Hoiii, yang ga mamingan sini merapat sama dhe-chan ckckck XD Ya ampun dhe-chan ga nyangka ini fic banyak juga yang suka yaa hehe sampe semangat banget ini nulis nya juga.. menggebu- gebu tiada tara pokonya mah XD #gajelas padahal tugas kuliah dhe-chan udah menggunung dan latihan nari yang selalu nguras tenaga T.T
Ehh tuh kan malah curhat T.T kalo kurang feelnya atau ide nya pasaran dhe-chan minta maaf hehe yang pasti ini imajinasi dhe-chan yang berusaha dhe-chan salurin lewat FFN yaa ^^
.
.
.
.
.
Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto
.
.
.
Pairing : Uchiha Sasuke & Uchiha Sakura
.
.
Story by : Hyuugadevit-Chery
.
.
Romance, Drama, Humor (maybe), friendshif
.
.
.
Warning : OOC, typo(s), bad fic, abal, alur kecepetan, gaje, pasaran,etc.
.
.
.
If you don't like, don't ever try to read
.
.
.
Karya Mu adalah Estetika Mu, so no plagiat..!
.
.
.
Enjoy okey ^^
.
.
.
"NOT PERFECT"
.
.
.
Summary : Setiap gadis yang menyukai seseorang akan menunjukan kelebihannya supaya terlihat sempurna di mata orang yang ia sukai. Tapi ... ia berbeda. Ia dengan ketidak sempurnaannya. Melihatnya, membuat ku bagaikan patung dalam pemahaman ini. Tapi percayalah kau adalah hal yang terindah...
.
.
.
Sakura mendudukan dirinya di sebelah Sasuke. Ia sangat sedih dengan apa yang baru saja terjadi.
Biasanya orang- orang akan melihatnya dengan tatapan terpesona atau iri. Ya, karena Sakura adalah salah satu siswi yang terkenal dengan kecantikkannya juga sikapnya yang supel pada teman- temannya tanpa memandang status derajat sosial atau apapun itu. Ia merasa selalu berbuat baik.
Tapi untuk hari ini, ia merasa dipermalukan.
Tidak, ia yang mempermalukan dirinya sendiri.
Anko sensei memasuki kelas. Ia memulai pelajaran Sejarah mengenai perang dunia kedua.
Tapi tak sedikitpun Sakura memperhatikannya. Ia terlalu malu dengan semua orang di kelas ini.
Kesan pertama yang ia dapat di kelas ini sangatlah jelek.
Rasanya ia ingin mengubur dirinya saja, atau mungkin pindah sekolah saja kalau perlu. Ia tak sanggup bertatapan dengan orang- orang di kelas ini.
.
.
.
Pelajaran telah berakhir. Semua siswa- siswi kelas 3A mulai berhamburan keluar kelas untuk istirahat.
Tapi yang di lakukan Sakura adalah membenamkan kepalanya di balik tangannya yang sengaja ia lipat.
Ia masih sangat malu, tidak. Ia benar- benar malu. Terlebih ia jatuh di hadapan pemuda yang ia sukai.
Naruto datang dengan cengiran khasnya di depan kelas 3A.
Tapi orang yang ia tunggu tak kunjung beranjak dari bangkunya.
"Hoi teme, ayo kita ke kantin! Kenapa kau diam saja ?"
"Hn, kau duluan saja dobe"
"Aishh... baiklah"
Naruto pun pergi keluar kelas, meninggalkan Sakura dan Sasuke yang tersisa di dalam kelas 3A.
Sasuke memperhatikan gadis di sebelahnya dengan intens.
Banyak fikiran yang berkecambuk. Ia merasa sangat bersalah karena tidak membantu Sakura saat gadis itu terjatuh. Tapi, jika ia membantu akan timbul gosip yang membuat kedamaiannya sirna.
Sudah cukup dengan para gadis yang selalu mengekorinya, dan jika harus ditambah dengan gosip tidak sedap maka akan menambah hidupnya bertambah rumit.
"Aku yakin, aku terlihat bodoh"
Sasuke sangat kaget saat Sakura mengatakan hal itu. Entah kenapa tiba- tiba saja gadis itu mau berbicara pada nya.
" Kau pasti menganggapku aneh bukan? Tapi itu hanya di dekatmu. Aku benci ini ... aku benci" sambungnya.
Sasuke hanya mendengarkan keluh kesah Sakura tanpa berniat membrikan komentar apapun. Ia bukan pemuda yang bisa menghibur hati gadis yang bersedih seperti Naruto.
Ia bahkan selalu menghindari para gadis- gadis yang mencoba mendekatinya.
"Hikss.. hikss.. aku malu... aku sangat malu..."
Sasuke, entah kenapa saat mendengar gadis di sampingnya menangis membuat hatinya ikut sakit.
Saat pertama kali masuk KSHS ia melihat gadis bersurai merah muda dengan senyum manisnya.
Sikapnya yang selalu ceria tanpa sadar membuat Sasuke selalu senang dan ikut tersenyum melihatnya.
Saat gadis itu bertingkah konyol di hadapannya ia juga merasa senang.
Pernah suatu hari ia duduk di taman belakang sekolah untuk membaca. Ia memang selalu butuh ketenangan.
Saat itu ia mendengar suara ribut yang ternyata adalah senpai nya. Ia tahu bahwa senpainya bernama Kaguya sangat sensitif saat kekasihnya Tenji-senpai didekati gadis lain. Dan di sinilah Kaguya-senpai dan kawan- kawan nya sedang menjadikan seorang gadis satu angkatan dengan Sasuke, untuk dijadikan bahan leluconnya. Gadis itu mulai mencoba menari kikuk, di iringi derai tawa melecehkan dari para senpai.
Sasuke hanya mengedikan bahunya tidak peduli. Ia kembali melanjutkan acara belajarnya hingga ia mendengar suara yang sangat khas milik seseorang yang selalu menarik untuknya.
"Hai senpai, apakah senapi sedang mengajari Matsuri-san dance?" tanya Sakura yang sayup-sayup dapat Sasuke dengar.
"Matsuri-san, aku akan ikut menari dengan mu.. hei ayo kau Pig, Tenten, ikut bergabung" ujarnya ceria.
Kaguya-Senpai dan teman- temannya berdecak kesal. Karena gagal menjadikan Matsuri sebagai lelucon mereka, mau tak mau akhirnya mereka pergi meninggalkan Sakura yang terus menari bersama teman- temannya.
Sasuke juga ingat betul saat mereka kelas 2, tepatnya kelas Sakura sedang pelajaran seni musik Sasuke tak sengaja mendengar suara cempreng Sakura yang terdengar lucu. Semuanya merasa terhibur akan semua tindakannya. Bahkan suara cemprengnya dapat mengundang senyum di kedua sudut bibir Sasuke.
Setiap mengingat hal- hal kecil, tidak. Hal apapun yang berhubungan dengan Sakura membuatnya selalu tersenyum tulus. Sakura sangat menarik.
Seperti hiburan tersendiri.
Selama ini ia merasa hidupnya yang datar- datar saja berubah menjadi lebih berwarna semenjak melihat Sakura.
Tapi saat Sakura menghindari nya, menjauh, dan menangis seperti ini membuat ia ikut merasakan sakit pada hatinya.
Di luar kendali.
Sasuke adalah pemuda yang memiliki pengendalian diri yang sangat luar biasa. Bahkan wajah yang selalu terlihat datar adalah salah satu pengendalian emosi yang telah ia terapkan, sebagai salah satu bukti pengendalian diri.
Seperti yang telah dikatakan. Di luar kendalinya, dengan gerak refleks Sasuke menyentuh bahu Sakura memposisikan gadis itu agar mendongakan kepalanya.
Saat Sakura mendapatkan sentuhan tangan, ia kira itu Ino.
Sakura langsung berhambur memeluk orang yang ia pikir Ino.
Disaat ia memeluk tubuh orang yang ia anggap Ino, tubuhnya menegang.
"bau yg tak ku kenal, dan yang pasti ini bukan Ino". Sejenak dipirkan kembali apa yg Sakura lakukan, dia terus berpikir ini siapa.
Tapi keadaan kelas ini kosong, hanya ada Sakura dan Sasuke. Mungkinkah? Sakura benar benar nyaman berada dalam pelukan ini. Tapi tak lama Sakura kemudian melepaskan pelukannya.
"Hey, kau baik- baik saja ?"
Entah kenapa Sasuke tidak bisa melepaskan pelukan Sakura. Ia merasa nyaman. Ia juga ingin Sakura membagi rasa sedih itu dengannya.
Awalnya ia merasa kaget akan tindakan Sakura yang memeluknya tiba- tiba, tapi ia tidak memungkiri bahwa ia sangat senang saat ini.
Pelukan itu terlepas, ada rasa tak suka pada diri Sasuke atau pun Sakura.
Mereka berpikir ini tidak benar, tapi .. ahh entahlah. Mereka bahkan sulit mengungkapkannya dalam kata- kata.
"Maaf, aku kira Ino" tutur Sakura.
"Hn. Kau tidak menjawab pertanyaanku"
"Aku baik- baik saja. Hanya merasa tidak nyaman dengan kelas ini"
Sasuke mengangkat alis nya tinggi- tinggi.
Gadis ini... benar- benar. Disaat gadis lain rela melakukan apapun untuk Sasuke, bahkan bisa duduk dan satu kelas dengan Sasuke adalah impian mereka, tapi gadis ini justru merasa tidak nyaman ? Che, yang benar saja!
.
.
.
Keadaan semakin canggung.
Sasuke sebenarnya bukan tipe orang yang peduli dengan sekitar. Asalkan ia merasa tak terganggu ia akan nyaman- nyaman saja.
Tapi ini berbeda. Gadis disampingnya adalah pengecualian.
Hahh, harus Sasuke sadari ia menyukai gadis ini. Tapi entah kenapa gadis yang ia sukai justru bersikap seolah- olah tidak nyaman saat berdekatan dengannya.
Sasuke dengan berbagai pikirannya. Ia yang terkenal selalu memperhatikan pelajaran meskipun ia sudah mengerti, sekarang tidak memperhatikan materi yang disampaikan Asuma sensei.
Tanpa ia sadari pelajaran telah berakhir, yang mana artinya semua siswa- siswi KSHS sudah diperbolehkan pulang.
Sasuke memperhatikan Sakura yang tergesa- gesa pulang tanpa menengok barang sejenak padanya.
Ia merasa kesal dengan perasaan yang benar- benar membuatnya menjadi kelimbungan.
Pedahal eksistensi gadis bernama Haruno Sakura begitu dekat dengannya baru beberapa jam ini. Meskipun sejak dulu ia sering memperhatikannya.
Tapi ia sudah dapat mempengaruhi seorang Uchiha Sasuke sebegitu dahsyatnya.
Sasuke berharap, semoga saja Sakura bisa merasa nyama dengan keberadaanya. Tidak seperti hari ini.
Ya! Sasuke bertekad mulai sekarang ia akan berusaha mendekati gadis ini.
Ia tidak akan membiarkan Sakura dipermalukan lagi atau apapun itu.
Jika Sakura tidak sempurna, maka Sasuke akan menjadi sosok yang menyempurnakannya.
.
.
.
Ini sudah satu bulan Sasuke dan Sakura satu kelas. Mereka sudah mulai bisa memahami satu sama lain.
Sedikit demi sedikit Sakura mulai terbiasa dengan keberadaan Sasuke. Meskipun yahh, ia masih tetap selalu bertingkah konyol di dekat Sasuke.
Seperti saat ini, kelas 3A akan memulai olahraga berenang.
Tapi sebelum itu, Guy sensei mengintruksikan siswa-siswinya untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu.
Aaa... jangan lupakan juga Guy sensei menggabungkan olahraga antara kelas 3A dan kelas 3C.
Kelas 3C adalah kelas Ino dan Naruto.
Sakura sungguh senang karena ada Ino. Ia akaui ia tidak bisa berinteraksi dengan siswa- siswi kelas 3A akibat kesan pertamanya yang jelek.
Mungkin hanya Sasuke yang mau dekat dan berbicara dengannya. Dan itupun mungkin terpaksa.
Kelas 3A dan 3C memulai pemanasan. Guy sensei sangat bersemangat dalam mengajar kan gerakan- gerakan pemanasan sebelum renang.
Sakura sendiri ogah- ogahan. Ia merasa malas. Ia tidak bisa berenang. Tapi terlalu malu mengakui itu semua pada Ino atau pun yang lainnya.
.
.
.
Satu persatu siswa- siswi mulai turun ke dalam kolam renang.
Bahkan Ino dengan semangatnya menyeret Sakura yang enggan turun ke air pun mau tidak mau harus turun.
Ino bermain air dengan semangat. Bahkan ada pria berkulit pucat yang mendekatinya. Mereka bermain bola dalam air.
Sakura sendiri hanya duduk di pinggir kolam memperhatikan mereka dengan senyum manisnya.
Sasuke, Naruto, Karin, Temari, dan Kiba bergabung dalam permainan bola air bersama Ino dan Sai.
Sesungguhnya Sasuke merasa malas, tapi Sakura terus memperhatikan permainan bola air itu.
Apabila ia bisa mendapat perhatian Sakura dengan ikut bergabung main bola air, apa salahnya?
Diam- diam Sakura memperhatikan Sasuke, terkadang pandangnnya bersibobrok dengan mata sekelam malam itu. Dengan cepat Sakura mengalihkan pandangannya.
Bosan, tentu saja. Sakura hendak berdiri untuk berganti pakaian.
Rasa nya ia ingin izin saja pada Guy sensei kalau ia tidak enak badan dan tidak bisa mengikuti pelajaran.
Tapi saat hendak melangkah, ternyata lantai sangat licin. Harus kalian ingat juga, Sakura adalah seseorang yang ceroboh. Ia tidak hati- hati.
Settt... byuuuurrrrr...
Sakura terjatuh.
Semua pandangan pun terarah padanya. Semua orang hanya tertawa pada tingkah Sakura yang tidak hati- hati.
Mereka pikir Sakura memang sangat lucu dengan tingkahnya juga yang tak kalah lucu.
Tapi mereka tak tahu, bahwa Sakura tidak bisa berenang. Ia tenggelam.
Saat yang lain sibuk tertawa, bahkan Ino yang notabenenya sahabat Sakura tengah tertawa, berbeda dengan Sasuke yang menunjukan wajah cemasnya.
Ia langsung berenang ke dekat Sakura, dan benar saja. Sakura tenggelam.
Sakura panik, dan terlihat kesulitan memperoleh keseimbangannya dalam kolam itu, yang memang kolam untuk dewasa dan kakinya tak dapat menyentuh dasar kolam. Ya, Sakura memang tak bisa berenenang.
Semua orang disana pun terkejut mendapati itu.
Mereka berbondong- bondong menghampiri Sakura yang tengah di gendong ala bridstyle oleh Sasuke ke daratan.
Ino bahkan tengah menangis tersedu- sedu. Ia merasa bersalah karena ikut menertawakan sahabatnya. Ia merasa menjadi sahabat paling keji.
Sasuke merebahkan Sakura di atas lantai, tanpa pikir panjang ia langsung memberikan CPR (cardiopulmonary resuscitation).
Demi Kami-sama, Sasuke sangat takut sekali saat ini.
Gadis yang selama ini tanpa ia sadari menjadi penghuni hatinya tengah kesulitan bernafas.
Semua orang yang melihat tindakan serta wajah cemas Sasuke semakin heran dan bertanya- tanya hubungan apa yang mereka miliki hingga Sasuke mau direpotkan dan memberikan nafas buatan pada Sakura.
Yah meskipun menolong orang jangan pilih- pilih, tapi ini adalah Sasuke. Ya, Uchiha Sasuke yang terkenal dingin dan cuek nya.
Sampai- sampai seorang Uchiha Sasuke yang tidak suka di dekati gadis- gadis rela melakukan hal itu demi Sakura.
Bahkan Ino dan Naruto pun dibuat cengo dengan keadaan ini.
.
.
.
Sakura akhirnya sadar, dengan mengeluarkan air yang cukup banyak dan kembali bernafas meskipun sepertinya agak sulit.
Melihat Sakura sadar, Sasuke menampilkan wajah leganya. Itu sanagat jelas terlukis di wajah Sasuke.
Tak ingin membuang waktu, Sasuke segera mengangkat tubuh Sakura menuju ruang uks.
.
.
.
-TBC-
A/N :
CPR (cardiopulmonary resuscitation) yang dalam bahasa Indonesianya berarti Resusitasi Jantung Paru atau disebut juga dengan napas buatan adalah tindakan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti napas karena sebab-sebab tertentu. CPR bertujuan untuk membuka kembali jalan nafas yang menyempit atau tertutup sama sekali. CPR sangat dibutuhkan bagi orang tenggelam, terkena serangan jantung, sesak napas karena syok akibat kecelakaan, terjatuh, dan sebagainya= selebihnya bisa dibaca di mbah google yaa HAHA ^^ ga dhe-chan kasih tau juga udah pada ngerti pastinya kan wkwk :-D
Ehh ehh udah pada nonton Naruto eps 461? Ya ampun, dipikir- pikir kakek Hagoromo cakep yaa waktu mudanyaa XD apalagi itu kakek Hamura aduhh cool beud atau cold yaa? HAHA saya cinta mereka aslinyaa #curhat tuh kan T.T
Yosha time is Balas review ^^
Uchiha Sign : ini udah lanjut yaa ^^ makasih udah review :-D
Mustika447 : hahaha yaa Saku-chan di sini kalo deket Sasu-kun suka bertindak ceroboh :-D hehe makasih udah review tika-chan ^^
Devi Na Akeyama : hehehe fic ini udah dhe-chan rancang sejak awal 3 shoot jadi aja yaa cuma bisa 3shoot, selain itu ini otak dhe-chan nya udah ngeheng kayanya sih haha :-D #gajelas *abaikan makasih yaa udah review devi-chan ^^
Sjxjs : Haha ini selvy yaa ada ada aja :-D iyaa ini 3 shoot, aduh makasih banget udah ngasih tahu typo .. Maaf yaa si typo kayanya cinta banget sampe nempel- nempel terus -" Makasih udah review selvy^^
Bang Kise Ganteng : Hehe biasa ini Saku-chan lagi dibuat semanis mungkin :-D ckckck tapi bukan centini yaa Bwahaha #mulai gajelas ya ampun , disini aku pengen buatnya SasuSaku dulu bang yahh .. Nanti dhe-chan buatin okey yang nyempil GaSakunya .. Apa kemaren kurang itu oneshoot nya T.T ayoo kembali lagi ke ffn :-D buat cerita yang mengguncang ffn bang :-D ini udah lanjut , makasih udah review ^^
echaNM : hehehe ini udah lanjut yaa cha :-D wahh ketauan ini si echa suka malu malu meong yaa wkwk #bcanda ca XD makasih udah review ya cha^^
Guest : ini udah lanjut, makasih udah review ^^
Kucing genduttidur : ini udah lanjut yaa ^^ panjang engga yaa.. Haha maaf cuma segini, ide dhe-chan nya nguap entah kemana tuh:-D hehe makasih yaa udah review ^^
LovelyLany : ff ini emang unyu kaya penulisnya alias dhe-chan hihihi #pede gilaaa #ditabok .. Kyaaa~ saamaan kita suka romace romance gitcuu yaa wkwk :-D ini udah lanjut yaa nee-chan hehe # seneng dapat nee-chan ^^ makasih udah review ^^
zarachan : ini udah lanjut yaa Zara-chan ;) makasih loh udah review ^^
BukanApaApa : ini udah update yaa, dhe-chan biasanya update tiap hari minggu, tapi gimana sempet nya juga kalo sekarang sih.. Soalnya RL bikin pusing ngatur jadwal... #bikin rundown .. Ga lama yaa ini cuma jeda seminggu ko wkwk :-D makasih udah review ^^
Sekali lagi makasih yaa buat yang udah review ^^ fav&foll sama silent reader (kalo ada itu juga HAHA XD) peluk semua reader fic dhe-chan ({})
