Hantu Penunggu Asrama
By: Shiori Tsubaki
Bleach©Tite Kubo
T
Warning: OOC, Mistypo(s)
.
.
.
Kaien Pov`s
Saat masuk ke kamar entah kenapa aku merasakan sesuatu yang aneh. Seperti ada yang mengintai, tapi dari mana? Situasi seperti ini benar-benar membuatku agak merinding. Seakan-akan seekor monster berada di ruangan ini dan siap menyerang kapan saja.
'Oh ayolah,Kaien. Kau ini anak mahasiswa, masa masih percaya pada hal seperti itu? Hantu? Monster? Ah itu tidak lucu!' ujarku meyakinkan pada diriku sendiri.
Lalu aku melangkahkan kaki dan segera berbaring di tempat tidur. Kebiasaanku sebelum tidur adalah mematikan lampu kamar, aku idak bisa tidur dengan lampu kamar yang menyala. Setelah mematikan lampu kamar, entah kenapa aku melihat bayangan seorang gadis yang berjalan-jalan di kamar ini. Jujur hal itu semakin membuatku merinding. Segera ku tenggelamkan diri ke dalam selimut dan tidak berani melihat.
End Of Kaien Pov`s
Kusaka Pov`s
Ada yang aneh dengan tempat ini. Udara dingin yang membuat merinding, padahal aku tidak menghidupkan Ac, atau kipas angin, maupun membuka jendela.
'Hah… '
Aku kembali menghela nafas dan memutuskan untuk tidur, hingga tiba-tiba iris violetku menangkap sosok seorang wanita di luar yang… gantung diri. Eh… tunggu dulu! Tidak mungkin kan? Mungkin sebaiknya ku pastikan.
Dengan mengumpulkan keberanianku, perlahan aku mulai melangkah menuju ke balkon kamar dan membuka tirai ternyata tidak ada siapa-siapa.
'Aneh… Padahal aku melihatnya dengan sangat jelas. Sosok seorang wanita gantung diri. Tapi… apa hanya ilusi karena terlalu banyak nonton film ya?' gumamku lagi seraya mengacak rambut ravenku.
Memang tadi aku sempat menonton beberapa buah film horror dan mungkin saja masih terbawa suasananya. Maka aku pun memutuskan untuk kembali ke tempat tidur dan melupakan semuanya.
End Of Kusaka Pov`s
Keesokan harinya,
Saat ini mereka bertiga lagi duduk di beranda rumah, Lisa baru saja pergi ke kantor tempatnya bekerja.
"Ne, aneh deh," ujar Kaien memulai percakapan.
"Aneh apanya?" tanya Hisagi.
"Kemarin sepertinya aku melihat seorang gadis yang berkeliaran di kamarku deh," ujar Kaien.
"Jangan-jangan kau pernah membunuh, jadi dia gentayangan," komentar Hisagi.
"Nggak mungkin aku membunuh, His. Candaanmu nggak lucu," ujar Kaien seraya memukul pundak Hisagi pelan.
"He, jadi kau juga?" tanya Kusaka.
"Maksudmu apa?" tanya Kaien.
"Kemarin di kamarku juga,ada seorang gadis yang berkeliaran, dan tiba-tiba ia gantung diri. Namun saat ku lihat tidak ada," ujar Kusaka lagi.
"He! Apa jangan-jangan asrama ini berhantu?" komentar Kaien.
"Hah? Oh ayolah Kai, ini bukan cerita hantu ataupun film hantu. " timpal Hisagi.
"Benar tuh, ah iya. Aku mau kembali ke kamar dulu, handphone ku lagi di charge tadi," ujar Kusaka lalu beranjak ke kamarnya.
Kusaka Pov`s
Aku segera memasuki kamar dan mengambil Handphoneku yang telah terisi penuh. Lalu merapikan alat chargernya dan meletakkannya di atas meja. Penasaran, aku kembali melangkah menuju balkon kamar dan tidak ada apa-apa.
'Mungkin kemarin aku bermimpi atau… loh… '
Saat ku perhatikan langit-langit balkon ini seperti ada bekas di buka paksa dahulunya dan kembali di tutup dengan memakunya kembali. Dan jika di perhatikan lebih detail, terlihat genangan darah yang mengering di atap tersebut.
'Ew…' gumamku lalu meninggalkan balkon tersebut dan kembali menghampiri Hisagi dan Kaien.
End Of Kusaka Pov`s
"Kusa, kenapa lama sekali?" tanya Kaien.
"Ah, tidak. Tadi aku mencari flashdisku," ujar Kusaka yang kembali dengan membawa laptopnya.
"Kusa… Kusa… " komentar Hisagi melihat Kusaka yang sudah asik dengan laptopnya itu.
Kusaka Pov`s
'Mungkin ada baiknya aku mencari tentang asrama ini. ' gumamku lalu segera mengakifkan internet dengan menggunakan modem. Kemudian aku segera mengklik mozila firefox dan mengetik nama asrama ini "Radical Dreamer". Ternyata muncul sebuah artikel pembunuhan yang masih belum terungkap untuk saat ini, maka aku pun mengklik situs itu dan membaca artikelnya.
'Hm… 5 Tahun yang lalu, di asrama Radical Dreamer yang dulunya bernama Beautiful dreams pernah terjadi sebuah peristiwa. Sebuah peristiwa mengerikan, dan gosipnya masih menyebar di kota ini. Tentang seorang gadis, yang meninggal secara misterius. Para polisi yang menyelidikinya beranggapan bahwa gadis tersebut meninggal karena bunuh diri. Namun, tidak ada yang tau kejadian sebenarnya yang terjadi di tempat ini. Tidak di temukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh gadis ini, yang ada hanyalah bekas jeratan tali. Oleh karena itu, kasus ini pun di tutup dan dianggap selesai. Namun... Dari sanalah semuanya di mulai.
Semenjak kematian gadis tersebut, para penghuni asrama pun merasa terganggu. Bahkan ada yang sampai meninggl, bunuh diri, hingga stress berat. Para normal yang di panggil pun tidak bisa menenangkan arwah si gadis, dan sejak saat itu, asrama bernomor 413 ini menjadi sepi. Bukan hanya itu saja, para saksi yang pernah tinggal disana mengungkapkan bahwa masih sering terlihat dan terdengar suara atau bahkan tangisan dari perempuan itu… Hm… Apa nggak ada yang tau korbannya ya?' gumamku lagi masih terus berusaha mencari tau nama korban tersebut.
"His, mau kemana?" tanya Kaien.
"Ke kamar bentar, ada perlu," jawab Hisagi singkat lalu segera menuju ke kamarnya.
'Ah ini dia korbannya…. Eh… Apa!' gumamku kaget saat membaca nama yang tertera di berita tersebut.
"Kusa… kau kenapa?" tanya Kaien.
"I… ini Kai… tadi gue iseng-iseng searching tentang tempat asrama ini, dan ternyata disini dulunya ada gadis yang meninggal secara misterius. Lalu sejak saat itu asrama ini dinyatakan berhantu. Lalu korbannya yang meninggal… kau lihat sendiri," ujarku.
"A-apa…. Ti-tidak mungkin… " gumam Kaien kaget.
End Of Kusaka Pov`s
Hisagi Pov`s
"Hisagi-san… "
"Senna-san? Ada apa?" tanyaku kaget saat melihat Senna yang berada di kamarku.
"Aku bisa minta tolong?" tanyanya agak ragu-ragu.
"Ya apa?" tanyaku.
"Hisa!" teriak Kaien dan Kusaka lalu masuk ke dalam kamarku.
"Kai, Kusa, ada apa?" tanyaku.
"His, dia… dia setan… " ujar Kaien seraya menunjuk Senna.
"Setan? Maksud kalian apa?" tanyaku bingung.
"Setan, His. Dia itu setan. Dia adalah korban pembunuhan 5 tahun yang lalu," ujar Kusaka lagi.
"Apa?!" ujarku kaget.
"Ja-jadi apa itu benar?" tanyaku. Senna hanya mengangguk.
"Tapi… kenapa? Ada apa?" tanyaku lagi.
"Aku ingin minta tolong pada kalian bertiga… " ujar Senna lagi.
"Minta tolong? Minta tolong apa?" tanyaku.
"Tolong berikan buku dengan sampul bewarna hitam di kamarku kepada Lisa-san… Terimakasih," ujarnya lagi lalu menghilang.
End Of Hisagi Pov`s
"Eh… kamarnya yang mana?" ujar Kaien lagi.
"Nggak tau juga. Mungkin ada baiknyaperiksa kamar masing-masing," ujar Hisagi lagi.
"Kau benar," ujarn Kaien.
Lalu mereka pun segera mencari buku tersebut di kamar masing-masing tapi nihil.
"Nggak ada," ujar Kaien.
"Sama," ujar Hisagi.
"Jadi dimana ya?" ujar Kusaka lagi.
Tiba-tiba Kusaka teringat dengan bagian blkonnya yang ada bekas darah tersebut.
"Ah, aku baru ingat. Ada tempat lain, atau lebih tepatnya kamarku," ujar Kusaka lagi.
"Maksudmu apa?" tanya Hisagi.
"Itu di balkon maksudku di langit-langit balkon ada bekas darah, mungkin ada sesuatu," ujar Kusaka lagi.
"Hm.. ayo kita bongkar," ujar Kaien lagi.
Lalu mereka pun segera menuju ke kamar Kusaka.
"Ya sudah, biar aku panjat," ujar Hisagi seraya menaiki sebuah kursi. Ia mencoba untuk membuka tempelan papan tersebut namun tidak bisa.
"Ugh… nggak bisa," ujar Hisagi lagi.
"Gimana kalau di gergaji?" usul Kaien.
"Boleh juga tuh, ntar kita patungan untuk ganti papan ini," ujar Hisagi.
"Nih, gergajinya," ujar Kusaka seraya menyerahkan gergaji yang di temukannya pada Hisagi.
Hisagi mulai memotong bagian balkon itu untuk membuka bekas tempelan papan tersebut. Setelah beberapa saat ahirnya berhasil.
"Hati-hati, His," ujar Kaien.
"Aman," ujar Hisagi lalu menggunakan senter di hpnya untuk penerangan.
Sesuatu yang tidak terduga, di balkon tersebut terdapat sebuah ruangan yang cukup untuk menyembunyikan sesuatu.
"His, gimana?" tanya Kaien.
"K-kai… " ujar Hisagi gugup saat melihat sesosok bongkahan bewarna merah.
"Apa His?" tanya Kaien bingung.
"I-itu… " ujar Hisagi masih gugup.
"Apa sih?" ujar Kaien, karena penasaran, ia pun mengambil kursi dan memanjat dan matanya terbelalak saat melihat apa yang di maksud Hisagi.
"T-tidak mungkin… " ujar Kaien lagi.
"Ada apa, Kai, Hisa?" tanya Kusaka.
"M-mayat Kusa," ujar Hisagi.
"He! Mayat? Mayat siapa?!" tanya Kusaka kaget.
"L-lisa N-nee.. " ujar Kaien terbata-bata.
"A-apa!" ujar Kusaka kaget.
Akankah identitas sang hantu yang selama ini muncul terungkap?
Apakah misteri ini akan terpecahkan?
See you in the next chapter
Balas Review:
Tobiagare Ryuuta: Hehe arigatou Ryuuta-san. Mungkin lebih bersifat ke mistery deh. Salam kenal juga
Hikary Cresenti Ravenia:Hehe Gommen lupa. Oh itu udah hilang hehehe. Makasih, huwe… Shiori masa siapapun nama (pundung)
Toyama Ichiru:Salam kenal juga Ichiru-senpai. Masa Newbie? Karyanya udah kayak professional kok. Saya ini manusia #ditabok para author. Maksudnya saya cewek hehe. Nggak perlu pakai Suffix deh, shiori aja senpai. Wkwkwkwk adik yang baik #lah? He? Arigatou *nangis haru* He? Judulnya apa senpai? Karakternya di tambah? Hm.. tapi siapa ya? Saya juga agak bingung senpai hehehe. Kalau senpai mau ngasih saran akan saya terima dengan senang hati. Si Hisa ikut kok. Yah, saya agak bermasalah dengan deskripsi. Oke deh, di terima sarannya senpai ^^. Hehe gommen, saya usahakan untuk tidak begitu terburu-buru makanya masih belum kerasa. Wah, tebakan pertama tepat. Oke deh. Makasih udah di follow. Arigatou, Senpai ^^.
Makasih banyak pada readers tachi yang sudah mau membaca Fic nggak jelas buatan saya yang masih nggak jelas juga wujudnya #lah? Emang hantu?
Terimakasih banyak pada para senpai yang sudah mau mereview ^-^ Masih mau mereview dan memberi saran lagi?
