MAKING A LOVER
Author : Rainy Heart
Length : Series
Rated : T
Cast :
- Heo Young Saeng a.k.a Saengi
- Kim Hyun Joong a.k.a Hyun
- Kim Hyung Jun a.k.a Junnie
- Kim Kyu Jong a.k.a Kyu
- Park Jung Min a.k.a Jung Min
Pairing : HYUNSAENG (Kim Hyun Joong x Young Saeng )
Slight KYUSAENG (Kyu Jong x Young Saeng )
Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. But HYUNSAENG punyaku #plak#
Genre : Romance / Drama
Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, typo(s), EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Summarry : Akulah yang mencintaimu, so please... just look at me. Meski hanya sekali saja, kumohon... ,mengertilah dengan cintaku.
Huwa...! Mianhe, updatenya lama bener...
Adakah yang ampe jamuran nunggu update ? Nih, aku kasih edisi spesial "Valentine day" Full HyunSaeng Moment
.
.
HAPPY READING
Chapter 2
Seoul International High School
.
.
"Aku ke kelas dulu Kyu."
Kyu Jong hanya mengangguk dan berjalan santai kekelasnya. Saengi terus lari terburu-buru menuju kelasnya, berharap sesosok namja yang ia cari akan ia temukan disana. Tapi...
"Haish... kenapa belum berangkat juga." Saengi mendengus kesal mendapati bangku disisinya masih kosong. Ia duduk gusar, tak tenang sesekali menatap pada pintu masuk berharap sosok itu muncul. "Hyunie, kau membuatku khawatir." Saengi mendesah lirih dan mulai memainkan ponselnya. Ia kembali menekan nomor Hyun dan akhirnya...
Baby neoreul saranghae, Baby neoman saranghae
Chin gu raneun maldae shin nan ni be the one for youBaby nuga mworaedo,You're the only one for me
Ojik neo hanaman barabollaeBaby ... So lovely
Surely, You're the one
Terdengar ringtone ponsel yang begitu ia kenal. Ia menoleh ke arah pintu masuk. "Miss me huh ?" Sesosok namja berjalan dengan langkahnya yang terkesan lemah dan lemas. Wajah pucatnya semakin menakutkan dengan kantung mata yang melingkar dibawah mata besarnya,
"Miss me ?" Saengi mengerutkan keningnya menatap Hyun yang duduk di sisinya. "Sayangnya aku tidak merindukanmu." Saengi menatap Hyun keseluruhan. Ia menggelengkan kepalanya imut. "Kau tidak mandi ya ? Wajahmu terlihat buruk dan menyedihkan sekali."
Hyun Joong meletakkan tasnya diatas meja dan menyandarkan kepalanya pada sandaran kursinya. Menengadahkan kepalanya menatap langit-langit kelasnya. "Bagaimana mau mandi, aku pulang saja tidak."
"Eh..." Saengi menatap Hyun intens. Ia sedikit mendekat dan mencium bau yang tak enak. "Pantas saja, kau bau kecut." Saengi sedikit mendorong tubuh Hyun agar menjauh. "Sedikit jauh dariku. Aku tak mau kau menularkan baumu itu padaku."
"Hmmm... kalau begini saja kau tidak mencariku."
Tak lama kemudian pelajaran sudah dimulai. Pelajaran tentang sejarah Korea yang teramat sangat membosankan bagi Saengi, dan terlebih bagi Hyun Joong. Ia sudah hampir tidur lagi didalam kelas kalau saja Saengi tidak terus-terusan mencubit pinggangnya.
"Awwhhhh..." Hyun Joong mengernyit menahan sakit pada pingganggnya. "Apa yang kau lakukan hah ? Bisakah berhenti untuk terus mencubitiku ?"
"Maka, bisakah kau berhenti menguap dan mencoba untuk tidur ?" Saengi menatap dalam pada mata besar Hyun. Tanpa terasa mereka seperti terjun masuk kedalam satu dunia aneh dimana mereka tak mendengar suara apapun selain detak jantung mereka sendiri. Hingga akhirnya...
.
Takkk... takkk...
.
Bunyi penghapus papan tulis yang diketukkan pada papan tulis menyadarkan mereka berdua akan kemarahan Park Seonsaengnim. "Sebaiknya kalian keluar. Merusak konsentrasi belajar siswa yang lain saja."
"Nde Seonsaengnim."
.
.
Sekarang, disinilah kedua namja itu. Duduk dibawah pohon apel rindang yang tengah berbuah. "Hyun, lihat keatas."
Hyun Joong melihat keatas. "Hanya sebuah apel. Waeyo ? Kau mau ?"
Saengi menganggukkan kepalanya dan tersenyum. "Aish, jangan bersikap seperti yeoja dihadapanku. Atau aku tak akan bisa menjamin keselamatanmu karena aku tak bisa menahan diriku Saengi."
.
Plakk...
.
Sebuah tamparan halus mendarat dipipi Hyun Joong. Namun sayang, tangan Saengi langsung ditahan oleh Hyun, hingga tetap menempel dipipinya. "Biarkan seperti ini Saengi. Aku ingin merasakan kau mengusap pipiku."
"Hyunie..." Saengi berbisik lirih. Menatap chingu yang ia anggap paling menyebalkan didunia namun tak bisa ia sangkali kalau ia benar-benar membutuhkan Hyun didalam hidupnya.
"Jika kau mau mendengarkanku, bolehkah aku mengatakannya sekali lagi Saengi ?" Hyun meraih satu tangan Saengi yang lain dan meletakkannya di dadanya. Tepat di jantungnya yang kini berdetak kencang.
"Kumohon, kali ini saja dengarkan aku. Aku yang mencintaimu Saengi. Bukan Hyung Junnie atau Kyu Jong yang playboy itu." Saengi hampir melepaskan tangannya namun segera ditahan oleh Hyun Joong. "Dengarkan aku berbicara Saengi. Jangan menyela perkataanku."
Saengi kembali diam. Kini Hyun mengulurkan tangannya. Mengusap pipi chubby Saengi dan mendekatkan wajahnya. Saengi menutup mata, menikmati perlakuan lembut dari Hyun Joong. Bibir merah yang tertutup rapat itu seakan menarik Hyun untuk menciumnya.
Namun Hyun tak akan mencuri ciuman Saengi. Ia hanya mencium kedua kelopak mata Saengi. "Kumohon, jangan menangis demi orang yang sama sekali tak pantas mendapatkan setetes air matamu Saengi."
Saengi membuka matanya. Entah bagaimana, sekarang wajah yang begitu menyebalkan baginya terlihat sangat tampan dan hangat.
"Aku tahu, mungkin sampai kapanpun kau tak akan memilihku. Tapi..."
.
Chu...
.
Satu ciuman lembut, meski sekilas mendarat dibibir merah Saengi. "Bisa aku pastikan, aku hanya memilihmu dalam hidupku Saengi."
Saengi terdiam, berdiri mematung. Ia masih tak bisa merasakan tubuhnya. Seluruh pikirannya sidah melayang entah kemana dan tak bisa mengontrol tubuhnya sendiri. Perlahan namun pasti, Hyun Joong berjalan menjauhi Saengi.
Selangkah demi selangkah, hingga akhirnya bayangannya tak lagi bisa dilihat oleh Saengi. Hyun terus berjalan menjauh dan naik ke atap sekolah. Berhenti pada sebuah balkon kecil dan duduk meringkuk disana. Menahan tangis yang seakan tak sabar ingin keluar dari mata besarnya.
.
.
### Making A Lover ###
.
.
Saengi POV
.
"Aku tahu, mungkin sampai kapanpun kau tak akan memilihku. Tapi..."
.
Chu...
.
Apa ini ? Mengapa dia menciumku seperti ini ?
"Bisa aku pastikan, aku hanya memilihmu dalam hidupku Saengi."
Aku hanya bisa terdiam dan masih terdiam. Aku tak bisa marah atau memukulnya. Rasanya tubuhku sangat kaku dan dingin menjalar keseluruh darahku. 'Apa ini ?'
Ada satu titik didalam hatiku yang terasa hangat, tapi... 'Akh, tidak mungkin.' Aku tak mungkin mencintai namja playboy seperti dia, tapi...
Dia tidak playboy. Ya, sebenarnya dia tidak playboy. Hanya saja banyak yeoja yang menyukainya dan terus saja menempel padanya. Jadi apa sebenarnya masalahku ?
Aku duduk bersandar pada pohon apel dan menengadahkan kepalaku menatap apel merah yang menggantung di pohon. Apel itu sangat cantik, merah dan pasti rasanya manis. Tapi mengapa ia selalu sendiri ?
Aku mulai mempertanyakan lagi, pada hatiku sendiri. Sebenarnya apa yang aku cari dari Junnie dan Kyu Jong. Apa yang Junnie miliki tapi Hyun tidak miliki ? Semuanya Hyun miliki.
Wajah tampan dengan segala bakatnya. Bahkan mungkin dia namja paling sempurna di dunia ini. Dia baik hati juga pintar. Suka sekali berbagi dengan yang lain dan suka menabung. Dia juga ramah dengan yang lain, tapi...
Mengapa aku ? Mengapa aku yang dia pilih ? Mengapa bukan yang lain saja ? Seperti Junnie, mengapa Junnie meninggalkan aku dan mimilih Jung Min. Namja Hyperaktif yang sangat menyukai wortel itu. Apa aku kurang menarik ? Atau aku pendiam ?
.
.
Saengi POV end
.
.
Saengi terus diam, sibuk dengan pikirannya sendiri. Hingga akhirnya, mata cantiknya menemukan satu titik aneh dan terus menatap tajam pada titik itu.
Terlihat kelas Kyu dan Hyo Rim yang sedang asyik memakan bekal makan siang mereka. Sengaja Saengi menahan kesalnya dan meraih ponselnya.
Tak lama menunggu terlihat Kyu Jong merogoh sakunya dan melihat ponselnya. Saengi bisa melihatnya dengan jelas. Bahkan teramat jelas saat melihat Kyu Jong malah menolak telfonnya dan mematikan ponselnya.
"Aish, seharusnya aku lebih mempercayai Hyunnie."
Saengi berdecak kesal dan berjalan cepat menuju kelasnya, namun ditengah jalan...
.
Bruk...
.
"Kya ! Appo !"
"Mianhe, aku..."
"Junnie ?" Saengi tak jadi memarahi namja yang baru saja bertabrakan dengannya. Perasaan kesalnya masih menumpuk hingga membuatnya sedikit melupakan jika yang baru saja bertabrakan dengannya adalah Kim Hyung Jun, mantan namja chingunya dulu.
Saengi terus berjalan meninggalkan Junnie, kembali kekelasnya. "Ck, dimana anak itu ?" Saengi berdecak kesal, hendak meninggalkan kelasnya. Tapi langkahnya terhenti saat ada yeoja cantik yang mencegatnya di pintu kelasnya.
"Mencari Hyunie ?"
"Ahni Oppa. Mungkin Oppa yang mencari Hyun Joong Oppa."
"Wae Hye Sun ? Kau tahu dimana dia ?"
Hye Sun mengangguk. "Dibalkon samping di atap sekolah. Tak sengaja aku melihatnya dari halaman sekolah tadi. Kelihatannya dia sangat sedih, mungkin saja kau bisa membantunya memperbaiki perasaannya." Hye Sun menunduk lalu memalingkan tubuhnya dari Saengi, ia berhenti sejenak dan menoleh pada Saengi.
"Young Saeng Oppa, apa kau tahu ? Kemarin Hyun Joong Oppa tidur di perpustakaan seharian. Kurasa dia tidak pulang kerumah. Aku tahu yang terjadi diantara kalian. Meski aku menyukai Hyun Joong Oppa, bukan berarti aku membencimu."
Hye Sun mengusap sedikit air mata yang sudah membasahi pipinya. "Tapi aku akan membencimu jika kau sampai tak membalas perasaan Hyun Joong Oppa. Mungkin, akulah orang pertama yang akan memukulimu dengan kedua tanganku jika kau menyakitinya." Hye Sun langsung memalingkan tubuhnya lagi dan berjalan menjauh dari Saengi.
"Mwoya ?"
Saengi hanya bisa melongo mendengar perkataan Hye Sun. "Hei, dia sangat berterus terang rupanya." Saengi tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan. Berjalan menuju atap sekolah. Meski bel masuk sudah berbunyi, ia sama sekali tak mempedulikannya.
"Akh, setelah ini pelajaran sastra Korea. Bosan. Lebih baik membolos saja." Ditengah jalan ia bertemu dengan sahabatnya, teman satu kelasnya. "Hei berhenti Jong Ki-ah."
"Nde Waeyo ?"
"Tolong, katakan pada Lee Seonsaengnim, aku dan Hyun di UKS, tadi Hyun sakit dan aku harus menjaganya."
"Ah, nde. Arraseo."
"Gamsahae Jong Ki-ah."
"Nde, cheonmaneyo."
Saengi kembali berjalan menyusuri lorong kelas dan naik menggunakan tangga darurat menuju ke balkon kecil yang berada diatap sekolah.
.
.
### Making A Lover ###
Hyun Joong POV
.
.
Rasanya lemas sekali. Hatiku sakit, tapi tak sakit. Rasanya menyedihkan. Aku hanya bisa berulang kali menghela nafasku setiap mengingat wajah cantiknya. Senyuman yang selalu terukir dari bibir merahnya. Pipi chubby yang selalu saja menggodaku untuk mencubitnya.
Dan jangan lupakan, bibir merah yang membuatku menggila. Meski dia mengatakan membenciku berulang kali, aku tak bisa sedetikpun menjauhkan diri darinya. Terasa sangat berat jika tak melihatnya sehari saja.
"Akh... Aku merindukanmu."
.
Hyun Joong POV end
.
"Benarkah ?"
"Eih ?" Hyun Joong menatap kaget pada sosok namja manis yang kini tengah berjalan ke arahnya. "Darimana kau tahu aku ada disini ? Bukankah kelas sudah dimulai ?"
"Hmm... membolos sekali-sekali tidak apa-apa kan ?"
Saengi duduk didepan Hyun Joong, "Ini." Saengi menyerahkan satu tas kecil yang berisi hot dog dan satu gelas susu vanilla. "Aku tahu kau lapar, ambil dan makanlah." Saengi lebih mendekatkan tas itu saat dirasa Hyun tak kunjung menerimanya.
"Gomawo Saengi."
Hyun memulai acara makannya. Ia memang benar-benar lapar, dari kemarin sore ia tidak makan. "Mengapa kau tidur di perpustakaan tanpa memberitahuku ?"
Hyun menghentikan makannya sebentar dan menatap Saengi. Sedikit terlihat didalam mata Saengi, jika namja cantik itu mengkhawatirkan Hyun Joong. "Kau memperhatikan aku ? Kau mengkhawatirkan keadaanku ?"
"Ishh, jangan mengalihkan pembicaraan Hyunnie."
"Aku hanya kesal padamu. Kau tak mau mempercayaiku. Padahal sudah sangat jelas aku mengatakannya. Semua yang kulihat, antara Kyu Jong dan Hyo Rim. Tapi malah saat istirahat kemarin kau asyik berduaan dengannya."
"Hei, kau juga bersama Hye Sun dan semua yeoja fans berat mu itu." Saengi terlihat kesal saat mengucapkannya, hingga terbesit satu pikiran aneh diotak Hyun Joong.
"Kenapa kau seperti cemburu Saengi-ah ?"
"Mwoya ?" Seakan sadar, Saengi mencoba menenangkan dirinya sendiri. Saengi kembali diam dan berdiri menatap ke bawah. Menatap lapangan hijau, halaman sekolah mereka. "Kenapa memalingkan wajahmu begitu ? Malu ?"
"Ahniya. Untuk apa malu dengan orang yang memalukan sepertimu Hyunnie." Saengi membalikkan tubuhnya kembali menatap pada Hyun Joong. "Kau tahu Hyunie, aku juga melihat Kyu bersama Hyo Rim tadi."
"Nah, itu kau melihatnya. Masih mau menyangkal juga ?"
Saengi kembali duduk di lantai balkon dan memejamkan matanya, bersandar pada dinding pelindung balkon. "Aku tak menyangkal. Aku hanya belum percaya Hyunnie."
"Ck... Itu sama saja Saengi."
"Tentu berbeda Hyun." Saengi menghela nafasnya teratur, mencoba menahan rasa kesalnya yang membuncah. "Aku, dari awal memang tak begitu menyukai Kyu Jong."
"Mwoya ?" Saengi mengangguk. "Nde Hyunie. Aku hanya sekedar saja menerimanya. Terlebih lagi dia cukup populer disekolah. Juga karena dia satu kelas dengan Jungmin, namja chingku Junnie yang baru."
"Tapi Saengi, bukan berarti kau membuat Junnie cemburu jika kau melakukan itu. Apalagi sekarang kau bisa melihat sendiri, bagaimana reaksi Junnie saat tahu kau berpacaran dengan Kyu Joong. Bukankah dia terlihat biasa saja ?"
Saengi mengangguk pelan. "Nde Hyun. Junnie terlihat biasa saja." Saengi menghela nafasnya. Rasanya begitu sesak didadanya.
Hyun Joong mendekat pada Saengi, mengusap bahunya dan tersenyum manis dihadapan Saengi. "Kuharap, jangan buang sia-sia air matamu Saengi."
Saengi tersenyum kecut menatap wajah tampan itu begitu dekat dengannya. Ada satu desir hangat menjalar didalam tubuhnya.
.
Degh... Degh... Degh...
.
'Apa ini ?' Saengi membatin merasakan jantungnya yang berdegub begitu keras.
Mereka hanya diam dan saling menatap. Hyun Joong yang sadar akan Saengi yang sedang melamun, langsung mendekatkan wajahnya pada Saengi. "Bukankah, hari ini hari Valentine ?"
Saengi mengangguk. "Nde Hyunie."
"Tidakkah kau berniat memberikan aku coklat ?" Saengi menggeleng. "Ahniya, untuk apa memberimu ? Memangnya aku menyukaimu ?"
"Mungkin saja."
"In your dream Hyunie." Saengi yang mulai mendapatkan kesadarannya kembali langsung saja kembali menyangkali setiap perkataan Hyun Joong.
"Jeongmallo !" Hyun menangkap pipi Saengi dengan satu tangannya. Mengusapnya dengan lembut. "Mengapa kau tidak menolak sentuhanku ?"
"Eih ? Ish...!" Saengi langsung memasang wajah kesalnya, menahan rona merah yang tetap saja keluar dari wajah cantiknya. Ia memalingkan wajahnya dan menjauhkan pipinya dari tangan Hyun Joong.
"Aku tahu, kau tak akan sekalipun menolakku Saengi."
.
Chu...
.
Sebuah ciuman singkat mendarat di bibir Saengi. "Itu hadiah Valentine dariku, Happy Valentine Saengi."
Namun tanpa diduga, saat Hyun mencoba menjauhkan wajahnya, Saengi malah menekan tengkuknya, dan memulai ciuman baru mereka. Saengi sendiri yang memperdalam ciumannya. Menyusupkan lidahnya kedalam ruang hangat Hyun Joong.
"Mmmhhh..." Lenguhan siapa ini ? Entahlah, yang pasti dapat terlihat jelas kedua orang ini masih bergelut mesra dengan lidah mereka.
.
.
.
T.B.C
.
.
.
### Making A Lover ###
Gamsahae... udah ada yang mau ngereview Fic Gaje ini.
Jeongmal Gamsahamnida buat : Sulli Otter, Lianzz, Cloudcindy, Azzura 1103, oryzasativa, KissMe501, and The. Gamsahae Juga untuk yang udah Add Author jadi Fav Author, gamsahae
.
.
Mohon tinggalkanlah jejak kalian chinguya and readerdeul yang baek.
.
.
GOMAWO !"
.
.
