Saranghae Oppa
Tittle:: Saranghae Oppa
Pairing :: YunJae
Other Cast :: ikuti ceritanya saja ne hehehe
Rated :: T
Genre : Hurt/comfort, Drama.
Warning :: GS (Gender-Switch).
Disclaimer :: Semua karakter disini murni milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Kami hanya memiliki cerita, naskah dan alur dari fiction ini.
Author : Park Song Aii
Happy Reading~
Chapter 1
.
.
.
Author Pov
Suara kicauan burung-burung yang tampak saling bersahut-sahutan, berloncat loncat girang di dahan-dahan pohon menyambut sang mentari pagi yang tampak bersinar cerah. Seorang yeoja cantik dengan bibir cherri yang menghiasi wajahnya, tampak mengerjapkan matanya membiasakan sinar matahari yang masuk melalui celah-celah jendela kamar yang menusuk kedua retina matanya.
Kim Jaejoong itulah nama yeoja cantik dan manis itu, berjalan perlahan membuka gorden jendela, tersenyum manis dan mengucapkan kata " Hello^^, morning world." Sambil mengangkat kedua tangannya ke udara untuk sedikit meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku sehabis bangun tidur.
Dinyalakannya shower untuk membasahi tubuhnya yang ramping bak model profesional, menyabuni tubuhnya yang putih mulus seperti bayi, menyikat gigi yang tampak rapi dan putih berkilau *wow*. Setelah 15 menit berada di kamar mandi berjalan keluar menuju lemari coklat, memilih milih baju mana yang akan ia gunakan untuk hari ini.
Dress pink selutut berbahan chiffon dengan dihiasi pita di sekitar pinggangnya lah yang dia pilih untuk dikenakannya pagi ini, " Sempurna ^^." Ujar Jaejoong bangga di depan cermin besar yang berada disudut kamarnya.
Jaejoong Pov
Aku tersenyum senang pagi ini melihat penampilanku yang cukup eerrr manis :p hehehe, tapi memang begitulah kenyataanya, banyak orang bahkan teman kerjaku di kafe yang mengatakan bahwa aku cantik dan manis bak seorang putri dari negeri dongeng . Ku patut diriku di depan cermin sambil membetulkan penampilanku sehingga aku terlihat lebih sempurna.
Tin .. tin .. tin ..
Ahh , itu pasti Junsu. Aku berlari kecil menuju pintu keluar dan tersenyum manis saat dia membuka kaca mobilnya,
" Kajja Joongie, kita berangkat." Ucap Junsu dengan suara khas lumba-lumbanya.
" Ne."
Setelah aku menutup pintu mobil mewah milik Junsu, ia menjalankan mobilnya membelah kota Seoul yang ramai akan kendaraan-kendaraan beroda 2 maupun roda 4. Sampai di kampus kami berjalan bersama menuju kelas kami yang berada di bangunan sebelah selatan universitas ini.
Jika kalian ingin datang kebangunan fakultas kedokteran yang berada di sebelah selatan, kalian akan melewati taman yang luas dengan dihiasi berbagai macam bunga dan pohon-pohon maple dan ditengah-tengah taman itu terdapat sebuah air mancur yang cukup besar di kelilingi denga bangku-bangku taman.
" Su-ie, kau sudah menyelesaikan tugas dari Park songsaenim ?" tanyaku sambil meletakkan tas dibangku kelas.
" Belum Jongiie, hehehe... Aku lihat punyamu ne?" balasnya dengan cengiran lebar :D.
" Baiklah." Aku mengeluarkan sebuah note besar dan memberikannya pada Junsu.
Junsu jika ada tugas yang diberikan oleh songsaenim dia selalu tidak pernah mengerjakannya, katanya sih 'malas' dan dia selalu melihat punyaku. Sebenarnya Junsu tidak terlalu pintar di bandingkan denganku, eits kalian jangan salah sangka padaku bukannya aku mengatai nya bodoh atau menjelek-jelekannya, tapi itu memang kenyataannya. Junsu masuk fakultas kedokteran juga karena uang yang dimiliki oleh keluarganya yang kaya raya.
15 menit setelah Junsu menyalin pekerjaanku, tampak lelaki paruh baya dengan wajah tegas masuk kedalam kelas, ne dia adalah Park songsaenim. Sang dosen killer yang paling ditakuti seantero kampus karena kegalakan dan mulut pedasnya saat mengomentari seseorang yang tidak disukainya.
" Kumpulkan tugas kalian dalam 2 menit." Ucapnya Park songsaenim dengan wajah datar dan penuh dengan ketegasan dalam suaranya.
Sang ketua kelas berjalan menyusuri bangku demi bangku untuk mengambil tugas yang akan dikumpulkan, fiuh~ untung tugasnya hanya 3 soal sehingga Junsu menyalin dengan sangat tepat waktu.
Tampak Junsu yang melap keringat dingin yang keluar dari jidatnya, dan tersenyum bangga menatapku (?) .
" Kenapa kau tersenyum seperti itu? Menyeramkan -_-"
" Akhirnya aku selesai tepat waktu Joongie, Gomawo." Bisiknya, takut-taku suara lumba-lumbanya terdengar oleh Park songsaenim.
" Ne." Balasku ikut berbisik juga.
_skip time_
Saat ini aku dan Junsu menuju kantin kampus yang tampak begitu ramai dan padat, mataku melihat keadaan sekitar kantin untuk mencari bangku kosong yang dapat aku duduki berdua bersama Junsu.
" Itu ada bangku kosong." Teriakku girang, menyenggol lengan Junsu dan menarik tangannya menuju bangku tadi.
" Kau ingin pesan apa Joongie?"
" Seperti biasa Su-ie."
" Ok." Katanya sambil mengedipkan sebelah matanya seperti tante-tante girang yang telah bertemu dengan berondong manis :p #abaikan.
Junsu berjalan dengan membawa sebuah nampan, dan tidak sengaja menabrak seseorang sehinga,
Bruk~
" Ya apa kau tidak punya mata eoh?" geram namja berjidat lebar nan licin -Park yoochun-
" Mianhe." Junsu tampak menundukkan kepalanya.
" Kau." Tunjuk Yoochun kearah Junsu. " Kau mengotori bajuku pabbo." Ucap Yoochun berapi-api.
Ku hampiri Junsu yang masih terlihat menundukkan kepalanya dan menatap Yoochun sebentar, membungkukkan badanku meminta maaf.
" Mianhe atas kesalahan temanku, dia tidak sengaja."
Yoochun tampak membuang wajahnya ke segala arah " Lupakan saja." Melangkah pergi bersama ketiga teman namja nya.
Ku tuntun Junsu untuk duduk di bangku, dan mengelus punggungnya. Menenangkan Junsu yang mulai terisak lirih.
" Ssst..ulljima kau kan tidak sengaja. Lagi pula Yoochun sudah memaaf kan mu kan?"
Junsu mendongak tersenyum tipis, menganggukan kepalanya mengahapus jejak-jejak cairan bening yang membasahi kedua pipinya bulatnya.
Tampak kantin yang agak ricuh dan teman-teman kampus yang mulai berbisik-bisik menatap kami (aku dan Junsu) karena insiden kecil tadi.
Yoochun Pov
Aku melangkahkan kakiku menjauhi kantin kampus, dibelakang tampak 3 makhluk yang tidak berani menggangguku. Mereka sudah cukup tau bahkan sangat tau apa yang akan terjadi pada mereka kalo mereka menggangguku yang sedang emosi.
Aku akan memukul mereka siapa saja yang menggangku saat aku sedang emosi walaupun itu sahabat ku sendiri. Aku hanya bisa mengepalkan tanganku dan menghela nafas kala mengingat yeoja yang membuatku malu tadi saat di kantin.
' Awas kau yeoja sialan, akan ku buat kau lebih malu di depan umum nanti. Tunggu saja saatnya kkk~.' Ucapku dalam hati sambil menyeringai evil, seperti yang di ajarkan Shim Changmin.
Brak~
Ku banting pintu toilet, menarik tissue kasar, menyalakan keran dan mengelap bajuku kasar.
" aaaiish, bagaimana ini tidak hilang-hilang." Ujarku geram.
" Ya bagaimana mau hilang, jiga caramu seperti itu pabbo." Ucap si tiang listrik sambil -Shim changmin- sambil menoyor kepalaku seenak otaknya saja.
" Ck, ya sopan sedikit kau tiang listrik. Aku ini hyung mu." Menoyor kepala Changmin tak mau kalah.
Oh iya, sepertinya aku belum memperkenalkan diriku.
Annyeong ^^
Aku Park Yoochun, namja yang paling tampan sejagat raya #plak#
Berumur 20 tahun, mengambil jurusan bisnis agar kelak aku bisa meneruskan perusahaan Appaku yang bergerak di bidang property.
Banyak yang bilang aku tampan, melebihi ketampanan seorang aktor terkenal Robert Pattinson. Apa kalian mengenalnya? Pasti kalian mengenalnya, ituloh namja yang berperan sebagai vampire difilm twilight vampire yang bernama 'Edward Cullen'.
Lupakan masalah vampire dan kita lanjut.
Banyak yang mengatakan aku ini playboy, Hey aku tidak playboy hanya saja aku cepat bosan dengan para yeoja yang aku ajak kencan, makanya aku selalu mencari yeoja-yeoja baru yang akan aku aja kencan nantinya *itu sama aja playboy oppa* -_- #abaikan, ingat aku bukan namja 'PLAYBOY'.
Sebenarnya aku menyukai tepatnya mencintai seorang yeoja yang aku temui saat aku pergi ketempat halmonie ku. Seorang yeoja dengun senyuman manis yang mampu membuatku terbang ke langit ketujuh, suaranya yang mirip ikan badut ehh maksudku ikan lumba-lumba mampu membuatku merasakan hangatnya mentari pagi.
Saat itu aku berumur 7 tahun dan yeoja itu 5 tahun, kami sering bermain bersama ketika kami sedang mengunjungi halmonie kami yang tinggal di Mokpo saat liburan. Kami sering bermain di sebuah taman yang tak begitu jauh dari rumah halmonie ku.
Aku memanggil yeoja itu dengan sebutan 'Dolphin' dan dia memanggilku dengan 'Oppa si jidat lebar' aku hanya bisa tersenyum saat mengingat panggilannya itu untukku.
Tapi saat halmonieku meninggal aku tidak pernah pergi lagi ke Mokpo dan tidak pernah juga bertemu dengan si 'Dolphin'. Ahh aku sangat merindukannya 'bogopshipo' batinku lirih.
Author Pov
Jaejoong berlari kecil mengampiri Junsu yang sudah menunggunya di parkiran kampus sedari tadi.
" Mianhe Su-ie, tadi Park songsaenim sangat banyak memberiku tugas."
" gwaenchana, kajja aku antarkan kau ke kafe."
Jaejoong tersenyum manis mebuatnya tampak lebih manis, membuka pintu mobil, duduk disamping Junsu, memasang sabuk pengaman, dan setelahnya mobil Junsu mulai berjalan menuju kafe Ballons, kafe dimana Jaejoong bekerja.
" Gomawo su-ie, hati-hati ne." Jaejoong membungkukkan badannya, lalu berjalan masuk ke dalam kafe.
Jaejoong Pov
Aku berjalan masuk kedalam kafe tempatku bekerja, berganti baju diruang ganti yang letaknya di ujung lorong. Setelah selesai berganti pakaian dengan baju kerja kafe aku masuk ke dalam dapur sembari bersapa ria kepada teman" sekerjaku.
Aku di kafe ini bekerja sebagai pelayan, kalian tau kan apa saka tugas sebagai pelayan? Yup betul sekali, menyambut tamu dengan ramah, menacatat pesanan tamu dan mengantarkan menu yang dipesan oleh tamu.
Sangat senang rasanya bekerja disini, walaupun hanya sebagai pelayan. Para pekerja disini sangat baik dan bersahabat, dan harus kalian ketahu pemilik kafe ini juga Tampan bahkan sangat TAMPAN! Namanya KIM HYUNJOONG, seorang sosok laki-laki dengan tubuh yang proposional, tubuh yang dikeliling otot-otot yang terbentuk, senyum yang dapat meluluhkan semua kaum hawa, dan jangan lupakan sifatnya yang baik hati dan hangat, pokoknya ia adalah lelaki idaman semua wanita.
" Jaejoong-sshi." Aku menoleh saat suara berat memanggil namaku, ku balikan badanku dan melihat Kim Hyunjoong sedang berdiri dibalik meja bar.
" Ne sajangnim, wae?" tanyaku sambil mengerjap-ngerjapkan big doe eyes milikku.
" Saat pulang temui aku diruanganku."
" Baik sajangnim."
Ada apa dia menyuruhku ke ruangannya? Apa jangan-jangan aku akan dipecat? Omooo o.O jika benar bagaimana ini.
Aaaarrgghh ..
Ya tuhan semoga saja semua yang aku pikirkan tidak benar
.
.
.
TBC
Ayo ayo tebak apa yang akan kim hyunjoong lakukan sama uri Jaemma ?
Saya sangat berterima kasih kepada reader dan reviewers buat review..
Terima kasih karena ff saya yang abal ini diterima dengan baik, saya kira tidak ada yang membaca ff saya ini hohoho.
Saya minta maaf apabila banyak typo(s) yang berserakan disana-sini, dan maafkan jika di chap ini ff saya agak membosankan atau bahkan sangat membosankan.
Sekali lagi saya ucapkan JEONGMAL GOMAWO dan PLEASE TO REVIEW
