Boboiboy © Animontas

Kembali ke Masa Lalu (2) © Apria Ling

. . .

Boboiboy mengelap meja yang di dekat kedai, Tok Abah sedang membersihkan gelas-gelas di kedai. Sejak jam tangan kuasa bisa digunakan kembali, Boboiboy memilih untuk mengrahasiakannya. Hanya Tok Abah yang tau, saat Tok Abah tercengang melihat Boboiboy pulang menjadi Topan.

"Boboiboy, tolong jaga kedai. Atok mau beli bahan buat coklat." Pesan Tok Abah yang bersiap pergi.

Boboiboy mengangguk, "Hati-hati di jalanya, tok."

Tok Abah tersenyum, berjalan pergi. Boboiboy duduk di kursi kedai, memandangi jam tangankuasa. Kali ini, dia tidak sedih lagi dengan kepergian Ochobot. Tiba-tiba…

Ring-Ring-Ring

Boboiboy buru-buru menrongoh saku jaketnya, mengankat telepon dengan menekan tombol hijau, mendekatkan HP ke telinga.

"Halo?"

"Hai, Boboiboy!"

"Gopal?" Boboiboy kaget mendengar suara riang Gopal.

Terdengar tawa dari telepon, "Iyalah. Mana mungkin suara teman dekatmu ini kau lupakan."

Boboiboy menggaruk kepalanya tidak gatal, "Bagaimana kamu dapat nomor HPku?"

Hanya diam sebelum akhirnya terdengar cekikikan, "Hehehehe, aku dapat dari Facebookmu."

Boboiboy terjatuh dari kursinya, "Dari Facebook?"

"Hehehe, makanya update di dunia maya."

"Update terserahlah! Dari mana kau dapat nama Facebookku? Padahal sudah kusamarkan namanya."

"Hei! Namanya 'BoyBot' yang artinya 'Boboiboy Ochobot `kan?"

Boboiboy tersentak, Gopal berhasil mengetahuinya! Boboiboy memperbaiki posisi duduknya. "Sekarang, kamu mau apa?"

"Hanya mau bilang tadi ada tukang pos yang mencarimu. Mungkin dia akan ke kedai, jadi tunggu saja dia, OK? Sudah dulu, Boboiboy."

TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT….

"Yah…." Boboiboy ber-yah kecewa. Dia tidak mengerti maksud Gopal.

Lima menit kemudian, Boboiboy memangku kotak sedang dengan membaca surat singkat. Tadi ada petugas pos yang mengirimnya. Dahi Boboiboy berkerut membacanya. Isinya hanya "SELAMAT MELIHAT APA YANG TERJADI". Boboiboy pun membukanya dan tiba-tiba…..

"AAAAA…."

. . .

. Boboiboy .

"Aduh…." Aku mengeluh kesakitan.

Hei! Apa yang terjadi tadi? Aku masih di kedai. Aku pun berdiri tegap, melihat sekeliling. Kulihat anak laki-laki bertopi sepertiku dan robot bulat kuning membersihkan halaman kedai. Aku terpajat, itu aku 5 tahun lalu?

"Terima kasih telah membantuku, Ochobot." Diriku 5 tahun lalu berkata ke robot kuning itu.

"Iya, Boboiboy." Yang dipanggil Ochobot terlihat senang.

"Boboiboy! Ochobot! Bantu Atok!" teriak Tok Abah di belakangku.

Gawat!, batinku. Aku terdiam di tempat. Tok Abah terus berjalan kea rah diriku dan Ochobot. Mereka tidak melihatku?, pikirku heran. Aku mendekatinya, semakin heran melihat wajah Ocobot sedikit sedih. Sebelum aku sempat memikirkannya, mataku langsung gelap.

. . .

Kubuka mataku, berusaha menyusuaikan mata. Dimana lagi aku kali ini? Kembali kulihat diriku berusaha melakukan Ochobot… Ochobot! Aku terpana, ini waktu pertarungan yang menghilangkan Ochobot. Lamat-lamat, kudengar suara diriku yang menangis.

"Ochobot! Jangan pergi!" tangis diriku.

Ochobot terlihat tersenyum, mata birunya meredup, "Terima kasih… Boboiboy… telah menjadi… teman terbaikku…" lalu gelap.

"OCHOBOT!"

Aku benar-benar terpana, aku kembali melihat kejadian memilukan itu. Air mataku menetes. Aku terduduk, menatap nanar ke tanah. Mulutku berbisik lirih, sebelum pandanganku menghitam,

"Maafkan… aku… Ochobot…"

. . .

"Boboiboy." Terdengar suara.

"Ochobot?" aku menatapnya.

"Senang bertemu denganmu lagi." Dia tersenyum.

Aku menunduk, "Maafkan aku, Ochobot. Aku gagal."

Dia memegang pundakku, "Tak apa-apa, Boboiboy. Kamu tetap menjadi teman terbaikku selamanya."

Aku memeluknya, "Terima kasih, Ochobot."

. . .

Ochobot, walaupun kamu sudah tidak lagi bersamaku, kamu tetap selalu ada bagiku.

Aku belum sadar, aku dapat bersamanya ditambah dengan dua orang.

. . .

. Ling .

"Boboiboy! Boboiboy! Bangun! Bangun!"

Mata Boboiboy mengerjap, seperti baru terbangun dari tidur lama. Dirinya sekarang ada diatas kasur. Pandangannya beralih ke robot kuning di hadapannya, dia kaget.

"Ochobot? Bagaimana kamu bisa di sini?" tanyanya terkejut.

Ochobot bingung, "Aku tak terlalu ingat, Boboiboy. Aku hanya ingat aku dimasukkan ke dalam kotak oleh gadis seusiamu. Lalu bilang, berikan ini ke teman terbaikmu itu, sambil memberikan surat ini." Ochobot memberikan surat.

Boboiboy menerimanya dan membacanya,

Hai, mmm, Boboiboy'kan namanya. Aku dengar, maksudku, melihat kamu kehilangan teman terbaikmu. Jadi aku dan saudara kembarku berusaha memperbaikinya. Memang susah sih, tapi, akhirnya kami bisa memperbaikinya tanpa menghilngkan ingatannya tentang kamu. Walau, kejadian sedih itu sengaja kuhapus.

Kuharap, dengan alat pengingat masa lalu saat kamu melihat Ochobot bisa menyadarkanmu betapa baiknya robot kuning bulat ini. Semoga surat ini bisa sampai di tanganmu dan kita bisa berteman.

Yuri dan Yuki

"Jadi, mereka yang memperbaikimu?" Tanya Boboiboy senang.

Ochobot mengangguk, "Mereka dari Jepang. Si kembar yang baik hati."

Boboiboy tersenyum, "Terima kasih, Yuri, Yuki."

. END .

Ini karena permintaan Sybill Tylor27, sebenarnya sih, ceritanya sudah selesai. Cuma karena ada yang minta lanjutannya, muncul ide mendatangkan Yuri dan Yuki, detektif Jepang buatan Ling.

Mau tau hubungan pertemanan Boboiboy dan si kembar ini? Baca di fic Ling "They is Come Back."

Ditunggu Rewiewnya!