Sasuke. Sasuke Uchiha kau mengingatkanku padanya. Dia Sasori kekasihku.
Pelukan hangat dulu menyambutku saat aku pulang sekolah. Dia kekasihku.
"Bagaimana dengan cuaca hari ini?" tanyaku.
"Feelingku mengatakan aku dan Sakura akan selamat dari badai jika Sakura memelukku." jawabnya. Aku memberinya sebuah pelukan dan tawa. Aku dan dia segera pulang.
Esoknya, aku menerima kabar bahwa dia kecelakaan saat perjalanan pulang dan dia telah tiada. Aku kaget mendengarnya dan aku jatuh pingsan. Mimpi-mimpi tentangnya selalu mendatangiku.
Aku selalu bermimpi tentangnya. Dia katakan 'Sakura. Kita pasti bertemu lagi. Walau aku dalam jiwa dan fisik yang berbeda.' Setelah itu aku tak pernah lagi bermimpi seperti itu. Tapi kenapa hari-hari ini aku bermimpi seperti itu? Apa kau kembali?
Hari keduaku di sekolah. Entah kenapa aku ingin sekali bertemu dengan Sasuke. Untungnya di kelas sedang sepi, hanya ada aku dan Sasuke. Aku duduk disebelahnya.
"Sasuke. Kau siapa?" tanyaku.
"Sakura. Mau kan kau bantu aku?" aku bingung mau menjawab apa. Apa yang bisa ku bantu? Akhirnya Sasuke menceritakan semuanya.
"Kau berpikir bahwa aku Sasori kan? Aku dan dia ini adalah sahabat akrab. Karena dia mempunyai feeling yang tak pernah salah, dia mengatakan padaku bahwa dia akan kecelakaan dan meninggal dunia. Aku kaget mendengarnya. Katanya itu semua tak bisa dihindari. Dia menceritakan semua tentangmu. Dia menyuruhku untuk menjagamu. Dulu aku tak tahu kau siapa. Katanya kau tidak perlu kucari, karena kita pasti bertemu dan akhirnya kita bertemu. Dia memberiku sebuah kalung berliontin SS yang artinya Sasori Sakura. Saat aku memakainya, aku menjadi seperti ini. Aku tahu semua tentangmu yang diketahui oleh Sasori. Sakura, sesuai permintaan sahabat akrabku dan pacarmu, maukah kau menjadi pacarku? Tiga hari saja. Maaf aku tak punya banyak waktu lebih... Uhuk!" darah keluar dari mulut Sasuke. Langsung dia menutup mulutnya menggunakan tangan.
"Sasuke. Kau kenapa? Sakit?" aku panik melihatnya batuk darah. Aku membantunya berjalan menuju gerbang sekolah dan memanggil taxi. Tangannya masih menutup mulutnya. Saat di taxi Sasuke pingsan. Segeralah aku membawanya ke rumah sakit terdekat. Sebenarnya dia kenapa? Oh tuhan, jangan ambil dia dariku. Tak lama dokter keluar dan mengajakku bicara.
"Kanker darah yang dialami pasien sudah stadium 4. Memang tak ada gejala yang meyakinkan. Tolong buat dia bahagia sampai malam nanti. Waktunya sudah tidak banyak." jelas dokter itu. Aku tidak percaya dengan itu semua.
"Orang tua Sasuke. Apa perlu dipanggil?" tanyaku.
"Kau tidak tahu? Orang tuanya telah meninggal akibat kecelakaan satu tahun lalu. Kakakknya mengalami nasib yang sama dengan Sasuke. Tapi tak tahu sekarang kemana." semua kata-kata dokter itu sangat membuatku iba dan sedih sekali. Aku segera berlari keruang Sasuke dirawat. Tapi ternyata Sasuke sudah ada didepan ruangan dokter.
"Sasuke?" aku terkejut melihatnya.
"Sampai malam nanti ya? Kukira masih 2 atau 3 hari lagi." kata-katanya itu membuatku memeluknya. Tetapi setelah dari rumah sakit, dia malah mengajakku ke sebuah taman dekat rumah sakit.
"Sakura. Kau.." belum sempat menyelesaikan kata-katanya. Aku memotongnya.
"Sasuke. Aku terima cintamu. Aku akan menemanimu sampai akhir hayatmu tiba." melihat Sasuke tersenyum, aku ikut tersenyum. Tapi, baru 5 menit berbicara, Sasuke menemui ajalnya. Kutempatkan makamnya disebelah makam Sasori. Aku duduk ditengahnya.
"Sasori, Sasuke apa hari ini akan ada badai? Hiks. Biarpun ada aku tidak mau pergi cepat-cepat dari sini. Kenapa kalian pergi dariku? Hiks." badai datang. Aku sendiri disana, tapi aku merasa bertiga disana. Kulihat ibuku datang dari kejauhan.
"Sakura. Untuk apa kau disini? Ayo pulang, nak!" aku berlari menuju ibu, dan memeluknya.
Esok hari aku terbangun, aku beraktivitas seperti biasa. Aku segera berangkat ke sekolah. Walau sebenarnya air mataku masih ingin keluar. Sampai di kelas, aku menemukan kalung dari Sasori untuk Sasuke. Aku mengambilnya.
"Sasuke, Sasori. Kita pasti bertemu lagi. Walau aku dalam jiwa dan fisik yang berbeda."
END
Maaf kalau abal .
Reviewnya ditunggu !
n_n
