Chapter sebelumnya :
Beberapa menit akhirnya dia Telah sampai di tempat di mana mereka akan bertemu tepatnya mereka sudah berada di tengah hutan kematian, hutan yang sangat menakutkan menurut beberapa orang, di sana juga sudah menunggu sang sensei yang akan merubah jalur hidupnya, menjadi hitam atau putih,
DISCLAIMER
Naruto : Masashi Kishimoto
Genre : Adventure, Action,Friendship
Rating : ~
Pairing: Naruto X ...?
Warning : Gaje,abal,typo,OCC,Strong!Naru,
Smart!Naru.
Naruto: Retrun's Of The Snake
Summary : Dia yang diabaikan dan di campakan karena sebuah perbedaan,hati yang putih ternoda oleh tinta hitam hingga dia bertemu dengan seorang yang merubah jalan hidupnya,seorang yang di takuti di dunia elemental karena gelar Sannin agar dia menemukan jati dirinya,
.
.
.
.
.
.
Chapter 2 out,,
Sudah seminggu Naruto memutuskan pergi dari Konoha. Sejak saat itu juga masih tidak ada yang mengetahui perihal kepergian Naruto, bahkan keluarganya sendiri, tapi tidak dengan seorang anak yang bisa di bilang merupakan satu-satunya teman yang dia miliki seorang yang memiliki kehidupan yang sama seperti dirinya,di permainkan oleh takdir,
.
.
Naruto Place
Berbeda dengan keadaan di Konoha berbeda pula dengan keadaan Naruto di tempat barunya. Saat ini Dia berada di tempat yang terbilang sangat aneh karena banyak sekali lorong dan ruangan yang terdapat benda yang aneh pula. Pernah dia menanyakan hal itu kepada sang Sensei tapi bukan jawaban tapi rasa penasaran yang membuatnya semakin tinggi,
.
.
Selama seminggu itu pula Naruto mendapat latihan yang terbilang tidak seperti bayanganya, karena latihan yang di jalani Naruto merupakan latihan fisik yang teramat ekstrim untuk anak seusianya, bukan latihan ninjutsu atau kontrol cakra yang dia inginkan, Naruto juga pernah menanyakan hal itu kepada sang sensei tercinta namun sang Sannin Ular itu hanya menjawab di sertai seringai, "kau akan mengetahuinya nanti Naruto-kun, dan aku jamin setelah latihan panjang ini kau akan menjadi Shinobi yang hebat," ucap sang Sannin Ular.
.
NARUTO POV
Sudah seminggu aku berada di kediaman Orochimaru-Sensei, aku bahkan tidak tau sekarang malam atau siang karena tempat di mana aku tinggal sama sekali tidak terkena sinar mentari, lebih tepat seperti gua yang ada di kegelapan, di sini aku juga mempunyai teman dan sahabat baru. Dia adalah Yakushi Kabuto, dia juga mempunyai masa lalu yang hampir sama denganku. Dia juga sudah seperti kakak untuku. Kami sering melakukan latihan bersama tapi dia seperti lebih tertarik dengan ilmu medis walau harus aku akui kalau kemampuan taijutsu milikinya juga hebat.
Untuk keluargaku di konoha aku sempat berpikir apakah mereka akan mencariku, tapi flashback masa lalu berputar kembali di piikiranku, saat dimana aku harus menjalani kehidupan tanpa kasih sayang, sebuah kehidupan yang di penuhi oleh siksan warga desa karena amukan kyubi dulu. Hatiku merasa sakit yang teramat sangat bahkan secara tak sadar liquid bening turun dari kedua mataku, tapi lamunan tentang masa laluku terhenti saat suara yang ke amat familiar masuk ke telingaku.
.
NARUTO POV end
.
"naruto-kun" sebuah suara lembut membuyarkan lamunan kelam seorang anak, terlihat siluet yaang tengah berdiri di depan pintu, ya itu adalah Orochimaru sang Sannin Ular yang tengah tersenyum lembut, senyum yang terbilang sangat jarang dia tunjukan kepada siapapun.
"ha'i Sensei" ujar naruto menyahuti panggilan sang Sensei, "saatnya makan dan setelah itu kau akan memulai kembali latihanmu itu Naruto-kun, kau ingin cepat menjadi kuat bukan," ucap Orochimaru yang hanya di balas oleh angguka dari pemuda blonde itu.
Konoha Side
.
Pagi yang cerah di kediaman Namikaze, mereka bersikap seolah mereka adalah keluarga yang bahagia,tetapi taukah mereka bahwa mereka telah kehilangan seorang bagian dari keluarga mereka.
Tapi hal itu tidak berlaku untuk seorang anak yang bisa di bilang merupakan sahabat dari si pirang. Seorang anak yang memiliki rambut panjang dan di ikat srta memiliki mata lavender khas salah satu klan terkuat di konoha, ya dia adalah si jenius Hyuga, atau nama lengkapnya adalah Hyuga Neji,saat ini dia sedang berada di taman tempat mereka biasa bertemu sekedar bercerita meringankan beban yang mereka bawa.
NEJI POV
"ugh kemana si Naruto itu sudah seminggu aku tidak melihatnya apa dia sudah di akui oleh keluarganya.?". aku bergumam sendiri sambil mengingat masa di mana kami pertama kali bertemu, saat kami bermain dan saling bertukar cerita. Jujur saja semenjak ada dia kebencianku terhadap keluarga utama klan hyuga yang aku miliki sudah mulai berkurang. Dia selalu tersenyum walau masalah yang dia hadapi sangat berat, jika aku menjadi dia entah aku akan bisa bertahan atau tidak.
.
Lebih baik aku melihat ke rumahnya aku sangat ingin bertemu denganya lagi.
NEJI POV end
.
Suara derap langkah kaki mengiringi langkah kaki seorang suasana yang cerah dan indah di pagi hari membuat siapapun akan senang. Tak lama kemudian terlihat sebuah rumah yang terbilang cukup besar, dengan bertuliskan Namikaze, disana juga terlihat 3 orang. Satu orang wanita dengan paras yang menawan rambut merahnya terlihat berkibar terkena angin sedang melihat kearah 2 orang lelaki yang terlihat sedang berlatih, ya dia adalah Namikaze Kushina ibu dari Menma namikaze dan Naruto Uzumaki serta istri dari Yondaime Minato. "ayo menma-kun semangat nanti akan kaa-san buatkan ramen untumu" ucap Kushina tidak lebih tepatnya berteriak, "yosh, kau dengar itu menma kaa-san akan membuatkan kita ramen maka kau harus berlatih lebih keras lagi," ucap satu-satunya laki-laki dewasa aka minato. "ha'i tou-san aku akan berlatih lebih keras lagi" ucap seorang anak dengan semangat aka menma.
Kebahagian yang mereka alami terganggu karena suara yang cukup familiar masuk ke pendengaran mereka,
"eh ada apa kamu kemari Neji-kun apakah kau mencari Menma.?" Tanya kushina saat sosok neji sudah terlihat jelas.
"maaf jika saya mengganggu aktifitas anda Kushina-sama, Hokage-sama,"ucap Neji dengan nada yang lembut dan sopan.
"ahh kau tidak menggangu kok Neji-kun jadi ada apa kau kemari apakah kau mencari Menma?"kali ini yang menjawab adalah Minato di sertai senyuman lembutnya.
"ahh itu saya kemari bukan untuk menemui Menma, tapi untuk menemui Naruto dia sudah 2minggu ini tidak terlihat jadi saya kawatir mungkin saja dia sakit, !" sebuah pernyataan sederhana namun juga penuh akan makna dalam setiap kata yang baru saja di ucapkan Neji barusan.
Kushina hanya terdiam mencerna baik-baik kata yang baru saja di ucapkan se jenius Hyuga tersebut namun hal itu hanya berlangsung sepersekian detik. Karena setelah itu dia langsung melesat kedalam rumah untuk mencari anaknya.
Pikiran negatif langsung menghantui dirinya segala hal yang buruk terlintas di pikiranya mini flashback berputar dalam otaknya mengingat setiap hari putranya pulang dengan luka yang selalu menghiasi tubuhnya.
Tak butuh waktu lama untuknya sampai di depan pintu kamar anaknya terlihat jelas kekawatiran di wajah cantiknya.
"Naruto-kun apa kau di dalam nak?"kushina berteriak seraya tanganya masih setia mengetuk pintu tersebut.
Namun tak ada jawaban yang di terima kushina, hal itu membuat hati Kushina semakin panik dia terus berteriak semakin keras berharap ada jawaban dari dalam pintu tersebut.
"Naruto-kun buka pintunya sayang.!" Kushian semakin mengeraskan teriakanya tersebut namun tak ada satupun jawaban yang dia terima.
Hati kushina semakin panik dia membuka knop pintu tersebut dengan perlahan namun yang dia lihat di dalam kamar tersebut amat sangat membuat hati Kushina seperti kamar milik Naruto tersebut sangat berbanding terbalik dengan kamar milik adik kembarnya.
Dimana kamar milik Menma selalu rapih dan bersih serta wangi, namun untuk kamar naruto terlihat sangat menyedihkan bahkan sudah tak layang di sebut sebagai kamar. Terlihat debu menumpuk dimana-mana bau amis khas darah pun tercium dengan pekat. Ranjang milik naruto pun terlihat sudah lapuk dah hampir hancur.
Kushina mengalihkan pandanganya ke pada sesuatu yang mengembul dari ranjang, dengan perlahan dia dekati sambil tanganya menyingkap selimut yang menutupi sesuatu.
"Naruto-kun kau tak ap.." kalimat yang akan ucapkan mungkin tak akan selesai karena ternyata yang ada di balik selimut tersebut hanya sebuah guling yang terlihat usang dengan warna yang tak jelah.
Terlihat juga noda darah yang sudah mengering terdapat pada guling dan sprei dari ranjang milik Naruto. Tangan Kushina bergetar matanya tiba-tiba memanas tanpa sadar cairan bening dengan indahnya meluncur dari mata indahnya. Di sana juga terdapat sebuah kertas aneh yang terdapat di atas ranjang milik anaknya terebut.
Dia segera membukanya dan matanya membulat seketika saat mengetahui kalau kertas tersebut adalah surat.
Untuk keluargaku.
Jika kalian membaca surat ini berarti aku sudah tidak ada lagi di konoha, selama ini aku terus berpikir kenapa kalian selalu memikirkan Menma, apakah karena dia memiliki kyubi yang di segel dalam tubuhnya. Apakah karena ada hal lain? Atau mungkin aku bukan merupakan anak kalian, sudah ratusan kali aku mencoba mencari perhatian kalian, tapi apa yang aku dapatkan tidak ada bukan. hidup sendiri tanpa sebuah kasih sayang adalah hal yang berat bagi seorang anak.
Coba kalian lihat kamar miliku ini menyedihkan bukan. Kalian pasti heran kenapa ada banyak sekali noda darah yang sudah mengering, dan bau darah yang masih tercium. Itu adalah apa yang aku dapatkan dari semua warga desa, kalian bahkan tak seakan tak perduli saat melihat diriku yang pulang penuh luka dan lebih memilih mamarahi diriku.
Air mata kushina semakin deras saat membaca surat yang di tingglkan anaknya itu falshback masa lalu pun kembali berputar di otaknya saat dimana dia melihat Naruto pulang dengan penuh luka dan lebih memilih Menma. Dan hingga pada akhirnya tangisan yang sudah dia bendung pecah juga saat membaca kalimat terakhir dalam surat tersebut.
Terima kasih atas luka yang telah kalian berikan padaku aku akan pergi dari rumah kalian karna ke beradaanku hanya mengganggu kebahagian keluarga kalian Hokage-sama Kuushina-sama.
Jika suatu saat kita bertemu lagi kita bukanlah keluarga, dan aku bukanlah anak kalian serta kalian bukanlah orang tuaku. Maaf bila suratku menggangu waktu kalian Hokage-sama.
Naruto Uzumaki
Seketika tangisan yang coba di tahan Kushina pecah dia menjerit dengan sangat keras.
"NARUTOOOOOOOO" Kushina berteriak untuk ke sekian kalinya, berharap anaknya akan mendengar panggilanya dan kembali padanya. Sungguh saat ini kushina sangat ingin memeluk putranya itu.
Traning ground Namikaze
Terlihat 3 orang yang tengah asik dengan kegiatan mereka tetapi seaat kemudian mereka mendengar sebuah teriakan histeris. Seketika merka langsung panik dan segera masuk untuk mengecek ada apa sebenarnya.
Kamar Naruto
Minato yang melihat istrinya terduduk dilantai seraya diiringi isak tangis segera menghampiri dan menanyakan perihal apa yang telah terjadi."Kushina-chan, ada apa ? kenapa kau menangis seperti ini?" Kushina diam, enggan menjawab pertanyaan yang dilontarkan suaminya.
Kaa-chan, kenapa ?" Kembali pertanyaan terlontar dari mulut anaknya. Kushina hanya memberikan secarik kertas yangtadi didekapnya kepada mengerinyit bingung, pasalnya sang Istri hanya memberikan kertas tersebut."Ba-bacalah hiks.. Mi-minato-kun hiks hiks !" Setelah berujar seperti itu, Kushina menangkupkan wajahnya dengan kedua tangannya.
Minato kemudian menuruti apa yang dikatakan istrinya, setelah selesai membaca seketika ia terduduk dan menjatuhkan kertas tersebut. Kedua mata berkaca-kaca kemudian terciptalah suatu aliran air yang tercipta menuruni sisi wajahnya. Minato segera memeluk sang istri demi mencoba untuk mencari ketenangan yang melihat kedua orangtuanya seperti itu menjadi penasaran, ia segera meraih kertas yang tadi terjatuh dan memulai membacanya."I-ini ?" Menma berujar, seraya airmata yang terlihat mulai keluar dan segera mengalir deras melewati pipinya.
Neji juga semakin bingung dengan tingkah keluarga yang ada dihadapannya, apakah sesuatu telah terjadi ? itulah yang tengahdipikirkan sang jenius Hyuga tersebut. Ia semakin penasaran ketika terdengar isak tangis diruangan tersebut, dengan otak pintarnya ia bisa menyimpulkan bahwa ada sesuatu mengenai sahabatnya. Ia segera menanyakan apa yang telah terjadi pada Menma."Menma apa yang ter-" ucapanya terpotong oleg ucapan menma
"Ni-nisan, pergi..." Menma seakan tahu apa yang akan dikatakan oleh Neji, ia memotong dan segera memberitahukan apa yang tengah menimpa keluarganya. Neji tercengang, kedua matanya membulat sempurna mendengar penuturan hari ini, suatu keluarga telah kehilangan salah-satu anggotanya akibat keegoisan yang mereka miliki. Tak ada kesempatan tuk mengulang kembali, tak ada kesempatan untuk memperbaiki semuanya.
.
.
"Semua orang hidup terikat dan bergantung pada pengetahuan atau persepsinya sendiri, itu disebut kenyataan. Tetapi pengetahuan atau persepsi itu sesuatu yang samar. Bisa saja kenyataan itu hanya ilusi, semua orang hidup dalam asumsi" (Uchiha Itachi)
Tbc
Yosh akhirnya capther 2 ini keluar juga. Sebenernya capther ini dah jadi bareng saat prolognya di update tpi berbuhubung ane masih bingung cara update capthernya gimana ya jadi di tunda deh :D
Terima kasih yang udah review fic aku. Riview kalian buat aku jadi bersemangat. Sebenernya aku dah ada gambaran buat fic ini untuk 6 chapter kedepan dan aku ingin minta saran tentang element yang akan di kuasai naruto nanti beserta kekei genkai yang akan di tanamkan pada naruto nanti.
Jadi akhir kata sperti yang di inginkan author yang lain aku Cuma minta 1 hal
Reviewnya Minna-san !
