Chapter 2
"Well, you look like from Asia," said Kris.
"Yeah, i'm chinese," Tao said while open his trunk.
"Hmm, i'm chinese too. We can talk to each other in chinese," said Kris.
"Alright," Tao said. He looks busy with his belongings, so Kris just left him in that room.
Since today, they'll be living in this apartement, together. Even thought they didn't know each other, as time go by they'll now each other. Until that time, Tao will close his heart forever.
After packing up, Kris suddenly wanna go to some places. He brings out his bag. He's look at Tao first before he go.
"I'll going, maybe i'll late. If you want something to eat, there are grociers not far away from here," Kris said as he open the door.
"Oh, i will," Tao said.
Kris went out and left Tao alone. Because, it's still odd for Tao, he just look at the room for awhile. The room is so tidy for a guy. Bahkan sangat luas untuk di tinggali oleh satu orang. Walau tinggal berdua, Tao tidak terlalu memikirkannya. Karena hari ini masih hari libur bagi dirinya dan besok hari, ia akan melaksanakan kuliahnya lagi, ia memutuskan untuk pergi keluar. Ia berjalan-jalan dan melihat sekeliling kota. Tempat ini masih terlalu asing bagi dirinya. Terutama ini bukanlah negaranya, ini adalah Canada.
Ia berjalan-jalan dan akhirnya menemukan supermarket kecil di daerah tersebut. Ia masuk ke dalam karena ia ingin membeli sesuatu, mungkin ia ingin membeli makanan. Ia membeli beberapa makanan dan minuman, kemudian membayarnya ke kasir. Ia berjalan kembali melihat keadaan kota. Perasaan sepi mungkin tergambar di wajahnya. Ia tidak tau apa yang harus dia lakukan di tempat ini. Dunia yang dia tinggali benar-benar terlihat hampa. Sebenarnya untuk apa dia bersekolah, hidup, dan ada di dunia ini.
Dunia ini hampa tanpa dirimu.
Langkah Tao terhenti ketika dia melihat sebuah toko baju yang besar. Entah kenapa hatinya tergerak ketika melihat sebuah baju yang indah di tempat itu. Sebuah dress yang sangat indah dan berkilau berada di tempat itu.
Baju itu... baju yang selalu kamu impikan untuk memakainya.
Aku memakai setelan yang rapi dan kamu memakai dress yang indah.
Mimpi yang takkan pernah terwujud.
Takkan pernah.
Tao memutuskan berjalan lagi di daerah itu. Ia melihat sebuah toko buku dan memutuskan untuk masuk ke dalam toko tersebut. Ia melihat buku-buku, mencari sesuatu yang bisa dia baca di tempat itu. Ia melihat sebuah majalah yang berisi tentang negara yang dulu dia tinggali, Korea.
Tempat itu.. kenangan itu..
Walau aku tak berada di sana, kenapa kenangan itu selalu ada?
I miss you.
Terakhir Tao memutuskan untuk membeli sebuah majalah biasa. Ia tidak terlalu untuk membeli buku lain saat ini. Ia membayar ke kasir dan memutuskan untuk kembali lagi ke rumahnya. Ia berjalan menusuri jalan yang sebelumnya, melihat suasana kota. Tiba-tiba langit menjadi gelap dan mulai menangis. Hujan datang dan membuat kerumunan orang itu menjadi berhamburan. Orang-orang berusaha berteduh dari tempat itu. Termasuk Tao, ia memutuskan untuk berteduh dan menunggu sebentar. Mungkin karena ia tidak terlalu ingin buru-buru pergi dari tempat itu. Ia mengulurkan tangannya untuk melihat seberapa deras hujannya. Ia juga melihat hujan semakin deras.
Bahkan kamu juga ingin menangis sepertiku...
Aku berharap aku bisa menangis..
Perasaan seperti ini, sangatlah menyakitkan.
Cuaca yang sebelumnya sangat cerah, tiba-tiba menjadi sangat gelap. Bahkan ditambah dengan tangisan dari langit yang begitu deras. Ketika Tao sedang melihat suasana kota, dia melihat seseorang dari jauh. Orang itu berjalan dengan payung yang berada di tangannya. Tao sangat mengenal wajah itu, wajah milik teman satu ruangannya, yaitu Kris. Ia semakin mendekat ke tempat Tao. Terdapat satu buah payung di tangan Kris, sepertinya ia ingin menjemput Tao.
"Tao," kata Kris yang semakin mendekat.
Tao menoleh melihat Kris. Entah kenapa, Tao merasa terkejut dengan kehadiran Kris. Terutama ia terlihat tersenyum ketika datang mendekat ke arah Tao. Tao sedikit terpaku dengan keadaan tersebut. Dihari yang sedang hujan, mereka saling terpaku satu sama lain. Bersama dengan belanjaan yang di bawanya Tao sedikit termenung dan merasa bersyukur.
Walau sebenarnya banyak orang di tempat tersebut tapi rasanya, seperti hanya mereka berdua yang berada di tempat ini.
"Aku takut kamu kehujanan karena aku tidak melihatmu dirumah," kata Kris yang berada di bawah payung.
Seseorang datang mencariku..
Aku sangat bersyukur..
Dia, yang kusayangi juga melakukan hal seperti ini..
Peduli kepada diriku ketika semua tidak pernah melakukannya..
-Flashback-
"Hujan!"
Aku berdiri di depan sekolah ketika baru saja melakukan kegiatan sehari-hariku. Aku melihat semua teman-temanku sudah pulang dengan payung mereka. Juga ada beberapa orang yang sedang di jemput oleh orang tua mereka. Namun, aku sendiri di depan sekolah, menunggu hujan berhenti. Hari ini orang tuaku sedang berada di luar kota, juga aku tidak membawa payungku sendiri. Aku hanya menunggu sampai seseorang dari rumah datang menjemputku.
Namun, dari jauh, aku dapat melihat seseorang berlari dengan semangatnya. Ia berlari di bawah payung, ketika hujan masih cukup deras. Aku dapat mengenali cara dia berlari. Aku yakin dia adalah dirimu. Ketika ia semakin mendekat, aku dapat melihat dirimu yang tersenyum ke arahku dengan membawa satu payung di tanganmu.
"Aku membawa payung untukmu, Tao. Supaya kau tidak kehujanan," katamu sambil tersenyum.
Kamu mengulurkan salah satu tanganmu untuk memberikan payung yang berada di tanganmu. Aku sedikit tertawa melihat dirimu yang sangat bodoh ini. Namun, sebenarnya aku sangat bersyukur dengan dirimu, aku bersyukur kamu datang. Aku mengambil payung itu.
"Mari kita pulang, Tao," katamu dengan senyuman.
Kemudian kita pulang bersama di bawah hujan. Hanya kita berdua.
-Flashback End-
Tao mengambil payung yang berada di tangan Kris. Ia membuka payung itu. Kris melihat Tao melakukannya.
"Mari kita pulang, Tao," kata Kris.
Tao merasa sedikit tersenyum karena kata-kata itu persis dengan apa yang dikatakan oleh orang yang dia cintai. Tao kemudian memulai langkahnya di bawah hujan dengan payung yang melindungi dirinya. Walau mereka berdua baru saja bertemu tapi, Tao dapat merasakan kebaikan dari Kris untuk pertama kali. Ia berjalan di samping Kris di bawah hujan, bersama dengan belanjaannya. Ia merasakan harapan besar untuk hari-harinya yang selanjutnya.
Apakah aku akan sanggup melupakanmu?
Walau dalam keadaan diam, mereka tetap melakukan perjalanan dengan biasa. Di bawah hujan, kedua laki-laki ini berjalan bersama menuju tempat tinggal mereka berdua. Masa depan cerah, mungkin itulah yang mereka harapkan untuk mereka sendiri.
