WITHOUT REASON

By Park Min Ah

Main Chara :

Cho Kyuhyun (Zhao Gui Xian)

Choi Siwon (Cui Shi Yuan)

And all members of SuJu.

Rate : 'T' with smooth lemon.

Disclaimer : SM Entertainment, Themselves, and GOD!

Genre : Friendship, Hurt/Comfort, Romance, Angst, etc.

WARNING! Boys Love, Just for who loves WONKYU and SUJU couples!

"!DON'T LIKE DON'T READ!"

.

"I Know"

.

.

"Ya! Kyuhyun-ah~ kenapa larimu seperti itu?!" pekik Eunhyuk dengan toa kecil ditangannya tepat pada telinga Kyuhyun. Kyuhyun hanya menutup telinganya dengan sabar. Ia terus berlari diikuti Eunhyuk yang asik mengayuh sepedanya dan terus mengoceh menggunakan toa mini menyebalkan itu.

"Kenapa berhenti?" tanya Eunhyuk pada pemuda di sampingnya yang terlihat tengah mengatur napasnya yang tak beraturan. Keringat terus meluncur dari pelipis Kyuhyun dan memenuhi wajahnya. Poni yang biasanya terlihat lembut kini menjadi lepek. Dia tidak menyukai hal ini.

"Hei, kau harus berlari lagi. Kau hanya berlari sebanyak 200 meter tapi sudah selelah ini? Ck, tidak kusangka, evil magnae kita tidak sekuat apa yang sering dia ucapkan." Eunhyuk terus saja menyindir Kyuhyun. Membuatnya menjadi semakin gerah saja. Dengan kesal Kyuhyun mengambil toa dari tangan Eunhyuk dan berteriak, "Kau bilang 200 meter?! Apa kau tahu aku sudah berlari bolak-balik 20 kali sepanjang 200 meter itu BODOH! DASAR Monkey Hyung!"

Dengan gerakan yang lucu Kyuhyun melempar toa mungil itu ke arah semak-semak, sedangkan Eunhyuk hanya bisa cengo melihatnya dan tanpa ia sadari Kyuhyun telah pergi meninggalkannya.

"Ya! Evil Magnae! Kemana kau?!"

...

SRETTT! BRAK!

Dengan kasar seseorang menggeser pintu doujo, mengagetkan beberapa orang di dalam ruang latihan itu.

"Kyuhyun?" ucap Kangin. Dengan napas tersengal-sengal pemuda berambut coklat ikal itu membaringkan tubuhnya pada lantai kayu yang terasa dingin tersentuh kulitnya.

"Apa yang terjadi? Kau berkeringat sampai seperti ini?" tanya Ryeowook.

Tak berapa lama terdengar langkah kaki mendekat. "Ya! Kyuhyun-ah! Kenapa kau meninggalkan Hyungmu ini sendirian?!"

Mendengar teriakan Eunhyuk, Kyuhyun hanya berbalik dan menutup telinganya dengan handuk.

"Hyukkie ya, sudahlah. Kau jangan berteriak terus nanti darah tinggimu naik." Ucap Donghae. Eunhyuk hanya mengerucutkan bibirnya dan berbalik pergi, Donghae segera mengikuti kekasihnya itu.

"Kyu? Jika kau lelah istirahatlah terlebih dahulu."

"Aku hanya ingin tidur di sini sebentar. Jika Hyung dan yang lain mau melanjutkan latihan silahkan saja."

Kangin menghela napas. "Kalau begitu beristirahatlah sebentar jika sudah cukup kau harus ikut latihan."

"Mwo?!" Kyuhyun segera bangun dari posisi tidurnya. "Aku sudah tidak membutuhkan latihan itu Hyung. Ilmu bela diriku sudah bagus. Aku lelah. Aku akan beristirahat di kamar saja."

Baru saja Kyuhyun bangkit berdiri, Kangin segera menepuk bahunya. "Kau belum cukup kuat Kyu. Kuakui, kau memang pandai. Apapun yang kami minta kau pelajari kau bisa menguasainya dengan cepat. Tetapi, ilmu bela diri tidak bisa dipelajari dalam waktu singkat dan tanpa latihan."

"Apa yang diucapkan oleh Kangin itu benar. Kau harus banyak berlatih kyunnie ya. Jika tidak kau pasti tidak akan bisa melawan lebih dari 10 orang seorang diri. Beruntung tuan muda dari Choi Group itu tahu ilmu bela diri." Heechul dan Kibum tiba-tiba datang. Dilihat dari pakaian mereka, sepertinya mereka baru saja selesai bertugas.

"Aku tidak pernah melihatmu berlatih. Aku yakin bela diriku jauh lebih unggul dari pada dirimu, Hyung." Ucap Kyuhyun dengan smirk-nya pada Heechul. Pemuda berkacamata hitam itu hanya merapikan rambutnya dengan telaten mendengar ucapan magnaenya itu.

"Baiklah. Ayo kita buktikan." Heechul melepas kacamatanya dan tersenyum manis. Kangin hanya bisa menghela napas. Kibum tak terlalu tertarik menyaksikan adegan duel itu, dengan malas ia hanya bersandar pada dinding doujo.

"Chullie, kau tidak seharusnya begitu. Kyuhyun tidak serius berbicara. Kau baru saja pulangkan, ayo kuantar ke kamar untuk beristirahat?" ajak Hangeng.

"Diamlah Hanie."

Heechul melangkah ke tengah ruangan begitu juga dengan Kyuhyun. Kangin bertugas memberi aba-aba dan ketika semua sudah siap, duel pun di mulai. Kyuhyun bergerak akan menyerang Heechul, namun sayangnya dengan sekali gerakan Heechul menghindar dan justru memerangkap Kyuhyun. Dengan mudah dia membanting Kyuhyun hingga tubuhnya membentur lantai kayu.

"Argh!" pekiknya kesakitan.

Heechul merapikan jaket kulitnya dan memakai kembali kacamatanya. "Kau pasti berpikir karena badanku skinny pasti aku tidak akan sekuat dirimu kan? Kau salah besar Kyunnie, ini bukan hanya tentang ukuran tubuh tetapi juga tentang teknik dan kecepatan. Selamat berlatih my babykyu." Heechul tersenyum dan berlalu begitu saja. Kibum dengan malas mengikutinya.

"Kyu, kau tidak apa-apa kan? Maafkan atas sikap Chullie padamu barusan." kata Hangeng khawatir. Bagaimanapun juga kekasihnya telah menyakiti Kyuhyun.

Kangin akan membantu Kyuhyun berdiri, tetapi Kyuhyun menepis tangannya. Dengan tergopoh-gopoh dia berjalan meninggalkan doujo itu.

.

.

Drap. Drap. Drap.

Suara langkah kaki serempak terdengar memenuhi lorong sebuah gedung. Segerombolan manusia berjas dan berkacamata hitam nampak berjalan cepat menuju ruangan di sudut lorong. Pada barisan paling depan terlihat seorang pria paruh baya dengan rambut yang hampir memutih seluruhnya, Lee Soo Man. Garis wajahnya yang tegas memperlihatkan ketegasan, wibawa, dan disiplin yang tinggi.

Seorang dari barisan belakang berjalan mendahuluinya untuk membukakan pintu. Semua orang yang berada di dalam ruangan membungkuk hormat kepadanya. Lee Soo Man, berjalan dan menempatkan diri di depan.

"Leeteuk. Katakan padaku semua yang kau ketahui."

Leeteuk yang merupakan leader dari SuJu maju selangkah, membungkuk hormat, dan mulai membuka mulutnya untuk berbicara. Kangin hanya diam menatap punggung kekasihnya itu, begitu pula dengan Heechul.

"Dari hasil penyelidikan, pihak 'YG' tidak turut ikut campur dalam kasus Tuan Choi. Orang-orang yang menyerang pada saat pesta ulang tahun pewaris Choi group adalah orang yang berbeda. Meskipun begitu kami berhasil menangkap Taeyang, salah satu anggota 'YG'."

Pria tua itu menggerakkan tangannya. Salah seorang pengawalnya dengan sigap mematikkan api pada putung rokok yang kini dipegang oleh Bos Besar mereka.

"Hm, sesuai prediksiku." Ia menghembuskan asap rokok itu perlahan. "Sebelum aku memerintahkan kalian melakukan pengawalan, aku telah menyelidiki semuanya. Orang yang akan menyerang Siwon bukan berasal dari 'YG'. Kenapa anggota 'YG' berada di sana? Hal itu masih dalam penyelidikan. Tetapi, aku yakin ini ada kaitannya dengan 'orang itu'."

Leeteuk mengernyitkan dahinya. 'Orang itu?' batinnya. Semua tetap diam mendengarkan, meski pria tua itu belum melanjutkan ucapannya.

"Setelah ini, tetaplah berjaga dengan hati-hati. Apa yang telah terjadi kemarin hanyalah awal dari hal yang jauh lebih berbahaya. Ini bukan hanya tentang masalah yang dihadapi keluarga Choi atau tentang keselamatan pewaris tunggal Choi group, melainkan tentang ..." Lee Soo Man memberi jeda pada ucapannya membuat semua yang berada dalam ruangan itu semakin menajamkan pendengarannya.

"Keutuhan organisasi dan juga Kyuhyun." ucapnya dengan tatapan lurus pada Leeteuk yang saat itu langsung menegakkan wajahnya menatap sang Ketua.

.

.

Di tengah cahaya remang-remang langit malam dan tanpa diterangi cahaya lampu, Kyuhyun seorang diri berdiri menatap samsak tinju dihadapannya. Dengan tangan yang berbalut bandage, ia mulai meninju dengan keras. Ia terus saja melakukan itu, walau napasnya sudah tak beraturan dan keringat mengucur deras. Ia harus tetap bertahan.

Kyuhyun berhenti sejenak, merenungi apa yang telah terjadi padanya pagi tadi. Ia merasa lemah dari yang lain dan ini tidak bisa dibiarkan. Pemuda itu kembali melanjutkan aktivitasnya tanpa ia sadari seseorang telah melihatnya dari celah pintu yang sedikit terbuka.

.

.

Setelah kejadian berbahaya pada saat acara ulang tahun putra sulung keluarga Choi sebulan yang lalu. Akhirnya, Leeteuk yang diberi perintah oleh Lee So Man memutuskan untuk memberi tugas pada ShinBum, KyuMin, EunHae, dan HanChul. Di mana Shindong menjadi pengawal pribadi Mr. Choi. Kibum menjadi pengawal pribadi Mrs. Choi. Sungmin akan menjaga Jiwon, dan Kyuhyun special for Siwon atas permintaan tuan muda itu sendiri. Sedangkan EunHae dan Hanchul bertugas menjaga keamanan kediaman keluarga Choi.

"Tolong antarkan cemilan, segelas susu, dan secangkir kopi ke ruanganku sekarang." perintah Siwon pada seseorang melalui telepon yang ada di atas meja kerjanya. Matanya tak lepas memandang punggung seorang namja yang duduk di sofa sudut ruangannya. Senyum simpul menghiasi wajah tampan Siwon. Entah sejak kapan ia menjadi aneh seperti ini. Ia sendiri bingung, bagaimana bisa dirinya menjadi begitu terpesona pada namja itu.

Tak berapa lama terdengar seseorang mengetuk pintu ruangan tersebut. Kyuhyun baru akan bangkit berdiri untuk membukakan pintu itu ketika Siwon mengeluarkan suara.

"Masuk."

Pintu terbuka. Kyuhyun melirik sekilas pada Siwon dan kembali duduk. Tangannya meraih PSP kesayangannya yang ia taruh di atas meja.

"Ini pesanan Anda, Tuan." ucap seorang Yeoja yang merupakan sekretaris baru Siwon.

"Taruh di atas meja sana saja." perintah Siwon. Yeoja tersebut mengangguk dan berjalan mendekati Kyuhyun. Siwon sendiri berjalan ke arah sofa di hadapan namja itu. Sekretaris pribadi Siwon menaruh segelas susu, secangkir kopi, dan cemilan di atas meja, kemudian pamit untuk meninggalkan ruang sang direktur. Kyuhyun sempat melirik name tag yeoja itu – Seohyun. Sepertinya wajah dan nama itu tidak asing baginya.

Kyuhyun lalu memandang segelas susu yang ada di hadapannya. Siwon yang tengah menyeruput kopinya mengernyit.

"Kenapa? Apa kau tidak suka susu?" tanyanya. Kyuhyun tersenyum, lalu mengalihkan pandangannya pada Siwon.

"Bukannya aku tidak suka. Hanya saja, apa kau perlu melakukan ini untukku?"

"Menurutmu?" Siwon balik bertanya. Ia pun membalas senyum manis Kyuhyun dengan kerlingan yang nampak sedikit nakal. "Aku merasa sepertinya kau terlihat lelah, oleh karena itu aku khusus memesan segelas susu untukmu. Semoga itu dapat berguna."

"Baiklah, Tuan. Saya sangat berterima kasih atas perhatian Anda pada saya. Tetapi, sebaiknya mulai sekarang berhati-hatilah dengan apa yang Anda makan." Kyuhyun meraih segelas susu itu dan meneguknya hingga tersisa separuh.

"Kyu... sejak kapan Ayahku meminta kalian untuk melakukan ini semua?" tanya Siwon tiba-tiba. Wajahnya nampak serius. Sepertinya sang direktur muda itu sungguh tak tahu menahu jika ternyata keluarganya terancam bahaya. Sebelum menjawab, Kyuhyun menyamankan dirinya pada sandaran sofa.

"Bukankah seharusnya Anda sudah tahu semuanya, Tuan?" Kyuhyun balik bertanya. Siwon menggelengkan kepalanya pelan dan sedikit menunduk, tetapi sesungguhnya ia memang merasa akhir-akhir ini kehidupannya sedang tidak aman. Begitu banyak orang yang nampak tidak senang dengan keberhasilan yang diperoleh Choi group. Semua semakin terasa semenjak Choi group memperkuat kekuatannya dengan mengembangkan sayapnya di pasaran asing.

Kyuhyun memperhatikan raut wajah Siwon yang terlihat berpikir keras saat ini. Kyuhyun tersenyum sekilas dan berkata, "Anda tidak perlu khawatir. Kami pasti akan menjalankan tugas dengan baik."

Siwon mendongak menatap langsung kedua bola mata coklat dihadapannya. Dia menghela napas sejenak dan beranjak dari tempat duduknya. Berdiri memandang gedung-gedung pencakar langit dari jendela kaca ruang kerja yang cukup luas itu.

"Aku pikir menjadi penerus Choi group adalah hal yang mudah, tetapi kenyataan berkata lain. Ternyata inilah yang selalu dihadapi ayah setiap saat. Tiada hari tanpa pengawalan."

Perhatian Siwon teralih pada burung kecil yang kini hinggap di depan jendelanya. Segaris senyum terlukis pada wajah tampannya dan Kyuhyun dapat melihat itu dari pantulan bayangan Siwon.

"Kalau boleh memilih. Aku tidak pernah ingin hidup seperti ini." ucapnya lagi, lalu memalingkan wajahnya menatap Kyuhyun, bersamaan dengan burung kecil itu terbang. Kyuhyun tersenyum. Pemuda dengan rambut coklat ikal itu ikut berdiri di samping Siwon.

"Belajarlah untuk tidak menyesali segala sesuatu. Jika semua dapat berjalan sesuai dengan rencanamu, maka tidak akan ada yang menarik dari kehidupanmu."

Tanpa aba-aba Siwon melangkah mendekati Kyuhyun dan memeluk pemuda itu. Kyuhyun tidak melawan. Dia hanya diam. Membiarkan Siwon merasa nyaman dengan dirinya karena itu adalah salah satu tugas yang ia emban saat ini.

.

.

"Kau! Aku harus bertemu Siwon oppa sekarang! Jika kau tetap bersikeras menghalangi jalanku, maka aku akan melaporkanmu pada ayah!" pekik seorang yeoja cantik pada pria berjas rapi dihadapannya.

"Maaf, Nona. Apapun yang terjadi saya tidak akan membiarkan Nona pergi. Ini perintah dari Tuan besar."

Yeoja itu semakin melebarkan matanya. Dia sudah hampir frustasi. Sejak satu jam yang lalu dia terus saja marah-marah dan memaksa untuk pergi menemui kakak lelakinya, tetapi pengawal pribadi yang ditugaskan untuk menjaganya sama sekali tidak membiarkannya pergi. Namun, Jiwon tidak kehabisan akal. Dia menyeringai licik.

"Kalau begitu pergilah. Aku ingin istirahat saja di kamar! Jangan ganggu aku." Ucapnya seraya melangkah menuju kamar dan membanting pintunya keras-keras.

Sungmin yang juga sejak tadi harus meladeni omelan gadis itupun dapat bernapas lega.

"Kenapa Leeteuk hyung tega menyuruhku menjaga yeoja cerewet itu. Huh."

Sungmin melangkah menuju sofa yang tidak jauh dari pintu kamar Jiwon. Ia memijit pelan pelipisnya. Menjadi pengawal seorang yeoja jauh lebih merepotkan apalagi jika masih remaja seperti itu.

Diam-diam Jiwon yang berada di dalam kamar mengintip apa yang dilakukan Sungmin. Secara perlahan ia mulai membuka pintu kamarnya. Melepas alas kakinya, lalu menunduk dan mulai merangka, menjauhi Sungmin.

"Nona, jangan melakukan tindakan yang dapat membahayakan nyawamu." ucap Sungmin yang membuat Jiwon membeku. Seperti tikus yang tertangkap basah saat mencuri makanan Jiwon sungguh terlihat konyol. Untuk menutupi rasa malunya, ia segera berdiri dan berkacak pinggang. Berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya menuju sofa tempat Sungmin beristirahat.

"Kau! Sangat menyebalkan!" pekiknya dengan menunjuk tepat ke arah wajah Sungmin. Ia segera mendudukkan diri pada sofa tak jauh dari namja yang kini tampak kesal karena ulahnya. Gadis itu mengambil gagang telepon dan memencet beberapa tombol.

"Ayah?! Bagaimana bisa ayah meminta seorang pengawal yang menyebalkan untuk menjaga putrimu satu-satunya ini? Apa ayah tahu, dia sudah membuat kecantikan putrimu ini berkurang satu mili tiap menitnya!"

Jiwon mulai merengek. Sungmin hanya diam sembari memutar bola matanya malas.

"Aku ingin bertemu Siwon oppa! Aku bosan di rumah. Apalagi dekat-dekat dengan pengawal menyebalkan itu!" ucap Jiwon. Matanya melirik sengit pada Sungmin.

"Ibu baru saja pergi bersama supir Han ke kantor untuk bertemu Siwon oppa, tetapi Ibu tidak mau mengajakku. Aku sudah hampir gila. Ayah, tolong biarkan aku keluar rumah sebentar saja, ne?"

Jawaban berikutnya dari Tuan Choi membuat Jiwon harus menutup teleponnya dengan wajah lesu. Sungmin lama-lama merasa jengah menyaksikan putri bungsu keluarga Choi yang terus-terusan berwajah masam itu.

"Sudah, tak perlu berwajah masam begitu. Pakai alas kakimu. Kalau hanya ke taman belakang kau masih diijinkan. Ayo."

Jiwon terdiam memperhatikan namja yang kini mulai berjalan menjauh darinya. Cepat-cepat ia memasang alas kakinya dan berlari mengejar Sungmin.

Udara di luar memang jauh lebih menyegarkan. Namja yang selalu tampak lebih muda dari usianya itu memejamkan mata dan menghirup udara sampai memenuhi paru-parunya. Jiwon terus menatap Sungmin.

"Hei, bisakah aku meminta satu hal darimu?"

Sungmin berbalik dan menatap Jiwon, namun gadis itu segera memalingkan wajahnya.

"Apa?" tanya Sungmin.

"Mulai besok pakailah sesuatu yang lebih santai daripada yang kau gunakan sekarang." ucapnya tanpa melihat namja berjas yang berjarak kurang lebih tiga meter darinya itu.

"Ha?"

Sungmin tidak mengerti dengan maksud Jiwon. Ia mengerutkan keningnya. Jiwon yang mendengar ucapan Sungmin memalingkan wajahnya dengan kesal.

"Masa begitu saja kau tidak mengerti?! Jangan gunakan pakaian formal seperti yang kau gunakan itu mulai besok!" Setelah mengatakan itu Jiwon melangkah meninggalkan Sungmin menuju kolam ikan.

Sungmin tersenyum dan berkata, "Baiklah. Aku akan melakukannya jika kau dapat merasa lebih baik."

Mendengar perkataan dari namja itu, Jiwon merasakan wajahnya memanas, tetapi ia berusaha untuk menghiraukannya.

Sungmin tersenyum sendiri. Ia berpikir jika dengan begitu Jiwon dapat merasa nyaman dengan dirinya, maka ia akan melakukannya karena itu adalah salah satu tugas yang ia emban saat ini.

.

.

Kyuhyun yang baru saja keluar dari dalam mobil, mengeluarkan kacamata hitam dari dalam kantong jas dan segera memakainya. Siwon yang memperhatikan itu tersenyum sendiri. Menurutnya Kyuhyun terlihat tampan sekaligus manis dengan kacamata itu. Kacamata hitam yang membuat kulit wajah Kyuhyun menjadi semakin nampak putih dan bercahaya.

Saat ini Kyuhyun dan Siwon sedang berada di area parkir sebuah hotel berbintang. Siwon akan menemui kliennya di sana. Sebenarnya mereka tidak hanya datang berdua, melainkan juga dengan asisten Siwon. Im Yoona, gadis yang menurut penjelasan Siwon baru lima hari ini bekerja padanya, gadis itu cukup cekatan dan cerdas. Kyuhyun semakin memendam sebuah pertanyaan dalam benaknya.

Mereka bertiga berjalan bersama menuju tempat pertemuan. Kyuhyun tetap waspada, melirik sekitar dengan teliti. Ia berjalan di belakang Siwon dan asistennya. Yoona melirik Kyuhyun sekilas lalu melanjutkan langkahnya menyamai sang Direktur.

Sesampainya ditempat pertemuan, Siwon segera menunjukkan sikap ramah dengan menjabat tangan kliennya yang juga tersenyum padanya. Banyak hal yang mereka perbincangkan dan setiap kalimatnya dapat Kyuhyun dengarkan dengan baik meski dia berdiri cukup jauh dari tempat Siwon.

"Saya sangat senang dapat bekerjasama dengan perusahaan Anda. Banyak yang sudah saya dapatkan dari hasil kerjasama kita, dan saya harap ikatan kerjasama ini tidak terputus." ucap klien yang ternyata adalah seorang pria paruh baya itu. Siwon tetap mempertahankan senyumnya.

"Saya senang Anda mengatakan itu. Saya juga berharap demikian." tanggap Siwon.

"Ayahmu memang luar biasa." tawa renyah khas orang tua memenuhi ruang khusus itu.

Diam-diam Kyuhyun memperhatikan penjaga yang berdiri dibelakang pria paruh baya itu. Kyuhyun yakin 100% jika dibalik kacamata hitamnya, penjaga itu tengah memperhatikan gerak-gerik Siwon.

"Sebentar lagi jam makan siang. Bagaimana jika kita lanjutkan dengan makan siang?"

Siwon terdiam sejenak, mengingat kembali pesan yang telah diucapkan Kyuhyun sebelum mereka sampai ke Hotel berbintang itu.

"Jika klienmu mengajak makan siang, sebisa mungkin tolaklah secara halus. Untuk saat ini, jangan mudah tergiur dengan ajakan makan siang di luar."

"Bagaimana?" tanya pria tua itu lagi. Siwon berpura-pura melihat jam tangannya. Dan menunjukkan ekspresi seolah-olah dia melupakan sesuatu.

"Ah! Maaf Tuan, saya ternyata melupakan sesuatu. Hari ini Ibu saya mengajak makan siang di luar. Saya sangat merasa tidak enak dengan Anda. Mungkin lain kali saya akan dengan senang hati menerima tawaran Anda."

"Oh, tidak apa-apa. Perbincangan kita telah selesai. Pergilah, jangan membuat dia menunggumu." ucapnya dengan senyum ramah. Siwon beranjak dari duduknya, demikian juga dengan pria tua itu. Yoona tampak sibuk merapikan dokumen-dokumen yang ia bawa.

"Sampai bertemu lagi, Tuan."

Siwon menjabat tangan pria tua itu dan membungkuk hormat, lalu berlalu pergi. Pria itu hanya tersenyum menatap kepergian Siwon. Senyum yang mencurigakan.

"Aku pikir mudah, ternyata dia cukup waspada." Senyum itu terhapus digantikan dengan wajah tuanya yang berubah dingin.

...

"Sekarang kita kembali ke kantor. Ibu menungguku di sana." kata Siwon pada Kyuhyun yang hanya dibalas anggukan. Kyuhyun dengan tenang mengemudikan mobil hitam milik Siwon, di sampingnya Yoona diam memandang keluar jendela, sedangkan Siwon sibuk dengan telepon genggamnya.

Trrttt. Trrrtt. Trrrtttt.

Kyuhyun merasakan getaran dari dalam saku jasnya. Dengan sigap ia menekan tombol pada earphone yang terpasang di telinganya.

"Yeoboseo?"

"Mrs. Choi mengalami kecelakaan. Segeralah pergi ke rumah sakit dan bawa Siwon bersamamu."

Perkataan dari rekan kerjanya itu membuat Kyuhyun segera memutar arah. Siwon mengernyit.

"Hei, kenapa kau memutar arah?" tanyanya. "Ibu pasti sudah menunggu. Aku menghubunginya, tetapi dia sama sekali tidak mengangkat teleponku."

Kyuhyun tidak menanggapi ucapan Siwon. Dia justru semakin menambah kecepatan mobil yang dikendarainya menuju arah yang berlawanan dengan kantor Siwon. Siwon menjadi kesal dan hampir saja berteriak kalau saja namja berambut coklat ikal itu tidak segera mengatakan sesuatu yang membuat darahnya berhenti mengalir sesaat.

"Nyonya Choi mengalami kecelakaan." ucap Kyuhyun tenang. Siwon melebarkan matanya.

"APA?!"

.

.

To be continue...

RnR ya :*