Criminality
Diclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : Sasuke x Naruto | Neji x Gaara | Sasori x Deidara
Rate : T | M
Genre : Romance | Crime | Mistery | Bloody
Warning : OOC | Typo | Yaoi | Edit | Dark Naruto, Gaara, dan Deidara | Disini kulit Naruto berwarna putih pucat.
.
.
.
Dulles International Airport
Dragonese Air ( 11220883 )
Departure : United States
Destination : Japan
Time : 07.29 a.m.
Naruto, Gaara, dan Sasori menghela napas mereka karena bosan menunggu. Mereka pun memandang sekeliling dengan pandangan malas, sambil menyilangkan kedua tangan mereka di depan dada. Dan tentu saja mereka sangat kesal mendengar suara wanita yang sedang berbisik-bisik atau cekikikan yang membicarakan mereka.
'Cih, dasar wanita yang menyebalkan. Bisakah mereka diam? Memangnya, apa yang salah denganku?'
Gerutu mereka dalam hati, yang kesal dengan suara-suara yang menurut mereka sangat menyebalkan itu.
Salah sendiri kalian memiliki ketampanan yang diatas rata-rata.
Lalu terdengar suara yang berasar dari speaker bandara.
"Your attention please. The passengers flight number 11220883 from United States to Japan are allowed to go to the Dragonese Air's Plane now. Thank you."
Mereka menghela napas lega mendengar suara itu.
Mereka pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju pesawat yang membawanya pergi meninggalkan kota ini, untuk bertugas di Tokyo, Japan.
.
.
.
John. F. Kennedy International Airport
Dragonese Air ( 11231992 )
Departure : United States
Destination : Japan
Time : 07.29 a.m.
Sasuke memandang jam di tangan kirinya, dan mendengus kesal. "Ck, lama sekali!" serunya kesal.
Mendegar gerutuan temannya itu, Neji, dan Sasori menoleh.
"Sudahlah, Sas.. sabar aja, mungkin sebentar lagi.." kata Sasori mencoba menenangkan sahabatnya.
Sedangkan Neji, ia hanya menatap datar Sasuke sambil menyilangkan tangannya di depan dada.
"Cih!" decih Sasuke yang semakin kesal saat mendengar suara wanita yang sedang berbisik-bisik dan yang sedang cekikikan sambil menunjuk-nunjuk mereka.
Dan itu membuat seorang Uchiha Sasuke semakin bad mood.
Sedangkan Neji, dan Sasori hanya menghela napas mereka, mencoba bersabar atas perilaku Sasuke.
Tiba-tiba terdengarlah suara yang berasal dari speaker bandara.
"Your attention please. The passengers flight number 11231992 from United States to Japan are allowed to go to the Dragonese Air's Plane now. Thank you."
"Harusnya dari tadi.." gumam Sasuke saat ia mendengar pemberitahuan itu.
Lalu mereka beranjak dari tempat duduknya, dan berjalan menuju pesawat yang membawa mereka pergi ke Tokyo, Japan.
.
.
.
Seperti yang dikatakan Orochimaru, ia memang benar memberikan mansion–atau yang mereka sebut markas yang besarnya setengah dari markas mereka yang sesungguhnya. Orochimaru memberikan nama untuk markas ini, yaitu Mulciber.
Markas yang tampak seperti mansion itu bergaya ala eropa. Megah, mewah, dan terawat. Cocok untuk tempat tinggal Naruto, Gaara, dan Sasori yang memang keluarga mereka berasal dari kalangan elit.
Seorang lelaki bermata Sapphire sedang duduk di sofa sambil memperhatikan foto yang ada di tangannya dengan tajam.
Sedangkan kedua lelaki yang lain, mereka juga sedang memperhatikan foto yang ada di tangan mereka.
"Kita harus mencari tau Ne Nagato Zhe, Xiah Konan, dan He Sakon Zhuo untuk mempermudah rencana kita," Ucap Naruto memecahkan keheningan.
"Ya, kau benar. Kita harus mengumpulkan banyak informasi agar rencana kita berjalan lancar," kata Gaara membenarkan perkataan Naruto.
Deidara mengangguk. "Iya, un. Kita harus tau tentang diri mereka, agar saat kita sudah mulai menjalankan rencana, mereka akan nyaman dengan kita karena kita memahami diri mereka," kata Deidara yang menyetujui dengan usul kedua rekannya.
"..err.. berbicara tentang menyusun rencana, bagaimana dengan hal-hal yang berbau dengan.. senyuman, kehangatan, tatapan yang tidak tajam, dan malaikat?" lanjut Deidara sambil meninggigit bibir bawahnya.
Gaara mendengus kesal, "Sudahlah, masalah itu bisa nanti. Sekarang, kita harus mencari informasi mereka! Itu lebih penting," bantah Gaara kesal.
Deidara menghela napas, "Ya sudahlah, sekarang kita mencari tau tentang mereka. Aku akan mencari tau tentang Ne Nagato Zhe, bagaimana denganmu Naruto?"
"Hn, aku akan mencari tau tentang Xiah Konan." Jawab Naruto sambil mengambil tas hitamnya dan mengeluarkan laptop.
Deidara mengangguk. "Lalu.. bagaimana denganmu Gaara?" tanya Deidara sambil menatap Gaara yang sedang mengeluarkan laptop dari tasnya.
"Aku akan mencari tau tentang He Sakon Zhuo," jawab Gaara tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop yang baru saja ia nyalakan.
"Baiklah," gumam Deidara sambil mengambil tas berwarna kuning dan mengeluarkan laptopnya.
xxx
Naruto mengeluarkan laptop dari tas hitam miliknya, dan menyalakannya. Ia mulai menelusuri internet untuk meng-Hack System data-data tentang kehidupan Xiah Konan dengan secara detail.
Naruto masih berkutat dengan pikiranya sambil memecahkan kode-kode yang tertera di layar laptop. Dengan mudah ia dapat memecahkan kode-kode itu, sambil menunggu hasil yang ia kerjakan.
TING
Terdengar suara yang berasal dari laptonya yang menandakan apa yang sudah ia kerjakan telah selesai.
Data Completed. Start to open the files
Dengan mengeluarkan seringai dinginnya, Naruto membuka file itu dan melihat apa yang telah ia temukan.
Name : Xiah Konan
Sex : Female
Birthday : February 20, 19xx
Age : 17th
Height : 169.6 cm
Weight : 45.3 kg
Blood Type : O
Religion : Atheis
Hobby : Origami, Listening To Music
Food : Grilled Fish
School : Tokyo International School
Bio : Xiah Konan adalah gadis cantik yang memilki rambut berwarna biru, dan bunga kertas berwarna putih yang menghiasi rambutnya. Ia lahir di Beijing, China. Ia lahir di anggota Xian Clan yang merupakan mafia yang terkenal nomor dua di kotanya. Orang tuanya yang seorang mafia, meninggal saat mereka menjalankan misi. Lalu Konan pergi ke Jepang untuk melanjutkan misi kedua orang tuanya.
Sifatnya sulit di tebak. Terkadang ia menjadi sosok yang kejam, terkadang menjadi sosok yang ramah. Ia tidak percaya dengan Tuhan sehingga ia menjadi Atheist. Ia tidak percaya karena Tuhan telah mengambil kedua orang yang sangat di sayanginya. Keinginan Konan adalah menjadi penerus kedua orang tuanya yang merupakan mafia, agar ia dapat membalaskan dendam untuk orang yang telah membunuh kedua orang tuanya.
Kelemahannya adalah, saat ada seseorang yang memberikannya sebuah kasih sayang.
Naruto memandang sinis apa yang tertulis di layar, "Penerus kedua orang tuanya? Untuk membalaskan dendam?" gumamnya dengan nada meremehkan.
Ia mendengus geli, "Sebelum kau membalaskan dendam ke Orochimaru-sama, kau akan mati Xiah Konan." Lanjutnya dengan suara rendah dan dingin, serta seringai mengerikannya.
Ia mematikan laptonya dan menyenderkan tubuhnya di sofa sambil menutup matanya.
Mendapat informasi tentang kehidupan Konan telah ia lakukan.
Sekarang, bagaimana caranya ia tersenyum seperti malaikat? Padahal Orochimaru-sama tau kalau ia terkenal dengan sifat iblisnya. Dan bisakah sosok iblis menjelma sebagai malaikat yang penuh dengan senyuman manis?
xxx
Name : Ne Nagato Zhe
Sex : Male
Birthday : September 19, 19xx
Age : 17th
Height : 172 cm
Weight : 64.8 kg
Blood Type : A
Zodiac : Virgo
Religion : Atheis
Hobby : Basket Ball
Food : Okonomiyaki
School : Tokyo International School
Bio : Ne Nagato Zhe adalah lelaki tampan yang memiliki rambut berwarna merah, dan memiliki mata berwarna abu-abu yang bergaris-garis. Keluarganya memang dari dulu tidak percaya Tuhan. Keluarganya selalu percaya, kalau manusia adalah makhluk yang paling berkuasa di dunia ini. Ia lahir di Beijing, China. Keluarganya–Zhe Clan merupakan mafia paling terkenal di kotanya. Orang tuanya, yang merupakan seorang mafia, meninggal karena dibunuh oleh seseorang yang misterius. Sampai saat ini, belum ada yang berhasil melacak pembunuh kedua orang tuanya. Peristiwa itu menjadikan Ne Nagato Zhe memotivasi dirinya sendiri untuk mencari, dan membalaskan dendam, melewati jalur mengikuti pekerjaan orang tuanya, yaitu menjadi seorang mafia.
Ia memliki sifat yang sedikit angkuh, dan sering meremehkan hal-hal kecil. Sifatnya keras kepala, dan sulit di tebak. Ada cara untuk melemahkannya, yaitu sesuatu yang menyangkut orang yang di sayangi nya.
Deidara mendengus geli saat membaca sebagian bio seorang Ne Nagato Zhe, ia memandang sinis layar laptopnya, "Sesuatu yang menyangkut orang yang di sayangi nya, un?" gumamnya dengan nada meremehkan.
Ia menumpukan dagunya dengan kedua telapak tangannya, "Kita lihat, apakah kau akan jatuh? Apakah aku bisa melemahkan mu? Aku pasti bisa membuatmu terperosok kedalam lubang mengerikan yang dinamakan.. cinta," lanjutnya dengan seringai meremehkannya.
Ia mematikan laptopnya, dan menghela napas lelah.
Mendapat informasi tentang Nagato telah selesai.
Tapi, sekarang, ada satu pekerjaan yang menurutnya sangat-sangat menyebalkan.
Tersenyum seperti malaikat?
Yang benar saja, un!
xxx
Name : He Sakon Zhuo
Sex : Male
Birthday : June 20, 19xx
Age : 16th
Height : 155.1cm
Weight :45 kg
Blood Type :AB
Zodiak : Gemini
Religion : Atheis
Hobby : Listening To Music
Food : Yakiniku
School : Tokyo International School
Bio : He Sakon Zhuo adalah lelaki tampan yang memiliki rambut berwarna abu-abu, dan memilik bibir yang berwarna hijau tua. Ia lahir di Beijing, China. Keluarganya–Zhuo Clan merupakan mafia paling terkenal nomor tiga di kotanya. Pria yang akrab di panggil Sakon ini tidak percaya dengan Tuhan karena menurutnya, Tuhan telah mengambil nyawa dan tidak melindungi kedua orang tuanya saat mereka menjalankan sebuah misi, tetapi ada seorang pria misterius yang menge-bom tempat kedua orang tuanya saat menjalankan misi. Sakon yang memiliki sifat pendendam, tentu saja tidak terima dengan semua itu. Ia bersumpah akan menemukan siapa orang yang membuat kedua orang tuanya seperti itu.
Ia memiliki sifat yang keras kepala, angkuh, kasar, berbuat sesukanya, tidak suka di perintah oleh orang lain, dan sulit di tebak.
Ia memiliki kelemahan, yaitu, ia lemah saat ada seseorang yang memberinya kasih sayang, ia lemah saat ia merasakan kehangatan sebuah keluarga lagi.
Gaara memandang datar, saat membaca apa yang tertulis di layar laptopnya, "Kasih sayang? Kehangatan sebuah keluarga?" gumamnya dengan nada datar.
Gaara mendengus geli, dan mengeluarkan seringai kecil, "Konyol sekali mafia yang satu ini,"
Ia mematikan laptopnya, dan memejamkan matanya sejenak.
Mendapat informasi tentang kehidupan Sakon telah selesai.
Sekarang, ia harus belajar tersenyum.
Apa Orochimaru-sama sudah gila, atau apa?
Tersenyum?
Konyol sekali!
.
.
.
"Hexmon Mafia," gumam seorang pria berambut panjang berwarna coklat, dengan nada datar. Gumaman itu terdengar oleh kedua rekannya, Uchiha Sasuke dan Akasuna Sasori.
Pria tampan berambut Raven itu menghela napas, "Hah.. organisasi itu, apa yang menyebabkan organisasi itu terlalu sulit di lacak?"
"Kau benar, Sas. Organisasi itu memang benar-benar berbahaya, seperti yang dikatakan oleh Jiraya-sama. Organisasi itu benar-benar licik, rasanya aku ingin sekali langsung melenyapkannya!" geram seorang pria berambut merah bata yang bernama Akasuna Sasori.
"Kita pasti dapat menangkapnya," gumam pria bernama Hyuuga Neji dengan nada dingin.
Perkataannya itu membuat Sasuke dan Sasori melirik ke arahnya, "Kita adalah organisasi FBI yang hebat, kita pasti dapat melacaknya. Lagipula, aku mudah membaca aura seseorang. Perasaanku mengatakan, kalau ketiga anggota mafia itu akan bersekolah di Tokyo International School–sekolah yang sama dengan apa yang diusulkan oleh Jiraya-sama untuk kita," lanjutnya sambil menyeruput cangkir berisi kopi yang terletak di meja.
Sasuke menaikan sebelah alisnya, "Benarkah? Kenapa perasaanmu mengatakan anggota mafia tersebut di sekolah yang sama dengan kita?" tanyanya sambil menatap Neji yang masih menyeruput kopinya.
Neji menaruh cangkir yang berisi kopi–di atas meja, ia melirik Sasuke sekilas, lalu mengeluarkan seringai tipis, "Karena aku merasakan aura kejahatan yang kuat terpancar di kota ini, dari dulu tebakanku tidak pernah meleset, dan untuk sekarang ini, tebakanku tidak mungkin salah," jawabnya sambil menyenderkan punggungnya di sofa yang yang sedang di duduki oleh nya.
Sasori yang sedari tadi mendengarkan perkataan Neji, mulai angkat suara, "Kalau benar mereka akan bersekolah di tempat itu, untuk apa mereka sekolah di sana?"
Neji menegakkan tubuhnya kembali, dan menatap Sasori, "Kau tau? Saat aku mencari tau tentang sekolah yang diusulkan oleh Jiraya-sama, ternyata di sekolah itu di tempati oleh tiga orang mafia yang terkenal di negara China, dan mungkin, organisasi mafia itu sedang mengincar mereka," jawabnya dengan seringai dinginnya.
Kening Sasuke berkerut saat mendengar jawaban yang di tunjukan untuk Sasori, "Tiga orang mafia terkenal di negara China? Siapa?" tanyanya sambil menatap lekat pria bermata lavender pucat itu.
"Ne Nagato Zhe, Xiah Konan, dan He Sakon Zhuo," jawabnya dengan nada datar.
Mata Sasori melebar saat mendengar ketiga nama itu di sebut, "Apa? Mereka 'kan target kita selanjutnya, saat kita telah melenyapkan ketiga anggota Hexmon Mafia!"
Sasuke terdiam sejenak, memandang lurus kedepan, "Aku berpikir, kenapa kita tidak langsung melenyapkan target kita sekarang, dan target kita selanjutnya?" ucapnya yang membuat kedua rekannya menoleh ke arahnya.
Sasuke melirik mereka sekilas, dan melanjutkan perkataanya, "Kita bisa saja membunuh mafia yang berasal dari China terlebih dahulu, baru setelah itu kita membunuh ketiga anggota Hexmon Mafia itu,"
"Kau gila, Sasuke? Jiraya-sama hanya memerintahkan kita untuk membunuh target kita saat ini, tidak dengan target kita yang selanjutnya!" bantah Sasori sambil menatap tajam pria yang memiliki mata sekelam malam itu.
Neji masih terdiam, ia sedang memikirkan perkataan Sasuke.
"..."
"..."
"Tidak Sasori–" ucap Neji yang akhirnya memecahkan keheningan, yang membuat Sasori menoleh cepat kearahnya.
"–Apa yang dikatakan oleh Sasuke ada benarnya. Kalau melakukan apa yang di usulkan oleh Sasuke, pekerjaan kita akan lebih cepat selesai. Lagipula, Jiraya-sama pernah berkata.. "Lakukan apa yang menurutmu benar" dan menurutku, Sasuke benar," lanjutnya membenarkan perkataan Sasuke, dan itu membuat Sasuke menyeringai senang.
Sasori menatap Neji, dan Sasuke secara bergantian.
"..."
Sasori mendesah frustasi, "Ahhh, terserah kalian saja! Kita lihat saja apa yang terjadi besok,"
"Hmm, baiklah,"
"Hn,"
.
.
.
Seorang pria berambut pirang, dan merah sedang berdiri menatap cermin datar yang terpasang di dinding kamar mandi, pria priang berambut acak-acakan dan pria berambut merah itu sudah merasa kesal dengan kelakuannya yang menurutnya sangat memalukan.
"Ayo, un! Kita harus mencoba lagi!" kata Deidara yang sudah berhasil berlatih tersenyum–memberi semangat kedua rekan nya, yaa.. siapa lagi kalau bukan Naruto dan Gaara yang sedang mengeluarkan aura kekesalan yang membuat siapapun merinding, kecuali Deidara yang sudah terbiasa.
Tuk
Naruto menyenggol bahu Gaara, yang membuat Gaara mendelik kesal, "Kau dulu, ra.."
"Ck!"
"Baiklah! Satu! Dua! Tiga! Mulai!"
Dan..
"Hai! Namaku Sabaku Gaara! Aku berasal dari Washigton DC!" ucapnya dengan senyum lebar yang dibuat-buat, lalu ia mengangkat kanan tangannya dan melambai-lambai di depan kaca, "Salam kenal semuanya!" lanjutnya dengan senyum lebar, dan jari telunjuk dan jari tengah membentuk huruf V.
Hening.
Hening.
Segera saja Gaara mengembalikan ekspresinya menjadi datar kembali, "Bagaimana?" tanyanya sambil memandang Deidara yang menganga, dan memandang Naruto yang sedang memperlihatkan ekspresi aneh.
"Ehm! Ehm! Uhuk! Uhuk! Astaga.. tenggorokanku gatal sekali," kata Naruto yang terbatuk-batuk sambil memegang tenggorokannya–yang kelihatan sekali kalau dibuat-buat.
Dan itu membuat Gaara menatapnya tajam.
"Umm.. Gaara, un.." gumam Deidara sambil menatap Gaara.
"Apa!?" bentaknya dengan nada menusuk.
"Err.. seharusnya kau–"
"Ekspresimu terlalu dibuat-buat, ra.. dan itu membuatmu tampak konyol, kau terlalu berlebihan dengan senyum lebar mu," potong Naruto dengan nada datar dan santai sambil menatap cerimin datar di depannya, tanpa memperdulikan Gaara yang sudah mengeluarkan aura-aura aneh.
Pletak!
"Aduh.."
"Mending kau bisa!" bentak Gaara sambil menjitak kepala Naruto, dan itu membuat Naruto sedikit meringis, dan menatapnya tajam.
"Rara~"
"Namaku bukan Rara!" bentak Gaara kesal yang dipanggil 'Rara' oleh Naruto.
Deidara yang melihat pertengkaran di antara kedua sahabatnya langsung angkat bicara, "Sudah, sudah! Kalian ini seperti anak kecil! Cepat berlatih tersenyum! Di marahi oleh Orochimaru-sama tau rasa!" kata Deidara dengan tegas dan menatap dingin kedua rekannya.
"Hn,"
Dan akhirnya, Naruto dan Gaara berlatih sampai tengah malam.
.
.
.
TBC
Maaf kalau banyak kesalahan, maaf kalau ceritanya makin gaje, maaf kalau banyak typo, jadi saya minta kritik dan sarannya^^
SasuNaru belom ketemu, mungkin mereka ketemunya chp depan :D
Makasih sudah mau mereview fict saya :D RnR lagi ya? ;)
Terimakasih untuk : Yukiko no Narita-chan | Schein Mond | desroschan | dark angel | Guest | MisaMayMicha | | Rin Miharu-Uzu | |
Untuk crita ini, saya tidak menerima Flame kecuali Flame yang membangun^^
Gimana sm fict ini? Apa mau lanjut? Kalau ga ada yg review, ga jd lanjut T_T
Saya tunggu reviewnya ya :D
