TITLE : MAGICALLY IN LOVED

AUTHOR : LEE EUN SAN

GENRE : ROMANCE, ACTION (maybe ^^)

LENGTH : CHAPTERED

MAIN CAST :

*Choi Siwon

*Kim Kibum

*Lee Donghae

*Lee Hyukjae or Eunhyuk

Disclaimers

Cerita ini terinspirasi dari sebuah novel karya karla m nazhar dengan judul hate, love and hocus pocus. Tapi epep ini milik aku. Thanks.

Chepter one,,,

"tok,,tok,,tok,,"

Suara sepatu kibum beradu dengan lantai putih kantor department kejaksaan korea menggema seiring dengan laju langkahnya. Dia melangkah dengan mantap menyusuri lorong yang akan membawanya ke tempat tujuannya.

"tok,,tok,,"

Kibum mengetuk singkat pintu yang bertuliskan "jaksa kepala Kwon Sang Woo".

"excuse me, sir"

Seorang pria paruh baya yang masih terlihat gagah meski usianya sudah masuk kepala empat itu mendongak dari layar laptop yang sejak tadi di pandanginya.

"ah,, kau sudah datang.."

"yes,, eeuumm…annyeonghaseo.." sapanya sopan sambil membungkukkan badanya. Meski sudah lama tinggal di luar negeri kibum masih ingat tata krama ala korea.

"hahahah,, ne,, anyeonghaseo. Bahasa koreamu masih cukup baik nona kim,," katanya sambil tertawa renyah.

"ah,, I'm tryin' sir…" jujur kibum.

"hahahha… okay, don't mind it" jawab sang woo maklum.

"sit down,please." Katanya mempersilahkan kibum untuk duduk di kursi yang ada di depan mejanya.

"thank you sir." Jawabnya lalu duduk di depan pria yang akan jadi atasannya itu.

Well,, how is your flight by the way?" tanyanya berusaha mengakrabkan diri dengan kibum.

"nice,, sir." Jawab kibum singkat sambil tersenyum ramah.

"So, you have moved to Korea for good, right?" tanyanya lagi

"Yes, sir. After I've recruited by this department, I decide to move here. I went to America just want to attend my graduation" jawabnya

"oh,, baiklah. Are you ready now?"

"yes,, sir"

Sang woo berdiri dan langsung mengajak kibum untuk mengikutinya. Mereka berdua berjalan bersama melewati beberapa ruangan. Setelah berjalan sekitar lima menit mereka sampai di sebuah ruangan yang cukup luas. Ruangan ini biasa digunakan para jaksa untuk mengadakan pertemuan atau membahas kasus-kasus yang sedang mereka hadapi.

"selamat pagi semua,," sapa sang woo.

Semua yang ada disana langsung menghentikan aktivitas mereka dan membalas sapaan atasan mereka itu.

"selamat pagi jaksa kelapa" jawab mereka kompak.

Beberapa orang yang ada disana terlihat saling berbisik sambil menatap kibum yang sedang berdiri disamping atasan mereka

"kenapa jaksa kepala membawa anak kecil seperti itu kemari,eoh?" batin seseorang yang ada di sana.

"apa lagi sekarang?" batin yang lain

"kalian tentu sudah mendengar bahwa hari ini kita akn kedatangan seorang jaksa baru bukan," katanya

"ya, pak.." jawab mereka kompak

"nah,, mari kuperkenalkan kalian pada jaksa baru kita,," katanya sambil memandang kearah kibum

"please, introduce your self miss,," perintah sang woo pada kibum

Kibum menghembusakan nafasnya sejenak lalu dengan mantab dia melangkah sedikit kedepan

"akm,,, first of all, I would like to say good morning. Like said before I am is the new prosecutor. I wish we could be a good partner. that's all thank you" Katanya menyudahi acara perkenalanya.

Wajah-wajah terkejut langsung menghiasi ruangan itu, bagaimana tidak? Mereka di hadapkan pada sebuah kenyataan yang tak bisa mereka percaya. Sejak beberapa hari yang lalu memang terdengar desas-desus bahwa departemen mereka akan kedatangan seorang jaksa baru yang merupakan lulusan terbaik di Harvard bahkan menteri pertahana langsung yang merekomendasikan perekrutan jaksa baru ini. Dalam benak mereka semua pastilah yang akan muncul adalah seorang yang berwajah serius, berpakaian ala-ala kutu buku dan yang pasti eeuumm kurang menarik, tapi mereka harus menelan fikiran mereka bulat-bulat karena fakta yang hadir di depan mata mereka jauh sekali dari persepsi yang berkembang di otak mereka.

"kalian jangan kaget begitu,eoh. Dia memang baru kembali lagi ke korea setelah menghabisakan 12 tahun di amerika. Jadi kuharap kalian maklum kalau dia kurang bisa menggunakan bahasa korea." Jelas sang woo saat ia melihat kening bawahanya berkerut

"ah,, jadi begitu,, welcome to Korea miss." Kata seorang jaksa muda tampan bernama Lee Donghae.

"ah,, thank you, " jawabnya sambil tersenyum.

"aku yakin kalian mungkin heran melihat this "young lady" akan bergabung menjadi jaksa seperti kalian padahal ia masih terlihat sangat muda, atau bahkan terlihat seperti anak Sekolahan, bukan?" tanyanya

Meski tak ada yang berani mengangguk namun ia cukup jeli melihat raut keterkejutan anak bauhnya itu.

"memang jika kalian hanya melihat dari luar kalian mungkin akan ragu padanya, tapi jika kalian kuberitahu bahwa dia adalah satu-satunya orang korea yang berhasil meneyelesaikan kuliah masternya dalam usia 20 tahun pasti kalian akan berubah fikiran"

Lagi-lagi Semua jaksa dan staff yang ada di ruangan itu dibuat terkejut dan sukses membulatkan matanya.

"ah,, benarkah,, wahh,, dia hebat. Bahkan umurnya saja dua tahun dibawahku" kata seorang staff dengan name tag bertuliskan Park min young.

"daebaakk,, ternyata di korea ada orang sepandai dirimu nona" puji seorang lagi

"jjang! Kau hebat aku bangga jadi orang korea,, hahahah…" seorang lagi jaksa yang bertubuh sedikit gemuk berpendapat

"ah,, it's not like that,, I'm just like the other girl,," kata kibum merendah.

"hahahah,, sudah-sudah. Well jaksa kim. Karena kau baru datang, aku merasa kau masih membutuhkan seorang tutor untuk membantumu beradaptasi. Untuk itu aku akan memberimu seorang jaksa pendamping. Do you get it?"

"ah,, nn,,ne,," jawab kibum sedikit canggung.

"ah,, good. And I've chosen Miss Lee Hyukjae as your tutor." Kata sang woo

"eh,, aku,,?" jawab seorang wanita cantik yang duduk di paling ujung dekat tembok.

"ya,, jaksa Lee. Aku memintamu untuk membantunya memahami hal-hal yang belum ia pahami. Baik mengenai pekerjaan ataupun hal lainnya. Aku mengandalkanmu jaksa Lee" kata sang woo

"ah, ya pak." Jawab eunhyuk paham.

"if you face some difficulties, you can ask her jaksa kim.." jelas sang woo pada

"y,,yes, sir."

"dan aku juga akan memberimu dua asisten untuk mempermudah pekerjaanmu. Nona park minyoung dan Lee dongjoon, aku tugaskan kalian sebagaia asisten jaksa kim mulai hari ini.

"baik, jaksa kepala" jawab dua orang yang disebut namanya tadi menegrti.

"baiklah,, cukup sekian. Kalian bisa kembali ke ruangan kalian lagi." Kata sang woo.

"min young will show you, your room, jaksa kim,,"kata sang woo sebelum pergi meninggalkan ruangan.

Kibum menganguk "yes, sir."

"mari ikut saya jaksa kim," kata min young sopan.

"oke,,"

Kibum, min young dan dong joon berjalan bersamaan menuju ruangan yang diperuntukkan untuk kibum. Setelah berjalan beberapa saat ketiganya sampai di sebuah ruangan bercat coklat yang di depan pintunya terpasang sebuah papan nama bertuliskan "Jaksa Kim Kibum"

Kibum tersenyum senang melihat namanya tercetak di sana. Dia langsung masuk kedalam dan melihat isinya.

Ruangan itu tidaklah terlalu lebar. Kira kira ukurannya sekitar 5x4 m. di dalam ada tiga buah meja. Yang pertama, sebuah meja berwarna coklat yang menghadap langsung ke arah pintu. Di atasnya bertengger sebuah komputer yang pasti diperuntukkan untuknya. Di kanan kirinya terdapat sebuah lemari susun yang bisa kibum gunakan untuk meletakkan berkas-berkas kasusnya kelak. Dua meja lagi berada di depannya. Letaknya saling berhadapan satu sama lain. Meski ukurannya lebih kecil dari milik kibum namun keduanya juga difasilitasi dengan sebuah komputer.

"eumm, aku akan mengambil barang-barang di meja saya yang lama dulu, jaksa kim" kata min young minta izin

"ah,, saya juga.." dong joon ikut membeo

Kibum mengangguk "yes, please." Jawabnya.

Kedua asistenya lantas bergegas pergi.

"I should take my own luggage too I think," monolognya.

Dia keluar ruangannya dan langsung menuju mobilnya yang ada di parkiran untuk mengambil barang-barangnya. Di sedikit kerepotan membawa barangnya. Bagaimana tidak jika barang yang ia bawa adalah koleksi buku-buku hukumnya yang tebalnya saja hampir dua kali novel harry potter.

"uugghh,, it's so heavy.." keluhnya. Kalau boleh dia jujur dia merasa kerepotan, tapi kibum bukanlah gadis manja yang suka minta tolong. Selagi ia sanggup sendiri kenapa harus merepotkan orang lain?

Jadilah ia berjalan tertatih sambil mengangkat dua kardus yang cukup besar. Saking tinggi tumpukanya kibum harus melihat jalan dari samping karena pandangannya tertutup oleh barangnya sendiri.

Kibum sudah hampir mencapai pintu lift jika saja tak terjadi insiden ini

Bruk…

Seseorang menabraknya dengan cukup keras sehingga langsung membuat keseimbanagnya hilang. Dia berserta kardus-kardusnya jatuh menimpa orang yang menabraknya.

"YAK! Kau bisa jalan pakai mata tidak! Astaga…" terdengar suara seorang pria yang sedang menggerutu kesal.

Kibum masih duduk di bawah sambil meringis kesakitan karena beberapa barangnya menimpa tubuhnya.

Dia kesal setengah mati setelah mendengar orang yang menabraknya justru malah memakinya

"tsskk.. what did you mean, huh! You hit me, first!" katanya geram sambil mendongak dan menatap penabraknya.

"mwo,,? Naega,,? Hhh kau pasti bercanda, dan apa itu,, kau bicara dengan bahasa inggris,eoh..? apa kau bukan orang korea? Dilihat dari wajahmu kau orang korea, tapi kenapa kau berbicara bukan dengan bahasamu,eoh? Mana rasa nasionalismu, tsskk… anak muda jaman sekarang!" pria tadi malah mengoceh panjang lebar bukanya menolong kibum yang masih duduk di bawah.

"hhh,,,What did you say..! If I don't speak in Korean, it doesn't mean that I don't have Nationalism. jawab kibum geram. Dia berdiri dan menatap pria ini sambil bersungut marah karena di katakan tidak memiliki jiwa nasionalis.

"than what,,,?" pria tadi masih ngotot tak mau

"hh,, you,,," kibum benar-benar kesal setengah mati pada pria ini. Jika orang banyak mengatakan ada cinta pada pandangan pertama makan kibum merasa dia membenci pria ini pada pandangan pertama. She Hate him on the first sight.

"apa…?" pria tadi tak sedikitmu mau mengalah.

Kibum sudah ingin mengeluarkan kata-katanya tapi seseorang lebih dulu menyela

"astaga,, jaksa choi,, jaksa kim,,, ada apa ini…?" eunhyuk yang sedang kebetulan lewat melihat dua orang yang di kenalnya sedang bersitegang di tengah barang-barang dan buku-buku yang berserakan

"kau panggil anak ini apa, jaksa Lee?" kata pemuda yang di sapa jaksa choi tadi heran

"apa eunhyuk tidak salah bicara, apa iya anak yang wajahnya mirip anak TK ini seorang jaksa,,?" batinnya ragu.

Eunhyuk berjalan mendekat "dia adalah jaksa baru yang dibicarakan jaksa kepala minggu lalu, kau tentu masih ingat bukan kalau depertemen kita akan kedatangan seorang jaksa baru? Nah dialah orangnya." Papar eunhyuk panjang

Siwon itulah nama dari pria tadi sedikit terkejut tapi ia tentu saja tak ingin menunjukannya.

"apa kau tidak salah,eoh? Anak kecil seperti dia jadi jaksa,,? Jalan saja tidak becus?" olok siwon sambil memandang remeh gadis yang katanya jaksa itu.

"what,,"

"aaiigoo,, sudah,, jangan berdebat lagi,,,jaksa kim. Dan kau jaksa Choi,,, aku tidak salah. Jika kau masih tak percaya kau bisa menanyakannya langsung pada jaksa kepala. Tsskk.. " eunhyuk mengeluh kesal

"baiklah ayo aku bantu kau membereskan barangmu itu jaksa kim" tawar eunhyuk sambil tersenyum ramah.

"thanks jaksa lee" jawab kibum singkat.

Siwon tanpa berdosa langsung pergi begitu saja tanpa ada niatan sedikitpun untuk membantu kibum walaupun ia tahu ia juga bersalah karena berjalan terburu-buru tadi tapi egonya mengalahkan segalanya.

" I wish I never meet him again" kata kibum sambil memunguti barang-barangnya dan memasukkannya lagi ke kardus.

"sayangnya itu tidak mungkin, jaksa kim. Suka atau tidak kalian pasti akan sering bertemu. Karena kalian ada dalam satu divisi.

"what.." pekiknya keras

TBC

Hai,, haii,,,,!

Part satu udah jadi,, gimana,, gimana,,,? Aku terusin nggak cerita ini..?

Tapi aku gak janji bakalan update ini epep kilat soalnya selain kondisi badan aku yang kadang naik turun juga karena rumah aku lagi di renofasi,, jadi,, semuanya jadi berantakan,,,

So… buat yang suka dan mau aku lanjutin ini epep sabar ne,,

Okai,, see you,,, ^^

Jangan lupa repiunya ne,,,,,

Sign

Lee Eun San

(EunhyukLegalWife)