Jika semua orang menganggap Uchiha Sasuke adalah sebuah perwujudan dari segala kesempurnaan maka mereka salah besar, Sasuke memang tampan -Sangat! Akan tetapi semua tak semulus yang mereka lihat. Terlahir dari sebuah keluarga yang menjungjung tinggi harga dan martabat tak membuat Sasuke menjadi orang yang berharga diri tinggi pula dan dia menyadari itu. Semenjak awal kelas tiga di Junior High School Sasuke mulai meragukan orientasi seksualnya, dia sering sekali melirik para senpai yang menurut dia gagah, mengintip dan berimajinasi liar dengan kaum sesamanya dan sasuke tidak cukup bodoh untuk mengumbar-umbar rahasia besarnya. Cukup sulit memang untuk menutupi semua itu dari orang lain terutama pada keluarganya.
Berulangkali Sasuke menahan diri untuk tidak melakukan seks dengan pria yang disukainya. Kata 'suka' belumlah cukup untuk membuat Sasuke meyerahkan segala aset pribadnya kepada pria lain. Sasuke akan menunggu... menunggu sampai dia rela dan dengan senang hati meyerahkan semua yang ada pada dirinya dan Sasuke yakini jika saat itu tiba, maka dirinya tak akan ragu lagi -bahwa dirinya telah jatuh cinta.
_x_x_x_
Atap Sekolah
"Oi, teme..."
"..."
"TEME !"
"Urusai Dobe." Balas Sasuke kesal.
"Kenapa kau malah melamun, dari tadi aku bertanya kenapa kau menyuruhku untuk pergi keatap ?"
"Apa kau tuli ! kita akan melakukan kesepakatannya disini, SEKARANG !" Sewot Sasuke pada Naruto yang mulai rewel bertanya-tanya.
Tanpa diduga-duga wajah Naruto mulai memerah dengan gagap Naruto kembali bertanya kepada Sasuke.
"A-Ano... ma-maksudmu kesepakatan untuk melihat 'itu' mu, Suke ?"
"Hn."
"K-Kau yakin ?" Beo Naruto lagi.
"Hn."
"Di lingkungan Sekolah ?"
"Sekali lagi kau bertanya, akan ku pastikan lidahmu terpotong, Dobe !" Urat kesabaran Sasuke sudah putus karena meladeni orang bodoh didepannya.
GLUP !
"G-Gomen, Sasuke-sama." Nyali Naruto menciut ketika Sasuke mulai mengeluarkan aura tidak bersahabat.
"Sudah lupakan, kita mulai saja..."
Tiba-tiba Sasuke menarik dasi yang dipakai Naruto agar lebih dekat dengannya, membelai dada Naruto sambil berbisik sensual.
"Siapkan mentalmu untuk melihat keindahan sebenarnya Naruhh~ "
Tiba-tiba Sasuke mulai melepaskan sabuk dan riseleting celananya. Berniat menggoda Naruto, dengan gerakan Slow motion Sasuke menurunkan celanannya sedikit demi sedikit. Tak ingin melewatkan kesempatan yang ada, Naruto pun mulai membuka matanya lebar-lebar dan tak lupa juga bibirnya yang terus terbuka dengan sesekali menjilat bibir bawahnya yang terasa kering melihat pemandangan erotis didepannya . Apakah boleh saat ini dirinya mengatakan 'Dream comes true' ? Bolehkah ? Boleh ?
Melihat pantat Sasuke yang masih terbungkus celana saja sudah membuat Naruto kembang-kempis, apalagi melihat aslinya tanpa terhalang apapun. Yahh semoga saja stok penahan hawa nafsu masih ada dalam dirinya.
"Bagaimana ?" Tanya Sasuke sambil berbalik memunggugi Naruto dan sedikit memonyongkan pantat sexy-nya. "Kau suka...?" Lanjut Sasuke sambil berseringai.
"Umm..yahh..T-Tapi celana dalam mu masih menutupinya, Sukee." Dengan gugup Naruto menyeuarakan pikirannya.
"Kau ingin membukanya ?" Pancing Sasuke sedukatif.
"A-Apa boleh ?" Tanya Naruto tak percaya karena Sasuke menawarkan hal yang menurutnya mustahil keluar dari mulut Sasuke.
"Aku mengijinkannya Naruu~..." Balas Sasuke sambil menunjukan wajah melas menggoda. "Bukankah ini kesempatan langka bisa membukakan celana dalam milik seorang Uchiha Sasuke ?"
Sekali lagi Sasuke menggoda Naruto yang dari tadi terus memandangnya tanpa berkedip. Mendengar penuturan Sasuke, Naruto pun mulai mendekat dan perlahan-lahan menurunkan celana dalam Sasuke yang berwarna hitam kebiruan.
OHHH...DAMN IT !
This is amazing butt !
Lihatlah ini, aset pribadi Sasuke begitu menggiurkan. Kulitnya yang putih-bersih dan bongkahan kembar yang terlihat kenyal itu membuat tampungan nafsu dalam diri Naruto jebol seketika. Tidak berpikir jernih Naruto langsung saja meremas kedua bongkahan itu dengan tangannya.
"Ughh~... " Lenguhan Sasuke lolos begitu saja saat mendapatkan serangan yang tiba-tiba ini. "Apa yang kau lakukan Dobe ! ingat kesepakatannya, kau hanya boleh melihat sajahhh..ahh !" Protes Sasuke tidak terima, tapi walaupun begitu sama sekali Sasuke tidak menghentikan aksi mesum Naruto yang kian gencar meremas pantat sexy-nya.
"Aku tidak peduli lagi dengan kesepakatan itu, aku tidak bisa menahan diri lagi, Suke." Balas Naruto yang sudah dikuasai hawa nafsu.
"T-Tidahh..ahh.. kau melanggarnya Dobe, lepaskan tangan mu dari bokong ku.."
"Kalau begitu buatlah kesepakatan baru, apapun itu asalkan aku boleh menyentuh mu, ne ?" Bisik Naruto sambil menjilat daun telinga Sasuke sensual. Sekarang Naruto mengakui bahwa dirinya kalah telak dari pesona seorang Uchiha Sasuke. Persetan dengan rival atau apa pun itu yang pasti Sasuke sangatlah menggoda untuk dilewatkan.
"Apapun ?" Tanya Sasuke disela-sela desahannya.
"Ya, apapun itu."
Mungkin Naruto sudah mulai hilang kewarasannya karena dia tidak berpikir panjang akan ucapan yang barusan dia katakan, tanpa tahu bahwa kaliamat itu benar-benar akan memerangkap dirinya. Dilain pihak Sasuke yang mendengar pun lagi-lagi menyeringai senang karena jebakannya benar-benar sukses.
Dengan gerakan tiba-tiba Sasuke menepis tangan Naruto yang masih nakal meremas-remas pantatnya. Dengan beralaskan celana seragamnya yang telah tanggal Sasuke menungging memperlihatkan pantatnya lebih lebar ke hadapan Naruto.
"Silahkan, sentuh aku Naruhh~..." Ucap Sasuke dengan suara sexy-nya.
JDERRR
Bagai tersambar halilintar Naruto menganga benar-benar tak percaya dengan apa yang dilihatnya, seorang Uchiha Sasuke, *ingat seorang UCHIHA ! menungging dihadapannya dan minta disentuh !
Demi arwah leluhur keluarga Uchiha, Naruto tidak akan pernah lagi membenci Sasuke jika seperti ini caranya.
"Bersiaplah Suke !"
Matanya mengelap, dengan pasti Naruto mengeluarkan 'kebanggannya' dari kukungan yang begitu meyesakan. Mulai dengan meremas kembali pantat binal Sasuke, Naruto juga menggesek-gesekan penisnya diantara celah dua bongkahan kenyal itu.
"Ahhh..ahh...Naruhh..." Desah Sasuke merasa nikmat.
"Ughh~ ini begitu halus dan kenyal" Naruto terus saja menggesekan penisnya dengan kencang, menghimpitnya hingga terlihat warna kemerahan dipantat Sasuke. Sesekali Naruto menekan-nekan ujung penisnya pada kerutan kecil berwarna pink yang merupakan lubang anus milik Sasuke.
"Kau masih ketat, a-aku tidak bawa lotion."
"Ahh..be-berikan jari tanganmu pada ku, Dobe."
Langsung saja Naruto mengarahkan jari-jemarinya dan dengan sigap Sasuke menjilati dan mengemut ketiga jari Naruto. Melihat bagaimana erotisnya Sasuke menggulum membuat Naruto semakin tegang.
Menarik tangannya kembali, Naruto memasukan jari tengahnya yang sudah licin dengan liur kedalam lubang anus Sasuke. Menambahkan jari telunjuk dan jari manisnya, Naruto mulai mengaduk-ngaduk dan melonggarkan lubang tersebut. Merasa sudah pas Naruto memasukan miliknya dalam sekali hentakan.
"Arghhhhhhhh..." Teriak Sasuke kesakitan. "Apa kau sudah gila ! mengapa kau memasukannya dalam satu kali hentak, BODOH !"
"M-Maaf, aku benar-benar hilang kendali. Ini sangat nikmat sekali, hangat dan lembab Ahh.." Bela Naruto "Boleh aku bergerak sekarang ?" tanya Naruto kemudian.
"Hn. Bergeraklah."
Perlahan tapi pasti Naruto bergerak memaju-mundurkan penisnya, semakin lama kecepatan Naruto semakin bertambah cepat sehingga suara erangan dan desahan meluncur dengan deras dari mulut Sasuke. Bagaimana penis Naruto yang panjang dan besar menghentak-hentak prostatnya tepat sasaran OH ! jangan lupakan tangan nakalnya yang sekarang terus memelintir puting susu-nya.
'Sial ! seks dengannya begitu Nikmat' Pikir Sasuke yang mulai terhanyut dengan permainan Naruto. Jujur, kali ini dia mengakui bahwa pria yang menggagahinya ini begitu ahli.
"Ahhh...ahh...a-apa kau pernah melakukan seks dengan oranggg ahh lain ?"
Bukannya menjawab Naruto justru menarik kepala Sasuke untuk mencium dan melumat bibirnya brutal. Bunyi kecipak basah antara dua lidah yang saling beradu membuat suasana sore itu malah panas.
Lalu pepatah apa lagi untuk menggambarkan keadaan Naruto kali, dia sungguh kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan rasa senangnya karena bisa bercinta dengan orang yang dari kemarin terus terbayang-bayang olehnya. Walaupun ini bukan seks pertama dia, tapi ini merupakan pengalaman pertamanya seks bersama dengan seorang Uchiha Sasuke dan ini sungguh luar biasa nikmat, menakjubkan, awasome dan apalah apalah...
Suara erangannya yang sexy, lubang anusnya yang menjepit halus penisnya serta bibirnya yang manis membuat Naruto tak ingin mengakhiri kegiatan ini cepat-cepat. Maka dari itulah Naruto tidak menjawab pertanyaan Sasuke, pertanyaan seperti itu sungguhlah sangat menjebak. Jika Naruto bilang dia sudah pernah melakukannya bisa jadi Sasuke minta berhenti karena menganggap dirinya pria cabul yang suka nge-seks dengan sembarang orang dan jika dia menjawab belum pernah itu namanya bohong, lalu mungkin juga Sasuke akan meragukan dirinya karena tidak ahli dan tidak bisa membuat Sasuke mendesah keenakan lagi. So, What ?
Keep silent to have fun.
"Ahhh..ahh...faster...ahh.."
Ughh~ tuan Sasuke ini benar-benar sudah terbuai, tanpa ragu meminta sodokannya lebih cepat. HoHoHo... good job for Naruto.
"AH ! NARUU~ ...i will cum..cum~ ahh..Naruuhh.."
Otot-otot perut Sasuke mulai berkotraksi mengisyaratkan bahwa dirinya sudah tak bisa membendung ejakulasinya lagi.
"ka-kau ingin aku keluar didalam atau diluar Sukee..."
"Di-Didalam...ahh...keluarkan didalam Dobe, I want your sperm..." Ucap Sasuke mulai tak karuan.
"Bersama Suke...ah..."
Didetik-detik menjelang klimaks Naruto menambah kecepatan tusukannya pada anus Sasuke yang sudah becek dengan cairan pre-cum miliknya.
"Arghhhhh...ahhh k-keluarr..Naruuhhh..."
Memegang pinggul Sasuke lebih erat Naruto dan Sasuke pun mencapai klimaks bersama.
CROTT
CROTT
Cairan sperma Naruto terus keluar menyemprot titik terdalam dan memenuhi lubang anus Sasuke.
'Hangat'
Pikiran Sasuke sudah buram, sensasi ini baru pertama kali Sasuke rasakan seumur hidupnya sampai saat ini. Keinginannya yang dulu dia tahan akhirnya bisa ia lakukan.
"Luar biasa Sasuke ! ini adalah seks terhebat yang pernah aku alami. Aku keluar banyak sekali." Ucap Naruto yang terengah-engah setelah aksinya membobol anus Sasuke.
"Jadi,sebelumnya kau pernah bercinta dengan orang lain ?"
Tanya Sasuke yang terlihat kesal mendengarnya. Naruto melihatnya, tatapan matanya yang sulit diartikan tercetak jelas dimata Sasuke.
"Umm...yahh...diumurku yang beranjak 18 tahun kurasa wajar saja jika aku sudah pernah melakukannya hehe.." Naruto tertawa canggung ragu akan alasannya yang kurang jelas.
Sasuke mendorong Naruto hingga terlentang membuat tautan penis dianusnya terlepas. Beranjak dari posisinya Sasuke menduduki perut Naruto tak peduli lelehan sperma yang terus keluar dari lubangnya mengotori seragam Naruto.
"Kau ingat ucapanmu sebelum kita bercinta ?"
GLUPP !
'Mati aku'
Naruto baru ingat sekarang dirinya menjanjikan suatu hal yang akan sangat menguntungkan Sasuke.
"I-Iya aku ingat. Aku akan memberikan kesepakatan apapun itu."
"Kalau begitu aku ingin mengatakannya padamu."
"A-Apa ?" Tanya Naruto dag-dig-deg
Mencodongkan kepalanya Sasuke menjilat bibir bawah Naruto.
"Kau... Harus jadi miliku"
"APA!" Teriak Naruto kaget.
"Hn. Aku mencintaimu."
Sasuke mengungkapkan isi hatinya pada Naruto. Entah sejak kapan, Sasuke tidak tahu pasti. Sejak pertama kali melihatnya Naruto sedang menyelamatkan seekor kucing liar yang hampir tertabrak dan dirinya mulai merasa tertarik, perasaan ini sudah jelas berbeda dengan rasa sukanya pada Senior kala masa Junior High School dulu. Ini bertahan lama dan semakin dalam. Tak peduli Naruto selalu menganggapnya rival Sasuke akan terus mencari perhatiannya agar bisa lebih dekat dengan Naruto. Makanya saat Naruto mulai tertarik dengan bagian bawah tubuhnya Sasuke memanfaatkan itu sebagai jalan untuk mendapatkan Naruto yang memang tidak peka, bodoh dan mesum.
"K-kau serius ?"
"Tak ada orang yang akan memberikan keperjakaannya Cuma-Cuma kalau bukan dengan orang yang dicintainya Dobe !" Ucap Sasuke sambil mengusap pipi Naruto pelan. " kecuali para jalang tentunya." Lanjutnya.
"T-Tapi aku su-hhmmmp.."
Perkataan Naruto terputus karena Sasuke lebih dulu membungkam mulut Naruto dengan bibirnya.
Lembut dan...Nyaman.
Bagaimana ciuman itu seperti menyampaikan perasaan Sasuke sesungguhnya . Melepaskan ciumannya Sasuke kembali berucap.
"Ini adalah kesepakatan Dobe, aku tidak menerima kata tidak."
Tersenyum lembut Naruto menjawab peraasaan Sasuke yang benar-benar tulus mencintainya. "Ha'i, aku mengerti. Kurasa tak perlu waktu lama untuk bisa mencintaimu juga, Suke."
"Hn."
"Kalau begitu ronde kedua Suke, hmm ?"
Dan mereka berdua pun melanjutkan kegiatan mereka sampai malam menjelang.
.
.
.
FIN
Omake
Hacuhhh...
"Ini salahmu Dobe ! aku jadi masuk angin seperti ini." Omel Sasuke yang dari tadi terus mengigil kedinginan karena udara malam disekitarnya.
"Maaf..maaf..maka dari itu ayo aku antar pulang."
"Apa kau gila ? ini sudah jam 10 malam. Kau ingin aku dipotong dengan katana ! ayahku pasti akan marah besar melihat penampilanku saat ini."
"Baiklah..kita ke apartemenku saja, aku bantu merapihkan seragam mu." Pasrah Naruto.
"Hn."
Tiba-tiba Sasuke berseringai licik "Oyah.. ingat kesepakatanya Dobe ! besok kau harus berlutut minta maaf padaku dihadapan seluruh siswa sekolah ini."
.
.
"HEEEEEEEEE..."
FIN beneran….
Karena ada yang nyuruh buat publish di FFN yaaa sudahlah …saya publish.
