Author Says: Hi readers! Akhirnya author kembali lagi~ Yup! Selesai juga chapter 2 dari fanfic ini 'Flower Boys Coffee Shop'. Sebenernya Author masih ingin melanjutkan sampai chapter 3, tapi mungkin 2 chapter udah cukup. Ga usah berlama-lama lagi, yuk mari kita baca fanficnya~ ^^*
~-0o0-~
Tittle: Flower Boys Coffee Shop
Author: Rha94line
Genre: Drama/Hate/Love
Main Characters:
· Choi Michael
Manager Clasique cafe yang berkacamata. Sifatnya tegas, dingin, dan cuek.
· Kim Natthan
Waiter Clasique cafe sekaligus sahabat baik Mike sang manager cafe. Sifatnya ramah, ceria, dan perhatian.
· Park Minha
Mahasiswi yang tinggal sendirian di sebuah apartement. Sifatnya mandiri (karena tinggal sendiri) dan selalu berpikiran positive.
· Pyo Hyemi
Mahasiswi sekaligus sahabat baiknya Minha. Sifatnya cerewet dan juga cemburuan.
Disclaimer: Semua pemeran dalam cerita ini adalah milik Tuhan Yang Maha Esa. Dan segala sesuatu yang tertulis di dalam fanfic ini adalah hak cipta milik Author.
Copyright: Dilarang menjiplak ataupun meng-copy-paste semua yang ada di dalam fanfic ini tanpa seijin author.
Quote: Cerita ini hanyalah khayalan atau fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesamaan, nama, tempat atau kejadian dengan cerita ini. Itu semua mungkin hanya kebetulan saja.
Author Says: Very well, sebelum membaca fanfic, alangkah baiknya kita membaca do'a dulu takutnya kaget dengan apa yang ditulis author hahaha~ Please RnR! ^^* thanks~
Flower Boys Coffee Shop
Chapter 2
Suasana di kampus selalu ramai seperti biasanya, para mahasiswa dan mahasiswi terlihat bersemangat karena sebentar lagi libur musim panas tiba.
Di cafeteria terlihat Minha dan Hyemi sedang makan siang sebelum memulai kelas lagi. Sejak kejadian Ppappaero day beberapa bulan lalu, mereka berdua sudah tidak pernah menginjakkan kaki ke café itu lagi. Kedua gadis ini sama-sama mengalami patah hati oleh kedua flower boys coffee shop itu.
Hyemi memasang wajah datar sambil terus mengaduk-aduk minuman yang ada di depannya, "Aku rindu aroma kopi dan cake~ susana café~" gumamnya
Minha langsung menatap tajam Hyemi, "Jangan bilang kalau kau ingin ke café?" tanyanya ketus
"Aku ingin makan tiramisu…"
'BRAKK!'
Minha memukul meja dan membuat semua orang menatapnya aneh, namun gadis itu tidak peduli, Ia memukul meja karena ingin menyadarkan Hyemi.
"Ya! Pyo Hyemi! Kedua laki-laki itu sudah menyakiti kita! Kenapa kau malah merindukan café mereka? Dasar bodoh!" ucap Minha kesal
"Tapi itu kan salah kita juga…" jawab Hyemi
"Yang salah itu si manager café bodoh! Dia tidak punya hati… Orang macam apa yang bilang kalau hari ppaeppaero itu tidak penting?"
"Itu kan masalahmu…"
"Kenapa kau bicara begitu? Kau juga punya masalah perasaan dengan Natthan, kan?"
Hyemi mengangkat wajahnya kemudian menatap Minha, "Tapi itu bukan salahnya Natthan, aku yang salah karena tidak mengetahui perasaannya dari awal. Lagipula dia orang yang baik, aku tidak akan membencinya."
"Terserah kau saja, aku tidak peduli soal Natthan. Ambil saja dia kalau kau mau… Yang jelas saat ini aku ingin balas dendam pada Mike. Pokoknya akan kubuat dia merasa terbuang juga seperti aku."
Hyemi menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menatap Minha, "Rupanya orang ini suka balas dendam juga…" gumamnya
.
Keesokan harinya Hyemi baru saja keluar dari rumahnya dan menunggu taxi karena Ia harus pergi ke kampus. Di saat yang sama Natthan sedang mengendarai motornya dan hendak menuju café, Ia pun langsung menghentikan laju motornya saat melihat Hyemi.
"Selamat pagi…" Sapa Natthan dengan senyuman
"Natthan? Selamat pagi…" Balas Hyemi. Kemudian Ia menghampiri Natthan. "Kau mau ke cafe, ya?"
"Iya, kau mau kemana pagi-pagi begini?"
"Tentu saja ke kampus… Aku sedang menunggu taxi, tapi dari tadi tidak ada taxi yang kosong."
"Mau kuantar?"
"Boleh… dengan senang hati~"
Natthan pun mengantar Hyemi ke kampusnya.
-Hyemi POV-
Aku senang sekali bisa diantarkan oleh Natthan, aku juga senang karena bisa dekat dengannya lagi. Dia memang baik dan membuatku tak bisa marah padanya. Meskipun aku sempat kecewa soal perasaannya terhadap Minha, namun aku berusaha untuk melupakan hal itu.
"Hyemi, aku minta maaf soal kejadian ppaeppaero day saat itu. Aku menyesal karena sudah mengecewakanmu." Ucap Natthan
"Tidak apa-apa, lupakan saja… Aku tidak marah padamu, lagipula seharusnya dari awal aku mengetahui perasaanmu yang sebenarnya." Kataku
Walaupun pasti Natthan masih memiliki perasaan suka terhadap Minha, namun aku yakin kalau dia bisa menyukaiku juga.
-Author POV-
Saat itu Minha baru saja keluar dari apartementnya dan hendak menuju kampus, Ia berjalan ke arah café sambil mencari taxi. Di saat yang sama Mike sedang menyapu halaman depan café pagi itu. Pria berkacamata itu menatap Minha yang melintas di hadapannya tanpa menyapanya sama sekali. Minha meliriknya sebentar lalu membuang muka sambil terus berjalan.
Mike tersenyum melihat tingkah gadis itu. "Seperti anak kecil saja… benar-benar kekanak-kanakan…" gumamnya
"Pria macam apa dia itu? Bukannya menyapaku atau apa, malah cuek seperti itu! Padahal dia punya salah padaku, tapi malah tidak memperdulikannya… menyebalkan…" Minha menggerutu kesal.
Tak lama kemudian Natthan datang ke café setelah mengantar Hyemi ke kampusnya.
"Selamat pagi, pak manager!" Sapanya pada Mike
"Tidak biasanya kau datang sepagi ini?" Tanya Mike sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Ada kabar baik… Sepertinya pelanggan kita akan kembali."
"Siapa? Pelanggan kita kan banyak…"
"Pelanggan yang kumaksud itu Hyemi…"
Mike menghela napas sambil memutar bola matanya. "Sudahlah, lebih baik kau siapkan meja dan kursi di dalam daripada membicarakan hal yang tidak penting seperti itu."
"Baiklah, pak manager…"
.
Sepulang dari kampus Minha dan Hyemi melintas di depan café, kebetulan jalan menuju apartementnya Minha ya lewat café tersebut. Dari balik kaca depan café, sosok Natthan terlihat sedang mengelap meja, Hyemi yang menangkap sosoknya tersebut langsung melambaikan tangan sambil tersenyum padanya.
Minha merasa terganggu dengan Hyemi yang sok 'centil' tersebut. "Menyebalkan…" gumamnya
Hyemi langsung memberi tatapan maut pada Minha, "Kenapa?" tanya Hyemi
"Tidak apa-apa…" jawab Minha
Natthan tiba-tiba saja keluar dari café dan menghampiri mereka berdua, hal itu membuat Hyemi malu-malu tapi senang (?) sedangkan Minha merasa biasa-biasa saja.
"Selamat sore nona-nona manis… kalian berdua pasti lelah sepulang dari kampus. Mau mampir dulu ke café kami?" tanya Natthan
Hyemi langsung mengangguk cepat, "Sudah lama tidak ke café… apa ada menu baru?"
"Tentu saja… lebih baik kau duduk saja dulu di dalam sambil memilih-milih menu."
"Kalau kau mau ke café dulu silahkan, aku mau langsung pulang." Kata Minha
"Baiklah, nanti aku menyusul, ya!" kata Hyemi
Minha pun melangkah pergi, "Menyebalkan!" gumamnya lagi.
"Apa dia baik-baik saja?" tanya Natthan
"Sudah, tidak usah dipikirkan… ayo kita memilih menu." Kata Hyemi sambil menarik Natthan masuk ke dalam café.
Mike langsung melirik ke arah pintu masuk saat Natthan datang bersama Hyemi. "Selamat datang…" ucapnya
Sementara itu Minha…
Gadis ini memang masih kesal karena Hyemi bisa dengan mudahnya tergoda lagi oleh Natthan.
"Padahal hanya diberi senyuman, kenapa dia bisa terpancing lagi? Dasar bodoh…" gerutunya kesal
Minha menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang, bola matanya mengarah ke café. Setelah itu Ia membalikkan badannya sambil menghela napas.
Tak lama kemudian…
"Selamat datang~" Mike dan Natthan menyambut seorang pelanggan yang baru saja memasuki café mereka.
Hyemi langsung melambaikan tangan pada Minha. "Kemarilah!" Ucapnya
Minha pun langsung menghampiri Hyemi dan duduk berhadapan dengannya. Hyemi tertawa pelan saat melihat wajah Minha, tentu saja hal itu membuat Minha semakin kesal.
"Rupanya kau memutuskan untuk datang juga, ya? hahaha~" Hyemi masih menertawakan temannya itu.
"Diam! Aku ke sini karena ada hal yang harus kulakukan…" kata Minha
"Selamat sore, mau pesan apa?" tanya Natthan pada Minha
"Hai Natthan… lama tidak bertemu, ya?" tanya Minha
"Eh? I-iya… lama tidak bertemu…"
"Boleh tidak aku meminta tolong sesuatu padamu?"
"Iya tentu…"
Kemudian Minha membisikan sesuatu pada Natthan, setelah itu Natthan pergi ke meja kasir dan menghampiri Mike.
"Apa yang kau bisikkan pada Natthan?" tanya Hyemi
"Kau lihat saja~" kata Minha
Tak lama kemudian Mike datang menghampiri Minha dan Hyemi di meja nomor 2, meja yang biasa mereka tempati bila datang ke café tersebut.
"Selamat sore… mau pesan apa?" tanya Mike pada Minha
Minha menatap Mike, "Aku mau pesan Pizza dengan taburan keju dan sosis…" jawab Minha
Mike mengerutkan dahinya, "Maaf, tapi café kami tidak menyediakan menu tersebut."
"Kalau begitu aku mau Steak Cordon Bleu dengan saus Mushroom."
"Menu itu juga tidak ada di sini… Coffee Shop kami hanya menyediakan cake dan juga coffee."
"Membosankan…"
"Bila nona ingin Pizza atau Steak, silahkan datang ke restoran di seberang sana."
"Kalau begitu aku tidak jadi pesan!"
"Baiklah… terimakasih sudah berkunjung." Ucap Mike. Kemudian Ia pun kembali ke meja kasir.
Minha menatap Mike dengan kesal, "Padahal aku sudah sengaja menyuruh Natthan berpura-pura ke toilet agar si manager yang melayaniku jadi aku bisa membuatnya kesal. Tapi kenapa dia begitu dingin?! Dia juga tidak merasa kesal…" Minha menggerutu
"Jadi kau sengaja, ya? ada-ada saja…" Hyemi menggeleng-gelengkan kepalanya. "Sudahlah, kau tidak perlu balas dendam padanya. Seperti anak kecil saja…" kata Hyemi
"Kenapa dia begitu cuek?! Menyebalkan sekali…"
Hyemi menghela napas, "Kau tidak mendengarkan aku, ya?"
-Hyemi POV-
Aku dan Minha berjalan pulang dari café. Aku masih merasa risih pada Minha yang bersikeras ingin balas dendam pada Mike, kenapa dia tidak mencoba untuk memperbaiki hubungannya saja daripada harus mencari masalah baru dengan Mike?
"Minha… aku tahu kau masih marah pada Mike karena kejadian saat ppappaero day itu, tapi ayolah… lebih baik kau perbaiki lagi hubungan dengannya." Kataku
"Aku ingin membuatnya merasakan apa yang aku rasakan… dia tidak pernah memikirkan perasaanku, aku juga tidak akan memikirkan perasaannya." Jawab Minha
"Kau memang keras kepala…"
Sepertinya aku harus mencari cara untuk mempersatukan Mike dan Minha…
-Natthan POV-
Kulihat Mike sedang sibuk membereskan meja-meja dan kursi-kursi sebelum menutup café. Aku tahu tadi Minha mencoba untuk balas dendam pada Mike, namun sepertinya Mike tidak peduli. Aku tidak ingin Minha jadi orang jahat karena terus berpikir untuk balas dendam pada Mike.
"Akhirnya mereka berdua datang ke café lagi, ya?" Aku mencoba memancing Mike untuk membicarakan Minha dan Hyemi.
"Mereka siapa?" tanya Mike sambil mengangkat kursi dan meletakannya ke atas meja tanpa melirik ke arahku.
"Iya… Minha dan Hyemi. Mereka sudah lama tidak datang ke café sejak Ppaeppaero day, kan?"
"Memangnya kenapa kalau mereka datang lagi ke café?"
Orang ini benar-benar tidak peduli pada orang lain…
"Tidak apa-apa… tapi bukankah kita pernah berencana untuk meminta maaf pada mereka berdua?" kataku
"Aku tidak punya salah apapun pada mereka berdua… Kurasa Minha juga sudah bisa menyadari kalau aku tidak butuh kue saat ppaeppaero day itu. Sudahlah, yang lalu biarlah berlalu dan tidak usah diungkit kembali." Mike pun pergi menuju meja kasir.
Sepertinya akan sulit untuk mempersatukan Mike dan Minha…
.
-Author POV-
Keesokan harinya Natthan pergi ke rumah Hyemi pagi-pagi sebelum café buka, Hyemi menyambut baik Natthan dan mereka pun berbincang-bincang di ruang tamu.
Natthan memberitahu Hyemi kalau Ia ingin Hyemi membantunya memperbaiki hubungan Mike dan Minha. Akhirnya mereka berdua merencanakan sesuatu dan setuju untuk segera menjalankan rencana tersebut.
Sepulang dari rumah Hyemi, Natthan segera menuju café dan membantu Mike menyiapkan meja dan kursi sebelum café buka.
"Hey manager~" Natthan menegur Mike. "Minggu depan sudah memasuki liburan musim Panas, kan? bagaimana kalau kita pergi camping?"
"Camping?" tanya Mike
"Iya, camping… aku tahu tempat yang bagus untuk camping. Dulu juga kita sering pergi camping, bukan? Aku merindukan suasana alam yang sejuk dan pemandangan hijau dimana-mana. Aku ingin melepas penat dari kesibukan sehari-hari kita di café."
"Kata-katamu sangat berlebihan…" gerutu Mike
Kemudian Natthan menghampiri Mike, "Ayolah~ kita pergi camping, ya? ya?"
Mike menatap jijik pada temannya itu. 'Kenapa anak ini harus memakai nada manja begitu?' batinnya.
Pada akhirnya Mike pun menyetujui permintaan temannya itu sebelum Natthan bertingkah lebih aneh lagi untuk membujuknya.
Sementara itu Hyemi juga mencoba untuk membujuk Minha pergi camping. Awalnya Minha menolak dengan alasan tidak mau tidur di alam terbuka. Tapi akhirnya setelah membujuk Minha dengan berbagai cara Hyemi pun berhasil membuat Minha setuju untuk ikut.
.
Satu minggu kemudian…
Minha mengikuti Hyemi yang mengajaknya ke suatu tempat sebelum mereka pergi camping pagi itu. Minha mulai curiga karena langkah mereka mengarah menuju café.
"Kenapa kita jalan ke sini?" tanya Minha
"Mobil yang akan kita pakai ada di sebelah sana…" kata Hyemi sambil menunjuk sebuah mobil yang terparkir di depan Clasique café.
Minha langsung menghentikan langkahnya saat Ia melihat Natthan sedang memasukan tas dan perlengkapan camping lainnya ke dalam mobil tersebut.
"Kau bilang kita akan pergi dengan club pecinta alam di kampus kita?! Kenapa dengan dua pelayan café itu?" tanya Minha
Hyemi menarik tangan Minha, "Ayolah… Natthan bilang kalau dia sudah sangat berpengalaman dalam hal camping, jadi kita akan aman bersama dia." kata Hyemi
"Ta-tapi… si manager berkacamata aneh itu juga pasti ikut, kan?"
Hyemi tidak menanggapi Minha dan akhirnya mereka pun sampai di depan café.
"Aku tidak akan ikut." Kata Minha
"Kenapa? Bukankah kau sudah setuju untuk ikut camping denganku?" tanya Hyemi
"Tapi kau berbohong… kau bilang kita pergi dengan club pecinta alam."
"Tidak apa-apa, Minha… Kau tidak perlu khawatir dulu juga aku pernah ikut club pecinta alam saat masih kuliah." Kata Natthan
"Ma-maksudku kalau kau ikut… berarti si kacamata juga ikut, kan?" tanya Minha
Tiba-tiba Mike mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil, "Memangnya kenapa kalau aku ikut?" tanyanya sambil menatap Minha.
"Tidak! Tidak apa-apa…" jawab Minha. "Ya sudah, aku ikut… Tolong simpan tas-ku di bagasi, ya?" Minha pun menyerahkan tas-nya pada Natthan.
.
Selama di perjalanan, Minha terus saja memasang tampang kesal karena Ia harus duduk di depan bersama sang supir yang ternyata adalah Mike. Sementara Minha merasa terganggu, Hyemi kini tengah asik berbincang-bincang dengan Natthan.
"Kenapa aku harus terjebak di situasi seperti ini?" Minha bergumam pelan
"Apa kau mengatakan sesuatu?" Tanya Mike
"Tidak!" Jawab Minha cepat
"Mike, kau juga dulu ikut club pecinta alam bersama Natthan, ya?" Tanya Hyemi
"Begitulah…" Jawab Mike singkat
"Rupanya kau hanya peduli pada alam daripada manusia." Gumam Minha lagi
Mike mengangkat alisnya sebelah sambil melirik ke arah Minha. "Alam memberikan manusia kehidupan… Tapi manusia malah merusaknya…"
"Kau juga manusia, kan? Kenapa tidak pernah peduli pada manusia juga?"
Mike kembali fokus menyetir. "Itu bukan urusanmu…"
"Kacau…" Gumam Natthan
"Keras kepala…" Tambah Hyemi
Beberapa lama kemudian, mereka berempat pun sampai di lokasi camping, tempatnya tidak terlalu jauh dari pemukiman.
Setelah mengeluarkan barang-barang untuk camping dari mobil, Natthan segera memasang tenda untuk Minha dan Hyemi, sementara Mike memasang tenda untuk dirinya dan Natthan.
"Kau pandai sekali memasang tendanya…" Puji Hyemi pada Natthan
"Itu bukan hal yang sulit…" Jawab Natthan
"Mike juga hebat, ya kan Minha?" Kata Hyemi
"Biasa saja…" Balas Minha
Mike mendengar percakapan mereka namun tidak berniat untuk menanggapinya.
Setelah tenda terpasang, Natthan mengajak Hyemi pergi memancing di sungai yang tak jauh dari tenda mereka, tentu saja situasi ini membuat Minha harus terjebak bersama orang yang kini Ia benci.
"Kenapa aku harus terjebak denganmu di sini?" Gumam Minha
"Kau pikir aku juga mau hanya berdiam diri di sini denganmu?" Kata Mike. Kemudian Ia beranjak dari tempat duduknya, "Aku mau mencari kayu bakar saja, daripada terus berdebat denganmu." Lalu Ia pun memutuskan untuk pergi.
Sementara itu Hyemi dan Natthan sedang asik memancing.
"Kau hebat sekali… baru beberapa menit saja sudah dapat ikan." Kata Hyemi
"Dulu aku sering memancing dengan ayahku, jadi aku sudah terbiasa…" Kata Natthan
"Kau hebat dalam banyak hal, ya?"
"Begitulah… Tapi apa tidak apa-apa kita membiarkan Mike bersama Minha berdua? Bisa-bisa mereka malah bertengkar lagi."
"Biarkan saja, kalau mereka bosan pasti mereka akan mengobrol juga dan menyadari kesalahan masing-masing."
"Benar juga… Tapi aku senang karena kau tidak marah padaku."
"Seperti yang kubilang kalau ini bukan salahmu. Seharusnya aku tahu dari awal bahwa kau menyukai Minha. Tapi aku tidak merasa sakit hati saat ini, aku sudah mencoba untuk mengerti keadaan."
Natthan pun tersenyum mendengar perkataan Hyemi tersebut.
Saat ini Minha sedang duduk sambil membaca buku sendirian di dekat tenda, Ia merasa sedikit kesepian karena Mike sudah pergi mencari kayu bakar tadi.
"Kupikir kau tidak mau terjebak bersamaku?" Tanya Mike saat menyadari kehadiran Minha sudah berdiri di belakangnya.
"Aku bosan, jadi lebih baik aku juga mencari kayu bakar saja." Jawab Minha
Kemudian Mike menatap Minha, "Baguslah kalau kau mau membantuku."
"Aku tidak berniat membantumu."
Mike hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Minha.
.
Minha terus mencari kayu bakar tanpa memperhatikan sekitar, tanpa disadari Ia berdiri di pinggir tebing. Mike memperhatikan Minha, Ia terkejut melihat Minha yang sudah sangat dekat dengan tebing tersebut, baru saja Mike akan memperingatinya namun terlambat dan Minha hampir jatuh dan terperosok kalau saja Mike tidak memegangi tangannya.
"Kau seharusnya memperhatikan sekitarmu." Kata Mike sambil mencoba menarik tangan Minha
"Ayo cepat bantu aku!" Minha mulai panik
"Pegang erat tanganku."
"Aku takut!"
"Jangan panik, aku akan menarikmu."
"Cepat!"
"Bertahanlah…"
Mike berusaha menarik Minha namun karena Minha terlalu panik, akhirnya Ia malah menarik Mike terlalu kencang dan mereka berdua pun terperosok ke dalam jurang yang cukup terjal tersebut.
"Kubilang jangan panik!" Kata Mike. Kemudian Ia menghela napas. "Kacamataku rusak…" Mike meratapi kacamatanya yang retak dan frame-nya juga patah.
"Kakiku~" Minha meratapi kakinya yang terkilir.
"Tebingnya terjal juga… Tapi kita bisa memanjatnya pelan-pelan."
"Bodoh! Kakiku terkilir! Mana bisa aku memanjat!"
Mike menatap Minha, "Hh~ benar juga, kau tidak bisa memanjat. Kalaupun aku menggendongmu akan sulit untuk memanjat. Merepotkan…"
"Sakit sekali…" Minha terus merintih kesakitan sambil memegangi kaki kanannya.
Kemudian Mike menghampirinya dan mencoba untuk memeriksa kakinya. "Coba kulihat?"
"Tidak usah, bukankah tadi kau bilang merepotkan?!"
"Aku hanya mencoba untuk membantumu."
Minha mencoba untuk berdiri, Mike ingin membantunya namun sepertinya Minha pasti akan menolak bantuannya tersebut. Kemudian Mike memeriksa handphone-nya dan mencoba untuk menghubungi Natthan, namun tentu saja tidak ada sinyal di hutan seperti ini.
"Sepertinya kita harus menunggu di sini, kuharap Natthan akan menyadari kalau kita terjebak di sini." Kata Mike
"Sampai kapan kita harus menunggu?"
"Entahlah, aku tak bisa menghubunginya karena tidak ada sinyal di sini." Kemudian Mike menatap langit, "Matahari juga sudah terbenam, kalau hari masih siang kita bisa mencari jalan yang lebih aman daripada memanjat. Tapi apa boleh buat kita beristirahat di sini sampai besok pagi."
"Apa?! Aku tidak mau tidur di alam terbuka!"
"Jangan panik… Kita tidak bisa memanjat karena kakimu terkilir. Aku juga tidak mungkin meninggalkanmu untuk mencari bantuan. Jadi lebih baik kau tenang."
Kemudian Minha menundukkan kepalanya. "Aku takut…"
Mike menghela napas sambil menghampirinya, "Kau tidak usah khawatir… Mulai sekarang kita harus saling membantu. Coba kulihat kakimu?"
Kemudian Mike memeriksa kakinya Minha, setelah itu Ia memijatnya perlahan-lahan. Sementara itu Minha hanya bisa terdiam memperhatikan Mike.
.
Di tempat lain Natthan dan Hyemi baru saja pulang memancing, mereka menyadari tenda mereka sepi karena Mike dan Minha tidak ada di sana. Awalnya Natthan berpikir mungkin mereka pergi jalan-jalan, namun Hyemi khawatir dan akhirnya mereka pun memutuskan untuk mencari mereka kalau-kalau Mike dan Minha tersesat.
"Sebenarnya aku tidak terlalu khawatir karena Mike tidak mungkin tersesat, tapi bisa saja dia terluka." Kata Natthan
"Kuharap Minha aman bersamanya…" Ucap Hyemi
Saat ini Mike dan Minha sedang duduk di depan api unggun yang dibuat oleh Mike.
"Kalau ada cahaya aku jadi sedikit lebih tenang." Kata Minha "Tapi aku haus…"
Mike pun memberikan botol minuman yang Ia gantungkan di sabuk celananya. "Ini, minumlah… untung tadi aku membawanya bersamaku."
"Terimakasih…" ucap Minha
Mike menatap Minha, "Aku minta maaf soal kejadian waktu itu, aku tidak tahu kalau hal itu akan menyakiti hatimu. Kupikir kau akan mengerti kalau aku memang tidak peduli tentang ppaeppaero day."
"Kau aneh sekali, kenapa tidak peduli soal ppaeppaero day?"
"Lagipula kenapa harus diadakan hari seperti itu? Ppaeppaero Day, Valentine day, white day… apa yang special dari hari-hari itu?"
"Kau memang sulit dimengerti…"
"Tapi dengan tulus aku minta maaf karena sudah menyakiti perasaanmu."
Minha menatap Mike tepat di matanya. Kemudian Ia mengangkat bahunya. "Sudahlah, lagipula itu sudah terjadi. Aku juga minta maaf karena kita terjatuh tadi, kacamatamu jadi rusak."
"Setidaknya aku masih bisa melihat tanpa kacamataku. Selain itu… aku ingin tahu, kenapa kau menyukaiku?"
Minha sedikit terkejut mendengar pertanyaan Mike barusan. Ia menatap ke tanah agar tidak melihat matanya Mike.
"Kenapa tiba-tiba kau menanyakan hal itu?" tanya Minha
"Tidak apa-apa kalau kau tidak mau menjawabnya." kata Mike
"Kau bertanya tanpa peduli apakah aku akan menjawabnya atau tidak. Kau tidak pernah berubah…"
"Aku tidak ingin memaksamu untuk menjawabnya. Kalau kau memang tidak mau-"
"Baiklah aku akan menjawabnya… Aku menyukaimu karena kau orang yang misterius dan membuatku ingin tahu banyak tentangmu. Menurutku kau juga orang yang charismatic."
Mike tersenyum mendengar hal itu. Kemudian Minha memperhatikan senyumannya yang baru pertama kali Ia lihat selama mengenalnya.
-Minha POV-
Aku terus memperhatikan Mike, jujur saja senyumannya itu membuatku terkesima. Dia manis juga saat tersenyum, dan tatapan matanya tanpa kacamatanya itu benar-benar lebih hangat dari yang kuduga.
"Kupikir kau menyukai Natthan, karena rata-rata wanita menyukai laki-laki yang ramah dan banyak senyum seperti dia." Kata Mike
"Tapi laki-laki seperti dia itu tipe yang selalu bersikap baik pada gadis-gadis dan membuatnya popular karena keramahannya. Aku tidak suka pada laki-laki yang dikelilingi gadis-gadis seperti itu." Jawabku
"Jadi kau suka tipe laki-laki yang seperti apa?"
Kenapa tiba-tiba saja dia jadi menanyakan hal-hal seperti ini sekarang, sifatnya memang tak terduga.
"Aku-"
'Srak… Srak~'
Tiba-tiba saja kami berdua mendengar suara dari balik semak-semak. Tentu saja aku panik dan langsung bersembunyi di belakang Mike.
"Suara apa itu?" Tanyaku panik
"Sstt… mungkin saja itu beruang atau babi hutan." Kata Mike
"Apa?!"
"Sstttt…"
"Tapi aku takut…"
"Jangan berisik, biar aku periksa…"
Mike pun berjalan perlahan mendekati semak-semak, aku merasa takut jadi kuikuti saja dia. Tiba-tiba saja ada sesuatu yang melompat dari dalam semak-semak dan membuatku terkejut lalu berteriak.
"Tenanglah, itu hanya tupai…" Kata Mike
Saat ini aku merasa canggung, karena tadi aku terlalu takut jadi tanpa sadar aku memeluk Mike. Setelah itu aku pun langsung melepaskan pelukanku darinya sambil meminta maaf. Mike hanya mengangguk pelan dan wajahnya terlihat sedikit memerah barusan, aku jadi ingin tertawa melihat expresinya.
-Author POV-
Mereka berdua kembali duduk tenang di depan api unggun saat ini. Minha mengeluh karena mengantuk, Mike menghela napas karena tahu pasti Minha tidak mau tidur di alam terbuka seperti ini. Akhirnya Ia melepas jaketnya dan menjadikannya sebagai alas untuk Minha.
.
Mike melihat jam yang melingkar ditangan kirinya, waktu sudah menunjukan pukul 5 pagi. Ia membangunkan Minha yang masih tertidur saat itu.
"Karena matahari sudah terbit lebih baik kita mulai mencari jalan keluar dari sini, ya? Aku akan membantumu berjalan pelan-pelan." Kata Mike
"Kau tidak tidur semalaman?" Tanya Minha
"Aku harus berjaga-jaga, siapa tahu ada apa-apa…"
"Maaf ya karena sudah merepotkanmu."
"Tidak usah dipikirkan…"
Baru saja mereka akan melangkah, lagi-lagi ada sesuatu yang bergerak di balik semak-semak. Mike segera menggengam tangannya Minha untuk melindunginya karena siapa tahu kali ini benar-benar beruang atau babi hutan.
Pelahan-lahan mahluk asing itu mendekat dan semakin jelas sosoknya. Minha semakin panik, Mike juga tidak bisa melihat jelas tanpa kacamatanya. Namun ternyata…
"Ah, kau… Kupikir beruang…" Kata Mike
"Syukurlah akhirnya aku bisa menemukan kalian." Kata Natthan yang rupanya datang bersama Hyemi.
"Bagaimana bisa kalian menemukan kami?" Tanya Minha
"Untung saja Natthan berpengalaman melacak jejak. Karena kemarin hari sudah terlanjur gelap, jadi kami baru bisa mencari kalian saat matahari terbit." Kata Hyemi. Kemudian Ia memperhatikan tangan Mike yang menggengam tangannya Minha sambil tersenyum. "Rupanya kalian sudah baikkan, ya?"
Mike yang menyadari maksud Hyemi tersebut langsung melepaskan genggaman tangannya dan membuat Hyemi tertawa puas.
Setelah itu mereka berempat kembali ke tempat camping dan mengobati kaki Minha yang terkilir.
"Kacamatamu rusak lagi?" Tanya Natthan
"Begitulah…" Jawab Mike
Minha memperhatikan Mike dengan rasa bersalah, Ia sudah merepotkannya karena kejadian ini.
Camping yang rencananya akan berlangsung selama 2 hari tersebut pun tidak dilanjutkan karena Minha yang cedera, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
.
Beberapa hari kemudian Minha datang ke café dan menemui Mike.
"Selamat datang~" sapa Natthan
"Hai…" Sapa Minha
"Oh, kau… Apa kakimu sudah sembuh?" Tanya Mike
"Sudah lebih baik…"
"Baguslah…"
"Aku punya sesuatu untukmu." Ucap Minha sambil memberikan sebuah kado pada Mike. "Kali ini tolong jangan bilang kau tidak butuh hadiah. Anggap saja ini sebagai permintaan maaf karena sudah merepotkanmu saat camping waktu itu."
"Baiklah, terimakasih." Kata Mike sambil menerima kado tersebut. Kemudian Ia membuka kadonya yang berisi frame kacamata.
"Maaf aku hanya memberimu frame-nya saja, aku tidak tahu lensa kacamatamu minus berapa."
"Tidak apa-apa, terimakasih."
"Kalau begitu aku pergi ke kampus dulu, ya… Sampai nanti."
"Tunggu sebentar…" Mike berjalan menghampiri Minha. "Kalau ada waktu, antar aku membeli lensa kacamataku, ya?"
Minha menganggukkan kepalanya, "Baiklah… dengan senang hati."
Mike dan Minha saling melempar senyuman. Natthan memperhatikan mereka berdua, kini Ia sudah bisa menerima keadaan dan mencoba untuk melupakan perasaannya pada Minha karena Ia tahu bahwa ada gadis lain yang lebih menyukainya.
-The End-
Author Says: Selesai deh... Author sengaja bikin endingnya seperti ini karena ingin readers sendiri yang menentukan bagaimana hubungan mereka selanjutnya. Maaf kalau cerita di chapter 2 ini sedikit datar dan konflik-nya kurang greget kalau dibandingkan dengan chapter sebelumnya. Well, terimakasih untuk kalian yang sudah mau membaca, kalau bisa beri komentar agar jadi referensi bagi Author. Sekali lagi terimakasih dan nantikan fanfic saya yang berikutnya! Bye~ ^^*
