Disclaimer :
Naruto - [Masashi Kishimoto]
Highschool DxD - [Ichiei Ishibumi]
By : ARIES.H
Warning : AU (Alternate Universe), OOC, OC, Gore, Action, Adeventure, Beberapa Typo!, Friendship, No-supernatural.
•
Pria berambut pirang jabrik itu berbaring terlentang di atas kasur kecil. Melipat kedua tangannya sebagai bantalan, Naruto nama depan napi termuda itu menatap langit-langit sel nya. Kata 'bosan' sangat tepat untuk menggambarkan ke adaannya saat ini. Diam, dan menerawang kehidupannya sebelum dia di tahan di tempat ini dirinya lakukan selama dua tahun ini, selain kegiatan membuat benteng atau memecah batu.
'Sudah dua tahun ya.. ' batin Naruto dengan menerawang kehidupannya dulu yang dapat di bilang 'menarik'.
Setelah kematian ke dua orang tuanya, kehidupannya yang penuh warna seketika berubah drastis menjadi penuh ketegangan, tumpah darah, baku hantam dan baku tembak. Yakuza. Dia masih ingat saat ketua kelompok mafia itu menjemputnya di depan gerbang pemakaman. Dan disana juga kehidupannya berubah drastis. Pelatian fisik dan beladiri liar ketua mafia itu ajarkan kepada dirinya. Hujan tidak hujan, setelah dia masuk dalam kelompok mafia besar itu dirinya selalu berlatih fisik. Tak ada kata 'libur', setiap hari meski umurnya masih terbilang muda saat itu dia terus berlatih keras. Porsi latihan selalu di tambah tiap harinya oleh ketua Yakuza itu, tapi saat itu dia hanya diam dan melakukan apa yang ketua mafia itu katakan.
Sampai umurnya 16 tahun, dia di perkenalkan oleh ketua mafia itu kepada 8 pilar kuat anak buah Yakuza sebagai ketua kelompok Jinchuriki Army dengan name 'Kyuubi'. Awalnya dia bingung saat itu. Karena 8 pilar kuat pasukan kelompok Jinchuriki yang di bawah perintah langsung Kelompok Mafia Yakuza terlihat tidak suka kepada dirinya sebagai ketua mereka, karena menurut mereka dirinya terlalu muda untuk memimpin salah satu dari dua kelompok besar tangan kanan kiri yang berada di bawah perintah langsung kelompok Mafia Yakuza. Tapi itu tidak lama mereka akhirnya mengakui kalau dia pantas sebagai ketua mereka, setelah 3 jam penuh berkelahi dengan dirinya.
Tiap hari dia nikmati sebagai bagian kelompok besar Yakuza. Dan tiap pertemuan dengan beberapa kelompok gengstar besar dari belahan dunia juga nyawanya selalu terancam. Selama itu juga dia tahu 10 pilar kuat pasukan kelompok Akatsuki yang di bawah perintah langsung kelompok Mafia Yakuza adalah kelompok pasukan elit selain kelompok Jinchuriki Army. Awal kelompoknya bertemu dan bertatap muka dengan anggota kelompok itu bisa di bilang biasa saja, tak ada yang spesial. Hingga waktu itu tiba, ketua Yakuza memberi misi jangka panjang atau mungkin mustahil kepada seluruh anggota Kelompok Jinchuriki Army untuk menyebar ke belahan Dunia.
"Buat lah sebuah kelompok besar dan kuasai tempat kalian menjalankan misi ini, dan untuk kau Kyuubi. Setelah ini kau ke ruangan ku. Kalian mengerti!"
Itulah misi yang ketua Yakuza berikan kepada kelompoknya. Gaara [Ichibi] memilih menetap di bagian selatan Amerika, Yugito [Matatabi] wanita tomboy itu memilih Negara Cina. Yagura [Isobu] pria kecil itu memilih bagian timur Jepang yang di kuasai Yakuza Fraksi. Dimana kelompok Mafia itu terdiri dari berbagai kelompok kecil sebuah gengstar yang menguasai setengah dunia gelap Negara Jepang dan setengahnya lagi di kuasai kelompok Mafia Yakuza yang dulu mengungutnya. Roshi [Yonbi] anggota paling tua itu memilih bagian Selatan Jepang dimana sering kali terjadi perang antar Gengstar bawahan Yakuza Fraksi dan Yakuza. Han [Rokubi] dan Utakata [Gobi] pria besar itu dan pria yang terlihat baik dari luar itu memilih bagian barat Amerika yang penuh dengan Gengstar-Gengstar Amerika. Fuu [Choumei] gadis mungil itu memilih bagian Utara Jepang dimana sering kali terjadi baku tembak antara masing-masing kelompok kecil dari dua Kelompok besar itu. Ya benar, memang sudah dari dulu dua Kelompok Mafia itu bermusuhan. Dan Killer Be [Gyuki] pria hitam kekar itu memilih bagian 'Liar' Negara Amerika. Dimana tempat itu di kuasai para Gengstar besar yang beraliansi membuat sebuah kota bernama Distrik 13. Dan sudah jelas,
'Hahh. . . mengingat mereka semua, apa mereka masih hidup atau mati.' batin Naruto masih menatap datar langit-langit selnya.
Tenggelam dalam melamunnya Naruto di kagetkan sebuah suara pintu baja tempat selnya terbuka.
Cklzz!
Mendengar itu, Naruto segera bangkit dari tidurnya dan menatap datar pria tegap berseragam prajurit yang sedang memegang sebuah senjata api.
"Kau bebas, bocah!" kata prajurit penjaga.
Mendengar perkataan itu, raut Naruto tetap datar. Tak ada sedikitpun raut yang menunjukan kalau dirinya senang, atas arti kata yang di ucapkan oleh prajurit penjaga itu.
Berdiri, kemudian berjalan ke keluar sel. Namun baru saja melewati pintu sel kedua iris biru bagai Es beku itu sedikit mengecil tak sengaja mengetahui ada sosok lain selain prajurit penjaga ini. Menoleh untuk melihat siapa sosok yang kini tengah bersandar di tembok beton bagian kiri pintu baja selnya.
'Pain?' batin Naruto mengetahui siapa sosok yang kini masih bersandar.
Pria berambut orange mengenakan jas hitam itu menegakkan badannya, lalu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun ketua Akatsuki itu berjalan melewati Naruto. Seolah mengerti pria berambut pirang itu mengikuti ketua Akatsuki itu dari belakang bersama prajurit penjaga tadi.
©ARIES.H©
Kedua kaki berlapis sepatu hitam itu semakin dekat dengan pintu berwarna coklat emas. Menghela nafas setelah tiba di depan pintu berwarna coklat emas ini, pria berambut hitam lurus itu kemudian membukanya perlahan.
"Ada apa? Tak biasanya kau menemui ku langsung." sebuah suara berat khas orang Dewasa menyambutnya saat masuk ke dalam ruangan.
Berlutut dengan kepala menunduk, pria berambut hitam lurus itu berkata, "Boss. Dari informasi mata-mata kita yang berada di Penjara 666 mengatakan kalau Kyuubi ketua Jinchuriki Army yang dua tahun lalu tertangkap, sekarang sudah keluar."
Pria berumur 30 tahunan yang kini tengah bertelanjang dada memperlihatkan badan kekarnya, duduk dengan di temani dua wanita berpakaian minim, terdiam setelah mendengar informasi dari anak buahnya. Menyingkirkan dua pasang tangan wanita di samping kanan kirinya, pria berambut hitam jabrik itu berdiri lalu berjalan ke arah meja pribadinya yang berada di pojok ruangan. Setelah tiba di dekat meja pribadinya, pria itu itu membuka laci meja pribadinya. Sedikit mencari, akhirnya tangan kanan pria itu mengeluarkan selembar poto berukuran kecil. Wajah datar pria berambut pirang yang menggunakan pakaian khas tahanan itu yang ada di poto berukuran kecil tersebut.
Berbalik, menatap dingin anak buahnya yang masih berlutut.
"Panggil Issei untuk menghadap ku. Dan kerahkan beberapa anak buah kita ke beberapa tempat. Cepat!"
"B-baik! Boss!" ucap bawahannya lalu pergi untuk melaksanakan perintahnya.
"Brengsek kau Madara! Rupanya kau tidak main-main.." meremas selembar poto itu.
©ARIES.H©
Turun dari mobil sport, Naruto menegakkan badannya. Kedua tangannya dia masukan ke kantong celana jeansnya. Kini penampilannya berbeda dengan saat dirinya di tahan di Penjara 666. Jaket hitam yang di biarkan terbuka kini melekat membungkus badan kekarnya. Rambut pirang khas Yankee dia biarkan tak tertata jabrik. Mata yang selalu memandang datar kepada siapapun itu menatap dari balik kaca mata hitam dua pria kekar di depannya yang kini tengah bersidekap ke arahnya dengan tatapan mengintimidasi.
"Biarkan dia masuk, dan antar dia kepada Boss."
Ucap Pain yang masih di dalam mobil dengan kaca pintu mobil sedikit terbuka yang memperlihatkan tatapan tajam ketua kelompok Akatsuki itu. Karena hal itu juga tatapan mengintimidasi dari dua pria kekar penjaga itu sedikit melunak. Bah mau melunak atau tidak, Naruto tak peduli. Yang sekarang dia ingin tau, apa maksud ketua Yakuza itu mengeluarkannya dari tempat neraka duniawi itu. Ya, walau dirinya sudah yakin kalau maksud kenapa dia di keluarkan dari Penjara 666 ada hubungannya dengan Misi yang sempat dia tunda, karena dia tertahan di Penjara 666 2tahun lalu. Tapi, dia yakin ketua Yakuza itu tak akan sudi mengeluarkan uang banyak untuk hal tidak berguna. Apa lagi Penjara 666 adalah hasil dari kerja sama berbagai Negara, sudah pasti ketua Yakuza itu mengeluarkan uang banyak untuk menebusnya.
Sudah beberapa detik Mobil hitam sport milik ketua Akatsuki itu pergi, namun tatapan datar dari balik kaca mata itu terus Naruto tunjukan kepada dua pria kekar penjaga tersebut.
"Ikut aku."
.
.
.
Tak butuh waktu lama dia dan salah satu pria penjaga tadi sudah tiba di ruangan elegan dengan warna domain putih. Setelah menatap datar pria penjaga yang mengantarnya pergi, dia edarkan pandangannya ke segala arah untuk mencari sosok yang dulu mengungutnya. Namun nihil, ruangan elegan serba putih ini tak ada satupun orang.
Tap!
Grebb..
Dengan cepat dia tangkap kaki kanan itu dengan tangan kanannya. Baru saja akan menoleh ke arah kiri, sebuah batang tongkat mencoba menghantamnya dari arah kanan.
Bugh!
Raut pria berambut pirang itu masih tetap datar, seolah tak merasakan sakit pada lengan kirinya setelah menahan hantaman batang tongkat hitam itu.
Dugh!
Dengan cepat pula ketua kelompok Jinchuriki Army itu menahan sebuah hantaman batang tongkat dengan kaki kanannya.
"Penyambutan yang menyedihkan." kata itu keluar dari mulut Naruto.
"Hahahah.. Aku cuman mengecek, apa kemampuanmu menumpul setelah terkurung dua tahun lamanya." sebuah suara berat khas orang Dewasa terdengar di samping kananya. Menoleh, Naruto menatap datar ketua Yakuza tersebut.
"Terkurung tak membuat insting ku tumpul, kake tua." kata Naruto datar.
Pria berambut hitam jabrik sepundak itu menyeringai khasnya atas balasan dari bocah yang dulu dia pungut. Melepaskan posisi serangnya dari anak buahnya, pria bernama Uchiha Madara itu berjalan ke arah meja pribadinya. Dua stick yang tadi yang tadi di gunakan untuk menyerang ketua Kelompok Jinchuriki Army itu dia buang ke sembarang arah.
"Jadi, keluarnya aku dari tempat neraka itu apa maksudnya? Tidak mungkin kau mengeluarkan uang banyak hanya untuk mengeluarkan ku?" Naruto mulai pembicaraan maksud kenapa dia di keluarkan.
Duduk di kursi khususnya dengan meletakan kedua kakinya di atas meja pribadinya. Madara ketua Yakuza itu menyeringai. "Aku tau kau juga pasti sudah mengetahuinya. Jadi cepat laksanakan misi yang ku beri kepada mu, mau pake cara apa pun yang kau gunakan, aku tak peduli. Lagi pula mereka sudah menunggu kedatanganmu untuk memulai invasi. Jadi jangan buat mereka menunggu lama lebih dari dua tahan. Dan juga para Gengstar belahan Dunia sudah mulai mengetahui tujuan kita. Jadi pergilah." ujar Madara.
"Dan juga apa kau masih ingat perjanjian kita?" ucap Naruto datar.
"Hahah.. Tentu saja aku masih ingat. Aku tidak akan menyentuh dia." balas Madara dengan seringaiannya. Ya dia masih ingat janji dirinya dengan anak buahnya ini, kalau sampai kapanpun dirinya tidak akam menyentuh atau mengikut sertakan orang luar ke permasalahannya. Tak ada kebohongan atau niat dalam hatinya untuk mengingkari janji itu. Karena apa? Karna kalau dia ingkari janji itu masalah besar akan menimpa kelompoknya. Bagaimana pun kalau sumpah 'Yakuza' sudah di sepakati oleh dua belah pihak atau lebih. Dan kalau ada yang mengingkarinya mau Boss atau anggota akan mati tanpa terkecuali.
"Hmm ambil ini, di dalam itu terdapat informasi sangat detil orang-orang yang mungkin dapat menghalangi misi mu atau bahkan mengimbangi mu dalam segi apa pun." kata Madara melempar sebuah amplop coklat. "Dan sedikit uang untuk misi jangka mustahil ini. Dan satu lagi kau besok akan bersekolah di Akademi Kuoh. Mengingat wajahmu cukup muda jadi itu tak masalah." tambah Madara, kemudian mengambil sebuah batang rokok.
Sedikit lama pria berambut pirang itu berkata, "Baiklah." ucap Naruto kemudian tanpa mengucapkan apa pun berbalik dan pergi.
"Cih! Anak buah brengsek!" guman Madara sedikit kesal atas ke tidak sopanan anak buahnya.
To. Be. Continued~
Next Chapter 3!
•
A/N :
Pertama ada kabar gembira dari saya yg kecewa Fic Uchiha Naruto di discontinued. Saya akan kembali melanjutkan fic itu.. Ya walau saat di kerjakan otak saya harus berkerja keras untuk adegan-adegan chapter 9 yg sesuai imajinasi author. Sekarang baru 1k chpater 9 yg sekarang saya ketik. Jadi yg menunggu fic itu Up, tunggu ya.. Dan berterimakasihlah kepda fic ini. Kalau tak ada fic ini ide saya yang sempat blank waktu itu sedikit terisi kembali.
Lalu soal fic ini memang wordnya baru sedikit, tapi chapter 3 akan tetap 3k+ tidak lebih..
Fic ini seperti Crows Zero, tpi tentang Senjata api dan hal-hal lainnya yg seperti di Film luar negri saya akan campurkan menjadi satu. Mangkanya saya memberi judul Life : Garis Keras. Mengingat nanti fic ini akan menunjukan betapa kerasnya dunia gelap para Gengstar/Mafia/Brandalan...
Sekian..
Reveiw?
