Chapter 2

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Title : Konkai dake wa

Author : imichiyou

Genre : hurt/Romance

Rate : T

Pair : Naruto.U Hinata H

Warning : Typo dimana mana, OOC,

A/N : author baru yang nekat publis cerita abal

Apa kau tau Naruto-kun?

setelah kejadian itu aku sudah berjanji pada diriku untuk selalu menjagamu.

Tapi semua janji itu musnah ketika kau pergi untuk selamanya

Kenapa kau jahat sekali padaku ?

Meninggalkanku sendirian?

Membuatku gagal dalam menjalankan janjiku...

Flashback

Awan mendung berarak menutupi langit pemakaman Konoha. Seakan turut berduka cita atas kepergian seseorang yang mempunyai arti penting di hati orang lain. Ya dia adalah Namikaze Naruto. Keluarga, sahabat, dan kekasih yang menutup usia pada umur menjelang 18 tahun.

Terlihat sesosok gadis yang sedaritadi tak henti hentinya mengusap kristal bening yang saja terus meluncur jatuh dari pelupuk mata cantiknya. Kantung matanya terlihat begitu jelas, seakan mengatakan bahwa sejak semalam -ketika pemuda itu memejamkan matanya untuk selamanya- ia tak berhenti menangis . Air hujan yang mulai turun ketika peti itu mulai diturunkan menambah suasana haru proses pemakaman itu.

Beberapa meter dari pemakaman itu terlihat seorang pemuda berambut pirang dan seorang wanita bersurai merah yang sejak awal proses pemakaman terjadi terus saja meneteskan air mata. Mereka berdiri di belakang sebuah pohon besar, seakan tak mau ada orang lain yang menyadari kehadiran mereka. Baru saat semua orang yang menghadiri proses pemakaman itu telah pergi, kedua orang yang berbeda gender itu pun mulai mendekat ke arah makam.

Perempuan bermahkota merah itu langsung saja terduduk lemas didepan makam sambil terisak seakan tidak percaya apa yang sedang ia lihat ini.

" Hisk...Naru...hiks..." Isakan wanita itu benar benar terdengar memilukan, bahkan pemuda di sampingnya dengan susah payah menahan air mata yang rasanya semakin ingin menetes begitu melihat wanita itu menangis, terlihat begitu hancur. Payung biru yang dipegang pemuda itu pun nyaris terjatuh melihat keadaan ibunya.

" Sudahlah Okaa-san " pemuda itu nampaknya tak tahan untuk tak berbicara, nadanya terdengar getir. Ia merengkuh pundah wanita berstatus ibunya itu, memeluknya.

" Tapi Naruto... Naru sudah hiks... " Wanita itu, Kushina Uzumaki ,kembali meratap sedih. Matanya masih terpaku pada makam sang putra bungsu...

Ya, Wanita itu adalah ibu dari Namikaze Naruto.

Dan pemuda di sebelahnya... Namanya Uzumaki Naruto putra sulung Kushina sekaligus saudara kembar dari Namikaze Naruto...

Sesuatu yang pernah terjadi di masa lalu membuat kedua orang tuanya akhirnya bercerai, membuat sepasang saudara itu terpisah. Hak asuh putra sulung jatuh kepada Kushina yang diberi nama Uzumaki Naruto dan si bungsu yang dirawat ayahnya atau Minato yang dinamai Namikaze Naruto.

Ya mereka menamai anak mereka dengan nama yang sama tapi marga yang berbeda.

" Naru tak akan senang melihat Kaa-san terus terusan menangis " Uzumaki muda itu mengingatkan ibunya. Kushina terdiam mendengarnya, tapi dengan suara serak yang lirik ia menjawab,

" Tapi apakah dia mengenalku? Kami-sama... Dia bahkan tak pernah melihat bagaimana rupaku, ibunya. Aku tak pernah melihatnya tumbuh dewasa... Tapi sekarang... Kenapa? Kenapa sebelum aku sempat bicara padanya bahwa aku ibunya, ibu yang selama ini tak pernah ada dalam hidupnya, ia malah pergi terlebih dahulu? "

Tak ada jawaban. Hening menyelimuti mereka. Hanya suara tetes hujan yang semakin lama semakin deras yang mengisi sunyi yang pedih itu. Mereka tak menyadari bahwa saat itu sosok gadis bermahkota indigo yang tengah duduk di dalam sebuah mobil menoleh sekilas pada makam itu, sebelum mobil sedan itu melesat cepat meninggalkan area pemakaman.

Sekilas, ya hanya sekilas.

End Of Flashback

" Kau tahu Naruto-kun aku sampai saat ini pun masih bingung siapa sebenarnya mereka itu " Gadis ber iris amethyst itu menatap bingkai foto yang terpajang indah di meja kamarnya. Pikirannya melayang ke saat satu tahun yang lalu, dalam hati ia bertanya tanya. Benarkah saat itu ia melihat sesosok pemuda yang mirip dengan Naruto tengah memeluk seorang wanita bersurai merah? Atau itu hanya halusinasinya semata? Hanya sekedar tipuan mata?

" Kau tau ... Dia mirip sekali denganmu... "

Walaupun satu tahun telah berlalu, Hyuuga Hinata masih menyimpan pemuda itu dalam relung hatinya...

Tokyo International Airport...

" Ya ya, Aku sudah sampai di bandara Kaa-san... "

Sesosok pemuda tampak tengah berjalan ditengah keramaian salah satu bandara terbaik di tokyo itu, nampaknya ia tengah berbicara dengan seseorang di telepon.

" Tak perlu tak enak hati karena tak menjemput Naru, lagipula aku kan sudah besar Okaa-san "

Ia mengangkat tangan pada seorang pria berjas yang tampaknya telah menunggu nya sedaritadi di halaman bandara. Pria itu mengangguk, lalu mengambil koper sang pemuda. Tak lama kemudian, sebuah ferarri menjemputnya. Ia tersenyum.

Nah , nampaknya ia bisa berjalan jalan seharian

menikmati pemandangan negeri bunga sakura ini.

Keesokan harinya di kediaman keluarga Hyuuga

Disebuah kamar yang didominasi oleh warna ungu terlihat seorang gadis yang baru saja keluar dari pintu kamar mandi dengan pakaian lengkap untuk pergi kuliah. Dihampirinya meja rias untuk melihat dan mempercantik rupanya.

setelah semua menurutnya sempurna, dia berjalan menuju sebuah meja kecil yang ada disamping tempat tidurnya dan mengambil sebuah bingkai foto.

" Pagi Naruto-kun, satu hari lagi berjalan tanpamu " Gadis yang sejak lahir bernama Hinata itu mengulas senyum miris.

Hinata melangkah keluar dari kamarnya dan menuju ruang makan yang sudah diisi oleh Niisan dan imoutou nya, juga sang ayah.

" Pagi minna-san " ucap hinata

" Pagi "

" pagi "

" Pagi Onee-chan " Hanabi membalas riangi sambil melempar senyum ceria pada kakaknya .

" Otou-san aku berangkat dulu " ucap Hinata pamit pada ayahnya, Hyuuga Hiashi.

" Tak sarapann dulu? " Kakaknya, Neji menyela. Menatap Hinata dengan tatapan tak senang. Hinata menggeleng. " Aku sudah berencana untuk berangkat pagi pagi hari ini " " Oh...kalau begitu kita berangkat bersama " ucap Neji sambil mengambil tasnya

Didepan rumah megah keluarga Namikaze terlihat seorang pemuda yang baru saja keluar dari rumah itu.

' Hari yang baru, otoutou '

Pemuda pirang itu sekilas menatap langit pagi yang cerah. Bibirnya membentuk senyum tipis.

' Aku berharap andai saja bisa menghabiskan waktu denganmu 'Ia menggelengkan kepala, berusaha mengusir pikiran tabu itu.

Setelah itu pemuda itu masuk kedalam mobil pribadinya dan mengendarainya menuju Konoha Internasional University.

KONOHA INTERNASIONAL UNIVERSITY

HINATA POV

Sekarang aku sedang berjalan menuju kelas pertamaku, kelas musik. Aku mahasiswi semester pertama fakultas musik. Tepatnya, Umh... Aku suka bermain piano, Ah tidak. Maksudku cita citaku ingin jadi seorang pianis.

Aku melangkah masuk kedalam kelasku yang sudah ramai. Aku segera saja menuju bangkuku yang berada di dekat jendela yang berada di barisan tiga.

" Ohayou Hinata-chan " sapa seorang gadis ketika aku baru saja duduk di bangkuku. Gadis itu bernama Ino Yamanaka. Dia duduk persis didepan mejaku.

" Ohayou ne Ino-chan " ucapku sambil tersenyum.

Tak berapa lama bel masuk pun berbunyi dan dosen pertama yang mengajar hari ini adalah Kakashi sensei yang terkenal akan ketelatannya jadi teman satu kelas pun tetap pada kegiatan masing masing.

Brak!.

Suara pintu kelas yang dibuka paksa mengalihkan perhatian seluruh siswa pada sosok yang menjadi tersangka utama pendobrakan pintu.

.

' Tumben tidak telat 'Pikirku.

" Pagi minna " ucap Kakashi sensei

" Pagi Sensei "

" Sensei, tumben Sensei tidak telat " perkataan seorang pemuda dengan tato segitiga terbalik dipipinya yang kuketahui bernama Inuzuka Kiba mewakilkan pikiran seluruh penghuni kelas.

" Ha...ha...ha... Karena kita akan kedatangan murid baru. Nah kau cepat masuk." Ucap Kakashi sensei sambil tertawa paksa.

Sesosok siswa bersurai pirang muncul dari balik pintu kelas, Senyum simpul terukir di wajahnya. " Halo "

Deg!

Jantungku seolah berhenti berdetak, Mataku langsung terbelalak melihat siswa baru itu.

" Ti...tidak mungkin..." ucapku terbata. Kenapa pemuda itu mirip...

NARUTO POV

Sekarang aku sedang berjalan disebuah koridor univesitas bersama guru yang akan mengantarku kekelas pertamaku. Koridor terlihat sepi karena bel masuk telah berbunyi lima belas menit yang lalu. Terlihat guru yang tadi mengantarku berhenti didepan sebuah pintu kelas.

" kau tunggu disini dulu,nanti setelah ku panggil baru masuk. Mengerti." ucap guru itu yang bernama Hatake Kkakashi.

" Baik sensei "

Setelah beberapa menit akhirnya aku pun masuk kedalam kelas itu. Ku melangkah masuk kedalam dan berhenti di sebelah kakashi sensei. Ku edarkan pandanganku keseluruh penjuru kelas dan tanpa sengaja pandanganku tertuju pada seorang gadis yang menatapku seolah aku ini hantu.

' Kenapa gadis itu menatap ku seperti itu ' ucap ku dalam hati.

Normal POV

Hinata dan Naruto tetap saling berpandangan hingga kakashi memutuskan kontak itu.

" Perkenalkan dirimu " ucap Kakashi

" Uzumaki Naruto Yoroshiku " ucap Naruto sambil membungkukan badannya sebentar.

" Baiklah Naruto kau duduk dibelakang Hyuuga-san."

" Hai' Sensei, saya permisi " ucap Naruto

Naruto berjalan menuju bangkunya dan pandangan keduanya kembali bertemu. Denagn cepat Naruto alihkan pandanganya. Dia segera menuju bangku yang berada tepat dibelakang gais itu.

' Naruto-kun '

TBC