Hello! I'm back! Maaf ya choco telat banget updatenya. Tugas tugas numpuk banget soalnya, terus kadang kalau emang lagi free males update,soalnya modem choco ilang dan ini juga update nya pake hp, padahal di laptop udah ada file buat beberapa chapter kedepan,yaudahdeh, ini chapter 2 nya. Enjoy!
Makasih buat yang udah review ;)
Btw Choco itu cewe.
CHAPTER 2 : NEW HOUSE,NEW WORLD
HERMIONE? IN SLYTHERIN?
DISCLAIMER : HARRY POTTER © JOANNE KATHLEEN ROWLING
WARNING!
DON'T LIKE DON'T READ, OOC, GAJE,TYPO, ALUR LAMBAT, DAN KEKURANGAN LAINNYA.
Malam itu,semua murid sedang memakan makan malamnya di aula besar.
"Attention!" suara Professor Mc Gonagall memenuhi seluruh aula.
"Aku ingin mengumumkan suatu hal penting kepada kalian,dengan persetujuan dari seluruh staff pengajar hogwarts, dalam rangka menambah tali persaudaraan antar asrama seperti apa yang diinginkan mendiang Professor Dumbledore, semua murid kelas tujuh akan dipindahkan ke asrama lain dengan cara penyeleksian ulang, untuk nama - nama yang dipanggil, silahkan maju kedepan."
Hening.
Ucapan professor Mc Gonagall tadi sukses membuat semua murid kelas tujuh melongo tak percaya, disusul sorakan tidak setuju dari sebagian besar anak.
"Bloody hell! Aku tidak ingin pindah asrama!" ucap Ron
"Well, menurutku pindah asrama bukan merupakan masalah besar." ujar Harry
"Yeah,itu benar, jika memang nanti kita dipindahkan ke asrama lain kita harus tetap mempertahankan persahabatan kita, jangan hanya karena berbeda asrama kita jadi melupakan persahabatan kita." kata Hermione, Ron dan Harry hanya mengangguk.
"Jika kalian pindah, kalian ingin asrama apa?" tanya Hermione
"Aku ingin tetap di Gryffindor tentu saja, tapi kurasa Hufflepuff tidak buruk." jawab harry,
"Apa saja asal tidak Slytherin" jawab Ron singkat, "kau sendiri?" lanjut Ron.
"Aku ingin masuk Ravenclaw,sepertinya asrama mereka menakjubkan,dengan teka-teki yang harus dijawab setiap ingin memasuki asrama." jawab Hermione, Harry dan Ron hanya bergidik membayangkan mereka harus berfikir setiap ingin memasuki asramanya.
Mereka terus menerus mengobrol hingga Professor Mc Gonagall berkata
"Granger,Hermione." Jika di tahun pertamanya Hermione nyaris lari dan dengan bersemangat memakaikan topi ke kepalanya,kali ini ia berjalan dengan ogah - ogahan ke bangku itu, entah kenapa perasaan tidak enak di hatinya terasa lebih kuat dari sebelumnya.
"Hmm," Hermione mendengar suara dalam pikirannya, "Kau perempuan yang berani, tentu saja, kau juga memiliki jiwa Gryffindor, tetapi kau juga pintar, sangat Ravenclaw. Kau juga loyal pada para sahabatmu, seperti Hufflepuff. Tetapi,apa ini? Aku merasakan ada ambisi yang sangat kuat didalam dirimu agar kau bisa terus menjadi yang nomor satu," Ambisi? Oh tidak, jangan sampai aku masuk "jadi, aku akan menempatkanmu di SLYTHERIN!" Teriak si topi tepat setelah Hermione memikirkan asrama itu.
Hening.
Mulut Ron terbuka lebar.
Hermione diam beberapa saat di kursinya, masih tidak percaya ia akan menjadi penghuni asrama yang berisi kumpulan ular - ular licik dan asrama yang paling menyebalkan baginya, lagipula Hermione tidak habis pikir,bagaimana bisa ia yang hanya muggle-born masuk Slytherin yang notabene-nya adalah asrama yang paling mengagung- agungkan darah murni? "Sudahlah Hermione,tenangkan dirimu,inihanya satu tahun terakhirmu, satu tahun terakhir." pikir Hermione berusaha mmenghibur dirinya sendiri. Dehaman dari Professor Mc Gonagall berhasil membuat Hermione tersadar dari lamunanya, ia perlahan bangkit dari kursinya, menoleh ke kedua sahabatnya yang tengah menatapnya dengan mulut masing- masing terbuka lebar, lalu berjalan dengan ekspresi tidak berminat ke meja Sltherin. Tiba tiba saja Daphne Greengrass melambaikan tangannya dan berteriak "Hermione,kemari, duduklah disini bersama kami!" Hermione hanya tersenyum dan menghampiri mereka.
"Hermione, selamat datang di asrama kami, semoga kau betah ya! Oh ya, aku Daphne Greengrass dan ini adikku, Astoria Greengrass," Daphne dan Astoria mengulurkan tangannya,Hermione tersenyum dan membalas uluran tangan mereka. "Semoga kita bisa menjadi teman dekat ya Her-" belum sempat Daphne melanjutkan omongannya, namanya dipanggil oleh Professor Mc Gonagall. Daphne segera berdiri dan berjalan kedepan.
"Wah, wah, lihat apa yang kita dapat, seorang Mudblood, di Slytherin, kurasa topi itu harus segera di pensiunkan." ujar Pansy Parkinson sambil melihat Hermione dengan pandangan mengejek, "Huh,kenapa kau hanya diam? Apa kau tak punya nyali untuk berbicara dengan pure-blood? Kemana jiwa singa sok-perkasa mu itu ?" lanjut Pansy sambil terkekeh. Hermione memutar bola matanya, "Bukannya aku tidak punya nyali,hanya saja aku malas meladenimu,dan jika kau lupa, Parkinson, ucapanmj itu bisa menyeretmu ke azkaban." jawab Hermione.
"Cih,sombong sekali kau Mudblood, kau beruntung tidak ada Milicent disini, jika ada, tamatlah riwayatmu!" ujar Pansy kesal, ya, Milicent Bullstrode pindah ke asrama Hufflepuff. "Sudahlah Pans,jangan memancing keributan" kata Draco Malfoy sambil menatap Pansy malas, setelah itu Pansy langsung memeluk lengan draco dan berbicara dengan nada manja "Oh, Drakie-poo, aku hanya kesal pada Mudblood sialan itu." Draco mendengus, sedangkan Hermione hanya memutar bola matanya mendengar panggilan Pansy pada Draco yang sangat menjijikkan itu, Pansy menatap Hermione tajam.
"Ada apa ini? Apa yang terjadi pada matamu Pansy? Aku khawatir itu akan keluar sedikit lagi." Daphne berujar sambil duduk kembali di samping Hermione. "Aku tetap di Slytherin,Mione, astaga aku bahagia sekali, eh, bolehkan aku memanggilmu Mione?" ujar Daphne sambil berseri seri, "Ya, tentu saja, Daph," jawab hermione sambil tersenyum, yah, setidaknya satu atau dua teman lumayan daripada tidak ada sama sekali,pikir Hermione. Ia membalikkan badannya dan berkata tanpa suara pada Harry dan Ron "Tunggu aku diluar aula." katanya.
Hermione mendengar bahwa Harry dan Ginny tetap di Gryffindor, sementara Ron masuk Hufflepuff. Yah, sepertinya mereka bukan The Trio Gryffindor lagi setelah ini.
"Asrama telah ditentukan,para murid yang berganti asrama mulai malam ini tidur di asrama barunya, barang barang kalian sudah ada di asrama baru kalian, bagi yang tidak mengetahui jalan menuju asramanya, mintalah bimbingan dari murid asrama yang bersangkutan." Professor Mc Gonagall mengakhiri pidatonya.
"Emm,Daphne, Astoria? Maukah kalian menunggu disini sebentar? Aku ingin menemui Harry dan Ron dulu."
"Ya,baiklah, kami akan menunggumu." jawab Daphne, "Trims" kata Hermione lalu meninggalkan mereka berdua keluar aula besar. Hermione menunggu sebentar disana sampai Harry dan Ginny menghampirinya.
"Wow, Mione, kau masuk slytherin, aku tak menyangka" ujar Harry.
"Ya, akujuga tak menyangka, beruntungnya dirimu, Mione, murid-murid Slytherin kan banyak yang tampan." Ginny menambahkan,Harry langsung menatap ginny tajam. Ginny yang menyadari tatapan Harry langsung meralat ucapannya, "Ehehe, tetapi tentu saja kau lebih tampan " kata Ginny lalu mengecup pipi Harry singkat. "Oh, come on guys, jangan bermesraan di depanku." Hermione mengernyit, akhirnya Ron pun bergabung dengan mereka.
"Slytherin, mione, Slytherin? Dari ketiga asrama yang tersisa,kenapa harus Slytherin?" ujar Ron tiba tiba.
"Akujuga tidak mengerti,aku berharap tetap di Griffindor atau setidaknya Ravenclaw, tapi entah kenapa malah jadi Slytherin." Hermione menunduk lesu, "Ya itu kan bukan kemauan Hermione Ron, biarkan saja, yang penting kau masih sahabat kami,Mione, atau jika kau mau, setiap makan di aula besar, duduklah di meja Gryffindor bersama kami." ujar Harry, ia menguap "Aku sudah mengantuk Mione,kalian kembali saja ke asrama kalian" kata Harry sambil menggandeng tangan Ginny dan pergi meninggalkan Ron dan Hermione. "Yasudah, aku juga akan kembali ke asramaku, dah Mione!" Ron pergi menghampiri salah satu anak Hufflepuff, mereka terlihat sudah sangat akrab karena mereka saling melempar lelucon dan tertawa satu sama lain, Hermione menghela nafas,lalu masuk kembali ke aula besar. Aula sudah sepi,hanya tinggal beberapa orang di meja Hufflepuff, di meja Slytherin sendiri tinggal ada Daphne,Astoria,Pansy yang sedang memeluk lengan Draco, dan Theodore Nott. Saat Hermione datang,Pansy langsung menatapnya tajam dan mengeratkan pegangannya ke tangan Draco seakan ia takut Hermione akan merebut Draco darinya, Hermione hanya memutar bola matanya melihat tingkah Pansy.
"Sudah selesai,Mione?" ia mengangguk, "Yasudah,ayo kita ke asrama!" Daphne menarik tangan Hermione dan Astoria, merekapun meninggalkan Aula besar.
Mereka menyusuri koridor koridor dan menuju ke bawah tanah,awalnya Hermione takut mereka akan mengerjainya atau semacamnya,hingga akhirnya ia ingat bahwa asrama Slytherin memang terletak di bawah tanah, tepatnya dibawah danau hitam. Merekaberhenti di sebuah dinding batu, awalnya Hermione bingung hingga Daphne mengucapkan kata sandi, "Morelia Viridis" Hermionemengernyit, kata sandi mereka adalah bahasa latin dari ular hijau? Benar benar sarang ular, pikirnya.
Dinding itu terbuka,mereka melewatinya dan sampai di ruang rekreasi Slytherin, ruangan itu sejuk, terkesan misterius, didominasi oleh warna hijau emerald-perak, jendela di ruang rekreasi itu menunjukkan bagian dalam danau hitam, ruang rekreasi ini lebih besar daripada ruang rekreasi Gryffindor, sofa sofa dan meja berwarna hitam berjejer dengan rapi,samar samar terdengar suara air danau yang mendebur ke kaca jendela.
"Bagaimana? Disini memang terkesan agak menyeramkan, tapi, percaya deh, ruangan ini nyamab kok, kadang kadang kau akan melihat cumi cumi raksasa atau makhluk danau lainnya dari jendela,dan kebanyakan dari makhluk itu sangat indah." kata Astoria. Hermione hanya tersenyum menanggapinya, ia kembali mengagumi arsitektur disana, sampai akhirnya ia teringat, "Oh, ya, dimana kita tidur?" tanyanya, "Kita tidur disana" Daphne menunjuk 2 pintu ber plakat kuno yang terdapat di ujung ruang rekreasi,pintu di kanan dengan plakat perak bertulisan hijau sedangkan pintu di kiri dengan plakat hijau bertulisan perak.
"Ayo, kuperlihatkan kamarmu" ajak Daphne. Hermione,Daphne, dan Astoria berjalan menuju pintu berplakat perak di sebelah kanan, mereka berhenti sebentar di depan pintu, sementara Daphne menjelaskan "ruangan yang didepan kita ini untuk murid perempuan,sedangkan ruangan yang disana untuk murid laki laki," "Nah, ayo masuk." Daphne membuka pintu dengan plakat bertuliskan entah-apa itu dan memasukinya, Astoria menyusul dibelakang Daphne, dan Hermione dengan ragu ragu mengikuti mereka. Saat Hermione sudah didalam, tiba tiba Daphne mengangkat tangannya dan berbicara -setengah berteriak- "Hey! Kalian lihat? Hermione sekarang satu asrama dengan kita, dia itu pahlawan perang, jadi kumohon kalian perlakukan dia dengan baik ya! Jika ada yang macam macam, kalian akan berurusan denganku!" Hermione hanya tersenyum, lalu menunduk, menyembunyikan rona merah di pipinya, ia malu, Daphne membuat perhatian seluruh siswi beralih padanya, dia juga merasa tidak enak hati, karena seorang siswi yang sudah tidur juga ikut terbangun lagi gara gara mendengar omongan -ralat- teriakan Daphne.
Setelah itu, kamar itu menjadi ramai oleh bisikan bisikan ,hampir semuanya mengatakan hal hal baik tentang Hermione, walaupun ada beberapa yang terdengar menyakitkan di telinga Hermione, seperti "Bukankah dia mudblood?" atau "Apakah professor Hogwarts sudah gila? Memindahkan dia kesini, mengotori kemurnian asrama Slytherin saja."
Daphne menarik tangan Hermione menuju salah satu tempat tidur yang kosong. "Nah, Hermione, ini tempat tidurmu, itu koper dan hewan peliharaanmu kan?" Daphne menunjuk koper dan seekor kucing gemuk yang sedang tidur nyenyak di kandangnya yang tergeletak disamping tempat tidur, Hermione mengangguk.
"Itu seragammu untuk besok, Daphne menunjuk seragam Slytherin yang ada diatas tempat tidur Hermione, "Biasakan dirimu ya Mione,jangan berfikiran buruk tentang kami ya? Kau sudah lihat sendiri kan kalau tidak semua Slytherin itu buruk? Kecuali Daphne,yah ,dia memang kelewatan. Kalau kau butuh kami,aku dan Astoria akan ada di sebelahmu." kata Daphne.
"Terimakasih banyak,Daphne, Astoria, sungguh, kalian banyak sekali membantuku hari ini, padahal kalian baru mengenalku tetapi kalian sudah bersikap sangat baik padaku, sekali lagi terimakasih banyak." Hermione tersenyum tulus. "Tak masalah" kata mereka berdua bersamaan, mereka saling memandang, lalu terkekeh, Hermione juga ikut terkekeh, saat Daphne dan Astoria sudah kembali ke tempat tidurnya, Hermione baru memperhatikan sekelilingnya, disamping kanan tempat tidurnya ada rak berukuran sedang, tempat ideal untuk menyimpan buku, tanpa sadar ia tersenyum sendiri, dengan adanya rak buku, ia langsung menyukai kamar ini. Rak itu terlihat seperti sekat antara tempat tidur satu dan lainnya, tingginya sebahu Hermione, disamping kiri tempat tidurnya ada meja nakas, kamar ini terlihat sangat memerhatikan privasi penghuninya. Tempat tidur disini dihiasi seprai hijau yang disulam dengan benang benang perak yang indah dan dihiasi kelambu hijau sutra.
Sedang asyik asyiknya mengagumi arsitektur di kamar itu, tiba tiba Pansy masuk dan berdiam diri di ambang pintu sambil mengernyit, "Aku mencium bau busuk disini, aaaah pantas saja, aku lupa bahwa seekor mudblood telah jadi penghuni asrama ini, mencemarkan nama baik asrama saja."
Hermione tidak menanggapi omongan pansy , ia lebih memilih membereskan barang barangnya, menyimpan buku buku di rak, Hermione heran dengan sebagian besar penghuni kamar ini yang rata rata malah menyimpan alat alat kosmetik yang tidak berguna didalam rak nya,sayang sekali, pikirnya.
Ia melipat seragam dan memasukkannya kedalam nakas, menutup kelambu dan mengganti seragam Gryffindor nya dengan baju tidurnya. Dalam hati Hermione bersyukur ketika melihat Pansy berjalan ke tempat tidur yang jauh dari miliknya, bukan apa apa, hanya saja ia tidak habis pikir jika harus mendengar hinaan hinaan Pansy setiap saat. Mendengarkan suara air yang mendebur jendela, akhirnya Hermione pun tertidur.
TBC
Pegel nulis segini .-. Tapi gapapa deh,semoga kalian suka yah ;)
Flamers : iya gapapa kalau kamu gasuka, saya kan udah nge warn,DLDR, tapi makasih juga buat kritiknya,dan kalau masalah hubungan Draco Hermione di serial novel / filmnya emang gaada romance nya sih, tapi inikan fanfic,jadi ini imajinasinya saya aja :)
So,ini update Chapter 2 nya,mind to review, please? ;)
