New World Alliance
Pair :
[Naruto U. x ...]
[Madara U. x ...]
Genre : Gaje
Rating : M
Warning : Naruto bukan milik saya, begitu juga dengan highschool, maka dari itu jika karakter menjadi OOC, Gaje dan lain-lain jangan heran
Summary :
Perang dunia Shinobi ke-4 telah dimulai, kebangkitan Kaguya sudah terjadi, kekalahan Naruto dan Sasuke adalah kehancuran bagi dunia Shinobi, Tetapi menjadi awal misi Baru bagi Naruto saat ia berjumpa dengan Madara.
Chapter 2 : Awal
Malam berlalu, kini pagi hari menyambut kota Kuoh, Aktifitas masyarakat pun dimulai kembali, tapi tidak dengan remaja berambut kuning jabrik yang masih asik tidur.
Dorr..dorr..dor..
"Naruto..hoiy..Naruto bangun" Madara mengetok pintu kamar Naruto.
"5 menit lagi sialan" balas Naruto pada Madara yang membuat Madara kesal.
'Sialan ??' batin Madara
Duaarr
Seketika pintu kamar Naruto hancur dibelah oleh Susano'o Madara.
"Uwaaaahhhh...setan" seketika Naruto langsung duduk tegak menatap Madara
"Siapa yang kau panggil setan bocah ??" tanya Madara dengan Susano'o yang masih aktif.
"A..ano..t..adi aku bermimpi" Naruto mencari alasan.
"Cepat mandi dan bersiap, Hari ini kita cari informasi dan mengurus identitas didunia ini" ucap Madara
"Ini masih terlalu pagi Kuso jiji" ucap Naruto mengeluh
"Cepat Mandi atau kau Mati" Madara sudah memposisikan tangan Susano'o nya berada diatas kepala Naruto.
"H..ha'i" Naruto langsung lari kekamar mandi.
Setelah beberapa saat akhirnya Naruto selesai Mandi dan langsung keruang tamu.
"Apa kita menggunakan Henge lagi ??" tanya Naruto
"Memangnya kita punya pakaian selain ini ??" tanya Madara dibalas gelengan oleh Naruto.
"Kalau kau sudah tau ngapain nanya bocah sialan" Geram Madara.
"Oiya..aku lupa" ucap Naruto cengengesan
'Ini anak lebih bodoh dari Hashirama, sialan kau Hashirama, ternyata ada yang lebih bodoh dari kau' batin Madara berteriak kesal karena Naruto.
Setelah menggunakan Henge, mereka berdua keluar rumah untuk mencari informasi dan mengurus segala identitas mereka, tentu saja menggunakan mata Madara.
Pertama mereka pergi ke Fashion Shop untuk membeli baju, setelah itu mereka pergi ke kanton kependudukan untuk mengurus KTP, Ijaza palsu dan lain-lain, karena bantuan Sharingan Madara, akhirnya langsung jadi tanpa proses lama
"Kuso jiji, aku lapar, ayo kita makan" ucap Naruto menenteng tas belanjaan
"Hn" ucap Madara
Mereka pergi kewarung ramen, Naruto langsung memesan 5 porsi ramen ukuran jumbo.
"Dasar maniak Ramen" ejek Madara
"Ini makanan para dewa, kau tidak boleh menghinanya" ucap Naruto mengambil sumpit.
"Ya..ya terserah mu saja" ucap Madara cuek dan memakan Ramen.
"Setelah ini kita kemana ??" tanya Naruto.
"Mencari informasi, selesai makan kita langsung berpencar" ucap Madara
"Mengapa tidak menggunakan bunshin saja ??" tanya Naruto.
"Apa kau bodoh, kubilang kita harus berbaur terlebih dahulu, tidak ada Ninjutsu atau apa pun" ucap Madara
"Tapi kau menggunakan Sharingan" ucap Naruto
"Karena ini memang diperlukan" jelas Madara.
"Ha..."
Mereka dua melanjutkan makan dan setelah itu mereka langsung keluar dari warung ramen itu.
"Naruto, kita bertemu dirumah, hati-hati lah, jangan gunakan Chakra" peringat Madara.
"Iya...Aku tau" ucap Naruto.
"Baiklah, Sampai jumpa" Madara berjalan meninggalkan Naruto.
"Huh...ini merepotkan" Naruto berjalan sambil menghelakan Nafas sambil menenteng tas belanjaan yang berisikan baju.
Pagi hari berganti menjadi Sore, Naruto yang sudah berkeliling memutuskan untuk langsung pulang.
"Haaa...Lumayan melelahkan juga" ucap Naruto.
"Ahahaha...Kasian sekali kau Naruto" ucap Suara telepati dari rubah didalam Naruto.
"Dasar rubah jelek, Dari pada kau mengejek ku lebih baik kau tidur saja" ucap Naruto
"Bukan begitu Naruto, menurut mu bagaimana Madara yang sekarang ??" tanya Kurama
"Hm...dia baik, tapi kalau aku membayangkan perbuatannya didunia Shinobi, aku jadi tidak percaya dia berubah" ucap Naruto.
"Ahahaha...dia menasehati mu layaknya seorang ayah yang khawatir terhadap anaknya, Aku sendiri tertawa saat melihat kau diceramahi olehnya" ucap Kurama
"Dasar kau" ucap Naruto
Langkah Naruto terhenti saat melihat pemuda berambut coklat mengenakan seragam sekolah sedang berhadapan dengan pria yang menggunakan pakaian seperti mafia.
Naruto langsung sembunyi dibalik pohon dan menghilangkan hawa keberadaannya.
"Siapa mereka ??" tanya Naruto
"Aura mereka jelas bukan Manusia" ucap Kurama
"Begitu ya, aku akan memperhatikan mereka dari sini" ucap Naruto
"Hati-hati Naruto" peringat Kurama
"Hmm" Naruto memutuskan telepati
Sedangkan ditempat pemuda berambut coklat tadi sepertinya sedang terjadi percakapan.
"Jarang sekali Bertemu seseorang sepertimu ditempat seperti ini." ucap Pria yang mengenakan pakaian Mafia
"...?" Pemuda berambut Coklat itu tidak mengerti apa yang ia bicarakan
Pemuda yang ternyata bernama Hyudou Issei itu berjalan mundur untuk mengambil jarak dari pria itu.
Tetapi pria misterius itu mulai berjalan dengan kecepatan normal.
"Apa, mau coba lari? Siapa tuanmu? Pasti dia orang rangking rendahan atau dengan hobi aneh yang memilih tempat seperti ini sebagai wilayah. Jadi siapa tuanmu?" ucap Pria itu
Naruto terus memperhatikan keduanya dengan hati-hati
Issei berbalik perlahan, dan melihat bulu gagak jatuh yang membuatnya terkejut.
"Kamu pikir aku akan membiarkanmu lari? Karena inilah mahluk rendahan memang merepotkan." Pria itu muncul didepan Issei memakai jas dan dia punya sayap hitam tumbuh di punggungnya.
Naruto sedikit terkejut saat melihat pria itu mengeluarkan sayap gagak.
"Sayap gagak ?? Apa itu malaikat jatuh ??" guman Naruto
Pria itu kemudian mengeluarkan cahaya yang membentuk suatu benda yang kelihatan seperti tombak.
"Apa itu ?? Cahaya ??" pikir Naruto
Sluppp
Crashh
Mata Naruto melebar saat perut Issei sudah tertusuk benda itu. Kemudian sesuatu keluar dari mulutnya.
"Ughhh" Banyak darah keluar dari mulut Iseei diikuti rasa sakit yang hebat.
Issei jatuh berlutut, ia bisa merasakan perutnya terbakar. rasa sakit menjalar kesekujur tubuhnya. dan rasanya sakit tidak tertahankan.
Tap..
Tap...
suara langkah kaki mendekati Issei, ia menengok keatas, dan orang misterius itu membuat tombak lain dan memegangnya di tangannya.
"Pasti sakit. Cahaya adalah racun bagi mahluk sepertimu. Terkena ini akan menyebabkan luka fatal. Aku pikir tombak ini akan membunuhmu, walaupun aku telah kukurangi tenaganya. Tubuhmu lebih kuat dari dugaanku. Kalau begiu aku akan menyerangmu lagi dengan ini. Tapi sekarang akan kutambah sedikit tenaganya, Sekarang tamatlah kamu." ucap Pria itu bersiap melemparkan tombak lagi, Naruto yang melihat bersiap-siap untuk melesat.
Tap
Tapi tangan ditahan oleh seseorang dan ternyata orang itu adalah Madara.
"Madara" ucap Naruto
"Apa yang kau lakukan" ucap Madara masih menahan Naruto
"Lepaskan, apa kau tidak melihat orang itu ditusuk" ucap Naruto merontah
"Hentikan Naruto, sudah kubilang jangan gunakan Chakra atau apa pun" ucap Madara.
"Kau...
"Lihat itu" Madara menunjuk kearah Issei
Naruto langsung mengalihkan perhatiannya dan terlihat seorang wanita berambut merah melancarkan serangan untuk menahan tombak cahaya itu
"Jangan berani kau menyentuhnya." ucap Wanita itu
"Rambut Merah Pekat, Kau pasti wanita dari keluarga Gremory" Laki-laki itu mulai melihat ke wanita Berambut merah tua dengan mata penuh kebencian
"Namaku adalah Rias Gremory, Apa kabar tuan Da-Tenshi !? kalau kau mencoba melukai anak ini, aku tidak akan menahan diri."
Rias Gremory,dia adalah siswi diacademy Kuoh dan adalah sicantik berambut merah pekat.
Naruto sekarang dalam keadaan tenang, dan Madara melepaskan cengkramannya.
"Ini mungkin penting, kita harus mendengarkan apa yang mereka bicarakan" ucap Madara
"Hmm" jawab Naruto sebel
"Ya..ya. Jadi anak ini milikmu. Jadi kota ini juga wilayahmu, huh? Kalau begitu malam ini aku akan meminta maaf, Tetapi aku sarankankan agar tidak membiarkan pelayamu berkeliaran. Orang sepertiku bisa tidak sengaja membunuhnya ketika berjalan-jalan." ucap Prua itu
"Terima kasih sarannya. Kota ini berada dibawah pengawasnku, jadi kalau kamu menghalagi, aku tidak akan menahan diri." ucap Rias
Madara dan Naruto yang sedari tadi memperhatikan membuat mereka mendapat informasi yang lebih.
"Jadi begitu ya, ini adalah wilayah iblis" ucap Madara
Kembali kepercakapan mereka, sepertinya mereka saling berbicara dengan kebencian
"Aku juga akan mengatakan hal yang sama padamu, Penerus Keluarga Gremory. Namaku Donnasiege . Aku berharap kita bisa bertemu lagi." Laki-laki itu mulai mengepakkan sayap hitamnya, dan tubuhnya mulai melayang. kemudian dia terbang ke langit.
Madara menepuk pundak Naruto dan Naruto melihat kearahnya.
"Kita dapat informasi yang lebih penting, kufikir ini awal yang bagus, ayo kita pulang Naruto, setelah itu kita bicarakan rencananya" ucap Madara
"Baiklah, aku memang sedikit terkejut melihar wanita cantik seperti itu adalah iblis" ucap Naruto
Mereka berdua pulang menuju kerumah untuk membicarakan awal dari misi mereka, setelah sampai dirumah Naruto sedikit terkejut dengan rumah yang sudah di penuhi alat-alat elektronik dan perabotan.
"Wow...banyak sekali, dari mana kau mendapatkannya" ucap Naruto
"Tentu saja ku membelinya bodoh, Karena kita harus menyesuaikan kehidupan disini makanya aku membeli hal-hal yang biasa mereka gunakan didunia ini, lagian semua ini penting" jelas Madara.
"Begitu ya. Tapi lumayan juga, apa lagi benda ini, bisa menampilkan gambar" ucap Naruto menyalakan televisi.
"Hn..aku mau mandi dulu, setelah kita kita bicarakan tentang rencanya" ucap Madara menuju kekamarnya.
"Ah iya..aku juga mau mandi, tubub ku sudah lengket semua, apa lagi henge ini, aku lelah"
Boffttt.
Naruto melepaskan hengenya dan Masuk kekamar untuk mandi.
Setelah beberapa saat melakukan ritual, Akhirnya mereka berdua berkumpul diruang ramu dan duduk disofa yang saling berhadapan.
"Jadi ?? Apa rencananya ??" tanya Naruto langsung.
"Pertama, apa yang kau dapatkan saat berkeliling kota ??" tanya Madara.
"Hm..aku hanya mengetauhi mengenai benda yang bisa berjalan tanpa kuda, kalau tidak salah Namanya Mobil, lalu, aku mencicipi semua makanan yang ada dikota ini...kau tau ternyata banyak academy dikota ini...bla..bla.." Naruto menceritakan segalanya, Madara yang mendengarnya menjadi bosan, bisa dibilang apa yang dapatkan Naruto tidak ada yang penting.
"Cukup..." ucap Madara
"Eh ?? Aku belum selesai" ucap Naruto sebel
"Semuanya sama sekali tidak penting, kau bukan mencari informasi, tapi kau hanya menghabiskan uang mu saja" ucap Madara
"Heee...Namanya juga berkeliling, kau sendiri apa yang kau dapatkan ??" tanya Naruto
"Dengarkan, Nama kota ini adalah Kuoh, Aku sudah mencari mengenai informasi mengenai kota ini, dari yang kutau iblis juga berbaur dengan manusia dikota ini" ucap Madara
"Hanya itu saja ??" tanya Naruto mengorek lubang kupingnya.
"Setidaknya ini lebih bermanfaat dari yang kau dapatkan" ucap Madara.
"Tapi...dari yang kita dengar tadi, Iblis yang mengawasi tempat ini adalah Gremory, apa tujuan mereka mengendalikan manusia ?? " tanya Naruto
"Jangan langsung mengambil kesimpulan Naruto, Informasi mengenai iblis atau pun Fraksi lain masih sulit kita dapatkan" ucap Madara
"Ya..bagaimana pun juga, mereka bersembunyi dari manusia, jadi sangat sulit kalau kita berperan menjadi Manusia normal" ucap Naruto
"Hmmm..." Madara tampak berfikir
"Mungkin kau benar, tujuan untuk mencapai perdamaian harus berkerja sama dengan pemimpin tiga Fraksi, kita bahkan tidak tau harus menemui mereka bagaimana" ucap Madara.
"Haa...sulit juga ya, kalau kita memaksa para pemimpin datang pasti akan terjadi kehebohan besar" ucap Naruto
"Hn, disini kita jangan menggunakan kekerasan, perlahan kita mendekati iblis yang ada dikota ini" ucap Madara
"Caranya ???" tanya Naruto
"Para iblis itu bersekolah di Academy Kuoh, Aku akan mendaftarkan mu kesana besok" ucap Madara
"Apppppaaaaaa ?? Sekolah ?? Tidak..tidak..tidak...aku tidak mau" ucap Naruto
"Sudah diputuskan, kau harus bersekolah, atau kau.." Madara menunjukan mata abadinya yang membuat Naruto bergidik ngeri.
"B..b..baik" ucap Naruto
"Seperti itu lebih bagus, aku juga akan melamar pekerjaan disana menjadi guru" ucap Madara yang membuat Naruto nangis bombay.
"Jangan seperti itu, kita harus menujukan diri kita secara perlahan, jika menggunakam kekerasan itu akan sama saja seperti didunia Shinobi" ucap Madara
"Kau benar, tapi apa kau masih punya Rinnegan ??" tanya Naruto.
"Kalau itu aku masih punya, bagaimana dengan mu ?? Apa kyuubi masih ada ??" tanya Madara
"Ya..Kurama masih ada, hanya saja, chakra bijuu yang lain membaur dengan ku, artinya selain kurama yang lain tidak memiliki kesadaran" jelas Naruto
"Itu artinya kekuatan tempur kita sangat kuat, Aku tidak mengetauhi bagaimana kekuatan para pemimpin iblis atau dua fraksi yang lain, tapi Rinnegan adalah mata dewa, dan itu mutlak" jelas Madara
"Aku juga memiki Rikudo Senjutsu" ucap Naruto
"Tapi tetap saja, jangan menggunakan kekerasan jika bisa diselesaikan dengan kata-kata, dan jangan bertindak gegabah" ucap Madara.
"Aku mengerti" Naruto mengangguk
"Sepertinya pembicaraan untuk malam ini sampai disini, Kita lanjutkan besok, aku sudah ngantuk" ucap Madara beranjak kekamarnya.
"Hoooaaamm...aku juga ngantuk" Diikuti Naruto yang beranjak kekamar juga.
Xxxx
Malam hari berganti menjadi pagi yang cerah dikota kuoh, seperti rencana Madars tadi malam, ia langsung pergi ke Academy Kuoh untuk melamar pekerjaan dan mendaftarkan Naruto.
"Naruto..Aku pergi..untuk sarapan kau cari sendiri ya" teriak Madara dari luar kamar Naruto.
"Uuu..umm" Naruto masih tertidur pulas.
"Dasar bocah itu" Madara langsung pergi.
Sepanjang perjalanan kekuoh, Madara terus dilihati oleh Kaum hawa, tentu saja karena penampilan Madara yang tampan dan kece dengan setelan jaz hitam yang membuat para wanita merona.
Akhirnya ia sampai ditujuan, Yaitu Academy Kuoh, ia langsung masuk, tetapi ia tampak kebingungan mencari ruangan kepala sekolah.
Karena memperhatikan sekitar, madara tidak melihat jalan dan menabrak seorang siswi berambut hitam yang ditata dalam potongan bob pendek dan mata ungu. Ia memakai sepasang kacamata merah dan seragam sekolah perempuan Akademi Kuoh.
Bruukk
Wanita itu jatuh terduduk dan Madara langsung menyadari hal itu
"Maaf...aku tidak melihat, apa kau tidak apa-apa ??" tanya Madara
"I..iya..s..saya baik-baik saja" Tampak wanita itu sedikit merona saat ditatap oleh mata Onix Madara.
Wanita itu langsung bangkit dan membersihkan rok yang digunakannya.
"Ada ada yang bisa saya bantu tuan ??, kebetulan saya ketua Osis disini" ucap Wanita itu.
"Ah..kebetulan sekali, aku mencari ruangan kepala sekolah, apa kau bisa membantu ku ??" tanya Madara
"Tentu saja, mari saya antarkan" ucap Wanita itu berjalan diikuti Madara dibelakangnya.
'Iblis kah ??, dugaan ku benar' batin Madara menatap wanita itu dari belakang.
Akhirnya mereka berdua sampai diruangan kepala sekolah yang dicari oleh Madara.
"Ini ruangannya" ucap Wanita itu.
"Terima kasih" ucap Madara
"Baiklah, Saya permisi" ucap wanita itu tanpa menaruh curiga pada Madara.
Madara langsung masuk keruangan kepala sekolah itu, ia segera melamar pekerjaan dan diterima menjadi guru Matematika dan Olaraga, ia juga sudah mendaftarkan Naruto dan bisa langsung masuk besok.
Setelah selesai semua urusannya, Madara pamit kepala sekolah dan keluar dari ruangan itu. Pada saat berjalan dilorong, ia berpaspasan dengan Rias Gremory dan Akeno. Madara lewat dan melirik dari ujung matanya, begitu juga dengan rias yang sedikit melirik Madara.
"Ada apa Rias ??" tanya Akeno.
"Ah..ayo.." ucap Rias
Begitu dari Academy, Madara berniat langsung kembali kerumah, dengan membawa tas tenteng yang berisi seragam Kuoh, ia singgah disuper market terdekat.
"Ah...sedikit merepotkan sih, tapi dari pada makan diluar terus lebih baik masak" guman Madara memilih Sayur dan daging.
Setelah menyelesaikan urusan belanja, ia melanjutkan perjalanan menuju kerumah.
"Tadaima" ucap Madara sudah sampai.
"Okaeri" jawab Naruto memakan Ramen sambil menonton.
"Hoiy Naruto" panggil Madara
"Hm ??" Naruto melirik kearah Madara.
"Ini" Madara melemparkan tas tentengan yang ia bawa tapi.
"Apa ini ??" tanya Naruto menyambut tas itu.
"Itu seragan sekolah mu" ucap Madara.
"Oh.."
"Aku mendaftarkan mu dengan Aku sebagai wali mu, kuharap kau tidak membuat hal yang mempermalu kan nama ku" ucap Madara.
"Iya..iya..kau ini cerewet sekali Kuso Jiji" ucap Naruto kembali memakan Ramennya.
"Dasar" Madara beranjak kedapur untuk meletakan belanjaannya. Setelah itu ia masuk kekamar untuk mengganti pakaian resminya. Dan saat ini ia hanya menggunakan baju kaos dan celana jeans pendek. Ia keluar dari kamar menuju ke ruang tamu.
Madara langsung mengambil posisi duduk disebelah Naruto. "Tadi aku bertemu dengan mereka lagi" ucap Madara.
"Siapa ??" tanya Naruto.
"Para iblis yang mengawasi kota ini, mereka semua masih remaja" ucap Madara.
"Jadi para iblis menyuruh iblis mudah untuk mengawasi suatu kota ??" tanya Naruto.
"Mungkin seperti itu"
"Mulai sekarang kita akan menuju ekstensi kita kepada mereka, ternyata aku salah jika hanya menggunkan kata-kata, kita akan gunakan kekerasan jika itu diperlukan" ucap Madara.
"Aku setuju, biar pun tujuan kita disini menciptakan perdamaian, aku tidak sudi melihat mereka bertindak seenaknya didunia manusia" ucap Naruto.
"Hn"
Xxxxx
Singkat Cerita hari telah berganti, Hari ini adalah hari pertama Naruto bersekolah dan Madara bekerja.
"Naruto...cepat keluar" Teriak Madara dari meja makan.
"Iyaaa" balas Naruto. Akhirnya ia keluar juga, terlihat penampilannya memakai blazer hitam dengan aksen putih di atas putih, kemeja lengan panjang dengan pita hitam di kerah, celana panjang hitam, dan sepatu cokelat yang membuat dia seperti "Pangeran Tampan yang menawan".
"Seragamnya lumayan bagus" ucap Madara.
"Hm..yang seperti ini tidak ada didunia kita sebelumnya" ujar Naruto.
"Hn, sebaiknya kita segera berangkat. Ini adalah Hari pertama mu, jangan sampai telat" ujar Madara.
"Ayo..." mereka langsung pergi. Tak lupa mengunci pintu Rumah.
Disepanjang perjalan, Mereka banyak dilihati oleh Kaum hawa, baik yang tua, muda, atau pun anak-anak. Karena Sepertinya penampilan Madara dan Naruto membuat mereka tepersona.
Tak lama setelah itu mereka berdua sampai digerbang Academy Kuoh dan langsung menuju kekantor kepala sekoksh.
Tok..
Tok..
Tok..
Madara mengetuk pintu ruangan kepala sekolah itu.
"Silahkan Masuk" ucap Seseorang dari balik pintu.
Cklekk..
Madara dan Naruto langsung masuk mereka disambut oleh Kepala sekolah.
"Oh Uchiha-san, Selamat pagi" sapa kepala sekolah.
"Selamat pagi" ucap Madara.
"Jadi ini anaknya ya?" tanya Kepala Sekolah.
"Ha'i, saya Naruto Uzumaki, salam kenal" Naruto membungkuk 90 derajat
"Baiklah Uzumaki-san, dilihat dari usia mu, aku akan menempatkan mu di kelas 2-B, silahkan berikan surat ini pada guru yang berada dikelas itu." Ucap kepala sekolah itu sambil memberikan surat kepada Naruto.
"Ah..iya..kalau gitu saya permisi" ucap Naruto menerima surat itu lalu langsung menuju keruang kelas.
"Dan untuk mu Uchiha-san, saat ini kau bisa langsung masuk ke Kelas 3-A" ucap Kepala sekolah.
"Aku mengerti, saya mohon pamit" ucap Madara keluar dari ruangan itu.
Kembali ke Naruto, saat ini terlihat ia mencari ruangan 2-B.
"Ah..ini dia" Naruto berhasil menemukannya dan dia langsung mengetuknya.
Tok..
Tok..
Tok..
Zeerrrssss
Pintu itu terbuka dan terlihat pria paru baya mengunakan kaca mata. "Maaf ada apa ??" tanya Pria parubaya itu.
"Saya murid baru" ucap Naruto sambil memberikan sebuah surat.
Pria itu langsung membacanya. "Uzumaki-san, tolong tunggu disini, setelah saya panggil silahkan masuk" ucapnya.
"Ha'i"
Pria parubaya kembali berjalan kedekat meja guru. "Anak-anak...mohon perhatiannya, hari ini kita mendapatkan teman baru" ucapnya.
"Murid baru ??"
"Siapa ya ??"
"Aku harap dia tampan"
"Sepertinya pria"
Para siswa langsung berbisik-bisik satu sama lain.
"Uzumaki-san, silahkan masuk" ucap pria paru baya itu.
"Ha'i" Naruto pun masuk dan seketika seluruh Siswa memandanginya.
"Kau bisa memperkenalkan dirimu"
"Nama ku Uzumaki Naruto, Kalian bisa memanggil ku Naruto, salam kenal dan mohon bantuannya" Naruto memperkenalkan diri dengan senyun yang mempersona.
"Kyaaaaa...Dia tampan"
"Kyaaaaa...Senyumnya sangat menggoda"
"Kyaaaa...kuharap dia belum memiliki pacar"
"Terkutuk kau para pria tampan"
Begitulah kehebohan yang terjadi didalam kelas itu.
"Saya Ishito mokuda, saya guru bahasa indonesia, kamu duduk disebelah Hyoudou-san. Hyoudou-san, silahkan angkat tangan mu" ucap Ishito Sensei.
"Ha'i" Pria berambut coklat dengan mata berwarna coklat pun mengangkat tangan, Naruto langsung berjalan kearah tempat duduknya.
"Yo...Nama ku Hyodou Issei, salam kenal" sapa Issei
"Salam kenal, Aku Naruto Uzumaki cukup panggil aku Naruto"
"Baiklah, kau juga harus memanggil ku Issei" ucap Issei
"Oke" sahut Naruto.
'Dia anak yang kemarin' batin Naruto melihat Issei
Sedangkan disisi lain, terlihat didalam kelas 3-A seketika senyap saat Madara memasuki Ruangan itu.
"Mohon maaf atas keterlambatannya, Saya disini sebagai pengganti dari Miko-sensei yang sudah pensiun. Nama Saya Uchiha Madara, kalian boleh memanggil Saya Madara-Sensei" ucap Madara.
1
2
3
"Kyaaaaa...Kakoi Ne...Sensei Tampan"
"Kyaaaa...Apa Sensei Sudah Punya Pacar"
"Kyaaaa ...Tidur Lah Dengan Ku Sensei"
"Terkutuk Lah Kau Wahai Pria Tampan"
Terjadi kehebohan begitu Madara memperkenalkan diri.
"Semuanya Tolong diam" ucap Madara. Seketika kelas menjadi senyap.
"Baiklah, saya mulai pelajarannya. Buka halaman 56..."
Wanita berambut Crimson menatap Madara.
"Fufufufu...sepertinya kau menyukai Sensei baru kita Rias" ucap Akeno menggoda Rias.
"A..apa yang kau katakan baka" ucap Rias.
"Fufufufu...dia memang tampan, wajar saja kau menyukainya" Goda lagi Akeno.
"Bukan begitu" ucap Rias.
"Kalian berdua, Tolong tenang, Suara kalian mengganggu yang lain" ucap Madara
"Ha'i Sensei" ucap Rias dan Akeno bersamaan.
Singkat Cerita, Jam pelajaran selesai, dan waktunya jam Istirahat. Dan seketika Naruto dirubungi oleh para gadis.
"Naruto-kun, mau kah kau makan dengan ku"
"Naruto-kun, makan lah dengan ku"
"Jangan dengarkan mereka Naruto-kun, makan dengan ku saja"
Naruto sendiri menghelakan nafas melihat tingkah para gadis dikelasnya.
'Hufft...jadi seperti rasanya menjadi populer teme' batinnya.
"Ah..maaf ya, aku mau kekantin" Naruto menolak dengan halus. Dan ia langsung pergi kekantin. Begitu sampai dikantin ia berjumpa dengan Issei dan Cs.
"Yo Naruto"
"Oh Issei" ucap Naruto.
"Perkenalkan, ini Matsuda dan motohama, mereka berdua teman ku" ucap Issei
"Oh..Aku Naruto salam kenal" ucap Naruto.
"Salam kenal Naruto-san" ucap Motohama dan Matsuda.
"Jadi apa yang kau lakukan disini Naruto ??" tanya Issei.
"Awalnya aku mau membeli makan, tapi sepertinya aku terlamabat" ucap Naruto.
"Disini memang begitu, siapa cepat dia dapat" ucap Issei.
"Issei, lebih baik kita mengajak Naruto-san saja" ucap Motohama.
"Eh ??"
"Iya..Motohama benar, kita harus memperlihatkan padanya surga dunia" kali ini Matsuda yang berbicara.
"Apa kalian yakin ??" tanya Issei
"Tentu saja" jawab mereka kompak.
"Ada apa Issei ??" tanya Naruto
"Dari pada kau digangguin oleh wanita lebih baik ikut kami" ujar Issei
"Kemana ??" tanya Naruto.
"Pokoknya ikut aja Naruto-san" Motohama menarik tangan Naruto.
"Kami akan menujukan surga pada mu" ucap Matsuda.
Saat ini mereka berada di gudang di sebelah ruang klub Kendo. Disana ada lubang ditembok, dan mereka bertiga mencoba mengintip lewat situ.
"Wow..ini hebat" ucap Issei
"Hey..apa yang kalian lakukan" tanya Naruto
"Kami melihat surga dunia Naruto-san" ucap Matsuda.
"Apa kalian tidak takut dipukuli ??" tanya Naruto.
"Kami sudah terbiasa, sebagai lelaki sejati mengejar surga dunia adalah kewajiban kami" ucpa Motohama.
Kenikmatan mereka hilang saat dari klub kendo itu ada seseoran yang berteriak.
"Minna...ada yang mengintip"
"Itu pasti mereka bertiga"
"Ayo kepung mereka"
Mereka bertiga sudah keatauan, dan mereka mencoba kabur.
"Ayo lari"
"H...hey ada apa ??" tanya Naruto.
"Selamatkan dirimu Naruto-san" teriak Matsuda.
Mereka bertiga lari meninggalkan Naruto.
"Sial mereka meninggalkan ku, maaf Kusho Jiji, aku harus menggunakan Shunsin untuk selamat"
Sringg..
Naruto langsung menghilang, dan ia muncul diatap sekokah.
"Ha..ha...syukurlah. Kufikir aku akan mati, sialan mereka" ucap Naruto. Kemudian ia melihat sekitar. "Dimana ini ?!" Naruto melihat sekitar. "Sepertinya ini atap sekolah" ujar Naruto.
Naruto langsung menuju kesebuah bangku panjang yang berada ditempat itu. Dan langsung mengambil posisi tidur.
"Nyaman" ucap Naruto merasakan angin sepoi-sepoi.
Belum sempat ia menutup matanya, Pintu menuju kebawah terbuka. Dan terlihat seorang wanita muda yang berusia sama dengan Rias berambut hitam yang ditata dalam potongan bob pendek dan mata ungu. Ia juga memakai sepasang kacamata merah dan seragam sekolah perempuan Akademi Kuoh.
Wanita itu berjalan kearah Naruto. "Hey...ini waktunya hampir masuk, kau harus kembali" ucap Wanita itu.
"Hm ?? Siapa kau ??" tanya Naruto
"Aku Sona Sitri, ketua Osis Kuoh Gakuen" ucap Sona.
"Jadi kau ketua Osis ya, maaf..aku akan segera kembali" ucap Naruto beranjak berdiri. Lalu ia menuju kearah pintu.
'Seorang iblis juga' batin Naruto
Setelah turun tangga, Naruto kembali bertemu dengan Issei dan Cs.
"Naruto/Naruto-san" Issei Cs menghampiri Naruto dan Memeluknya
"H..hey..lepaskan aku, apa yang kalian lakukan" ucap Naruto.
"Hisk..hisk...Syukurlah kau selamat" ucap Matsuda.
"H..hey..."
"Hisk..hisk...kami tidak ingin kehilangan mu" ucap Motohama.
Naruto memaksa melepaskan pelukan merek.
"Sialan kalian, meninggalkan ku, untung saja aku sempat kabur" ucap Naruto kesal.
"Kami minta Maaf, kami terlalu panik" ucap Issei.
"Yasudah lah, lebih baik kita kembali, jam pelajaran selanjutnya segera dimulai" ucap Naruto.
Akhirnya mereka semua kembali ke Kelas dan pelajaran selanjutnya dimulai.
Singkat cerita hari Sudah sore, aktifitas Sekolah pun dihentikan, para siswa kembali kerumahnya masing-begitu juga dengan Naruto, saat ini ia menunggu Madara di gerbang Kuoh Academy.
"Kemana sih kakek tua sialan itu, dia membuat ku menunggu lama" gerutu Naruto.
Akhirnya yang ditunggu telah tiba, Madara pun sampai juga.
"Hoiy..Kuso Jiji, kau lama sekali" ucap Naruto.
"Tadi ada rapat penting. Jadi aku sedikit lama"
"Ha...yasudah ayo pulang" ajak Naruto.
"Hm.." mereka pun mulai berjalan.
"Bagaimana hari pertama mu ??" tanya Madara.
"Melelahkan, tapi aku sudah bertemu dengan dua iblis" ucap Naruto.
"Begitu ya, wanita yang kemarin juga berada dikelas yang ku pegang" ucap Madara.
"Hm..tampaknya ini akan sedikit lebih mudah. Jika kita sudah dekat dengan mereka" ucap Naruto.
"Ya..kau benar" ucap Madara.
Hari pertama mereka berdua telah berakhir, Hari esok akan menunggu mereka, akan kah ada kejadian yang menarik ?? Mungkin takdir yang menentukan
Next Chap...
Menjawab Pertanyaan :
•Fic ini bukan Remake dari fic lain
•Saya terinspirasi konsep dari Fic brand new world milik author Bad Sector, tetapi dengan alur cerita yang berbeda.
