Dear diary,
Hari ini hari pertama untukku. Aku penasaran, seperti apa kehidupan yang akan kujalani tiga tahun kedepan disini. Aku masih merasa tegang, dan masih duduk diam didepan meja rias. Bau embun masih terasa, lagi-lagi aku kepagian.
Unlimited Sky
by Sumeragi Shoko
Genre : Romance/Supernatural
Rating : T or M? Maybe T
Naruto © Masashi Kishimoto
Inspirated by
Unlimited Sky by Tommy Heavenly6
Warning : AU, maybe OOC, OC, Violent
Second Letter
Someone's P.O.V.
Dari semua bangunan yang kami lihat, yang paling menarik perhatianku adalah menara yang berada jauh ditengah hutan yang berada dia daerah belakang sekolah, diseberang dorm murid perempuan. Saat pertama kali aku melihat menara itu, aku tidak dapat berfikir apapun, yang kurasakan hanyalah rasa sebal pada diriku sendiri, dan sedikit ketakutan. Dibandingkan semua bangunan, menara itu memiliki aura yang berbeda, seolah sudah hidup sangat lama disitu. Jam besar di puncaknya terlihat jelas saat cahaya bulan menyentuhnya.
Aku sejak itu, sebal pada diriku sendiri
------o------
Aku menyisir rambutku berkali-kali, meski tahu sudah rapi. Sungguh, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan selagi menunggu jam masuk yang masih dua jam lagi. Aku mengecek isi tas merahku, lengkap. Tidak ada yang tertinggal. Aku berkali-kali merapikan seragamku.
Ok, I'm perfect today.
Hm… Sebaiknya aku keluar saja dulu, berjalan-jalan sebentar. Ya! Benar!
Aku menggigit roti terakhirku sambil memasang sepatu dan menenteng tasku lalu berlari-lari kecil keluar.
Saat di lorong, aku berpapasan dengan salah seorang grupku kemarin saat keliling-keliling sekolah. Dia masih memakai baju tidurnya dan sandal dengan dua kepala mokona hitam menghiasinya. Dia nampak agak linglung karena tidak mengenakan kacamatanya. Rambut hitam pendeknya kusut dan acak-acakan.
" Ohayou, Namikaze-san!" sapaku. Dia menyipitkan matanya, mencari sumber suara, lalu akhirnya melihatku.
" Ohayou…" balasnya.
" Namikaze-san, sedang apa?" tanyaku.
" Oh… Aku sedang mencari toilet, tapi kok nggak ketemu-ketemu??" katanya dengan tampang anak kecil polos yang masih ngantuk. Aku tersenyum, lalu meraih kantong bajunya dan mengambil sebuah benda dari situ.
" Sebaiknya, kau pakai dulu kacamatamu," kataku sambil memasangkan kacamata yang kuambil dari kantong bajunya.
" Oh, iya. Hehehe, ternyata ini lorong dorm, ya?" katanya sambil nyengir. " Haruno, ini masih jam enam pagi, kau sudah siap?" tanyanya padaku.
" Hm… Sebenarnya aku tidak bisa tidur semalaman, lagipula aku berniat berjalan-jalan sebentar," kataku.
" Oh… Kalau begitu, aku kembali tidur, ya…" katanya sambil berbalik, menuju kamarnya.
" Namikaze, tidak jadi ke toilet?" tanyaku. Dia diam, lalu nyengir.
" Oh, iya. Lupa! Hehehe…"
Dia lalu masuk ke kamarnya(semoga dia ingat untuk ke toilet dulu). Aku kembali berlari kecil menuju keluar gedung.
------o------
Yang tadi itu Nae Namikaze, dia juga kelas satu. Dia sebenarnya anak yang menyenangkan, namun polos seperti anak kecil.
Hm, tanpa maksud menyakiti hati siapapun, aku hanya bisa bilang, ada yang aneh dari dia. Mungkin dia salah satu dari hal aneh yang kurasakan kemarin. Tapi, dia sangat baik, aku menyukai sifatnya.
------o------
Aku kini berada di taman bunga, dekat dorm. Aku duduk di kursi panjang, menghadap kolam air mancur sambil membaca novel. Tiba-tiba, ada suara-suara memanggilku dari belakang.
" Eh?? Haruno!!! Ohayou!!!" sapa seorang wanita, eh, pria, eh… PRIA. Kulihat, dia bersama seorang pria, eh, wanita, um… WANITA.
" Ohayou, Deidara-senpai, Kirin-senpai, " sapaku.
" Ohayou, Haruno. Hm, kau bangun pagi sekali," kata Kirin-senpai.
" Iya, aku tidak bisa tidur semalaman," kataku.
" Oh, Haruno pasti tidak bisa tidur karena membayangkan wajahku yang kemarin menemaninya berkeliling sekolah, iya kan??" kata Deidara-senpai.
" Ah, iie…" kataku mengelak.
BUAK! Kirin-senpai memukul kepala Deidara-senpai. " Omae, jangan memberi kesan buruk pada kouhai!" katanya.
" Ah, daijobu, Kirin-senpai. Ano, senpai-tachi sedang apa kemari?" tanyaku.
" Aku sedang mencari tempat yang pas untuk membaca komik baruku!" kata Kirin-senpai sambil mengibar-ngibarkan komiknya.
" Kalau aku, sedang mencari inspirasi untuk model tanah liatku," kata Deidara-senpai.
" Haruno sendiri? Kau sedang membaca? Kau bawa buku apa? Komik? Majalah komik? Komik apa?" tanya Kirin-senpai bertubi-tubi.
" Aku sedang membaca novel, sambil menunggu jam masuk sekolah, Kirin-senpai. Sayang sekali, bukan komik" kataku. Kulihat, Kirin-senpai sedikit kecewa karena prediksinya meleset.
------o------
Yang tadi itu, Deidara-senpai dan Seiryuu Kirin. Deidara-senpai dari kelas 3, dan Kirin-senpai dari kelas 2. Kupikir, gender mereka berdua tertukar. Deidara-senpai itu cantik, seperti perempuan, dan Kirin-senpai sangat tomboy, dan memang benar-benar mirip laki-laki. Kirin-senpai dan Deidara-senpai memang sangat dekat, karena mereka berdua sebaya. Sebenarnya, Kirin-senpai terlalu sering membolos, jadi dia tidak naik setahun. Jadi tidak heran kalau mereka berdua akrab, layaknya teman sekelas. Mereka berdua juga-lah yang menjadi pemandu kami kemarin.
------o------
Aku melihat jam tanganku, pukul tujuh lewat lima belas menit. Sepertinya ini saatnya menuju sekolah.
Ditengah perjalanan, seseorang memanggilku,
" Ha… Haruno…san" katanya terbata-bata. Aku menoleh, kulihat seorang anak perempuan dengan mata lavender menunduk sambil memainkan jari-jarinya.
" Hyuuga…san?"
" Ha… Haruno… Bo… Boleh berangkat… sama-sama?" tanyanya malu-malu. Aku tersenyum lalu meraih tangannya.
" Tentu saja, Hyuuga-san. Kita kan teman," kataku sambil tersenyum. Diapun turut tersenyum malu.
" Ha… Haruno…san… Ti… Tidak usah memanggilkku Hyu..Hyuuga, cu… cukup Hinata saja," katanya.
" Ok, Hinata-chan. Panggil aku Sakura saja, ya!" kataku.
" Ha… Haik, Sa…Sakura-chan…"
Kami berjalan beriringan, sambil mengobrol santai. Kemudian, tiba-tiba seseorang muncul dari belakang.
" Hinata, kenapa kau tidak menungguku??"
" I… Ino-chan??" kata Hinata sedikit kaget.
" Ohayou, Yamanaka-san," sapaku.
" Ohayou, Haruno! " balasnya sambil tersenyum.
" I… Ino-chan kelamaan, jadi tadi kutinggal…"
" Huh, dasar kau ini. Sudahlah, yang penting kita tidak terlambat," kata Ino sambil melihat jamnya.
" Ayo sama-sama," tawarku.
------o------
Anak pemalu tadi Hinata Hyuuga. Dia dan teman SMPnya -Yamanaka Ino-, satu grup denganku kemarin. Oh, aku lupa memberi tahu, ya? deidara-senpai sengaja memilih dari delapan puluh murid, dan diambil sepuluh siswa baru, yang semuanya perempuan. Harem deshou?
------o------
Kami sampai didepan kelas, saat kami masuk, sebagian besar murid sudah datang. Sebentar lagi kelas dimulai. Sedikit demi sedikit, bangku telah terisi. Aku, Nae, Ino, dan Hinata sengaja memilih tempat duduk yang berdekatan karena kami sudah saling kenal.
Semua nampak sudah duduk rapi. Namun, aku melihat dua bangku di pojok dekat jendela masih kosong.
Berarti, masih ada dua orang yang belum datang.
------o------
Seorang pria berambut silver dan bermasker masuk ke ruangan kami.
" Ohayou," sapanya.
" Ohayou-sensei!!"
" Hm… Nampaknya pengurus kelas belum ditentukan, ya? Kenalkan, saya wali kelas sekaligus guru bahasa kalian, Kakashi Hatake. Hari ini, mari kita saling mengakrabkan diri dengan mengenal satu sama lain. Untuk itu, tugas pertama kalian dai saya adalah, membuat karangan sepanjang minimal tiga ribu kata tentang diri kalian,"
" NANI???!!!!"
------o------
Hatake Kakashi, tampak begitu tampan dan misterius dibalik masker dan jasnya. Tapi, ternyata dia tetap saja seorang guru.
Disaat kami sedang mengerjakan tugas tersebut, pintu kelas diketok seseorang. Dibalik pintu, tampak seorang anak laki-laki berseragam hitam dengan rambut hitam kebiruannya yang mirip pantat ayam. Para perempuan langsung histeris melihat replika Adam didepan pintu.
" Sumimasen, tadi ada sedikit masalah jadi kami datang terlambat," katanya. Kakashi-sensei hanya mengangguk.
" Mohon perhatian, ada dua orang lagi yang masuk kelas ini. Silahkan, kalian berdua." kata Kakashi-sensei.
Kami mulai menduga-duga, siapakah yang bersama anak laki-laki itu??
Si rambut pantat ayam tadi membukakan pintu untuk orang yang ada dibelakangnya. Lalu, masuklah seorang anak laki-laki berambut kuning jabrik dan bermata biru. Nae tiba-tiba saja mematung dan menjatuhkan bolpionnya.
" Namikaze-san, doushite?" tanyaku.
" Onii…sama…" gumamnya terbata-bata. Mata birunya membulat, tubuhnya gemetaran.
"Namikaze-san??"
" Hehe. Maaf kami berdua terlambat! Salam kenal semuanya!!" kata si rambut kuning itu sambil nyengir.
Sebagian murid menatapnya dengan tatapan aneh, salah satunya Nae tadi.
Siapa sebenarnya mereka berdua?
End of P.O.V.
TBC
Akhirnya update juga. Bagaimana? Bagaimana? Apa sudah kelihatan pemainnya?? Sayang sekali, yang kemarin bukan Naruto, tapi Sakura. Kalau Ojii-samanya sih… Um, ada deh! Nanti saja lihat.
Makin aneh, ya? Sepertinya begitu… Tapi Shoko akan terus berjuang! Yeah!!!
Konfliknya mungkin masih lama, untuk chapter selanjutnya masih perkenalan karakter sekaligus menabur makin banyak bumbu misteri! Huahahahaha!!!*nggak jelas*
Still need 7 OCs.
Nama :
Ciri-ciri :
Sifat :
Mau jadi : (siswa kelas satu, kelas dua, kelas tiga, atau jadi secret character yang perannya masih dirahasiakan)
Character Favorit di Naruto : sebutkan terserah anda.
Buat ShazaNamikazeNa Mystica, karena mintanya jadi karakter yang penting, jadinya jadi secret chara aja, ya?! Perannya penting, kok. Tapi munculnya masih belum. Tunggu aja, ya?!^.^
Mind to review?
Sumeragi Shoko
