Disclaimer : Fairy Tail © Hiro Mashima-Sensei

Character : - Erza Scarlet - Lucy Heartfila

Jelall Fernandes - Natsu Dragneel - Sting Eucliff

Support Character : - Mirajane - Laxus - Levy - Juvia

Lisanna - Gray - And the other character in FT

Pair : Nalu or Stilu and Jerza

Rated : T

Genre : Hurt/Comfort, Adventure

Story by Naze-Dzena

Warning : OOC, Gaje, TYPO's, Bahasa acak-acakan,Alur kecepetan, DLDR !, yang terakhir Don't be a plagiator !, This is my imajination, not real !,dll.

Summary : Tidak ada waktu untuk menyukai, apalagi saling mencintai, tak ada musik, tak ada istirahat, bahkan hampir tak ada manusia lagi, yang ada tinggal kota yang sunyi, suara tembakan, jeritan, tangisan, itulah musik mereka. Ramalan kuno mengatakan cinta akan mengakhiri hal ini, namun apa benar ? Lalu kapan ini berakhir ?/ Chaptered

Ai Wa Sensodearu

Chapter 2 : Lucy dan Teman Baru

"Ya, aku memang telah membaca semua sejarahnya, tapi ak_" ucap Lucy terhenti, ketika tiba-tiba...

BRAKK...

"Hosh...hosh...Laxus-san, apa anda benar mencari diriku ?" ucap seorang pemuda berambut pirang, bermata hitam, dengan alis miring kebawah berdiri di depan Laxus, sang Komandan Tertinggi di Markas Besar Pasukan Jepang itu.

"Tak bisakah kau mengetuk pintu ? Apa kau tak lihat disini juga ada seorang tamu yang sangat penting, Hah ?" ucap Laxus sedikit emosi melihat tingkah Sting yang sesuka hatinya itu. Yap, nama pemuda ini adalah Sting Eucliff, seorang manusia biasa tanpa sihir apapun, di markas ini juga tidak hanya sihir yang mereka gunakan tapi robot juga. Sting merupakan salah satu orang yang mengendalikan robot itu melalui pikirannya, biasanya dia melakukannya di tempat yang mendapat penjagaan yang sangat ketat. Sting langsung menoleh dimana ia duduk saat berbincang dengan Laxus. Disana ada seorang wanita yang cantik dengan warna rambut yang sama dengannya, bermata karamel tengah tersenyum ramah pada Sting.

"Oh, Maafkan aku, tadi aku mengira di ruangan ini tak ada siapapun, maafkan aku..." ucap Sting sambil menggaruk-garuk rambut belakangnya yang tak gatal itu.

"Tak apa, Laxus-san, aku butuh waktu lagi untuk berfikir tentang permintaan ayahku dan juga dirimu, aku permisi dulu..." ucap Lucy membungkuk sopan dan berlalu pergi.

"Kau mengganggu acara pentingku, Sting, baiklah berhubung kau sudah disini, aku hanya ingin menyampaikan bersiaplah, sebentar lagi akan ada perang, kurasa" ucap Laxus dengan nada serius.

"Ha'i, oh ya Master, siapa dia ? Kurasa aku belum pernah melihatnya berada disini" ucap Sting dengan raut wajah penasarannya. Master adalah panggilan Komandan Tertinggi disini sejak ayah Lucy menjabat jabatan itu, ia tak mau dipanggil dengan sebutan terlalu panjang seperti Komandan Tertinggi.

"Dia Lucy Heartfilia, sudahlah sana pergi !" ucap Laxus dengan nada kesalnya. 'Huh, dasar bocah ini !' batinnya, ia mencoba bersikap tenang dan santai.

"Eh, marga Heartfilia, berarti dia adalah anak dari Jude Heartfilia, Jaa ne...Master" ucap Sting berlari pergi meninggalkan ruangan itu. Laxus hanya dapat menghela nafas panjang melihat tingkah laku bawahannya itu.

~ Naze-Dzena ~

Seorang gadis bersurai pirang terlihat sedang mengamati sebuah stadion dimana banyak para warga Jepang yang sukarela ikut membela negaranya ini, bahkan mereka rela mati demi negaranya. Dia sedikit tersenyum melihat seorang gadis bersurai merah dan seorang lelaki bersurai biru dengan nada tegasnya menyuruh orang-orang itu untuk push-up, sit-up, lari keliling stadion ini sebanyak 100x, bahkan latihan berkuda, memanah, juga menembak,berlatih pedang pun tak ketinggalan.

"Hm, sepertinya mereka sangat tegas ketika melatih seseorang, baiklah...kurasa aku nanti akan ikut campur dalam hal ini" gumam Lucy pelan, tiba-tiba saja...

"Kau memang harus ikut bergabung dalam hal ini, Lucy-chan, bukankah kau tahu pesan terakhir ayahmu itu ?" ucap seorang pemuda yang Lucy temui di ruang Komandan Tertinggi tadi.

"Oh, ternyata kau, Apa yang kau lakukan disini ? Oh ya kita belum berkenalan ?" ucap Lucy diakhiri dengan senyum manisnya.

Sting Pov

Aku melihatnya tersenyum, Jude-san maafkan aku bila aku menyukai putrimu ini, sungguh aku tak bermaksud, tapi senyumannya sangat manis bahkan wajahnya juga cantik, eh, apa yang kupikirkan, bisa-bisa aku benar-benar menyukainya.

Sting Pov End.

"Hai ! Apa kau baik-baik saja ? Kau tampak seperti melamun..." ucap Lucy sambil menggoncang-goncangkan tangannya didepan wajah pria tadi.

"Eh, maafkan aku, aku tadi melamun, namaku Sting Eucliff, senang berkenalan denganmu" ucap pemuda itu seraya membungkuk hormat pada Lucy.

"Senang berkenalan denganmu juga Sting, panggil aku Lucy, nama lengkapku Lucy Heartfilia, oh ya kau kenapa bisa tahu namaku tadi ?" ucap Lucy sedikit heran, mengapa Sting dapat mengetahui namanya itu.

"Ak_" ucap Sting terhenti karena tiba-tiba saja memeluknya, dan tiba-tiba saja...

BRUKK...

"Akh, ini sakit Lucy-chan, apa yang kau lakukan ?" ucap Sting, yah kini mereka terbaring dilantai dengan posisi Lucy di atas dan yah Sting berada dibawahnya. Lucy menyadari posisi itu dan langsung berguling ke samping, Sting yang melihat itu sontak ingin berdiri tapi lagi-lagi Lucy menahannya.

"Sstt, diamlah ! Aku tadi melihat ada sebuah sniper mengarah ke arah kita, kurasa kau harus bersiap-siap, merunduklah dan merangkak pergilah menuju tempat yang aman, aku harus membantu mereka" ucap Lucy, Sting yang tak tahu apapun hanya diam dan menuruti semua perintah Lucy. Setelah Sting pergi ia segera berdiri dan segera mengaktifkan sihir pertahanannya, ia berlari sangat cepat, untuk turun ke bawah dimana disana ada Erza dan Jelall yang masih tampak melatih para sukarelawan tadi. Semenara itu,dibalik pohon tadi seorang pemuda berambut hitam yang tengah memegang snipernya sedang marah-marah kepada seorang gadis berembut pirang pucat dengan sebuah bando berwarna biru dikepalanya.

"Levy ! Oi Levy ! Ada apa dengan sihirmu ? Mengapa kita bisa ketahuan ? Huh, menyebalkan" ucap pemuda tadi dan gadis dihadapannya hanya dapat terus mengucapkan kata 'Mianhae', yang itu hanya menambah kekesalan pemuda di hadapannya ini.

"Ah, sudahlah, ayo pulang dan beritahu yang lain, bahwa kita tadi ketahuan" ucap pemuda tadi berlalu pergi sambil membawa snipernya itu dan dengan teganya ia meninggalkan gadis itu sendirian, namun akhirnya gadis itu sadar, perlahan ia mulai mengikuti pemuda tadi dari belakang.

~ Naze-Dzena ~

"Hai Lucy-chan ! Eh, ada apa denganmu ? Mengapa kau mengaktifkan sihir pertahananmu ? Apa ada yang kau ketahui ?" ucap Erza menyapa Lucy tapi ia kaget karena Lucy mengaktifka sihir pertahanannya dan sontak saja itu membuat Jelall ikut menoleh dimana Erza dan Lucy berada. Namun, apa yang terjadi, Lucy diam saja dan terus melangkah medekati para relawan yang tengah dilatih oleh Jelall tadi.

"Semuanya ! Kuharap kalian sekarang istirahatlah, Latihan selesei ! Jika ada yang keberatan angkat tangan kalian" ucap Lucy dengan lantangnya, tapi ada seorang pria berambut hitam dengan poni disamping kanan wajahnya yang hampir menutupi bagian wajah disisi kanannya mengangkat tangan kanannya dan Lucy pun segera menunjuk pria itu.

"Tapi siapa kau ? Dan mengapa kau menyuruh kami untuk berhenti ? Aku juga tak pernah melihatmu, kurasa kau lemah, tubuhmu bahkan kecil" ucap pemuda tadi yang ternyata bernama Rogue, yap...ia salah satu dari 100 orang relawan yang berada disini. Ternyata ucapan Rogue tadi membuat Lucy agak tersinggung. 'Kurasa cukup menarik jika aku bermain sebentar dengan pemuda ini' batinnya.

WHUUS...SREET...

Kini pedang putih-biru yang juga digunakannya untuk melihat seberapa kemampuan juga telah berada di leher pemuda tadi bahkan jaraknya dengan kulit pemuda itu hanya 1 cm. 'GLEK...dia mengerikan' batin Rogue.

"Kau bilang aku lemah, benar bukan ? Kurasa dengan sekali tebasan pedang milikku ini, kau akan segera pergi ke surga, bagaimana apa kau mau ? Pedangku ini juga telah lama tidak membunuh seseorang, kurasa ia juga ingin menikmati darah segar lagi" ucap Lucy sakaratis dengan nada dinginnya, ia mengucapkannya di dekat telinga Sting dengan sedikit lebih keras agar semua orang tau. Erza dan Jelall hanya dapat terdiam dengan wajah tak percayanya melihat ke arah dimana Lucy meletakkan pedangnya di samping leher Rogue.

Erza dan Jelall Pov.

Jadi inilah sosok asli Lucy Heartfilia, dia benar-benar mirip dengan Master bahkan aura yang dipancarkannya lebih menyeramkan dan menakutkan daripada milik Master. Tak kusangka dibalik sosoknya yang ceria dan murah senyum itu, saat ia bertarung seperti ini ia berbeda sekali. Dia seperti memiliki 2 kepribadian yang bertolak belakang.

Erza dan Jelall Pov End.

"Ma...ma...af..kan sa...saya" ucap Rogue sedikit terbata-bata, bahkan hidupnya sekarang berada di ujung kematian. Lucy yang mendengar itu hanya tersenyum kemudian menon-aktifka sihirnya itu.

"Hehe, tak usah tegang begitu, oh ya maafkan aku juga ya, tadi aku hanya ingin menguji kekuatanmu itu. Namaku Lucy, tepatnya Lucy Heartfilia" ucap Lucy tersenyum manis pada Rogue yang kini membeku di tempat, bagaimana bisa gadis yang ingin membunuhnya ini, sekarang sedang tersenyum manis dihadapannya bahkan dia mengucapkan kata maaf padanya.

"Hei Erza ! Jelall ! Bisakah aku bicara dengan kalian dan hanya ada aku dan kalian berdua ?" ucap Lucy berteriak menyadarkan Erza dan Jelall yang tengah melamun dan terlalu shock melihat kejadian tadi.

"Eh, tentu saja, Baiklah ! Apa kalian sudah dengar apa yang dikatakan Lucy-chan tadi ? Kurasa kalian harus mematuhinya jika tak ingin seperti yang dilakukannya tadi, Mengerti ?" ucap Erza, sontak saja 100 orang tadi langsung pergi ke Asrama khusus para relawan, bahkan Rogue diajak/lebih tepatnya diseret oleh teman-temannya yang lain untuk ikut serta masuk ke dalam Asrama tersebut.

~ Naze-Dzena ~

"Pakailah rompi perang kalian berdua ! Akan ada sesuatu yang terjadi disini bahkan aku mulai mencium bau darah siapa yang akan menjadi korban kali ini" ucap Lucy yang membuat Erza dan Jelall semakin mengerutkan alisnya. Kekuatan Lucy juga dapat digunakan untuk melacak musuh serta melihat sekilas masa depan, seperti Laxus.

"Eh, kenapa ? Apa yang akan terjadi Lucy ?" tanya Jelall pada Lucy yang bahkan hanya dijawab dengan senyum Jelall dan Erza hanya mampu menuruti perintah Lucy, dan akhirnya segala perlengkapan untuk perang telah dipakainya. Tiba-tiba terdengar...

BOOM...SYUUT...JLEB...

"Kurasa inilah saatnya..."gumam Lucy pelan,membuat Erza dan Jelall semakin bingung.

-TBC-

Yoho~ Kembali lagi bertemu dengan Naz, gimana kabar kalian Minna-san ? Kuharap kalian baik-baik aja ya, kali ini Naz akan balas review bersama temen Naz, oke langsung aja ya...

Aihara Yuki : "Yo Minna ! Kali ini yuki-chan membantu Naz untuk membalas review, yah walaupun ogah sih, tapi berhubung gue baru baik, ya gue bantulah, kasihan kan ?"

Naz : "Gue nggak perlu dikasihanin, hidup itu indah, dan gue nikmatin hidup ini dengan hal-hal yang positif" #Yuki muntah2 langsung,*abaikan*

Aihara Yuki : "Gue nggak bacaiin nih, baru tahu rasa deh loe !" #Yuki pura-pura kabur, tapi nggak jadi deh karena teringet sesuatu.

Naz : "Lho ? Katanya lo nggak mau bacaiin review buat nih ff ?" #muka bingung, Yuki sih senyam-senyum sendiri, dan akhirnya bisik2 di telinga Naz deh

Naz : "Oke deh, terserah loe aja, kenalin diri loe dulu dong !"

Aihara Yuki : "Oh, sorry gue lupa, nama OC gue Yuki, gue temen sekelas Naz, bahkan satu bangku, nama asli gue, kalian nggak perlu tau dan gue nggak akan kasih tau, bahkan kalian nggak tau kan nama asli Naz ? Gue kasih tau mau nggak ?" #Readers yang baca, pada treak2

Naz : "Ah, jangan dong, ntar semua pada tau nama asli gue, kan gak asik, ok deh langsung aja, nih udah panjang"

Aihara Yuki : "Loe dapat 2 reviews, yang pertama dari K.C Dragfilia-san,intinya dia bilang ff loe bagus tapi lebih baik kalau lo terusin, yang kedua dari Synstropezia intinya dia bilang suruh terusin cc dan bagus gitu, eh cc apaan ya ?"

Naz : "Loe nggak perlu tahu cc tuh apaan, tu panggilan gue dari Syn"

Aihara Yuki : "Nah sekarang lo kan yang berbelit-belit ? To the point aja deh..."

Naz : "Ok dah, pertama untuk K.C. Dragfilia-san Arigatou ne sudah mau review ff jelek milik Naz ini, ini dah lanjut kok. Yang kedua untuk temen q Synstropezia Arigatou juga dah review ff ni, ini juga dah diterusin kok, makasih juga untuk Syn yang dah semangatin Naz, bls sms Naz tiap hari,hehe" #Naz langsung aja pergi sambil ninggalin sebuah surat,

Aihara Yuki : Hah, dasar tuh anak ! Oh ya isi surat itu bahwa Naz tadi akan hiatus selama kurang lebih 3 bulan dan ini benar-benar hiatus,Eh ya,emm...ada yang tahu nggak kenapa author I Don't Care About Taz hang-out dari ffn ? Yuki-chan fans beratnya, padahal kan ada 2 ff yang belum tamat milik dia, hiks...hiks..., klo ada yang tau, kasih tau lewat Naz y, please ! Hountouni Arigatou ne..." #Ikut-ikutan kabur setelah ngungkapin apa yang dia bisikin sama Naz tadi, eh, Naz balik lagi ada yang ketinggalan.

Oke, intinya Review chap.2 nih ya ? Please ! Klo nggak Naz hapus lg nih, haha

Sekian,

Naze-Dzena