Hai semuanya! Thanks udah baca Fanfic Nacchan! Sekarang Nacchan mau balas Review yang Nacchan baca, kalau gak kebaca, sori ya~
Kazuka Kujyou Tsania-chan
RoWen udah pacaran? Yup! Mereka udah pacaran di FF Nacchan ini! Bkn, Pair nya bkn Lucy-Lisanna, liat aja nanti. Oke! Aku lanjut! Ini dia Chapter 2
Himiki-chan
Romance? Hm...sebenarnya RoWen itu hanya untuk pelengkap cerita aja. Soalnya Nacchan sudah berkhayal di bagian tengah-akhir *kebiasaan Nacchan gitu* Jadi, mungkin romance-nya di Chapter 1 aja, sori ya! Oke, ini dia Chapter 2 Himiki-chan~
nshawol56
Hehehe...iya! Padahal umur mereka baru 13 tahun, hehehe...
Oke Bel ^0^)/ aku lanjutin dan ini Chapter 2~ Hehe..Trims utk slamatnya
Oke, Nacchan udah balas Review yang Nacchan baca, sekarang Nacchan akan menghadirkan Chapter 2 dari FF ini, selamat membaca. Oh ya semuanya, di Chapter 1 kan Nacchan bilang judul nya 'Me and You', itu salah! Maaf ya, soalnya kepikiran Me and You kurang bagus jadi, Heart and Fillia. Nacchan malas ganti jadi, di Chapter 2 aja ya~
Heart and Filia
.
.
Disclaimer: Always Hiro Mashima-sama
Genre: Family/Friendship
WARNING: OOC, Abal-abal, Typo (s), Gaje, dll.
.
.
Don't Like Don't Read
.
.
Sekarang mereka sudah sampai di sebuah rumah yang megah dan besar. "Permisi..." Lucy mengetuk pintu rumah itu. Krek...suara pintu dibuka. Terlihat sosok Maid didepan mereka, "ada apa ya kalian kemari?". "Kami mengambil misi ini!" kata Lisanna menunjukan selembaran misi yang mereka ambil. "Oh...lewat sini" kata Maid itu menunjukan jalan.
Lucy dan kawan-kawan mengikuti Maid itu sampai di pintu yang cukup besar. "Permisi, Nagato-sama" ucap Maid itu sembari mengetuk pintu. "Iya, ada apa?" tanya seseorang dari dalam, Nagato. "Ada beberapa Mage yang mengambil misi anda, tuan" jawab Maid itu. "Kalau begitu, suruh mereka semua masuk!" perintah Nagato. "Baik tuan" Maid itu membukakan pintu, "silahkan masuk".
Mereka semua memasuki sebuah ruangan yang cukup luas. "Jadi kalian yang mengambil misi saya?" tanya Nagato. "I..iya, anda Nagato-san ya?" tanya Lucy sedikit gugup. "Iya, nama saya Shigekawa Nagato, panggil saja saya Nagato" kata Nagato. "Jadi, Nagato-san, apa yang harus kami cari?" tanya Lisanna. "Sebuah liontin" jawab Nagato. "Liontin? Hanya itu? Yang benar saja!" cemoh Natsu. "Ini bukan sembarang liontin. Liontin ini mengandung sihir yang sangat kuat! Liontin ini di curi oleh sekelompok Mage" kata Nagato. "Oh, jadi, kira-kira kami mencari nya dimana?" tanya Erza. "Heartfilia Korzern" jawab Nagato. "Eh, ke..kenapa disana?" tanya Lucy sedikit kaget. "Karena yang menyegel kekuatan sihir itu adalah seseorang dari Heartfilia Korzern!" jawab Nagato. "Kenapa aku tidak pernah tahu ya soal ini?" gumam Lucy dalam hati. "Kalau begitu, tunggu apa lagi! Ayo kita pergi ke Heartfilia Korzern!" seru Natsu bersemangat. "Ayo!" seru semuanya.
~{DI HEARTFILIA KORZERN}~
"Jadi Erza, kita mulai darimana?" tanya Gray. "Hm...kita bagi menjadi 3 kelompok!" jawab Erza. "Kelompok pertama, Gray dengan Juvia!" seru Erza menunjuk Gray dan Juvia. "Kita sekelompok, Gray-sama~" Juvia memeluk tangan Gray. "Le..pas..kan.." Gray memandang jijik Juvia. "Kelompok kedua, Lucy dan Lisanna!" Erza menunjuk Lucy dan Lisanna. "Eh, kami? Berdua?" tanya Lucy kurang yakin. "Iya!" Erza mengangguk. "Sisa nya bersama ku!" lanjut Erza. "Apa!? Aku bersama si Setan Merah!? Tidak mungkin!" keluh Natsu. "Apa kau bilang Natsu!?" Erza memasang Death Glarenya terhadap Natsu. "Ti..tidak ada.." jawab Natsu. "Oke! Kalau begitu, kelompok pertama periksa bagian Timur sampai Selatan! Kelompok dua periksa rumah ! Kami periksa bagian Barat sampai Utara!" perintah Erza. "Ha'i!" seru semuanya.
Semuanya berjalan menuju arah masing-masing. Lucy dan Lisanna menginjakan kaki nya didalam rumah lama Lucy itu. "Ini akan menjadi susah..." Lisanna memandang sekeliling nya. "Iya, rumah ini terlalu luas!" Lucy juga memandang sekeliling, "sudah lama aku tidak kesini". "Jadi Lucy, kita mulai darimana?" tanya Lisanna. "Eh, kenapa tanya padaku?" tanya Lucy sedikit bingung. "Karena kau tuan rumah nya!" jawab Lisanna. "Etto..." Lucy berpikir, "bagaimana kalau perpustakaan?". "Oke, ayo kita kesana!" seru Lisanna mulai berjalan. "Tapi dimana perpustakaan?" tanya Lisanna menoleh kanan-kiri nya. "Ternyata dia Baka juga" batin Lucy, "Lewat sini, ayo!".
Lucy dan Lisanna pergi menuju perpustakaan. "Wow..." Lisanna berdecak kagum, "perpustakaan ini luas sekali!". "Iya, ini akan menjadi sulit! Ayo kita mulai mencari!" ajak Lucy. "Okey!" seru Lisanna. Lucy dan Lisanna mulai mencari. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencari nya. "Haduh, aku sangat lelah!" seru Lisanna. "Iya! Buku disini terlalu banyak!"lanjut Lucy. Krek...Lucy tidak sengaja menyenggol sebuah buku. "Eh?" Lucy menoleh ke buku yang dia senggol. Tiba-tiba muncul sebuah tangga menuju ke bawah. "Apa ini?" seru Lucy bingung, heran, kaget. "Seperti nya sebuah ruang bawah tanah! Ayo!" Lisanna menuruni anak tangga itu. "Eh, Li..Lisanna! Tunggu!" Lucy mengikuti Lisanna.
~{SKIP TIME}~
"Hah..hah..hah...anak..tangga...itu...terlalu..ban yak..." Lucy mengatur napas nya. "Haduh...aku terlalu capek untuk berjalan!" seru Lisanna duduk di salah satu anak tangga. "Eh, dimana kita?" tanya Lucy melihat sekeliling. "Seperti nya sebuah ruang penyimpanan" jawab Lisanna. "Gudang?" tanya Lucy menoleh ke arah Lisanna. "Iya, gudang!" jawab Lisanna, "yosh! Ayo kita lihat ada apa saja disini!".
Lisanna sudah berhamburan kemana-mana melihat barang-barang disana. "Wow, sebagai orang kaya, barang-barang mu banyak sekali, ne Lucy!" seru Lisanna memperhatikan sebuah barang milik keluarga Heartfilia. "I..itu bukan apa-apa, hehehe..." Lucy hanya nyengir. "Hei, itu foto keluarga mu ya?" tanya Lisanna berjalan mendekati sebuah foto berukuran sedang. "I..iya..." jawab Lucy mendekati Lisanna. "Kenapa foto nya sudah robek-robek begini? Kau yang melakukannya ya Lucy?" tanya Lisanna melirik ke arah Lucy. "Ah, i..itu..." Lucy menjadi gugup, "saat itu Mama ku meninggal! A..ku frustasi, kesal, dan merobek-robek foto itu...". "Oh, kalau boneka ini?" tanya Lisanna menunjukan sebuah boneka perempuan. "I..itu...ada kado permberian Mama ku saat aku berulang tahun, aku sudah menganggap nya sebagai adik" jawab Lucy. "Namanya siapa? Lucu banget!" seru Lisanna memandang boneka itu. "Mi..Michelle.." jawab Lucy. "Oh...nama yang cantik!" seru Lisanna.
"Jadi, kita menemukan nihil?" tanya Lucy. "Seperti nya" Lisanna sedikit tertunduk. Lisanna lalu melirik ke tempat dimana dia mengambil boneka Michelle. "Hei, tombol apa ini?" tanya Lisanna melihat sebuah tombol merah. "Menurut mu itu apa?" tanya Lucy. "Sesuatu...yang harus kita ketahui!" seru Lisanna menekan tombol itu. Seketika muncul sebuah lubang di bawah kaki kedua gadis itu. "WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" mereka terjatuh kedalam lubang itu.
~{TO BE CONTINUED}~
Akhirnya Chapter 2 selesai juga! Nacchan ampe pusing bikin Chapter 2. Soalnya, saat mau nge-save gak bisa. Otomatis di ulang dan semua yang Nacchan tulis ilang deh, huaaaaa T^T
Jadi harus pake taktik Copy+Paste. Maaf ya kalau Chapter 2 sedikit, hehehhe...habis Nacchan udah sewot! Jangan lupa Review ya semuanya~
