Five Different Ways to Say 'I Love You'

2. "It's okay, I couldn't sleep anyway." ; boy x boy

.

.

.

Malam ini, entah kenapa, Sehun susah sekali untuk tidur. Padahal sudah dari tadi dia menutup matanya mencoba tidur. Hasilnya nihil. Tetap saja dirinya masih terjaga dengan segarnya. Untung saja besok hari libur, jadi Sehun bisa tidur kapan saja. Tetapi tetap saja, dia gelisah sendiri dari tadi tidak bisa tidur. Dia mencoba menutup matanya lagi, namun tetap saja terjaga.

Sehun menyerah. Dia meraih handphone nya yang dia letakkan di bedstand, dan mendial Jongin, pacarnya.

Sehun sebenarnya tidak mau menyusahkan Jongin, namun bisa saja Jongin masih terbangun dan bisa menemaninya sampai at least pagi, bukan?

"Halo?" suara Jongin terdengar di seberang sana. Ah, teryata dugaan Sehun salah. Suara Jongin seperti suara orang bangun tidur. Tetapi syukurlah, Jongin mengangkat telefon darinya.

"Jong? Kamu mau temani aku bangun sampai pagi, nggak? Aku ngga bisa tidur." Sehun berkata sambil membayangi muka Jongin yang sehabis bangun tidur, pasti lucu sekali.

Di seberang sana, Jongin sangat mengantuk sebenarnya. Bayangkan saja, dia baru tidur 1 jam lalu tiba-tiba handphonenya bunyi di jam 12 malam. Untung saja yang menelfon Sehun, jadi masih ada kemauan Jongin untuk bangun dan mengangkat telefonnya.

Sehun berharap sekali sih, Jongin mau menemani dia bangun sampai bisa tidur. Hitung-hitung dia masih bisa mengobrol walaupun tidak langsung, kan? "Boleh, apa sih yang enggak buat kamu." Jawab Jongin. Ugh Jongin, yang benar saja. Sudah gombal tengah malam, mainstream pula gombalannya.

Sehun senyam-senyum sendiri mendengar yang dikatakan Jongin. "Apasih, Jong." Balas Sehun. Sehun hanya balas seperti itu saja, padahal gombalan yang tadi di lemparkan oleh Jongin berhasil membuat pipinya merah padam. Aduh Sehun, kalau mau nge blush sama gombalan yang lebih anti-mainstream, dong. Bosan nya Sehun sebenarnya belum sepenuhnya hilang sih. Karena daritadi yang mereka omongi hanya hal-hal tidak penting, cuma sekedar basa basi saja.

Tapi itu tidak berlangsung lama, tiba-tiba ide terlintas di pikiran Sehun. "Jong, aku malas nih, kalau cuma suara saja yang didengar. Bagaimana kalau kita Skype-an saja?" ujar Sehun. Karena menurutnya, kalau Skype, Jongin yang menemaninya lebih terasa real daripada hanya telefonan.

"Boleh, aku saja yang call kamu ya. Angkatnya cepat, jangan ngaret." Jongin berpikiran sama ternyata, dia langsung membuka laptopnya, membuka app, lalu menekan video call.

"Iya, tenang. Aku ngga akan ngaret kok angkatnya." Jawab Sehun sambil tertawa kecil. Memang sih, Sehun suka ngaret kalau masalah angkat Skype. Sehun kan tipikal orang mageran.

Setelah dia membuka laptopnya, Skype dari Jongin sudah masuk. Sehun langsung mematikan telefon cellularnya dan mengangkat Skype Jongin. Muka Jongin terlihat sangat dipaksa bangunnya. Masih muka bantal dan mata merah.

"Halo, Hun." Kata Jongin. Dia tersenyum kecil melihat wajah Sehun. Kenapa dia jadi mendadak ingin memeluk Sehun dan menemaninya tidur begini?

Sehun pun tersenyum, dia melihat kamar Jongin yang sudah gelap. "Jong, jangan bilang kamu ngumpet dibawah selimut?" selidik Sehun sambil tertawa kecil.

Jongin ikut tertawa. "Loh? Memangnya kenapa? Daripada nanti ibuku marah-marah karena sampai jam segini aku belum tidur?" jawabnya. Memang sih, ibunya sering marah-marah karena dia tidak tidur seharian. Tapi yang ini kan menemani Sehun, jadi tidak apa-apa lah kalau Jongin menjadi rule breaker.

Sehun tersenyum. Semenjak Sehun berpacaran dengan Jongin, dia sering sekali tersenyum. Walaupun senyum nya paling sering saat bersama Jongin sih. Lagian, bagaimana tidak mau senyum terus kalau setiap sama Jongin pasti selalu digombalin?

"Jong." Panggil Sehun. Dia kesal sendiri lama-lama. Sudah diajak video call, bukannya ngobrol, dia malah hanya melihati Jongin yang sedang sibuk sendiri di depan laptopnya dan kadang-kadang mengumpat. Sehun tahu, pasti Jongin sedang main game online.

"Ada apa, Hun?" jawab Jongin dengan mata yang masih melekat pada layar laptopnya. Ish, Jongin kapan pekanya sih?

"Kenapa aku malah didiemin? Matiin aja vidcall nya kalo begitu." Ucap Sehun. Oh, dan ekspresi mukanya sudah berubah sedikit, mendadak menjadi rada masam.

Jongin yang sadar Sehun ekspresinya sudah berubah langsung memfokuskan perhatiannya ke Sehun lagi. "Oh, ya. Sorry, Hun. Maaf maaf." Jawab Jongin. Dia langsung mematikan gamenya yang padahal sedang seru, dan fokus kepada Sehun. Sehun pun tersenyum kecil.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 4 pagi. Tapi Sehun dan Jongin masih mengobrol dengan serunya, walaupun Sehun sudah menunjukkan sign kalau dia mulai mengantuk, sih.

"Jong, kayaknya sudah deh Skype nya. Aku sudah mulai mengantuk. Maaf ya, aku mengganggu tidurmu daritadi." ucap Sehun.

Jongin hanya tersenyum kecil. "It's okay, I couldn't sleep anyway." Bohongnya. Sehun tersenyum. Ah, Sehun jadi makin bersyukur mempunyai kekasih seperti Jongin. Belum tentu semua orang ingin diganggu tidurnya hanya karena untuk mengungu sampai pacarnya mengantuk.

"Okay, good night Jong." kata Sehun.

"Good night, Hun." Balas Jongin.

.

.

.

TARAA! Sumpah sok cheesy banget ga sih T_T. By the way, terima kasih yang sudah mau review, favorite dan follow! Aku kira ga akan ada yang mau baca fic ini karena jelek wkwk. Dan terima kasih juga yang udah mau baca, walaupun ngga ngapa-ngapain. Thank you so freaking much for everything! Sampai jumpa di ficlet ter-gajelas berikutnya!