KAISAR NAGA MERAH.
A Naruto High School DxD Fanfiction.
By Keris Empu Gandring.
•••••
Rate :: M -Naik Tingkat (mungkin bisa jadi M+ mengingat banyak Screen Ecchi yang tersaji).
•••••
Jangan merasa sungkan untuk memberikan Review (^,~)
•••••
Warning :: AU, OOC, Gender Bender dan kekurangan lainnya.
AWAS 18+ walau cuma Ecchi, saya fikir ini konsumsi Dewasa. Tapi kalau maksa sih terserah. Yang jelas saya sudah kasih Warning ya!.
•••••
Aku Hyoudou Issei, aku adalah seorang Iblis rainkarnasi dari Clan Gremory yang mengkonsumsi 8 Bidak Pion. Aku juga memiliki sebuah Sacred Gear Boosted Gear, sebuah benda yang mengurung Naga yang sangat hebat didalamnya!.
Keren bukan?!.
Tapi entah kenapa aku tidak bisa berteleportasi?!. Eumh~ maksudku, bukankah tidak lucu jika seorang Iblis datang menggunakan Sepeda, saat mendapat panggilan dari Manusia?!.
Awalnya sih aku tidak memikirkan hal ini, tapi saat Konsumen baruku yang cantik jelita mengatakannya ... Aku benar-benar terpukul dan berambisi untuk bisa melakukan teleportasi!.
Aku berhasil, tapi malah ke sebuah tempat antah-brantah yang tidak kuketahui!.
Dan cerita ini pun terjadi ...
KAISAR NAGA MERAH.
A Naruto High School DxD Fanfiction.
By Keris Empu Gandring.
Chapter 2 :: Jinchuriki Baru, Kaisar Naga Merah!.
•••••
Hyoudou Issei terlihat berjalan-jalan menyusuri Desa Konoha. Mencari sesuatu yang kiranya bisa digunakan untuknya kembali ketempat asalnya. Tinggal di Konoha bukanlah pilihan, karena pemuda bersurai pirang itu sama sekali tidak berniat untuk menetap disini.
Tapi setelah sekian lama berjalan, tidak ada satu pun sesuatu yang menurutnya berguna. Toko Perabotan Ninja, atau Toko Barang-Barang aneh lainnya yang mendukung pekerjaan sebagai Ninja, yang pastinya tidak lazim -untuknya. tidak ada yang bisa digunakan sebagai media kembali ke Jepang.
Entah tidak ada, atau memang Issei sama sekali tidak mengerti dengan benda-benda aneh itu. Yang jelas Otak kecilnya menyimpulkan bahwa itu tidak berguna!.
Hingga ahirnya, Issei memutuskan untuk mengistirahatkan dirinya disebuah Taman. Tubuhnya lelah, Jiwanya pun demikian. Sejak pagi hingga tengah hari seperti sekarang ini, dia terus berjalan melakukan ekspedisi untuk mencari Benda Ajaib itu dari Toko ke Toko. Tapi sayangnya, semua perjuanganya nihil.
Tidak ada satu Benda Normal yang terasa familiar di Matanya.
"Ah kamfret deh, bagaimana aku bisa kembali ke Jepang?!. Bagaimana aku bisa merasakan lagi kelembutan Oppai Buchou?!. Paha mulus Buchou?!"
"Haahhh!. Buchouuuuu~ aku merindukanmu!" Issei berteriak seperti itu untuk melepaskan rasa frustasinya. Namun sialnya, itu malah memancing perhatian dari ibu dan anak-anak mereka yang saat itu, sedang bermain di Taman yang sama.
"Hentai!" desis salah seorang ibu muda yang sedang menemani anaknya bermain Pasir di Taman yang sama. Pandangan jijik juga dialamatkan pada Hyoudou Issei dengan sepenuh hati, dan penuh penghayatan.
"Sebaiknya kita bawa anak-anak kita. Bisa-bisa mereka terkontaminasi pemikiran jorok orang itu!" timpal ibu-ibu lainnya.
Dan satu menit kemudian, Taman pun sepi. Penghuni lain yang mayoritas adalah Ibu beserta anak mereka, sudah hilang entah kemana. Meninggalkan sumpah serapah yang masih terasa panas di Kuping pemuda mesum itu. Bahkan semilir Angin yang membelainya, tidak bisa menenangkan Hatinya yang panas.
"Ck!" Issei berdecak kesal dengan keadaan ini.
Apa yang salah dengan keterus-terangan Issei tentang ketertarikanya pada lawan jenis?!.
Wajah yang cantik?.
Oppai yang besar?.
Bokong yang indah?.
Semua itu kan hal yang wajar untuk seorang pria!.
Itu Normal!.
"Cih. Tidak di Jepang tidak di Desa primitif ini, semuanya sama saja!" umpat pemuda bersurai coklat itu. Tapi beberapa saat kemudian, kedatangan seorang Gadis cantik bersurai pirang mengganggu acara keluh kesahnya.
"Kau—" Issei tidak mampu meneruskan ucapanya karena terpesona dengan senyuman indah yang saat ini menghiasi Wajah gadis itu. Ditambah sebuah cahaya surgawi yang seperti menerangi gadis pirang itu. Membuatnya terlihat bagaikan Malaikat tak bersayap.
"Huh, Iseei-Kun, aku mencarimu dari tadi loh~" ucap gadis itu seraya mendudukan dirinya disamping Issei.
"Naruto-San" Dadanya berdetak kencang saat duduk bersebelahan dengan Naruto. Gadis itu cantik, Badanya juga bagus, tak kalah lah dengan Gitar Spanyol. Ditambah ukuranya juga pas. Tapi ... Tapi bukankan dia sudah menyukai Buchou. Lalu kenapa perasaan itu juga dirasakan Issei saat berdekatan dengan Naruto.
Padahal jika dibandingkan dengan Buchou-nya, Naruto tentu bukan apa-apa!.
'Rias-Buchou adalah yang terbaik!' Issei berteriak dalam batinya. Mencoba meyakinkan dirinya jika tidak ada yang bisa menyaingi keindahan dan kecantikan sang Buchou.
Lalu kenapa dia menjadi gugup seperti ini saat didekatnya?!.
Padahal Gadis bernama Uzumaki Naruto ini masih belum melakukan apa-apa. Tapi kenapa Issei sudah gugup seperti ini?!
"Nyaaawww~" keluhan manja yang keluar dari Mulut Naruto menyadarkan Hyoudou Issei dari lamunanya. Dan saat pandanganya beralih pada sosok Naruto, gadis itu terlihat malu-malu dengan Wajah yang memerah.
Dalam pandangan Naruto, tatapan Issei padanya seperti pengganti kata kenapa yang harusnya terucap. Jadi, dengan menahan segala perasaan malunya, gadis pirang itu mulai mencoba menjelaskan apa yang terjadi padanya.
"Eumh~ I-Issei-Kun ... Bi-bisakah kau tarik Tanganmu?!" dengan bersusah payah Naruto menyatakan itu. Pipi gadis cantik itu kini benar-benar memerah. Perasaan malu dan serba-salah membuatnya membuang Muka, berusaha menghindari tatapan pemuda bersurai coklat itu.
'Tangan?!'
"Heeeee~" Issei berteriak seperti itu saat menyadari bahwa Tanganya yang entah sejak kapan sudah mengelus-elus paha putih mulus Naruto. Dan tanpa menungu lama, Issei segera melompat dan bersujud dihadapan gadis itu.
"Ma-maafkan aku, Naruto-San!"
•••••
Issei kini terlihat sangat menyesal. Bukan karena sudah melakukan perbuatan Hentai itu, tapi karena dia tidak bisa mengingat seberapa mulusnya Paha Naruto. Harusnya Issei bisa mengingatnya, harus!. Sebagai seorang Mesum sejati, kejadian ini terasa melukai harga dirinya.
Apa yang akan dikatakan dua sobat mesumnya, jika Issei tidak mengingat kejadian indah itu?!. Dalam keadaan menyesal itu, Issei mengingat kembali ucapan Naruto yang sengaja mencarinya.
"Tsunade-Sama Ingin bertemu denganmu, dan aku segaja mencarimu untuk itu"
Tapi karena saat ini Issei sedang dikuasai oleh fikiran mesumnya, pemuda bersurai coklat itu tidak terlalu memperdulikan apa yang akan terjadi selanjutnya. Fokusnya saat ini hanyalah Paha Naruto. Paha gadis bersurai pirang yang beberapa saat lalu dielusnya.
'Sial. Kenapa aku tidak bisa mengingatnya?!. Kenapa aku tidak sadar sudah mengelus Paha putih mulus Naruto-San?!'
'Sial!. Sial!. Sial!' Issei terus menyesali keadaan ini, seraya terus mengikuti Naruto yang beberapa langkah didepanya. Issei bahkan tidak menyadari jika mereka saat ini sudah memasuki sebuah Gedung mewah.
Yap, mewah disini dalam artian Bangunan yang terlihat paling megah diantara Bangunan yang lain. Dan hal itu baru disadari Issei setelah Naruto berhenti didepan sebuah Pintu, bertuliskan Ruang Hokage.
"Oh sudah sampai toh!" gumamnya. Naruto tidak menjawab, selain sebuah anggukan Kepala. Dan setelah beberapa kali mengetuk Pintu, mereka pun masuk ke dalam Ruangan itu.
Naruto membuka Pintu Ruang Hokage, dan saat itu juga sebuah cahaya silau terasa mengganggu pengelihatan pemuda bersurai coklat itu. Dan saat cahaya itu mulai meredup, terlihatlah seorang wanita berusia dua puluh Tahunan sedang duduk santai diatas Meja dengan satu Kaki yang terangkat di Meja.
Wajah wanita itu memerah, mungkin dia sedikit mabuk. Mengingat beberapa Botol Sake tergeletak disampingnya.
"Huaaaaaaaa~ B-Buchou dalam mode piranggg!" Issei berteriak dengan penuh kebahagiaan. Hampir saja dia akan menghambur dan memeluk sosok yang dianggap Buchou mode pirang itu, jika tidak ada jeweran di Telinganya.
Dan si penjewer itu, tak lain dan tak bukan adalah Uzumaki Naruto. Dengan Wajah kesal dan Bibir yang dikerucutkan, gadis yang juga pirang itu meremas Telinga Issei tanpa ampun.
"Adadadadawww~ sa-sakit Naruto-San!" Issei mengeluh merasakan nyeri dibagian Telinganya. Tapi Naruto sepertinya tidak perduli, itu terlihat dari mimiknya yang masih terlihat kesal meski telah melepaskan jeweranya.
"Hmh!"
"Kenapa sih?!" gerutu pemuda bersurai coklat itu, seraya mengelus-elus Telingaya yang masih terasa panas.
"Ehem!" sang Godaime Hokage, Tsunade Senju, berdehem untuk meminta perhatian dua sosok didepanya. Sebelum melangkahkan Kakinya untuk mendekati Issei.
"Kau Hyoudou Issei?" tanya Tsunade seraya membawa sosok palsunya untuk memutari Issei.
"Ya-yap!" Issei menjawab dengan penuh antusias dengan sedikit tergagap, atas pertanyaan Tsunade. Karena Oppai sang Hokage yang bersembunyi dibalik Kimono seksinya, kini menekan Punggung sang Sekiryuutei. Saat wanita itu menekan Dadanya pada Punggung Issei.
"Aku berencana untuk menjadikanmu Shinobi Konoha, apa kau mau?" tanya Tsunade lagi. Sebuah pelukan dari belakang, dan belaian lembut di bagian Pipi kirinya, membuat Issei semakin panas. Ditambah nafas Tsunade yang menerpa Kupingnya, membuat pemuda mesum itu semakin tak karuan.
"Te-tentu O-Ojou-Sama!" Issei semakin gelagapan. Wajahnya sudah sangat merah diperlakukan seperti itu. Dan saat ini, pemuda bersurai coklat itu sedang berusaha untuk tidak pingsan atau pun mimisan, akibat godaan nakal Godaime Hokage.
"Tapi kau harus bertarung dulu dengan seseorang, untuk membuktikan pantas tidaknya kau menjadi bagian dari Shinobi Konoha!"
"Grrr!" entah kenapa Naruto mulai merasa kesal dengan Wajah penuh kebahagiaan Issei saat mendapatkan perlakuan tidak biasa sang Hokage. Ada rasa cemburu yang menusuk dadanya, saat melihat Tsunade merayu Hyoudou Issei.
"Bagaimana hem~ apa kau mau?" Tsunade kembali menayakan pertanyaanya, tanpa memperdulikan tatapan sengit dari Naruto padanya.
"A-apa pun Ojou-Sama!"
Tsunade tersenyum senang mendengar jawaban Issei. Terlebih panggilan Ojou-Sama yang kembali diucapkan Issei untuknya, itu membuat Tsunade merasa muda. Mengingat selama ini Hokage kelima itu hanya dipanggil Sama atau Hime, oleh orang-orang di Desa Konoha.
Dengan pandangan sombongnya sebagai seorang wanita, Hokage kelima itu terlihat tersenyum sinis pada Naruto. Seolah mengirimkan sinyal bahwa Tsunade lebih superior dibandingkan Naruto. dan melalui pandangan itu juga, sang Godaime Hokage seolah mengatakan dialah yang terbaik.
Sial bagi Naruto. Gadis itu kalah jam terbang dalam masalah seperti ini, sehingga tidak ada yang bisa dilakukan selain mengurut Dadanya, mencoba tetap tegar. Dalam keadaan tertekan itu, Naruto mulai melampiaskan kekesalanya pada Issei. Ya ... Walau bagaimana pun ini tidak akan terjadi jika Issei bersikap biasa dengan godaan wanita jadi-jadian itu.
'Ini semua salahmu Issei-Kun!' batin gadis itu dengan kesalnya.
"Baiklah, Issei-Kun ayo kita mulai. Dan ... Apa kau juga siap Naruto-Chan?" tanya Tsunade, yang masih setia dengan godaan manjanya pada sang sekiryuutei.
Entah ini adalah bentuk rasa frustasi karena masih sendiri, atau hanya karena pengaruh minuman keras, namun yang jelas Tsunade akan lebih ganas saat mabuk seperti ini.
"Wokeh~" Issei menurut saja tanpa pernah menyimak segala isi pertanyaan Tsunade. Yang ada di Otak mesumnya hanyalah Oppai jumbo Hokage kelima itu.
"Eh?!" lain Issei, lain juga Naruto. Gadis itu malah terkejut karena dialah yang didapuk sebagai algojo untuk mengetes kemampuan bertarung pemuda bersurai coklat itu.
KAISAR NAGA MERAH.
A Naruto High School DxD Fanfiction.
By Keris Empu Gandring.
•••••
Tempat Latihan.
"Tunggu dulu Ojou-Sama, apa kau yakin aku harus melawan seorang gadis?" Issei bertanya dengan nada tak yakin. Karena harus berhadapan dengan gadis cantik bersurai pirang, bernama Uzumaki Naruto.
Pada poin ini, Issei baru menyadari jika dia sedang di Ospek sebelum menjadi bagian Ninja Konoha atau apalah itu. Kebingungan mulai dirasakan pemuda bersurai coklat itu, bagaimana bisa jadi seperti ini?. Bukankah Issei berniat untuk segera pulang dan kembali dalam pelukan Buchou. Tapi, ucapan Tsunade menyadarkanya sesuatu.
"Yap. Naruto-Chan memang masih Genin, tapi kekuatanya sudah sekelas Chunin mungkin juga lebih. Dia juga seorang Jinchuriki sama sepertimu, jadi kau tidak perlu segan" balas Tsunade santai. Issei yang tidak mengerti apa itu Genin, Chunin, atau pun Jinchuriki, hanya mengangguk-angguk tak jelas. Berpura-pura mengerti.
Dalam fikiran Issei, yang dimaksud dengan itu semua pasti adalah sesuatu yang hebat. Sehingga dia harus bersungguh-sungguh dengan pertarungan ini, meski lawanya hanya seorang gadis. Ditambah lagi Issei sepertinya mulai menyukai Oppai jumbo Tsunade, dan itu sedikit membantunya untuk menentukan pilihan.
"Baiklah, Naruto-San, aku tidak akan segan-segan!" ucap pemuda bersurai coklat itu, dengan tatapan serius dan penuh semangat membara disetiap ucapanya. Yap, untuk saat ini tujuan Issei adalah terlihat keren didepan Tsunade, dengan dibarengi sebuah mimpi untuk meremas Oppai jumbo sang Hokage.
'Anggap saja itu sebuah oleh-oleh dari Desa primitif ini, sebelum aku pulang ke Jepang!' batinya mantap.
"Baiklah, ayo mulai!" Tsunade berteriak keras, seraya mengangkat salah satu Tanganya. Melihat baik Uzumaki Naruto, atau pun Hyoudou Issei, sudah siap untuk memulai pertarungan.
Tanpa jeda dari ucapan Tsunade, Issei segera mengaktifkan Boosted Gearnya. Sebuah kilauan cahaya merah yang memancarkan kekuatan besar tercipta di Tangan kiri Issei. Dan setelah cahaya itu hilang, terlihatlah sebuah Sarung Tangan Mekanik yang menghiasi Tangan kiri pemuda bersurai coklat itu.
"Hooo~" Naruto bergumam, mengagumi Benda aneh yang tiba-tiba saja muncul di Tangan kiri Issei, tak jauh berbeda dengan apa yang diperlihatkan Tsunade. Kejadian luar biasa itu cukup membuat orang-orang Konoha itu terkagum-kagum.
Tapi ...
Praannkk!.
Beberapa detik kemudian Sacred Gear-nya hancur begitu saja. Dan berubah menjadi kepingan cahaya, sebelum ahirnya hilang dalam ketiadaan. Bukan hanya Naruto dan Tsunade saja yang saat ini terkejut, Issei pun merasakan hal yang demikian. Bagaimana tidak, Boosted Gear kebanggaanya kini musnah tanpa sebab.
"Heeeeee!" Issei berteriak panik, sebelum ahirnya merasakan sesuatu.
Boost!.
Tepat, kekuatanya terasa berlipat ganda saat ini. Aura Naga juga terasa memenuhi Tubuhnya. Mungkinkah kekuatan Boosted Gear tetap dimilikinya, meski Sacred Gear itu sudah musnah?!.
"Horryaaa!" Issei melancarkan sebuah pukulan. Namun karena gaya bertarungnya terkesan kaku membuat Naruto dengan mudah bisa menghindarinya. Dan dengan gerakan yang indah, Naruto bergerak sedemikian rupa, hingga ada dibelakang Issei.
Dan ...
Dezig!.
Sebuah pukulan mendarat sempurna di Kepala bagian belakang Issei. Membuat pemuda bersurai coklat itu terhuyung akibat rasa pening yang menyerangnya. Issei berbalik dengan tatapan kesal pada gadis pirang dihadapanya.
Terkena pukulan dari seorang wanita cukup membuatnya kesal. Tapi bukan itu yang jadi permasalahanya saat ini, yang jadi masalah adalah Tubuhnya bergerak sendiri. Dia sama sekali belum menggerakan Tubuhnya untuk menyerang Naruto, lalu kenapa bisa itu terjadi?.
Dalam kebingunan itu, sebuah suara yang tak asing di Indra Pendengaranya, terdengar!.
"Aku yang menggerakan Tubuhmu patner. Dimensi ini membuat sedikit keajaiban. Selain mampu menghancurkan Artefak Suci yang dibuat Tuhan, Dimensi ini juga memaksa kehidupan asing menuruti aturan disini!"
'Apa maksudmu, Ddraig?!' Issei sama sekali tidak mengerti dengan apa yang diucapkan sohib Naganya itu.
"Kurasa Mahluk Supernatural seperti Iblis, Malaikat, dan Malaikat Jatuh, juga Sacred Gear, tidak ada dalam Sistem Kehidupan di Dimensi ini. Karena itulah mereka hancur. Buktinya kau kini kembali menjadi Manusia, bukan lagi Iblis!"
'Terserah deh!. Aku tidak terlalu mengerti. Hoh~ tapi kenapa kau tidak ikut hancur, saat Sacred Gear hancur?!'
"Entahlah, tapi dengan begini kita semakin bebas!. Kita adalah satu. Tubuhmu adalah Tubuhku, dan kekuatanmu adalah kekuatanku!" ucap Ddraig, yang kembali membuat Issei hanya bisa melongo karena tidak mengerti.
Dan tanpa terasa sepuluh detik berikutnya berlalu, selama pertebatan itu. Sehingga kekuatan Issei semakin bertambah.
Boost!.
Dengan kekuatan yang semakin bertambah, Tubuh Issei yang masih diambil alih sohib Naganya, kembali menyerang Naruto. Namun hal yang sama kembali terulang, gadis pirang itu masih dengan mudah menghindari pukulan beruntun Ddraig, meski kecepatan dan gaya bertarung yang diperlihatkan Naga itu semakin membaik. Namun tetap saja, pergerakanya masih terasa kaku.
Dan kini saatnya menyerang balik. Sebuah tendangan tepat diselangkangan Issei menjadi bukti niatan Naruto untuk menyerang Issei!.
Duaakkk!.
"Huadaaawwww!" Issei berseriak seraya meringkuk di Tanah. Tentu saja kedua Tanganya tanpa perlu dikomando lagi untuk berada dipusat nyeri. Saat ini kontrol Ddraig atas Tubuh pemuda bersurai coklat itu terputus. Dan kini yang meringkuk disana adalah Issei, Hyoudou Issei.
"Sepertinya kita harus banyak berlatih. Gerakanku juga masih kaku, mungkin karena terlalu lama menjadi sebuah Roh yang tersegel dalam Sacred Gear" ucap Ddraig tanpa memperdulikan keadaan Issei yang masih meringkuk di Tanah.
"Curut!"
"Sialan kau, Naga kamfreet!" Issei mengumpat tak jelas, saat mengexpresikan rasa sakitnya, dan menyalahkan semua ini pada sang Naga.
"Maaf patner, aku tidak menyangka kau akan kesakitan seperti itu, saat selangkanganmu ditendang. Dan lagi, sepertinya kita tidak benar-benar satu" ucap Ddraig tenang. Yap, sepertinya rasa sakit tidak termasuk, karena buktinya Ddraig tetap santai-santai saja tanpa merasakan sakit sedikit pun.
"Terserah deh!" Issei sepertinya masih kesal. Dan tidak perduli dengan apa yang dikatakan Naga Merah itu.
"Baiklah cukup. Pertarungan selesai!" ucap Tsunade.
KAISAR NAGA MERAH.
A Naruto High School DxD Fanfiction.
By Keris Empu Gandring.
•••••
Seorang pemuda bersurai coklat terlihat sedang merapihkan pakaianya didepan cermin. Sebuah pakaian yang sejatinya adalah pakaian Seragam anak SMA di Dimensi asalnya. Namun di Desa primitif ini, seragam itu beralih fungsi menjadi Seragam dinasnya sebagai Ninja. Yap, saat ini pemuda itu adalah Ninja Konoha, terbukti dengan Haite-Ate yang terikat di Keningnya.
Ya ... pemuda itu adalah Hyoudou Issei. Sang Jinchuriki Baru yang dimiliki Konoha!.
"Issei-Kun. Cepat!. Nanti kita terlambat untuk menjalankan Misi-nya!" suara feminim terdengar nyaring diluar Kamarnya. Suara itu adalah suara gadis bernama Namikaze Naruto yang saat ini tinggal bersamanya. Atau mungkin lebih tepatnya dia yang tinggal bersama Naruto, karena Issei lah yang menumpang disini.
"Iya~ iyaaa~ aku datang!" balas pemuda bersurai coklat itu dengan malas.
"Yosh!. Aku siap!" gumam Issei seraya masih menatap pantulan dirinya di Cermin untuk yang terahir.
'Ya ... Aku sudah memutuskanya. Aku akan mencoba menikmati kehidupanku di Dimensi ini, sebelum aku menemukan cara untuk kembali. Dan ... Dan tentu saja sebelum itu, aku harus bisa meremas Oppai Tsunade-Ojousama dulu!'
'Jadi ... Tunggulah aku, Buchou!' batinya.
Cleekk.
Issei membuka Pintu kamarnya dan terlihatlah seorang gadis cantik bersurai pirang sudah menunggunya. Gadis itu tersenyum, begitu pun dengan pemuda bersurai coklat itu. Yap, semenjak saat itu, mereka semakin dekat. Dan Issei kini tahu alasanya, kehadiranya membuat Naruto tidak merasa sendiri lagi.
Seorang Jinchuriki sepertinya memberikan beban tersendiri.
'Saat aku berhasil menemukan cara untuk kembali, aku juga akan membawamu Naruto-Chan!. Buchou pasti akan menerima kita dengan baik disana, dan kau tidak akan kesepian lagi. Karena ada banyak orang-orang yang sama seperti kita!' batin Issei dengan senyum lembutnya.
Ya ... Issei sudah menentukan tujuanya. Meski hanya sementara saja, karena prioritasnya tetaplah kembali ke Jepang, dan tentu saja Buchou!.
BERSAMBUNG!.
Kolom balasan Review.
Kurama :: Oh soal itu, seperti yang sudah saya tulis di Chapter ini. Saya coba buat kehadiran Issei membuat si Narutonya gak kesepian lagi. Kan jadi ada orang yang sama kaya dia.
Kepikiran sih buat Narutonya tetep laki, tapi setelah dirasa-rasa jatohnya malah kaya Yaoi!. Mau pakai Fuu yang aslinya emang cewe, saya gak terlalu ngerti sama Desa Takigakure
Mbit 99 :: Entah, Fiksi ini kepikiran gitu aja. Saya cuma fikir kayanya seru pake Issei yang mesum jadi MC. Lagian gaya tulisan saya semi-formal gitu, jadi mungkin cocok *plaakk*
Yap, soal Gender Bender, seperti yang saya jelaskan sama Kurama-San. Woh, dari judulnya sih seru tuh, kayanya si Kurama sama si Ddraig dalam satu tempat tuh. Gak papa, santai aja Mbit-San.
R.J Davies :: Setelah saya fikir-fikir banyak juga baik Author sama Reader di Fandom ini bilang 'Anti Mainstream' emang ada apa sih?. apa Anti Mainstram sedang hot?.
Maaf, saya kudet kayanya.
Papa Haise The Centipede :: Wah senengnya dikomen lagi Author-Senior. Eh itu gimana sih?. Yang salah apanya ya, kalo Kata bisa hilang kaya gitu?.
Maaf saya belum ngerti soal itu. di Dokumenya lengkap itu, tapi kenapa pas di Publish ilang-ilang ya ×_×
Ai no Est :: Makasih ^~^)?
AoiKishi :: Yap, dalam plot saya sih gitu. Tapi caranya gimana masih belum tahu, pengembanganya belum saya fikirkan.
