"Cahh,, sudah sampai. Kau cepat turun!"
"Lusa kau harus datang ke sini lagi, jam 2 siang. Kalau kau telat akan ku pisah kan kepalamu dengan tubuh mu itu!" Perintah dan sekaligus ancaman dari Ryeowook.
"Ne, arraso." Jawab Yesung dan pergi meningalkan yeoja itu.
Ice Princess
Author: babyewook
Cast: YeWook couple & other cast.
Rate : T.
Genre: Romance, etc.
Disclaimer: SJ terutama YeWook milik mereka sendiri.
Warning: Typo(s), GS, etc.
.
└Chapter 2┘
.
.
Yesung berjalan ke arah Kyuhyun yang sedang bermain dengan 'pacar keduanya'. "Kyuu,, hari ini sangat melelahkann. Hahh." Yesung menghela nafas sambil menghempaskan tubuhnya di sebelah Kyuhyun. Kyuhyun yang melihat Yesung pun meng-pause kan 'pacar keduannya'.
"Bagaimana 'Kencanmu' dengan dia? Kkkk." Kyuhyun terkekeh melihat wajah Yesung yang terlihat sangat lelah dan tidak ada semangat.
"Menyanangkan dan melelahkan."
"Betapa kasihannya dirimu Kawan! Tapi jika itu yang terbaik untukmu, aku hanya bisa mendukungmu." Kyuhyun menepuk bahu Yesung merasa kasihan kepada Kawan nya ini.
"Ne, Kyu. Gomawo karena mendukung ku." Jawab Yesung.
"Yupp! Bagaimana kalau kita ke game center." Saran Kyuhyun.
"Baiklah, Kyu"
.
.
"Arghh, shitt!"
Yeoja mungil nan manis membanting stir mobil nya sambil menangis. Dia sakit hati, saat namjachingunya yang di cintainya memutuskan secara sepihak dan dan dia mengatakan bahwa dia tidak mencintai yeoja manis itu.
"Hiks.. Hikkss. Zhoumi oppa jahat. Dia tega sekali terhadapku. Hiks .." Dia menangis sambil menenggelamkan kepalanya di stir mobil.
FLASHBACK
Saat Yesung melangkah pergi, ponsel Ryeowook berbunyi. Ryeowook dengan sibuk mengambil ponselnya di dalam tas kecil nya itu. Senyumannya mengembang saat melihat nama yang menenleponnya.
"Yeoboseo, oppa. Kenapa oppa menleponku? Biasa oppa sibuk." Ryeowook mengerucut bibirnya saat meningat namjachingunya sibuk dengan hal-hal yang ad di kantornya.
"Aku hari ini tidak sibuk. Kau bisa datang ke café yang sering kita kunjungi. Aku ingin bicara denganmu!" jawabnya.
Ryeowook mengerut keningnya, di bingung kenapa namjachingunya berkata ketus kepadanya.
"Oppa, waeyo?" tanya Ryeowook.
..tutt..
Ryeowook melihat ponsel nya, dia kesal kepada Zhoumi. Kenapa dia memutuskan pangilan secara sepihak.
"Ini aneh!" pikir Ryeowook.
Ryeowook pun masuk ke mobilnya dan pergi ke alamat tujuannya.
.
Di cafe di pinggir kota di seoul, yeoja manis yang tengah duduk di kursi café sambil menunggu namjachingunya. Saat melihat namja tinggi dengan jas hitamnya yang sedang di tunggunya sudah datang senyuman mengembang.
"Hai oppa, oppa mau memesan apa? Hari ini Wookie traktir lohh." Ryeowook mengoceh seperti biasa dan membuat namja di depan memutar bola mata dengan bosan dan jengah.
"Aku ingin bicara dengan mu Kim Ryeowook!" namja itu berkata sangat dingin.
Ryeowook terkejut dengan kata-kata dengan nada yang sangat dingin dari namja itu terutama namanya di sebut secara lengkap.
"Zhoumi oppa, kau kenapa dan kenapa tadi di telepon oppa memutuskan pangilan secara sepihak? Apa Wookie ada salah sama oppa?" ucap Ryeowook dengan mata yang berkaca-kaca dan tidak berani melihat wajah namja yang bernama Zhoumi itu.
"Sudah, aku tak mau berbasa-basi denganmu, aku ingin putus dengan mu." Namja tinggi itu berkata dengan wajah datar tanpa dihiraukkan tangisan dari yeoja manis itu.
"Kenapa oppa? Apa oppa tidak mencintaiku lagi?" ujar Ryeowook sambil menangis.
"Ne. jadi, mulai dari sekarang jangan menghubungku lagi. Mengerti?!"
Tanpa mendengar jawaban dari Ryeowook, Zhoumi melangkah pergi tanpa menghiraukan tangisan yang semakin keras.
FLASHBACK END
Ryeowook mengangkat wajah nya sambil mengusap wajahnya yang bercucuran air matanya. Dia menjalankan mobilnya, menuju ke rumah dia.
Saat sampai, eommanya keheranan melihat putrinya dengan mata bengkak dan hidung merah.
"Chagi-ya, waeyo? Kenapa anak eomma yang cantik ini menangis." Eomma Ryeowook berjalan ke sofa. Eommanya mendudukkan dirinya di samping anaknya. "Ada apa chagi? Kau bisa bercerita kepada eomma, eomma dengan senang hati mendengarnya." Senyuman lembut Eomma Ryeowook membuat Ryeowook tersenyum kepadanya.
"Gwenchana, eomma. Wookie tidak apa-apa kok." Ryeowook tersenyum sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya. Eomma Ryeowook mengusap kepala anaknya dengan sayang.
"Kalau anak eomma tidak mau cerita, ya tidak apa-apa. Tapi kalau kau mau cerita, cerita saja." Jawab eommanya sambil tersenyum dengan lembut.
"Ne, eomma. Wookie sayang eomma." Ryeowook mengecup pipi eommanya.
"Ne, aegya eomma bau sekali, pergi mandi sana?!" ucap eomma sambil menutup hidungnya.
"Ishh, eomma ini. Ne, Wookie pergi mandi."
Ryeowook melangkah pergi menuju ke kamarnya. saat di kamar dia langsung masuk ke kamar mandi untuk membasuhkan tubuhnya yang terasa berat.
Di dalam kamar mandi dia menagis mengingat kenangannya saat bersama Zhoumi. Dia menghapus air matanya dan melangkah keluar dari kamar mandi. Dia menghempaskan tubuhnya ke tempat tidurnya dan menuju alam mimpinya.
.
.
"Kyu.. aku sudah capek di game center ini. Kita sudah 4 jam berada di sini." Namja bermata sipit itu duduk di kursi game center sambil melihat namja tinggi yang sibuk mematikan musuhnya.
"Aishh… sebentar. Ini sudah mau menang tau!" Namja tinggi itu memegang stik sambil memencet tombol-tombol yang ada di stik itu.
"Kau sudah beberapa kali menang dan kau tidak puas akan itu?!" Namja itu mengerutu kesal saat melihat namja tinggi.
"Ya! Baiklah." Namja yang di pangil Kyuhyun itu melepaskan stik game nya dan melihat kearah namja sipit dengan wajah kesal. Dia berjalan ke namja sipit yang sedang duduk di kursi game center itu.
"Kajja, kita pulang Yesung."
Kyuhyun berkata kepada namja sipit yang bernama Yesung, Yesung pun berdiri dari tempatnya dan berjalan di samping Kyuhyun. Saat di perjalanan pulang tidak ada percakapan di antara mereka. Kyuhyun menyikut tangan Yesung dan saa itu pula Yesung tersentak kaget.
"Kau kenapa melamun, eoh?" Kata Kyuhyun.
"Mana ada aku melamun, Kyu." Jawab Yesung dengan santai.
"Aku tau kalau kau bohong. Cepat katakan."
Bukannya diam, malah Kyuhyun justru bertanya dengan wajah penasarannya.
"Ani, Kyu. Nan Gwenchana." Yesung tersenyum tipis kepada Kyuhyun, agar tidak menimbulkan pertanyaan lajutnya lagi.
"Oke, kali ini, kau boleh rahasia-rahasiaan lagi, tapi lain kali tidak boleh! Oke?" Kyuhyun menjawab dengan nada sebal.
"Oke!" Yesung menjawabnya dengan enteng.
.
.
Malam berganti dengan pagi, bulan yang berganti dengan matahari yang cerah yang dapat membuat yeoja mungil dan manis terbangun dalam alam mimpinya. Wajahnya kusut, penuh dengan jejak air mata yang sudah mengering, rambut yang acak-acakan, mata yang sembab akibat menagis dengan keadaan diam dan jangan lupakan bajunya acak-acakan yang membuat bahunya terekspos. Dia menurunkan kaki nya di lantai, mengosok-gosok matanya, dia terdiam mengingat kejadian semalam yang membuat dirinya berantakan seperti sekarang. Dia mengeleng kepala untuk tidak memikirkan kejadian semalam, dia pun bangkit dari ranjangnya dan menuju ke kamar mandi.
Setelah keluar dari kamar mandi dia menyisir rambutnya yang basah dan memoleskan make up tipis di wajahnya agar dia tidak tampak mengerikan seperti saat dia bangun tidur. Dia harus melupakan namja itu! Dia tidak boleh larut dalam kesedihan itu.
"Dari pada aku pusing mengingat namja itu, lebih baik aku jalan-jalan. Tapi dengan siapa aku pergi?" Guman yeoja mungil dan manis bernama Ryeowook sambil mengetuk jari-jari mungilnya di dagunya. Saat pikiran nya tertuju pada seseorang dengan cekatan dia mengambil ponselnya dan menelepon orang yang dipikirnya sedari tadi.
"Yeoboseo?" Guman seseorang namja dengan khas baru bangunnya itu.
"Kau sedang apa? cepat kau datang ke rumahku! Aku mau pergi ke suatu tempat. Aku tunggu kau 1 jam lagi." Ryeowook menjawab teleponnya dengan cepat.
"Mwo? Bukannya kau menyuruhku besok datang di universitas jam 2 dan juga Aku tidak tau alamatmu, bagaimana aku bisa pergi ke sana?" jawab namja di seberang sana dan jawabannya membuat Ryeowook menepuk jidatnya karena dia lupa kalau namja itu tidak tau rumahnya.
"Oh, ne. rumah ku di jalan xxx. Kau harus cepat datang!" perintah Ryeowook.
"Ne!" jawab namja itu.
Ryeowook mematikan telepon dan berjalan keluar dari kamarnya dan membawa tas mini dan sepatu hak tingginya. Dia menaruh tas mininya dan sepatu hak tingginya di ruang tamu dan berjalan ke dapur saat melihat eommanya sibuk menatah masakannya di meja.
"Pagi, eomma. appa dimana?" Ryeowook duduk di kursi meja makan sambil mengerut kening saat tidak melihat appa nya tidak ada di ruangan meja makan.
"Pagi, nae aegya. Appa hari ini lebih cepat pergi ke kantor ada proyek yang harus di selesaikan." Eomma Ryeowook duduk di depan Ryeowook sambil mengambil roti dan selai kacangnya.
"Oh, Wookie kira appa belum bangun." Cerocos Ryeowook sambil mengambil roti dan selai coklat.
Saat potongan terakhirnya sampai ke mulut Ryeowook. Bel rumah berbunyi.
Ting Tongg!
"Itu siapa, Wookie?" tanya eomma Ryeowook yang sedang mencuci piring.
"Chingu Wookie, eomma. Hari ini Wookie mau jalan-jalan, eomma." jawab Ryeowook.
"Hari ini tidak ada jadwal kuliah?" Tanya eomma Ryeowook yang mengelap tangan nya di kain.
"Ani, eomma. kalau begitu Wookie pergi dulu ne." jawab Ryeowook.
"Hati-hati kalau begitu."
Ryeowook melangkah ke Ruangan depan dan membuka pintu. Ryeowook terpaku melihat Yesung yang sangat tampan hari ini. Hari ini Yesung memakai kemeja merah dan jeans hitam dengan jam tangan putih melingkar di tangannya, rambutnya yang halus sedikit acak-acakan, sepatu sport berwarna putih-hitam dan ditambah dengan senyuman menawannya.
"Annyeong, Ryeowook-shi, apa kau sudah mau berangkat?" Yesung bertanya dan mencondong wajahnya. Dengan spontan Ryeowook memundurkan kepalanya.
"Ne, tunggu sebentar." Ryeowook melangkah pergi mengambil Sepatunya dan tas mini. Ryeowook duduk di sofa memakai sepatunya dan melangkah ke depan pintu.
"Baiklah, kau mau kemana Ryeowook-shi?" tanya Yesung, sambil menuju motor sportnya.
"Aku tidak ingin naik motor, nanti rambutku berantakan dan Rok ku bertebar-tebaran!" jawab Ryeowook.
"Oh, Iya, kau memakai dress, kau sangat cantik hari ini." Yesung tersenyum saat melihat rona merah muda di pipi Ryeowook.
"Terserah kau saja! Kita pergi naik mobilku saja!" Ryeowook menghentakan kakinya karena kesal saat dia termakan oleh godaan Yesung dan berjalan ke mobil merahnya. Yesung tersenyum saat melihat kekesalan Ryeowook kepadanya dan menurut Yesung dengan tingkahnya tersebut sangat manis.
Ryeowook mengambil kunci mobilnya dan menyerahkan kepada Yesung. "Kau saja yang menyetir, aku lagi tidak mood menyetir mobil."
"Ne, Kau mau kemana?" Yesung memencet tombolnya dan membuka pintu mobil merah milik Ryeowook.
"Aku mau ke Udo Mritime Park. Hari ini aku bosan jadi kau harus temani aku jalan-jalan!" Ryeowook masuk ke dalam mobilnya.
"Baiklah." Jawab Yesung dengan cepat dan menjalankan mobilnya menuju tempat yang Ryeowook inginkkan.
.
.
TBc^^
Mianhae kalau ceritanya jelek atau pendek
gomawo atas saran dan kritikanya.
RnR please.
