"mengapa wajah mu tampak kusut pagi ini?

"Tidak apa-apa"jawab Sasuke

Naruto mengernyitkan keningnya

"Baiklah, oh ya apakah kau datang ke acara karin malam ini? dia mengundang kita ke acara ulang tahun nya"

"Hmmm, akan aku pikirkan"

"Ayolah teme, Karin akan sangat kecewa jika kau tidak datang, kau adalah tamu yang paling ia nantikan di acaranya nanti malam, aku dan Hinata akan menjemput mu" desak Naruto

"Hn"

Jawaban khas Sasuke itu diartikan "ya" oleh naruto, ia meloncat girang seperti anak kecil yang mendapat balon

"Cih..Tingkah laku mu seperti anak kecil" gerutu Sasuke

"Hehehe maaf aku terlalu senang, baiklah aku menjemput mu pukul 7 malam ini"

Hari ini pekerjaan nya tidak menumpuk seperti biasanya yang bisa membuat sasuke lembur hingga malam. ia telah menyelesaikan seluruh pekerjaannya, Yaaahh dia memang pebisnis ulung, ia sukses meniti kariernya dengan usaha nya sendiri dan di umur 25 tahun ia sudah menjadi Direktur perusahaan otomotif yang ia pimpin sekarang, usaha ini merupakan impiannya bersama mendiang sang kakak itachi, itulah mengapa ia menamakan perusahaannya "uchiha brother". jarum Jam menunjukkan pukul 4 sore, Setelah merapikan meja kerjanya, ia pun bersiap untuk pulang

Naruto home

Rumah yang apik dan bersih, semua tertata rapi, yaaahhhh menandakan ada seorang wanita yang telaten merawat rumah dan tatanan seisi rumah sehingga terlihat rapi. karena semua tau bahwa tidak mungkin naruto yang melakukan itu semua.

Tak lama kemudian, benar saja...

Seorang wanita keluar dari kamar atas dan memasuki ruang tamu. la adalah hinata istri naruto, ia sedang bersiap memasak menu makanan untuk makan malam, ia ingin menghidangkan makanan yang lezat untuk suaminya

"Ting..tong"

Ia sudah pulang gumam Hinata

"Aku pulang.."

"Cepat sekali kau pulang, aku baru akan menyiapkan makan malam kita"ujar Hinata

"Aahhhhh aku lupa memberi tahu pada mu" Naruto menepuk jidat nya

"Karin mengundang kita ke acara ulang tahunnya malam ini, jadi kau tidak perlu repot-repot masak makan malam kita"

"Oh yaaa? hmmmm...Baiklah kalau begitu, lekaslah bersiap, aku akan menyiapkan pakaian mu" ujar Hinata

"Terima kasih istriku yang cantik"

Cup...Naruto meraih lembut kepala Hinata dan mengecup kening istrinya itu. Hinata tersenyum senang sekaligus menahan rona wajah nya yang kian memerah. hinata sendiri adalah wanita pemalu, ia bahkan tidak terlalu banyak bicara terlebih dengan orang yang belum ia kenal, namun ia sangat ramah...

Sasuke home

Ting...tong

"Selamat sore tuan muda Sasuke" sapa pelayan Yuma setelah membukakan pintu

"Hn" jawab Sasuke

Semua orang di rumah ini sudah paham dan mengenal sifat dingin bungsu uchiha tersebut, tak pernah tersenyum, bicara seadanya, wajah datar tanpa ekspresi...itu sudah pemandangan sehari-hari

Sasuke naik ke atas menuju kamar, menetakkan tas kerja lalu berjalan ke arah kasur dan menjatuhkan tubuh nya di kasur itu sambil memejamkan matanya, tubuhnya terasa lelah setelah bekerja seharian, di tambah jam tidurnya yang kurang. Ia meregangkan otot2 tubuhnya, mengambik nafas panjang kemudian membuka matanya menatap langit-langit kamar. apa gerangan yang ada di pikiran pemuda tampan ini. yah, hanya sasuke yang tau bagaimana situasi bathinnya selama ini. Bekerja sepanjang waktu dikantor adalah salah satu cara mengalihkan pikiran dari bayangan masa lalu yang terus menghantuinya.

bip bip...tanda pesan masuk itu membuyarkan lamunan

" aku dan hinata akan menjemput mu sebentar lagi, bersiaplah teme"

sasuke sebenarnya agak malas untuk pergi ke pesta Karin, itu karena karin yang terkadang membuat Sasuke tidak nyaman. karin sangat menyukai Sasuke, bahkan sejak duduk di bangku kuliah dan menganggap pemuda tampan itu adalah kekasihnya, meski Sasuke tidak pernah menganggap demikian bahkan cenderung mengabaikannya.

Kleeeeekkk...Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, pemuda bermata onyx itu keluar dengan tubuh yang terlihat lebih segar dan ia segera bersiap.

Diamond hall

"Apa menurut mu ia akan datang?bagaimana jika ia tidak datang? padahal ia lah yang ku tunggu malam ini?"

"Tenanglah Karin, kau jangan gelisah, wajah mu terlihat kaku seperti kehilangan oksigen...ia pasti datang, tenang saja" jawab shion

shion sendiri adalah sahabat karin sejak kecil, dan ia tahu betul bahwa sahabatnya tersebut sangat menyukai sasuke. memang tidak bisa di sangkal, ketampanan sasuke membuat banyak wanita tergila-gila dan sifat dingin pria berambut raven itu justru menjadi daya tarik khusus.

Karin terus melihat jam di tangannya, para sahabat dan rekan kerjanya mulai berdatangan, acara memang belum di mulai, namun ia berharap Sasuke lah yang menjadi tamu pertamanya...ia tak sabar ingin melihat tubuh tegap itu hadir di pestanya.

Sasuke home

kediaman keluarga ucihiha, rumah besar yang sangat megah, bercat putih dengan pagar tinggi yang kokoh, tentu tidak sembarangan orang bisa memasuki pekarangan rumah ini

" apakah kau yakin tabib itu bisa menyembuhkan anak kita?" mikoto sedikit pesimis mengingat begitu banyak dokter, tabib, ahli kesehatan, yang didatangkan untuk kesembuhan putranya

"kita harus mencobanya mikoto, lagi pula tabib ini adalah putri sahabat ku, aku dengar dia punya reputasi yang baik, dan kemampuan pengobatannya sangat mengagumkan" fugaku sangat yakin

"aku hanya tidak ingin kenangan itachi terus membayangi sasuke, terlebih sebentar lagi akan datang musim salju" air mata mikoto tak terbendung

"bersabarlah, semua ini akan berlalu" tangan kanan fugaku merangkul bahu mikoto dengan erat, menguatkan istrinya, ia yakin dan ia tidak akan putus asa demi kesembuhan putranya tersebut.

musim salju adalah musim yang mengingatkan keluarga ucihiha akan kepergian itachi, terlebih sasuke...mulai sejak itu saat akan memasuki musim salju, ia akan pergi meninggalkan jepang, dan berlibur ke negara asia yang cenderung memiliki iklim tropis, disana lah ia menghabiskan liburan musim dinginnya hingga musim berganti, dan jika saat itu tiba, ia akan mempercayakan perusahaan pada sahabatnya naruto , sasuke bukanlah orang tanpa persiapan matang, ia tetap mengontrol kinerja perusahaannya meski jarak jauh. yaaahhh, sepeninggalan itachi...sasuke tidak lagi pernah saling memandang atau bahkan bertegur sapa dengan butiran butiran salju.

Tok tok tok...

"masuk" jawab pemuda didalam kamar

seorang pelayan masuk "Maaf tuan muda Sasuke, teman Anda sudah datang menjemput"

"Ya baiklah"jawab Sasuke

Ia pun turun dari kamarnya dan menuju pintu mobil sedan mewah berwarna putih terparkir di halaman rumah dan segera masuk ke dalam dimana Naruto dan Hinata sudah menunggunya

"Baiklah, kita jalaaaannn" ujar Naruto riang

"Hn"

"sepertinya kau lagi - lagi akan menjadi pujaan wanita cantik malam ini, teme.."

sasuke tidak menghiraukan gurauan pria berambut blonde di sebelahnya

"kau ini, tersenyumlah sedikit, jika saja aku wanita, aku mungkin sudah mencium mu sekarang, hahahahha" gelak tawa naruto membuat pria berambut raven mengecilkan bola matanya.

"kau ini, perhatikan saja jalan mu, hufffff" dengus sasuke

Hinata yang duduk dibelakang tersenyum melihat tingkah laku keduanya. ya sifat mereka sangat bertolak belakang, yang satu sangat dingin,datar, tanpa ekspresi, yang satu lagi sangat periang,nyaris tanpa malu, dan sedikit kekanakan. Namun persahabatan mereka yang terjalin sejak di bangku sekolah dasar membentuk hubungan diantara mereka bukan lagi sebagai teman melainkan saudara.

Diamond hall

Acara segera dimulai dan hampir seluruh tamu undangan telah memenuhi gedung megah tempat acara berlangsung, makanan dan minuman terata rapi, namun naruto, hinata dan sasuke belum juga terlihat di pintu masuk yang sedari tadi menjadi fokus karin. namun tak berapa lama wajah yang sedari tadi terlihat murung itu berubah menjadi senyum merekah kala memelihat rambut kuning berdiri tegak seperti jarum yang bergandengan dengan gadis manis disebelahnya, dan benar saja...itu naruto dan hinata, namun sorot mata Karin menerobos celah diantara mereka, ia mendapatkan sosok yang ditunggunya sejak tadi berjalan dibelakang tak jauh dari Naruto dan hinata.

Perasaan yang tak terbendung membuat karin berlari ke arah pemilik wajah dingin itu lalu meloncat dan memeluk nya dengan erat, ia bahkan tidak menghiraukan tangan Hinata yang terulur untuk mengucapkan selamat.

"Karin apa yang kau lakukan" ketus Sasuke seraya melepaskan tangan Karin dari lehernya

"Aku menunggu mu, aku senang kau datang, ayo bergabunglah bersama yang lain" ajak karin sambil menggandeng tangan Sasuke

"Aku bisa berjalan sendiri, lepaskan tangan mu"

Sasuke menepis tangan Karin, terlihat gadis itu merengek kecewa namun tentu saja tidak lama, karena ia tidak ingin terlihat jelek di pesta ulang tahunnya. hinata terkekeh melihat perilaku keduanya

kazashi home

kazashi membaca pesan pada ponselnya.

kleeekkk...pintu kerjanya terbuka

"apa aku mengganggu mu?

"tentu saja tidak, masuklah istri ku" kazashi tersenyum menutup ponselnya

" apakah ada kabar dari kelurga uchiha, suami ku?" mebuki meletakkan secangkir teh di meja kerja kazashi.

" ya fugaku mengirimkan ku pesan, pengobatan putranya akan di mulai besok, dan putri kita akan melakukan yang terbaik" ujar kazashi sambil menghirup teh buatan mebuki

" apakah putri kita bisa melakukannya?"

kazashi tersenyum dan meletakkan tehnya

" apa yang kau ragukan mebuki?, putri kita telah belajar pengobatan hingga ke cina, dan aku juga telah membimbingnya dengan baik, ia telah menguasai ilmu pengobatan yang luar biasa" kazashi memegang tangan istrinya..." ia pasti bisa..."

*

*

*

pesta ulang tahun karin sekaligus menjadi acara reunian bagi teman masa kuliahnya, terlihat naruto dan hinata asik berbincang dengan teman-teman kuliah mereka yang lama tak bertemu, dan karin masih sibuk menerima tamu undangan nya...

Sasuke? hmmmmmm entah masalah apa yang ada dipikirannya sekarang, ia duduk dan minum dengan dikelilingi fans wanitanya. Karin melirik Sasuke yang dikerumuni bidadari cantik, wajahnya merah padam menahan cemburu, namun ia harus tetap bersikap manis demi menjaga kenyamanan pestanya

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan Sasuke di kelilingi wanita cantik, ia juga belum memiliki kekasih hati. namun bagi Sasuke mereka hanyalah pelampiasan dan penghilang penat, ia bisa bersama wanita manapun yang ia mau, dan mencari yang lain jika ia sudah bosan. tidak ada yang bisa membaca hati seorang ucihiha sasuke.

acara begitu meriah, tampak kegembiraan di wajah karin, begitu juga seluruh tamu undang yang sangat menikmati makanan dan minuman yang terhidang. karin memang mempersiapkan semuanya dengan baik, ia tidak ingin sahabat dan rekan bisnisnya kecewa. pesta berlangsung hingga larut malam , tidak terasa sudah di penghujung acara, para tamu berpamitan pulang, begitu pula dengan Naruto dan hinata...

pandangan Mata Karin menyapu seluruh sudut ruangan, mencari sosok yang menjadi pujaan hatinya.

"Ia mungkin sudah pulang lebih dulu"ujar Naruto yang mengetahui arah pencarian mata karin

"Hmmmmmm,kau tau saja" jawab Karin dengan nada kecewa

Baiklah kami pulang dulu, terima kasih untuk pestanya...

*

*

*

"Apakah putraku sudah pulang" tanya mikoto pada pelayan

"Belum nyonya"

"Apakah dia mengatakan pergi kemana"tanya mikoto lagi

"Tidak nyonya, tuan muda sasuke langsung pergi bersama teman-temannya, menggunakan sedan putih..."

"Hmmmmmm, baiklah kalau begitu" mikoto sudah tau pemilik kendaraan tersebut, ia memang sedang menunggu putranya pulang.

Terlihat Sasuke sedang bersandar di pintu mobil Naruto, menunggu Sang pemilik datang

"Sasukeeeee..."teriak naruto

Naruto dan Hinata segera menghampiri Sasuke yang terlihat bosan menunggu

"Mengapa kalian lama sekali" keluh sasuke

"Tidak enak tidak pamitan dengan karin, ia tadi mencari mu...aku pikir kau sudah pulang" ujar Hinata

"Bagaimana aku pulang? kalian yang menjemput ku, maka kalian harus bertanggung jawab mengantarkan ku pulang dengan selamat" kata Sasuke sambil membuka pintu mobil dan masuk.

Naruto hanya terkekeh dimintai pertanggung jawaban oleh Sasuke

Diperjalanan Naruto iseng bertanya pada Sasuke

"Apa kau tidak tertarik sedikit pun pada Karin? tanya Naruto

Sasuke tidak menjawab, ia asik melihat lampu-lampu jalan

"Menurut ku dia gadis yang baik teme, sudah saat nya kau memikirkan masa depan mu, kau tidak ingin jadi bujangan tua bukan?ledek Naruto sambil terkekeh

"Haarrgggssssss" suara geram Sasuke mendengar ledekan simusang

"Fokuskan saja menyetirmu, dan antarkan aku dengan selamat" ketus Sasuke

"Siap bosssss"Naruto mempercepat laju kendaraan nya agar tidak terlalu larut malam

Hari yang sudah larut malam, membawa udara dingin menerpa wajah Sasuke yang membuka jendela mobil, terkadang ucapan sahabatnya untuk segera memiliki kekasih dirasa benar. Namun bagi Sasuke, ibunya adalah satu-satunya perempuan yang bisa mengerti dirinya.

*

*

*

Setibanya di rumah..

"Ting...tong"

"Selamat malam tuan muda sasuke"sapaa pelayan

"Hn" Sasuke berjalan memasuki ruang depan

"Nyonya sedang menunggu Anda di ruang tamu tuan"

Sasuke melihat jam tangannya "ibu belum tidur, sudah jam berapa ini"

Sasuke segera menuju ruang tamu menemui ibu nya, hari sudah larut malam namun ibu belum juga tidur, apakah ada hal penting yang ingin ibu bicarakan?

"sasuke, ini sudah larut malam, tidak baik untuk kesehatan mu"ujar mikoto khawatir

"Aku menghadiri pesta ulang tahun teman ku,hmmmm...mengapa ibu menunggu ku? tidak seperti biasanya"

"Duduklah disini" mikoto menepuk kursi disebelahnya, agar ia dan putranya bisa duduk berdampingan. Sasuke pun menurut, ia duduk persis disebelah ibunya.mikoto meraih kedua tangan Sasuke, wajahnya terlihat memelas.

Jelas Sasuke tidak suka pemandangan seperti ini.

"Putraku, terimalah tawaran kami untuk menjalani pengobatan ,ini semua demi kebaikan mu"

ia sudah menduga hal ini lah yang akan dibicarakan ibunya.

" apakah bagi kalian aku adalah seorang yang penyakitan?? atau kalian malu mem...

"apa yang kau bicarakan? potong mikoto

" kami sangat menyayangi mu, kau harus tau itu"

"cukup...Ibu aku sudah terlalu lelah dengan semua pengobatan yang tidak ada hasilnya, aku tidak ingin menyianyiakan waktu ku untuk hal seperti ini, dan aku tidak ada waktu untuk menghampiri rumah sakit setiap hari" terang Sasuke. ia dengan tegas menolak permintaan ibunya.

"Ibu tau, ibu tau itu...maka dari itu, ibu tidak mencarikan dokter untuk mu, melainkan seorabg tabib dan ia bersedia merawat mu tanpa harus membawa mu ke rumah pengobatannya"

Melihat ibunya yang memohon ,sasuke tidak ingin mengecewakannya, ia memalingkan wajah nya sebentar untuk berpikir

"Ya,baiklah Bu...namun ini adalah pengobatan terakhir yang aku jalani"

Senyum sumringah terlukis di wajah mikoto, ia memeluk putra nya dengan erat.

"Terima kasih anak ku"ucap mikoto sambil melepaskan pelukan nya, matanya menatap wajah Sasuke dengan penuh harap bahwa sasuke akan melupakan masa lalu nya yang membawa trauma mendalam

"Baiklah, sebaiknya kau segera beristirahat, pengobatan mu akan dimulai besok pagi"

Kebetulan besok hari Minggu, mikoto sudah mengatur semuanya, dimana anaknya memiliki waktu luang untuk memulai pengobatan nya.

"hn" jawab Sasuke singkat.

malam ini menjadi malam terindah bagi karin, bagaimana tidak...pria pujaan nya turut hadir dalam pesta ulang tahunnya, meski ia tak banyak berbincang dengan pria tersebut

"sampai kapan kau mengacuhkan ku sasuke?, kau lihat saja...aku akan mendapatkan hati mu" senyuman lebar di wajah karin mengiringinya tidur dengan bayangan sasuke yang tak lepas dari benaknya

-0O0-

Keesokan harinya

"Tok...tok...tok"

"Tok...tok...tok, tuan muda sasuke...

Terdengar suara pelayan memanggil dari luar kamarnya

"Hheeegggmmm...suara Sasuke masih terdengar berat"

Ia membuka matanya yang masih berat perlahan,ia melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 09.00.

Ia baru bisa tidur sekitar pukul setengah 3 pagi, hampir pukul 3.

Sasuke berjalan mengarah ke pintu lalu membukanya

"Kleeeekkk, ada apa membangunkan ku?

"Maaf tuan, tuan fugaku dan nyonya sedang menunggu Anda di ruang tamu, mulai hari ini An..."

Sasuke lalu menutup pintu nya, ia sudah tau mengapa semua menunggunya. sunggu pagi yang tidak menyenangkan. ia pun bersiap mandi, mengambi handuk dan berjalan menuju kamar mandi dengan mata tertutup.

Ruang tamu

Terlihat bangsawan fugaku dan istrinya mikoto duduk di kursi sambil menikmati teh.

Tak lama terdengar suara kaki yang turun dari tangga, memasuki ruang kerja fugaku, tempat dimana mereka berkumpul. mikoto tersenyum... sasuke putranya, terlihat rapi dan tercium aroma segar dari tubuh pemuda tampan itu

"Selamat pagi"

"Selamat pagi anakku" jawab fugaku

"Kau akan mulai menjalani pengobatan mu hari ini, ayah dan ibu berharap kau akan menjalaninya sepenuh hati"

"Hn" Sasuke hanya menanggapi singkat kalimat ayahnya tersebut, andai ayah tau hatinya menolak mentah-mentah pengobatan ini, ia menerimanya karena tidak ingin membuat ibunya kecewa.

"Baiklah, suruh dia masuk" ujar fugaku pada pelayan di dekat pintu

'baik tuan" sahut pelayan yuma

Tak berapa lama, masuklah seorang perempuan memakai baju khas korea HANBOK

hmmmmmm, ada apa dengan gadis ini gumam sasuke, namun pengamatan sasuke tidak sampai disitu

rambut merah muda berbelah tengah dengan hiasan kecil di tengah kepalanya, dan dikepang ke belakang ,terlihat rapi dan menawan. namun ada yang terlihat janggal, berbeda dari therapist atau bahkan dokter- dokter sebelumnya, gadis di hadapannya itu memakai masker segitiga bermotif bunga sakura yang menutupi hidung pipi serta bibirnya. namun terlihat tidak ada yang menghalangi matanya...ya mata itulah yang membuat Sasuke tidak berhenti menatapnya, mata emerald, Bahkan ia tidak bisa menutupi wajah nya yang terpaku memandang keindahan mata tersebut. walaupun terbersit di benak Sasuke wanita ini sedikit kuno dengan tampilan dan pakaian nya

hmmmmmm...menarik, senyum tipis terlihat di bibir sasuke

Perempuan itu berjalan mengarah para orang tua Sasuke lalu menundukkan kepala dan bahunya, begitu pula kepada Sasuke.

"Selamat pagi tuan dan nyonya ucihiha "

"Selamat pagi, silahkan duduk" ujar mikoto ramah

"Perkenalkan ini adalah putra kami, sasuke. nak, ini adalah tabib yang akan mendampingi mu dalam menjalani pengobatan"

"Nama ku sakura, saya yang akan membantu dan mendampingi Anda selama pengobatan" sakura mengulurkan tangannya

"Hn...Sasuke" jawab Sasuke singkat dan menjabat tangan sakura

hmmmmm...halus dan lembut, decak sasuke dalam hati

sepertinya hanya itu yang mampu ia nilai dari sakura, tanpa ia sadari tabib barunya tersebut telah memulai diagnosanya.

Fugaku dan mikoto sebelumnya telah bertemu dengan sakura langsung di rumah pengobatannya, ayah sakura adalah sahabat fugaku yang juga seorang tabib bernama khizashi, mereka berteman sejak lama. Sahabatnya ini lah yang menyarankan Sasuke mengikuti terapi dengan putrinya. fugaku sendiri telah membaca riwayat dan pengalaman sakura dibidang pengobatan, sehingga ia tidak ragu dengan kemampuan putri haruno ini

sesuke tersadar...tabib wanita? segera ia melepaskan tangan itu.

Sakura mengerutkan keningnya

"Aku menolak semua ini" hentak Sasuke

Fugaku dan mikoto terkejut, fugaku hendak berdiri namun di tahan oleh istrinya

"Bukan kah kau sudah menyetujuinya anakku? ujar mikoto

"Ya memang, tapi ibu tidak mengatakan tabibnya perempuan bukan? Sasuke menatap wajah ibu nya menginginkan penjelasan lebih lanjut

Memang sebelumnya dokter dan therapist yang mendampingi Sasuke adalah laki-laki tidak pernah perempuan.

"Ibu rasa itu tidak masalah anak ku, kau harus mencobanya, walau dia perempuan namun kemampuannya tidak perlu di ragukan" terang mikoto memberikan pengertian.

Sasuke mengambil nafas panjang,ia tidak tahu lagi bagaimana menolak keinginan orang tuanya, terlebih jika ibu yang amat disayanginya telah memohon

"Kau akan menjalaninya kan putraku?tanya fugaku penuh harap

"Hn" jawab Sasuke sambil mengepalkan tangan nya dengan kuat, lalu beranjak pergi meninggalkan mereka yang ada di ruang tamu

"apa yang bisa dilakukan oleh gadis ini" umpat sasuke sambil terus menuju ke kamarnya

Sakura kembali mengerutkan kening, sasuke tidak sadar bahwa tabib barunya ini sejak tadi memperhatikan setiap gerakannya

"Anak yang keras kepala" gumam sakura dalam hati.

"Bagaimana kisah selanjutnya nya?huuuffffffff ada ide? boleh dong saran nya hehehe

Maaf jika ada kalimat yang terasa aneh dan hadirnya nama2 baru...