Makasih yang udah mau review , dan entah kenapa review dari kalian bikin aku senyum-senyum sendiri, kalian boleh ngatain aku apa aja dech—mungkin efek dari ah entahlah

Lebih baik langsung aja baca!

.

.

.

Love is

HunKai

Warning:

Yaoi, OOC, typo's Gaje, nggak sesuai EYD, Ide pasaran.

Don't Like Don't Read!


Chapter 2

Seorang pria paruh baya yang masih terlihat gagah diusianya yang sudah menginjak kepala empat, memandang sosok didepannya yang kini tengah membungkuk sopan.

"Ini sudah sangat lama, tapi kita tidak pernah menemukannya." Suaranya terdengar frustasi pria didepannya memandang prihatin. Kyuhyun orang itu, benar-benar terlihat frustasi. Sejak kejadian tujuh belas tahun yang lalu dimana kedua sahabatnya menjadi korban pembunuhan, dan sampai sekarang putra dari sahabatnya tidak pernah ditemukan. Padahal ia sudah mengerahkan banyak orang kepercayaannya untuk melakukan mencarian. Tapi samapi sekarang pencariannya belum membuahkan hasil juga.

"Kita akan terus berusaha mencarinya—"

"Tapi kita tidak pernah tahu, Jongin masih hidup atau tidak. Kita tidak tahu." Suaranya terdengar putus asa sekarang. Lelah, itu yang Kyuhyun rasakan sekarang. Tapi dia tidak ingin menyerah begitu saja, perusahaan sahabatnya membutuhkan seorang penerus karena tidak mungkin dia akan mengurusnya selamanya.

"Tenanglah Sajangnim," Kim Minseok, asisten Kyuhyun mencoba menenangkan atasannya itu. Dia mengerti bagaimana perasaan atasannya tersebut.

LOVE IS

Malam menjelang, Kai dan Sehun sudah ada dikamar asrama mereka. Sehun sibuk menata barang-barangnya juga barang milik Kai. Sedang Kai, anak itu malah sibuk mengelilingi kamarnya, dia berdecak kagum ini kamar atau apartement sih, kenapa luas sekali? Batinnya. Kenapa Kai bekata seperti itu, lihatlah kamarnya cukup luas dengan dua tempat tidur king size, dua lemari besar dimasing-masing sisi tempat tidur, dua meja nakas yang bersebelahan, kamar mandi yang lumayan luas, sepasang sofa serta, TV plasma besar yang tergantung di dinding, dan jangan lupakan dapurnya yang lengkap dengan segala macamnya.

"Kai, cepat tidur sudah malam kau tidak mau besok hari pertama kita terlamatkan?" Sehun mengingatkan, dia sudah selesai memberskan barang-barang mereka.

"Sebenar, Sehunnie aku masih asyik melihat-lihat. Kau tahu ini bahkan lebih mewah dari yang kubayangkan." Sehun menggelengkan kepala, dia tidak tahu kenapa dia bisa bersama makhluk satu itu.

"Ya sudah aku tidur duluan, besok aku tidak akan membangunkanmu kalau kau bangun terlambat." Sehun merebahkan tubuhnyadi temapat tidurnya, dia melirik Kai yang masih menonton TV. Kai tidak menyahut, dan Sehun tidak ambil pusing dia sudah terbiasa, ia memilih memejamkan matanya.

Beberapa menit kemudian, Kai menolehkan kepalanya kearah Sehun, dilihatnya Sehun sudah tidur. Dia mematikan TV dan juga lampu, berjalan kearah tempat tidur Sehun merebahkan tubuhnya disana, tepat disebelah Sehun.

Sehun merasakan kalau tempat tidurnya bergerak, "Kenapa tidur disini?" Sehun berujar pelan dengan mata tertutup, dia terlalu lelah. Kai tidak meresponnya dia memilih memejamkan matanya dan tidak lama nafasnya terdengar teratur, cepat sekali tidurnya? Sehun menyelimuti tubuh keduanya dan ikut memejamkan matanya, menyusul Kai kealam mimpi.

LOVE IS

Baekhyun membuka pintu kamarnya yang ia huni bersama Chen, ia membuka jas seragamnya dan menelatakannya di sofa. Chen muncul dari arah dapur membawa sekaleng cola.

"Kau belum tidur?" Baekhyun bertanya heran, ini sudah jam 10 malam dan Chen belum tidur. Aneh tentu saja, anak itukan suka tidur lebih awal kalaupun terlamat tidur itu karena dia mengerjakan tugas.

Chen menggeleng, ia meminum cola di tangannya. "Bersihkan badanmu dulu, setelah itu makanlah aku sudah menyiapkannya untukmu. Kau tinggal memanaskannya." Chen berujar datar.

Ada apa dengannya, tidak biasanya. Baekhyun membatin, dia mengangguk sebagai respon sebelum memasuki kamar mandi, dan setelahnya Chen mendengar bunyi gemericik air dari dalam sana. Ia membuang kaleng cola ketempat sampah dan memilih untuk tidur.

Tidak lama kemudian Baekhyun keluar dari kamar mandi, dia sudah memakai piyamanya mungkin dia ganti didalam sana. Dilihat Chen teman sekamarnya itu sudah tertidur, dia berjalan menuju dapur dan segera memanaskan makanan yang disiapkan Chen untuknya dan memakannya dengan tenang.

LOVE IS

Kai dan Sehun berjalan berdampingan menuju kelas Kai. Ya! Tepat sekali mereka berbeda kelas. Kai berada dikelas 3-3 sedangkan Sehun berada dikelas 3-1. Sehun mengantarkan Kai samapi kedepan kelasnya, persis seperti mengantarkan kekasihnya.

"Aku ke kelas dulu, nanti istirahat kita ketemu dikantin." Kai hanya mengangguk, membuat Sehun mengusak puncak kepalanya.

Kai masih berdiri diam didepan pintu kelasnya memperhatikan Sehun yang sudah berjalan menuju kelasnya yang berjarak beberpa kelas dengan kelasnya, ia menghela nafas kenapa ia tidak pernah satu kelas dengan Sehun? Jelas saja Sehun tergolong kedalam anak yang cerdas tidak heran jika dia selalu berada dikelas unggulan, sedangkan dia tidak karena dia hanya memiliki kemampuan standar.

Kai memasuki kelasnya dan duduk dibangku kosong barisan ketiga dari depan, dekat jendela. Dia memandang keluar jendela dengan pandangan bosan.

"Hei, kau anak baru ya? Perkenalkan aku Huang Zi Tao, kau bisa memanggilku Tao" Kai menoleh kesebelahnya dan menemukai pemuda dengan lingkaran mata disebelahnya tengah mengulurkan tangan kepadanya.

Kai menerima uluran tangan tersebut. "Kai, senang berkenalan denganmu." Ujarnya tidak lupa dengan senyum manisnya untuk teman barunya.

"Okey, Kai kenapa wajahmu ditekuk begitu? Apa karena berpisah dengan kekasihmu?" tanya Tao tiba-tiba membuat Kai bingung.

Kekasih? Siapa?

Tao yang melihat Kai bingung, tersenyum sambil mengusak kepalanya lembut. "Yang tadi mengantarmu sampai depan kelas?" dan perlakuan Tao barusan membuat Kai bertanya-tanya mengapa dari tadi orang-orang suka sekali mengusak rambutnya. Aduh itukan merusak tatanan rambutnya.

"Oh, dia Sehun sahabatku dan dia buakan kekasihku," jawab Kai.

Tao tercengang mendengarnya. Bukan kekasih, tapi mereka semesra itu lagi pula mereka terlihat serasi. Batin Tao. "Sahabat? Kau tahu biasanya sabahat itu akan berakhir dengan cinta," Tao berujar lagi, Kai mengangguk saja. Toh mereka memang hanya sahabat, meskipun dia akui dia memiliki perasaan pada sahabatnya itu. Tapi dia tidak berani mengatakannya, dia takut Sehun akan membencinya terus meninggalkannya. Oh No dia tidak mau itu terjadi.

Tidak lama kemudian teman-teman sekelas mereka sudah mulai berdatangan, Chen masuk dan duduk didepan kursi Tao dan Kai. Chen langsung berbalik menghadap Tao, dia memandang orang asing disebelah Tao.

"Kau pasti anak baru itukan, aku Chen senang berkenalan dengan emm…"

"Kai, senang berkenalan denganmu juga Chen." potong Kai cepat karena Chen bingung dia mau memanggilnya apa dia belum tahu namanya.

LOVE IS

Jam break makan siang telah berbunyi dari sepuluh menit yang lalu, Kai berjalan tergesa menuju cafeteria untuk makan bersama dengan Sehun, dan dia Sudah terlambat Sehun pasti marah padanya dan ini semua gara-gara Kyungsoo seonsengnim yang memberikan tugas matematika. Dia kan tidak ahli dalam bidang itu, jadilah dia terlambat menemui Sehun karena harus menyelesaikan tuganya terlebih dahulu.

"Sehunnie~" teriak Kai ketika ia sudah sampai dicafetaria, Sehun menoleh memberikan senyum kecilnya, Kai berlari menghampiri meja Sehun nafasnya terengah-engah. "Maaf aku terlambat, tadi aku dapat tugas dari Kyungsoo seonsengnim. Kau tahukan aku tidak ahli dalam bidang itu."

Ya! Dia tahu benar itu, Kai memang tidak menyukai mata pelajaran itu. dan kalau Kai mendapat tugas selalu Sehun yang membantunya, tentu saja dengan Kai yang merengek terlebih dahulu.

Luhan dan Suho, menatap Kai dari ujung kaki sampai ujung rambut dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Kau marah padaku, Hunnie." Kai mengerucutkan bibirnya dan itu membuat ketiganya menelan salivanya kasar. Sehun yang tersadar lebih dulu dan melihat teman-temanya yang memandang Kai dengan tatapn err… entahlah tapi Sehun mengartikan itu tatapan mesum tentu saja langsung memegang tangan Kai menyuruhnya duduk disampingnya.

"Ehm, Luhan, Suho kenalkan dia Kai," ucapan Sehun menyadarkan ketiganya, Kai langsung menolehkan kepalanya ke Luhan dan Suho, kedua teman Sehun yang dari tadi Kai tidak menyadari keberadaan mereka. ck.

Sedangkan Luhan dan Suho memberikan senyumnya pada Kai.

"Annyeong, Kai imnida." Kai berkata canggung.

"Luhan, imnida." Luhan memperkenalkan dirinya sambil tersenyum manis. Sehun yang melihatnya hanya memutar bola matanya, malas.

"Aku Suho, senang berkenalan denganmu Kai." Kai tersenyum kedua teman Sehun ini terlihat ramah.

"Kau mau makan apa, Kai? Biar kupesankan" tanya Suho.

"Samakan dengan punya Sehunnie saja," jawabnya.

Suho mengangguk mengerti ia pun beranjak dari duduknya, "Okey, tunggu sebentar." Diapun berlalu memesan makanannya dengan Kai, sementara Sehun dan Luhan tadi dia memesan duluan.

"Kalian pacaran?" Luhan mencondongkan tubuhnya mendekat kearah Kai.

Sehun hampir tersedak ludahnya sendiri mendengar pertanyaan Luhan, "Tidak," itu Kai yang bersuara.

"Benarkah?" Luhan semakin mencondongkan tubuhnya lebih dekat membuat Kai sedikit memundurkan tubuhnya.

"Ya," jawabnya. Tidak lama Suho datang dengan makanan ditangannya, ia meletakan dua porsi jjamyeon dan segelas bubble tea rasa choco dan mocachino.

"Terimakasih," Suho tersenyum manis.

LOVE IS

Baekhyun sibuk memilih buku, matanya bergerak kesana kemari dengan jari telunjuknya yang menyapu deretan rak buku tersebut. matanya terhenti dibuku yang dicarinya, dia hampir menjerit senang.

Baekhyun mengedarkan pandangannya kembali mencari tempat yang kosong, entah mengapa hari ini perpustakaan sangat ramai banyak dikunjungi oleh siswa siswi. Dia melangkah perlahan menghampiri bangku yang kosong yang terletak paling sudut, tempatnya kebetulan sedikit tertutup dan mendudukkan dirinya disana. Dia membuka buku tugasnya bermaksud menyelesaikan tugas dari Han seonsaengnim—guru fisika paling killer.

Teman disebelahnya menoleh ketika mendengar gerutuan Baekhyun, tadi dia tidak menyadari kalau ada yang duduk disebelahnya. "Baekhyun!" panggilnya ragu ia mengerutkan keningnya tidak percaya kalau akan bertemu Baekhyun disini.

Baekhyun menoleh mendengar suara berat yang ia kenal itu, "Chanyeol,"Baekhyun balas berbisik.

"Apa yang kau lakukan disini?"

Baekhyun menunjuk buku tugasnya, "Mengerjakan tugas, apa lagi." Ujarnya. Chanyeol mengangguk, dia memperhatikan Baekhyun yang sudah sibuk lagi mengerjakan tugasnya. Bibirnya terangkat mengulas senyum ketika melihat kerutan di dahi Baekhyun, dia segera menutup buku yang sedang dibacanya.

"Hei, daripada terus memperhatikanku lebih baik kau bantu aku, Park."

"Memang apa yang tidak kau mengerti?" tanya Chanyeol lembut ia mengalihkan pandangannya pada buku tugas Baekhyun. "Hei bukan begitu caranya tapi seperti ini," ia mengambil alih pensil dan buku dari tangan Baekhyun. Dan Chanyeol mulai menjelaskannya pada Baekhyun, dengan sabar.

"Jika panjang gelombang cahaya yang dipancarkan oleh lampu monokromatis 100 watt adalah 5,5.10−7 m. Cacah foton (partikel cahaya) per sekon yang dipancarkan sekitar...

P = 100 watt → Energi yang dipancarkan tiap sekon adalah 100 joule.

Energi 1 foton

E = h(c/λ)

E = (6,6 x 10−34 )( 3 x 108/5,5 x 10−7 ) joule

Jumlah foton (n)

n = 100 joule : [ (6,6 x 10−34 )( 3 x 108/5,5 x 10−7 ) joule] = 2,8 x 1020 foton.

"Ini hasil akhirnya Baek, kau sudah mengerti sekarang?" Baekhyun mengangguk, meski sebenarnya ia belum begitu mengerti.

"Waw, sepertinya aku harus kursus padamu, Yeol. Hehe…" Baekhyun tertawa canggung.

"Kau bisa meminta bantuanku kapanpun, aku akan selalu membantumu sebisaku." Chanyeol mengusak rambut Baekhyun, membuat seseorang yang dari tadi memperhatikan mereka sedikit geram melihatnya.

Kris orang yang dari tadi memperhatikan mereka berdua berjalan meninggalkan perpustakaan dengan langkahnya yang lebar.

LOVE IS

"Kai, oper kesini bolanya!"

Tao berseru pada Kai yang tengah menggiring bola, sekarang jam olahraga dan permainan yang diadakan adalah sepakbola.

Kai menggigit bibir bawahnya, dia melirik Tao tapi keadaannya sekarang sedang dijaga oleh beberapa orang yang akan merebut bola darinya. Sedangkan Tao berada lumayan jauh didepannya.

"Kai!" Chen berseru dari sebelahnya posisinya tidak terlalu jauh, besar kemungkinan dia dapat mengoper bolanya pada Chen.

Duk

BRUK

"Aww, appoyo…" Kai meringis ketika terjatuh dengan tidak elitnya dengan tubuh tengkurap, tadi lawanya mencegal kakinya yang mengakibatkan dirinya terjatuh.

"Kai, gwenchana?" Chen langsung berlari kearahnya dan membantunya berdiri, dia sedikit khawatir melihat Kai meringis kesakitan.

"Ya! Apa yang kau lakukan, kau bermain curang!" Tao mencengkram kerah baju orang yang tadi mencekal kaki Kai dengan sengaja.

"Aku tidak curang, dia terjatuh sendiri."

"Jangan bohong! Aku melihatnya kau sengaja melakukannya kan!"

"YA! Apa yang kalian lakukan? Geumnhae! Dalam sepakbola, pelanggaran itu wajar!" Minho seonsaengnim yang melihat para siswanya berdebat itu pun segera melerai mereka.

"Tapi Saem dia—"

"Sekarang bubar! Lanjutkan permainan!" Minho seonsaengnim sedikit menaikkan suaranya dan mereka semua patuh kembali ke posisi masing-masing.

"Tao, bawa dia ke uks," perintah Minho seonsaengnim pada Tao yang masih berdiri diposisinya. Tao mengangguk patuh, dia berjongkok membantu Kai berdiri.

"Appo…" Kai meringis, sepertinya kakinya kirinya terkilir.

"Awas kau," marah Tao pada siswa tadi, dengan wajahnya yang terlihat tambah sangar.

"Tao, sudahlah. Lebih baik kita cepat sebelum Minho Saem marah." Chen menengahi, dia sudah memapah Kai, membantunya berjalan.

.

Kris memandang bosan Kyungsoo seonsaengnim didepan sana yang tengah menjelaskan tentang ventor, Kris lebih suka memandang ke samping kanan kelasnya yang langsung berhadapan dengan lapangan melihat para siswa lain yang sedang berolah raga.

TUK

"Kris Wu, kerjakan soal nomor 18! Tanpa membawa buku!"

Kris meringis pelan, tangan kanannya mengelus bagian atas kepala yang terkena lemparan penghapus papan tulis. Ia berdiri, berjalan kedepan papan tulis dan menerima spidol yang diberikan Kyungsoo Seonsaengnim mengerjakan soal tersebut. Jangan salah Kris itu cukup pandai dalam segala bidang, jadi jangan heran kalau ia dapat menyelesaikan soal tersebut dengan mudah.

LOVE IS

"Apa yang terjadi dengannya?" Yoo seonsaengnim yang merangkap sebagai dokter jaga di uks sekolah mereka memandang khawatir pada Kai yang terlihat kesakitan.

"Kakinya terkilir, Saem. Tolong obati dia, kami harus kembali kelapangan."

"Kau tidak apa-apakan kami tinggal?" Tao memapah Kai untuk duduk disalah satu ranjang yang terdapat di uks.

Kai mengangguk, "Aku baik-baik saja." Ujarnya.

Yoo seonsaengnim mengobati kaki Kai dengan telaten, dia memijitnya pelan membuat Kai meringis. "Kenapa bisa seperti ini?"

"Tadi kami sedang bermain bola, dan biasa Saem, hehe…" Kai terkekeh sambil meringis.

"Kau ini, lain kali hati-hati."

"Ne,"

Yoo seonsaengnim mengompres kaki Kai yang terkilir dengan es batu. "Nah, selesai." Ujarnya. Matanya melirik kearah jam dinding diruangan yang luas itu, "Ah, sepertinya jam jagaku sudah selesai." Yoo seonsaengnim melepas jas putihnya. "Lebih baik kau istirahat sekarang. Jangan kemana-mana!" peringat Yoo seonsaengnim.

Brak

Dengan tidak berperikepintuan Kris membuka pintu uks dengan sedikit kasar, membuat orang yang ada didalamnya tersentak kaget.

"Hei, dimana sopan santunmu Kris,"

Kris tidak peduli dengan perkataan Yoo seonsaengnim, dia masuk melewati dokter jaga tersebut, dan merebahkan tubuhnya di salah satu tempat tidur di uks tersebut. Yoo seonsaengnim hanya menghela nafas, dia sudah terbiasa dengan kelakuan siswa-siswa yang beragam tersebut.

"Uh, Kris? Bisakah kau menolongku? Jaga anak ini sebentar, hanya sampai Yixing datang."

Kris melirik Kai yang tengah berbaring ditempat tidur sebelahnya, "Dia sudah besar kenapa harus dijaga." Ketusnya.

"Hei! Aku hanya minta tolong padamu, kalau kau tidak mau ya tidak apa-apa." Yoo seonsaengnim terlihat kesal sebelum berlalu meninggalkan keduanya.

Kris bangkit berjalan mendekat kearah ranjang yang ditempati Kai. Ia duduk disebelah Kai memperhatikannya tanpa berkedip, manis, batinnya.

"Hei, err—Kenapa melihatku seperti itu?" Kai menatap Kris takut.

Kris mengerjap, "Aniyo, kau sakit apa?" tanyanya. Kai menunjuk kakinya, "Ck, hanya terkilir saja Yoo seonsaengnim samapi segitunya." Cibirnya.

"Hei! ini saki tahu! Kau saja tidak merasakannya." Kai merengut, kesal juga dengan pemuda tampan di depannya itu

"Benarkah?" Kris mencondongkan tubuhnya membuat jarak keduanya sangat dekat, Kai menahan nafasnya.

"A-apa yang kau lakukan?" tanyanya gugup, wajanya sudah memerah. Entah karena apa? Karena cuaca yang panas mungkin...

Kris semakin mendekatkan wajahnya pada Kai hingga jarak keduanya tingal beberpa senti, kalau Kai bergerak sedikit saja bibir keduanya bisa dipastikan menyatu dengan sempurna. Kris menyeringai melihat Kai yang sudah memerah tapi tidak lama kemudian ia menjauhkan tubuhnya hingga Kai dapat bernafas lega. Duduk diranjang yang Kai tempati. "Kau kira aku akan melakaukan apa? Heh!"

Kai diam, tadi dia berpikir Kris akan melakaukan yang tidak-tidak padanya. Aduh Kai jadi malu mengingatnya.

LOVE IS

"Sehun-ah, benar kalian tidak memiliki hubungan apapun?" Luhan bertanya yang entah untuk kesekian kalinya hari ini, Sehun tidak tahu itu dan sekarang telinganya sudah panas. Sehun hanya mengangguk malas.

"Benarkah?" tanya Suho antusias, mereka sekarang sedang menuju kamar asrama mereka kebetulan kamar mereka ada dilantai yang sama. Mereka memasuki lift Luhan segera menekan angkat 8 dimana kamar mereka berada.

"Hei, apa-apaan kau Suho mengapa bertanya seperti itu?"

Suho hanya tersenyum manis yang membuat Luhan ingin muntah melihatnya. "Aku menyukainya." Jawabnya acuh. Tidak memperdulikan Luhan yang siap mencekiknya.

"Mana boleh aku duluan yang menyukainya, kau tidak boleh." Luhan siap melempar Suho kelantai dasar sepertinya.

"Kenapa?"

"Mau kau kemanakan Kyungsoo seonsaengnim mu itu hah!?" Ah sepertinya Suho lupa kalau dia sedang mengincar seonsaengnim manis bermata bulat itu, dia diam membuat Luhan menyeringai itu artinya dia tidak akan ada saingan—menurutnya—padahal Sehun yang disebelah mereka sudah siap untuk membunuh teman-teman barunya itu tapi dia masih mempertahankan poker facenya.

Ting

Pintu lift terbuka dilantai 4, masuklah dua orang namja yang satu berbadan mungil dan satunya dengan tubuh tinggi menjulang.

"Hai, Lu, Suho…" sapa keduanya, dia melirik seseorang asing bagi mereka yang setia mempertahankan poker facenya.

"Siapa dia?" tanya orang yang bertubuh mungil itu pada.

"Sehun. Oh Sehun," Sehun akhirnya memperkenalkan dirinya.

"Baekhyun,"

"Aku Chanyeol, kau siswa baru itu ya yang pindahan dari LA?" Sehun hanya mengangguk, dingin sekali orang ini. Batin Chanyeol dan Baekhyun. Sedangkan Suho dan Luhan hanya diam, dan akhirnya keadaan mendadak hening dan tidak ada yang berniat memecah keheningan itu hingga akhirnya mereka sampai dilantai 8 dan memasuki kamar masing-masing.

.

"Terimakasih, sudah mengantarku sampai dikamar, Kris." Kai memberikan senyum terbaiknya pada Kris. Tadi ketika Kai hendak kembali ke kamarnya dia terlihat kesulitan berjalan hingga akhirnya Kris menawarkan bantuan, dan entah setan apa yang merasukinya dan berakhirlah mereka disini.

"Kau tahu itu tidak gratis." Kai mendongakkan kepalanya memandang Kris bingung, tidak gratis jadi dia harus membayar gitu padahal kalau dilihat-lihat Kris itu bukan orang yang seperti itu dan dia tidak terlihat…

Cklek

Pintu kamar terbuka menampilkan sosok Sehun, ia melepas sepatunya dan diganti dengan sandal rumah.

"Sehunnie," panggil Kai, Sehun menghampiri Kai yang duduk ditempat tidurnya tidak menghiraukan Kris yang sedang memperhatikan keduanya dengan bersandar dilemari disebelah tempat tidur Kai.

"Kenapa kakimu?" tanya Sehun, ia melihat kaki Kai yang sedikit membiru. Dan memijitnya pelan membuat Kai meringis.

"Sakit, Sehunnie…" rengeknya manja, Kris masih diam memperhatikan keduanya. Kenapa Kai jadi manja bila didekat orang albino itu, batinnya. Tadi dia memang merengek padanya tapi tidak semanja itu.

"Kau itu namja, kenapa manja sekali, eoh?" Sehun berkata lembut, Kai masih meringis membuat Sehun jadi sedikit khawatir melihatnya. "Apa sesakit itu?" Kai mengangguk, "tunggu sebentar aku ambilkan kompres." Sehun berdiri "Kau siapa?" tanyanya datar pada Kris memasang kembali wajah andalannya.

"Kris," ujarnya singkat, Sehun melirik Kai meminta penjelasan.

"Sehunnie dia yang membantuku tadi sewaktu aku kesusahan berjalan." Sehun hanya mengangguk singkat ia beranjak kedapur untuk mengambil kompresan untuk Kai. "Maafkan dia, dia memang seperti itu orangnya, tapi kalau kau sudah mengenalnya dia benar-benar baik" Kai berujar ketika melihat raut bingung Kris.

"Oh," Kris memperhatikan Kai, "Kau menyukainya?" tanyanya tiba-tiba membuat Kai sedikit terkejut dengan pertanyaannya, dari mana dia tahu kalau aku menyukainya? batinnya.

Sebelum Kai menjawab, Sehun kembali dengan membawa sebaskom es batu dan handuk kecil ditangannya, dia berjongkok dan mulai mengompres kaki Kai dengan hati-hati. Kris masih disitu memperhatikan kedunya atau lebih tepatnya Kai dan pandangannya tidak pernah lepas dari sosok itu.

"Kenapa bisa seperti ini? Kalau daddy mu mengetahuinya dia akan membunuhku karena tidak menjagamu dengan baik." Kai meringis, ah dia ingat dengan daddy nya yang tampan itu. Choi Siwon tidak akan membiarkan orang yang telah melukai putranya hidup dengan tenang, wajar saja kalau Sehun takut padanya. Dia dipercaya oleh Siwon untuk menjaga putra kesayangannya yang manis itu.

"Aku terjatuh ketika main bola, dan kakiku terkilir." Jelasnya.

"Lainkali hati-hati,"

Jongin tertawa pelan, "Kenapa semua orang berlebihan sekali hari ini? Aku baik-baik saja."

LOVE IS

Kris memasuki kamarnya yang ia huni sendirian, ia meletakan tas sekolahnya di sofa tanpa mengetahui ada seseorang yang tengah memperhatikannya Kris tidak tahu karena keadaan kamar yang gelap. Ia melangkahkan kakinya menuju dapur dan mengambil air mineral dan meneguknya sampai habis.

Ia membiarkan kamarnya dalam gelap dan menyalakan TV, tanpa ia sadari sosok itu menghampirinya dan memeluknya dari belakang. Kris diam lebih memilih menikmati pelukan itu, dia tahu siapa yang memeluknya.

"Kris," suara itu terdengar serak bermaksud menggoda Kris mungkin, Kris hanya bergumam. "Aku merindukanmu…" katanya berbisik ditelinga Kris.

Diam-diam Kris menyeringai masih diposisinya. Sosok itu berbalik menghadap Kris sepenuhnya, ia tersenyum amat manis sambil membelai dada bidang Kris, "Aku merindukan sentuhanmu…" dan setelahnya ia langsung menarik dasi Kris yang masih bertengger cantik dilehernya dan meraup bibir itu penuh nafsu.

Kris tentu saja senang diperlakukan seperti itu, tangannya yang besar membelai leher jenjang si pemuda manis, memijat-mijat pada perpotongan lehernya, membuat Baekhyun melenguh kecil.

"Mngg…. Engg…" lenguh itu terdengar sensual.

Jantung Baekhyun berdebar tak karuan, wajahnya memanas dan tubuhnya serasa kaku. Meskipun ia duluan yang menggoda Kris tapi ia akan berakhir dengan tidak berdaya dibawah kungkungan Kris.

Byun Baekhyun pemuda manis itu menurut saja, menjulurkan lidahnya hingga bertemu dengan milik Kris yang sudah terlebih dahulu mengundangnya. Karena dalam keadaan mulut terbuka, lidah Kris dengan mudah mendominasi. Lidah keduanya saling membelit, seakan berusaha memeras seluruh saliva didalamnya, tangannya pun tak tinggal diam, tangan Kris bergerak melepas kaos yang dikenakan Baekhyun.

"Uhhh…" Baekhyun mengerang saat lidah Kris membelai langit-langit mulutnya, tangan putih Baekhyun mencengkram erat kemeja yang dikenakan oleh Kris, bukan dalam maksud Baekhyun menolak apa yang dilakukan oleh lawan mainnya, justru tangan pemuda manis itu malah makin menarik Kris untuk memperdalam invasi lidahnya.

Kris semakin lupa daratan ketika mendengar leguhan Baekhyun ketika dirinya menyentuh setiap bagian tubuhnya yang sensitive, membuatnya semakin horny saja. Merasa Baekhyun sudah kehabisan napas, Kris melepaskan pautan bibirnya sejenak, menciptakan sebuah benang dari saliva terlihat diantara dua belah bibir yang tadinya saling menyatu itu.

"Hhh… Kau manis sekali, baby… Hhh…" ucap Kris di sela napas beratnya sebelum kembali membalut bibir halus Baekhyun lagi ke dalam kulumannya. Kali ini ciuman keduanya makin menggila, Kris memindahkan posisi Baekhyun menjadi duduk di atas pangkuannya, sementara tangan Baekhyun sendiri mulai bergerak membuka satu persatu kancing kemeja Kris hingga akhirnya tubuh atletis yang tadinya tertutup kain itu terlihat.

Kris sendiri tidak mau kalah, tangannya menyingkap bagian bawah kaos yang dikenakan Baekhyun hingga tertarik keatas, kemudian menyelipkan tangannya didalam sana, membelai-belai nipel Baekhyun dan meremas-remasnya perlahan.

"Ungggh…" Baekhyun mendesah keenakan.

Tok tok tok

Mereka tidak peduli lebih memilih melanjutkan kegitan mereka.

Tok tok tok

Bukan ketukan lagi merupakan gedoran, Kris mengutuk orang yang telah mengganggu kegiatannya dia memandang Baekhyun, "Kita lanjutkan nanti," ujarnya sebelum beranjak.

Cklek

"Kau tidak tahu ini sudah jam berapa, mengganggu saja!"

Orang dihadapannya hanya memandangnya datar tanpa ekspresi, "Hanya mau menyerahkan ini." Sehun orang itu ia berujar datar, dia menyodorkan jas seragam Kris yang tertingga dikamarnya. Sebenarnya ia tidak mau repot-repot melakukan itu hanya saja tadi Kai yang menyuruhnya untuk mengantarkan barang Kris yang tertinggal.

"Tidak usah repot-repot, aku bisa mengambilnya sendiri."

"Kau kira aku mau melakukannya, heh?" Sehun entah mengapa dia tidak menyukai Kris, padahal Kris tidak melakukan kesalahan apapun padanya. Tapi dia hanya merasa kalau Kris bukan orang yang baik, atau entahlah mungkin ada hal lain. Melihat tatapannya pada Kai tadi itu membuatnya yakin kalau Kris menyukai sahabat manisnya itu.

"AKu tidak tahu apa tujuanmu?"

"Harusnya aku yang berkata seperti itu." Kris memutar bola matanya jengah mendengar ucapan Sehun, selalu datar dan dingin tapi tidak dengan Kai. Kris tidak bodoh dia dapat menyimpulkan kalau Sehun juga menyukai Kai, terlebih tadi saat melihat sikapnya yang lembut dan perhatian terhadap pemuda tan itu.

"Siapa Kris?" Baekhyun muncul dari balik tubuh Kris, "Err Sehun, ada perlu apa?" tanyanya canggung, entah kenapa Baekhyun jadi canggung bila berhadapan dengan Sehun, mungkin karena sikapnya. Mungkin dia tidak tahu pasti.

Dia memandang Baekhyun sekilas, oh aku menganggu acara mereka. "Tidak ada." Ujarnya datar. Dia tahu benar apa yang mereka berdua lakukan, ayal saja keduanya dalam keadaan toples. Yang anehnya dia malah menyeringai sebelum pergi meninggalkan mereka berdua.

.

.

.

To be Continue...

Dengan tidak elitnya, haha #lempar autor dengan telur#kabur…

Maaf ceritanya makin aneh, maaf juga chap ini bener-bener pendek karena aku focus di ff Back in Love.

Untuk adegan NC nya masih di chap depan okey!