Duplikat

Side story Ninja Pengembara 2: Part 1

.

.

.

Hembusan angin yang sepoi-sepoi masih berusaha menembus di antara rimbunnya pepohonan. Meski demikian membuat rerumputan ikut bergoyang. Seperti halnya pasangan Sasuke dan Sakura melangkah dengan tenang melewati hutan belantara sambil menikmati hembusan angin. Sesekali dada Sakura mengembang menghirup udara segar sepuasnya.

"Sasu… aku lelah" keluhnya Sakura setelah sekian lama berjalan. Meski terkadang hembusan angin menyegarkan. Namun itu sama sekali tidak mampu lagi menyegarkan gadis cantik itu yang mulai merasa kelelahan.

Sasuke hanya tersenyum, "Sabarlah Sakura. Aku mendengar adanya aliran sungai. Kau bisa menyegarkan badanmu di sana" ujar Sasuke kembali melanjutkan langkahnya. Sakura pun memasang pendengaran sesaat. Setelah yakin kalau memang terdengar adanya aliran sungai, barulah ia menyusul kekasihnya.

Baru saja Sakura mensejajarkan langkahnya dengan Sasuke. Pemuda itu tiba-tiba berhenti. Mau tidak mau, Sakura juga berhenti, "Ada apa Sasu" tanya Sakura keheranan.

"Entahlah Sakura. Aku merasa, ada yang melilit di tubuhku" ujarnya dengan wajah bingung sambil mengamati sekujur tubuh memastikan kalau memang ada sesuatu yang melilit di tubuhnya.

Sakura juga ikut-ikutan memeriksa tubuh Sasuke, namun sesuatu yang dikatakan melilit itu tidak jua ia temukan. Sakura makin heran, dengan wajah kebingungan sang kekasih.

Lama kelamaan, Sakura malah menatap Sasuke dengan kekhawatiran. Ia malah makin takut, jangan-jangan efek racunnya barulah sekarang bereaksi pada Sasuke.

Entah hanya sekedar dugaan atau memang karena hubungan mereka yang sudah terjalin. Sasuke seperti ada yang memberi tahu tentang ketakutan Sakura saat ini. Sasuke tersenyum, "Sakura. Tenanglah. Ini tidaklah menyakitiku. Kau pernah merasa jika sarang laba-laba menempel di kulitmu kan. Seperti itulah yang kurasa sekarang. Ini bukan karena efek kutukan Haruno. Tenanglah" hibur Sasuke sambil merangkul Sakura agar tetap melanjutkan langkahnya.

Tak ingin di bebani oleh ketakutan sendiri. Sakura berusaha melupakan ketakutannya dengan tersenyum dan mengikuti kehendak Sasuke.

SSS

Senja mulai menapak ketika para penjaga perbatasan antar desa dikejutkan dengan kemunculan tiga ekor kuda tanpa penunggang. Para penjaga itu sebenarnya sudah bisa di katakan telah mengetahui perihal kuda-kuda yang kini tanpa penunggang. Kuda-kuda itu memang kuda pacuan..

"Kita harus hentikan binatang-binatang itu! Nampaknya mereka telah menjadi liar...!" seru lelaki bertubuh pendek kekar yang merupakan kepala jaga dari empat orang kawannya. Sebenarnya ia heran juga dengan kuda pacuan yang sudah terlatih dan terkenal jinak itu. Usai berkata demikian, tubuh lelaki itu langsung bergerak, menghadang kuda terdepan.

"Haiiit..!"

Gerakan lelaki kekar itu ternyata cukup gesit. Sekali melompat saja, ia telah hinggap di atas punggung kuda berbulu hitam itu. Meskipun demikian, binatang itu ternyata belum menyerah kalah. Dengan gerakan liar, kuda berbulu hitam itu melompat-lompat hendak melemparkan orang yang menungganginya. Karuan saja lelaki pendek kekar itu menjadi sibuk dibuatnya.

"Hiyeeehhh...!"

"Aaa...!"

Setelah cukup lama bertahan, akhirnya lelaki itu harus mengakui kekalahannya. Tubuhnya terlempar dari atas punggung kuda, dan nyaris terbanting ke tanah. Untung lelaki itu masih sempat menguasai keadaan. Dengan sebuah gerakan yang indah, ia bersalto dan mendarat dengan kedua kaki terlebih dahulu.

"Gila...! Setan mana yang membuat kuda jinak ini jadi liar? Kemana para joki yang biasa melatih kuda-kuda ini. Apakah mendapat kecelakaan...?" gumam lelaki pendek kekar itu, tak mengerti.

Rupanya, kejadian tadi tidak hanya dialami laki-laki itu. Jeritan-jeritan ngeri datang susul-menyusul, disertai bunyi gedebuk yang cukup keras. Suara-suara itu berasal dari empat orang penjaga yang terlempar dari atas punggung kuda. Ternyata bukan hanya kuda berbulu hitam mengkilat itu saja yang menjadi liar, tapi dua ekor kuda lainnya pun mengalami hal serupa. Bahkan, dua dari empat penjaga itu terkena sepakan kaki kuda.

Kekacauan itu bukan saja telah membuat kelima orang keamanan perbatasan itu menjadi kelabakan.

Beberapa orang penduduk yang kebetulan melintasi perbatasan dibuat kalang-kabut. Sebab, kuda-kuda liar itu tiba-tiba mengejar dan menyerang mereka. Empat orang gadis desa yang baru saja pulang dari mencuci pakaian, berlarian sambil menjerit-jerit ketakutan. Kuda berbulu hitam itu meringkik nyaring, sambil mengejar keempat gadis desa yang ketakutan setengah mati.

"Aaahhh...! Tolooong...!"

Salah seorang gadis menjerit minta tolong. Ia terjatuh, dan kuda hitam itu telah mengangkat kedua kaki depannya, siap menghantam tubuh gadis di bawahnya.

Kepala keamanan menjadi pucat wajahnya. Lelaki itu hanya terkesima, tanpa mampu menyelamatkan gadis malang itu. Ia terpisah agak jauh dari tempat gadis itu terjatuh. Penduduk desa dan para penjaga perbatasan menjerit ngeri ketika kaki depan kuda hitam itu meluncur turun, siap meremukkan tubuh lemah di bawahnya.

Tapi tiba-tiba secercah bayangan putih tampak berkelebat cepat. Dan sesosok tubuh terbungkus kemeja putih, telah berdiri membopong tubuh gadis desa itu.

Dengan sikap tenang, sosok pemuda tampan berkemeja putih itu menyerahkan gadis yang dipondongnya kepada penduduk desa yang masih terkesima. Kemudian ia melesat, menghadapi kuda hitam yang kehilangan korbannya.

"Hm..."

Pemuda itu bergumam, seraya menatap tajam mata binatang di depannya, yang mendengus-dengus bagaikan kerbau liar. Namun sebelum kuda hitam itu sempat bergerak, tubuh pemuda itu sudah melayang dengan kecepatan kilat ke atas punggung kuda.

Orang-orang yang menyaksikan perbuatan pemuda itu memekik ngeri.

Mula-mula kuda itu masih memberontak. Pemuda berkemeja putih itu dengan sigap memeluk leher. Entah apa yang di lakukannya. Tapi, mendadak mereka terdiam ketika melihat kuda hitam itu perlahan tapi mulai tenang dan diam, tidak berusaha memberontak. Malah, secara perlahan-lahan, kuda berbulu hitam yang semula liar itu merendahkan tubuhnya, dan duduk di atas tanah berbatu.

Orang yang pertama kali menyadari apa yang telah terjadi dengan kuda berbulu hitam itu adalah lelaki kekar yang merupakan kepala keamanan.

Sebagai orang yang mengerti ilmu bela diri, hal itu tidak terlalu aneh baginya, meski memang mendatangkan kekaguman.

Lelaki itu tahu, pemuda tampan berkemeja putih itu pastilah seorang yang memiliki kepandaian tinggi. Ia mampu bertahan di atas kuda yang menjadi liar tanpa terjatuh. Bahkan mampu mengendalikan si kuda.

"Anak muda. Perbuatanmu benar-benar membuat aku kagum dan bersyukur. Kau telah menyelamatkan seorang warga kami, dan berhasil menjinakkan binatang yang entah kenapa telah menjadi liar dan buas ini...," ujar lelaki pendek kekar itu, seraya membungkukkan tubuhnya ke arah pemuda tampan berkemeja putih.

Pemuda yang masih terlihat menenangkan kuda itu sambil mengelus-elus si kuda.

"Kuda ini sebenarnya adalah kuda yang baik, Paman. Tapi, ada orang yang
telah berbuat jahil dengan menanamkan sebuah jarum pada tubuh bagian belakangnya...," sahut pemuda itu, sambil menunjukkan sebatang jarum berwarna merah yang ditemukan di atas kaki belakang kuda hitam itu.

Rupanya, ketika melihat warna mata kuda yang memerah, pemuda tampan kemeja putih itu langsung dapat menduga bahwa binatang itu mengalami suatu yang tidak wajar.

"Hahhh...?! Kalau begitu, kuda-kuda yang lain pun pasti mengalami hal yang serupa. Maukah kau menolong kami, menjinakkan dua ekor kuda lainnya yang juga pasti menderita keracunan jarum merah itu?" pinta lelaki pendek kekar itu.

"Tidak perlu khawatir. Paman. Lihatlah! Bukankah kedua ekor kuda itu yang kau maksudkan...?" ujar pemuda berkemeja putih, seraya menunjuk ke belakang lelaki kekar itu.

"Ahhh...?!"

Untuk kesekian kalinya, lelaki pendek kekar itu terkesima. Ketika ia menoleh ke arah yang ditunjukkan pemuda berjubah putih itu, selain karena kudanya, yang membuat ia lebih terkesima adalah dilihatnya seorang dara jelita memakai gaun qipao berhelaian merah muda, tengah melangkah menuntun dua ekor kuda yang dimaksudkannya tadi

"Kuda-kuda ini keracunan. Ada orang yang sengaja menanamkan jarum-jarum beracun pada kaki belakang sebelah atas. Apakah kuda berbulu hitam itu juga mengalami hal serupa, Sasu?" tanya dara jelita itu, sambil menunjukkan dua batang jarum merah yang ditemukannya.

"Aa. Ada orang yang telah sengaja membuat binatang ini menjadi liar dan buas. Untunglah belum ada korban yang jatuh" jawab pemuda berkemeja putih.

Siapa lagi pasangan muda yang gagah dan cantik itu, kalau bukan Sasuke dan Sakura, yang secara kebetulan ada di sana saat kuda-kuda itu tengah mengamuk.

"Hm... aku tidak tahu, apa yang telah terjadi dengan kuda-kuda milik kawan kami ini. Yang jelas, aku dan kawan-kawan mengucapkan terima kasih atas pertolongan kalian berdua. Maaf, aku harus membawa binatang-binatang itu untuk menghadap kepala desa kami" pinta lelaki pendek kekar itu, seraya menatap penuh terima kasih kepada Sasuke
dan Sakura.

"Silakan, Paman...," jawab Sasuke. Kemudian, diserahkannya ketiga binatang itu, yang segera dibawa pergi lelaki kekar.

Sasuke dan Sakura hanya menatap kepergian kepala keamanan yang kian menjauh.

"Ada baiknya kita mencari tempat beristirahat, sambil mengisi perut yang telah keroncongan ini, Sasuke," ujar Sakura memeluk lengan kekasihnya.

"Hn! Mudah-mudahan di desa ini kita bisa melewatkan malam dengan tenang...," sahut Sasuke yang segera melangkah menyusuri jalan utama desa itu.

Beberapa penduduk yang merasa berterima kasih kepada pemuda itu, menganggukkan kepalanya ketika pasangan pengembara muda itu melintas di depan mereka

Tanpa mereka ketahui, ada sepasang mata yang tengah mengawasi sejak mereka memasuki gerbang desa itu. Rupa orang itu tak bisa di katahui karena seluruh kepalanya tertutup dan hanya memperlihatkan sepasang matanya yang mencorong tajam.

"Persiapannya telah selesai" gumam sosok itu.

Berikutnya ia mendengus di sertai dengan tubuhnya yang berkelebat menjauh.

SSS

Malam kian larut, di kamar penginapan, Sasuke masih belum juga tidur. Sementara itu, Sakura sudah terlelap tidur dalam pelukan hangatnya.

Sejak kedatangan mereka ke desa ini dan membantu menjinakkan kuda yang tiba-tiba bertingkah liar. Sasuke sudah merasa ada sesuatu yang aneh dengan dirinya. pikirannya gelisah, ia merasa selalu di awasi. Dan yang pasti jiwanya merasa tidak tenang.

Sasuke menatap Sakura yang tertidur lelap. Ia menatap wajah damai itu sambil membelai kepala yang menjadikan lengan atas Sasuke sebagai bantal.

Karena semakin tidak tenang, perlahan sekali Sasuke memindahkan lengannya yang di jadikan bantal oleh Sakura agar Sakura tidak terbangun.

Perlahan pula Sasuke turun dari tempat tidur. Meraih pakaiannya yang berserakan di lantai dan memakainya. Sepertinya ia ingin mencari ketenangan.

Sementara itu di tempat lain yang sebenarnya tidak jauh dari tempat Sasuke dan Sakura menginap, tampaklah seseorang membuat garis-garis di tanah, bahkan membentuk sebuah dua pola spiral. Sinar rembulan tidak bisa membantu memperlihatkan rupa sosok itu di kegelapan malam karena terhalang oleh rimbunya pepohonan.

Nampak sosok itu berdiri

"Selesai" gumamnya

Nampak tatapan yang mencorong tajam itu menatap ke arah penginapan tempat Sasuke menginap.

Terlihatlah oleh sosok itu, Sasuke sedang berdiri di depan jendela. Nampak Sasuke tengah mengamati kedua tangannya dengan kedua tangan seperti sedang meremas-remas sesuatu. Wajahnya juga terlihat kebingungan.

Benar. Perasaan Sasuke yang merasa telah di lilit oleh benang-benag halus makin mengganggu saja. Ia memang kebingungan dengan apa yang dia rasakan. Ia makin meneliti dengan seksama ke kulit yang terasa di liliti benang halus itu. Namun Sasuke makin memastikan kalau memang tidak ada sesuatu di sana. Ia pun menggosokkan tangan ke beberapa bagian tubuh.

Tanpa sengaja Sasuke mengangkat kepalanya. Matanya mencorong tajam menatap ke arah rimbun pepohonan. Nampak olehnya sosok bayangan berdiri. Alisnya di tautkan, Sasuke memastikan kalau itu adalah sesosok manusia. Yang sedang berdiri dan juga tengah mengawasinya.

Sasuke sudah memastikan kalau itu adalah manusia yang mengintainya. Tanpa pikir panjang lagi, Sasuke mengejar sosok yang perlahan bergerak mundur itu.

Sasuke berdiri tepat di tempat sosok tadi. Dan benar saja, di bawah terang rembulan, sosok itu memperlihatkan diri. Namun yang aneh, sosok itu memakai tutup kepala dan hanya memperlihatkan dua matanya saja.

"Siapa kau?" Sasuke menatap tajam sosok di depannya.

Sosok itu tidak menjawab. Ia malah terlihat mundur perlahan. Dan merapatkan kedua tangannya di depan dada.

Sasuke makin curiga. Ia juga berniat melangkah mendekati sosok itu. Namun ada hal yang aneh. kakinya tidak bisa melangkah, seperti ada yang telah mengikat kedua kakinya. Sasuke menggulirkan pandangannya kebawah kakinya.

Matanya membesar dan heran. Di bawah kakinya, menyala sesuatu dengan pola bentuk spiral.

'Apa ini' batin Sasuke.

Berikut ia kembali menggulirkan pandangannya pada sosok di depannya. Hal yang serupa juga di alami oleh sosok itu.

Terdengarlah dengusan nafas dari sosok itu.

"Kau ingin tahu siapa aku" terasa kalau ternyata sosok itu adalah seorang pria. "Memberi tahumu juga, pasti tidak kau kenal" suara berat makin meyakinkan Sasuk kalau sosok itu memang seorang pria.

"Siapa kau dan mau apa?" geram Sasuke, namun ia tak bisa berbuat sesuatu karena seluruh tubuhnya sudah tidak bisa di gerakkan. Seperti ada yang mengikatnya. Perasaannya yang seperti ada yang melilit tubuhnya semakin terasa olehnya. Bahkan terasa semakin kuat.

Sosok itu kali ini tidak menjawab.

"Reika No Jutsu" ucap sosok itu.

"Ah" jerit tertahan Sasuke.

Blup

Terdengar letupan kecil. Dan sosok di depan Sasuke lenyap seperti asap.

Bersamaan dengan itu, bentuk pola spiral di bawah kaki Sasuke juga sudah hilang. Berikut Sasuke menatap sekujur tubuhnya, "Aku tidak sempat memberitahumu. Aku di kenal Malaikat Tanpa Wajah. Mampu mencuri tubuh manusia sebagai wadahku" ujar Sasuke pada diri sendiri.

"Sasuke" terasa suara seorang memanggil.

Sasuke yang kini ternyata sudah di rasuki sosok Malaikat Tanpa Wajah menoleh.

"Ada apa Sasuke. Kenapa kau malah berada di sini" ternyata yang mnyapa adalah Sakura.

"Maaf, Sakura. Aku tidak bisa tidur" ujar Malaikat Tanpa Wajah.

Sudah lama, Malaikat Tanpa Wajah selalu mengawasi setiap gerak gerik Sasuke. Ia ingin memastikan dan mempelajari tentang Sasuke agar ia tidak di curigai oleh Sakura. Dan untuk sementara itu, berhasil, Sakura sama sekali tidak curiga untuk sekarang.

Berikut Sasuke atau sekarang adalah Malaikat Tanpa Wajah tersenyum, "Ayo. Kembali ke penginapan, Sakura"

Sakura hanya mengangguk, malah ia menarik tangan Sasuke.

"Tidurlah Sakura. Kau masih kelelahan setelah perjalanan seharian" ujar Sasuke atau Malaikat Tanpa Wajah

Sakura hanya mengangguk selanjutnya ia kembali menuju pembaringan dan perlahan ia merebahkan tubuhnya.

"Sasu…" panggil Sakura saat Sasuke tak kunjung menyusulnya menuju tempatnya berbaring sekarang.

"Ah.. iya" sahut Malaikat Tanpa Wajah gelagapan.

Ia cukup sering mengawasi aktivitas Sasuke dan Sakura. Ia juga sudah bisa menebak apa yang di lakukan Sasuke jika Sakura mulai manyun seperti sekarang. Dan ia tahu, Sasuke pasti akan menurutinya. Maka sekarang pun Malaikat Tanpa Wajah juga menuruti agar Sakura tidak mencurigainya.

Malaikat Tanpa Wajah berbaring di samping Sakura, berikut ia juga memeluk dan memberi kenyamanan Sakura mengantar menuju tidur lelapnya. Tidak lupa sebuah kecupan, seperti yang ia saksikan terhadap Sasuke.

"Sasu… sebaiknya kamu juga istirahat, bukankah besok kita melanjutkan perjalanan" Sakura melepaskan ciumannya.

"Tenang saja … aku ingin berada di sini untuk beberapa hari lagi" ujarnya sambil membelai lembut Sakura. Menatap wajah bola mata indah itu yang mulai perlahan terpejam.

Malaikat Tanpa Wajah, memperhatikan Sakura. Tiba-tiba saja timbul getaran dari dalam lubuk hatinya. Timbul perasaan dimana yang ia yakini itu adalah rasa suka.

Di saat itulah hatinya bergolak. Seakan adanya pertentangan dalam dirinya sendiri. Maka timbul pertanyaan dalam hati Malaikat Tanpa Wajah, apakah perasaan yang ia rasakan karena pengaruh jiwa Sasuke yang ia tekan. Malaikat Tanpa Wajah memaksakan dirinya untuk menolak hal ini, kalau jiwa Sasuke memberontak. Terlalu gengsi untuk mengakui kalau ia kalah oleh Sasuke. Tapi bagaimana ia bisa menjawab tentang pergolakan yang ia rasakan seperti sekarang.

Malaikat Tanpa Wajah tak ingin kalah atau mengakui, kalau pergolakan yang ia alami jika bersama Sakura, karena jiwa Sasuke. Ia lebih memilih mengakui kalau perasaan yang ia alami sekarang adalah hal wajar. Bukankah Sakura memang cantik. Dan semua pria yang melihat Sakura, pasti akan jatuh hati padanya. Jadi getaran yang ia rasakan sekarang karena ia memang menyukai Sakura. Untuk sementara itulah simpulan yang Malaikat Tanpa Wajah gunakan. Untuk membuang pikirannya tentang pemberontakan jiwa Sasuke, ia memilih memeluk Sakura dengan erat dan menyamankan tidurnya, terbuai dalam mimpi.

SSS

Tengah malam Sakura terbangun. Dan lagi-lagi ia mendapati Sasuke tidak berada di sampingnya. Sejak memutuskan untuk menetap sementara. Beberapa malam terakhir, sikap kekasihnya itu nampak ganjil.

Tidak jarang Sakura melihat Sasuke di halaman belakang penginapan, tampak seperti sedang melatih jutsu-jutsunya. Bahkan di bawah sinar rembulan, Sakura melihat Sasuke seperti sedang mencatat usai mempraktekkan jutsu-jutsunya.

Dan Sakura yang sudah biasa menyaksikan Sasuke menggunakan jutsu-jutsunya, sudah pasti sudah mengenal gerakan Jutsu Sasuke. Dan kali ini atau beberapa malam terakhir, Sakura bisa melihat kalau Sasuke menggunakan Jutsunya dalam keadaan kaku, seperti baru mempelajari jutsu-jutsunya.

"Jadi begitu caranya" gumam Malaikat Tanpa Wajah. Kembali ia mencatat hal-hal penting yang terkait dengan jutsunya, biar bagaimana pun ia harus menyesuaikan diri.

Usai bergumam demikian, karena merasa sudah cukup, Malaikat Tanpa Wajah melangkah menuju kamar penginapan.

Baru beberapa langkah, ia terhenti, "Ah! Sial!" makinya.

Ia memegangi perutnya yang merupakan pusat inti tenaga itu dan sedang bergolak.

"Diam. Dan tidurlah kau!" makinya sambil memegangi dan mengalirkan tenaganya ke perut. Ia pun memastikan kalau jiwa Sasuke yang ia tekan jauh kedalam alam bawah sadar, sedang memberontak.

Beberapa saat bergelut dengan dengan tenaga batin Sasuke. Malaikat Tanpa Wajah kembali terlihat tenang.

"Sasuke" Sambut Sakura di depan pintu. Wajah khawatirnya tak bisa lagi ia sembunyikan.

Malaikat Tanpa Wajah hanya tersenyum. Ia akan menghibur Sakura, dan seperti yang ia ketahui, cara Sasuke menghibur Sakura adalah memeluknya sambil mengucapkan kata-kata yang lembut.

Malaikat Tanpa Wajah mengangkat dagu Sakura, melahap bibir mungil itu dengan nafas memburu. Sejak memutuskan untuk tinggal sementara agar bisa memiliki banyak waktu untuk berlatih menyesuaikan dirinya dengan tubuh Sasuke, Malaikat Tanpa Wajah tak mencumbui Sakura. Akhirnya hasrat yang ia tahan-tahan, akan di lampiaskan pula.

Tanpa ada yang menyadari, pakaian Sakura sudah tercecer di bawah lantai. Melihat kondisi Sakura yang sudah seperti bayi yang baru lahir. Malaikat Tanpa Wajah membaringkan Sakura perlahan. Ciuman merayapi sekujur tubuh si cantik Sakura.

Gumpalan sekal di dada Sakura tak lepas dari serangan ganas Malaikat Tanpa Wajah.

"Ukh" Sakura melenguh tertahan saat milik Malaikat Tanpa Wajah mendesak kedalam gerbang milik Sakura.

"Auhh…" giliran Malaikat Tanpa Wajah yang mengerang. Kepala mendongak keatas.

Pinggul nya di sentakan membuat Sakura mengencangkan pelukannya begitu pun dengan kakinya melingkari erat pinggul Malaikat Tanpa Wajah.

"Ikhr.." tubuh Sakura mengeras.

Ada keanehan lain lagi yang di dapati Sakura, dalam perihal cara kekasihnya mencumbuinya. Terasa agak kasar, sangat berbeda dengan Sasuke yang sebelum-sebelumnya. Sasuke selalu memberinya foreplay sampai Sakura benar-benar siap. Tapi untuk yang ini, Sasuke agak beda, foreplay kurang. Atau apakah Sasuke yang sekarang, bukan 'Sasuke'. Sakura tak berani menduga-duga yang berlebihan. Dan untuk sementara biarlah Sakura membuang jauh-jauh pikiran tentang kekasihnya.

Sakura lebih memilih untuk tetap menikmati cumbuan lawan mainnya. Toh!beberapa malam ini Sasuke juga tak menyentuhnya, jadi mungkin agak wajar jika kekasihnya sedikit kasar. Pikir Sakura.

"Ouuhhh… hmmm…" Malaikat Tanpa Wajah menambah ritme dorongan pinggulnya. Ada sesuatau yang akan datang siap menggelegak di bawahnya. Dan benar saja, beberapa detik kemudian, ia menikmati puncak nikmatnya tiada tara.

Dan yang lebih membuat Malaikat Tanpa Wajah makin senang. Ia merasakan pijatan liang Sakura makin mencengkeram, dan ia tahu kalau Sakura kembali meraih puncaknya.

Malaikat Tanpa Wajah terkulai di atas tubuh Sakura. Menciumi setiap inci dari wajah cantik Sakura. Kemudian ia menggeser tubuhnya dari atas tubuh Sakura. Memeluk Sakura dengan hangat, mengabaikan keringat mereka yang sudah berbaur sejak tadi.

Sakura menarik nafas lega. Ada sedikit rasa nyeri akibat permainan kekasihnya barusan yang agak kasar. Meski begitu, Sakura tetap menikmati dan seperti sebelumnya, ia puas. Perlahan pula matanya di pejamkan. Kantuk dan rasa lelah mempercepat mengantar ia ke alam mimpi.

Tak jauh beda dengan Sakura. Malaikat Tanpa Wajah pun sama.

SSS

Lagi-lagi Sasuke yang kini telah di rasuki oleh Malaikat Tanpa Wajah. Menatap Sakura yang masih dalam pelukannya.

'Gadis ini sangat hebat dalam bercinta' gumamnya dalam hati.

Ia mulai membelai dan menatap Sakura dengan seksama. Ada rasa suka yang bangkit dari dalam diri Si Malaikat Tanpa Wajah. Awalnya ia hanya ingin bersenang-senang menjadi seorang Sasuke. Namun kini ia malah tertarik pada Sakura.

"Sasuke" suara bisikan perlahan terdengar dari Sakura. Rupanya belaian tadi telah membuat ia terbangun dari tidurnya.

Sakura kembali melingkarkan tangannya di leher Sasuke.

'Ternyata wanita ini sangat manja pada tubuh ini' kembali Malaikat Tanpa Wajah berujar dalam hati.

Tapi justeru itulah, membuat Malaikat Tanpa Wajah, nampak senang dan makin suka atas tingkah Sakura.

'Tidak' bantahnya dalam hati, 'Kenapa aku malah menyukainya. Tidak, tubuh inilah yang menyukainya. Atau jangan-jangan, aku akan kalah dalam menguasai tubuh ini, oleh pemiliknya yang bernama Sasuke. Sial!' maki Malaikat Tanpa Wajah dalam hati.

Sekarang ia menjadi yakin kalau perasaan nya pada Sakura sekarang, bukanlah keinginannya semata, melainkan perasaan dari jiwa Sasuke yang telah ia kurung dalam dimensi jiwa lain dalam tubuhnya sendiri. Maka dari itulah, Malaikat Tanpa Wajah menggunakan kekuatannya untuk menekan perasaannya yang ia anggap akibat pengaruh dari Sasuke.

"Sasuke" lagi-lagi Sakura menyebut Sasuke. Malahan ia memperlihatkan wajah cemberut. Malaikat Tanpa Wajah malah tersenyum. Ia benar-benar makin suka dengan sikap Sakura.

"Kenapa kau malah seperti itu Sakura"

"Biasanya kau menciumku" wajah Sakura merona merah, bola matanya di gulirkan kearah lain. Rasa malu tapi ingin, memaksa ia berbuat demikian.

Malaikat Tanpa Wajah mengeleng sambil tersenyum.

Wajahnya makin mendekat. Dan sekali lagi, pagutan mesra menyambut hari mereka.

SSS

"Sial!" maki Malaikat Tanpa Wajah. Ia mengamati sekujur tubuh yang sekarang ia rasuki.

Malaikat Tanpa Wajah juga merasa tidak nyaman dengan tubuh Sasuke yang ia rasuki. Ia sudah sering merasuki tubuh orang lain, tapi baru kali ini Malaikat Tanpa Wajah merasa demikian. Terkadang ia merasa sedikit panas terkadang juga ia merasa dingin. Seakan ada dua elemen yang berlawanan, dan saling menekan di dalam tubuhnya.

"Apa yang harus ku lakukan" tanyanya pada diri sendiri.

Ia makin kebingungan, untuk meninggalkan tubuh Sasuke atau tetap bertahan dengan rasa yang mengganggunya.

Malaikat Tanpa Wajah menatap wajah cantik yang masih tertidur lelap di bawah selimut. Semakin di perhatikan, wajah cantik itu damai dan malah membuat pria itu makin jatuh hati. Inilah alasannya kenapa ia mau bertahan dalam tubuh Sasuke. Karena ia memang sudah jatuh hati pada Sakura.

Jika ia keluar dari tubuh itu, berarti ia akan kehilangan Sakura. Tapi bertahan didalam tubuh itu malah membuat ia merasa tidak nyaman.

Pertentangan itu malah menghasilkan ide serta sebuah keputusan bagi Malaikat Tanpa Wajah, ia akan membuat duplikat tubuh Sasuke. Baginya, membuat tiruan seperti bunshin, mudah baginya. Ia pun juga sudah mengenali detil dari tubuh Sasuke. Ia akan membuat tubuh baru dan akan ia jadikan wadah bagi jiwanya. Setelah itu ia akan membiarkan Sasuke dan Sakura, dan diam-diam ia akan mencari kesempatan untuk menghabisi Sasuke dan kembali bersama Sakura.

Atas idenya yang akan membuat duplikat Sasuke. Perlahan ia meninggalkan tempat agar Sakura tidak terbangun. Ia melangkah ke sebuah tempat di belakang penginapan, tempat ia sering melatih jutsu.

Cara yang sama ketika ia ingin merasuki tubuh Sasuke. Mulai-mula ia membuat pola spiral dengan satu titik sebagai pusat. Setelah selesai. Ia harus membuat pola yang sama di tempat yang beda. Di putuskannya untuk membuat pola di tempat yang agak jauh, agar ketika ia memasuki tubuh tiruan yang ia buat, tidak sampai ketahuan. Karena ketika ia memasuki tubuh tiruan yang sudah kosong, ia butuh waktu beberapa saat untuk bangun atau sadar dengan sekeliling.

Dengan menggunakan jutsu Gerak Kilat yang memang belumlah sesempurna yang di kuasai Sasuke, ia bergerak cepat meninggalkan tempatnya.

Tibalah Malaikat Tanpa Wajah di satu tempat yang sunyi. Kembali ia mulai membuat pola spiral. Namun kali ini agak beda, karena di tengah-tengah pola spiral itu terlihat titik-titik saling menghubung membentuk sebuah pola hexagram.

Malaikat Tanpa Wajah tersenyum sesaat. Kemudian ia menggores luka di ujung jempolnya. Darah pun mengalir. Lalu Malaikat Tanpa Wajah mengulurkan tangan kedepan dengan jempol yang di gores tadi mengarah kebawah. Darah dari luka itu pun kembali mengalir bahkan sampai menetes. Tetesan darah itu jatuh tepat di tengah-tengah pola hexagram yang ia buat.

Terjadilah sebuah keanehan lagi. pola-pola hexagram itu malah menyala, semakin lama cahayanya semakin terang bahkan menyilaukan mata. Tapi itu hanya terjadi sesaat, perlahan cahaya terang itu meredup. Dan keanehan lain lagi terjadi. Di atas pola spiral itu, terbaring sosok tubuh yang sangat mirip dengan Sasuke. Pola heksagram yang berada di tengah-tengah pola spiral tadi pun sudah menghilang bersamaan dengan munculnya sosok tubuh yang mirip Sasuke.

Malaikat Tanpa Wajah tersenyum melihat hasil karyanya. Persiapannya telah usai. Ia mengambil catatan yang ia buat tentang melatih jutsu-jutsu Sasuke dari balik bajunya. Dan meletakkan di samping tubuh tiruan Sasuke yang masih terbaring.

Malaikat Tanpa Wajah berjongkok dan membelai inci dari tubuh tiruan Sasuke, memastikan kalau semua detil tentang Sasuke sudah tercetak di tubuh ciptaannya itu. Ia merasa senang, tubuh dengan kemampuan hebat itu akan ia miliki. Dan setelah di pastikan semuanya seratus persen sesuai. Barulah ia meninggalkan tempat menuju ke pola spiral pertama yang ia buat di belakang penginapan.

Di belakang penginapan itulah, Malaikat Tanpa Wajah berdiri di atas pola spiral.

Perlahan, ia merapatkan telapak tangannya di depan dada. Perlahan pula matanya di pejamkan.

"Reika No Jutsu, Kai!"

Deg!

Sebuah degup jantung terdengar. Bahkan andai ada orang lain di situ, pasti bisa mendengakan suara degup yang keras.

Tubuh Sasuke lunglai saat itu juga di iringi dengan nyala dari pola spiral dan akhirnya hilang. Pola spiral yang di buat sebelumnya pun juga hilang sama sekali.

SSS

"Sasuke… Sasuke… hiks.." Sasuke merasa ada yang memanggil dan mengguncang tubuhnya. Dalam keadaan setengah sadar, Sasuke tahu kalau itu adalah suara Sakura.

Perlahan, Sasuke membuka matanya.

Tangisan di iring senyum bahagia terlihat di wajah Sakura. Sasuke yang ia khawatirkan kembali sadar.

Sasuke bangkit dan langsung menarik Sakura kedalam pelukannya.

"Aku takut Sasuke…" Keluh Sakura dalam pelukan Sasuke.

Sasuke hanya membelai sang kekasih dengan perlahan, ia menjalari sekeliling dengan tatapan matanya, "Aku tidak apa-apa. Tenanglah" hibur Sasuke. Matanya kembali menatap sekeliling.

"Sasuke… kau kenapa? Apa yang terjadi? Kenapa kau bisa pingsan disini?" pertanyaan Sakura menambah kebingungan Sasuke.

Ingatan terakhirnya adalah di malam itu, ia melihat sesosok orang di bawah pohon. Sasuke yakin kalau sosok itu tengah memata-matainya. Maka ia bermaksud menangkap dan menanyai sosok itu. Tapi begitu berada di depan Sosok itu, gerakan Sasuke malah terkunci dan akhirnya kehilangan kesadaran.

"Semalam. Aku melihat seseorang. Dan setelahnya, aku malah kehilangan kesadaran" jawab Sasuke. Sasuke menganggap kalau kejadian bertemu sosok Malaikat Tanpa Wajah, baru semalam. Padahal, seperti yang sudah di ketahui, Malaikat Tanpa Wajah sudah berada dalam tubuh Sasuke selama beberapa hari.

Sakura tidak menanggapi. Ketakutannya akan kehilangan Sasuke karena racunnya, lebih membuat Sakura bungkam.

Sasuke sedikit mendesis, saat merasakan adanya sedikit rasa perih di jempolnya. Ia memperhatikan dan memang ada luka goresan di situ. Sasuke mengabaikan, ia lebih memilih membelai Sakura yang menangis mengkhawatirkan dirinya

Sementara itu, di tempat lain.

"Ung.." Malaikat Tanpa Wajah yang kini menempati tiruan tubuh Sasuke, juga sudah sadar setelah kehilangan kesadaran akibat berpindah ke tubuh kosong. Ia menatap sekujur tubuhnya. Di wajahnya terlihat jelas adanya raut kepuasan.

Ia meraih buku catatan yang ia buat selama berada dalam tubuh asli Sasuke. Tapi tubuh baru yang ia buat itu belum sinkron dengan jutsu-jutsu Sasuke. Karena biar bagaimanapun, tubuh tiruan yang ia buat tidak mungkin langsung memiliki kemapuan sama dengan yang asli. Bukankah kemampuan itu harus di latih. Untuk itulah ia telah membuat catatan untuk ia pelajari

Ia pun kembali mempelajari dan mempermantap jutsu-jutsunya. Namun begitu, ia tetap berencana tidak boleh terlalu jauh dari Sasuke agar kelak jika sudah menguasai jutsu-jutsu Sasuke, ia bisa langsung menghabisi Sasuke, serta memiliki Sakura

SSS

"Kagutsuchi"

Blar!

Teriakan di sertai ledakan gelombang energi masih membahana.

Tampaklah sosok Sasuke atau lebih tepatnya tiruan Sasuke yang di rasuki si Malaikat Tanpa Wajah yang sedang berdiri sambil mengamati hasil latihannya. Ia sudah pernah menyaksikan kedahsyatan Kagutsuchi jika Sasuke yang memakai. Dan ia bisa nilai kalau jutsu yang ia latih sekarang, belumlah sedahsyat milik Sasuke. Meski begitu, di raut wajahnya terlihat adanya kepuasan. Ia merasa sedikit lagi, jutsunya akan setara dengan aslinya, yakni milik Sasuke.

Setelah puas mengamati hasil latihannya, ia meninggalkan tempat. Kemana lagi tujuannya selain mengikuti Sasuke secara diam-diam, dan menunggu waktu tepat untuk menyempurnakan rencananya.

Sudah beberapa hari sejak memiliki tubuh tiruan Sasuke. Kegiatan Malaikat Tanpa Wajah, di samping latihan, ia juga mengawasi Sasuke. Ia tak bisa melakukan serangan diam-diam, karena insting Sasuke sangat tajam. Sepertinya, Sasuke selalu sangat waspada.

Ia pernah berada dalam tubuh Sasuke. Tentu saja ia sedikit paham, kenapa Sasuke begitu sangat waspada. Tentu saja itu semata-mata demi melindungi sang kekasih. Ia tersenyum, karena merasakan bisa mencintai dan di cintai. Meski mungkin kelak, jika ia berhasil menghabisi Sasuke. Ia dan Sakura akan hidup dalam kebohongan, karena dia bukanlah Sasuke.

Tapi baru beberapa langkah, tubuh Malaikat Tanpa Wajah mengeras. Lagi-lagi, ia merasakan perasaan yang sama ketika masih berada dalam tubuh asli Sasuke.

"Brengsek!" makinya.

Sekarang barulah ia sadar. Ternyata, perasaannya pada Sakura adalah murni perasaannya sendiri. Bukan karena pengaruh jiwa Sasuke yang ia kurung. Selain itu, perasaan tidak nyaman yang ia rasai ketika masih menyatu dengan Sasuke, juga bukanlah karena jiwa Sasuke.

"Apa yang terjadi sebenarnya? Apa-apaan ini" makinya sendiri.

Meski sudah menggunakan duplikat tubuh Sasuke ternyata ia masih merasakan perasaan yang sama. Malaikat Tanpa Wajah bersikeras ingin memakai tubuh Sasuke karena ia sangat senang dengan tubuh yang begitu kuat. Pengalaman yang jarang ia alami.

"sial! Aku harus cari tahu sebabnya" ucapnya pada diri sendiri.

Kembali ia berkelabat menuju tempat Sasuke dan Sakura.

TO BE CONTINUED

.

.

.

Reply :

Ohshyn76 : yah apa boleh buat, soalnya di todong mulu pake Kusanagi sama D Cherry… hehehe… *Just Kidding, D Cherry-chan* eh ngomong2 D Cherry-chan kemana ya

Risnusaki : biasalah say, setiap karya yang memang di lempar ke publik. Itu ada dua respon, ada yang suka dan pasti pula ada yang tidak suka, dan malah menjadi pengganggu, wajarlah.

Masa sih harus patah semangat gara-gara ulah orang idiot dari fandom sebelah. Bahkan sambil koar2 bilangnya para SasuSaku terutama Sakura lovers, bar-bar. Dan lovers dari fandom sebelah baik2 semua. Terus yg pasang review dengan nama kotor sambil maki2 di mari siapa ya. Enggak tau deh, kok nuduhnya mancing war. Idiot bangat ya, nggak ada dasar sama sekali… ato mungkin karena idola mereka ku bikin nggak sehebat idola kita ya… hahahaha…. Emang biasanya sih, idola mereka kubikin numpang lewat aja alias figuran.

Jujur lho, saya malah ketawa2 melihat keidiotan mereka. Di terangkan pun juga percuma, udah pernah kok nemuin orang idiot kayak gini, di terangin, eh kok malah makin aneh2 aja tanggapannya.

Ada lagi tuh, nggak kalah idiotnya, hatersnya Sakura sok2an menjadi SSL, sehingga seringkali berkomentar kasar dan akhirnya menjadi citra buruk bagi para SSL sejati terutama Sakura lovers. Trik idiot bin murahan kek gini mah, udah basi… *Eh kok malah curcol ya sama Risnusaki*

Udah….udah… ku biarin aja tuh idiot sebelah review seenak otak kerdil mereka… nah lho.

#Jgn kwatir mama Sakura, calon mantu selalu cinta kamu…hahaha… *Authornya kumat lagi* :D#