Chapter 2: Touch Me Not Inspired by: Biology '-'

Cast: Xi LuHan

Zhang Yi Xing

Summary: Ketika Zhang YiXing, penderita penyakit aneh bertemu dengan pangeran penolongnya, Xi Luhan.

Rated: T

Genre: Romance, Humor maksa /?

Disclaimer: Semua milik Tuhan!

Warning: OOC, Ejaan tidak sesuai EYD, Ancur, YAOI, ALL PAIR, ALAY, ABSURD, Typo(s), Don't Like Don't Read!

HAPPY READING!

Zhang YiXing memang seorang nerd. Akan tetapi, jika saja kacamata tebalnya di buka, Zhang YiXing akan terlihat sangat manis. Ku pastikan murid-murid yang membullynya akan berteriak bahwa Zhang YiXing terlihat manis jika tidak memakai kacamata dan stylenya lebih fashionable.

"LAY!"

Puk!

Bruk!

"Aigo, Lay!"

Satu lagi kekurangannya. Akan pingsan jika ada orang lain memegangnya walaupun di lapisi kain setebal apapun. Dan orang yang memegang pundaknya tadi adalah Kim Joonmyeon, ia adalah satu-satunya teman Lay. Ku pastikan bahwa Kim Joonmyeon lupa apa yang terjadi jika Lay di sentuh. Baiklah, Suho. Sebaiknya kau bawa Lay ke UKS.

"Annyeong haseo! Xi Luhan imnida! Kalian bisa memanggilku Luhan, Bangapseumnida!"

Seorang lelaki cantik memperkenalkan dirinya dan di sambut kagum oleh siswa-siswi kelas ini. Satu siswa saja yang mendadak pucat saat melihat lelaki bermarga Xi tersebut. Zhang YiXing. Masalahnya adalah, satu-satunya tempat duduk yang kosong yaitu di sampingnya. Ini buruk. Bagaimana jika tanpa sengaja lelaki tersebut menyentuhnya? Ia sungguh lelah jika pingsan dan ke UKS terus-menerus sebelum semua murid di sekolah ini tahu penyakit anehnya.

"Nah, Luhan. Silahkan duduk di sebelah…em… Yixing. Selain hanya tempat itu saja yang kosong, Yixing juga dari Cina." Lay mengangguk kepalanya begitu Kim-songsaenim menatapnya ragu seakan meminta persetujuannya.

Luhan langsung berjalan menuju bangkunya –di sebelah Lay-. "Luhan imnida" Ini sungguh sangat buruk. Lay lupa jika berkenalan harus saling berjabat tangan dan lelaki cantik di hadapannya itu mengulurkan tangannya kearah Lay. Akhirnya lay memilih untuk tersenyum tanpa membalas uluran tangan Luhan.

"YiXing, panggil saja Lay"

Luhan menataonya bingung dan hanya di tanggapi senyuman –paksa- oleh Lay. Luhan menurunkan tangannya dan segera duduk di bangkunya. Lalu Lay membenarkan letak kacamatanya yang sedikit turun dan mendengarkan Kim-songsaenum yang baru saja memulai pelajarannya.

"Hei Lay. Aku belum mengambil buku di perpustakaan" Lay yang tahu maksud Luhan segera menaruh bukunya di tengah meja mereka. Lay sedikit menjauhkan kursinya dari Luhan yang baru saja menggeser kursinya lebih dekat. Luhan kembali menatapnya heran lalu memilih untuk mendengarkan Kim-songsaenim di depan.

Sudah hampur tiga bulan Luhan pindah ke sekolah di Korea ini. Dan Luhan masih tidak mengerti mengapa Lay terlihat menghindarinya. Apa yang salah darinya?

Dan sekarang ia bersama lay mendapat tugas kelompok dari Lee-songsaenim. Kebetulan Lee-songsaenim menyuruh tugas kelompok itu di kerjakan satu bangku saja.

Akhir-akhir ini, Lay jarang melihat Suho mengajaknya bersama setelah kejadian Suho membuatnya pingsan itu. Mungkin karena ia sibuk dengan Kris? Kekasih barunya.

Lay lebih memilih untuk mengerjakan di atap sekolah, karena lebih tenang disana, pikirnya. Luhan-pun hanya mengiyakan saja.

"Ah, Lay…"

"Hm?"

"Lihat aku dulu"

Deg!

Keduanya terkejut begitu pandangan mereka bertemu. Walaupun di halangi oleh kacamata tebal, Lay terlihat manis di mata Luhan. Sepertinya sang rusa ini mulai jatuh cinta dengan sang unicorn manis ini.

Tanpa sadar, tangan Luhan mengulur pada wajah Lay. Ia melepaskan kacamata Lay tanpa menyentuk Lay sedikitpun. Tunggu dulu, kalau begini, Lay bertambah manis. Sedangkan Lay masih terlarut dalam mata indah Luhan.

Perlahan, Luhan memajukan kepalanya mendekat kearah Lay. Tangan Luhan kembali di samping wajah Lay. Ia sungguh ingin mengelus pipi putih lucu itu. Lay sudah tersadar, terkejut dengan apa yang akan Luhan lakukan.

Terlambat. Tangan Luhan sudah mendarat di pipi mulusnya.

Tunggu, bagaimana bisa Lay masih tersadar sedangkan tangan Luhan berada persis di pipinya? Mengapa?

Perlahan, bibir Lay melengkung keatas. Berarti…

Cup!

Bukankah pada buku yang di baca Lay mengatakan, jika jodohmu menyentuhmu, kau tidak akan pingsan atau tertidur. Dan juga, obatnya adalah berciuman dengan jodohmu. Lagi pula setelah lama sebangku dengan Luhan, ia mulai mengenal Luhan dengan baik dan juga ia menyukai kepribadian Luhan yang sangat gentle.

"Xie xie Lu, Wo ai ni"

Lay menatap Luhan dengan senyum lebar di wajah manisnya. Luhan yang memang tidak tahu apa yang terjadi sehingga Lay seperti ini hanya membalas senyuman Lay dengan senyuman tampannya. Sedetik kemudian Luhan menyeringai pelan.

Buk!

Cup!

Luhan menjatuhkan badan Lay sehingga ia sekarang di atas Lay dan Lay di bawahnya dan mengecup bibir soft Lay. Lalu ia menatap dalam mata Lay.

"Aku tidak tahu apa maksudmu, Lay. Tapi, wo ai ni" kemudian Luhan kembali mencium bibir Lau. Lay yang di bawahnya hanya terdiam dengan pipinya yang bersemu merah. Lalu ia membalas ciuman Luhan dengan senyuman.

Mulai saat ini, Zhang YiXing bukanlah rumput putri malu lagi. Biarkan Luhan tidak tahu apa yang terjadi sebelum ia menemukan Luhan. Dan Lay rasa Lay akan lebih percaya diri dan membuang si Nerd Lay.

Yang terpenting. Xi Luhan milik Zhang Yixing selamanya.

END

Annyeong!~

Hehe '-'

Ini ceritannya nanti sampe 132 yah, jadi ada 132 judul dan cerita sama couple yang berbeda '-'

Sekali lagi, ini couple saya buat acak sama temen saya '-'

Oklah buat chapter selanjutnya ada ChenBaek loh '-' ituloh mereka, ideal type, ideal typenya Baek '-' *ehplak. Hah, tapi saya buatnya bener bener pendek, saya barusan jadi ChenBaek shipper aja heran kenapa saya buatnya Cuma segitu? Haha gak '-' tapi beneran diantara semua cerita di buku, ChenBaek yang Cuma selembar '-' *kenapa jadi bahas ChenBaek-*

GOMEN MENGECEWAKAN!

XIE XIE UDAH REVIEW, maaf gak bales '-'

ANNYEONG! REVIEW YAW! /?