Badan Jaemin panas, kepalanya juga pusing, ia bahkan tidak sanggup hanya untuk membuka kelopak matanya. Mungkin ia demam karena kehujanan kemarin. Tapi, ia tetap berangkat kesekolah. Padahal, ibunya sudah melarang. Jika saja hari ini tidak ada ujian Bahasa Inggris, ia tidak akan masuk sekolah.
Selama disekolah, Jaemin hanya tidur dibangku sekolah. Bahkan untuk sekedar makan pun ia enggan. Lambungnya enggan menerima makanan. Apapun yang ia makan, pasti akan keluar lagi. Jaemin membuka mata merasakan getaran ponselnya.
'Jaemin-ah. Mian, aku tidak bisa menjemputmu. Kepalaku pusing, aku saja tidak masuk sekolah hari ini. Hati-hati di jalan ya'
Mark baru saja mengiriminya pesan. Tanpa membalas pesan Mark, Jaemin kembali memejamkan matanya.
Jaemin pulang sekolah jalan kaki. Saat di pertengahan jalan, ia bertemu dengan Jeno─teman sekolah Jaemin.
"Butuh tumpangan?" tanya Jeno.
"Tidak, terima kasih," tolak Jaemin halus.
"Kau sakit, lebih baik aku antar," rayu Jeno.
Jaemin tidak bisa menolak ajakan Jeno, karena ia memang membutuhkan tumpangan itu. Jeno menarik tangan Jaemin untuk dilingkarkan di pinggangnya. Jaemin menurut saja. Ia juga menyandarkan kepalanya pada punggung Jeno. Tapi beberapa saat kemudian, Jaemin menegakkan kepalanya. Lagi-lagi, ekor matanya menangkap sosok yang tak asing baginya.
'Mark'
. . .
TBC?
. . .
A/N : Huaaaaaaa… bagaimana chap 2 ini? Selalu saja pendek. Tapi ini belum berakhir. So? Review juseyoooo XD
