Title : The Secret Box
Part : 2 (Introduction RD)
Length : 2/?
Author : ShadowCrush
Genre : Romance - Drama - Crime
Rate : M
Cast : Wu Yi Fan/Kris, Huang Zi Tao, And Other Cast
Disclaimer : All Cast belong to God, Their Self, I Just owned Story
Warning : Boys Love/Yaoi, violence, strong language, typo(s), death chara
Don't Like Don't Read
.
.
.
The Secret Box
New York, 7.30 AM
Sebuah alarm berbunyi sangat keras, membuat seorang namja bertubuh atletis menggeliat diatas kasur nya. Terbangun dari dunia yang ia geluti, membuat nya mendecih sebal sembari menonfaktifkan alarm tersebut.
Namja tersebut bangun dan menyeret kakinya malas menuju kamar mandi, berdiri di depan wastafel dan membasuh muka nya.
"makin hari makin tampan saja diriku ini" monolog pria tersebut dengan percaya diri.
Sebenarnya hal yang disebut namja itu benar. Lihat saja mata nya yang indah dengan tatapan setajam tatapan elang, hidung nya yang mancung membentuk sudut 45 derajat, bibirnya yang seksi, rahang yang tegas, badan atletis dan segala hal yang mendekati sempurna ada pada dirinya.
Wu Yi Fan atau Kris nama namja tampan tersebut, pria bertinggi badan 187 cm ini, memang sangatlah tampan, selain tampan ia pun juga memiliki hidup yang bisa dikatakan serba 'wah'.
Memang Kris Memiliki segala hal yang sangat diinginkan semua orang, tetapi dibalik hidupnya yang serba 'wah' tersebut ia memiliki satu sisi kelam.
'SPY' atau mata-mata, ya pekerjaan yang sangat keren menurut nya sekaligus sangat menantang (baca:membahayakan).
Itulah pekerjaan yang ia geluti. Selain menjadi Co-CEO dari Wu Corp Milik Ayah nya.
Dia menjadi seorang Spy di salah satu organisasi Mafia yang di bawahi ayah pria tampan tersebut.
'Red Dragon', adalah salah satu organisasi Mafia terbesar dan Memiliki peranan penting dalam politik hampir di seluruh dunia. Red Dragon biasa di sewa oleh para konglomerat, pengusaha, bangsawan bahkan pemerintah untuk membunuh, memata-matai, dan hal-hal dalam dunia hitam lainya.
Kembali ke Kris lagi, setelah dia membasuh muka dan mandi, Kris pun menuju ke dapur menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri.
Yah terbilang klise bagi Kris disetiap pagi nya selalu melakukan aktivitas nya sendiri, bukannya dia tidak bisa untuk sekedar menyewa maid atau semacamnya, hanya saja Kris tidak suka dengan hal tersebut, dia lebih suka melakukan nya sendirian.
Sambil menyantap oatmel dan susunya, Kris tersentak dengan bunyi suatu benda yang disebut Handphone, terpampang nama seseorang yang memanggil nya 'CHANYEOL'.
"Good morning ma bro, have u wake up now,?" belum sempat Kris mengatakan hallo atau sejenis, Kris langsung mendengar suara 'happy virus' (baca:chanyeol), pertanyaan konyol menurutnya.
"If I haven't wake up, how can I answer your call ? stupid" jawab Kris ketus.
"haha, morning joke ma bro, I think we have a new job" timpal Chanyeol.
"hmm, what kind this job ?" jawab Kris malas.
"akupun belum mengetahui nya hyung, aku hanya mendapat e-mail dari master, kita disuruh menghadap beliau" jawab Chanyeol, berbicara dalam bahasa Korea.
Kris berpikir, "tumben sekali fuqin tidak memberitahu ku langsung, malah melewati anak ini".
"baiklah, kita bertemu di markas jam 1 siang nanti" ujar Kris.
"Roger that captain"
"eeet, hyung" salip Chanyeol sebelum Kris mematikan sambungan telepon mereka.
"what ?" jawab Kris Ketus
"aku pikir sudah saat nya kau mencari pendamping hidup, semakin hari kau semakin terlihat seperti singa yang menyusut menjadi kucing, haha"
"Kau mau dipanggang atau dibakar ? tinggal pilih dan aku akan sangat senang melakukan nya dengan kedua tangan ku" jawab kris sadis.
"hahaha, I got u hyung, hahaha, ok see ya later" Chanyeol memutuskan sambungan telepon nya sepihak, meninggalkan lawan bicara nya diseberang yang naik pitam.
"That bastard, ah" geram Kris.
The Secret Box
Kris melihat ke arloji merek cassio nya, jarum panjang menunjuk kearah 9 sedangkan jarum pendek menunjuk kearah 12, "12.45" batin Kris.
Kris pun keluar dari pintu apartement nya, berjalan menuju lift, dan turun ke basement. Dalam perjalanan nya menuju mobil, ia merasa seperti diikuti oleh seseorang, ya benar saja pengalaman Kris sebagai seorang Spy, pastinya dia tahu kapan saatnya dia mengikuti orang atau diikuti orang.
Kris berpura-pura mengikat tali sepatu nya yang sebenarnya tidak lepas. Sambil mengedar kan pandangan nya dari sudut matanya, dan benar saja dia melihat dari pantulan sebuah cermin bahwa ada seorang pria berperawakan kurus yang mengendap-endap di samping mobil di belakang Kris.
Kris bangkit dan berjalan kearah persimpangan, lalu Kris berbelok ke kiri dibalik tembok, pria yang mengekor Kris sedikit berlari mengejar Kris dan Bugh.. pada saat dia berbelok sebuah hantaman telak mengenai wajah nya. Kris segera menangkap pria tersebut dan membantingnya ke dinding.
"a..apa yang kaulakukan" ucap pria tersebut gugup.
"seharusnya aku yang bertanya seperti itu, apa kau mengikuti ku?" balas Kris dengan nada tinggi.
"ti..tidak, percaya diri sekali kau" bohong pria tersebut, Kris tahu dia berbohong.
"benarkah?, kalau begitu apa yang kau lakukan disini ?"
"aku sedang itu, hmm.. mencari seseorang ya mencari seseorang" jawab pria itu berusaha menenangkan diri, namu tetap terdengar gugup.
"jangan mencoba berbohong, siapa yang menyuruh mu?" ucap kris dengan penekanan. Pria tersebut tertunduk takut.
" pria, aku dibayar 100$, untuk mengikuti mu olehnya, aku perlu uang, aku bahkan tidak ingat lagi wajah pria tersebut karena aku langsung mengikuti arahan darinya" ujar Pria jujur
"cih.., membuang waktuku saja," ujar tahu pria ini tidak berbohong sekarang, terlebih pada saat dia mengatakan 'perlu uang' Kris tahu bahwa pria ini hanya seorang amatiran, Kris merogoh dompet nya, Kris merasa iba dengan lelaki ini, diberi nya 10 lembar 100$ kepada pria itu, " jangan mengikuti ku lagi" ucap Kris.
"ba..baik, ma..maafkan aku, terimakasih banyak" Jawab pria itu, dan langsung berlari.
"semakin banyak fans ku ternyata"monolog Kris.
Kris langsung menuju mobil berlambang kuda yang mengangkat kaki depan nya. Dia pun langsung melajukan mobil nya membelah keramaian siang kota New York.
The Secret Box
Di dalam gang kecil yang sepi, terlihat dua orang pria berpakaian serba hitam menahan seorang pria kurus. Terlihat seorang pria bersetelan jas mahal di depan pria kurus tersebut.
"Kenapa kau sampai kehilangan dia ?" ucap pria itu kasar. Bugh, sebuah pukulan mengenai wajah kurus pria tersebut,
"ma..afkan aku, a..ku lengah tadi" jawab pria kurus itu susah payah karena badan dan wajah nya yang sakit.
"kau bodoh, ah ini memang salah ku karena menyewa amatiran seperti mu" rutuk pria itu, sembari memukul pria itu lagi.
"agh.. ampun, maafkan aku, ak..aku han…", ucap pria itu memohon ampun.
Tiba-tiba..CHIT!, terdengar suara tembakan teredam, menembus kepala pria kurus tersebut, tercium bau bubuk mesiu yang gosong.
"ayo pergi, moodku sedang tidak baik sekarang" ujar pria bersetelan jas tersebut.
The Secret Box
"Where's he, aish, it's already 1.20 pm" rutuk Chanyeol yang sudah dari tadi berada di Markas Besar Red Dragon, tempat nya bekerja 'sampingan'. Dia sedang menunggu 'seseorang', tangan nya tak henti-hentinya mendial nomor seseorang yang membuatnya menunggu, Kris.
Chanyeol, adalah seorang pria yang tak kalah tampan dengan Kris. Chanyeol adalah seorang yatim piatu yang diadopsi oleh ayah Kris saat Ayah Kris berada di Korea, setelah tak sengaja melihat kemampuan chanyeol menembak burung dengan tepat menggunakan pistol angin.
Chanyeol sangat menghormati dan sangat patuh pada ayah Kris,' Wu Yi Jun'. Chanyeol juga seorang mata-mata yang handal, kemampuan nya menembak tak diragukan lagi. Dia sering bertugas bersama Kris.
"dasar jam karet, berjanji dan mengingkari" rutuk Chanyeol sambil berusaha menelpon Kris.
Tak selang berapa lama sosok yang ditunggu-tunggu datang dan langsung menghampiri Chanyeol, dengan tampang tanpa dosa menurut Chanyeol.
"wah, tak ku sangka akan secepat ini, ku kira aku akan menunggu 2-3 jam lagi" ucap Chanyeol ketus sambil berdiri dan langsung berjalan menuju ruangan master mereka atau ayah mereka, sungguh professional pikirnya.
"ada tikus yang mengikuti ku tadi, jadi aku mengurus dia dulu, aku yakin pasti dia diperintahkan untuk mencari tahu keberadaan markas besar oleh seseorang" jawab Kris santai tanpa perduli dengan kata 'maaf'.
"yayaya I see, sekarang kau yang ketuk dan masuk duluan" ucap Chanyeol, lebih terdengar seperti perintah di telinga Kris.
"cih"Kris mendecih, sembari membuka pintu ruang kerja master mereka.
"duduklah Wu Yi Fan-shi, Park Chanyeol-shi" ujar sang master dengan sangat formal. Kris benci dengan hal ini.
"tak perlu seformal itu Fuqin" ucap Kris. Chanyeol menyikut perut Kris.
"kau tak berubah Kris, berapa lama kita tak bertemu?, 1 tahun ?". ucap sang master sambil tersenyum.
"Fuqin, kau kira hanya 1 tahun dan aku akan berubah?, ada perlu apa Fuqin memanggil kami?"
Sang master melemparkan sebuah map hitam ke atas meja.
"seorang Kurator Museum di Korea yang misterius dan tertutup, dia lah orang yang diinginkan klien kita, kalian harus mencari tahu semua tentang dia, dia memiliki seorang anak yang berumur 18 tahun, kalian harus mendekati nya lalu mengorek informasi dari anaknya dan kali ini kalian tidak hanya sekedar mematai-matai, kalian juga harus melenyapkan dia beserta keluarganya. Ucap master frontal
"Semua tugas kalian ada didalam map ini, tugas dimulai 3 hari dari sekarang, besok kalian berangkat ke Korea" Tambah sang master.
Kedua pria tadi pun mengerti mereka terbiasa untuk tidak bertanya, karena master mereka tidak suka pertanyaan. Mereka pun beranjak meninggalkan ruangan yang didominasi warna putih dan hijau tersebut.
"Fuqin harap kalian berhasil kali ini" suara master menginterupsi kedua pria yang sedang berjalan keluar. Terdengar sangat lirih.
"tenang saja fuqin kami pasti berhasil seperti biasa" ujar Chanyeol mantap.
"I hope so. Jangan remehkan misi ini, musuh kalian adalah Mafia atau organisasi besar lainnya"
"We'll did it fuqin, so don't be so worry" timpal Kris. Sang master hanya tersenyum, karena dia percaya dengan kedua anak nya ini.
Kedua Pria tersebut berjalan keluar dari ruangan tersebut.
"aku rasa kali ini tak akan semudah biasanya" ucap master lirih
To Be Continued….
Anyeong Chingudeul, Shadow Balik lagi,shadow harap gk ngebosenin ya ceritanya, dan lagi pula ini kan baru awal nya *Nyegir* Oh ya chingudeul, Fuqin itu artinya Ayah, dan Master disini adalah ayah(fuqin) dari Kris dan Chanyeol, mereka memanggil Fuqin jika dalam keadaan Informal(dirumah, disaat hanya mereka bertiga) sedangkan Master dalam keadaan Formal(Kantor, Didepan Client). Chapter depan mulai deh adegan action nya, hehe.
At last Mind If Review ? don't be a silent readers please.
