AKATSUKI KELILING DUNIA

CHAPTER 2. KOREA

Desclaimer : Masashi Kishimoto

Summary : Akatsuki mendapat hadiah untuk mengunjungi berbagai negara di dunia secara gratis! Bersama Naruto si tour guide ceroboh dan Sasuke si pilot dadakan. /"Na..Na..Namaku Zetsu"/ "KYAAAAAAA!"/ "SINGKIRKAN BENDA NISTA ITU, UN!"/ "SEMPAKKU! Dasar mesum kau!"

Humor/Adventure

.

.

.

"KITA NYASAR KE KOREA UTARAA!" teriak Naruto frustasi. Ia membayangkan kepalanya di penggal karna sembarangan masuk ke negara yang tertutup ini.

"APAA? Kalau begitu suruh pilotnya putar arah!" Suruh Hidan.

"DIA BILANG DIA TIDAK TAHU CARANYAA!" jawab Naruto.

"SIALAAN KITA AKAN MATII!" ucap Kakuzu frustasi.

Terjadi kericuhan di kabin kapal, seperti Kakuzu yang melindungi uang-uangnya. Hidan yang komat kamit sambil mengacung-acungkan buku bertuliskan Kitab Jashin. Kisame yang berpelukan dengan Itachi. Tobi yang malah kegirangan lompat-lompat di kursi, dikira lagi ada pesta kembang api. Zetsu yang sibuk berlarian mencari parasut. Deidara sibuk membereskan lempungnya. Sasori yang sembunyi di bawah kursi bersama boneka barbie kesayangannya. Konan yang sibuk make-up an biar kalo mati tetep cantik dan Pein yg malah selfie-selfie dengan latar kabin yang berantakan mirip kapal pecah.

"BERHENTIII!" teriak Naruto. Kegiatan Akatsuki berhenti seketika dan memandang ke arah Naruto.

"Dengar, kita tidak boleh panik, cepat duduk di kursi masing-masing!" suruh Naruto dengan wajah yang serius.

"Yeyeye.. pesta kembang apii!" Tobi berlarian di depan Naruto.

Duaagghh.

Naruto menendang Tobi, ia terpelanting tepat ke kursinya di samping Zetsu.

"Cepat pakai sabuk pengaman kalian, dan berdoalah dengan khusu, jangan panik! Itu hanya akan memperburuk keadaan. Tarik nafaas! Keluarkan... Relaaxx..." Naruto menenangkan Akatsuki seperti seorang intruksi yoga. Keadaan mulai tenang,

tiba-tiba...

Duaaarrr!

"KYAAAAA! SELAMATKAN DIRI KALIAAAN!" Naruto berlari panik sambil memegang kepalanya. Mengabaikan kata-katanya sendiri yang menyuruh Akatsuki untuk tidak panik.

"KYAAAAA!" Akatsuki kembali heboh, mereka melepas sabuk pengaman dan ikut berlari bersama Naruto. Kecuali Tobi yang sibuk muntah muntah karena mabuk udara dan Deidara yang duduk kalem di kursinya.

"Tenang, un! Itu bunyi lempungku yang jatuh" ucap Deidara. Naruto dan Akatsuki berhenti berlari dan memandang Deidara dengan tatapan membunuh.

"SINGKIRKAN LEMPUNG BODOH MU ITU, SIALAN!" Omel Hidan.

"BISAKAH KALIAN TENANG SEDIKIT?! AKU SEDANG KONSENTRASI!" teriak Sasuke emosi, "PAKAI SABUK PENGAMAN!" lanjut Sasuke dan sedetik kemudian kapal berbelok tajam.

Brukkk!

Naruto dan Akatsuki yang masih berdiri akibat kepanikan yang di sebabkan oleh lempung Deidara, terpelanting kearah kiri. Kecuali Deidara yang masih duduk rapi dengan sabuk pengamannya.

"KYAAAA!"

"Aduh minggir, aku tertindih!" ucap Kisame yang tertindih Itachi.

"WOI! BILANG BILANG DONG KALAU MAU BELOK!" teriak Pein pada sang pilot. Sasuke cuek.

"Tolooonggg! Senpaaiii! TOLONG!" teriak Tobi yang entah kenapa kini ada di luar pesawat sedang berpegangan pada jendela. Badannya terombang ambing angin yang kencang. Celananya bahkan hampir merosot saking kencangnya angin diluar.

"Tobi, apa yang kau lakukan?!" Tanya Naruto panik.

"Huee... Tobi tadi lagi muntah di jendela, lalu terdorong keluar.. hueee.. tolong Tobi..."

"Kau membuka jendela untuk muntah? Kau pikir ini di dalam angkot, hah?" Naruto tak habis pikir, ternyata ada juga yang lebih bodoh dari dia.

Swwiiinggg~

Celana Tobi terlepas dan terbang entah kemana.

"KYAAAAA!" Konan berteriak shock melihat pemandangan sempak Tobi yang berwarna pink dengan motif Spongebob. Matanya perih. Ia buta selama 5 menit. Seburuk itulah efek samping melihat sempak nista milik Tobi.

"Cepat tarik diaa!" Pein menarik Tobi masuk.

Duaaarr!

"DEIDARA, BERHENTI MAIN LEMPUNG!" omel Pein.

"Bukan aku, un!" sanggah Deidara.

Kapal kembali berbelok tajam untuk menghindari tembakan, kali ini kearah kanan. Akatsuki dan Naruto yang sedang menarik Tobi terpelanting kembali ke arah kanan.

"KYAAAAA!"

"ITACHI, KAMPRET! MENYINGKIR DARI WAJAHKU!" teriak Kisame yang wajahnya kena pantat Itachi.

"Maaf, itu kejadian tidak terduga."

"PILOT SIALAN! MENYETIRLAH YANG BENAR!" Teriak Pein yang kesal, ini terasa seperti naik kora-kora dipasar malam, bahkan lebih buruk!

"Kita sudah keluar dari kawasan Korea Utara, 5 menit lagi kita akan landing di Bandara Incheon" Ucap Sasuke, mengacuhkan Pein yang dari tadi misuh-misuh.


Pesawat yang dikemudikan Sasuke mendarat dengan sempurna di Bandara Incheon. Ia keluar dari ruang kokpit dengan cool menuju kabin pesawat. Sebuah keringat sebesar biji duren bertengger di dahi Sasuke begitu melihat keadaan kabin yang seperti kapal pecah. Uang-uang berserakan dimana-mana, Boneka Sasori bahkan sudah tak berbentuk, tangan, kaki dan kepalanya terpisah seperti habis di mutilasi. koper-koper terbuka dan isinya tercecer dimana-mana, termasuk sempak Itachi yang bertengger di Flying trap Zetsu. Dan yang paling parah, orang-orang dengan rambut acakadut bergunduk di pojok kanan. Kecuali Deidara yang masih setia duduk di kursinya.

"Ada apa ini? Kalian malah main-main sedangkan aku berusaha setengah mati menyelamatkan kita semua?" omel Sasuke.

"MAIN-MAIN GIGI MU JAIPONGAN, HAH? Kita juga hampir mati gara-gara kau!" balas Pein sengit.

"Cih! Dasar tidak bersyukur! Cepat bereskan kabin ini!" ucap Sasuke ketus sambil berjalan keluar kapal.

"AKAN KU BUNUH PILOT SIALAN ITU!" Emosi Pein meledak, ia hendak mengejar Sasuke. Namun Itachi sebagai Kakak pelindungnya Sasuke segera menghentikannya.

Setelah membereskan kabin kapal yang berantakan, mereka pun keluar dari kapal satu persatu.

"Akhirnyaa... kita sampai juga di Korea, ku pikir kita takkan pernah sampai" ucap Deidara yang keluar lebih dulu dari kapal.

"KYAAAAAA!" orang-orang berteriak begitu melihat Tobi keluar dari pesawat.

"TOBI! PAKAI CELANAMU, UN!" teriak Deidara yang baru sadar Tobi belum pakai celana akibat celananya terbang.

"Tobi lupa!" ucapnya sambil kembali ke dalam pesawat.


Semua anggota Akatsuki dan Naruto pun sudah keluar dari kapal. Datang seorang gadis muda berambut pink menghampiri mereka semua.

"Selamat datang di Korea! Aku akan menjadi tour guide kalian selama di Korea. Namaku Haruno Sakura, salam kenal!"ucap Sakura sambil membungkuk memberi salam.

"Sa.. Sakura..." gumam Zetsu. Namanya mirip dengan bunga kesukaannya dan wanita itu begitu cantik mirip bunga sakura, Zetsu jatuh hati pada pandangan pertama.

"Salam kenal juga, Sakura-chan, Namaku Naruto. Dan ini adalah Akatsuki yang mendapatkan hadiah keliling dunia" ucap Naruto.

"Hai, aku Konan."

"Aku, Pein."

"Namaku Itachi"

Semua anggota Akatsuki bersalaman dengan Sakura, tibalah giliran Zetsu yang akan bersalaman dengan Sakura. Tangannya bergetar, pipinya merona, hatinya dag-dig-dug.

'Apa Zetsu kebelet boker?' pikir Akatsuki.

"Na..Na..Namaku Zetsu" ucap Zetsu yang mendadak gagap sambil mengulurkan tangannya.

"KYAAAAAAA!"

Sebelum Sakura bersalaman dengan Zetsu, ia berteriak shock melihat penampakan benda nista di atas flying trap milik Zetsu.

"SINGKIRKAN BENDA NISTA ITU, UN!" teriak Deidara menunjuk sempak Itachi yang masih nyangkut di flying trap Zetsu karena guncangan kapal yang membuat barang-barang mereka berhamburan.

"SEMPAKKU! Dasar mesum kau!" ucap Itachi sinis sambil mengambil sempaknya kembali. Pupus sudah harapan Zetsu untuk membuat Sakura jatuh hati padanya, belum juga kenalan ia sudah terlihat begitu nista didepan wanita pujaannya. Zetsu yang malang.


"Baiklah, kita akan jalan-jalan ke Suncheonman Bay ! Kalian sudah siapkan?" tanya Sakura dengan semangat.

"YOSSHH!" teriak Akatsuki dan Naruto semangat, Zetsu melupakan tragedi sempak nyangkut tadi dan kembali bersemangat untuk merebut hati Sakura.

"tunggu! Sasuke juga harus ikut! Dimana ya dia?" ucap Naruto sambil melihat sekeliling.

"Itu dia! SASU-CHAN! AYO KITA BERANGKAT!" Teriak Itachi yang melihat Sasuke yang sudah ganti baju dengan pakaian casual sedang bersender pada tembok sambil memainkan HP nya.

"SASUKE! KEMARI!" teriak Naruto.

Sasuke berjalan dengan cool menuju sekumpulan makhluk absurd di depannya. Sakura menatapnya tanpa berkedip. Ia agak tidak percaya ternyata ada juga laki-laki tampan diantara makhluk-makhluk absurd ini.

Gedubrakk!

Sasuke terpeleset dengan tidak elit. Ia terjatuh dengan posisi nungging dekat tong sampah.

"BRENGSEK! SIAPA YANG BUANG KULIT PISANG SEMBARANGAN!" teriak Sasuke emosi. Padahal tidak ada kulit pisang disana. Orang-orang Sweatdrop melihatnya.

'dasar! Adik-kakak sama saja' pikir Akatsuki, Minus Itachi.

"Hai, Namaku Sakura" ucap Sakura sambil mengulurkan tangannya malu-malu. Sikap nista Sasuke tak melunturkan daya tariknya.

"Sasuke," balasnya sambil menjabat tangan Sakura singkat. Zetsu muram seketika begitu melihat aura lope-lope diantara mereka. Tapi ia tak putus asa, dia juga tak kalah tampan dari Sasuke, pikirnya. Plis! Jangan ada yang percaya pikiran Zetsu yang satu ini.


Singkat cerita, mereka sudah sampai di Suncheonman Bay menggunakan kereta. Terlihat hamparan padang ilalang yang indah tertiup angin, udara dingin menyapa kulit mereka, membuat Tobi tiba-tiba ingin pipis.

"Senpai, Tobi mau pipis."

"Kenapa kau tidak pipis di stasiun kereta tadi?" tanya Pein kesal.

"Tobi kan inginnya sekarang."

"Berbaris yang rapi ya, kita akan masuk ke Suncheonman Bay!" ucap Sakura.

Naruto, Sasuke dan Akatsuki pun masuk satu persatu dengan rapi.

"Maaf, dilarang membawa hewan peliharaan," ucap penjaga gerbang menggunakan bahasa Korea pada Itachi.

"Apa katanya? Apa dia minta tanda tanganku?" tanya Itachi yang tidak mengerti bahasa Korea.

"Dia bilang dilarang membawa hewan peliharaan," jelas Sakura.

"apaa? Aku tak bawa hewan peliharaan," sanggah Itachi.

Penjaga gerbang menunjuk Kisame yang berbaris di belakang Itachi.

"SIAPA YANG KAU PANGGIL HEWAN PELIHARAAN?!" Kisame ngamuk-ngamuk sambil mengacungkan samehadanya, mukanya emang jelek, tapi dia manusia tulen! Hanya saja waktu kecil kebanyakan makan sup sirip hiu.

"Sabar, Kisame. Kau bisa menunggu di luar, aku akan membawakanmu foto keadaan di dalam," Itachi berusaha menghibur.

"KENAPA AKU HARUS TUNGGU DILUAR? AKU KAN BUKAN HEWAN PIARAAN!"

"Tenanglah, biar aku yang bicara," ucap Sakura. Ia pun menjelaskan kalau Kisame adalah manusia yang akan berfoto dengan tema hewan laut, jadi dia pakai kostum hiu. Kisame pun di ijinkan masuk.


Pemandangan yang indah menyambut kedatangan mereka. Padang ilalang yang tinggi bergoyang kekiri dan kekanan tertiup angin, sungai yang bersih membelah Suncheonman Bay, airnya mengalir menuju sebuah teluk yang berlumpur. Terdapat sebuah jalan berpagar merah yang sengaja di bangun untuk para wisatawan berjalan menikmati pemandangan. Terdapat juga beberapa perahu di sungai yang cukup besar itu. Burung-burung berterbangan dengan rapi di atas padang ilalang. Terdapat banyak hewan unggas lainnya seperti bebek dan angsa.

"Wooww! Keren! Ayo kita berfoto!" ajak Pein.

"Ya ampun! Aku lupaa!" Naruto berteriak histeris dengan muka panik.

"Kenapa kau?" tanya Sasuke.

"Seharusnya aku merekam perjalanan kita untuk iklan Konoha tour world."

"Ngomong-ngomong tentang itu, aku masih belum mengerti. Sebenarnya siapa yang mengadakan lomba ini? Kenapa hadiahnya keliling dunia? Kenapa tidak uang 1 miliyar saja?" tanya Kakuzu.

"Hmm.. yang mengadakan lomba ini adalah ayahku," jelas Naruto.

"Apaaa? Yang memberi hadiah juga ayahmu? Kau anak orang kayaa?" tanya Kakuzu heboh, mata hijaunya berbinar. Akhirnya ia punya kenalan orang kaya. Ia sudah muak berteman dengan Akatsuki yang berdompet tebal berisi nota kasbon. Apalagi Kisame yang kasbon nya sekoper.

"Iyaa, ayahku pemilik kapal ini, dan sekarang akan mendirikan sebuah perusahaan jasa travel luar negeri. Kalian adalah orang-orang yang pertama kali menggunakan jasa kami. Kami menyebutnya traveling percobaan," jelas Naruto panjang lebar.

"Apaaa? Traveling percobaan? Kau pikir kami ini kelinci?" Pein shock.

"Tidak masalah yang penting ini gratis," ucap Kakuzu.

"Senpai, Tobi sudah tidak kuat~" Tobi melompat-lompat seperti kangguru.

"Deidara, cepat antar dia ke toilet umum sebelum dia ngompol di celana!" Suruh Pein.

"Kenapa harus aku, un? Aku tidak mau."

"Dia kan biasanya nempel padamu."

"Tidak, pokoknya aku tidak mau!" Deidara bersikeras pada pendiriannya.

"Ayo, Tobi. Aku juga ingin ke kamar mandi," ajak Sasori.

"Bagus! Pergi sana dengan Sasori! Kami akan menunggu disana," Pein menunjuk jalan berpagar merah.

"Tunggu! Aku juga ikut, un!"

"Kau bilang tadi tidak mau?!" tanya Pein kesal.

"Kalau dengan Sasori-danna, aku mau!" Deidara berlari menyusul Tobi dan Sasori. Pein geleng-geleng melihat kelakuan anak buahnya.

"Baiklah, kita akan jalan kemana dulu?" tanya Sakura.

"Ayo kita kesana!" Kisame menunjuk sungai.

"Tidak! Aku kan sudah bilang kita ke jalan itu!" tolak Pein.

"Aku ingin ke sana! Dekat padang ilalang!" ucap Zetsu.

"Bagaimana kalau kita berpencar saja?" usul Naruto.

"Boleh juga, karena Naruto ini kan tour guide juga, jadi kita buat 2 kelompok!" usul Sakura.

"Setuju!"

"Baiklah, aku akan satu kelompok dengan Sasuke, siapa yang mau satu kelompok denganku?" tanya Sakura.

"Aku!"

"Aku!"

"Aku mau dengan Sakura!"

"Aku mau dengan Sasu-chan!"

Semua anggota Akatsuki berkerumun di kubu Sakura. Naruto cengo. Sedetik kemudian ia sadar.

"LALU SIAPA YANG SATU KELOMPOK DENGANKU?!" Teriak Naruto frustasi, "kalau semua ingin dengan Sakura untuk apa dibagi menjadi 2 kelompok!" lanjut Naruto.

"Naruto benar, kita hompimpah saja, untuk menentukan kelompoknya," Usul Sakura.

"Baiklah, ayo hompimpah!"

"Tunggu, Sasuke tidak perlu hompimpah, dia akan satu kelompok denganku," Ucap Sakura.

"Hei itu curang!" Zetsu akhirnya angkat suara atas ketidakadilan ini.

"Aku tour guide nya! Jadi aku yang menentukan!" Tandas Sakura. Zetsu mengutuk Sasuke dalam hati, karena kalau kedengaran Itachi bisa berabe urusannya.

Merekapun Hompimpah dan didapatlah hasil kelompoknya sebagai berikut :

Sakura : Sasuke, Pein, Konan, Zetsu

Naruto : Hidan, Itachi, Kisame, Kakuzu.

Zetsu sujud syukur atas kebetulan yang indah ini.

Merekapun berpencar, melupakan Deidara, Tobi dan Sasori yang kini ada di toilet umum.


Kelompok Sakura bersepeda menyusuri jalan yang dilengkapi dengan pagar sambil merasakan hembusan angin dan melihat padang ilalang yang indah serta burung-burung yang berterbangan.

"Pemandangan yang romantis ya~" ucap Konan. Pikiran Pein melambung jauh, ia membayangkan berlari sambil tertawa bersama Konan menyusuri padang ilalang. Sebuah ide terlintas di kepalanya.

"Hei, ayo kita ke sana!"ajak Pein menunjuk padang ilalang.

"Ayo!" Mereka semua menyetujuinya. Merekapun berjalan menuju padang ilalang setelah memarkirkan sepeda di tempatnya.

"Oke, sekarang ayo kita buat video untuk promosi Konoha Tour World. Bagaimana kalau videonya tentang dua orang yang berlari gembira di padang ilalang" Sakura mengeluarkan kamera pemberian Naruto.

"Okee! Aku dan Konan yang jadi modelnya!" Pein mengajukan diri. Tema videonya begitu pas dengan khayalannya.

"Apaa? Kenapa harus denganmu? Aku mau dengan Sasuke-kun saja!" ucap Konan.

"A,apa? Maaf Konan-san, kalau Sasuke-kun yang jadi modelnya, maka pasangannya adalah denganku!" Sanggah Sakura.

"Memangnya kau siapa? Pacarnya?"

"Bukan, tapi kami bekerja di satu perusahaan yang sama, Konoha Tour World! Dia pilot dan aku tour guide!"

"Itu tidak ada hubungannya! Aku klien kalian jadi aku yang berhak!"

"Sudah, sebaiknya Sakura saja dengan Sasuke, kau denganku saja Konan" Rayu Pein.

"Jangan! Biar Konan saja dengan Sasuke, Sakura-chan denganku saja!" Zetsu memberanikan diri untuk membujuk Sakura.

"TIDAK!" Tegas Sakura dan Konan.

"Aku dengan Sasuke!"

"Aku!"

"Berhenti berkelahi, kita hompimpah saja biar adil. Dua orang yang posisinya tangannya sama harus jadi modelnya dan tak boleh menolak" Usul Sasuke.

"Setuju!"

Merekapun hompimpah. Konan dan Sakura memperhatikan gerak gerik Sasuke, mereka berusaha membaca gerak tangan Sasuke, apakah kar atau kub.

"HOMPIMPAH ALAIHUM GAMBRENG!"

Sasuke, kub.

Zetsu, kar.

Konan, kub.

Sakura, kub.

Pein kar.

Sudah jelaskan, siapa yang jadi modelnya?

"Ini tidak adil! Kenapa aku harus dengannya!" Pein menunjuk lubang hidung Zetsu.

"Aku juga tidak mau!"

"Sudahlah, setidaknya ini lebih baik dari pada Sasuke berpasangan dengan dia" Sakura menatap Konan dengan sinis. Konan membalasnya.

"Kalau Deidara dan Sasori sih tidak masalah, tapi Aku dengannya? Please aku bukan homo!" Pein memelas.

"Cepat lakukan!" Suruh Konan.


Kelompok Naruto berjalan di dekat sungai menuju sebuah kuil yang di sampingnya ada yang menjual pakan burung.

"Ayo kita beri makan burung!" Ajak Naruto.

"Aku mau beli makanan ikan," Ucap Kisame.

"Tunggu, kalau kau mau makan, belilah di sana," Naruto menunjuk pedagang makanan khas korea.

"AKU MEMBELINYA UNTUK MEMBERI MAKAN IKAN, BUKAN UNTUK MAKANANKU, SIALAN!" Kisame misuh-misuh lagi, dia sensitif kalau berurusan dengan ikan.

"Ohh, oke," Naruto menciut.

"Aku tidak mau beli makanan burung, itu hanya buang-buang uang!" Ucap Kakuzu.

"Tak apa, aku yang traktir" Ucap Naruto.

"Ohh, kalau begitu aku mau beli yang banyak!" Ucap Kakuzu bersemangat.

"Silahkan," Naruto membiarkan Kakuzu memborong makanan burung.

Kisame berdiri di samping sungai sambil melempar beberapa makanan ikan, ikan-ikan bergerombol mendekati Kisame.

"huaaa.. ikannya banyaak!" Kisame berbinar-binar.

Naruto dan Itachi memberi makan burung yang berkumpul di halaman kuil. Sedangkan Kakuzu yang cerdas tiba-tiba saja menjadi pedagang asongan pakan burung.

"Ayo, ayo di beli pakan burungnyaa!" Kakuzu menawarkan pada wisatawan lain.

"Kenapa Kakuzu malah berjualan?" Tanya Naruto sweatdrop.

"Itu bakat alaminya, biarkan saja!" saran Itachi.

"Ngomong-ngomong, temanmu yang berambut klimis kemana ya?" Naruto menanyakan Hidan.

"Tuh," Itachi menunjuk Hidan yang sedang membaca kitab Jashin di kuil sambil menebarkan makanan burung. Lagi-lagi Naruto Sweatdrop.


"Aku yakin jalannya kesini, un!"

"tadi kita tidak lewat sini," ucap Sasori.

"Tobi lapaar~"

Deidara, Sasori dan Tobi tersesat setelah dari toilet.

"Kau ini benar-benar merepotkan, un! Tadi ingin pipis, sekarang ingin makan, setelah makan pasti kau merengek ingin berak, un!" Deidara kesal dengan kelakuan Tobi.

"Aku juga lapar" Ucap Sasori.

"Oke! Ayo kita beli makan, un!" Deidara menjawab dengan ceria.

"Yeaay!" Tobi bersorak gembira.

"Tapi kita beli dimana? Aku tidak melihat ada yang jual makanan," Tanya Sasori.

"Kita ke arah sini saja!" Tobi menunjuk jalan ke kiri.

"Tidak, un! Kita ke kanan saja! Terakhir kali aku menuruti kata-katanya, aku tersesat, un!"

"Tapi aku rasa tukang makanan ada disebelah kiri," ucap Sasori.

"Oke! Kita kekiri, un!" Ucap Deidara ceria.

"Kok kzl ya, un?!" Gumamnya pelan.


"Kameraa... rolling.. Action!" ucap Sakura di belakang kamera.

Pein dan Zetsu berlari di padang ilalang sambil berpegangan tangan dengn berurai air mata dalam hati.

'Kenapa ini terjadi padakuu?' Mereka berteriak dalam hati.

"Lihat, pemandangan ini sangat indah! Datanglah ke Suncongman Bay, Korea!" Ucap Pein di depan kamera.

"CUTT!" potong Sakura.

"bukan Suncongman, Pein. Tapi Suncheonman!" Ralat Sakura.

"Ohh, oke.." Pein mengangguk mengerti

"Oke, ulangi lagi!" Suruh Sakura.

"Action!"

"Lihat! Pemandang-"

"CUTT!" Teriak Sakura.

"Ada apa lagi?" Tanya Pein.

"Maksudku Ulangi dari awal."

"Apaaa?"

Dengan terpaksa mereka kembali berlari dengan pegangan tangan sambil berurai air mata dalam hati. Karena kalau beneran, pasti di cut oleh Sakura.

"Lihat! Pemandangan ini sangat indah! Datanglah ke Sunsunman bay-"

"CUTTT!"

"KATAKAN YANG BENAR, SIALAN!" Amarah Zetsu sampai ke ubun-ubun, ia sudah ingin muntah karena mengulang adegan tidak senonoh itu dengan Pein.

"Ganti saja, Zetsu yang mempromosikan!" Ucap Sakura. Zetsu berbunga-bunga.

"Baiklah!" Zetsu tersenyum bersemangat, ia akan berbicara di depan Sakura, meskipun terhalang kamera.

Adegan nista itu kembali di ulang, kali ini Zetsu senyam-senyum membuat Pein ngeri. Apakah benih-benih cinta tubuh di hati Zetsu karena terlalu lama berpegangan tangan dengannya? Pein bersumpah akan mencuci otak Zetsu setelah ini.

"Lihat! Pemandangan ini sangat indah! Datanglah ke Cheonsunman bay!" Zetsu berkata dengan PD nya.

"CUTT!"

"bisakah kalian melakukannya dengan benar?" Omel Konan.

"Aku sudah mengatakannya dengan benar!" Sanggah Zetsu.

"Iya tapi susunannya salah! Harusnya Suncheonman bay!"

"Kenapa sih namanya harus seribet itu" Gerutu Zetsu.

"Biar Sasuke saja yang ambil bagian itu," Usul Sakura.


"Pakan burungnya, tuan? Nyonya? Hanya 2000 won!" tawar Kakuzu. Orang-orang mengabaikannya karena tak mengerti kata-kata Kakuzu. Ia berlari kesana kemari menghampiri wisatawan. Kaki-kaki gendutnya tersangkut batu dan...

Brukkk...

Kakuzu terjatuh, pakan burung yang ia bawa terjatuh, kantungnya pecah dan isinya berhamburan keluar. Burung-burung menghampirinya dan memakan dagangan Kakuzu.

"SIALAAANN! MENYINGKIR KALIAN! Huss! Husss!" Kakuzu mengusir burung-burung itu. Tapi jumlah mereka yang banyak membuat Kakuzu kesulitan.

Burung-burung yang sedang di beri makan Naruto dan Itachi pun mengampiri pakan burung Kakuzu.

"Hei, mau pergi kemana kalian?" tanya Itachi pada burung-burung yang kabur dari makanan yang Itachi berikan.

"Mereka terbang kesana!" Naruto menunjuk sekumpulan burung yang di tengah-tengahnya ada Kakuzu yang sedang misuh-misuh.

"Menyingkir kalian dari uang-uangkuu!" jerit Kakuzu.

Kakuzu pun di seret security di sana karena membuat kekacauan.

"Lepaskan akuu! Aku harus menyelamatkan dagangankuu!"

Itachi dan Naruto yang melihat kejadian itu segera memanggil Hidan dan Kisame untuk menolongnya.

"Jangan bawa dia! Dia hanya sedikit bodoh, tolong lepaskan dia," ucap Naruto. Tapi percuma, mereka tidak mengerti kata-kata Naruto.

Akhirnya mereka berempat ikutan di usir dari Suncheonman bay karena di anggap sekongkol untuk membuat keributan.

"Hueee.. izinkan kami masuk! Teman kami yang lain masih ada di dalam!" Naruto merengek di depan gerbang.

"Aku masih belum puas melihat ikan-ikan! Buka gerbangnyaa!" Kisame memelas.

"Sasu-chan juga masih di dalam! Izinkan aku masuk!" Itachi ikut-ikutan.

"aku masih belum selesai melakukan ritual!" Hidan angkat suara.

"Kembalikan makanan burungku! Sialan!" teriak Kakuzu. Naruto, Itachi, Kisame dan Hidan menatap Kakuzu dengan sinis Mereka sadar kalau ini semua gara-gara Kakuzu.

"Kenapa kalian menatapku begitu?" tanya Kakuzu.

"INI SEMUA GARA-GARA KAU!"

Kisame mengeluarkan samehadanya dan Hidan mengeluarkan sabitnya.

"jurus seribu bayangan!"

"Amaterasu."

"WAAAAAAAA!"

Mereka pun menghajar Kakuzu.


Setelah berjalan jauh akhirnya Deidara, Sasori dan Tobi menemukan kedai makanan. Setelah menggunakan bahasa isyarat akhirnya mereka bisa membeli makanan dengan mata uang konoha(?)

"Nyamm...nyamm.. ini enak sekali!" ucap Tobi. Merekapun makan sambil berjalan mencari teman yang lain.

Tap.

Seekor burung hinggap di bahu Tobi.

"Waah, lihat Senpai! Ada burung hinggap di bahu Tobi!" ucap Tobi heboh. Sasori cuek. Deidara sibuk menyuapi Sasori.

Tobi memberi sedikit makananannya pada burung itu. Kemudian datang burung yang lain hinggap di bahu kanan Tobi.

"Waah! Ada burung lagi!" Tobi memberinya makanan. Lalu datang lagi seekor burung hinggap di kepala Tobi. Begitu terus hingga banyak burung hinggap di tubuh Tobi. Makanan Tobi habis ia berikan pada burung-burung itu.

"Yaah, makanan Tobi habis"

Tuk.

Tuk.

Tuk.

Burung burung mematuki kepala Tobi.

"Aduh! Aduh, heii sakit!"

Tuk.

Tuk.

Tuk.

"Hueeee! Pergi dari kepala Tobi!" Tobi berlari berusaha menyingkirkan burung -burung itu.

"dia membuat ulah lagi!" gerutu Deidara.

"Akan ku ledakan burung-burung itu, un!" ucap Deidara sambil mengeluarkan lempungnya dan bersiap melemparnya ke arah Tobi.

Hap.

Seseorang merebut lempung Deidara.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Deidara pada Sasuke yang merebut lempungnya. Ternyata mereka berpapasan dengan kelompok Sakura.

"kalau kau meledakan senjata api, kita bisa di usir dari sini" jelas Sasuke.

"Ohh, maaf, un"

Cruuutt...

Sesuatu yang basah, lembek, berwarna putih jatuh tepat ke hidung Sasuke.

"apa ini?" tanya Sasuke sambil mencolek benda itu.

"i..itu.. kotoran burung!" ucap Konan.

"BURUNG SIALAAANN!"

Swwiinggg...

Sasuke melempar lempung Deidara ke arah segerombolan burung yang tadi lewat.

DUAAARRR!

Ledakan dahsyat terjadi di langit Suncheonman bay. Security pun datang dan menyeret mereka keluar.

Tuing.

Tuing.

Tuing.

Mereka melempar Sasuke, Sakura, Deidara, Sasori, Konan, Zetsu, Pein dan Tobi keluar gerbang.

"Kalian? Kenapa kalian ada di luar?" tanya Konan yang melihat Naruto, Itachi, Hidan, Kisame dan Kakuzu yang babak belur.

"kenapa kau Kakuzu?" tanya Zetsu.

"kita di usir gara-gara Kakuzu. Kalian juga kenapa di luar?" tanya Naruto.

"Kita juga di usir gara-gara Sasuke!" jelas Pein.

"apa itu di hidungmu, Sasuke? Apa kau sekarang jadi penjaga pantai?" tanya Kakuzu yang melihat hidung Sasuke berwarna putih. Sasuke diam menatap Kakuzu, beberapa detik kemudian...

"CHIDORI!"

"WAAAAAA!"

Kakuzu kembali babak belur karena menanyakan pertanyaan sensitif. RIP Kakuzu.

"Padahal aku ingin melihat sunset, huhuhu" Konan masih merutuki kesialannya.

"Sudahlah, ayo kita ke hotel untuk istirahat!" Ajak Pein.

"Hotel? Tapi tidak ada hotel yang kami sediakan" jelas Naruto.

"Apaa? Lalu kita tidur dimana?"tanya Zetsu.

"Kalian kan bisa tidur di pesawat, dan kalau kalian tidak mau, ayahku sudah menyiapkan tenda untuk kita semua."

"APAAAAA?!"

.

.

.

TBC


A/N :

Haii, haii~ author balik lagi dengan fict absurd ini. Maaf kalau mengecewakan, garing dan gak lucuu..

Maafkan juga jika banyak kesalahan penjelasan tempat, keadaan, dll karena author tak pernah ke korea, semua hanya modal searching di mbah google XD

Balas Review :

Hyudate Sanata : Huaaa makasih banyak atas reviewnya yang sangat membantu. Author seperti menemukan maha guru 😇 Author masih newbie dan sama sekali tidak memperhatikan cara penulisan sebelumnya XD. Salam kenal juga yaa Hyudate-san..

XxxM. : Pertanyaannya sudah di jelaskan sama Naruto yaa, kalau dia kerja sebagai tour guide di perusahaan ayahnya sendiri :v

uzumaki Kuro : makasih sudah RnR fict gaje ini. Sudah di lanjut ya..😊

.165 : lanjutannya sudah update, makasih sudah RnR 😊

Guest : lanjutannya sudah update, makasih sudah RnR 😊

Guest : maksudnya bang disini apa ya? Kalau bang artinya abang, biar author jelaskan kalau aye cewek bang T.T. lanjutannya sudah update ya, makasih sudah RnR 😊

Vilan616 : hihihi, maafkan author karena membuat Sasuke jadi ikutan absurd XD lanjutannya sudah update ya, makasih sudah RnR 😊

Anni593 : Aaaah senangnya ada yang suka fict nista ini, makasih sudah RnR ya 😊

Arannis : yossh! Author bakal semangat lanjutin fict ini. Maaf kalau kurang lucu ya.. makasih sudah RnR

yuko : lanjutannya sudah update ya, makasih sudah RnR 😊

alvinsuprayogo : salam kenal juga.. lanjutannya sudah update ya, makasih sudah RnR 😊

Ashuraindra64 : lanjutannya sudah update ya, makasih sudah RnR 😊

ArmaLite : hahaha, mereka gak kena bom nuklir karena kehebatan pilot kita, Sasuke si pilot dadakan XD

Terimakasih buat yang kemarin sudah meluangkan waktu untuk review fict ini, satu review dari kalian sangat berarti bagi author *nangis terharu*

Sampai jumpa sabtu depan di chapter selanjutnya! Byebye! 😃