Summary: Naruto adalah anak yang selalu dianiaya dan disakiti karena kyuubi yang disegel dalam tubuhnya. saat keadaan semakin kejam tak terkendali, seorang pria datang menolong. akankah pria ini membuat hidup Naruto berubah?
Warning: OC, tapi bukan kayak Gary Stu; juga ada penampilan karakter yang jarang bakal tampil atau sekali pakai (emang barang, bisa sekali pakai…), good Kyuubi, FemKyuubi and GoodParentKyuubi.
Hints: di chapter ini ada sejarah tentang OC yang gw bikin.
Halo-halo~, it's me again……
Chapter 2!!!! *tepuk tangan* hue… kesempatan langka nih. Libur 4 hari penuh!!! Langsung nulis deh. Soalnya, jarang dapet kesempatan nulis sih, jadi pas sekalinya dapet, langsung nulis gila, hehee……
Buat yang review:
.Kun: makasih reviewnya… buat pairing ditunggu ya… soalnya dalem cerita ini Naruto masih 7 tahun… masih kecepetan kang…
t: hehehe… makasih…
saia readers biasa: makasih infonya…
ninja-edit: ya, ini fic pertama gw, tapi bukan cerita petama gw… dulu sih seringnya buat tugas aja, kayak cerpen ato naskah buat praktek drama…
and for all readers…… thanks!!!!!!!! Jangan lupa review ya……
oke, balik ke cerita……
Baka Tantei: Seishiro Amane present………
ANOTHER LIFE CHANCE
CHAPTER 2: THE FOX AND THE MAN'S HISTORY
Sebelumnya…
"Tuan Randou sudah kembali. Dia menunggu anda di rumah sakit, bersama Naruto."
Hiruzen memandangnya, matanya melebar. Kakashi kembali menghela napas. Mereka terdiam selama beberapa saat. Hiruzen mencerna kata-kata Kakashi lambat-lambat. Dia melepas topi Hokagenya, lalu menyalakan pipa rokoknya. Dia menghisap dalam-dalam, sembari memutar kursinya ke arah jendela. Suara Hiruzen memecah kesunyian itu. "Apa dia sudah lama datang?" tanyanya. "Sepertinya beliau baru sampai, dilihat dari pakaiannya." jawab Kakashi, memandang ke arah pot tanaman yang ada di sudut.
"Kalau begitu, kita harus bergegas." jawab Hokage, bangkit dari kursinya. "Kakashi, ikut aku." Kakashi (sekali lagi) menghela napas, mengangguk dan mengikuti Hiruzen. ' Ini makin rumit saja…' pikirnya.
Mereka segera bergegas ke rumah sakit.
Dokter Miyazaki terpana, tidak percaya akan apa yang dilihatnya. Setelah mengakhiri karirnya sebagai ninja medik dan menjadi dokter selama lima tahun terakhir ini, baru kali ini dia melihat Naruto mendapat pelayanan medis secara intensif. Jangankan mendapat pelayanan medis, bahkan hanya sedikit tenaga medis, termasuk dirinya sendiri sendiri yang mau menangani Naruto. Dia bahkan melihat dokter Sakata, yang pernah berusaha menginjeksi kan racun kalium sianida pada Naruto 2 tahun lalu, sedang memeriksa keadaan tubuh Naruto dengan seksama.
"Ah, Miharu-san…… kau sudah datang rupanya," kata dokter Sakata. "Baiklah, sisanya kuserahkan padamu. Kau yang paling tahu kondisi bocah ini." Dia menyerahkan data keadaan Naruto pada Miharu dan pergi setelah memberi salam pada lelaki yang menunggu di depan ruang perawatan.
"Hooo… baik sekali, Ichijo-kun." Sindir Miharu Miyazaki. Dia sudah tahu kepribadian teman kerjanya itu. Kalau seorang Ichijo Sakata sampai mau menangani Naruto, bahkan tidak memanggil nya 'bocah monster' seperti biasa, pasti ada sesuatu. Sesuatu menguntungkan yang membuatnya ber-ramah tamah dengan anak yang selalu ingin dibunuhnya. Pandangan Miharu tertuju pada orang yang menunggu didepan ruangan. Seorang lelaki berpakaian serba abu-abu yang kerepotan karena sedang dikelilingi, atau lebih tepat kalau disebut dikepung, oleh belasan suster muda. Miharu tertawa dalam hati, melihat wajah lelaki itu. Wajahnya semerah kepiting rebus, dia (gagal) berusaha mengusir mereka secara halus. Dia terlihat siap kabur kapan saja kalau para perawat itu tidak memeganginya. 'Sebaiknya aku menolongnya,' pikir Miharu sambil mendekat ke arah kerumunan itu.
"Maaf, anda yang mengantar anak ini?" tanya Miharu, setelah berhasil mengusir orang-orang dan membawa lelaki itu ke dalam ruang perawatan. "Ya. Anda?" tanya orang itu. Miharu mengulurkan tangannya, "Miharu Yamazaki. Aku yang biasa memeriksa dan menangani Naruto, tuan……"
"Randou Amane. Bagaimana keadaan anak itu?" jawab Randou, menjabat tangan Miharu. Miharu segera mengamati data di tangan nya, lalu memeriksa Naruto. Randou memperhatikan ruangan dan peralatan yang tersedia. 'kedokteran sudah maju cukup pesat rupanya' pikirnya. Lalu ia tertawa sendiri, 'heh, kalau begini, aku jadi sadar seberapa tua diriku.'
"Beberapa luka luar stadium 2, beberapa luka dalam ringan, beberapa organ cedera ringan…… Tapi semuanya tidak membahayakan hidupnya. Namun, dia harus dirawat di rumah sakit selama… kira-kira 2 minggu," Miharu berpendapat setelah memeriksa keadaan Naruto. "Ngomong-ngomong, anda ada hubungan apa dengan anak ini?"
Randou baru akan menjawab ketika pintu ruangan dibuka. Hiruzen dan Kakashi masuk ke dalam ruangan. Randou terpana sesaat, lalu berkata "Keriputmu bertambah, Hiruzen. Apa aku sudah pergi selama itu?" dia tertawa. Kakashi dan Miharu berusaha untuk tidak tertawa. Hizuren sendiri hanya terdiam, menghirup asap rokok dari pipanya.
"Mestinya kau melapor padaku saat kau kembali…. Bagaimanapun juga, aku ini hokage," kata Hiruzen, duduk di kursi. Kakashi mengeluarkan buku oranye, mulai membacanya saat Miharu merebutnya. "SUDAH KUBILANG JANGAN BACA BUKU NISTA ITU DI RUMAH SAKIT!!!!!!!!!!" suaranya menggema ke seluruh penjuru rumah sakit. Kakashi hampir menangis saat Miharu mengunci buku itu di lemari. Miharu memberinya tatapan 'aku-akan-membakarnya-kalau-kau-berulah', sehingga Kakashi terdiam. Namun Kakashi seakan kehilangan semangat hidup setelahnya. Randou dan Hiruzen menghela napas, bertanya dalam hati kenapa dia jadi semacam itu, sambil meneteskan keringat.
(A/N: kayak di anime… tau kan…)
"Aku permisi sebentar. Ada yang harus diurus." Sambil berkata seperti itu, Randou menghilang dengan bunyi 'puff'. Miharu bertanya pada Hiruzen, "Orang bernama Randou itu siapa, tuan hokage?"
Hiruzen menghela napas, mematikan pipanya. "ceritanya panjang, kau mau mendengarkan?" miharu mengangguk.
"Yah, kalau disimpulkan, Randou adalah manusia, tapi juga bukan. Kenyataan bahwa dia telah hidup sejak zaman Shodaime memang tak masuk akal, tapi dia memang telah hidup sejak zaman Shodaime." Jelas Hiruzen. Miharu menatapnya tak percaya, tapi sikap Hiruzen membuatnya tahu bahwa dia tidak sedang main-main.
Hiruzen melanjutkan, "Menurut ceritanya, dia hidup di zaman sebelum Konoha terbentuk. Saat klan Senju dan Uchiha masih bertikai. Dia berasal dari keluarga berkemampuan unik. Keluarga Amane, dipercaya mampu menguasai kakuatan musuh yang dikalahkan, dengan cara melakukan ritual penyerapan, yaitu menelan sebagian dari tubuh musuh yang dikalahkan. Randou sendiri, mengaku menjadi seperti sekarang, setelah meminum darah monster yang dikalahkannya."
"Dia mengalami hal itu dalam perjalanan nya. Dia yang memiliki bakat alami sebagai seorang onmyooji(1), bertualang ke seluruh penjuru dunia, hingga ke tempat-tempat yang belum pernah didatangi, bertemu orang-orang dengan penampilan, bahasa dan kebiasaan yang asing."
"Di tengah perjalanan nya, dia singgah di suatu desa yang terlihat baru diserang. Setelah bertanya pada penduduk, dia mengetahui bahwa desa itu diserang makhluk aneh. Berpenampilan seperti manusia, namun berwajah pucat. Juga memiliki taring dan kuku panjang. Mereka sangat kuat dan mempesona. Mereka menghisap darah(2) dan mengendalikan mayat orang yang mereka bunuh.(3)
"Randou pun segera pergi ke kastil tempat tinggal makhluk tersebut. Dia bertarung melawan makhluk itu selama 3 hari penuh. Dia akhirnya menang, namun dia sekarat karena musuh yang jauh lebih banyak. Dia pun terpaksa melakukan ritual penyerapan dengan meminum darah pemimpin kawanan itu."
"Ternyata, kekuatan makhluk itu sangat besar. Dia pun harus mengurung dirinya di gunung selama belasan tahun untuk menguasai kekuatan itu tanpa menjadi monster juga. Saat dia meniggalkan gunung itulah, dia bertemu Hashirama muda."
"Hashirama yang tertarik oleh kekuatan Randou merekrutnya ke dalam klan Senju. Dia dimasukkan dalam tim penangkap siluman, Tobirama memimpin tim negosiasi aliansi Konoha, sedangkan Hashirama sendiri memimpin tim pertarungan melawan klan lain yang menentang aliansi dan berusaha mencegah terciptanya Konoha."
"Tobirama berhasil merekrut klan Aburame, klan Haruno(4), klan Akimichi, klan Nara, klan Yamanaka dan klan Sarutobi. Klan Hyuuga telah bergabung sebelumnya. Randou berhasil menangkap beberapa bijuu (5), dan menegosiasikan perjanjian kuchiyose dengan beberapa klan siluman(6). Hashirama berhasil mengamankan dearah yang nantinya menjadi negara Api, juga mengadakan gencatan senjata dengan Uchiha, yang nantinya bergabung dengan Konoha."
"Setelah Konohagakure tebentuk, Randou kembali bertualang dengan dalih mengumpulkan informasi dan memata-matai negara lain. Dia hanya kembali saat terjadi perang ninja besar saja, kecuali saat sebelum perang ninja besar yang terkhir."
"Entah kenapa, dia kembali tiba-tiba. Dan menetap hingga pengangkatan hokage ke-4. dia orang yang mengajari teknik penyegelan pada yondaime, juga memberikan inspirasi pada yondaime menciptakan Rasengan dan Hiraishin. Dia juga menjadi teman minum jiraiya dan banyak menyumbangkan informasi teknik-teknik genjutsu. Dia kembali pergi 2 minggu setelah pengangkatan yondaime dan hanya kembali sebentar saat penyerangan kyuubi 7 tahun lalu."
Hiruzen melepas topinya, membuka jendela kamar, membalas pada orang-orang yang memberi salam pada penduduk yang menyapanya dari luar rumah sakit. Miharu terpana, tak menyangka bahwa Randou sudah setua itu. 'wajahnya terlihat masih berumur 20-an….' Pikirnya.
"Kalau begitu, dia memakai jurus untuk terlihat muda?" tanya Miharu. Hiruzen tertawa mendengarnya. "Bukan, bukan….. dia terlihat tetap muda karena kekuatan monster yang dia serap. Sepertinya monster itu mempunyai kekuatan alami untuk mengunci bentuk fisik dalam keadaan terbaiknya, dan membuatnya rupawan untuk menggoda manusia."
"Jadi.. dia tidak bisa mati?" tanya Kakashi. Mereka mengalihkan pandangan pada Kakashi tiba-tiba, kaget. "Oh! Aku lupa kau masih disini….. tidak, dia tetap bisa mati, hanya saja umur bukan lagi batasannya," kata Hiruzen.
Naruto tiba-tiba bergumam. Hiruzen tersenyum. "Dia mengigau rupanya. Kita sebaiknya pergi dari sini. Biarkan dia tidur. Kakashi kau berjaga sampai ANBU yang kuperintahkan datang." Kakashi mengangguk, 'Aku harus mengambil buku ku juga….. tunggulah sayangku~, kau akan kubebaskan~' Kakashi mengepalkan tangannya.
"Di mana ini?" tanya Naruto. Dia berada di semacam terowongan yang besar. Air menggenangi jalan, di beberapa sisi terdapat penjara kosong. "Kemarilah, bocah.." sebuah suara memanggilnya. Suaranya halus, namun terdengar menggeram dan terdengar menyeramkan. "Kemarilah.." suara itu terus menggema. Naruto terus mengikuti ke arah suara itu berasal. Dia sampai di sebuah penjara raksasa dengan tanda 'segel' di tengahnya.
Di dalam nya terdapat makhluk besar yang sedang tertidur dengan banyak ekor yang melambai-lambai. Dia berbaring di atas sebuah (mungkin ga?) bantal besar. Matanya berwarna oranye terang, dia berbulu merah, berkilau tertimpa cahaya temaram. "kau… siapa….?" Kata Naruto, terpana akan pemandangan yang ada di hadapannya. Dia tertawa melihat bocah itu. "Kenapa? Baru pertama kali melihat Yokoo?" Naruto tercekat mendengar nama itu. "Yokoo… itu nama panggilan siluman untuk rubah… kan?" Tiba-tiba naruto memandang sekeliling. "Aku di dunia siluman..." suaranya terputus, wajahnya pucat. Yokoo itu tak dapat menahan diri lagi, dia tertawa terbahak-bahak, berguling-guling di seluruh ruangan penjara.
"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA…………!!!!!! Bagus nak! Lelucon yang bagus… entah sudah berapa lama aku tidak mendengar hal konyol macam itu…" Yokoo mengusap air matanya. Dia menatap Naruto yang kesal, karena ketakutannya dianggap lelucon. Yokoo menatapnya dengan tatapan 'beri-aku-kesenangan'. Naruto menatapnya dengan penuh kemarahan.
Yokoo tersenyum, "Maaf-maaf. Oke, ayo kita lewatkan saja bagian senang-senangnya. Ada perlu apa, nak?" Yokoo kembali ke atas alas tidurnya sambil bertanya. Naruto berpikir beberapa saat. Dia kembali menatap Yokoo itu. 'mungkin rubah ini tahu aku dimana.' Pikirnya.
"Ini dimana? Kenapa aku ada di sini tuan, er……" Naruto bingung. 'Sial, aku tak tahu namanya!'. Yokoo tertawa, "Hotarubi. Dan nona, bukan tuan bocah." Naruto menatap Hotarubi, matanya selebar piring makan. "KAU PEREMPUAN? TIDAK MUNGKIN!!!!" Suaranya menggema ke seluruh tempat disana. Hotarubi tertawa, "Kau tidak percaya? Baik, akan kubuktikan."
Hotarubi mengeluarkan chakra merah yang mengelilingi tubuhnya. Chakra itu berpendar dan berputar membungkus tubuhnya, semakin lama semakin cepat dan membentuk bola chakra. Lalu, bola chakra itu semakin menyusut dan menipis. Saat gumpalan chakra itu menghilang, di hadapan Naruto berdiri seorang wanita rupawan. Dia berambut merah berkilauan, tergerai hingga ke punggungnya. Matanya berwarna oranye, dengan pupil menyepit berbentuk garis horizontal. Dia mengenakan kimono berwarna merah dengan obi oranye, menutupi tubuh langsingnya. Dia terlihat seperti manusia, tapi ia memiliki telinga rubah, juga 9 ekor rubah melambai di belakangnya.
Naruto terpana. Hotarubi terkikih. "Ke…na…pa… bo…cah…?" goda Hotarubi sambil bergaya ala penggoda. "Hebat…. Kau bisa berubah!!!" kata Naruto kagum. Hotarubi meneteskan keringat. "Oh, iya… kau masih bocah. Huh, membosankan…" Hotarubi menatap malas.Naruto barkata, "kau belum menjawab pertanyaan ku!"
"Oh! Oke, kau bertanya ini dimana dan kenapa aku disini kan? Hmm… ini di dalam tubuhmu, lebih tepat nya bentuk jutsu ini dalam perkiraan ku. Dan aku ada di sini karena aku disegel dalam tubuhmu. Aku akan mengenalkan diriku secara resmi, aku adalah Hotarubi, seekor Kyuubi No Yokoo."
Naruto menatapnya lekat-lekat. 'pantas saja…' Dia menatap Hotarubi, marah. Dia merangsek ke dalam penjara itu. "INI SEMUA GARA-GARA ULAHMU!!! KARENA KAU, AKU SELALU DIPUKULI DAN DIKEJAR!!!! KAU…" Kata-kata Naruto terputus, karena Hotarubi memeluknya.
"Kenapa? Kenapa kau harus disegel dalam tubuhku? Kenapa…" Naruto mulai menangis. "Lepaskan aku! Lepaskan!!!" Namun Hotarubi tidak melepasnya. Naruto memukulnya berkali-kali, namun dia tetap memeluknya, semakin erat. Amukan Naruto terhenti saat ia merasakan tetesan air dan isakan tangis.
Hotarubi menangis, terisak. Dia membisikkan kata 'maaf' berkali-kali di sela-sela isak tangisnya. Naruto terdiam, terkesima. Karena perlakuan yang sering diterimanya, dia telah belajar membaca mimik muka seseorang, untuk membaca kebohongan seseorang. Dia tahu bahwa Hotarubi tidak berbohong, dia sungguh-sungguh menangis.
"ehm… Kenapa kau menangis, kyuubi-san?" Tanya Naruto setelah Hotarubi tenang. Dia menatap Naruto lembut, mengelus kepala Naruto. "Banyak yang terjadi, nak. Banyak…" Hotarubi kembali memeluk Naruto erat. Dia menghela napas, merasakan kenyamanan yang telah sejak lama tidak ia rasakan. Dia tersenyum, 'kalau saja…' dia tenggelam dalam lamunan.
Suara Naruto memecah lamunannya. "Er… kyuubi-san? Kau belum menjawab pertanyaanku…" Naruto menatapnya. Mata birunya bertemu mata oranye. Berbeda dengan sebelumnya, mata oranye itu memandang lembut kepadanya. "Karena kau mengingatkan ku pada beberapa orang… Yah, boleh dibilang kalau kau membangkitkan sisi keibuanku. Hahaha…" Hotarubi sedikit bersemu, tertawa grogi.
Naruto tertawa kecil, semua kemarahannya lenyap begitu saja. Hotarubi tersenyum lebar, mengacak-acak rambut Naruto. Kemudian Naruto tersadar akan sesuatu, dan menanyakannya, "Lalu… Kenapa kau menyerang desa?" Hotarubi terdiam sesaat 'Apa harus kuberi tahu? …Ah, nanti saja, saat dia telah lebih dewasa…'
"Ada alasan tertentu… Nanti setelah kau dewasa nanti, kau akan kuberi tahu…" Naruto menatapnya, bingung. "Sudah-sudah… Oh! Kau sudah harus kembali sekarang… tak apa, aku tetap dapat berkomunikasi denganmu. Kita telah 'terhubung' secara otomatis saat kau masuk ke penjara ini. Kita dapat berkomunikasi seperti telepati." Jelas Hotarubi.
"Baiklah! Aku akan pergi sekarang…" saat Naruto akan keluar, Hotarubi menahannya. Dia melakukan beberapa segel tangan, lalu menggigit ujung jarinya. Dia menuliskan kanji 'api' dan 'rubah' di kedua tangan Naruto dengan darahnya. Naruto ingin bertanya, tapi Hotarubi memotongnya. "Itu hadiah dariku. Ini juga…" dia mengeluarkan gulungan dari balik obinya. "Pakailah ini setelah kau belajar menggunakan 'hadiah' pertama dariku. Nah, sampai nanti, bocah…" chakra merah tiba-tiba mengelilingi Naruto, bergulung-gulung menutupinya perlahan. "sampai jumpa, Hota-chan!" Hotarubi tertawa. "Sana pergi. Ada orang menunggumu."
Naruto terbangun dari tidurnya. Randou ada di sampingnya, dia sedang menatap jendela. "Uh…" Naruto bangkit. Di luar sudah gelap. Randou mengalihkan pandangannya pada Naruto. "Kau sudah sadar? Bagaimana tubuhmu?" tanyanya ramah.
"Kau… yang kemarin… uuhh… Ran… dou… san kan?" Randou tersenyum, mengangguk. "Bagaimana pertemuan pertama kali mu dengan Kyuubi?" Naruto memandangnya tiba-tiba. "Bagaimana kau bisa tahu?" "Dia mendengar pembicaraan kita, bocah" kata Hotarubi dalam kepalanya.
"Ya, benar kata Kyuubi. Bisa dibilang aku memiliki kemampuan melihat dan mendengar apa yang tidak bisa dilihat dan didengar orang banyak." Kata Randou dengan tenang. Dia berjalan mendekati Naruto, duduk di sis ranjang rumah sakit.
"Aku… ada permintaan padamu. Maukah kau jadi muridku?" Naruto menatapnya, tak percaya pada apa yang baru saja didengarnya. "Ke.. kenapa?" Dia memandang ke arah jendela. "Karena aku mau. Lagi pula, akulah satu-satunya yang cukup 'tua' untuk mengajarimu berbagai kemampuan untuk bertahan hidup, juga mengajarkan cara memakai kekuatan mu. Apa kau memiliki orang-orang berharga yang ingin kau lindungi?"
Dia tertawa renyah, 'Ya, cukup tua, bahkan untuk menceramahi hokage sekali pun.' Pikirnya. Naruto bimbang, menimbang-nimbang apakah baik menerimanya atau tidak. "Terima saja, Naruto. Dia punya 'sesuatu' dalam dirinya. Dia bisa membantumu mempelajari cara menggunakan 'hadiah' yang kuberikan padamu."
"Baiklah!! Aku akan berguru padamu!!!" Kata Naruto penuh semangat. Randou tertawa. "Coba kulihat tanganmu…" Naruto mengulurkan kedua tangannya. Randou mengangkat lengan baju Naruto, dia melihat sepasang tulisan 'api' dan 'rubah' di kedua tangannya. "err… ini apa?" Tanya naruto.
"Ini adalah jutsu khusus klan rubah… dipahat di tubuhmu agar kau bisa memakainya. Menarik… coba perlihatkan segel Kyuubi… oh, yang ada di perutmu, Naruto." Menjelaskan saat melihat ekspresi bingung Naruto. Naruto membuka bajunya dan megumpulkan chakra. Sebuah tulisan rumit berbentuk lingkaran muncul diperutnya. "Hooo… begitu… ini benar-benar menarik…" Dia mempelajari segel itu.
"Err… ada apa?" Naruto bertanya. "Ah… tulisan ini adalah segel yang menyegel Kyuubi dalam tubuhmu. Namun, segel ini tidak hanya menyegel Kyuubi saja. Segel ini memungkinkanmu chakra kyuubi bersatu dengan chakramu. Membuat chakra Kyuubi menjadi semacam pusat chakra cadangan dalam tubuhmu."
Naruto memandangnya penuh tanda tanya. "Eh, maksudku…" Naruto makin bingung. 'Aduh… bagaimana menjelaskannya?' Randou salah tingkah, makin membuat Naruto bingung. "Dia masih 7 tahun, Randou-sama. Dia tak akan mengerti." Kata sebuah suara dari arah pintu. Kakashi berdiri, sambil membaca buku kesayangannya.
"Kau ini… masih saja membaca buku itu… bukannya kau dilarang oleh dokter perempuan itu?" Randou menghela napas, heran akan kebiasaan Kakashi. "Miharu-chan tak akan bisa menahanku. Apapun yang orang katakan dan lakukan, aku tak akan terpisah dari sayangku ini~!" Kakashi berkata sambil mengelus buku oranye itu penuh kasih sayang. Naruto tertawa, sedangkan Randou memberinya tatapan tak percaya.
"…Itu adalah contoh orang-orang mainak menyedihkan. Kalau kau bertemu orang semacam itu, menjauh sebelum mereka menularkan kebiasaan menyedihkan mereka." Kata Randou, setelah memberikan tatapan 'kau-itu-menyedihkan' pada Kakashi. Naruto mengangguk, "Aku tak mau jadi seperti dia juga…" Hotarubi tertawa terbahak-bahak.
"Jadi… Anda akan membawanya dalam perjalanan anda" Tanya Kakashi, mengalihkan pembicaraan. "Yaa… soal tugas mata-mata, bisa diserahkan pada Jiraiya." Kata Randou. "Kita akan pergi? Pergi kemana? Apa jauh dari sini? Apa yang…" kata-kata Naruto terhenti saat Randou memegang kepalanya. "Hoho… sabar bocah… kita akan tahu saat kita pergi nanti." Dia mengacak-acak rambut Naruto.
"Sudah-sudah, tidur sana. Detilnya akan kuceritakan besok. Kakashi, ikut aku." Kata Randou, keluar dari kamar, menarik Kakashi yang masih membaca buku keluar. Naruto kembali berbaring di tempat tidur.
'Besok pasti seru… iya kan Hota-chan?'
"Yaa… sekarang tidurlah,"
"selamat tidur, Hota-chan."
"Selamat tidur, Naruto."
Gimana? Itu chapter 2.
Nah untuk tanda angka:
(1). Itu artinya ahli roh. Orang-orang yang punya bakat itu bisa melihat, mendengar, menyentuh, sampe membasmi hantu dan makhluk gaib.
(2). Udah tau kan? Iya, emang vampir maksudnya.
(3). Itu namanya Ghoul. Zombie tingkat atas. Vampir biasanya dilindungi ghoul setiap saat. Itu adalah mayat yang diinjeksikan darah vampir, ama ritual khusus, dia jadi hidup. Bedanya ama zombie, ghoul bisa berpikir, walo sederhana. Dan dia ga dikuasai rasa lapar, kayak zombie, tapi haus darah kayak vampir.
(4). Iya, di cerita ini, ada klan Haruno. Mereka memiliki kemampuan alami yang disebut 'second soul'. Intinya, kepribadian ganda yang membentengi dari genjutsu, membantu mengontrol chakra, ama mengambil alih tubuh saat 'kepribadian pertama' ga bisa melakukan perlindungan (pingsan, tidur, ato lagi konsen ama sesuatu). Jutsu utamanya itu 'hyper rage', intinya 2 kepribadian 'menyatu' dan menghasilkan kekuatan super. Mereka ahli taijutsu ama ninjutsu medis.
(5). Saya mengacu ama sejarah jepang, diamana semua bijuu, kecuali gobi yang notabene makhluk suci setengah dewa, disegel ama onmyooji. Jadi bijuu itu bisa disegel, kalo penyegel nya punya kekuatan spiritual level tinggi sampe katanya bisa melihat nirwana, bisa negel bijuu. Cuma bijuu itu disegel di tempat khusus (kayak segel picollo di dragon ball), trus di simpen di kuil-kuil dengan kekuatan spiritual gede.
(6). Saya juga mengacu ama sejarah jepang. Siluman-siluman dibagi atas jenis hewan, menjadi klan2 tertentu. Orang yang mengadakan perjanjian pertama kali biasanya punya kemampuan dan kondisi tertentu: 1. ngalahin siluman itu, tapi ga dibunuh dengan syarat bekerja dengannya. Ato, 2. mengunjungi tempat tinggal kepala klan siluman, terus mengadakan perjanjian.
Nah, untuk kepribadian Randou:
Dia itu tipe orang yang kalo lagi konsen, ga sadar ama sekitar. Orang yang ga jelas ngomongnya kalo lagi konsen, dan jadi bingung sendiri kalo ditanya. Dia juga kikuk kalo berhadapan ama cewek, soalnya dia hampir seluruh sodaranya laki-laki (nanti diceritain soal keluarganya.), dan tumbuh di lingkungan mirip shaolin. Kebaikannya, dia itu ramah dan 'kebapakan', jadi deket ama anak2 (yah, umurnya dah tua banget sih… itung aja. Hint: dia udah hidup lebih dari 50 tahun pas ketemu hashirama.). dia juga fleksibel, kecuali untuk hal-hal yang menurutnya penting.
Yupz…… segitu dulu dari gw……
Tunggu chap selanjutnya ya……
Baka Tantei: Seishiro Amane sign out
