Bad Luck

Author: Jokersii

Cast:

Kim Taehyung

Jung Hoseok

Min Yoongi

Park Jimin

Jeon Jungkook

etc.

WARNING: BoyxBoy, absurd, typos.

NO PLAGIARISM! THE CHARACTERS ARE BELONG TO GOD AND THEIR AGENCY, I JUST WANT TO BORROW THEIR NAMES(?)

.

.

.

.

"Mungkin menjadi orang sial bisa membuatmu beruntung?" –Jung Hoseok

"Ya, jika aku tidak bertemu denganmu mungkin jawabannya tidak, hyung." –Kim Taehyung

.

.

.

.

.

.

.

Chapter II: Their real life.

Jung Hoseok.

Berandal, liar dan pembuat masalah. Dibenci semua guru, tak terkecuali satpam sekolah. Pemimpin geng pembully sekolah. Selalu terlambat setiap pagi, baju selalu dikeluarkan, tidak pernah memakai dasi dan sering membolos pelajaran dengan tidur di UKS. Rambut berantakan, sorot mata meremehkan, tapi sayang mempunyai wajah yang tampan dan nilai bagus di setiap mata pelajaran. Pandai berolahraga, terutama basket dan sepak bola. Pemain inti tim basket sekolah yang selalu mencetak angka dan memenangkan pertandingan.

Sebanyak apapun pembenci Jung Hoseok, tetap saja banyak yeoja yang tergila-gila padanya. Banyak pula yeoja yang menyatakan perasaan kepadanya namun tak pernah satupun yang diterimanya. Bahkan hampir setiap pagi ia mendapatkan coklat, kue, surat kekaguman atau apalah itu namanya Hoseok tak mau tau. Hoseok benar-benar tidak berminat mengencani seorang yeoja –apa?

Hoseok adalah penyuka sesama jenis, kalau kalian belum tau. Ia menyukai laki-laki, tidak ada yang mengetahui itu selain teman satu gengnya. Ia menceritakan segala sesuatu kepada teman-teman satu gengnya –atau Hoseok lebih senang memanggilnya sahabat?

Semua masalah tentang keluarganya –tentang hyung nya yang senang bergonta-ganti pasangan dan pergi minum sampai pagi, tentang adiknya yang selalu mengurung diri di kamar, dan masalah ayahnya yang gila kerja sehingga lupa mengurus anak-anaknya. Ibunya meninggal ketika melahirkan adiknya, sejak saat itu hyung nya pergi ke club setiap malam dan ayahnya tidak pernah pulang ke rumah.

Terkadang Hoseok merasa hidupnya begitu sepi dan melelahkan, lalu saat itulah sahabatnya akan datang dan menghiburnya. Alih-alih bersyukur, ia tetap tidak memiliki semangat untuk memperjuangkan hidupnya. Kembali merasakan ketenangan hidup adalah cita-citanya selama ini, merasakan kasih sayang adalah impiannya.

Semua monoton, sebelum Kim Taehyung memasuki hidupnya.

Seorang adik kelas kurang ajar yang mengacaukan pikirannya hanya dengan merasakan eksistensi bocah itu di dekatnya.


Jimin berjalan santai menuju lokernya untuk mengambil buku matematika yang ia tinggalkan di sana kemarin. Membuka lokernya dengan cepat dan mengambil buku yang diperlukannya. Ia berbalik dan menemukan sebuah sapu tangan di dekat ujung sepatunya. Anehnya, sapu tangan itu terlipat rapi, seperti ada yang sengaja menaruh benda itu di sana. Diambilnya sapu tangan itu dan ia membuka lipatan sapu tangan itu perlahan.

"Jangan lupa mencuci mulutmu setelah kau makan"

Jimin mengerutkan dahi, tak mengerti. Lalu ia memegang mulutnya dan –astaga ada sisa susu coklat yang ia minum tadi pagi di sekitar bibirnya. Sialan, batin Jimin. Mati-matian ia menahan malu sembari mengusap mulutnya dengan sapu tangan yang tadi ditemukannya.

Ngomong-ngomong, siapa yang memberinya sapu tangan ini? Setau Jimin, ia benar-benar sendiri di sekitar loker ini. Jimin menatap sapu tangan itu, heran. Membalik-balikkannya berulang kali dan tetap tidak menemukan petunjuk siapa yang memberinya. Ia memutuskan untuk menyimpan sapu tangan itu saja, barangkali nanti ada yang mengambilnya.

"Apa yang kau lakukan di sini, Jimin-ah?"

Jimin menoleh ke arah suara yang memanggilnya. "Ah, Yoongi-hyung. Tidak, aku hanya mengambil bukuku yang tertinggal di loker saja." Jawab Jimin dengan senyum terlebarnya.

Yoongi tersenyum sekilas dan menatap adik kelas sekaligus mantan tetangganya ini geli, "Dasar tidak pernah berubah," tangannya terangkat untuk menjitak kepala Jimin.

" Aw–" reflek Jimin memegang kepalanya. "Kau juga tidak pernah berubah, hyung –tetap sadis," balas Jimin.

Jitakan beruntut pada kepala Jimin. "Dasar tidak sopan," balas Yoongi, lalu berjalan meninggalkan Jimin di depan loker.

"Ah! Yoongi-hyung, tunggu aku," teriak Jimin, berlari menghampiri Yoongi. "Kita ke kelas bersama, ne?"


Taehyung menyeret malas langkahnya memasuki kelas. Kejadian kemarin malam berhasil membuatnya takut dan terkejut setengah mati. Seperti mimpi bertemu seorang sunbae berandal yang menjadi kasir minimarket dekat rumahnya. Sungguh Taehyung tidak pernah berpikir kalau sunbae berandal itu –Jung Hoseok, bisa bekerja sambilan. Lebih anehnya lagi, ia mengenal Taehyung.

Taehyung tidak pernah sekalipun menjadi terkenal dari dulu, entah itu karena ia nakal atau karena ia pintar, namun keberadaannya sangat tidak menonjol. Ia tidak pernah mencari masalah dengan guru maupun siswa lain, tapi mengapa Hoseok bisa mengenalinya?

Apa mungkin kalau mukanya sangat cocok untuk dibully? Atau mungkin ia terlalu menyebalkan? Atau mungkin ia terlalu tamp –ehem. Tidak. Bukan itu seharusnya yang ia pikirkan sekarang. Yang harus ia pikirkan sekarang adalah nasibnya nanti. Ia yakin –sangat yakin bahkan, akan menjadi objek pembullyan geng berandal yang di ketuai oleh Jung Hoseok itu.

Tidak cukup kah ia tertimpa kesialan kemarin? Kenapa harus sial lagi sih? Taehyung merutuki dirinya sendiri, coba saja kalau kemarin ia tidak lembur mengerjakan tugas, coba saja kalau kemarin ia tidak minum kopi, coba saja kalau kemarin ia tidak pergi ke minimarket, coba saja, coba saja dan coba saja lagi. Tapi bisa apa dia sekarang kalau sudah terlanjur.

Taehyung memasuki kelas dan mengambil tempat duduk di ujung dekat jendela, tepat di sebelah tas Jimin. Tumben sekali, biasanya Jimin akan langsung beroceh panjang lebar –ribut, tentang cerita yang sebenarnya Taehyung juga tidak paham. Entah Taehyung yang terlalu malas, atau Jimin yang terlalu bodoh. Tapi pagi ini Jimin tidak terlihat sama sekali, hanya ada tas punggung yang diletakkan di kursi sebelah Taehyung.

Sebenarnya, Taehyung ingin bercerita tentang apa yang di alaminya kemarin. Mungkin nanti reaksi Jimin akan sangat berlebihan, Taehyung tau itu, tapi mana mungkin ia tidak bercerita kepada Jimin. Bagaimana kalau tiba-tiba Jimin disuruh Jung Hoseok untuk memanggil Taehyung ke tempatnya berada dan nanti Jimin dengan polosnya akan menyuruh Taehyung untuk menemui sunbae itu lalu Taehyung akan dipukuli. Hell,no. Masalahnya adalah, Jimin sangat lambat membaca situasi yang terjadi, jadi ya begitulah.

Tiba-tiba pintu kelas terbuka dan Jimin masuk, lalu berjalan ke arah Taehyung. Kebetulan bel masuk juga sudah berbunyi, jadi Jimin langsung mendudukkan diri di samping Taehyung. Taehyung mengernyit heran. Tidak biasanya Jimin diam seperti ini, seperti ada yang salah.

"Ada masalah denganmu, Jim?" tanya Taehyung penasaran.

Jimin menoleh, "Apa? Memangnya aku kenapa?" jawab Jimin dengan senyum yang sedikit dipaksakan.

Taehyung menyadari senyum palsu Jimin itu. "Aku bisa membaca segala ekspersimu," balas Taehyung sambil menatap Jimin. "Katakan, apa yang terjadi?" Lanjut Taehyung.

"Sudah kubilang aku baik-baik saja, Tae." Sahut Jimin, lalu memalingkan wajahnya.

"Kau bertemu dengannya lagi?" balas Taehyung spontan.

Jimin menghembuskan napas, lalu tertawa pelan. "Menggelikan sekali, Tae," ucap Jimin sambil menundukkan kepalanya. "Kurasa aku merindukannya." Lanjut Jimin pelan.

Taehyung menatap prihatin ada sahabatnya itu. "Bersabarlah, Jim." Taehyung mengusap pelan punggung Jimin. "Aku yakin Yoongi-hyung juga merindukanmu."

TBC

a/n: HUAHHAHAHAH maapkan chapter ini lebih pendek dari chapter satu kemaren:' Ngetiknya ngebut juga sih kemaren jadi yaa gini hasilnya hiks. Itu ada bagian Yoonmin nya dikit wkwk sabar ya besok deh joker banyakin di chapter ini gaada VHope nya dulu yaaa, biar pada penasaran /dibakar masa/

Oiya makasih banget buat semua review-nim dan buat semua yang udah ngefav dan ngefollow ff abal-abal Joker nih:') sini cium satu-satu .ga

Dan yang tanya joker main rp twitter apa enggak, jawabannya iya aku main nih:)) yang main rp twitter bisa follow dong KNH_Seunghee wkwk tapinya joker disitu edan banget dan berisik jadi jangan nyesel okeeeeh

And last, review juseyooooooo

23/02/2016

JokerSii