~ URI FAMILY ~

Disclameir :

Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu

Main Cast : Kyumin

Support Cast : OC

Warn : GS, Typo(s), geje, abal, OOC

Kyuhyun-Sungmin : 37 thn

Justin (17), Sungkyu (16), Priyanka (15), Minhyun (13), Guixian (11), Shengmin (8), Ryeo-Li Shi (4), Hana-Kayla (2)

URI FAMILY

Sungmin dengan telaten memasangkan dasi si kembar Ryeo dan Li Shi. Lalu membantu kedua putra kembarnya itu memasangkan sepatu. Sedangkan si kembar Hana dan Kayla sedang asyik bercelotoh satu sama lain di kursi yang di desain untuk balita.

"Anak-anak, ayo gerak cepat nanti terlambat ke sekolah" Sungmin berteriak. Lalu kembali mengecek perlengkapan sekolah Ryeo dan Li Shi yang baru masuk taman kanak-kanak.

Guixian dan Shengmin yang pertama kali menghampiri Sungmin. Wanita 37 tahun itu mengecup kening Guixian dan Shengmin bergantian. "Jaga adik mu, hm?"

Guixian memberi hormat. "Siap" lalu tersenyum lebar pada Sungmin. Shengmin sendiri cekikikan melihat tingkah kakaknya. "Umma, kami berangkat dulu ya. Annyeongg" Shengmin melambai tangannya.

"Hati-hati sayang" ujar Sungmin. Guixian dan Shengmin menggangguk. Mereka harus segera berada di luar komplek karena bus sekolah sebentar lagi tiba.

Selanjutnya, Priyanka dan Minhyun. Sungmin melakukan hal yang sama. Mencium kening kedua putrinya bergantian.

"Belajar yang serius" katanya. Minhyun tersenyum sedangkan Priyanka mempoutkan bibirnya.

"Dad, come on" ujar Priyanka sebal. Tidak tahu apa mereka hampir terlambat masuk sekolah. Biasanya ia akan diantar sekolah oleh Sungkyu naik motor (karena sekolahnya berbeda dengan dua kakak sulungnya) begitu pula Justin namun sekarang Justin tengah merajuk dan mogok tidak mau memakai motornya sendiri dan memilih berangkat bersama Sungkyu. Jadilah walau terpaksa ia mengalah dan meminta Kyuhyun untuk mengantarnya. "Aku tunggu di mobil saja"

"Aku juga" kata Minhyun. "Kajja, Ryeo Li Shi" ajaknya pada kedua adik kembarnya. Ryeo dan Li Shi langsung berlarian keluar rumah.

Kyuhyun menenteng tas kerjanya. Menyeruput kopi buatan sang istri tercinta meminumnya sampai tandas.

"Dad, mobil~ mobil" ternyata Justin masih merengek pada sang Ayah. "Dad~ dad"

"Tidak dengar, tidak dengar" Kyuhyun menutup kedua telinganya.

Sungkyu sudah dari tadi berada disamping sang Ibu. "Aku pergi" ucapnya. Jika tadi Sungmin yang mengecup kening Guixian, Shengmin, Priyanka dan Minhyun. Kali ini Sungkyu yang mengecup kening ibunya.

"Hati-hati dijalan. Jangan ngebut ya" Sungkyu tersenyum manis yang di balas senyuman tak kalah manis oleh Sungmin.

Perempatan di dahi Sungmin muncul saat melihat sang suami yang tengah kesusahan karena ulah sang anak sulung. "JUSTIN CHO. LEAVE YOUR DADDY ALONE" teriaknya.

Justin yang akan membuka mulutnya kembali mengatupnya. Ibunya yang marah akan sangat menakutkan. Ani, tapi semua perempuan keluarga Cho jika marah benar-benar menakutkan. "Yes, Ma'am"

"Good. Pergi sekolah sekarang" usirnya.

Menggerutu pelan. Justin meninggalkan Kyuhyun, ia menghampiri Sungmin lalu mengecup kening ibunya. "Aku berangkat"

Wajah garang Sungmin berubah seketika menjadi cantik seperti sedia kala. Ia tersenyum pada anak sulungnya. "Hati-hati, sayang"

Justin mengangguk lalu melangkah keluar rumah. Sungkyu terkekeh pelan. Ia mengacungkan jempolnya pada Sungmin lalu mengekori langkah Hyungnya.

Sungmin menatap sang Suami yang tengah menatapnya kagum. "Kau menyelamatkanku. My Angel"

Sungmin menepuk bahu Kyuhyun pelan. "Pagi-pagi sudah menggombal"

"Eoh?" Kyuhyun mengusap pipi gembul istrinya. "Ini berubah warna loh" katanya.

Lagi, Sungmin menepuk bahu Kyuhyun. Jamari Sungmin dengan lincah membenarkan letak dasi Kyuhyun. Terlalu sibuk mengurus buah hati, membuatnya mengenyampingkan mengurus suaminya.

Setelah dasi selesai, Sungmin pun memakaikan jas pada Kyuhyun. "Suamiku sudah tampan" ucapnya.

Kyuhyun tersenyum. "Terima kasih, sayang. Chuuu" Kyuhyun memanyunkan bibirnya. Meminta Sungmin untuk, yah tak perlu di katakan bukan.

Sungmin menggeleng sembari terkekeh. Ia memegang kedua sisi wajah Kyuhyun lalu memberi ciuman panjang yang tak terlalu panjang (?) *abaikan.

"Sudah-sudah, nanti aku tidak jadi pergi kekantor" canda Kyuhyun. Mendapat pukulan di bahu kembali oleh Sungmin yang wajahnya memerah.

Hot Daddy itu menghampiri puteri kembarnya. "Hai princess. Daddy pergi kerja dulu ya. Jangan nakal"

Hana dan Kayla tergelak. "Dad pai pai" kata Hana. "Pai pai" kata Kayla. Kyuhyun terseyum, ia mengecup kening Hana dan Kayla. Setelah itu menghampiri Sungmin.

"Aku berangkat, sayang" Kyuhyun mengecup kening Sungmin.

"Hm" kata Sungmin singkat. "Hati-hati"

Baru tiga langkah, Kyuhyun berbalik menatap Sungmin yang mengerutkan dahi. "Kenapa? Ada yang tertinggal?" tanya Sungmin.

Kyuhyun tersenyum. Ia membungkuk dan mengecup perut buncit Sungmin. "Baby Cholee jangan nakal juga ya" ucapnya.

"Ne, Appa" kata Sungmin pelan. Kyuhyun menatap Sungmin, mengedipkan sebelah matanya genit lalu melangkah keluar.

Sungmin tertawa, ia terus menatap punggung kekar suaminya. Ya ampun, bagaimana bisa suaminya selalu bertambah sexy tiap harinya?

.

Uri Family

.

Pekerjaan rumah sudah selesai ia kerjakan. Hana dan Kayla pun sedang tidur siang. Saat ini Sungmin tengah menikmati waktu santainya. Duduk bermalasan di sofa di temani cemilan dan jus segar sembari menonton acara gosip.

Suara bel berbunyi. Sungmin meronggoh tab yang berada di atas nakas dekat telpon rumah. Tab itu sudah terpasang layar intercom, memudahkan Sungmin untuk melihat siapa tamu yang datang tanpa harus repot menuju pintu. Bukan hanya itu sih, hampir di setiap ruangan terpasang intercom. Yah semua itu Kyuhyun lakukan untuk istri tercinta. Walau pun harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Mata Sungmin membulat melihat seorang wanita di depan pintu rumahnya. Wanita yang sangat ia kenal.

"Hai Sungmin-ah" sapa wanita itu dari layar tab.

"EUNHYUK-AH" teriak Sungmin.

Eunhyuk menutup kupingnya lalu mendengus. "Berisik. Kau tidak ingin membuka pintu dan membiarkanku masuk? Atau kau yang akan keluar?" tanyanya.

Sungmin tersenyum lebar. "Aku akan keluar. Tunggu sebentar" Sungmin mematikan sambungan dan bergegas keluar rumah. Setalah pintu terbuka Sungmin langsung memeluk sahabatnya. "Berani sekali kau tidak membalas pesanku 3 hari ini"

Sungmin melepas pelukannya dan memandang Eunhyuk dengan mata memincing. "Maaf aku memang sengaja" jawab Eunhyuk.

"Mwoya?" Sungmin mengerucutkan bibirnya. Eunhyuk mengelengkan kepalanya melihat tingkah Sungmin yang masih saja tidak berubah. "Ingat umurmu. Apa kau juga selalu mengerucutkan bibir pada 10 anakmu?" Sungmin tidak membalas, hanya tersenyum yang Eunhyuk tahu itu sebagai jawaban 'ya'.

"Oh ya. Apa yang kau lakukan disini?"

"Itu" Sungmin mengukuti arah telunjuk Eunhyuk pada sebuah truk pengangkut barang. Disana ada juga beberapa pegawai pelayanan jasa tengah mengeluarkan barang dan memasukkannya ke sebuah rumah kosong di samping rumah Sungmin yang ia ketahui telah berpindah kepemilikan.

Dari arah pintu rumah sebelah, seorang pria melambai padanya dengan senyum lebar. "Hai Sungmin-ah" teriaknya.

"Donghae-yah"

Eunhyuk dan Donghae adalah sahabat Sungmin dan Kyuhyun. Setelah lulus kuliah dan memegang perusahaan, Kyuhyun memboyong Donghae untuk bekerja bersamanya.

"Yup, itu lah aku" ujar Donghae. "Aku beres-beres rumah dulu, nanti kita mengobrol. Oke" Sungmin menganguk-angguk.

Sungmin beralih menatap Eunhyuk. "Kalian pindah kemari? kenapa tidak memberitahuku?"

"Aku sedang memberitahumu sekarang" Eunhyuk terkekeh. "Kejutan" lanjutnya. "Karena kau sudah tahu. Aku mau membantu suamiku dulu ya heheh"

"Cih" Sungmin tertawa. "Iya iya sana bantu suamimu dasar pengantin baru"

"Jika kau lupa, aku sudah menikah 10 tahun yang lalu"

"Tapi kalian selalu seperti pengantin baru. Bikin iri" cengirnya. "Aku akan buat makanan. Nanti aku kesana eh kalian saja kesini ya" Sungmin memutuskan membantu membuat makan siang saja untuk Eunhyuk, Donghae dan para pekerja dari pada harus memesan makanan.

"Pastikan masakanmu itu enak" ejek Eunhyuk sembari berlari menjauh dari Sungmin. Wanita itu terkekeh.

"Masakanku lebih enak darimu" seru Sungmin.

"Masakanku lebih enak lagi" teriak Eunhyuk yang sudah berada di rumahnya.

"Memangnya kau bisa masak?"

"Bisa dong"

"Palingan hanya masak telur mata sapi"

"Heh, itu kau mungkin"

"Yah yah yah" Donghae berkacak pinggang menatap Eunhyuk dan Sungmin bergantian. "Kalian itu bukan anak SMA lagi. Ya ampun" Sungmin dan Eunhyuk saling melempar senyum lebar mereka.

.

Uri Family

.

Waktu menunjukan pukul 7 malam saat Ryeo dan Li Shi mendengar suara deru mobil yang Kyuhyun pakai memasuki rumah. Kedua bocah kembar itu berlari dan membukakan pintu, menyambut sang Ayah.

"Appaa" teriak mereka bersamaan. Li Shi sudah mengangkat kedua tangannya menyuruh Kyuhyun untuk mengendongnya tak mau kalah Ryeo juga melakukan hal yang sama.

Shengmin bergegas mendekati Kyuhyun dan mengambil alih tas kerja Ayahnya. "Gomawo, jagiya" Kyuhyun mengelus pucuk kepala anak ke enamnya lalu mengecup keningnya.

Shengmin tersenyum lebar. Ia mengangguk lalu berlari menuju kamar Kyuhyun dan Sungmin untuk menyimpan tas kerja Kyuhyun. Shengmin gadis kecil yang pendiam. Jarang berbicara, bicara pun seadanya namun lebih menonjolkan tindakan. Dia memang senang membantu, apalagi membantu Sungmin mengerjakan pekerjaan rumah seperti melipat pakaian, menyapu, mencuci piring dan lainnya. Ah dan di usianya yang baru 8 tahun, Shengmin sudah pintar memasak.

Kyuhyun menggendong kedua putra kembarnya lalu menuju ruang tengah. Ia bisa mendengar suara berisik dari sana. Ya memang disanalah tempat mereka berkumpul.

"Yoo.. kau baru pulang jam segini? Rajin sekali"

Kyuhyun tersenyum tipis mendapat sapaan Donghae yang duduk di lantai tengah bermain bersama Hana sedangkan Eunhyuk duduk disamping suaminya bermain bersama Kayla.

Donghae dan Eunhyuk memang sering datang kemari. Anak-anak Kyuhyun pun sudah dekat dengan kedua sahabatnya itu. Kadang Ryeo dan Li Shi suka menginap di rumah Donghae.

"Aku memang rajin" Kyuhyun menurunkan Ryeo dan Li Shi. Kedua putranya itu langsung berlari menuju Guixian yang sibuk menggangu Priyanka dan Minhyun yang tengah belajar di meja makan. Sedangkan Justin dan Sungkyu pasti tengah bermain Playstation di kamar Justin.

"Ya termasuk rajin membuat sahabatku mengandung" sahut Eunhyuk terkekeh geli. Kyuhyun mengendikan bahunya. "Jika itu, aku bukannya rajin tapi perkasa-aw Ming~~" Kyuhyun melemparkan mata puppy pada Sungmin yang sempat memukul lengannya.

"Apa?" sungut Sungmin pura-pura marah.

"Sakit" rengek Kyuhyun, Donghae dan Eunhyuk serempak berakting seakan mereka akan muntah.

Sungmin berdecih. Ia membantu Kyuhyun melepas jasnya lalu melepas dasi. "Sudah makan?" Kyuhyun menggeleng. "Mau makan dulu atau mandi dulu?" tanya Sungmin.

"Aku ingin di cium dulu"

"Aww~" Donghae memeletkan lidahnya. Sungguh, ia geli mendengar nada manja ataupun rengekan Kyuhyun. "Stop, stop, stop" ia mengibaskan tanganya. "Bawa suamimu pergi sana, sana!" usirnya pada Sungmin. Kyuhyun melempar kotak tisu didekatnya pada Donghae. Sungmin dan Eunhyuk menggelengkan kepalanya.

15 menit kemudian. Kyuhyun sudah membersihkan badan dan kini berada di meja makan. Sembari makan, Kyuhyun pun menjadi seorang pembimbing belajar bagi Priyanka dan Minhyun. Kedua putrinya memang lebih memilih Ayah mereka dari pada pergi ketempat bimbel di luaran sana. Toh, Ayah mereka mempunyai otak yang cerdas.

Minhyun menjambak rambutnya frustrasi. Bukan, gadis itu bukan frustrasi karena pusing dengan penjelasan sang Ayah namun ia gemas melihat kakak perempuannya yang sedari tadi terus mengatakan tidak mengerti dan merengek pada Ayahnya untuk menjelaskannya lagi.

"Aduh, Priyanka isi otak kamu apa sih?" jerit Minhyun. Priyanka melempar deathglarenya pada sang adik.

"Minhyunnie" tegur Kyuhyun pelan karena Minhyun sudah berbicara tidak sopan pada kakaknya. Minhyun cemberut. Kyuhyun menghela nafasnya lalu menatap Priyanka. "Mana yang kurang mengerti, hm?" tanyanya.

Priyanka dengan patuh menujuk pada soal yang belum ia mengerti. Kyuhyun dengan penuh kesabaran menjelaskan satu persatu pada putrinya.

Dari ruang tengah, Sungmin terus memperhatikan sang suami dengan mata berbinar. Eunhyuk menggelengkan kepalanya. "Kau bertingkah seperti anak remaja perempuan yang tergila-gila pada si Songsengnim tampan"

"Eunhyuk-ah"

Eunhyuk yang melihat Donghae masih bermain dengan Hana dan Kayla menoleh pada Sungmin. "Hm?"

"Aku pernah belajar bersama Kyuhyun saat SMA"

"Lalu?" Eunhyuk menaikan sebelah alisnya.

Sungmin menengok pada Eunhyuk lalu tersenyum lebar. "Aku tidak bisa konsentrasi sama sekali hihihi~" sudah Eunhyuk duga jawabannya seperti itu.

Kembali pada Kyuhyun yang kini sudah selesai menjelaskan pelajaran pada Priyanka. "Bagaimana sudah mengerti?" tanyanya.

Priyanka menunduk dan menggeleng. Minhyun sudah bersungut-sungut ria. Apa kakaknya begitu bodoh? Padahal Ayahnya sudah menjelaskan sedetail mungkin hingga mudah di pahami.

"Ada masalah? " tanya Kyuhyun karena ia perhatikan Priyanka tidak konsetrasi sama sekali. Priyanka mengangguk. "Apa?"

Gadis 15 tahun itu mendongak, menatap manik hitam Ayahnya. "Dad"

"Hm?"

"Kosmetikku hampir habis" ujarnya.

"Apa?" Kyuhyun membeo.

Priyanka tersenyum menampilkan gigi putihnya. "Aku minta uang untuk beli kosmetik baru"

Minhyun sudah membenturkan kepalanya pada meja makan sedangkan Kyuhyun ingin rasanya menggigit piring kosong bekas makannya tadi. Jadi Priyanka tidak konsentrasi belajar hanya karena memikirkan kosmetik?

.

Uri Family

.

Kyuhyun terkekeh melihat tingkah manja Sungmin. Mereka sudah berbaring cantik di ranjang king size dengan tubuh yang saling menempel. Bahkan perut Sungmin yang membuncit seakan bukan halangan.

"Aku yakin jika kau lebih lama melempar senyum polos itu padaku, ranjang ini akan berderit" bisik Kyuhyun.

"Issh~" Sungmin menepuk dada bidang Kyuhyun pelan. Selalu saja suaminya berkata seperti itu, namun sekarang 'berderit' sungguh membuat tubuh Sungmin panas dingin. Biasanya kata yang sering keluar adalah menerkam lah, horny lah, tidak tahan lah tapi jika boleh jujur, Sungmin menyukainya.

"Gomawo" Sungmin mendongak menatap wajah tampan suaminya.

Kyuhyun menarik sudut bibirnya. Ia mengecup kening Sungmin dan menyandarkan pipinya di kepala sang istri. Sebelah tangannya melingkari bahu Sungmin dan mengelus lengan istrinya. Sedangkan satunya lagi tengah bertaut dengan tangan Sungmin.

6 bulan yang lalu Kyuhyun mempercayakan Donghae untuk memegang salah satu anak cabang perusahaan di daerah Busan. Donghae dan Eunhyuk pun pindah. Namun beberapa minggu yang lalu Donghae bercerita jika Eunhyuk tidak betah tinggal di Busan, meminta Kyuhyun memindahkan pekerjaannya lagi ke Seoul. Dan kebetulan Kyuhyun pun berpikiran yang sama. Ia cukup kewalahan dengan pekerjaannya, kerena sebelumnya ada Donghae yang siap sedia membantunya karena pria itu adalah sahabat sekaligus sekertarisnya.

Kebetulan lagi, tetangganya akan menjual rumah yang di tempatinya dan Kyuhyun langsung bergerak cepat mengurus ini itu seputar pembelian rumah, atas nama Donghae. Ya hitung-hitung hadiah pernikahan Donghae dan Eunhyuk yang memasuki tahun ke 10. Donghae sempat menolak karena hadiah sebuah rumah itu terlalu berlebihan namun Kyuhyun memaksa dan tidak mau menerima penolakan hal yang selalu membuat Donghae ingin menjitak kepala sahabatnya itu.

"Aku tidak menyangka kau bisa melakukan itu" Sungmin menggerakan kepalanya, mencari posisi nyaman bersandar di dada Kyuhyun.

"Aku bisa melakukan apa saja" ucap Kyuhyun bangga. "Aku selalu cemas meninggalkanmu sendirian di rumah dengan perut besar seperti ini. Setidaknya ada Eunhyuk yang akan menggatikanku saat aku pergi bekerja"

"Eunhyuk lebih cerewet dari mu" Sungmin pura-pura merengek.

"Aku senang, karena Eunhyuk tidak bisa kalah darimu" Kyuhyun mencubit hidung bangir Sungmin lalu mengecup lagi dahi istrinya.

"Kau senang melihatku menderita ya" rajuknya. Kyuhyun di buat gemas dan tidak bisa menahan lagi. Ia mengangkat dagu Sungmin dan memberi lumatan pada bibir bawah istrinya.

Ciuman itu berubah semakin intens. Dan Sungmin tahu jika sudah begitu mereka akan berlanjut pada sesi berikutnya, bercumbu. Sungmin tentu tidak keberatan. Ia sebenarnya meresa bersalah karena sudah jarang memberi 'kebutuhan' Kyuhyun.

Sungmin sempat mendapat semburan bertubi-tubi dari Ryeowook, Dokter pribadi dan juga adik Sungmin. Umur di akhir 35-40 tahun memang masih bisa untuk mengandung tapi tetap ada resiko. Apalagi kenyataan jika Sungmin sudah melahirkan 10 kali membuat rahim wanita itu hampir mancapai batas akhir.

Itu pula yang membuat Kyuhyun khawatir. Sungmin pun menolak mentah-mentah usulan Kyuhyun untuk mempekerjakan seorang maid atau suster pengasuh.

"Ini tubuhku. Aku tahu sampai mana batasannya dan aku yakin aku masih mampu mengurusmu dan juga anak-anak. Jadi aku tidak mau ada maid dan suster pengasuh. Kalau tetap saja kau seperti itu aku akan pulang kerumah orang tuaku"

Begitulah yang Sungmin katakan. Kyuhyun hanya bisa menunduk dan mengangguk menurut. Sungmin memang keras kepala dan hal yang fatal jika Kyuhyun berusaha beradu argumen.

Seringkali Kyuhyun mendapati wajah Sungmin yang berubah pucat. Mengurus rumah dengan keadaan tubuh lemah bukan hal yang mudah apalagi Sungmin harus mengurus 10 anak mereka dan juga dirinya. Entah hal apa yang membuat istrinya bisa sebegitu keras kepala.

Cumbuan itu sudah beralih, kini Kyuhyun menyerang leher dan bahu Sungmin. Kyuhyun terus mengecupi leher putih itu, membuat Sungmin semakin mendongakkan kepalanya memberi akses lebih terbuka untuk Kyuhyun.

Kyuhyun kembali mencium bibir Sungmin. Memagutnya agak keras lalu berubah lembut sebelum ia melepaskannya. "Tidurlah" Ia tersenyum dan mengecup kening istrinya. Tangannya dengan terampil merapihkan baju piyama Sungmin yang agak terbuka karena ulahnya.

Kyuhyun menoleh pada Sungmin yang menahan lengannya saat ia hendak beranjak. "Biar aku bantu" ucap Sungmin. Wanita itu tahu Kyuhyun akan 'menuntaskan'nya di kamar mandi.

"Tidak. Kau tidur saja, ya" Kyuhyun membaringkan Sungmin. Membenarkan selimut dan kembali mengecup dahi istrinya kemudian beranjak menuju kamar mandi.

Sungmin menghembuskan nafasnya saat pintu kamar mandi di tutup. Ia mengelus perut buncitnya dari luar selimut lalu mengerucut sebal. Lagi-lagi Kyuhyun menolaknya.

Ish, sok sekali suaminya itu batin Sungmin. Padahal Sungmin tahu jika Kyuhyun pasti senang mendapat servisnya walau dengan tangan dan mulut.

Sungmin menggigit bantalnya gemas. "Awas saja, lain kali aku akan memaksanya" gumamnya penuh tekad membara bergejok berapi-api (?).

Ya, siapapun yang melihat tingkah wanita hamil satu itu pasti akan berpekik gemas.

.

.

.

.

.

TBC

Inilah chapter duanya. Belum ada konflik sih cuman jelasin keseharian Cho family, ada tambahan cast tuh, Donghae dan Haehyuk huft total cast di chapter dua nambah kkkk.

Jujur aku sendiri kurang puas dengan chapter 2 ini, berasa ada yang kurang heheh. Ya udah deh karena menurut pribadi ini kurang pas aku bakal update 3 hari kedepan, insya allah :D, hari sabtu?

Makasih yang udah fav dan fallownya dan super makasih buat teman-teman yang udah kasih reviewnya. Jadi lanjut berchapter nih :). Sekali lagi aku kasih warning ya, Ff ini banyak OOCnya dan mungkin pas konflik anak-anaknya, Kyumin cmn kebagian 45-50 persen.

Jongmal gomawo to :

TikaYeMin, cici fu, kiran theacyankEsa, PumpkinEvil137, cloudswan, anis I mufidah, nurindaKyumin, sandrimayy88, hyuashiya, park yueteuk, ismayminniELF, Cho MeiHwa, abilhikmah, TiffyTiffanyLee, SecretVin137, WineKyumin137, leedidah, SuniaSunKyu137, Kim Yong Neul, ratu kyuhae,nanayukerro, Asdewi30, dewi k tubagus, theresialee, sefi cho, kyukyu, Guest, ikakyuminss, orange girls, minnie, fans beratnya hyuk fens beratnya ff lee minry ssi, minkyu27, nova137, park heeni, kyumingbaby, nuralrasyid, PaboGirl, fitriKyuMin, lee kyurah, indriwidiaw, TDWFTD, adekyumin joyer, melee

Makasih bgt ya, mind review again

Untuk next chapter:

Priyanka menatap Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca. Ia sungguh sangat kesal pada Daddynya. "I hate you" teriaknya lalu berlari menuju kamarnya di lantai dua.

.

"Dia bilang dia membenciku" gumam Kyuhyun.

"Tidak Kyu, dia hanya sedang marah dan kesal" Sungmin mencoba menenangkan.

.

"Aku milihat Priyanka masuk mobil temannya. Kenapa kau membiarkan Priyanka keluar? Aku sedang menghukumnya Min"

"Ya Tuhan, Min. Aku sangat khawatir. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Priyanka? Tidak tidak tidak"

"Kyu"

.

Nah! See you next chapter chingudeul ^^