~MY DREAM~

Desclaimer: cast disini semuanya milik tuhan.

Author: cho ah rin

Warning! : banyak terdapat typo (author baru)

Pair : KaiDo EXO and other pairings

Terdengar suara bell dilantai dasar, dengan cepat aku bejalan menuju meja belajar dan mengambil catatan biologi disana.

Dengan tergesa-gesa aku menuruni tangga menuju lantai dasar, mengingat kamarku terletak di lantai dua.

Aku merasa tidak enak membiarkan tamu menunggu lama, apalagi dia teman suho oppa, aku tidak mau dicap sebagai adik yang buruk.

Kubuka perlahan pintu utama itu dan kulihat seorang namja memalingkan tubuhnya menghadapku.

DEG..

"Kaii?"

Chapter 2

"Kai?"

"kyungsoo? Ini rumahmu?" terlihat mimic penasaran diwajahnya. Kugaruk pipi kiriku, gugup? Tentu saja.

"ia ini rumahku? Kau kenapa kemari?"

"ah, aku kemari menjemput catatan biologi suho hyung" ujarnya seraya tersenyum.

Kutepuk pelan keningku, kenapa aku sampai lupa hal itu, apa yang kau harapkan kyungsoo? Mengharapkan ia datang mengunjungimu?

"Kau kenapa?" kai menurunkan tanganku yang masih bertengger didahiku, tuhan, tangannya lembut sekali. Masih dengan menggenggam tanganku ia menatap lurus tepat dimataku. Ah, pasti lagi-lagi seburat merah bodoh itu muncul.

Terlihat ia terkekeh melihat ekspresiku, ya ampun, aku malu sekali.

Ia menarik tangannya kembali, ada perasaan kecewa yang timbul setelahnya.

"ini bukunya" kusodorkan buku yang sedari tadi kupegang kearahnya.

"ahh, ok!" kai mengambilnya seraya tersenyum manis.

Hening seketika, tak ada yang memulai pembicaraan di antara kami berdua. Aku pun hanya mengedarkan pandanganku kearah lain, untuk menghindari tatapan matannya. Sedari tia hanya hening sembari masih menatapku.

"kau mau menemaniku?"

Kutolehkan seketika wajahku menghadapnya? Barusan dia bilang apa? menemaninya?

"hm,, maksudku, kau mau menemaniku jalan-jalan sore ini setelah mengantar buku ini kepada suho hyung?"

"a..ku"

Ah bagaimana ini? Dia mengajakku jalan? Aku harus bagaimana?

Huuh, aku menghela nafas menghilangkan gugup ini. Kuanggukkan kepalaku tanda aku menyetujuinya.

"baiklah kai, sepertinya aku juga sedang bosan dirumah" kusunggingkan senyum seketika ia juga tersenyum mendengar jawabanku.

"apakah kau mau masuk dulu? Aku akan membuatkan minuman untukmu, kau lelahkan?" Terlihat ia menggeleng pelan menolak ajakanku.

"tidak usah repot-repot kyungsoo, kita langsung pergi saja, suho hyung sudah menunggu lama"

"ahh, kalu begitu kau tunggu sebentar, aku mau ganti baju"

Setelah mendapat persetujuan darinya, aku langsung melesat kekamarku dan segera berganti baju.

10 menit kemudian..

"ayoo kai" terlihat ia hanya tersenyum sambil memandangku dari ujung kaki sampai ujung kepala. Ku lihat kembali penampilanku, aku hanya memakai kaos pink dan rok mini berwarna hitam bergaris putih. Yah, sepertinya tidak ada yang salah.

"apakah penampilanku aneh? Kenapa kau menlihatku seperti itu?" kai tampak terkejut dengan pertanyaan ku itu. Ia kembali memamerkan senyum manisnya, menatapku.

"tidak kok, kau terlihat cantik dengan pakaian simple ini kyungsoo, aku suka" ujarnya sambil kembali tersenyum.

BLUSHH…

Aku menunduk seketika mendengarnya, berusaha menyembunyikan rona merah di pipiku.

"ahh, baiklah, ayo kita pergi"

Kuanggat kembali wajahku menghadapnya, berdoa semoga rona merah tadi telah hilang.

Kuanggukan kepalaku, dan akupun segera mengunci rumah, karena tadinya aku sendirian di rumah, lalu kuncinya aku titipkan kepada donghae ajushi, seorang tukang kebun di rumahku, yang saat itu sedang berada di pinggir kolam ikan kesayangannya.

"masuklah" kai berkata sembari membukakan pintu mobil depannyanya untukku.

"terima kasih" jawabku seraya tersenyum.

Setelah aku masuk, ia menyusulku dan duduk disebelahku. Ia mulai mengendarai mobilnya dengan serius.

Selama perjalanan lagi-lagi hanya tercipta keheningan, kulirik kai disebelahku yang masih serius menyetir, sedangkan sedari tadi aku hanya menatap orang-orang berlalu lalang dipinggiran jalan lewat kaca mobil ini.

"kenapa bisa kau yang menjemput buku suho oppa? Apa kau mengenal suho oppa"

Kulihat ia menolehkan padaku sebelum kembali focus pada jalanan didepannya.

"saat ini suho hyung sedang dirumahku, dia teman kakak ku, baekhyun hyung" jawabnya

Aku hanya mangut-mangut mendengar penjelasan nya, aku tidak heran mengapa suho dan baekhyun oppa berteman, karena memang mereka seangkatan, aku tidak pernah tau karena suho oppa juga belum pernah cerita ataupun membawa teman-temannya kerumah.

O_O

"sampai"

Mobil kai berhenti di sebuah kawasan perumahan elit, lebih tepatnya didepan rumah bergaya eropa kental berwarna perak.

Setelah memarkirkan mobilnya, aku keluar dan menyusul kai menuju pintu utama dirumah itu.

"ini rumahmu kai?"

Ia hanya menatapku dan tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.

Terlihat disamping pintu itu terpasang layar monitor sebesar 14 inc, kai meletakkan telapak tangannya di layar tersebut dan beberapa detik kemudian, sebuah tulisan success berwarna merah muncul, tepat setelahnya pintu secara otomatis terbuka, aku hanya melongo menyaksikannya.

"ayo masuk!" suara itu menyadarkanku.

Kai terkekeh pelan, ia menarik tanganku untuk masuk kedalam, suasanya luar berbeda dengan suasana di dalam, dari luar rumah ini tampak elegan dengan warna peraknya, tetapi di dalam, warna keemasan menampilkan kesan mewah. Rumahnya tidak kalah besar dari rumahku, tetapi yang membedakannya hanya barang-barang disini terlihat lebih canggih.

"annyeong" kai menyapa sekelompok orang yang sedang melakukan beberapa kegiatan di ruang tamu.

"yeyyy, aku menang….. kau kalah lagi kris" sepertinya aku mengenal suara itu, ku tatap seseorang yang sedang joget-joget gaye meledek seorang, sepertinya suho hyung-orang itu- baru saja mengalahkan lawannya saat bermain playstation.

Tersadar ia menoleh kepalanya melihat aku dan kai bergantian.

"kyungsoo, kenapa kau bisa disini?" tanyanya seraya mendekatiku, tidak lebih tepatnya menatap penuh selidik ke arah kai. Huh, apa-apaan itu.

"kau mengenal adikku kai?" tanyannya masih mempertahankan tatapannya.

"iya, kyungsoo temanku hyung, kami teman sekelas, dan juga aku mau meminta izin padamu untuk membawanya jalan-jalan setelah ini"

Terlihat suho oppa menyipitkan matanya mendengar jawaban kai, oh ayolah oppa kau seperti mengintrogasi seorang kriminal.

"ahh, baiklah-baiklah" ia kembali ke raut wajah semula.

"lagian kyungsoo juga terlihat bosan dirumah" tambahnya lagi.

Kulihat kai dengan tampang dinginnya mengangguk dan menyunggingkan senyum tipisnya, sangat bertolak belakang ekspresinya saat bersamaku, bukannya kai membenci atau tidak menyukai suho oppa, tetapi dari dua tahun aku sekelas dengannya, ekspresinya memang seperti itu, tapi kenapa didepanku ia terlihat berbeda, terkesan lebih bahagia.

BLUSSH…

Wajahku memerah, kau terlalu percaya diri kyungsoo, siapa tau dia hanya mencari sesuatu yang berbeda yang ada pada dirimu.

"ini, bukumu hyung"

"terima kasih kai, ingat! jam 6 dia sudah harus ada dirumah" terdengat penegasan dari cara bicara suho oppa.

"hn"

"kau tau kyungsoo, kau harus ada dirumah sebelum jam 6 sore" suho oppa mengacak-ngacak rambut hitamku.

Kai tampak menurunkan tangan suho oppa yang bertengger di kepalaku.

"kami harus pergi hyung" ucapnya seraya membalas tatapan tajam suho hyung, mereka sama-sama bertatapan tajam, jika ini anime, maka akan terlihat petir dari tatapan mereka.

"yasudah, suho oppa, aku pergi ya" aku langsung menarik kai dari tatapan membunuh suho hyung, huh aku bingung kenapa mereka memberi tatapan seperti itu satu sama lain.

O_O

Kami kini berada disebuah taman kota yang sejuk den penuh dengan hamparan bunga. Mengingat ini adalah musim semi.

Sekarang aku lagi sendirian menempati kursi kayu ini, tadi kai permisi sebentar untuk membelikanku ice cream, kutolehkan pandanganku kesebuah mobil books eskrim tak jauh dari tempat dudukku, terlihat kai yang sedang mengantri dibarisan yang rata-rata hanya ada anak kecil. Kulihat raut wajah kai yang kesal karena beberapa anak kecil mendorong-dorong nya sambil mengomel-ngomel dikarenakan kai yang lamban untuk maju, dan anak-anak itu sepertinya sudah tidak sabar ingin memakan ice cream itu.

Aku terkekeh kecil melihatnya, ternyata kai orang yang tidak terlalu menyukai anak kecil.

Kembali kotelahkan pandanganku melihat keadaan sekitar, banyak keluarga ataupun muda-mudi yang berjalan-jalan sore disini.

Pandanganku tergantikan oleh sebuah eskrim coklat, disusul kai yang duduk disebelahku.

"terima kasih" aku tersenyum seraya mengambil eskrim itu dari tangannya. Kulihat ia membalas senyumku.

"kenapa kau hanya membeli satu eskrim kai?" tanyaku heran melihat dia hanya membeli satu eskrim untukku.

"aku tidak biasa makan yang dingin-dingin" jawabnya.

"ohh" aku hanya ber'ohh' ria menanggapinya, kulahap rakus eskrim yang ada di tanganku ini, karena memang pada dasarnya, aku sangat menyukai eskrim.

"Eh?"

"makanmu seperti anak kecil saja" kekehnya sambil menghilangkan noda eskrim yang menempel disudut bibirku dengan tangannya.

Aku menunduk atas perlakuannya, seumur hidup aku tidak pernah merasakan ini, dadaku berdegup kencang saat bersamanya. Apa aku seperti ini jika dengan lelaki? Ah tidak, saat bersama suho oppa aku tidak seperti ini. Apa karena aku mengagumi sosok kai? Apa ini yang disebut 'jatuh cinta'?

"apa itu enak?" tanyanya, sambil memperhatikan eskrim yang hampir meleleh di tanganku.

"ya, aku sangat menyukai eskrim, apalagi yang rasa coklat" ujarku sambil sedikit menganggat eskrim itu tepat dihadapanya.

HAPP…

"hmm,, ya ini enak"

BLUSH..

Sekali lagi dapat kupastikan mukaku memerah. Kenapa tidak? Kai secara tiba-tiba melahap eskrim ditanganku. Itu kan bekasku, apa dia tidak merasa jijik?

"kyungsoo, ayo kita berjalan-jalan" ujarnya sera berdiri.

"ahh, baiklah" aku juga menegakkan tubuhku dan tersenyum kearahnya.

Kami berjalan berdampingan, menikmati suasana musim semi yang menyejukkan ini, terlihat banyak sekali anak-anak kecil yang bergurau dan bermain-main, aku kadang terkekeh melihat tingkah lucu mereka, sesekali aku juga melirik kearah kai yang sepertinya juga menikmati suasana ini sama sepertiku.

Terlihat ia menghentikan langkahnya, memandang kearahku dan menjulurkan tangannya.

"mau bergandengan?" ujarnya seraya tersenyum

"i..itu-"

Kuberanikan tanganku menyambut uluran tangannya.

Kami berjalan berdampingan seraya berpegangan tangan? Sesekali ia mengelus punggung tanganku, ya tuhan, kenapa ia begitu romantisnya? Aku sangat menyukai semua perlakuannya ini.

O_O

Haaah, aku menghela nafas berat, saat ini aku sedang tidak bersemangatnya menerima pelajaran sejarah dari yesung songsaengnim karena sifatnya yang suka berceloteh panjang lebar ini membuatku ngantuk.

Puk…

Kulihat sebuah kertas yang tadi sukses mendarat di kepalaku. Kuelus sebentar kepalaku dan membuka kertas itu lalu membacanya.

" Heii? Apa semalam tidurmu kurang nyenyak? Kau terlihat mengantuk kyungsoo, ayo semangat! Aku akan mentraktir mu eskrim jika kau berhasil tidak ketiduran selama jam pelajaran ini"

Aku tersenyum membacanya, kutolehkan wajahku menghadap pojok ruangan dan terlihat kai menyunggingkan senyum tipis dan mengepalkan tangannya, se-ma-ngat, aku dapat memahami kata yang ia lontarkan kepadaku walaupun tanpa suara. Aku membalas senyumnya dan mengangguk yakin. Kutolehkan kembali wajahku kedepan, dan tampaklah yesung sonsaengnim masih berkoar-koar di depan kelas.

Sudah seminggu lebih, aku dan kai berteman, kami selalu bersama saat jam istirahat dan dia selalu mengantarkanku pulang, sering kami harus dimarahi suho oppa karena terlambat pulang dan tidak mengabarinya terlebih dahulu, kadang ku terkekeh melihat pertengkaran mereka.

Tak jarang juga aku mendapat tatapan sinis dan perlakuan yang tak mengenakkan dari fansgirlnya kai di exo high school ini, kalian tidak lupa kan kalau kai merupakan namja populer di sekolahku. Tentu sulit berteman dengan seseorang yang populer apalagi dia adalah orang sepertiku.

KRIIINGGGGG…

Bel pulang berbunyi..

Saat ini aku dan kai sedang berada di café yang sudah selama ini menjadi langganan kami. Aku sedang melahap eskrim coklat porsi jumbo dengan lahap. Aku tersenyum senang karena aku berhasil melewati tantangan kai, akhirnya dia mentraktirku, aku menahan tawa melihat wajah cemberutnya saat ini.

"lain kali aku tidak akan menantangmu lagi, tantangan itu terlalu mudah" dia mencibir, aku terkekeh pelan melihatnya. Aku membalasnya dengan menjulurkan lidahku.

"aaa" ku sodorkan satu sendok eskrim padanya, dia hanya melirikku masih dengan raut wajah cemberutnya, setelah itu ia melahap habis eskrim yang tadi aku sodorkan.

"kuharap eskrim manis tadi bisa merubah perasaanmu jadi lebih baik" aku berkata seraya menahan tawa melihat wajahnya yang bertambah kesal.

"lagi! aaa" dia membuka mulutnya dan menunjuk-nunjuknya.

Aku kembali menyuapinya,akhirnya, kami makan berdua eskrim itu hingga tandas.

"kai, kenapa kau tidak memesan satu eskrim lagi tadi kalau kau suka?" sekarang giliranku yang cemberut karena porsi makan eskrimku berkurang karena kai yang minta lagi dan lagi. saat ini kami sedang dalam perjalanan pulang.

"hmm, gimana yaa.. hemat" ujarnya seraya nyengir kearahku.

"ikh, dasar pelit!" ku kembungkan pipiku mendengar jawabannya.

"auuuuu" tiba-tiba ia menarik kedua pipiku.

"lee..pass..kai" tanganku berusaha melepaskan cubitannya.

Sembari terkekeh ia melepaskannya, dan tertawa melihat pipiku yang pastinya sedang memerah sekarang. Aishh, awas aja..

Kupercepat jalanku meninggalkannya yang masih tertawa. Ngambek . kudengar ia menghentikan tawannya seraya berlari mengejarku.

"kyungsoo, ngambek ya?" tanyanya dengan intonasi bicara seperti anak kecil. Mau membujukku eh?

"hn"

"ikh, itu kata-kata favourite ku tau" ujarnya masih dengan menggoyang-goyangkan lenganku supaya aku menghadapnya. Seperti anak kecil

"hn" lagi-lagi aku berniat menggodanya, ingin melihat lebih lama ekspresi seperti itu darinya.

"ayoo lah jangan ngambek lagi dong, besok ku traktir eskrim lagi deh" ujarnya.

aku tersenyum mendengarnya. Kutolehkan wajahku yang kini terpasang senyum senang kearahnya.

Kulihat ia menutup mulutnya seraya bergumam tak jelas.

"kau janji kai" aku menyodorkan jari kelingkingku.

"eh?.. ia dehh.. huuf" menghela nafas terlebih dahulu ia mengikat jari kelingkingnya di jari kelingkingku.

Senyum di bibirku semakin melebar.

"JANJI" ujarku seraya mengeratkan ikatan kelingking kami.

Kulihat ia kembali menghela nafas berat.

"iklas nggak nii"

"ia ia aku ikhlas kyungsoo chagi" ujarnya gemas.

"hahahahaha, yey dapet eskrim gratis lagi" kugandeng tangannya mempercepat langkah untuk dapat cepat sampai di rumahku.

O_O

BRAKK…

"kyungsoo.. lagi apa?" aku tersentak kaget, dan menatap tajam orang yang seenak jidatnya membantik pintu kamarku.

"SUHO OPPA.. KETUK DULU KALAU MAU MASUK" kulempar bantal guling yang berada didekatku padanya. terlihat ia hanya nyengir membalas kemarahanku.

"Just Kidding" ujarnya seraya naik kekasurku dan duduk disampingku.

"kyungsoo aku mau curhat ni" ujarnya seraya memainkan boneka teddy berkuran jumbo punyaku.

"mau curhat apa?" aku tetap menatap monitor leptopku sembari menunggunya menjawab pertanyaanku.

"dikelasku ada murid baru"

"hn .. terus?" tanyaku masih tetap focus.

"dia duduk disebelahku"

"hn .. lalu?"

"dia anak yang cantik"

"hn"

"hidungnya begitu mancung"

"hn-"

"JANGAN 'HN' 'HN' TERUS KYUNGSOO"

"LALU AKU HARUS JAWAB APA OPPA? YANG KAU CURHATKAN ITU HAL YANG TIDAK PENTING.. AYOLAH OPPA..KAU BUKAN ORANG YANG BARU PERTAMA KALI MENCERITAKAN CURAHAN HATIMU KAN?, SEBENARNYA KAU MAU APA?"

"AKU MAU CURHAT KYUNGSOO.. SABARLAH SEDIKIT"

Hah,, aku tak habis pikir dengan kelakuan suho oppa yang terkadang aneh ini.

"haah, lalu apa yang mau kau curhatkan? Dikelasmu ada anak baru, dia duduk di sebelahmu dan dia orang yang cantik memiliki hidung yang mancung, dan jangan katakana setelah ini jika dia itu memiliki rambut yang panjang berwarna coklat dan juga memiliki bola mata berwarna hijau, ayolah oppa, intinya apa?, kau hanya ingin memamerkan anak baru cantik di kelasmu itu? Itu yang kau namakan curhat?"

"tentu saja tidak kyungsoo, maknya dengar dulu. dia mempunyi lesung pipi yang-"

"tuh kan?" kupotong ucapannya sambil melayangkan pandangan tajam kearahnya.

Hhhhh, terlihat ia menghela nafas

"baiklah kyungsoo, intinya-" ia memberi jeda dalam kalimatnya sembari menghela nafas.

"aku menyukainya pada pandangan pertama"

1 detik..

2 detik..

3 deti-

"BWAHAHAHAHAHAAHA" tawaku meledak sembari suho oppa yang memajukan imut bibirnya pertanda kesal.

"huaaa…. Oppa ku jatuh cinta.. suho oppa jatuh cinta" aku melompat-lompat dikasur ku sambil sesekali melirik raut wajah suho oppa yang masih terlihat kesal.

BUUK..BUUKK.

Ia melempar berberapa bantal padaku menghentikan aksi gajeku.

"hah, kyungsoo aku menyesal mengatakannya padamu" ia kembali memainkan teddyku dengan masih memasang raut wajah kesalnya.

"hehe, baiklah oppa terus apa masalahmu jika kau menyukainya?" tanyaku seraya duduk kembali menghadapnya.

Ia menolehkan kepalanya kembali menghadapku, tampak ia memasang ekspresi berpikir.

"aku belum yakin dengan perasaan ini"

Aku mengankat sebelah alisku, heran, belum yakin?

"maksud oppa?"

"aku juga tidak mengerti kyungsoo, menurut pendapat baekhyun ciri-ciri saat aku bersamanya itu tanda-tanda orang yang lagi jatuh cinta, tapi aku tidak yakin, karena aku baru kali in merasa jatuh cinta"

Aku hanya mangut mangut mendengar penjelasan suho oppa.

"hn oppa, kau bilang ia duduk disampingmu kan?" tanyaku, yang ditanya hanya mengangguk polos.

"coba kau dekati dia ajak dulu dia berteman, setelah kau merasa yakin dengan perasaanmu, baru kau tembak dia" lanjutku, tampak suho oppa sedikit tersentak.

"a..aku tidak berpikiran untuk menjadikannya pacar" jawab suho oppa seraya menggaruk pipi kirinya.

"lalu kau mau dia direbut orang lain sebelum kau menyatakan cintamu begitu" tampak ia kembali tersentak dan menggeleng cepat mendengar perkataanku.

"jadi?" tanyaku.

Tampak ia menghela nafas berat dan memandangku.

"baiklah kyungsoo, akanku coba" ucapnya yakin seraya mengacak rambutku.

"terima kasih ya?" ucapnya lagi seraya tersenyum padaku.

"ya, sama-sama oppa?" jawabku sembari membalas senyumnya.

"jaa, sudah malam, kau tidurlah, besok kita sekolah" ia beranjak dari tempat tidurku, mengecup pelan keningku.

"selamat tidur, mimpi indah ya?" lanjutnya lagi sambil melangkah keluar kamarku menuju kamarnya.

Setelah kupastikan, pintu kamarku telah kembali tertutup, kubaringkan tubuhku bersiap-siap untuk tidur. kutarik selimut yang tadinya berada di kakiku hingga sebatas leher dan mulai memejamkan mataku.

.

.

.

TBC

Hai hai readers, ah rin come back.. dengan cerita gajenya

Gimana? Ada perkembangan?

Atau malah tambah gaje?

Untuk penyemangat author minta review ya..

Maksaih untuk teman-teman yang udah ngerivew di chap sebelumnya

Love you guys..

~REVIEW~

Sebelumnya, makasih banget ya yang udah mau ngeriview.

~BALASAN RIVIEW~

Kim nhana : haha, makasih ya review nya, tambah bikin aku semangat ni, review terus ya chinggu! Kasih saran sama cerita perdana aku. Xkxk.. fighting!

myunnie91 : makasih review nya ya?

: makasih chinggu udah review, ia pair nya gg Cuma kaisoo ko. Ditunggu ajah.. xkxk..

nicckendwi : makasih rivewnya ya?

Kyugaemputriaisyah : makasih ya… FIGHTHING!

chocoDOnutKRISpy : salam kenal juga.. kaisoo saling suka?hm.. kayaknya ia tuh, tapi tunggu aja kelanjutannya. Makasih review nya… ^^

Dea Mulyawan : ia aku buat cerita GS.. karena masih beluum bisa buat YAOI hehe, makasih review nya, haha, aku juga nyadar banyak typo.

Salmon : hehe, terbawa suasana donk..? makasih ya review nya..

Brigitta Bukan Brigittiw : haha.. sabar.. makasih review nya ya…