YOU'VE SURPRISED ME TOO MUCH, OH SEHUN

BY : FIFIOLULUGE

.

.

I am so sorry, updatenya lama soalnya entah kenapa kemaren2 itu ga bisa buka ffn gatau kenapa

Banyak yang tebakannya bener soal alesan kembarannya Luhan selalu ngerebut pacarnya

So, langsung aja baca cuss

Happy reading! Don't Forget to review guys!

.

.

Luhan menatap bayangan adiknya yang terpantul di dalam cermin. Wajah yang serupa dengannya itu tersenyum manis pada Luhan. Senyum yang tulus dan penuh cinta. Hanya untuk Luhan.

"Berhentilah, Ku mohon. Kau menyakitiku." Pinta Luhan dengan serius membuat senyum di wajah saudara kembarnya menghilang.

"Tidak, Oppa. Aku tidak mau."

"Kali ini saja, biarkan aku bersama Sehun. Aku sangat mencintainya."

"Lalu bagaimana denganku?"

"Kau bisa mencari namja lainnya. Kau cantik. Kau sempurna."

"Tapi namja yang ku inginkan hanya dirimu, Luhan Oppa."

Luhan langsung berbalik menghadap sosok nyata adik kembarnya. Mereka bertatapan cukup lama sampai Jihan dengan berani melingkarkan tangannya di leher Luhan dan memagut bibirnya lembut. Membuat Luhan terhenyak tak percaya.

Luhan tak kuasa menolak. Ia tidak ingin menyakiti hati adiknya.

"Apa maksudmu, Jihan-ah?" Tanya Luhan setelah Jihan melepaskan ciumannya.

"Aku mencintaimu, Oppa. Tidakkah kau melihat semua yang ku lakukan karena aku mencintaimu? Aku tidak rela membagimu pada orang lain. Kau hanya milikku, selamanya."

"Tidak. Kau tidak boleh. Kita ini kembar. Kita lebih dari saudara sedarah, Jihan-ah. Aku yakin kau akan menemukan seseorang yang benar-benar kau cintai. Dan itu bukan aku."

"Ani. Hanya kau orang yang ku cintai melebihi apapun di dunia ini, Oppa. Kau yang melindungiku, menemaniku, memelukku saat tidur, mencium keningku dengan sayang. Kau, Oppa! Hanya kau yang mau melakukan itu untukku. Kau tidak pernah marah padaku. Kau selalu berada di sampingku. Hanya aku. Tapi semenjak kau punya pacar, aku kesepian Oppa."

Luhan tertegun mendengar pengakuan adiknya. Jadi ini alasan adiknya selalu menggoda pacar Luhan. Adiknya penderita twincest. Luhan tidak pernah berpikir sedikit pun Jihan bisa memiliki perasaan sedalam itu untuknya.

"Aku sayang padamu, Jihan-ah. Istirahatlah. Kau harus menjernihkan pikiranmu."

"Tapi Oppa…"

.

CUP

.

Luhan mencium lembut kening adiknya dengan sayang.

"Tidurlah." Ucapnya lagi sebelum meninggalkan Jihan yang sudah terduduk sambil menangis di lantai.

"Maafkan aku, Oppa. Aku tidak bisa melihatmu dengan orang lain."

.

XXX

.

Drtt Drtt Drtt

.

Handphone milik Jihan bergetar saat dirinya tengah meratapi kegalauannya karena Luhan. Setelah kejadian dimana dia mencium dan mengungkapkan perasaannya pada kakak kembarnya sendiri, Luhan terlihat sedikit menjauhinya. Hal itu membuat Jihan frustasi dan kecewa.

Dengan malas, Ia pun menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan entah dari siapa karena nomornya tidak tersimpan.

.

"Yeobseo."

"Kau ada waktu bertemu?"

"Siapa ini?"

"Aku tau kau tertarik padaku, bukan?"

"Apa maksudmu? Siapa kau?"

"Oh Sehun. Kekasih Luhan."

Jihan membekap mulutnya tak percaya. Namun segera berganti dengan seringainya yang menyeramkan.

"Baiklah, temui aku di hotel Ritz Calton. Kamar no 13. Besok. Jam 5 sore."

.

KLIK

.

Jihan langsung menutup telponnya tanpa mendengar jawaban Sehun.

Tak di duga tak dinyana, kekasih kakaknya itu tiba-tiba menghubunginya. Tanpa diundang, tanpa harus dicari dan tanpa harus dikejar, Oh Sehun sendirilah yang menyerahkan dirinya pada Jihan. Mungkin dirinya terlalu mempesona di mata Oh Sehun.

"Maafkan aku, Oppa. Tapi dia sendiri yang datang padaku. Sampai kapanpun aku tidak akan rela melepaskanmu, Luhan Oppa." Gumamnya sambil tersenyum licik.

.

XXX

.

.

SEHUN POV

.

Semua orang tidak pernah menginginkanku bahkan orang tua kandungku sendiri. Appaku meninggalkan eomma saat mengandung diriku. Saat itu Eomma hampir membunuhku yang masih berbentuk janin. Tapi untungnya, bibiku mencegahnya.

Setelah aku lahir, Eomma tidak pernah menganggapku ada. Hanya bibi yang mau mengurusku. Naas, orang satu-satunya yang peduli padaku itu meninggal karena kecelakaan mobil saat aku berumur 7 tahun. Semua orang menyalahkanku. Menyebutku si pembawa sial.

Eomma mengirimku ke panti asuhan dan dia menikah lagi dengan pria tua yang kaya. Sedangkan tubuh kecilku yang berumur 7 tahun harus menanggung luka batin yang teramat dalam karena terbuang di sebuah panti dengan orang-orang yang sama mengerikannya.

Ibu panti selalu menyuruhku seperti pembantu. Anak-anak lain bukannya membantuku, mereka malah ikut-ikutan menyerahkan tugasnya padaku karena aku dianggap anak bawang yang patut di suruh-suruh. Tidak ada yang menyukaiku. Aku sendirian.

Terlalu lama hidup dalam kesendirian, hatiku jadi beku. Aku seperti tidak memiliki perasaan. Semakin lama, ada sesuatu dalam diriku yang mendesak keluar. Aku tidak tahu apa itu. Aku seperti tidak sadar dengan apa yang ku lakukan.

Aku tidak tahu apa yang terjadi. Yang jelas satu minggu kemudian, semua orang di panti itu mati dengan mengenaskan. Aku pergi dari panti dengan penuh ketakutan melihat darah menggenang dimana-mana dengan mayat yang sudah tidak karuan bentuknya. Aku hampir muntah. Umurku 9 tahun saat itu.

Hampir seminggu aku luntang lantung di jalan mengandalkan uang yang ku ambil dari lemari milik ibu panti. Sampai akhirnya aku bertemu dengan ketua gangster bernama Kangin. Dia mengajakku bergabung menjadi anggota gangster. Aku menerimanya.

Di sana aku merasa di terima. Mereka setidaknya memperlakukanku dengan baik. Aku diberi tempat tinggal, diberi makan bahkan aku diajari berkelahi. Tentu saja sebagai gangster aku harus jago berkelahi. Aku mulai terjun ke lapangan saat umurku masih 11 tahun.

Lagi-lagi aku tidak beruntung. Saat grup gangsterku melawan grup gangster lain, aku melakukan kesalahan hingga membuat grup kami kalah. Setelah itu, aku dipukuli hingga babak beluk dan diusir dari kelompok.

Di malam hari yang dingin dengan pakaian sobek-sobek dan luka di sekujur tubuh juga lapar, aku berbaring di bawah pohon beringin yang ada di taman kota. Aku sengaja menyembunyikan tubuhku karena aku pasti akan diusir oleh penjaga jika ketahuan tidur di sini.

Dan malam itu, aku melihat sesuatu yang sangat indah yang bahkan tidak pernah muncul dalam mimpiku. Aku bertemu malaikat. Dia cantik, lembut dan bercahaya. Dia tersenyum padaku. Dan senyumnya langsung menembus ke dalam hatiku yang beku.

Namanya Luhan. Malaikatku. Cintaku. Kekasihku. Dan satu-satunya orang yang menjadi alasanku untuk hidup.

.

END SEHUN POV

.

FLASHBACK

.

"Arggg…" Sehun meringis saat menyenderkan tubuhnya pada pohon.

Matanya lelah. Rasa kantuk mulai mendera. Namun rasa sakit dan juga lapar mengalahkan rasa kantuknya. Ia sudah pasrah jika memang harus mati saat ini juga. Toh Ia tidak punya siapa-siapa. Tidak akan ada yang bersedih bahkan mungkin tidak akan ada yang hadir di pemakamannya. Untuk ukuran anak berusia 11 tahun Sehun cukup tangguh.

"Hei… Kau baik-baik saja?"

Suara lembut terdengar di telinga Sehun membuatnya menengok ke sumber suara.

.

DEG

.

Sehun langsung terpana melihat seseorang di hadapannya yang sedang tersenyum. Sesosok namja mungil yang imut dan cantik. Dia memakai baju hangat yang tebal juga syal yang melilit di lehernya. Matanya bercahaya. Kalau benar dia malaikat, Sehun ingin ikut saja ke neraka sekali pun.

Namja mungil itu menyentuh lengan Sehun karena Sehun tidak merespon apapun sejak tadi.

"Arggghhh…" Sehun meringis lagi karena lukanya disentuh.

"Ah, mian. Kau terluka parah. Kau harus diobati."

Sehun masih tetap diam sambil menikmati pahatan indah di hadapannya.

"Tunggu di sini, sebentar."

Sehun tiba-tiba panik dan mencengkram pergelangan tangan namja itu. Ia masih ingin melihat wajah indah itu. Satu menit lagi pun tak apa. Setidaknya, Ia sekarat dengan perasaan bahagia.

"Kajima."

"Aku mau mengambil obat untukmu. Sebentar saja. Aku akan kembali." Pamitnya sambil tersenyum dan dengan lembut melepaskan pegangan Sehun.

Sehun menunggu malaikatnya dengan sabar. Agak lama. Perasaan takutnya muncul. Apa mungkin namja itu tidak benar-benar akan kembali? Sehun mencoba berdiri untuk mencari malaikatnya. Namun sentuhan lembut di tangannya membuat Sehun terduduk kembali.

"Sudah ku bilang, kau jangan kemana-mana."

Sehun bernapas lega. Dia kembali. Dia juga tersenyum.

Dengan telaten, namja mungil itu mengobati luka-luka sehun dan membalutnya dengan perban. Sehun meringis beberapa kali namun tampak enggan mengalihkan pandangannya dari wajah si namja mungil. Jantungnya terus berdebar kencang. Hatinya yang beku sudah mencair karena kebaikan hati sang malaikat penyelamat.

"Nah, sudah selesai." Katanya dengan riang.

"Go..Gomawo." Sehun tergagap karena ketauan menikmati wajah si namja mungil sejak tadi.

"Cheonma. Mmmm kau kenapa bisa seperti ini? Kau seperti habis dipukuli preman."

"Memang. Aku…"

"Cukup. Aku tidak suka cerita yang mengerikan. Ini makanlah." Potongnya sambil memberikan sekotak ramyeon yang mengepulkan aroma menggiurkan.

Sehun menerimanya dengan senang hati. Ia melihat si namja mungil juga memakan ramyeon miliknya. Sehun juga ikut memakannya dengan khidmat.

"Kau kenapa berkeliaran malam-malam begini?"

"Aku sedang bosan. Rumahku sepi. Eomma dan Appaku sibuk. Dan aku sedang menunggu adikku pulang les piano dekat sini."

Sehun hanya manggut-manggut. Kini Ia sedang menyedot minuman dengan bola-bola aneh tapi enak yang juga di bawa Luhan.

"Ah sepertinya adikku sudah selesai les. Aku pergi ya. Sampai bertemu lagi." Pamitnya sambil tersenyum dan melambaikan tangannya dengan ceria.

Seakan menyadari sesuatu, Sehun langsung berdiri.

"HEI SIAPA NAMAMU?"

"AKU LUHAN."

Luhan. Sejak saat itu nama Luhan sudah terukir dalam di hati Sehun. Permanen.

.

FLASHBACK END

.

.

XXX

.

Sehun tampil setampan mungkin untuk bertemu dengan Jihan. Ia memiliki satu tujuan pasti. Yang jelas apapun akan Ia lakukan untuk kebahagian Luhannya. Apapun.

Sehun pergi ke tempat yang disebutkan oleh Jihan. Sesekali Ia mengecek jam di tangannya. Ia terlihat santai berjalan di lorong dan akhirnya berhenti di depan pintu kamar nomor 13.

.

CKLEK

.

Sehun mendapati kamar yang kosong. Namun terdengar suara percikan air dan aroma lavender yang menusuk. Sedang mandi rupanya. Untuk pertama kalinya Sehun tersenyum menyeramkan. Sehun mengerti bahwa jalang itu sedang ingin menggodanya. Lihat saja nanti.

.

SRETT

.

Suara pintu yang bergeser membuat Sehun waspada namun tetap mempertahankan tubuhnya menghadap jendela ke luar. Baginya pemandangan lalu lintas yang padat lebih menarik ketimbang seorang yeoja seksi yang hanya dibalut selembar handuk.

Aroma lavender itu semakin kuat mengindikasikan bahwa Jihan mendekati tempatnya berdiri. Saat melihat siluet di kaca jendela, Sehun langsung membalikan badannya dan mendapati Jihan sedang tersenyum sensual padanya dalam jarak cukup dekat.

"Kau sudah datang, sayang." Goda Jihan sambil mengelus seduktif dada bidang Sehun.

Sehun menahan diri untuk tidak mematahkan tangan itu sampai putus. Seenaknya saja dia menyentuh milik orang lain. Tapi dia harus bersabar demi tujuannya.

Sehun menuntun Jihan hingga terduduk di ranjang. Jihan tersenyum senang. Menggoda pacar Luhan memang selalu mudah. Bagaimana mungkin namja-namja yang mudah tergoda oleh tubuhnya itu ingin memiliki kakak kembarnya? Tidak mungkin. Kakaknya terlalu berharga untuk namja seperti para mantannya terdahulu. Dan sekarang Sehun akan menjadi salah satu dari mereka.

"Aku ingin tahu sampai sejauh mana kau bisa menggodaku." Sehun berucap dengan datar.

Jihan langsung berdiri dan membuka satu-satunya kain yang menutup tubuhnya sesensual mungkin. Pemandangan itu membuat mata Sehun sakit.

Terpampanglah tubuh polos Jihan yang super seksi dan mulus. Namja gay sekalipun akan langsung straight jika melihatnya. Namun Sehun jelas berbeda. Ia mengakui tubuh Jihan memang indah. Sayangnya Ia tidak tergoda sama sekali. Baginya saudara kembar kekasihnya itu hanya seorang jalang yang membuatnya muak dan harus dilenyapkan segera.

.

Bruk

.

Jihan menjatuhkan dirinya ke ranjang. Ia berbaring seksi dengan tubuh telanjangnya.

"Naiki aku, sayang."

Sehun yang berpakaian lengkap tidak tanggung-tanggung langsung menindih tubuh telanjang Jihan membuat si empunya tersenyum licik karena sebentar lagi Luhan akan datang dan melihat semuanya. Semuanya akan berakhir sebentar lagi. Tiba-tiba…

"Akh Se..Sehunh.. Ap..pa..yanghh..kau…uhuk..lakukan?"

"Kau harus mati jalang. Kau sumber kesedihan malaikatku. Karena kau dia tidak pernah tersenyum seperti dulu. Aku ingin dia merasakan kebahagian seutuhnya yang selalu kau rampas. Kau harus ku lenyapkan Xi Jihan."

Jihan menangis. Ia tahu benar yang dimaksud malaikat adalah kakak kembarnya. Apa benar Luhan selalu bersedih karenanya? Kalau memang begitu, Ia rela mati untuk kebahagiaan kakaknya. Tapi sebelum itu Ia ingin setidaknya melihat Luhan untuk yang terakhir kali.

.

CKLEK

.

Saat itulah muncul sosok Luhan di balik pintu yang menatap terkejut keadaan Sehun dan Jihan. Bukan. Bukan karena Jihan yang telanjang dengan Sehun menindihnya. Tapi kedua tangan Sehun yang mencekik leher adik kembarnya dengan penuh napsu.

"APA YANG KAU LAKUKAN, OH SEHUN!"

Jihan tersenyum lemah menatap Luhan dengan penuh cinta. Keinginannya terkabul. Luhan ada di sana saat dirinya akan mati di tangan Sehun. Sedangkan Sehun sama sekali tidak terganggu dengan kedatangan Luhan dan tetap melancarkan aksinya. Sehun seperti kerasukan setan.

"LEPASKAN ADIKKU, SEHUN!"

Luhan berusaha menjauhkan tangan Sehun dari leher adiknya. Namun tenaga Sehun yang terlampau kuat membuat Luhan terdorong dan kepalanya terbentur ujung meja rias.

.

Bruk

.

Suara orang terjatuh membuat Sehun menoleh dan melihat Luhan yang sudah tergeletak lemah di lantai dengan darah mengalir di pelipisnya. Wajah keras Sehun berubah sendu melihat kekasihnya. Seketika Ia pun melepaskan cekikannya dan menghampiri Luhan.

"Oh tidak. Sayang, maafkan aku. Aku tidak bermaksud melukaimu. Kau berdarah. Kau..kau tidak boleh mati. Kau tidak boleh meninggalkanku, sayang. Aku akan membawamu ke rumah sakit." Sehun panik sendiri dengan wajah linglung.

Sehun tidak peduli lagi apakah Jihan sudah mati atau belum? Yang jelas Ia harus segera membawa Luhan ke rumah sakit. Ia pun langsung membopong Luhan dan berlari sekuat tenaga menuju parkiran.

Sedangkan Jihan yang sedang sekarat tersenyum karena Ia tahu Luhan selalu menyayanginya apapun yang dia lakukan.

'Mianhe, Oppa. Berbahagialah bersamanya. Saranghae. Yeongwonie.'

Jihan pun menghembuskan napas terakhirnya sambil tersenyum karena mengingat satu-satunya orang yang Ia cintai. Sekalipun Ia dalam keadaan telanjang dan sendirian di kamar sebuah hotel, tapi Ia tetap bahagia.

.

XXX

.

FLASHBACK

.

Sehun tidak tahu dan tidak ingat mengapa dirinya bisa berbaring di sebuah ranjang mewah dengan perban di sekujur tubuhnya. Yang Ia ingat hanya Luhan. Malaikatnya yang selalu tersenyum dan memperlakukannya dengan lembut.

"Kau sudah bangun?" Tanya sosok yeoja paruh baya yang tetap cantik walaupun dimakan usia.

"Siapa kau?"

"Aku Eommamu."

"Eomma?" Sehun kebingungan.

"Mulai sekarang kau adalah Oh Sehun. Anak Oh Kyuhyun dan Oh Sungmin."

Mulai saat itulah Sehun diangkat anak oleh keluarga Oh. Ia akhirnya bisa bahagia karena menemukan orang yang sayang dan peduli padanya selain bibi dan juga malaikatnya.

Di dunia ini, hanya empat orang yang Sehun cintai dengan sepenuh hati. Bibinya. Eomma dan Appa angkatnya. Dan juga Luhan. Satu-satunya orang yang Ia akan jaga sampai mati.

.

ZZZ

.

Sehun mulai bersekolah kembali. Ia tergolong murid yang memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata. IQnya lebih dari 180. Ia memiliki banyak bakat di bidang olahraga dan juga seni. Prestasinya sangat menggunung membuat kedua orang tua angkatnya tersenyum bangga.

Satu-satunya yang tidak Sehun miliki adalah teman. Ia orang yang introvert bahkan pada kedua orang tuanya. Sehun sangat menghormati Sungmin dan Kyuhyun namun Ia juga tidak bisa memaksakan diri untuk selalu tersenyum dan menceritakan segalanya pada mereka. Untungnya mereka tidak keberatan dan tetap memperhatikan Sehun seperti anak mereka sendiri.

Setiap pulang sekolah, Sehun memiliki rutinitas baru. Ia akan pergi ke taman untuk menunggu Luhan. Siapa tahu Luhan lewat sana. Namun harapannya pupus karena sudah 5 hari dia melakukan hal itu, Luhan tidak juga muncul.

Sehun tidak pernah menyerah. Ia terus menunggu hingga akhirnya Ia melihat Luhan. Sehun bahagia bukan main dengan hanya melihat wajah itu dari jauh. Ia tidak berani menghampirinya. Hanya belum saatnya.

Akhirnya Sehun resmi menjadi stalker Luhan selama bertahun-tahun. Ia tahu segalanya tentang Luhan. Apapun. Termasuk semua teman Luhan, semua musuh Luhan yang sudah Sehun lenyapkan, semua mantan pacar Luhan dan juga adik kembarnya yang selalu mengekori kemana pun Luhan pergi.

Sehun langsung membenci adik kembar Luhan dalam sekali lihat. Dia heran kenapa Luhan terlalu baik pada adiknya yang jelas-jelas selalu menyakitinya? Huh dia memang malaikat.

Sehun pun berencana mengirim adik kembar Luhan itu ke neraka. Dengan tekad penuh, Sehun masuk ke universitas yang sama dengan Luhan. Padahal dengan kemampuannya dia bisa masuk Harvard. Untung saja orang tua angkat Sehun selalu mendukung apapun yang Sehun lakukan.

Sehun mulai mendekati Luhan pelan-pelan. Ternyata Luhan tidak ingat padanya. Wajar sih. Kejadian itu sudah 10 tahun berlalu. Apalagi saat itu malam hari dan wajahnya hancur penuh lebam. Dan sekarang wajah Sehun sudah bertranformasi menjadi sosok dewa yunani yang tampan tak terkira. Jelas Luhan tak mengenalinya.

Tapi Sehun tidak mempermasalahkan itu. Yang penting Luhan sekarang sudah jadi miliknya yang tidak akan pernah Ia lepaskan.

.

FLASHBACK END

.

XXX

.

Sehun tidak membawa Luhan ke rumah sakit tapi ke rumahnya. Kedua orang tua Sehun tidak mempermasalahkan orientasinya. Mereka juga sudah mengenal Luhan karena Sehun sering membawanya ke rumah. Mereka menyukai Luhan dan menyayanginya seperti anak sendiri. Saat kemarin Sehun membawa Luhan dengan keadaan terluka, mereka juga sama paniknya dengan Sehun.

Sehun memandangi kekasihnya yang sedang terlelap dengan perban membalut kepalanya. Pelan sekali, Ia mengusap perban yang menempel lalu mengecupnya.

"Maafkan aku, sayang. Kau cepatlah bangun."

Sehun pun mendekap Luhan dengan pelan, takut menyakiti kekasihnya. Ia ingin Luhan segera bangun. Tapi Ia juga takut akan reaksi Luhan saat mengetahui kalau dirinya sudah membunuh Jihan.

Ngomong-ngomong soal Jihan. Dia sudah dimakamkan 2 hari yang lalu. Kedua orang tua Luhan datang dari Beijing dan sangat terkejut mendapati kabar tersebut. Tidak ada yang tahu kalau Jihan mati di bunuh. Sehun menutupinya secara professional. Ah tapi Luhan mengetahuinya. Tapi Sehun tidak akan mengelak jika nanti Luhan melaporkannya ke polisi.

Setelah pemakaman Jihan, orang tua Luhan kembali ke Beijing dan menitipkan Luhan pada Sehun. Mereka ingin mengurus kepindahan mereka ke korea karena mereka tidak mungkin membiarkan Luhan tinggal sendiri. Walaupun Luhan belum sadar. Tapi mereka tahu Luhan akan terpukul mendapatkan berita kematian adik kembarnya nanti.

.

"Eunghh…"

Mendengar lenguhan Luhan, Sehun langsung terbangun.

"Sayang, apa ada yang sakit?" Tanya Sehun dengan khawatir tanpa melepaskan dekapannya.

.

Bruk

.

Namun tak disangka, Luhan langsung mendorong Sehun dengan kekuatan penuh hingga Ia terjatuh dari ranjang.

"Jihan… Mana Jihan?" dengan wajah linglung, Luhan mencari saudara kembarnya.

Sehun segera menghampiri kekasihnya. Ia mengguncangkan bahu kekasihnya agar sadar.

"Sehunnie, mana Jihan?" Tanya Luhan dengan mata berkaca-kaca sambil menatap Sehun.

"Maafkan aku, sayang. Tapi Jihan sudah pergi."

"ANDWEE!"

Luhan langsung terduduk di lantai sambil menangis tersedu-sedu. Sehun memeluknya dengan erat. Tidak ingin kekasihnya hilang kendali. Namun Luhan terus memukuli Sehun berusaha melepaskan pelukannya.

"Kau pembunuh! Hiks.. Kau membunuh Jihan!"

Sehun terus mengeratkan pelukannya dan membiarkan Luhan terus memukulinya sampai puas.

"Aku bukan pembunuh, sayang. Aku hanya seseorang yang teramat mencintaimu. Aku terima apapun yang akan kau lakukan padaku. Satu yang harus kau tahu. Aku akan tetap mencintamu. Malaikatku."

Pukulan Luhan melemah dan akhirnya Ia menyerah dan menangis semakin keras di dalam pelukan kekasihnya.

.

XXX

.

END

.

.

EPILOG

.

Luhan mengusap nisan bertuliskan nama Xi Jihan dan mengecupnya lama. Bermenit-menit Ia hanya diam menatapi makam adik kembarnya tanpa melakukan apapun dan berbicara apapun.

"Jihan-ah, maaf Oppa baru datang sekarang. Aku selalu sayang padamu. Aku tidak pernah membencimu sedikitpun. Maafkan aku tidak bisa menyelamatkanmu. Maaf juga karena aku tidak sanggup melaporkan pembunuhmu ke polisi. Aku terlalu mencintainya, Jihan-ah. Kau mau memaafkanku kan?"

Setelah puas menangis dan mengungkapkan seluruh beban di hatinya, Luhan menaruh sebuket bunga mawar putih kesukaan adiknya. Ia pun melangkah pergi.

Luhan tersenyum menatap sosok kekasih tampannya yang sedang bersender pada mobil sambil tersenyum dengan posisi siap mendekapnya. Luhan berlari dengan tidak sabaran menuju kekasihnya yang masih Oh Sehun.

.

GREP

.

Ia langsung memeluk Sehun dengan erat yang dibalas tak kalah erat.

Sehun sudah menceritakan seluruh pengalaman pahit manis hidupnya pada Luhan. Dan Luhan tidak bisa tidak terkejut mengetahui Sehun adalah seorang psikopat yang sudah membunuh banyak orang bahkan di usianya masih belia.

Orang-orang di panti asuhan itu, musuh-musuh Luhan, dan juga adik kembar Luhan. Pantas saja orang-orang yang membully Luhan tiba-tiba menghilang. Ternyata Sehun sudah melenyapkannya.

Luhan juga tidak menyangka Sehun adalah anak yang Ia tolong waktu itu. Dan Luhan lebih tidak menyangka Sehun akan jatuh cinta pada pandangan pertama padanya dan menjadi stalker Luhan selama 10 tahun.

Semua tentang Sehun memang mengejutkan. Sehun yang psikopat, sehun yang stalkernya dan Sehun yang mencintainya selama 10 tahun. Tapi Luhan bisa menerima semuanya. Cintanya pada Sehun lebih besar daripada kebenciannya karena sudah membunuh Jihan.

"Ini terakhir kalinya aku mengizinkanmu menangis, Lu."

"Ya, Tuan Oh."

Sehun tersenyum dan mengecup dahi kekasihnya lama.

"Bagaimana menurutmu tentang diriku?"

"Kau terlalu banyak mengejutkanku, Oh Sehun."

"Bukankah kau suka kejutan?"

Luhan mengangguk sambil tersenyum. Apalagi saat melihat sebuah cincin sudah tersemat di jarinya entah sejak kapan.

Benarkan? Sehun memang penuh kejutan. Dan Luhan menyukainya.

.

XXX

.

END LAGI

.

YEAY TAMAT JUGA!

SEMOGA TIDAK MENGECEWAKAN YAAA

JANGAN LUPA REVIEWNYA YA CHINGUDEUL

.

.

BALASAN REVIEW :

Guest 1 : Iya ini sudah dilanjut yaaa hehehe… Gomawoooo :D

Guest 2 : Kalo dia ga jahat siapa dong yang jahat? Wkwkwkwk… Engga kok, kamu salah paham tuh, ga baik loh berprasangka buruk sama Sehun… Ayo minta maaf sama Sehun hehehe

xluhan550 : Sipp sudah dilanjut yaaa… Sini cubit kalau gregetan hahaha :D

Guest 3 : Mau dikasih napas buatan gak? #plakkk… Aduh sabar dong sabar jangan marah-marah gitu sama Jihan, dia sebenernya baik kok chinguu hehehe… Untung kamu sempet kasih review sebelum mati wkwkwk… Aduh makasih banget yaaa saya terharu banget padahal ffnya ga bagus, bahasanya juga masih kacangan, maklum saya tidak bakat buat jadi penulis hehehe… Saya Cuma satu dari banyak Hunhan Hardshipper #duhjadibaper…Emang kok dia sudah lenyap hihihi… Gomawooo :D

hunhan : Sudah Ku lanjut ya chinguuuu…. Gregetnya pengen cubit aku ga? Wkwkwkwk #entahkenapaakujadigenitgini… Kamu sampe review 2x gitu hahaha iya ini hunhan kok, aku kan HHS! Ga mungkin kalau bikin yang lain… Hidup hunhan!

raffagalaxyfanfan : Sudah bisa di next kok… Akhirnya ada juga yang tidak berprasangka buruk sama Sehun hahaha…

EviL L : Aduhh iya udah kok nih udah hehehe

ohsehuunt : Iyah chingu iya sudah kok hehehe,, soryy ya ga fastup, kemaren ffn gabisa dibuka gitu deh… Itu beneran kok Sehun hahaha… Dia ga mabuk dan dia gapunya kembaran…

viiyoung : Engga kok, dia Cuma terlalu takut kehilangan Luhan hahaha

Misslah : Walaupun Cuma 2 kata tapi saya ucapkan terimakasih karena sudah meninggalkan jejak hehehe sudah dilanjut yaa

ThehunLuhanieYehet : Iya ku lanjut kok ini hehehe… Aduh gomawooo sudah suka ffnya, padahal bahasanya aneh apalagi ceritanya hahaha

Novey : Hadoohh matiin dulu dong capslocknya hahaha ga takut jebol? #peace… Sorry ga fastup solanya ffn kemaren gabisa dibuka entah kenapa… Aku cinta Hunhan kok tenang aja hehehe

NoonaLu : Ini juga walaupun Cuma satu kata tapi setidaknya kamu sudah meninggalkan jejak hehehe… Sudah dilanjut yaaa :D

Guest 4 : Sudah yaaaa… Gomawo sudah menyempatkan review hehehe

exofujo12 : Iya kasian ya chinguuu huhuhu… Sudah bisa di next yahh :D

meliarisky7 : Iya sudah dilanjut nih hehehe… Duh sayangnya itu beneran Sehun, gimana dong? hahaha

SELUCafe : Satusatunya orang yang ngakak baca cerita ini Cuma kamu loh hahaha selamat! Jangan digampar dong, Sehun ga salah apa2 kok, kamu salah paham hehehe… Tenang aja, dia ga jatuh ke lubang yang sama kok…

vietrona chan : Ga salah apa2 kok chinguuu… Iya bener tebakan kamu, selamat! Engga kok Sehun kan kuat imannya wkwkwk… Jangan dong, kalau straight dia gabisa sama Sehun hahaha

Guest 5 : Sudah dilanjut yaaaa… Gomawo sudah menyempatkan review hehehe

luluyeopo : Iya lulu emang yeopo yaa hihihi… Iya nih aku tbc, tapi sekarang udah end kkkkk

KikyKikuk : KAMU APAAN SIH? ASELI SAYA TAKUT BANGET BACA REVIEW KAMU WKWKWK… Jangan emosi yaaa, apalagi galau ampe mati bediri kkkkk… Coba dibaca lagi biar ga salah paham hahaha

laabaikands : Duh emang dia jalang kok mau gimana lagi hehehe… Aku HHS FOREPAH! Jelas pasti hunhan dong hahaha… Kamu salah paham sama Sehun, cepet minta maap!

anakchangkyu : Iya dia emang sudah go to hell kok wkwkwkwk… Kesel sama Jihan kan bukan sama aku? Hahaha…. Ih kamu pervert ya maennya telanjangan kkkkk… Mereka ga kepisah satu detik pun hahaha… Haduh maap tapi saya ngasih rated T, maap yaa chinguuu… Ntar deh ya kapan2 saya kasih NC 51 wkwkwk

Guest 6 : Tebakan kedua kamu benar! Selamat yaa hahaha..

kjongxx : Tarik napas dulu biar ga emosi hahaha…. Dia ga bermaksud apa2 kok chinguuu… Gomawooo :D

tiehanhun9094 : Cieeee sampe speechless gitu wkwkwkw… Kok dag dig dug sih? Kan ini ga ada tembak menembak kaya di film action hahahaha… Jangan dong kesian si Jihan… Sudah lanjut yaaa :D

niaexolu : IYA APA COBA MAKSUDNYA? Kenapa sih pada emosi, saya aja yang ngetik ga emosi kok wkwkwk… Tebakan pertama bener tuh,, secara Luhan kan baik ga mungkin dia di dendamin hahaha… Sehun sadar kok, sadar banget malah hahaha

aregita08 : Wuidih serem ya maennya senggol bacok hahahaha…. Dia ga sirik kok, kamu salah paham… Gomawooo masa sih sampe gemeteran kkkkk… Sudah bisa di next yaa

Seravin509 : Sip sudah dilanjut yaaa… Iya semoga yaaa hehehe

khalidasalsa : Kalo iri sih ga mungkin, soalnya dia kan sama cantiknya kaya Luhan, jadi tebakan keduamu yang bener hehehe

Arifahohse : Hai yang pm aku hehehe… Sorry ya kemaren ffn lagi eror gitu gabisa dibuka … Jangan kesel yaaa,, dia baik kok aseli hahaha… Sudah dilanjut yaaa

ChagiLu : Aduh aku juga jadi deg2an gini baca review kamu wkwkwk… Jihan itu baik dan sayang sama Luhan, makannya dia kaya gitu hehehe… Sudah dilanjut yaaa :D

Hunhan trouble94 : Appan tuh chinguu? Aku gabisa baca tulisannya hehehe… Sudah di next yaaa

momo chan : Haduh kamu review panjang sekali chinguuu hehehe… Iya ini twoshoot langsung tamat kok kkkk… Iya bener tuh bener tebakan kamu chinguu betul 100% hahaha… Jihan emang suka sama Luhan hahaha… Duh sehun ga manis di mulut doang kok, dia selalu ngomong dari hati, kamu salah paham loh, ayo minta maaf sama sehun wkwkwk… Aduh makasih yaa,,, saya sanggup nulisnya soalnya saya tahu kalau ini akhirnya bakalan gimana wkwkwk

LisnaOhLu120 : Sudah yaaa :D …. Jihan ga jahat kok, apalagi Sehun mah baik banget… Kamu salah paham itu sama Sehun… Jangan breprasangka buruk dulu yaa hehehe

Dugeundugeun1214 : Huwaaaa masa sih? Hihihi… Iya nih sudah ku update kok… Engga kok engga tenang aja hehehe… Sehun mah setia dong, ga mungkin dia kegoda dengan gampangnya… Iya kok tenang ya kalem aja… Aku pecinta Hunhan… Walaupun kadang aku suka nistain mereka, tapi pada akhirnya selalu happy end hehehe

Junia angel 58 : Tebakan pertamanya bener tuh hahaha… Si sehun mana mau kerjasama sama Jihan wkwkwk… Si Luhan masa mimpi mulu sih ga bangun2 hahahaha…

Ana Steele 614 : Jangan dong chingu kasian, dia ga jahat kok hihihi… Gomawo sudah suka ffnya :D… Aku sudah update yaaa

DinoChickiHH : Masa sih nyesek hahaha… Padahal ini bukan angst loh wkwkwk… Sudah dilanjut yaaa

lzu hn : Kenapa deg2an sih? Ini kan bukan cerita horror, bukan bunuh2an, bukan action juga wkwkwkwk… Iya engga di delete kok, ini aku lanjut hehehe… Sengaja digantungin biar penasaran hahaha… Wah jahat banget ya kamu,,, aku juga sih kalo jadi Luhan pasti sebel banget sama Jihan wkwkwk

deerhanhuniie : Ini lebih sadis wkwkwk.. Orang ada yang pen jambak, pen gampar eh ini lebih ngeri lagi wkwkwk… Emang jalang kan ya dia? Hahaha… Iya udah dilanjut nihhh

Guest 7 : Aduh chinguu maapkan akuhh.. Bukannya aku sombong ataupun sok misterius, engga kok… Aku Cuma emang belom mau ngasih kontak pribadi… Kamu jangan marah yaaa? Hehehe… Makasih loh kamu udah suka hahaha… Kalau kamu mau request ff atau kamu punya ide cerita atau mau nanya apa gitu, kamu bisa pm aku, pasti aku bales kok chinguuu… Kalau kamu gapunya akun, kamu bisa bikin dulu gampang kok bikinnya hehehe

I LOVE U : I LOVE U TOO hahaha… Nano nano gitu ya chinguuu… Yang sabar yahhh… Jihan baek kok, dia sayang banget sama Luhan hihihi

ParkNada : Cup cup cup kon nangis sih? Sini peluk #plakkkk… Sudah dilanjut yaa :D

Caca : Hai kamu lagi hahaha… Iyanih saya balik lagi hehehe… Kamu emang hobinya ya review lebih dari satu kali hahaha… Tapi gapapa saya seneng hehehe… Enggak Sehun ga jahat, dia malah baik banget, kamu salah paham tau hehehe… Ahhh gomawo dukungannya hehehe…

.

THANKYOU SO MUCH BUAT YANG REVIEW, YANG FAV SAMA YANG FOLLOW

I LOVE U SO MUCH ALL

SEKALI LAGI, REVIEWNYA JANGAN LUPA!

AYO LESTARIKAN FF HUNHAN!

.