."
Kunty sweat drop.. keren kan? Kuntilanak aja bisa sweatdrop! Lalu ia berkata (baca : meledek) " ah payah kamu! Noh si tuyul aja dengan mudahnya ngambil sesuatu..TUY TUY! Bantuin si bule noh!"
Tuyul pun datang membantu HRE. YES! Tuyul berhasil mengambil modem! AKHIRNYA kita balik ke jalan cerita! Untuk merayakan kembalinya kita ke jalan cerita awal, author mengadakan syukuran di rumahnya.
HRE kembali ke tempat bersemayamnya laptop Indonesia bersama Kunty, ia berkata "Nah ayo kita pasang modemnya!"
Hening..
"Gimana cara masangnya..hoi.. kun kun…?"
"ADUH! OON-nya dirimu! UDAH SINI! LAPTOP AKU YANG PEGANG," Kunty memutuskan untuk mengambil alih laptop agar tidak terjadi insiden-insiden yang ga penting yang amat sangat tidak diinginkan.
Kunty sukses..dan WOW! Internetnya benar-benar lemot…
Hening…
Dan WOW! Baterai habis…
Sweatdrop…
"AAAAAAA! APA LAGI INI! AARGH!" HRE berteriak histeris sampe botak…mirip tuyul deh..
Karena adanya berbagai macam gangguan dalam mengecek e-mail yang masuk seperti charger laptop hilang, mati lampu, modem mendadak rusak, Indonesia mules, tamu tak di undang dsb. Maka ceritanya akan di skip sampai benar-benar tidak ada halangan untuk mengecek e-mail.
"AKHIRNYA! TERNYATA UDAH DIBALES E-MAILNYA! INDONESIA! LIHAT-LIHAT E-MAILNYA SUDAH DIBALES!" HRE terkena badai caps lock karena saking bahagianya. "INDO! LIHAT! SUDAH DIBALES NIH!" Teriak HRE kepada Indonesia yang sebenarnya ada 4 Meter di sampingnya.
"Iya, iya, ga usah teriak-teriak, kedengeran," gerutu Indonesia kepada HRE yang heboh sendiri.
"Kamu baca saja sendiri, ga usah keras-keras," balas Indonesia menyuruh HRE untuk membaca e-mail balasan dari Tim Termehek-Mehek.
HRE terdiam, melirik kea rah Kunty, sayangnya si Kunty tidak melirik balik. HRE berharap Kunty meliriknya, sayangnya Kunty tidak melirik juga. Si Kunty yang sepertinya sedang sibuk memainkan Nintendo DS warna hitam milik Indonesia pemberian dari Japan. "stt stt stt!" HRE mendesis (?) pelan berharap sang mahluk kasar (mahklum, Kunty pernah kena penyakit kulit bersisik) menengok ke arahnya.
"Oi oi!" sahut HRE pelan, tetap tidak dijawab. "Hush hush!" masih tidak dijawab. "Sssh ssh," tetap tidak dijawab.
"Kau itu maunya apa sih? Berisik tahu! Suruh baca e-mail susah amat!" Indonesia naik pitam, karena ia merasa terganggu dengan suara sahutan desisan aneh dari HRE. "Sini, mana aku lihat e-mailnya," Indonesia meninggalkan PS nya, ia berdiri dan berjalan menuju HRE, "mana? Biar aku lihat."
"Baca yang keras ya," sahut HRE sambil menggeser laptop yang berada di depannya sehingga berada di depan Indonesia. "Memangnya kenapa ?" Tanya indonesia bingung. "Gapapa, baca aja yang keras," jawab HRE.
"Uuuh, baiklah…" Indonesia menarik napas panjang.
" Dari TTM (Tim Termehek-Mehek), Kami merasa perihatin dengan keadaan saudara Holi Roman Emper, karena itu tim kami memutuskan untuk membantu saudara Holi Roman Emper yang telah tidak bertemu dengan gadis yang disukainya selama lebih dari 1 abad…." "kok Holi Roman Emper sih?" Sela HRE. "Lha? Memangnya yang benar apa? Bukannya Holi Roman Emper?" jawab Indonesia polos. "Aduuh, kan udah aku kasih tahu namaku tuh Holy Roman Empire! Penulisan Holi-nya sih masih bisa dimaafkan, secara masih mirip-mirip dikit sama Holy. TAPI EMPER-NYA! Apa-apaan tuh, ga ada mirip-miripnya!" bentak HRE yang sudah frustasi gara-gara menghadapi ejaan kampung Indonesia. "Oooh, salah yah? Aku kira Emper itu sudah benar… Jadi yang benar Empair kan?" jawab Indonesia polos. "Yah, terserahlah, itu masih bisa dimaafkan, masih mirip-mirip dikit," jawab HRE benar-benar frustasi gara-gara ejaan kampung. "Udah, lanjut.." pinta HRE kepada Indonesia yang tampaknya masih sedang menghapal penulisan dan pengejaan 'Empire' yang benar.
"Oke-oke, lanjut, kami merasa dari sekian banyak e-mail yang masuk ke redaksi kami, andalah yang paling pantas dibantu dari kami, kami akan datang menjemput anda untuk melakukan pencarian hari pertama di lokasi yang telah disepakati yaitu di depan warung Pak Subur Sekali pada pukul sepuluh pagi waktu setempat. Terimakasih karena anda telah menggunakan jasa TTM." Demikianlah e-mail balasan yang dikirim dari tim termehek selesai dibacakan oleh Indonesia.
"Asik-asik~ mereka terima e-mail ku, aku tidak sabar untuk bertemu dengan Chibitalia-chan, dia pasti sudah bertambah cantik sekarang," kata HRE senang. "Huh ya sudah, kudoakan kebahagiaanmu dengan si Chibitalia itu. Sudahlah, sudah malam, kau tidak tidur saja? Meskipun kau sudah berupa hantu kau tetap harus tidur atau pura-pura tidur, karena kalau kamu tidak tidur dan kamu malah keluyuran ke luar rumah, nanti dikira tetangga aku pelihara tuyul," pinta Indonesia sambil melirik jam nya yang telah menunjukan pukul sebelas malam.
"Betul juga, daripada aku dikeroyok masa, mending aku main PS," jawab HRE menyetujui apa yang dikatakan Indonesia. "Huh, aku juga belum niat tidur, masih nanggung mainnya. Main bareng yuk! Nanti kalau kamu menang aku traktir pisang goreng," jawab Indonesia sekaligus menantang HRE untuk melakukan pertandingan main PS. "yah, terserahlah," jawab HRE menyetujui yang dikatakan Indonesia. "Tapi bagaimanapun aku itu pro loh, aku sudah pernah menang kejuaraan main PS se-jabodetabek!" Indonesia menyombongkan dirinya yang pernah menang di kontes main PS se-jabodetabek (emang ada?). HRE hanya mengangguk-angguk, bagaimanapun juga ia tidak tahu bagaimana caranya main PS jadi kalau kalah, yah sudah biasa.
Mereka akhirnya memutuskan untuk mengadakan duel PS. Sekarang, tinggal menunggu pagi datang untuk memulai pencarian chibitalia.
JELEK! PENUTUP YANG JELEK! ARGH saya frustasi…
Maafkan saya kalau fict ini benar-benar jelek, maafkan saya juga karena telat update (walau saya yakin ga bakal ada yang nungguin fict ini di update!)
Saya benar-benar minta maaf klo ini jayus, aneh dll.
Makasih buat yang sudah menyempatkan diri untuk baca fict gaje saya.
Review ya?
OMAKE
HRE : Itu si Kunty kenapa sih disahutin ga jawab-jawab?
Indo : oooh, dia make headphone, pantes ga kedengeran…
HRE : dengerin apa sih? Ampe terhipnotis gitu, ga jawab-jawab dipanggilin
Indo : coba sih, aku penasaran dia dengerin apa. *ambil headphonenya kunty*
Kunty : *masih diem aja*
HRE : oi, oi, kunty kok masih diem sih?
Indo : *ikutan diem*
HRE : walaaah.. Ini juga kenapa lagi… Hoi sadar hoi…
Indo : *masih diem*
HRE : *ambil headphone penasaran pengen dengerin*…
HRE : *shock* apa-apaan ini….. ada suara abang-abang nyanyi-nyanyi ga jelas…. Kalau ku perhatikan, sepertinya aku kenal suara ini….. Ini, seperti suara Netherlands… Dia nyanyi lagu apa sih? Kok liriknya gak jelas gini? Ha? Keong racun?... ini lagu apa sih gak jelas… =_=
-Tamat-
