BOYS SEX II
By : Han Kang Woo
Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Exo Member, etc.
Main Cast : ChanBaek
Genre : Romance
Warning : BL (Boys Love), NC, Banyak Typo, FF ini hanya pinjam nama saja
Rated : M plus
DLDR
= Happy Reading =
O…O…O…O…O…O…O…O…O
o
o
o
o
Masih hening.
Baekhyun terdiam agak lama. Entahlah, penampakan bagian bawah Chanyeol seolah membuat dirinya jadi patung. Aneh.
'Tidak Baekhyun. Kau harus fokus pada pembalasan dendammu. Jangan pikirkan yang lain.' Baekhyun membatin, sekali lagi dia menggelengkan kepalanya.
Dilain pihak, Chanyeol mendesah kasar. Baekhyun telah berhasil menelanjanginya. Dia ditelanjangi lahir dan batin sekarang.
"Tut.. Tutupi tubuhku lagi. Atau kau memang sengaja ingin melihat..."
"Diam. Jangan banyak bicara." Baekhyun memotong kalimat Chanyeol. Sepertinya dia memang membutuhkan lakban untuk menyumpal mulut Chanyeol.
Namja imut itu perlahan berdiri, dia mencari cari sesuatu. Bukan lakban, tapi sebuah kamera video. Dia akan merekam Chanyeol yang kini sudah ada dalam genggamannya.
"Aku akan merekammu. Dan rekaman ini akan kujadikan senjata dikemudian hari." kata Baekhyun, setelah menemukan kamera videonya didalam laci meja belajarnya. Dia lekas memasang kamera itu diatas TV LCD yang mengarah langsung ke Chanyeol.
"Ka.. Kau betul betul sudah gila Baekhyun !" ucap Chanyeol, yang masih terus berusaha menggerakkan tubuhnya.
"Aku sudah mengatakan bahwa aku memang gila. Dan kau sendiri yang membuatku gila." balas Baekhyun, membentak. Matanya memandangi Chanyeol dengan tatapan kejam.
"Tol.. Tolong lepaskan aku. Lepaskan..." kata Chanyeol, meminta dengan sangat.
"Apa? Tolong? Aku tidak salah dengar. Kau mengatakan kata tolong." tukas Baekhyun, meremehkan.
"Ya. Ki.. Kita bisa membicarakan ini baik baik." desah Chanyeol. Namja itu kehilangan tenaga, akibat menggerakkan tubuhnya berlebihan. Tetesan keringat di dahinya sudah semakin banyak.
Baekhyun membalasnya dengan tertawa, tawa keras yang memekakkan telinga.
"Hahahahaa... Kenapa baru sekarang kau mengatakan itu, disaat kau sudah terpojok dan tidak bisa melakukan apa apa. Aku sama sekali tidak menerima permintaan maafmu Park Chanyeol." Baekhyun berujar, kejam.
"Aku sama sekali tidak meminta maaf. Aku hanya ingin kau melepaskanku." Chanyeol membalas, kali ini tatapannya tidak memelas lagi.
"Dasar namja sombong. Dalam keadaan terjepit begini kau masih berkata seperti itu. Baiklah, aku sudah mengerti sekarang. Dan ingat, tidak ada maaf bagimu. Pintu maaf itu sudah tertutup." tutup Baekhyun, yang tidak ingin memperpanjang percakapan lagi.
Baekhyun lantas naik kembali keatas ranjang. Dia menampar pipi Chanyeol lumayan keras. Plak. Yang membuat pipi si namja jangkung merah.
"Ishh.. Argh..."
Baekhyun tertawa lagi. Dia menoleh dan memandang celana sekolahnya yang basah akibat air seni. Dan hal itu memunculkan ide, sebagai tahap awal pembalasannya.
"Aku akan membuatmu terkencing kencing..." gumam Baekhyun, nyaris seperti bisikan.
"Ap.. Apa yang kau katakan?" Chanyeol ingin memastikan pendengarannya. Namun Baekhyun tidak menggubris ucapannya itu.
Jam sudah menunjukkan pukul 17.00 sore, yang menandakan malam sebentar lagi. Baekhyun memfokuskan dirinya pada tubuh telanjang bagian bawah Chanyeol yang hingga kini belum tertutup apa apa. Dia akan mengobok obok 'bagian intim dan rahasia' kepunyaan Chanyeol itu.
Perlahan tapi pasti, Baekhyun mulai menggerakkan tangannya, entah mengapa tangannya itu bergetar ketika hendak memegang kejantanan Chanyeol yang masih lemas.
"Ap.. Apa yang akan kau lakukan?" tanya Chanyeol, mata lebarnya mengamati tangan Baekhyun. Namun pertanyaannya itu lagi lagi tidak dijawab oleh si namja eyeliner.
Lalu... Hap.
Baekhyun berhasil memegang kejantanan Chanyeol yang masih lemas itu. Rasanya terasa kenyal kenyal 'gimana gitu'. Dia dengan perlahan mulai mengocoknya.
"Ah.. Ashh..." Chanyeol otomatis mendesah, nikmat. Dia membuka mulutnya sedikit. Baru kali ini ada seseorang yang memegang dan mengocok rudalnya. Dan entah mengapa dia tidak protes.
Baekhyun tersenyum kecil. Tangannya terus beraksi, mengocok dan mengobok obok penis milik Chanyeol yang hanya dalam tempo singkat mulai menegang, dia seperti memegang batang kayu sekarang. Penis Chanyeol mengacung kokoh seperti semen Tonasa.
Kocok, kocok dan kocok, yeah.
Wajah imut Baekhyun memerah, sekaligus jantungnya berdegup kencang. Entah mengapa apa yang dilakukannya pada Chanyeol membawa 'sesuatu' yang sulit dijelaskan dengan kata kata. Yeah, penampakan dan tubuh telanjang Chanyeol yang seksi memang menggoda siapa saja, termasuk Baekhyun.
Namun yang pasti Baekhyun tidak ingin larut dalam rasa itu. Tujuannya adalah membalas dendam, dan bukan malah jatuh cinta. Ingat, BALAS DENDAM.
"Aahh... Ahhh... Ohh.." desahan dan racauan Chanyeol semakin menjadi, seiring dengan kocokan tangan Baekhyun di penisnya.
"Yeah, kau menikmatinya dan itu tidak akan lama." Baekhyun menggumam, disertai smirk tidak kentara. Dia akan membuat Chanyeol nikmat pada awalnya, namun sakit diakhirnya.
'Aku harus mengakui bahwa kejantananmu cukup besar Park Chanyeol.' batin Baekhyun, berbicara dalam hati. Dan kejantanan itu kini dalam genggamannya.
"Ahhh... Oh... Teruskan..." Chanyeol semakin meracau, bibirnya basah seksi.
Baekhyun terus mengocok, kocok dan kocok. Sudah hampir 20 menit sudah tangannya maju mundur dipenis tegang Chanyeol, namun belum ada tanda tanda Chanyeol akan ejakulasi.
"Tahan juga kau. Tapi apa kau bisa menahan serangan lidah apiku." kata Baekhyun, setelah itu langsung mengarahkan mulut kecilnya, tanpa aba aba memasukkan penis jumbo Chanyeol kedalam mulutnya. Baekhyun mengoral penis milik Chanyeol.
Kocok, jilat, kocok, jilat. Kedua hal itu berganti ganti. Baekhyun dengan telaten menjilat dan mengisap penis Chanyeol, sesekali dia menekan twin ball Chanyeol yang menggantung.
"Aahhh... Oh.. Kau... Ahhh..." lenguhan dan desahan Chanyeol terdengar lagi, dia membuka matanya, memandangi Baekhyun yang kini mengoralnya.
"Srluupp... Srluupp..." Baekhyun seperti menjilat es krim rasa vanila. Wow nikmat.
Oral itu terus berlangsung. Hingga tidak berapa lama, penis Chanyeol mulai berkedut hebat, tanda cairan kelakiannya ingin menyembur. Baekhyun semakin bersemangat, jilatan dan hisapannya ditambah. Dia sangat menikmatinya.
Kemudian...
"Aahhhhhhh... Ahh..."
Croot croot croot.
Sperma Chanyeol muncrat didalam mulut Baekhyun. Cairan itu secara tidak sengaja tertelan olehnya.
"Uhuk.. Ak..." Baekhyun sontak tersedak sperma, maklum saja, ini adalah pengalaman pertamanya memberikan oral seks pada seorang namja tampan. Namun dia lekas menguasi diri, sebagian sperma Chanyeol ditelannya dan sebagian lagi dibiarkan meleleh. Yuhuuu.
"Aah. Aaa..." Chanyeol mencoba mengatur nafasnya.
"Ini belum selesai, permainan masih berjanjut." kata Baekhyun, menjilat tangannya tanpa rasa jijik sama sekali.
"Dugaanku tepat. Ka.. Kau memang mengincarku... Mengincar penisku, dasar namja jalang." tukas Chanyeol, setelah melihat Baekhyun menjilat bekas sperma miliknya.
Plak. Plak.
Baekhyun menampar pipi Chanyeol sebanyak dua kali, kiri dan kanan. Namja itu menambahnya dengan mencekik leher Chanyeol, keras.
"Sudah kukatakan aku tidak pernah mengincarmu Park Doby sialan." umpat Baekhyun, wajahnya merah padam. Dia tidak terima dengan kata kata Chanyeol barusan.
"Akhh... Lep.. Lepas... Kan... Ta..." Chanyeol terengah engah, lehernya sakit akibat cekikan Baekhyun. Ditambah dengan kedua pipinya yang perih akibat tamparan keras.
"Maka dari itu, sebaiknya kau diam. Terima saja perlakuanku padamu. Itu sudah resiko seorang tawanan murahan sepertimu." balas Baekhyun, kemudian melepaskan cekikannya.
"Akkhh... Sekali jalang tetap jalang... Kau..."
Plak... Plak... Plak.
Pipi Chanyeol kembali ditempar oleh Baekhyun, secara otomatis.
"Kau sepertinya meminta agar mulut kotormu itu disumpal." ucap Baekhyun, seraya menarik kasar celana dalam Chanyeol yang tergeletak acak, menyumpalkan CD itu kemulut Chanyeol, secara kasar.
Sekarang si namja bermarga Park tidak bisa mengoceh lagi. Hal itu membuat Baekhyun tersenyum puas.
"Kita lanjutkan permainan..."
Baekhyun kembali mengarahkan tangannya ke penis Chanyeol yang baru saja mengeluarkan sperma. Dia mengocok penis itu, kali ini dengan ritme sangat cepat. Seperti pengocok telur otomatis. Cepat cepat dan cepat. Fast fast and fast.
"Aahhkkk..." desahan dan lenguhan Chanyeol redup redam, karena mulutnya masih tersumpal CDnya sendiri.
"Rasakan. Aku ingin spermamu keluar sebanyak 5 kali. Sampai penismu sakit dan kau tidak bisa melakukan seks dengan siapapun dalam jangka waktu yang lama... Hahahaha..." kata Baekhyun, dilanjutkan dengan tawa cetar yang membahana. Dia akan membuat Chanyeol terkencing kencing, tapi kencing sperma. Dan kalau bisa dia lebih suka jika penis jumbo Chanyeol itu 'patah'.
Ccook... ccook... ccook.
Penis Chanyeol sontak menegang lagi, namun kali ini agak merah. Itu efek dari kocokan Baekhyun yang membabibuta.
Ccook... ccook... cckok... ccook.
"Rasakan... Keluarkan lagi."
"Aahhhh..ah... Arghhh..."
Lalu...
Croot crot croot.
Sperma Chanyeol keluar untuk kedua kalinya. Cairan kejantanan itu meluber dan membasahi tangan Baekhyun.
Baekhyun tersenyum puas, dia ingin sekali lagi memasukkan penis itu dalam mulutnya, tapi hal itu diurungkan. Mata sipitnya mengamati ekspresi kesakitan dari Chanyeol.
"Keluarkan lagi." Baekhyun kembali bergumam.
Dan seperti diduga sebelumnya, namja bermarga Byun itu kembali mengobok obok kejantanan Chanyeol. Kejantanan yang sudah sangat memerah dan hampir lecet.
"Akkhh... Ahh..." jeritan kesakitan Chanyeol terdengar samar. Itu karena CD belum dikeluarkan dari mulutnya. Wajahnya memerah, urat leher dan dahinya nampak jelas sekarang. Namja itu merasakan kesakitan yang sangat, bukan nikmat lagi. Penisnya benar benar perih dan sakit.
"Ayo benih anak Chanyeol, keluarlah sekali lagi." ucap Baekhyun, dengan tangan yang terus bekerja, liar. Sesekali dia memelintir nipple Chanyeol yang tampak menggoda.
Kocok kocok kocok.
Dan...
Crot croot.
Sperma Chanyeol keluar lagi, untuk ketiga kalinya. Untuk kali ini cairan itu tidak sebanyak sebelumnya. Seakan cairan cinta itu habis terkuras.
"Yeah, bagus. Kita lanjut terus. Terima pembalasanku." Baekhyun bergumam, lagi lagi tetap mengocok penis Chanyeol yang sudah sangat merah itu.
Namun Baekhyun harus menelan kekecewaan. Karena penis milik Chanyeol terus melemas walau sudah dikocok naik turun. Penis itu sudah berlendir, penuh dengan cairan sperma, penampakan yang tampak seksi.
"Ayo tegang lagi. Teganglah..." sahut Baekhyun, tidak patah semangat. Dia melirik wajah Chanyeol yang tampak sangat kesakitan. Dan berinisiatif membuka penyumpal mulut Chanyeol, dia ingin mendengar jeritan dan desahan saksi si namja.
Baekhyun membuka CD yang menyumpal mulut Chanyeol. Dan sontak saja, Chanyeol bereriak keras.
"Hen.. Hentikan... Punyaku.. Sa.. Sakit.. Ahhh..." teriak Chanyeol, sangat keras.
"Diam." Baekhyun membentak. Menampar penis lemas Chanyeol. Plak.
"Pu.. Punyaku sakiitt! Hentikan !"
"Aku bilang diam !"
Dan tiba tiba saja, seseorang dari arah luar kamar mengetuk kamar milik Baekhyun, dengan tergesa gesa.
"Baekhyun. Apa kau yang berteriak? Buka pintunya." seru sebuah suara, itu adalah suara kakak sepupu Baekhyun, Victoria.
Deg.
Baekhyun menoleh cepat, kaget.
"Baekhyun, buka pintunya." ulang Victoria diluar kamar, terus mengetuk pintu Baekhyun.
Baekhyun sontak gelagapan, aksinya yang menangkap dan menyembunyikan Chanyeol kemungkinan akan ketahuan.
"Tol... Tolong..." Chanyeol tiba tiba berteriak, namun suara yang keluar lumayan kecil.
"Diam. Jangan bicara." Baekhyun mendisis, menyuruh Chanyeol diam.
"Tolong...!"
"Aku bilang diam."
"Baekhyun. Kau bicara dengan siapa? Buka pintunya sekarang !" Victoria semakin penasaran diluar sana. Jemari lentiknya terus mengetuk pintu kamar Baekhyun.
"Tooloongg... Hmfff..."
Chanyeol kembali mencoba berteriak, tapi mulutnya disumpal dengan menggunakan bibir. Yeah, Baekhyun membungkam Chanyeol dengan cara menciumnya. Dia tidak menggunakan tangan, karena kedua tangannya sibuk sejak tadi.
"Hmmfff..." bibir Chanyeol dilumat olah Baekhyun. Bibir mereka berpagutan, intim. Ini adalah kali pertama bibir mereka berdua menyatu alias berciuman.
Mata Chanyeol terbelalak, dia kaget bukan main. Baru saja penisnya diobok obok dan sekarang bibirnya juga dilumat lumat. Dia kehabisan nafas, tapi Baekhyun tidak melepaskan bibirnya.
"Baekhyun. Ada apa denganmu? Buka pintunya." Victoria terus berseru diluar sana. Kali ini mengetuk pintu dengan lumayan keras.
Tok tok tok tok.
Baekhyun tidak menjawab pertanyaan dan seruan kakak perempuannya. Dia sibuk dengan bibir Chanyeol, entah mengapa dia merasakan gairah yang membuncah saat melumat bibir namja jangkung itu, ya, sama seperti saat dirinya mengocok penis si namja. Kecipak saliva terdengar dengan jelas.
"Baekhyun. Buka... Aku perlu bicara."
"I.. Iya noona." Baekhyun berseru, baru saja melepaskan pagutan dan ciumannya. Nafasnya tersengal sengal, matanya beradu tatap dengan Chanyeol.
"Oh, kalau begitu cepat buka pintunya."
"Ak.. Aku akan segera membuka..." kalimat Baekhyun belum selesai, dia kembali menenggelamkan bibirnya ke bibir Chanyeol, karena baru saja Chanyeol hendak berteriak lagi.
"Baik. Aku tunggu." kata Victoria, sabar. Dia tetap setia didepan kamar Baekhyun.
Hening.
Baekhyun menekan bibirnya, agak dalam, setelah itu melepaskannya, saliva mereka sudah tertukar.
"Diam... Dan.. Dan jangan berteriak..." Baekhyun menggumam, nafasnya dan nafas Chanyeol menyatu. Namja itu melepaskan diri, beranjak. Dia dengan cepat mengambil lakban dan menutup rapat mulut Chanyeol, hal itu dilakukannya dengan tergesa gesa, takut jika Chanyeol sempat berteriak lagi.
Baekhyun merapikan dirinya. Mengelap sisa sperma Chanyeol ditangannya dengan sperai ranjang. Lalu menutup tubuh telanjang Chanyeol yang seksi dengan selimut tebal. Dia masih sempat melihat namja tampan itu meronta pelan, dengan pandangan sulit diartikan.
'Aku akan kembali tawananku.'
Baekhyun masih merasakan efek ciuman yang begitu memabukkan tadi, ciuman yang mungkin diulanginya diwaktu yang lain. Tapi sekarang yang terpenting adalah menemui kakak sepupunya diluar kamar.
Baekhyun bergegas membuka pintu,
"Ah, noona. Aku kira noona belum pulang." kata Baekhyun, kalem. Dia memasang tampang anak baik baik yang rajin menabung.
"Aku pulang mendadak. Aku ingin memberitahu sesuatu padamu." timpal Victoria. Mata indahnya sempat melihat masuk kedalam kamar Baekhyun, namun adik sepupunya itu lekas menutup pintu kamar. Brak.
Mereka berdua berjalan menuju lantai bawah.
"Ahh, itu cairan apa?" tanya Victoria, dia baru saja melihat cairan putih disudut bibir Baekhyun.
"Aa. I.. Ini... Ini bekas sirup lecy." jawab Baekhyun, tergagap. Dia dengan cepat mengelap bibirnya dengan punggung tangan. Tidak menyangka jika sisa sperma lengket Chanyeol masih ada.
"Oh." Victoria tersenyum, dia duduk di sofa, diikuti oleh Baekhyun juga.
"Ada apa noona, sepertinya..." Baekhyun tidak menyelesaikan kata katanya, matanya baru saja melihat penampakan seorang namja yang duduk di sofa yang lain, baru sadar.
Victoria memperbaiki posisi duduknya, dia menatap Baekhyun dan juga si namja yang kini ada disampingnya.
"Maaf. Aku rasa perlu memberitahumu... Bahwa Nichkhun akan memperpanjang masa tinggalnya dirumah ini." ucap Victoria, menyebutkan nama namja itu.
Si namja yang bernama Nichkhun tersenyum dan mengangguk pelan, tentu saja kearah Baekhyun. Namja asal Thailand itu memakai ransel dipunggungnya.
Baekhyun menarik nafas dalam, menghembuskannya pelan.
"Aku kira Nickhun sudah kembali ke Thailand. Kenapa dia kembali kesini lagi?" tukas Baekhyun, yang sepertinya tidak suka dengan kehadiran namja itu.
"Ah, Nichkhun shi. Lebih baik kau masuk kamar. Kau pasti lelah. Kau kembali ke kamar yang lama." Victoria berujar pada Nickhun. Dia tidak ingin namja itu mendengar pertengkaran yang mungkin akan terjadi.
Nichkhun mengangguk, lalu beranjak. Dia membungkuk singkat kearah Baekhyun. Kemudian berjalan menuju kamar tamu.
Hening sejenak.
"Kenapa namja Thailand itu datang lagi noona?" ulang Baekhyun. Saat penampakan Nichkhun sudah menghilang.
"Baekhyun. Aku kasihan dengannya. Dia belum bisa pulang ke Thailand."
"Tapi, apa pendapat orang dan tetangga. Aku tidak ingin noona disebut kumpul kebo dengan namja itu. Namja itu sudah tinggal selama sebulan disini. Aku rasa itu sudah cukup." jelas Baekhyun, disertai desahan yang kentara.
Nichkhun memang lumayan lama tinggal dirumah Victoria dan Baekhyun. Namja itu datang dari negeri gajah putih setahun yang lalu, untuk mengadu nasib di Korea Selatan. Dia berpacaran dengan seorang yeoja cantik, namun karena sebab yang tidak jelas, mereka putus. Hingga akhirnya dia bertemu dengan Victoria, yang merupakan teman lamanya. Victoria mengajak Nickhkhun tinggal bersama, tentunya dalam kapasitas sebagai teman.
"Aku dan Nichkhun hanya teman. Dia teman lamaku. Kami tidak ada hubungan apa apa, selain teman." kata Victoria, meyakinkan Baekhyun.
"Tapi tetangga dan masyarakat sekitar tidak akan mengerti. Mereka mengira noona 'memelihara' namja muda tanpa ikatan pernikahan." Baekhyun meninggikan suaranya.
"Cukup Baekhyun. Aku sudah memberitahumu. Nichkhun akan tetap tinggal disini, selama beberapa hari." tutup Victoria. Dia berdiri dengan cepat, mengakhiri percakapan yang terasa alot. Yang penting dirinya sudah menjelaskan pada Baekhyun. Itu saja.
Hening, hanya suara langkah sepatu hak tinggi Victoria yang terdengar. Yeoja cantik itu masuk kedalam kamarnya.
Baekhyun mendesah tertahan. Dia tidak bisa melakukan apa apa, selain mengikuti kemauan kakak sepupu cantiknya itu. Ini bukan rumahnya. Dia betul betul tidak ingin Victoria dianggap sebagai wanita yang menyimpan 'brondong' di rumah. Maklum saja, usia Nichkhun lebih muda beberapa tahun dari kakak sepupunya itu.
'Bukan hanya itu noona. Aku pernah mendengar kabar bahwa si Nickhun itu putus dari pacarnya gara gara noona. Dan aku yakin noona tidak bersalah dalam hal ini.' batin Baekhyun, memandang kearah kamar Victoria.
Sebagai adik sepupu yang baik, Baekhyun tentunya mengharapkan yang terbaik untuk Victoria. Dia akan selalu berada digarda terdepan dalam membela sepupunya itu. Karena dia yakin Victoria merupakan wanita yang baik dan bukan perebut pacar orang.
Hening lagi.
Baekhyun memandang jam yang ada didinding. Sudah pukul 18.09. Malam sudah menjelang.
'Ah, Chanyeol. Aku datang..." Baekhyun bergumam. Dia hampir saja melupakan sosok tampan Chanyeol yang kini dalam genggamannya.
Namja bereyeliner itu lekas naik kembali. Dan yang pasti, dia akan memastikan bahwa tidak ada seorangpun yang tahu bahwa Chanyeol sekarang ada bersamanya, dalam kondisi terikat dan telanjang. Pembalasan itu akan terus berlanjut. Sampai dia puas.
Yeaah.
o
o
o
o
O...O...O...O
Besoknya.
Baekhyun datang ke sekolahnya agak terlambat. Dia hampir saja tidak bisa masuk oleh karena satpam menahannya, namun setelah memelas dan berkata bohong, akhirnya dia bisa diijinkan masuk. Baekhyun semalaman tidak tidur dikamarnya, tapi diruang tengah, depan TV. Jadi dia membiarkan Chanyeol tidur sendirian dikamarnya, tentu saja masih dalam keadaan terikat dan bugil.
"Baek. Kenapa kau terlambat?" tanya Kyungsoo, sesaat setelah melihat sosok Baekhyun duduk disampingnya. Kebetulan guru yang mengajar dijam pertama belum masuk.
"Aku terlambat bangun." jawab Baekhyun, lirih.
"Kenapa? Apa kau sakit?"
"Tentu saja tidak. Aku baik baik saja." Baekhyun tersenyum manis, lalu menyimpan tasnya di atas meja.
"Syukurlah. Kemarin kau pulang mendadak. Aku sangat khawatir denganmu." Kyungsoo memandangi Baekhyun lekat lekat.
"Kemarin aku harus melakukan sesuatu. Sesuatu yang sangat penting." Baekhyun merendahkan suaranya.
"Apa itu? Ceritakan padaku." kata Kyungsoo, mendadak ingin tahu.
"Aku akan menceritakanmu lain kali. Tapi bukan sekarang." timpal Baekhyun.
"Kita sudah lama jadi teman. Apa kau tidak mempercayaiku?" Kyungsoo sedikit memaksa, dia mengguncang bahu kiri Baekhyun, keras.
"Bukan begitu. Hanya saja..." belum sempat Baekhyun menyelesaikan kata katanya, guru mereka sudah masuk kedalam kelas.
Dan mau tidak mau Baekhyun dan Kyungsoo harus menghentikan percakapan mereka. Karena pelajaran pertama akan segera berlangsung.
'Apa kau menyembunyikan sesuatu yang penting dariku Baek?' batin Kyungsoo. Penasaran.
o
o
o
o
O...O...O...O
Para siswa dan siswi Ansan High School berlarian keluar kelas. Mereka banyak yang bercelutuk dan bersenda gurau, karena pelajaran yang membosankan telah selesai. Tidak terkecuali beberapa yeoja yang tampak berkerumun di depan sebuah kelas, ruang kelas dua.
"Aku sejak tadi tidak melihat pangeran Chan di kelasnya? Apa dia tidak datang?" seorang yeoja kurus bertanya pada teman disampingnya.
"Aku tidak tahu. Aku juga sejak tadi mencarinya. Ohh, dimanakah kau pengeranku yang tampan?" timpal yeoja lain, lebay.
"Apa dia sedang di hotel sekarang? Aku pernah mendengar kalau pangeran Chan ingin melepaskan keperjakaannya di sebuah hotel. Ya Tuhan, aku ingin menjadi bagian dari pelepasan itu." yeoja ketiga juga menyelutuk, beraegyo. dia memang tipe yeoja penguping.
"Apa benar demikian? Aww..."
"Aku ingin melihatnya."
Yeoja yeoja itu terus berceloteh tidak jelas. Mereka adalah para fans fans Chanyeol, si pangeran sekolah. Mereka sejak tadi berkeliling sekolah, untuk mencari sosok Chanyeol yang sama sekali tidak muncul.
Baekhyun dan Kyungsoo yang kebetulan melintas, tidak sengaja mendengar percakapan itu, terutama Baekhyun, yang terlihat antusias.
"Baek. Kenapa berhenti?" kata Kyungsoo. Dia menabrak punggung Baekhyun.
"Ah, tidak." jawab Baekhyun, pelan. Dia memandangi para yeoja, lalu kemudian tersenyum.
'Chanyeol ada dirumahku... Dia dalam kuasaku sekarang.' Baekhyun membatin, ada rasa puas dalam dirinya.
"Baek. Kenapa kau tersenyum sendiri? Kau aneh akhir akhir ini." Kyungsoo mendadak menepuk pundak Baekhyun.
Baekhyun menjawabnya dengan senyuman. Dia kembali melangkah, diikuti Kyungsoo dibelakangnya. Namun belum sempat melangkah jauh, salah satu yeoja menginterupsi mereka.
"Hei duo salon. Kalian berdua mau kemana?" kata salah seorang yeoja, dia secara langsung mengejek Baekhyun dan Kyungsoo.
"Apa katamu?" Baekhyun sontak naik pitam, namja imut itu memajukan tubuhnya, tapi Kyungsoo lekas menahannya. Baekhyun ingin melayangkan tinjunya. Dia tidak suka penghinaan itu.
"Baek, jangan... mereka yeoja." ucap Kyungsoo, terus menahan tubuh Baekhyun.
"Aku tidak peduli. Mereka sudah keterlaluan." Baekhyun meronta ronta.
"Baek. Selalu seperti ini kan. Mereka akan selalu mengikuti ejekan yang dilontarkan oleh si Chanyeol, mereka dayang dayang namja itu. Tidak usah ladeni mereka." timpal Kyungsoo. Memegang kedua bahu Baekhyun.
"Kali ini aku tidak akan diam. Aku akan membalasnya, aku bukan Baekhyun yang kalem lagi." nada suara Baekhyun meninggi. Dadanya naik turun.
Para yeoja tertawa, tawa jelek seperti nenek sihir.
"Oww. Kau sudah berubah jadi namja sejati rupanya. Tapi isi tasmu masih berupa alat make up. Bedak, cream siang dan malam, eyeliner... Uhh Memalukan." yeoja yang lain juga mengejek Baekhyun.
"Diam kau. Akan kurobek mulut baumu itu !" bentak Baekhyun, menendang batu kecil kearah si yeoja.
"Wuu. Beraninya sama yeoja. Kau betul betul namja tidak tahu malu. Betul kata pangeran Chan." yeoja satunya menimpali, tertawa.
Kali ini Baekhyun balas tertawa. Dia tertawa cetar dan membahana.
"Kalian tidak akan melihatnya lagi. Pangeran Chan kalian itu tidak akan pernah muncul lagi di sekolah ini. Jadi siap siaplah gigit jari..." tukas Baekhyun, meninggikan suaranya.
"Omong kosong. Kau bicara apa."
"Dasar namja gila."
"Whatever !" Baekhyun mendengus.
Baekhyun menyuruh Kyungsoo untuk melepaskannya, dan Kyungsoo menurut. Baekhyun dengan cepat membuka isi tasnya, lalu mengeluarkan sebuah benda sensitif dari tasnya itu.
"Ini celana dalam Park Chanyeol. Kalian bergantianlah menciumnya, untuk menghilangkan rasa haus dan dahaga kalian pada si pangeran kalian itu." kata Baekhyun, seraya melemparkan CD milik Chanyeol yang sudah robek.
CD itu terjatuh seksi didepan para yeoja, dan tidak ada yang memungutnya. Mereka semua mengira Baekhyun hanya bercanda. Padahal CD itu memang milik Chanyeol.
Hening.
Baekhyun memberikan delikan menusuknya, lalu berbalik dan mengambil arah lain. Dia meninggalkan geng yeoja. Kyungsoo mengikut dibelakangnya.
"Hm Baek. Kau... Kau sangat aneh hari ini. Apa itu benar dalaman Park Chanyeol?" tanya Kyungsoo, agak takut takut.
"Sudahlah Kyungsoo. Aku tidak ingin bahas itu. Aku ingin pulang. 'Sesuatu' menungguku dirumah. Sampai bertemu lagi besok." tutup Baekhyun, melambaikan tangannya. Namja itu melangkah cepat meninggalkan Kyungsoo.
"Bye..." Kyungsoo juga balas melambai. Betul betul tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
Hufff.
Baekhyun pulang. Dia sudah tidak sabar untuk melanjutkan pembalasannya. Hatinya saat ini sedang panas, dan itu jelas saja membuat pembalasan dendamnya semakin besar dan membuncah.
Dan opsi menarik yang terpikirkan olehnya adalah membalas dendam dengan satu kata, yaitu SEKS.
yeah, seks. Seks yang bukan hanya sekedar mengocok atau mengoral, tapi lebih dari itu. Seks dahsyat yang tidak akan dilupakan oleh seorang Park Chanyeol, seks melelahkan yang mungkin membuat Chanyeol tidak kuat, pingsan, atau mungkin mati. Dan yang pasti posisi Chanyeol adalah seme, karena memang posisi itu cocok untuk namja jangkung nan tampan tersebut.
"Park Chanyeol, im coming..."
o
o
o
o
o
o
o
TBC
O...O...O...O...O...O...O
Chapter 2 terpublish, sesuai janjiku kemarin pada reader yang baik semuanya.
Mungkin ini pendek? Tapi aku sengaja buat demikian supaya FFku tidak kepotong ditengah (pengalaman selama ini FFku sering kena potong ffn, dan aku tidak tahu penyebabnya apa).
Aku minta maaf kalau kemarin aku malah curhat 'ketahuan' menulis FF yaoi ini oleh salah satu anggota keluargaku. Masalah itu sudah berlalu sih, tapi masih menyisakan ketakutan tersendiri. Aku mencoba menyelesaikan masalah 'kegep' itu dengan diam, dan itu berhasil. Anggota keluargaku itu tidak tanya macam macam lagi. Kedepannya aku mesti hati hati lagi kalau nulis FF bertema yaoi seperti ini. Walau masalah ini sebenarnya membuatku down, sangat down. Terima kasih untuk semua pembaca yang memberikan semangatnya. Semangat itulah yang membuatku kembali menulis dan melanjutkan FFku. (Aku malah curhat lagi...)
Terima kasih juga kepada pembaca yang sudi memberikan reviewnya kembali di FF ini, aku bersyukur masih ada yang menunggu FFku. Sekali lagi terima kasih semua.
Review lagi yaa. Maaf jika ceritanya kurang 'greget'.
Salam.
Han Kang Woo
