/

Ucchan Persembahkan:

LOVELY DAY(S)

Chapter 1: Normal Life

/

Rated: T (Belum Tetap/plak)

/

Main Cast: Kim Jongwoon a.k.a. Kim Yesung

/

OtherCast: Kyuhyun, Siwon, Kibum, Other Super Junior Member, Taeyeon (Akan bertambah seiring cerita)

/

Pair: KyuSung /slight: WonSung, KiSung, HeeSung, HanSung, HaeSungHyuk, YeWook, YeMin, 2Woon, TeukSung, DongSung

/

Disclaimer: Hmmm… milik Tuhan deh~! Lalu milik ortu, dan semua ELF~! Tapi ceritanya asli dari mimpi Ucchan!

/

DLDR!

/

Happy reading! Hey, let me know if it's bad, arra!

/

Aku ingin mereka semua tahu. Dibalik wajah datarku, aku terluka…


JRASSHHH

Hujan tengah turun dengan deras mengguyur kota Seoul malam itu. Seorang namja yang… misterius –mungkin– menatap jam dinding di kamar mansion kecilnya. Dia ingin waktu berhenti. Ingin begini terus. Tidak mau hari esok datang. Karena esok, penderitaan yang lebih berat akan menantinya.

Teman-temannya. Oh ayolah, dia sangat ketakutan kalau kau menyebut kata itu. Yeah, dia takut pada teman-temannya. Dia sendiri. Tidak ada yang mau berteman dengannya. Kenapa? Nanti saja penjelasannya.

Yang penting, namja misterius ini selalu berdoa. Berdoa, dan berdoa. Tapi Tuhan tampak cuek padanya. Tidak sekalipun Tuhan mengabulkan doanya.

Namja itu tersenyum tipis. Ia menatap langit malam dari jendela kamar mansionnya. Bibir plumnya mulai mengeluarkan suara,

"Tuhan! Tolong kirimkan aku seseorang… seseorang yang menyayangiku, seseorang yang dapat menerimaku, seseorang yang mampu menjagaku, seseorang yang bisa berbicara denganku, seseorang yang sangat kuat agar bisa melindungiku, dan seseorang yang terampil dalam melakukan segala hal! Satupun cukup! Tolong kirimkan aku orang yang bisa menemaniku! AMIN!"

Namja itu mendengus puas setelah menyelesaikan doanya.

Hahaha, terkesan putus asa sekali, bukan? Tapi… dia memang telah putus asa. Dan dia rasa, kali inipun, Tuhan tidak akan mengabulkan doanya.

Oh. Dia salah besar~.

:

Hari yang sibuk, di Sapphire Blue SHS…

Seorang namja misterius yang merupakan tokoh utama kita, sedang berjalan dengan wajah datar sambil menenteng tas sekolahnya.

Namanya? Silahkan dibaca. Karena kisah legendaris(?)nya, baru saja akan dimulai…


JONGWOON POV: ON


… Hari yang baru lagi… walau sejujurnya aku tidak menginginkannya… tapi apa boleh buat. Waktu tetap berjalan, dan aku ingin masa depan yang lebih baik.

Tap tap

Aku melangkah memasuki gerbang sekolahku dengan kepala tertunduk. Aku yakin sebentar lagi akan ada yang-

"WAA~!"

BYUUUURRR

-menggangguku. Aiishh… kini seluruh tubuhku basah… padahal ini satu-satunya seragam yang kupunya…

"Miaaan~! Tanganku terpeleseeet~!" yang kudengar selanjutnya adalah suara tawa dari berbagai arah. Aku menggigit bibirku dengan sedikit keras.

"Iiiuuuh, bukankah itu air jamban? Menjijikkannn~!" suara yeoja genit terdengar. Aku menghela napas. Mereka tidak pernah bosan. Sebaiknya aku tidak usah memperdulikan mereka. Nanti malah bertambah parah kalau kuladeni.

Aku melanjutkan langkahku lagi dengan kepala tertunduk.

Kaget? Ah, ini memang sudah kebiasaanku. Semua orang selalu menyiksaku. Ralat, tidak semua sih. TAPI SELURUH SISWA DI SAPPHIRE PEARL SHS INI!

Apakah mereka tidak punya kesenangan lainnya selain mengejekku…? Hhhh… aku selalu berharap, akan ada hari di mana mereka menganggapku normal seperti siswa lainnya, dan berteman denganku. Tapi hari itu tidak pernah datang walau aku selalu menunggu. Aku tidak beruntung.

"Hei! Lihat tuh. Si anak miskin…" aku melirik tajam namja berkulit pucat dan berambut cokelat ikal yang tengah menatapku angkuh. Cho Kyuhyun… dia sedang menyeringai. Aiiish… senang sekali dia mengejekku. Apa dia tidak punya kesenangan lain? Memangnya kenapa kalau aku miskin? Itu bukan kejahatan, 'kan?

"Kenapa kau masih sekolah di sini, heum? Merusak pemandangan saja." kini suara seorang yeoja centil berambut pirang yang terdengar. Yeoja itu bergelayutan manja di lengan Kyuhyun. Pacarnya kurasa. Aku menunduk. Aku… sudah terbiasa diperlakukan seperti ini.

"Hmph~… menyedihkan. Namja culun miskin yang tidak punya orang tua."

DEG

Kulanjutkan langkahku lagi dengan lesu. Dulu aku bukanlah anak yang tertutup seperti ini. Aku bahkan berasal dari keluarga yang cukup mampu. Tapi appaku dituduh melakukan korupsi diperusahaannya dan merugikan banyak perusahaan-perusahaan lain. Akibatnya appaku dipecat dengan tidak terhormat. Dulu aku memiliki banyak teman, juga keluarga yang harmonis. Tapi sejak kejadian itu… semuanya hancur.

Teman-temanku memandangiku seakan melihat sampah. Seakan aku ini tidak ada harganya sama sekali. Orang tuaku juga selalu bertengkar setiap malam. Karena tekanan dari berbagai arah, appa memutuskan untuk bunuh diri dengan cara menembak kepalanya sendiri.

Melihat appa sudah tidak ada, semua cacian itu memilih beralih ke ummaku. Dan… kejadian itu terulang lagi. Saat aku pulang dari sekolah, aku menemukan pemandangan yang sama sekali tidak ingin kulihat. Dongsaengku, Jongjin telah meninggal. Di tubuhnya, darah segar bercucuran. Dan di sampingnya ada pisau yang berlumuran darah. Setelah kutelusuri rumah kecilku ini, aku menemukan umma. Lebih tepatnya jasad umma. Yeoja cantik itu sudah tidak bernyawa. Aku menemukannya terapung di dalam bath tub yang penuh dengan darah. Menurut kepolisian, ummaku bunuh diri dengan mengajak dongsaengku juga. Tragis.

Melihat tidak ada pilihan lainnya, kini semua tekanan itu malah beralih padaku. Tapi maaf saja, ya. Aku tidak akan selemah itu. Aku memutuskan untuk menyewa sebuah mansion sederhana dengan meminjam uang pada ahjummaku.

… Meninggalkan luka di dalam rumah kecilku itu.

Aku juga bekerja paruh waktu untuk biaya sewa mansion dan uang sekolah. Untunglah ahjumma pemilik mansion dan bosku tidak memperdulikan masa laluku. Aku harus bersyukur dan berterima kasih pada mereka.

Mungkin juga penampilanku kini mempengaruhi hidupku. Aku memang tipe namja yang sangat tidak memperdulikan penampilan. Masa bodo. Toh, meski aku berusaha sekeras apapun mengubah penampilanku, yeoja manapun tidak akan melirikku.

Kupercepat langkahku.

BRUGH!

"Auh…" aku meringis kecil saat pantatku mencium lantai yang keras. Aiiish, siapa sih yang main nabrak!? Aku menggerutu dalam hati.

"Mianhae. Gwenchanayo?" ada tangan yang terulur. Aku melirik si penabrak. Hahaha, si namja nerd berkaca mata tebal tengah memandangiku dengan wajah khawatir. Choi Siwon. Dia… namja yang aneh.

Aku segera berdiri. Kulirik tangannya yang masih terulur. Aku kemudian menatap dark chocolatenya dengan sorot penuh penyesalan. Lalu dengan kaku aku berjalan melewatinya. Aku tidak mau tangannya jadi bau hanya karena memegang tanganku yang botabenenya sudah terkena air jamban.

Dapat kudengar bisik-bisik, "Cih, sombong sekali dia! Sudah bagus ditolong!"

"Nde! Dia pikir siapa dia? Menyebalkan."

Aku berusaha menulikan telingaku. Kupercepat langkahku. Jantungku terasa berdenyut menyakitkan.

:

Krieeet~

Aku membuka pintu kelas dengan wajah wajah datar.

… Lagi. Semua mata di kelasku kini tertuju padaku. Sorot mata mereka semua… sangat menyesakkan… hatiku rasanya sakit…

"Kau masih berani sekolah, anak miskin…?" tanya salah satu 'teman' sekelasku dengan tatapan tidak percaya. Aku tersenyum tipis. Dikiranya hanya karena mereka menyiramiku dengan air jamban, menjambakku, memukuliku, menghinaku, meludahiku, aku akan berhenti sekolah? Lucu sekali kau. Tapi maaf. Aku ingin memiliki masa depan yang cerah.

"Hei! Apa yang kau tertawakan, hah?!" nada suaranya meninggi. Aiish… aku 'kan tidak tertawa. Siapa yang tertawa? Hmph. Merasa sia-sia saja meladeni 'teman'ku itu, aku lebih memilih untuk menuju bangkuku yang terletak paling belakang.

Tap tap

DUK!

BRUGH!

Tapi langkahku terhenti karena ada yang menendang punggungku sehingga aku jatuh terduduk. "Ugh…" ringisku.

"Sombong sekali kau!" namja pucat yang tadi kutemui menyeringai. Cho Kyuhyun. Aku menatap caramelnya yang memandangku seakan melihat seonggok sampah tak berguna. Kau tampak sangat menikmati saat-saat menyiksaku, eoh…

"Kau perlu di beri pelajaran!"

BUAK!

Sebuah tendangan menghantam perutku.

"Aggh!" erangku tertahan. Kyuhyun yang menendangku tadi tersenyum senang karena mendengar eranganku.

"Ada apa? Kau berharap ummamu akan memelukmu, hm Baby Boy?" caramelnya menatapku dengan sorot mata mengejek. "Ah, aku lupa. Kau 'kan sudah TIDAK memiliki umma!"

Aku menggigit bibirku. Aku… sudah terbiasa. Aku berusaha merapalkan kata-kata itu dalam benakku.

BUAK!

"AGGGH!" kali ini tendangannya lebih kuat. Aku memegangi perutku yang ngilu sambil masih menatap caramel itu dengan tatapan dingin. Aku akan kuat! Aku tidak mau dianggap lemah oleh namja macam dia!

"Kenapa diam, heh?!" bentaknya. Aku tetap diam. Malas menjawab. Kenapa dia suka menyiksaku sih? Aku tidak merasa pernah melakukan kesalahan apapun padanya! Dasar namja menyebalkan…

"Ck, kau memuakkan! Hei!" Kyuhyun melirik beberapa teman kelasku yang lainnya lalu menunjukku dengan dagunya. Dengan angkuhnya, dia duduk di atas meja guru –menanti tontonan yang selalu ditunggu-tunggunya. Kerutinan pemukulanku setiap saat aku masuk ke dalam kelas.

Ah dan yah, guru-guru tidak bisa berbuat apa-apa. Cho Kyuhyun ini, adalah namja yang cukup berpengaruh di sekolah. Wae? Karena orang tuanya adalah pemilik sekolah yang merupakan tempatku menuntut ilmu ini. Kyuhyun memiliki banyak teman, jenius, berparas tampan, memiliki suara yang indah, disegani…

… Benar-benar bertolak belakang denganku.

Beberapa teman-teman sekelasku menyeringai. "Siap bos." mereka mendekatiku lalu-

BUAK!

PTAK!

BUUUK!

KREK!

PRAAAANNGGG!

Bisakah mereka tetap kupanggil 'teman' jika sudah begini…?

"Ugh…" aku tidak melawan. Hanya menerima semua pukulan dan tendangan bertubi-tubi dari mereka. Biar saja. Nanti juga berhenti sendiri. Dapat kurasakan bibirku berdarah. Mungkin robek. Dan… sepertinya hidungku patah. Kacamataku juga tampaknya sudah pecah. Aiiishh… aku harus membelinya lagi nanti. Padahal gajiku hanya sedikit…

Apakah kalian sudah puas dengan memukuliku…? Jika sudah, perlakukanlah aku seperti orang normal lainnya…

Hatiku sakit saat kalian menatapku seperti itu… seperti melihat seseorang yang tidak ada harganya sama sekali. Seseorang yang harus segera dimusnahkan dari bumi ini. Setidaknya, aku ingin satu orang saja. Membelaku di saat aku terjebak dalam situasi seperti ini. Tapi yang kudapat…? Mereka memandangiku dengan seringai puas. Aku benci mereka. Aku… sudah tidak mau percaya lagi.

Meski aku mencoba mendekat, kalian selalu menjauh. Bagaimana kita bisa jadi teman…?

"Sudah." aku membuka sarang obsidianku dengan berat. Kyuhyun memandangiku dengan tatapan aneh. Aiishh… apalagi sekarang…? Teman-teman sekelasku yang tadinya asyik memukuliku, kini melangkah mundur. Namja pucat itu maju lalu berjongkok tepat di depanku.

"Hei." Kyuhyun dengan kasar menjambak rambutku, sehingga wajahku yang penuh luka lebam, sejajar dengan wajah pucatnya. "Cuh," dia meludahi wajahku. Aku mengerjap-erjap mataku. Perih… aku kemudian menatap caramelnya dengan tatapan kosong.

Caramelnya tetap menatap lekat obsidianku. Ck, aku lelah, Cho Kyuhyun.

"… Jangan menatapku seperti itu, bodoh."

Kepalan tangannya melayang hendak memukulku. Aku menutup mataku dengan pasrah. Tubuhku sudah tidak kuat lagi… rasanya tubuhku sangat berat.

"Ad ap- HEI! HENTIKAN, KYU!" … suara siapa itu…? … Terdengar sangat lembut di telingaku… apa Tuhan sudah menjawab doaku…?

Jambakkan Kyuhyun sontak terlepas, dan…

BRUGH…

:

… Aku membuka mataku dengan perlahan. Wajahku masih perih… aku menatap sekeliling. Tampaknya aku ada di ruang kesehatan.

… Hm…? Dia… bukankah dia namja tadi yang menabrakku? Kalau tidak salah namanya… Choi Siwon…? Kenapa dia ada di sini? Kenapa juga dia menggenggam tanganku…? Apa… dia yang menolongku…? Aku memandangi wajahnya yang tengah terlelap. Dia nerd. Tapi baik hati. Sepertinya kata yeoja-yeoja centil itu benar. Aku tersenyum tipis. Senyum yang telah jarang kutunjukkan pada siapapun juga.

Aku mengerutkan alisku. Setelah kupikir-pikir lagi, kenapa dia mau menolongku…? Tanpa sadar, aku mengelus surai hitamnya dengan lembut.

Choi Siwon… kau namja yang aneh.

"Ughh…" suara lenguhannya membuatku tersadar. Secepat kilat, aku menarik tanganku dari surainya dan memasang wajah datar. Perlahan, kedua kelopak mata itu terbuka. "Hmm… eh? Kau sudah sadar, Jongwoonsshi?" dark chocolatenya menatapku kegirangan.

Pft… seperti anak kecil saja… aku mengangguk pelan.

"Syukurlaaah…" namja itu tanpa basa-basi menarikku untuk kedalam pelukannya. Aku terbelalak. Sudah lama sekali… aku tidak merasakan kehangatan pelukan seseorang...

Tiba-tiba aku teringat,

"L-lepaskan!" aku mendorong tubuhnya dengan kuat. Dia menatap obsidianku tidak mengerti. "… Aku tadi di siram air jamban. Nanti kau jadi bau…" jelasku jujur. Bisa mati aku, kalau dia juga sampai membenciku!

Dark chocolatenya mengerjap-erjap lucu. Auuh, manis sekali… aku jadi teringat anak anjing tetangga… tanpa sadar, tanganku terulur untuk mencubit pipinya. "Auuh," erangnya karena cubitanku semakin menguat. Aku terbelalak. Dengan panik, aku menjauhkan tanganku dari pipinya.

"M-mianh-"

Tapi, sepasang tangan hangatnya justru menggenggam tanganku dengan kencang. Aku menatapnya tidak mengerti.

"Gwenchanayo?" Siwon menatapku dengan sangat serius. Aku mengerutkan alisku sambil perlahan berusaha melepas tanganku. Tapi… genggamannya justru semakin erat.

Hangat… aiiish! Bukan saatnya memikirkan itu, Kim Jongwoon!

"Apa kau selalu dibeginikan?" aku semakin heran. Oooh, aku tahu. Bukankah dia murid yang baru saja pindah kemari beberapa hari yang lalu? Pantas saja jika dia tidak tahu tentang kerutinan 'teman-teman'ku setiap harinya.

Aku mengangguk. "T-tapi, tidak apa-apa. Aku sudah terbiasa." ucapku sambil tersenyum kaku. Siwon menatap obsidianku dengan tajam. Aku jadi gugup. "U-um, Siwonsshi. Bisa kau lepaskan tanganku…? Tanganku bau-"

GREP

Wajahku langsung merona tatkala namja nerd ini memelukku dengan erat. Hei! Apa dia tuli?! Aku panik dan berusaha mati-matian mendorongnya. Kalau ada yeoja yang melihat kami, aku akan secara resmi menandatangani surat kematianku! Walau nerd, tapi Siwon cukup terkenal akan kebaikan hatinya! "C-Choi Siwon… lepaskan…" pintaku takut-takut.

"Shirreo!"

Aku terbelalak. Aku dapat merasakan deru napasnya di ceruk leherku. Perlahan, wajahku semakin memanas. Choi Siwon… kau memang namja yang aneh…

Hening. Aku sangat menikmati kehangatan namja ini. Tapi aku sadar, nyawakulah taruhannya.

"… Wae…?" aku bersuara.

"Maksudmu?" Siwon mempererat pelukannya. Aiish, apakah dia ingin aku mati lemas?

Aku tersenyum kaku. "Kenapa kau menolongku?" tanyaku lirih. Aku dapat mendengar kekehannya. Aish, apanya yang lucu.

Perlahan dia melonggarkan pelukannya. "Memangnya kenapa kalau aku menolongmu?" tanyanya sambil menatap lekat obsidianku.

Aku menunduk menghindari tatapannya. "A-aku… tidak pantas kau tolong. Aku hanya namja miskin…" aku menggigit bibirku. Setelah ini, Siwon pasti akan menjauhiku, atau lebih parahnya lagi ikut-ikutan menyiksaku.

"Memangnya kenapa?"

"… Aku anak seorang koruptor." ucapku pelan. Hatiku rasanya sakit… kini Siwon akan berbalik memusuhiku… apa aku memang tidak bisa berteman yah…?

GREP

"Aku tidak peduli. Yang penting, aku tahu kau namja baik-baik. Jangan terlalu merendah begitu! Si Kyu jadi tambah suka menyiksamu, kau tahu! Jangan bersikap sok kuat! Aku tahu kau itu rapuh! Jangan terlalu memaksakan diri! Kalau tidak ada yang mau berteman denganmu, biar aku saja yang berteman denganmu! Di dunia ini, pasti ada orang yang mau melihatmu tersenyum! Ingat itu!" ia mendekapku dengan lembut setelah mengomeliku panjang lebar.

Hmph… banyak sekali permintaannya…

Dia namja nerd, yang tidak tampan –kau lihat saja kacamata entah berapa senti tebalnya dan tatanan rambut klimis yang bahkan akupun tidak suka melihatnya–, tapi dia sangat baik hati. Bersedia menolong dan menjadi temanku?

… Namja yang aneh. Aku tersenyum lebar, lalu perlahan membalas pelukannya.

"… Gomawo…"

:

Krieeet~

Aku membuka pintu kamar mansion kecilku dengan gembira. Aku punya teman! Yeah, seorang Choi Siwon! Apa aku bermimpi~!?

Kuacuhkan bisik-bisik tetangga. Aku menutup pintu dengan penuh semangat. Aku melirik kura-kura peliharaanku yang menatapku dengan raut wajah ngeri.

"Ddangieee~~! Appa punya temaaan~!" dengan tidak berperasaannya, aku mengangkat tubuh mungil kura-kura itu, dan memutar-mutarnya di angkasa. "Appaa punya temaaaaaaaaaaan~~!" seruku dengan nada sing a song.

Ddangkomma menutup matanya dengan kedua tangan kecilnya. Ngeri. Mianhae aegya~! Appa terlalu gembira~!

Ya, ini anakku. Aku tidak gila kok! Si Ddangkomma inilah yang selalu menemaniku. Entah mau atau tidak mau. Dia adalah pemberian appa untuk ulang tahunku yang ke 13. Seminggu sebelum kejadian na'as itu… so, dia satu-satunya keluargaku di dunia ini. Keluargaku yang lain hanya menatapku dengan jijik. Aku tidak perduli!

… Mm… mungkin Taeyeon ahjumma adalah pengecualian.

Aku menatap wajah ketakutan Ddangkomma. Perlahan, aku mendekap kura-kura manis –menurutku– itu dalam pelukanku.

"Appa sangat bahagia, aegyaaa~~!" seruku dengan nada genit. Ddangkomma memutar matanya bosan.


JONGWOON POV: OFF


'Uggghhhh~! Berhentilah memutar-mutarku! Aku mau muntah!' jerit Ddangkomma saat 'appa' kesayangannya masih dengan suka cita memutar-mutar tubuh mungilnya. 'HOEEEKH!'

"Ikkkh! Aegya! Kamu jorok! Tidak ada jatah snack untukmu hari ini!" keluh Jongwoon saat Ddangkomma dengan durhakanya muntah di seragam sekolahnya. Ddangkomma terbelalak.

'Mwo?! Aku muntah 'kan karena salahmuuu!' jerit Ddangkomma frustasi. 'Ayolaaah! Aku sedang pengen makan snack nihh! Hiks, sudah seminggu ini kau tidak memberikanku snaaackkk!' tangis Ddangkomma pecah.

Sayang sekali Jongwoon adalah orang yang tidak peka. Tanpa perasaan, Jongwoon meletakkan Ddangkomma kembali dalam aquariumnya, lalu bergegas kekamar mandi. Untunglah besok hari minggu. Jadi dia bisa mencuci seragam satu-satunya ini.

Ddangkomma hanya bisa cemberut. 'Dasar! Appa kepala besar!' pekiknya histeris, dan tentu saja tidak didengar Jongwoon.

:

Meanwhile, In Other Place…

"Mianhae. Tapi ahjumma benar-benar sedang krisis! Jadi… kuharap kalian mau tinggal di rumahnya untuk sementara! Lagipula dia hanya hidup sendiri! Jangan khawatir. Hanya sebulan atau lebih saja kok. Kalian akan bisa kembali ke dorm kalian lagi!" suara seorang yeoja berusia 30-an terdengar.

"Arraseo. Tapi… kenapa kami tidak di beritahu tentang nama keponakan ahjumma?" tanya seorang namja cantik berlesung pipi. Beberapa namja lain di sampingnya mengangguk heran.

Ahjumma itu tersenyum misterius. "Kalian akan tahu setelah kalian sampai. Ahjumma tidak ingin merusak kejutannya~!"

Namja-namja tadi ber'Yaahhh'-ria. Ahjumma mereka yang satu ini benar-benar misterius… atau lebih tepatnya sok misterius.

"Ah, kalau sudah sampai, bilang saja ahjumma menitipkan kalian padanya. Dia akan mengerti kok~. Dia adalah namja yang sangat baik! Sekarang, silahkan kalian keluar~! Saya sangat sibuk! HUSH HUSH!" usir sang ahjumma dengan seringaian manis.

"… Menitipkan…? Aiish, kita ini sudah kayak bayi saja…" seorang namja tampan berkulit pucat menghela napas dengan berat.


-Next Day…


JONGWOON POV: ON


KRIIIIINGGGG!

"Euunghh~…" aku melenguh saat bunyi jam wekerku yang berbentuk pahlawan bertopeng mengganggu tidurku. Lagi asyik-asyik tidur juga… harusnya alarmnya kumatikan saat hari minggu!

KRIIIING!

PAT

Dengan kasar, aku mematikan si weker nyebelin, lalu kembali tidur lagi.

CIIITTT

Hng? Kayaknya ada suara mobil yang berhenti. Aku memilih mengacuhkannya.

"Heei! Cepat turuun, evil magnae! Hentikan dulu pacaran dengan 'KEKASIH ELEKTRONIK'mu itu!"

"Aiish, hyuuung! Nanggung niiih! Sebentar lagi deh! Jangan cemberut begitu hyung! Ntar cepat tua loh! Eh? Atau hyung memang sudah tua? Hahaha!"

"Kurang ajar! Shindong! Youngwoon! Tarik dia!"

"Arraseo, Teukie hyung!"

"Kajja, magnaeee~!"

BLAK!

PRAANGG!

"Ups."

"WAAAA! Apa yang hyung lakukan! Kekasihkuuu! Lihat deh! Jadi rusak 'kan?! Padahal aku nyaris mendapatkan skor tertinggi! Tanggung jawaaaab, hyuuuung! TANGGUNG JAWAAAABBB~~!"

"PPALIWA."

"A-arraseo Teukie hyung… hiks…"

"Jja! Semua sudah hadir?"

"Sudah hyuuuung!"

"Oke. Kajja! Hng… menurut informasi ahjumma, mansionnya ada di… sana!"

"Kumuh."

"Diam kau, magnae!"

Tap tap tap

"Yak! Hae ya! Jangan lari-lari begitu! Hyukkie! Kejar dia!"

"Ish, kenapa harus aku yang repot sih? Aku masuk agensi ini untuk jadi artis! Bukan babysitter untuk bayi besar sepertinya!"

"Jangan berisik! Cepat kejar dia sebelum jatuh dan malah melukai dirinya sendiri!"

"Hmph. Woi, ikan! Berhenti!"

Drap

Drap

"Hahahah~!"

"YAK! LEE HYUKJAE! LEE DONGHAE! KENAPA KALIAN MALAH MAIN KEJAR-KEJARAN, HAH?!"

Aku mendengus. Di luar berisik sekali sih. Ganggu tidur orang lain saja.

Mungkin saja ada penggrebekan criminal hari minggu gini. Sebagai masyarakat yang baik, aku harus berlapang dada. Dengan lapang dada aku menutup telingaku dengan bantal.

TOK TOK

… Hm?

TOK TOK!

Mwo? Siapa yang mengetuk pintu kamarku?! Aku langsung menegang. Apa mereka mencurigaiku…? Aku tidak melakukan apapuuun!

TOK! TOK!

"Permisiiiiii!"

Aku memaksakan diri untuk bangun dari tidurku. Aku duduk di tepi ranjang kumalku dengan wajah pucat. Berusaha mengingat hal-hal yang kulakukan selama seminggu ini. Kayaknya tidak ada yang berbau kriminal deh… aku hanya bersekolah, kerja paruh waktu, membeli kacamata baru, juga berbelanja kebutuhan sehari-hari dimini market terdekat. Normal-normal saja 'kan!?

TOK! TOOOK!

"I-iyaa! Tunggu sebentar!" aku memakai kacamata baruku lalu dengan terburu-buru berlari menuju pintu kamar mansion kecilku.

Tap tap tap

CKLEK!

"Nugu-" mataku terbelalak melihat namja-namja yang tengah berdiri di depanku. Khususnya… seorang namja berkulit pucat dengan rambut brunettenya yang juga menatapku shock. "-Yo…?"

Hening melanda…

BLAM

"YAK! KENAPA KAU MENUTUP PINTUNYA, MAGNAE?!"

TBC

Ucchan's Free Talk(?): Hyaaa~! Gaje! Mian Ucchan telat ne!TwT n super mian kalo ceritanya jelek! Cerita ini udah nyaris kadaluwarsa sih!/plakk

Yeye dianiyaya mulu ne… Kyuppa jahat!/plak/ ah tapi Ucchan udah tetapin pairnya kok! KyuSung! Sebagai bentuk pelestarian(?) juga! Soalnya diFB lagi ada masalah sama KyuSung shipper… semoga KyuSung shipper akan selalu ada…

Btw, Kyuppa kelihatan benci Yemma kan? Tapi ini baru awal~! Nanti endingnya mereka jadian kok. Ya… kalo gak ada musibah dan gangguan…/PLAK

Gomawo buat yang udah review ne! n mian Ucchan belum bisa bales review… Ucchan diburu waktu! Saat Ucchan ngetik ini, ALBOL belum selesai, dan Ucchan sudah menargetkan upload besok –berhubung lagi libur! Jeongmal mianhae!T_T

Tapi Ucchan udah baca semua review! Dan sangat menghargainya!TwTb gomawo udah repot-repot ngereview ne! Ucchan akan tingkatkan. Dan ucchan juga akan konsisten dengan pairnya! KyuSung! Tapi akan ada slight dari member lain. Kan ff ini emang Yesung-centric~!XD

Singkat kata,

Review please~?