Disclaimer: Persona 3 F/P punya ATLUS, Anak Kos Dodol punya Dewi Rieka
Warning: gaje parah super plus plus.
.
.
Anak Asrama Dodol
by Fei Mei
.
Chapter 2: Mitsuru, Akihiko, Shinjiro, Ken
.
.
Yang namanya asrama, biasanya akan lebih memajukan azas kekeluargaan daripada kos. Biasanya loh...
Selain ada yang benar-benar dari keluarga yang sama yakni Minato dan Minako, ternyata juga yang seakan main rumah-rumahan. Tidak percaya? Intip saja relasi antara Mitsuru-Akihiko-Ken-Shinjiro! Mitsuru sudah bagaikan ibu dari Akihiko yang sering menegur pemuda itu dengan kasih (cielah~). Akihiko sudah seperti ayah bagi Ken karena sering mendidik anak kecil satu itu. Sedangkan Shinjiro sudah seperti ibu rumah tangga yang jago memasak. Benar kan?
.
Dibalik tampang kalemnya, ternyata seorang Kirijo Mitsuru punya sisi yang nista. Grup Kirijo mungkin adalah grup yang paling berpengaruh dalam perekonomian di Jepang bahkan di dunia. Serius. Dan ini membuat sang putri sulung keluarga Kirijo stres dan dilema sendiri. Kok bisa? Tentu saja bisa, karena gadis ini harus jaim alias JAga IMej!
Yep, Mitsuru harus bersikap anggun dan kece cetar membahana kalau ada bersama dengan orang lain. Padahal nyatanya dia itu norak banget plus-plus! Masakah dia tidak tahu ketoprak itu apa?! Dia bahkan pernah mengira ketoprak adalah nama seorang pegawai di perusahaan ayahnya yang baru –dan ia pikir itulah sebabnya ia tidak tahu tentang si ketoprak. Padahal ketoprak itu kan makanan dari Indonesia... #dor
Tapi, ya, Mitsuru memang kadang noraknya gak ketulungan banget. Sedikit-sedikit pasang tampang wow, sedikit-sedikit mendecak kagum. Bahkan waktu pertama kali dia lihat semut berbaris di asrama saja matanya langsung berbinar-binar! Err...mungkinkah di rumahnya tidak ada semut? Ckckck.
Walaupun norak, Mitsuru sangat sayang pada teman-temannya (oke, pernyataan ini gak nyambung sebenarnya), terutama pada Akihiko. Dari semua anggota asrama Iwatodai yang lain, Mitsuru memang paling mengenal pemuda itu –bahkan mungkin si aki-aki ini –maksudnya Akihiko adalah teman pertama Mitsuru.
Tahu bagaimana reaksi Mitsuru sewaktu Akihiko terluka, kan? Histeris. Yep, kurang lebih. Padahal dia itu histeris bukan karena merasa iba akan luka temannya, melainkan karena ia sendiri tidak pernahterluka sampai berdarah. Ya iyalah, dia kan putri semata wayang keluarga Kirijo, pastinya dijaga benar-benar. Apa-apa steril, apa-apa aman untuk dipakai, sehingga si gadis berambut merah ini kulitnya tidak pernah terluka.
Dan suatu ketika saking penasaran akan bagaimana rasanya terluka, Mitsuru mengambil sebilah pisau kecil dari lemari dapur. baru saja mengambil pisau itu, Akihiko yang tidak sengaja melihatnya langsung histeris,
"Mitsuru! Kamu jangan bunuh diri! Letakkan pisau itu perlahan ataaauu...!" seru pemuda itu sambil menodong sebuah pistol hitam.
"Ng, kamu mau ngapain, Akihiko? Mau manggil persona? Kok bawa-bawa evoker di siang hari?" tanya Mitsuru sambil pasang tampang super inosen.
"Kamu mau ngapain dengan pisau itu, Mitsuru?! Jangan jadi psikopat deh!" seru Akihiko lagi.
"Psikopat?" tanya Mitsuru sambil menaikkan sebelah alisnya. "Apakah itu makanan seperti ketoprak?"
Oke, Mitsuru memang gaje.
.
Berbeda dengan Mitsuru yang psikopat (author di-bufudyne Mitsuru), Akihiko malah galau banget. Kejadian di Yakushima benar-benar membuatnya terpukul. Jelas saja, seorang Sanada Akihiko yang jago olahraga dan pintar (walau tidak sepintar Minato #jleb) masakah tidak bisa menggoda seorang gadis pun?
Oke, sebenarnya Akihiko yang kece ini terkenal (banget). Siswi SMA Gekkoukkan yang mana sih, yang tidak tertarik padanya? Dari siswi, guru wanita, sampai murid laki-laki dan guru pria pun mungkin jatuh hati padanya! Ehm, yang dua terakhir itu lebai, sih...
Intinya Akihiko memang tenar banget –terutama di kalangan anak perempuan. Tetapi ia seakan tidak peduli pada gadis-gadis itu. Huh, dasar, kau telah menyia-nyiakan masa ketenaranmu, Aki!
Gara-gara ia memang sulit sekali berinteraksi dengan gadis-gadis (kecuali Mitsuru, Yukari, dan Fuuka), ia jadi kesulitan sendiri saat bermain 'game' dengan Junpei dan Minato. Dan gara-gara tidak berhasil menggoda seorang gadis pun dengan benar, pemuda unyu ini pun berlatih sendiri di hadapan cermin.
Suatu saat ketika Akihiko sudah bosan berlatih dengan cermin, serta sudah yakin bahwa teknik menggoda miliknya sudah mantap, ia pun berniat untuk mempraktekkannya. Mempraktekkan pada siapa? Tentu saja pada anak perempuan yang paling dekat dengannya saat itu alias Mitsuru.
"Mitsuru, kamu tau apa bedanya kamu dengan papamu?" tanya Akihiko sambil senyum gaje –untungnya saat itu di ruangan tersebut hanya ada mereka berdua.
"Hm?" tanya Mitsuru balik.
"Kalau papamu adanya di surga, kalau kamu adanya di hatiku~~" gombal Akihiko, sampai lalat pun bisa muntah mendengarnya.
"Akihiko..." gumam Mitsuru perlahan. "Ngapain kamu ingetin aku kalau papaku udah gak adaaaa?!"
Nah lho, Akihiko langsung kena eksekusi maknyus plus plus dari Mitsuru deh...
.
Shinjiro mungkin adalah penghuni asrama Iwatodai yang paling mahal suaranya. Padahal kalau di sekitar Minako, pemuda ini cerewet banget lho. Duh, Minako bayar berapa sih, sampai Shinji mau ngomong banyak sampai berbusa? #dor
Tampang sangar, cek. Pakaian seperti anak genk motor, cek. Tidak pernah tersenyum (kecuali pada Minako), cek. Baiklah, dari semua tes yang diujikan, kemungkinan Aragaki Shinjiro adalah seorang psikopat! Err...becanda kok...
Tapi memang, Shinji tampangnya angker banget, sengak, kayak minta ditonjok #dor. Walau begitu, nyatanya dia so sweet banget kalau ada di sekitar Minako. Gak percaya? Buktinya mereka melakukan –piiiipp- ketika Minako sudah memaksimalkan level social link pemuda itu. Masih gak percaya juga? Tanya aja deh, sama Minako!
"A-aku masih perawan! Suwer deh!" begitulah jawaban Arisato Minako saat ditanyai komentarnya oleh wartawan TV-wan.
Lantas, apa yang mereka lakukan dengan berduaan di kamar?
"Ka-kami...kami cuma...omongin tentang harga sayur yang sudah mulai naik!" jawab Shinjiro yang wajahnya sudah semerah tomat panggang (?).
Nah ya, ketahuan lagi satu rahasia Shinji: cinta banget masak-memasak! Makanya, pemuda ini sering banget disebut sebagai ibu keluarga asrama Iwatodai. Walau tampang seram, masakan tetap cetaaaarr!
Oh ya, pada tau tentang jam antik punya Shinji, kan? Jangan tertipu akan cerita-cerita mengharukan yang ia ceritakan tentang jam itu, sebab nyatanya ia mengoleksi banyak jam! Seriusan, mungkin rumah Shinji itu dulunya toko jam, makanya ia bisa koleksi banyak.
Gara-gara sudah tau hobi Shinji yang mengoleksi jam, anggota SEES yang tinggal di asrama Iwatodai selalu langsung mencurigai pemuda itu kalau ada jam dinding atau jam weker atau jam tangan yang hilang.
Pernah saking bingungnya mencari alibi gara-gara jam tangan Yukari hilang, Shinjiro sampai menuduh Koromaru. Astaga, sejak kapan Shinji jadi begini?
.
Sekarang giliran anggota asrama Iwatodai yang paling muda yakni Amada Ken. Jika kalian mengira Ken adalah anggota SEES yang paling inosen, nyatanya adalah tidak! Karena Ken masih kecil, ia jadi cukup mudah terpengaruh –apalagi terpengaruh gara-gara Junpei.
Ken yang sebenarnya cukup polos dan rada dewasa sebelum masuk asrama Iwatodai, langsung berubah 180 derajat. Serius. Kalau sebelumnya dia memang berusaha untuk bersikap dewasa, sekarang ia pura-pura dewasa. Yah, mau bagaimana lagi? Penghuni asrama lainnya selalu memperlakukan ia seperti anak kecil. Gara-gara itu, Ken selalu minum kopi hitam pahit setiap harinya dan memamerkan itu pada teman-teman asramanya –ingin memperlihatkan ia bukan anak kecil. Huh, padahal sebelum masuk asrama ia bahkan tidak pernah mau minum kopi...
Gara-gara masih polos, ia mudah dipengaruhi Junpei. Oke, sebenarnya Junpei bukan ingin mempengaruhinya, melainkan karena Ken masih kecil, jadi sering mengikuti perilaku orang yang ia lihat. Contoh perilaku yang Ken ikuti dari dari Junpei adalah membaca majalah porno, menonton film bokep, dan membaca fanfiksi rated M. Duh, otak polos Ken langsung ternodai sejak ia mengenal Junpei!
Dan karena sering melihat majalah dewasa, Ken pun jadi sering melirik-lirik gadis yang lebih tua darinya, dan tidak tertarik pada yang seumuran dengannya. Kebetulan sekali, hatinya malah terpincut pada seorang Arisato Minako. Tapi tiba-tiba anak kecil satu ini berpikir,
"Aku dan Minako-san usianya terpaut kurang lebih 5 tahun...Kalau Minako-san juga tertarik padaku, apa itu berarti ia pengidap pedofilia, ya?"
Astaga Ken, kau berpikir kejauhan!
.
.
TBC
.
.
Oke, selanjutnya chapter depan Fei tulis kenistaan Fuuka-Aigis-Koromaru-Metis!
