DECLAIMER : Naruto hanyalah milik Keira Miyako *digetok Masashi-sama*, a-ano maksudku milik Masashi Kishimoto *ngelus-ngelus kepala*
PAIRING: SasuHina
Rated: T
Warning: OOC banget, Gaje, terinspirasi dari manga yang aku baca, typo bertebaran, siapkan ajah ember wat menampung muntahan anda sekalian.
::^^:: HAPPY READING ::^^::
'Di-dia...' Batin Hinata.
"Hn? Hyuuga Hinata?," sapa seorang cowok berambut pantat ayam. Hinata masih cengo, ia masih nampak mengingat-ngingat sesuatu.
'Ah iya aku ingat, dia Sasuke. Uchiha Sasuke, teman satu SMP ku waktu di Oto. Kenapa dia bisa ada disini?,' batin Hinata lagi, ia masih bengong sampai Ino menepuk pundaknya.
"Hinata, kau kenal dengan Uchiha-kun ya? Mulai hari ini dia sekelas dengan kita." Ucap Ino riang yang langsung di deathglare oleh Shikamaru.
"Ja-jadi dia..." Ucap Hinata sambil berkeringat dingin.
"Hai, apa kabar?," Kata Sasuke sambil menyeringai.
"Ba-baik," kata Hinata gelagapan. Ia takut kalau Sasuke akan mengatakan masa lalunya kepada teman-teman Hinata. Sementara Sasuke hanya memandang Hinata remeh, sambil sesekali menyeringai.
"Hm, sekarang kau beda. Dulu kau kan-emh..." Tiba-tiba mulut Sasuke dibekep sama Hinata.
"Eh teman-teman, a-aku mau ngajak Uchiha-san berkeliling dulu ya? Mumpung belum ada guru. Jaa~" Ucap Hinata sambil menyeret Sasuke.
.
.
.
.
.
"Hosh...hosh... apa-apaan kau ini? ..." Sembur Sasuke sesampainya diatap.
"Ka-kau yang apa-apaan? Jangan seenaknya mengungkit masa lalu seseorang donk. La-lagi pula kenapa kau pindah kesini?" cerocos Hinata.
"Hn, keluargaku pindah rumah ke daerah dekat sini kemarin," jelas Sasuke setelah berhasil mengatur nafasnya.
'Huaaa... diluar dugaankuuuu,' batin Hinata berteriak.
"Hn, ngomong-ngomong... Kau jadi tambah manis ya?" Ucap Sasuke sambil memegang pipi Hinata. "Kau mau jadi idola di SMA ya? Anak-anak disini kan gak ada yang tahu masa lalu mu. Iya kan?" Kata Sasuke sambil menyeringai.
"Ja-jangan bilang-bilang!" teriak Hinata sambil mundur beberapa langkah dari Sasuke.
"Hm, mesti cepet bilang nih..." balas Sasuke.
"JANGAN, ka-kau tahu sendiri kan aku sangat menyedihkan waktu SMP? Kau nggak kasihan pada ku?" rayu Hinata pada Sasuke sambil melayangkan jurus memelasnya.
"Hn, baiklah," kata Sasuke tiba-tiba.
"E-eh?" Hinata nampak tidak mengerti dengan perkataan Sasuke. Sasuke kemudian berjalan mendekati Hinata sambil mencondongkan sedikit badannya.
"Baiklah," Sasuke membisikkan kata-katanya ke telinga Hinata, hembusan nafasnya terasa di sekitar leher Hinata.
"Tapi sebagai gantinya..."
(Perkenalannya Eira skip jah ya?)
.
.
.
.
.
Keesokan harinya...
"Apa? kamu pacaran sama Hyuuga Hinata?" teriak seorang anak laki-laki yang bernama Kiba.
"Itu bohong kan?" terdengar pula teriakan seorang anak laki-laki lagi yang bernama Kankurou sambil menjambak rambut coklatnya tanda ia frustasi.
"Lalu bagaimana dengan kami, para penggemarnya?" teriak Kiba lagi.
"Kyaaaaa, Sasu kun~," teriak gadis berambut merah yang bernama Karin.
"Aaaah semangat masa mudaku hilang nih," teriakan siapa lagi kalau bukan anak berambut bobs dan bersemangat masa muda yaitu Lee.
Hm, sebenarnya ada apa ini? Kenapa ribut-ribut yah? Ganggu author yang lagi tidur ajah *dikroyok reader*. Oh, rupanya kelas Hinata sedang heboh dengan kabar bahwa Uchiha Sasuke dan Hyuuga Hinata berpacaran. Para fans boy Hinata dan Fans Girl Sasuke pun patah hati. Lalu apakah benar mereka pacaran? Mari kita selidiki dan kita kupas setajam Silet *Dikroyok reader lagi*.
Flash back
"Tapi sebagai gantinya, kau harus menjadi pacarku?" kata Sasuke.
"A-apa?" Hinata histeris.
"Aku kan murid pindahan, pasti akan hebat kalau aku pacaran dengan idola sekolah. Lagi pula aku tidak ingin seperti disekolah yang dulu. Selalu dikerubuti fans girl, dengan adanya kau maka setidaknya mereka akan patah hati," jelas Sasuke.
'Gyaa, ternyata selain sifatnya yang dingin d-dia juga jahat banget. Apaan tuh ngancem-ngancem segala. Uugh, gimana nih?' Batin Hinata.
End of flashback
Nah sudah jelas kan kalau mereka pacaran? Yah, meski bo'ongan tapi fans boy Hinata menganggap itu beneran. Pagi ini Sasuke dan Hinata berangkat sekolah bareng dengan Sasuke menggandeng tangannya. Pemandangan itu sontak membuat mereka menjadi pusat perhatian. Pemandangan tersebut masih berlanjut sampai kedua insan itu masuk ke kelas mereka. Semua fans boy dan fans girl SasuHina patah hati dan berteriak histeris. Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Saat seorang gadis berambut merah dan berkaca mata yang bernama Karin menghampiri Sasuke dan menanyakan "Sasu kun pacaran sama Hinata ya?", Sasuke hanya menjawab enteng pertanyaan itu. "Hn, memang kenapa?," Dengan jawaban santai Sasuke itu semua fans boy Hinata berteriak histeris, fans girl Sasuke pun sama. Sementara Hinata hanya merona mendengarnya.
"Hinata chan. Kami masih boleh ngefens sama kamu kan?," tanya Kiba.
"Iya, kami kan fans mu," sahut Lee.
"E-eh, ba-baiklah," kata Hinata pasrah.
"Tidak boleh" Sahut Sasuke tiba-tiba.
"E-eh?" Hinata cengo.
"Dia itu milikku, jadi...tidak boleh," Kata Sasuke sambil menyeringai.
"Yah, pelit kao Sasuke..." Kata Kankurou sambil memonyongkan bibirnya yang udah monyong *dihajar*.
"A-apa-apaan k-kau?," Bisik Hinata pada Sasuke yang hanya dibalas oleh seringai Sasuke saja. Hinata yang kesal hanya bisa membuang muka saja.
'Padahal kan kita gak ada rasa suka, kenapa dia bisa bersikap begitu?' Batin Hinata.
.
.
.
.
.
Pulang sekolah
Hinata sedang membereskan buku-buku nya yang tadi ia gunakan untuk menuntut ilmu ketika teman-temannya menghampiri Hinata untuk pulang bareng.
"Hinata, pulang bareng yuk..." ajak Ten ten
"Iya Hina-chan, pulang bareng yuk?" Ino menyaut
"i-iya, ayo..." Hinata, Ino, dan Tenten pun pulang bersama. Rumah Hinata, Tenten dan Ino searah, sehingga mereka kerap pulang bareng. Mereka berjalan menyusuri koridor sekolah sambil mengobrol. Sesampainya di gerbang sekolah, tiba-tiba ada yang mencengkeram lengan Hinata. Saat Hinata menoleh rupanya itu Sasuke.
"Ayo pulang," Ajak Sasuke.
"T-tapi, aku mau pulang dengan mereka," Kata Hinata.
"E-eh, tidak apa-apa kok. Kalian pulang bareng saja. Aku dan Tenten bisa pulang berdua kok. Lagian kan kita udah sering pulang bareng, ya kan Tenten," jelas Ino.
"Iya," jawab Tenten
"Hn, ayo!" Ucap Sasuke sambil menarik tangan Hinata.
"A-ah, aku pulang dulu ya Ino-chan, Tenten-chan. Jaa ne~" Teriak Hinata sambil melambai.
"Jaa~"
.
.
.
.
.
"A-apa-apaan kau Uchiha-san?" Sembur Hinata saat mereka sudah berjalan menjauhi sekolah.
"Sasuke" gumam Sasuke.
"E-eh?" Hinata bingung.
"Kita pacaran, panggil saja aku Sasuke," Jelas Sasuke.
"O-oh" Hinata mengangguk, sedetik kemudian "Uapaaaa?" teriak Hinata dengan lebayna *dijyuuken*
"Hn?"
"K-kok gitu? Kita kan cu-cuma pura-pura?" Tanya Hinata.
"Baka, kalau kau memanggilku seperti itu justru mereka akan curiga," Jelas Sasuke.
"Ta-tapi, ti-tidak seharusnya kau bersikap seperti tadi? Aku tidak enak dengan Tenten-chan dan Ino-chan,"
"Cih, memang kenapa? Mereka kan sudah mengizinkan?" Ucap Sasuke cuek, sambil memasukkan tangannya kesaku dan terus berjalan.
"Ta-tapi kita cukup berpura-pura pacaran saja kan? Kenapa harus pulang bareng segala sih?" Tanya Hinata lagi.
"Hn, urusai. Kau tidak mau kan rahasiamu terbongkar? Jadi diamlah" Balas Sasuke santai.
'Ugh, apa-apaan sih orang itu? Menyebalkan' Batin Hinata. Kalau saja ini kartun Shin chan pasti kepala Hinata sudah muncul perempatan seperti mama Shin chan yang lagi , sabar buuu *digetok reader*.
.
.
.
.
.
.
"Hn, jadi ini rumahmu? Besok aku jemput," Ucap Sasuke setelah mereka sampai di rumah Hinata.
"A-apa?"
"Kau tuli ya?" ejek Sasuke.
"Ti-tidak, bukan begitu. Tapi kenapa berangkat juga bareng sih?" tanya Hinat emosi.
"Hn, jaa~" Ucap Sasuke sambil berlalu.
"Hei, jangan pergi dulu, aku belum selesai bicara. Hei" Teriak Hinata sebal. Sasuke yang mendengar teriakan frustasi Hinata hanya tersenyum tipis kemudian bergumam...
"Jawabannya karena aku ingin bersamamu lebih lama lagi," gumam Sasuke lirih.
.
.
.
.
.
.
To be continued...
Hai... Eira kembali untuk mengupdate fic ini... Gomen update annya molor banget... Soalnya Eira lagi kebanjiran tugas nih. Disekolah tugasnya banyak banget,,, udah gitu banyak ulangan pula. Haduhhh, derita jadi anak SMA *malah curcol*. Yosh, bagaimana menurut kalian chapter kali ini? Masih banyak typo kah? Kalau masih kasih tau Eira ya? Eh iyah Eira mau balas Ripyu yang gak log in dulu nih :
Uchan: makasih dah mau ripyu... Hm, Eira malah gak bisa bayangin kalau sasu jadi asou. Terkesan gimanaaa gituuu... Tapi tenang aja kok Uchan, sebisa mungkin Eira mau bikin beda ama manganya. Soalnya di manga asou kan jahat bgt, nah di sini mungkin ntar akan Eira ganti... biar gak dikira bashing... hehe :)
Yuuaja : insyaalah akan Eira usahakan... Makasih ya ripyu nya... :)
Shaniechan: makasih ripyunya ... :)
uchihyu nagisa: makasih ripyunya yah... :)
Gak ada namanya?: Hm makasih ya ripyunya... :)
Okay udah mua kan? Hehe kalau udah jangan lupa RnR yah...
:)
